You Is My Dream
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon
Genre: roman
Rate : T
Lenght : oneshot
Cast: SkyDragon
Genre: roman
Rate : T
Lenght : oneshot
Sebuah tangan mengegam tanganku lalu menaruhnya di dadanya yang
bidang. Detak jantungnya begitu terasa di punggung tanganku. Detak jantung yang
sama cepatnya dengan detak jantungku.
“aku mencintaimu.”katanya lalu mengecup punggung tanganku
dengan lembut. Dia memelukku hangat dan aku bisa merasakan hangatnya
pelukannya. Aku bisa merasakan bertapa aku mencintai pria yang memelukku saat
ini dan aku bisa merasakan cinta dari pria yang sedang memelukku. Berkali-kali
dia mengecup kepalaku dengan lembut sambil memainkan rambutku.
“aku mencintaimu. Aku tidak ingin kau mencintai pria lain
jadi, tolong jaga hatimu untukku. Hingga akhirnya kita bertemu.”ucapnya dengan
lembut dan pelukan itu semakin kuat seakan tidak ingin berpisah.
Mataku perih karena aku bangun dengan sentakkan sehingga
mataku begitu saja terbuka. Padahal mimpiku sangat indah dan jauh dari hal-hal
menakutkan. Aku ingin sekali mengingat siapa pria itu tetapi, wajahnya selalu
gagal ku ingat jika aku terbangun. Aku hanya mengingat bentuk tubuhnya yang
sering dibalut kaos santai yang terlihat mahal dan membuat tubuhnya begitu
terlihat keren, punggungnya yang lebar, pelukan hangatnya, tattoo di tubuhnya dan
jemarinya yang terlihat ‘tidak baik’ karena dia sepertinya memiliki kebiasaan menggigit
kukunya.
“sial! Mimpi yang sama. Siapa pria itu sebenarnya?”ucapku saat
begitu saja bangun dari kasurku. Sudah lebih dari 5 tahun ini aku bermimpi
tentang pria yang punya ciri-ciri sama hanya saja aku tidak bisa mengingat
wajahnya. Aku mengusap wajahku. Berusaha menghilangkan mimpi indah yang sangat
membuatku takut terlalu mencintai pria yang sama sekali tidak ku kenal yang ada
dimimpiku.
Sudah berkali-kali aku menjalin hubungan dengan pria.
Hasilnya aku selalu merasa bersalah karena aku merasa sedang berselingkuh dan
merasa bersalah dengan pria yang bahkan tidak aku kenal dan sama sekali tidak
aku ketahu keberadaannya. Tapi, tidak mungkin aku begini terus? Aku juga butuh
pria untuk menjaga dan melindungiku.
Aku beranjak dari kasurku. Di kepalaku masih memutar setiap
adegan di mimpiku seakan itu hanya adegan film yang aku tonton.
“aku mencintaimu. Aku merindukanmu. Tapi, aku tidak tahu kau
siapa.”kataku dengan miris. Ingin rasanya aku menagis tapi, aku merasa lebih
gila lagi jika aku menangis untuk pria yang wajahnya saja tidak aku ketahui.
Aku menyimpan sesak di dadaku.
Langit yang cerah anak-anak bernanyi dengan gembira. Aku
memang seorang guru tapi, siapa bilang aku guru playgroub? Aku seorang guru di
sebuah sekolah tinggi. Aku adalah guru ballet di sekolah ini dan anak didikku
sekarang lagi istirahat sambil bernyanyi. Sedangkan aku mengawasi mereka agar
tidak mengemil makanan berlemak dan berkarbohidrat tinggi.
“onnie, bisakah kita makan di restoran di depan sekolah?
Hanya hari ini saja. Kami mohon. Kami akan tetap menstabilkan berat badan kami
dan akan lebih giat jika berat badan kami meningkat.”kata Sora salah satu anak
didikku membuat yang lain berhenti bermain dan diam.
“sebentar lagi akan ada acara pelepasan tinggkat terkahir
dan kalian akan melakukan pertunjukan. Kalian tidak ingin merusak itu
kan?”kataku sambil menatap mata mereka satu-satu. Beberapa bulan ini mereka
berlatih lebih keras untuk pertunjukan itu, pertunjukan dari kelas balet.
“tapi, ini ulang tahunku dan ini tahun terakhirku di sekolah
ini. Aku mohon onnie. Aku ingin mengajak teman-teman dan adik-adikku di kelas
ballet.”katanya dengan menggunakan puppy eyes. Aku lemah dengan mata itu.
“ini yang terakhir dan kalian akan aku latih lebih keras
agar berat badan kalian tetap stabil.”kataku dengan tegas dan mereka semua
bersorak senang. Sora mengecup pipiku sambil mengucapkan terimakasih.
“kau harus ikut, onnie.”katanya.
“gratis?”kataku menggangunya.
“tentu saja. Ini ulang tahunku!”katanya
penuh semangat. Dia terlihat sangat bahagia. Dan aku mengganguk sambil
tersenyum.
Jiyong POV
Sebenarnya aku sangat malas menjemput adik sepupuku yang
cerewet tapi, dia adik kesayanganku. Sikapnya yang mandiri tapi, juga suka
manja denganku membuatku senang karena aku tidak memiliki adik. Hari ini aku di
minta menjemputnya di restoran di dekat sekolahnya. Biasanya dia pulang sendiri
tapi, karena ini sudah malam jadi dia memintaku menjemputnya.
Tidak lama aku sampai di restoran itu aku melihat kumpulan
anak remaja keluar dengan tertawa. Mataku fokus di gadis manis berambut blonde,
dia mengenakan celana demin dan kaos putih dengan lapisan kemeja biru di luar.
Jika gadis lain mungkin akan terlihat biasa tapi, dia di mataku terlihat sangat
menarik. Gadis-gadis di sekelilingnya memang mengenakan seragam sekolah sama
persis dengan milik sepupuku lalu, siapa
dia?
Gadis itu semakin dekat ke arahku dan melihat ke arahku.
Sial! Mata itu. Bibir itu. Dia menjeratku.
Tok. Tok. Tok.
“kau mengagetkanku!”kataku saat melihat Sora di depan kaca
mobilku. Aku segera menurunkan kaca mobilku sebelum semakin ketakutan karena
melihat wajahnya terlalu dekat.
“kau saja yang sedang ‘melambung’ oppa.”gerutunya.
“masuklah. Sebentar lagi hujan.”kataku dan Sora segera masuk
ke mobilku.
“oppa, sedang melihat apa?”tanyanya setelah duduk di sampingku.
“gadis yang mengenakan meja itu, siapa dia?”
“kau tertarik dengannya? Kau menyukainya? Dia cantikkan?
Seperti itu tipe wanita mu oppa? Kau ingin aku membantumu? Tapi, kau harus
janji tidak menyakiti ataupun melukainya?!”tanyanya bertubi-tubi.
“kau bisa bicara satu persatu tidak? Kecepatan bicaramu
mengalahkan pembalab F1. Kenalkan aku padanya lalu, aku bisa bergerak
sendiri.”ucapku sambil mengemudi.
“dia guru balletku. Kau bisa berkenalan dengannya saat acara
ulang tahunku besok malam karena aku juga mengundangnya.”jawab Sora tersenyum
padaku.
“kau memang adik yang baik.”kataku sambil mengelus
kepalanya.
“Kau playboy, jika kau melukainya aku sendiri yang akan
menghajarmu, oppa. Aku tidak bercanda.”katanya dengan menatapku dengan tatapan
membunuh. Dia sungguh menakutkan.
“dia yang aku cari selama ini. Aku tidak akan salah. Jadi
kau hanya lihat saja.”ucapku penuh keyakinan.
Aku mengenakan pakaian terbaikku saat ulang tahun Sora.
Gadis cantik itu pun kini terlihat semakin cantik dengan gaun hot pink yang dia
kenakan. Walau tidak terbuka, dress itu terlihat sexy di tubuhnya.
Gadis itu sangat mirip dengan gadis yang ada di dalam
mimpiku beberapa tahun ini. Aku sangat ingat mata dan bibirnya. Aku ingin
sekali mendekatinya dan mengenalnya lebih dekat. Tetapi jika aku langsung
berkenalan dengannya maka aku akan dikira merayunya. Aku juga tidak mungkin
langsung mengatakan bahwa dialah wanita yang selalu menghiasi mimpiku
bertahun-tahun ini. Bahkan aku mencintainya begitu saja. Jika aku berterus terang maka dia akan
mengangapku gila. Ah.. apa yang harus aku katakan? Bagaimana cara memulainya?
Ayolah, berfikir Kwon Jiyong! Ini bukan pertama kalinya kau mendekati wanita.
“Jiyong oppa!”teriak Sora padaku sambil mengerakkan
tangannya agar aku mendekatinya. Akhirnya, Sora yang menjadi pahlawanku
bertindak. Gadis cantik itu kini ada di samping Sora dan teman-teman dekatnya,
mereka masih asik bercerita.
“ada apa?”tanyaku pada Sora saat aku telah mendekat. Aku
tahu Sora akan mengenalkan gadis itu padaku tapi, aku harus melakukannya
senatural mungkin. Wanita akan lari jika pria terang-terangan tertarik
dengannya di saat pertemuan pertama.
“aku hanya ingin memperkenalkan sepupuku yang tampan pada
teman-temanku.”ucapnya gembira dan teman-temannya langsung terdiam, fokus
padaku. Tapi, aku fokus pada gadis cantik itu, gadis yang ada di dalam mimpiku.
“aku Kwon Jiyong.”kataku dan gadis itu menyambut tanganku.
“Lee Chaerin.”katanya dan mata kami pun bertemu. Dia lah
wanita yang ada di dalam mimpiku. Tidak salah, ini benar- benar dia. Wanita yang aku cintai dan ku tunggu selama
ini. Bahkan suaranya sama persis. Dialah wanitaku. Wanita yang aku cintai
selama ini.
CHAERIN POV
“aku Kwon Jiyong.”katanya dan aku menyambut tangannya. Suara
itu, aku mengenal suara itu. Entah kenapa aku melirik tangannya. Tangan itu
seperti tangan yang selalu mengengam tanganku di dalam mimpiku. Apakah aku akan
di anggap gila jika aku meminta memperlihatkan lengannya yang tertutupi kemeja?
Karena pria di dalam mimpiku memiliki tato hati yang memiliki kaki di
lengannya, tattoo bola berbintang delapan di dadanya dan banyak lagi. Sial. Aku
ingat semua tattoo di tubuhnya tapi, aku tidak mengingat wajahnya. Sial. Kenapa
aku jadi terkesan wanita ?
“apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama? Sebaiknya,aku
memberikan kalian waktu berdua.”kata Sora dengan nada bercanda sambil menunjuk
tangan kami yang masih saling mengegam. Reflek aku langsung melepaskan
tanganku. Berapa lama sebenarnya kami seperti ini? Aku menundukkan wajahku
karena malu.
“Kwon Sora!”tergur pria yang bernama Jiyong itu. Oh.. my..
suaranya membuat jantungku berkerja sangat keras. Aku menyukai suaranya. Ah..
aku terlalu terobsesi dengan pria yang didalam mimpiku.
Sora hanya tertawa sambil mendorong teman-temannya menjauh
dari kami.
“maafkan Sora. Dia membuatmu tidak nyaman.”katanya
tersenyum. Apa aku salah lihat? Wajah pria ini memerah.
“tidak masalah. Ini pertama kalinya dia berbuat iseng
seperti ini. Dia gadis yang manja tapi, menyenangkan. Walau begitu dia tidak
pernah membuatku repot. Dia selalu mengikuti kata-kataku. Dia latihan dengan
rajin dan menjadi anak yang baik selama ini.”kenapa aku membahas ini? Apa yang
aku bicarakan? Kenapa aku terlalu banyak bicara?
“berapa lama kau menjadi gurunya? Kalian terlihat
akrab.”kata Jiyong tersenyum manis. Oh... berikan aku oksigen! Aku perlu
oksigen. Dia terlalu manis untuk pria dewasa.
“hampir tiga tahun ini.”jawabku singkat. Aku tidak mau
terlalu banyak bicara, aku bukan orang yang banyak bicara api, kenapa berbeda
di dekatnya?
“jika tau seperti itu maka, dari dulu saja aku menjemputnya
pulang sekolah agar aku bisa melihatmu di dunia nyata.”jawabnya dengan
tersenyum dan lagi-lagi wajahnya memerah. Dia sedang malu? Mataku tidak
salahkan?
“kenapa? Aku tidak mengerti maksudmu.”kataku. Aku tidak
ingin salah paham. Aku tidak ingin terburu-buru. Aku tidak ingin terlalu
berharap.
“karena aku tertarik padamu.”ucapnya tegas sambil menatap
mataku membuatku seakan masuk ke matanya.
Aku tidak peduli lagi dengan mimpiku. Pria itu kini di hadapanku.
Di dunia nyata bukan dunia mimpiku. Aku rasa tidak salahnya aku memulai
dengannya, lepas dari pria di dalam mimpiku.
Jiyong Pov
“karena aku tertarik padamu.”ucapku sambil menatap bola
matanya. Mata yang begitu indah. mata yang selama ini terbayang dan tergambar
di otakku. Mata yang selama ini hanya bisa ku lihat di dalam mimpiku. Sepasang
mata indah yang bisa membuatku selalu merindu.
Aku tidak peduli lagi dengan mimpiku. Gadis idamanku kini di
hadapanku. Di dunia nyata bukan dunia mimpiku. Tidak terlalu dini jika aku
mengakui bahwa aku mencintainya, dia yang aku rindukan selama ini. Gadis yang
diam-diam mengambil hatiku dari dalam mimpiku. Gadis yang membuat jantungku
berdebar gila dan gugup bagaikan remaja baru saja jatuh cinta. Ah.. ya.. benar.
Gadis ini lah cinta pertamaku sebenarnya. Gadis yang aku cintai jauh sebelum
aku mengenalnya.
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar