jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 24 Februari 2016

You Is My Dream



You Is My Dream
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon
Genre: roman
Rate : T
Lenght : oneshot

Sebuah tangan mengegam  tanganku lalu menaruhnya di dadanya yang bidang. Detak jantungnya begitu terasa di punggung tanganku. Detak jantung yang sama cepatnya dengan detak jantungku.

“aku mencintaimu.”katanya lalu mengecup punggung tanganku dengan lembut. Dia memelukku hangat dan aku bisa merasakan hangatnya pelukannya. Aku bisa merasakan bertapa aku mencintai pria yang memelukku saat ini dan aku bisa merasakan cinta dari pria yang sedang memelukku. Berkali-kali dia mengecup kepalaku dengan lembut sambil memainkan rambutku.

“aku mencintaimu. Aku tidak ingin kau mencintai pria lain jadi, tolong jaga hatimu untukku. Hingga akhirnya kita bertemu.”ucapnya dengan lembut dan pelukan itu semakin kuat seakan tidak ingin berpisah.


Mataku perih karena aku bangun dengan sentakkan sehingga mataku begitu saja terbuka. Padahal mimpiku sangat indah dan jauh dari hal-hal menakutkan. Aku ingin sekali mengingat siapa pria itu tetapi, wajahnya selalu gagal ku ingat jika aku terbangun. Aku hanya mengingat bentuk tubuhnya yang sering dibalut kaos santai yang terlihat mahal dan membuat tubuhnya begitu terlihat keren, punggungnya yang lebar, pelukan hangatnya, tattoo di tubuhnya dan jemarinya yang terlihat ‘tidak baik’ karena dia sepertinya memiliki kebiasaan menggigit kukunya.

“sial! Mimpi yang sama. Siapa pria itu sebenarnya?”ucapku saat begitu saja bangun dari kasurku. Sudah lebih dari 5 tahun ini aku bermimpi tentang pria yang punya ciri-ciri sama hanya saja aku tidak bisa mengingat wajahnya. Aku mengusap wajahku. Berusaha menghilangkan mimpi indah yang sangat membuatku takut terlalu mencintai pria yang sama sekali tidak ku kenal yang ada dimimpiku.
Sudah berkali-kali aku menjalin hubungan dengan pria. Hasilnya aku selalu merasa bersalah karena aku merasa sedang berselingkuh dan merasa bersalah dengan pria yang bahkan tidak aku kenal dan sama sekali tidak aku ketahu keberadaannya. Tapi, tidak mungkin aku begini terus? Aku juga butuh pria untuk menjaga dan melindungiku.

Aku beranjak dari kasurku. Di kepalaku masih memutar setiap adegan di mimpiku seakan itu hanya adegan film yang aku tonton.

“aku mencintaimu. Aku merindukanmu. Tapi, aku tidak tahu kau siapa.”kataku dengan miris. Ingin rasanya aku menagis tapi, aku merasa lebih gila lagi jika aku menangis untuk pria yang wajahnya saja tidak aku ketahui. Aku menyimpan sesak di dadaku.




Langit yang cerah anak-anak bernanyi dengan gembira. Aku memang seorang guru tapi, siapa bilang aku guru playgroub? Aku seorang guru di sebuah sekolah tinggi. Aku adalah guru ballet di sekolah ini dan anak didikku sekarang lagi istirahat sambil bernyanyi. Sedangkan aku mengawasi mereka agar tidak mengemil makanan berlemak dan berkarbohidrat tinggi.

“onnie, bisakah kita makan di restoran di depan sekolah? Hanya hari ini saja. Kami mohon. Kami akan tetap menstabilkan berat badan kami dan akan lebih giat jika berat badan kami meningkat.”kata Sora salah satu anak didikku membuat yang lain berhenti bermain dan diam.

“sebentar lagi akan ada acara pelepasan tinggkat terkahir dan kalian akan melakukan pertunjukan. Kalian tidak ingin merusak itu kan?”kataku sambil menatap mata mereka satu-satu. Beberapa bulan ini mereka berlatih lebih keras untuk pertunjukan itu, pertunjukan dari kelas balet.

“tapi, ini ulang tahunku dan ini tahun terakhirku di sekolah ini. Aku mohon onnie. Aku ingin mengajak teman-teman dan adik-adikku di kelas ballet.”katanya dengan menggunakan puppy eyes. Aku lemah dengan mata itu.

“ini yang terakhir dan kalian akan aku latih lebih keras agar berat badan kalian tetap stabil.”kataku dengan tegas dan mereka semua bersorak senang. Sora mengecup pipiku sambil mengucapkan terimakasih.

“kau harus ikut, onnie.”katanya.

“gratis?”kataku menggangunya.

“tentu saja. Ini ulang tahunku!”katanya penuh semangat. Dia terlihat sangat bahagia. Dan aku mengganguk sambil tersenyum.

 Saat kami di restoran kami saling berbagi cerita, tertawa, dan menghabiskan makanan yang telah di pesan. Aku jadi lupa bahwa aku adalah guru mereka.




Jiyong POV
Sebenarnya aku sangat malas menjemput adik sepupuku yang cerewet tapi, dia adik kesayanganku. Sikapnya yang mandiri tapi, juga suka manja denganku membuatku senang karena aku tidak memiliki adik. Hari ini aku di minta menjemputnya di restoran di dekat sekolahnya. Biasanya dia pulang sendiri tapi, karena ini sudah malam jadi dia memintaku menjemputnya.
Tidak lama aku sampai di restoran itu aku melihat kumpulan anak remaja keluar dengan tertawa. Mataku fokus di gadis manis berambut blonde, dia mengenakan celana demin dan kaos putih dengan lapisan kemeja biru di luar. Jika gadis lain mungkin akan terlihat biasa tapi, dia di mataku terlihat sangat menarik. Gadis-gadis di sekelilingnya memang mengenakan seragam sekolah sama persis dengan milik sepupuku  lalu, siapa dia?

Gadis itu semakin dekat ke arahku dan melihat ke arahku. Sial! Mata itu. Bibir itu. Dia menjeratku.

Tok. Tok. Tok.
“kau mengagetkanku!”kataku saat melihat Sora di depan kaca mobilku. Aku segera menurunkan kaca mobilku sebelum semakin ketakutan karena melihat wajahnya terlalu dekat.

“kau saja yang sedang ‘melambung’ oppa.”gerutunya.

“masuklah. Sebentar lagi hujan.”kataku dan Sora segera masuk ke mobilku.

“oppa, sedang melihat apa?”tanyanya setelah duduk di sampingku.

“gadis yang mengenakan meja itu, siapa dia?”

“kau tertarik dengannya? Kau menyukainya? Dia cantikkan? Seperti itu tipe wanita mu oppa? Kau ingin aku membantumu? Tapi, kau harus janji tidak menyakiti ataupun melukainya?!”tanyanya bertubi-tubi.

“kau bisa bicara satu persatu tidak? Kecepatan bicaramu mengalahkan pembalab F1. Kenalkan aku padanya lalu, aku bisa bergerak sendiri.”ucapku sambil mengemudi.

“dia guru balletku. Kau bisa berkenalan dengannya saat acara ulang tahunku besok malam karena aku juga mengundangnya.”jawab Sora tersenyum padaku.

“kau memang adik yang baik.”kataku sambil mengelus kepalanya.

“Kau playboy, jika kau melukainya aku sendiri yang akan menghajarmu, oppa. Aku tidak bercanda.”katanya dengan menatapku dengan tatapan membunuh. Dia sungguh menakutkan.

“dia yang aku cari selama ini. Aku tidak akan salah. Jadi kau hanya lihat saja.”ucapku penuh keyakinan.



Aku mengenakan pakaian terbaikku saat ulang tahun Sora. Gadis cantik itu pun kini terlihat semakin cantik dengan gaun hot pink yang dia kenakan. Walau tidak terbuka, dress itu terlihat sexy di tubuhnya.
Gadis itu sangat mirip dengan gadis yang ada di dalam mimpiku beberapa tahun ini. Aku sangat ingat mata dan bibirnya. Aku ingin sekali mendekatinya dan mengenalnya lebih dekat. Tetapi jika aku langsung berkenalan dengannya maka aku akan dikira merayunya. Aku juga tidak mungkin langsung mengatakan bahwa dialah wanita yang selalu menghiasi mimpiku bertahun-tahun ini. Bahkan aku mencintainya begitu saja.  Jika aku berterus terang maka dia akan mengangapku gila. Ah.. apa yang harus aku katakan? Bagaimana cara memulainya? Ayolah, berfikir Kwon Jiyong! Ini bukan pertama kalinya kau mendekati wanita.
“Jiyong oppa!”teriak Sora padaku sambil mengerakkan tangannya agar aku mendekatinya. Akhirnya, Sora yang menjadi pahlawanku bertindak. Gadis cantik itu kini ada di samping Sora dan teman-teman dekatnya, mereka masih asik bercerita.

“ada apa?”tanyaku pada Sora saat aku telah mendekat. Aku tahu Sora akan mengenalkan gadis itu padaku tapi, aku harus melakukannya senatural mungkin. Wanita akan lari jika pria terang-terangan tertarik dengannya di saat pertemuan pertama.

“aku hanya ingin memperkenalkan sepupuku yang tampan pada teman-temanku.”ucapnya gembira dan teman-temannya langsung terdiam, fokus padaku. Tapi, aku fokus pada gadis cantik itu, gadis yang ada di dalam mimpiku.

“aku Kwon Jiyong.”kataku dan gadis itu menyambut tanganku.

“Lee Chaerin.”katanya dan mata kami pun bertemu. Dia lah wanita yang ada di dalam mimpiku. Tidak salah, ini benar- benar dia.  Wanita yang aku cintai dan ku tunggu selama ini. Bahkan suaranya sama persis. Dialah wanitaku. Wanita yang aku cintai selama ini.



CHAERIN POV
“aku Kwon Jiyong.”katanya dan aku menyambut tangannya. Suara itu, aku mengenal suara itu. Entah kenapa aku melirik tangannya. Tangan itu seperti tangan yang selalu mengengam tanganku di dalam mimpiku. Apakah aku akan di anggap gila jika aku meminta memperlihatkan lengannya yang tertutupi kemeja? Karena pria di dalam mimpiku memiliki tato hati yang memiliki kaki di lengannya, tattoo bola berbintang delapan di dadanya dan banyak lagi. Sial. Aku ingat semua tattoo di tubuhnya tapi, aku tidak mengingat wajahnya. Sial. Kenapa aku jadi terkesan wanita ?

“apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama? Sebaiknya,aku memberikan kalian waktu berdua.”kata Sora dengan nada bercanda sambil menunjuk tangan kami yang masih saling mengegam. Reflek aku langsung melepaskan tanganku. Berapa lama sebenarnya kami seperti ini? Aku menundukkan wajahku karena malu.

“Kwon Sora!”tergur pria yang bernama Jiyong itu. Oh.. my.. suaranya membuat jantungku berkerja sangat keras. Aku menyukai suaranya. Ah.. aku terlalu terobsesi dengan pria yang didalam mimpiku.
Sora hanya tertawa sambil mendorong teman-temannya menjauh dari kami.

“maafkan Sora. Dia membuatmu tidak nyaman.”katanya tersenyum. Apa aku salah lihat? Wajah pria ini memerah.

“tidak masalah. Ini pertama kalinya dia berbuat iseng seperti ini. Dia gadis yang manja tapi, menyenangkan. Walau begitu dia tidak pernah membuatku repot. Dia selalu mengikuti kata-kataku. Dia latihan dengan rajin dan menjadi anak yang baik selama ini.”kenapa aku membahas ini? Apa yang aku bicarakan? Kenapa aku terlalu banyak bicara?

“berapa lama kau menjadi gurunya? Kalian terlihat akrab.”kata Jiyong tersenyum manis. Oh... berikan aku oksigen! Aku perlu oksigen. Dia terlalu manis untuk pria dewasa.

“hampir tiga tahun ini.”jawabku singkat. Aku tidak mau terlalu banyak bicara, aku bukan orang yang banyak bicara api, kenapa berbeda di dekatnya?

“jika tau seperti itu maka, dari dulu saja aku menjemputnya pulang sekolah agar aku bisa melihatmu di dunia nyata.”jawabnya dengan tersenyum dan lagi-lagi wajahnya memerah. Dia sedang malu? Mataku tidak salahkan?

“kenapa? Aku tidak mengerti maksudmu.”kataku. Aku tidak ingin salah paham. Aku tidak ingin terburu-buru. Aku tidak ingin terlalu berharap.

“karena aku tertarik padamu.”ucapnya tegas sambil menatap mataku membuatku seakan masuk ke matanya.
Aku tidak peduli lagi dengan mimpiku. Pria itu kini di hadapanku. Di dunia nyata bukan dunia mimpiku. Aku rasa tidak salahnya aku memulai dengannya, lepas dari pria di dalam mimpiku.



Jiyong Pov

“karena aku tertarik padamu.”ucapku sambil menatap bola matanya. Mata yang begitu indah. mata yang selama ini terbayang dan tergambar di otakku. Mata yang selama ini hanya bisa ku lihat di dalam mimpiku. Sepasang mata indah yang bisa membuatku selalu merindu.
Aku tidak peduli lagi dengan mimpiku. Gadis idamanku kini di hadapanku. Di dunia nyata bukan dunia mimpiku. Tidak terlalu dini jika aku mengakui bahwa aku mencintainya, dia yang aku rindukan selama ini. Gadis yang diam-diam mengambil hatiku dari dalam mimpiku. Gadis yang membuat jantungku berdebar gila dan gugup bagaikan remaja baru saja jatuh cinta. Ah.. ya.. benar. Gadis ini lah cinta pertamaku sebenarnya. Gadis yang aku cintai jauh sebelum aku mengenalnya.


THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar