Judul
: RUN
Author:
Mahardika Putri
Genre:
horror.*kali ini dika bikin FF gaje.
Rating:
PG 15
Cast:
Kwon
Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
Lee
Chaerin (CL 2NE1)
support
cast : Dis Tie (OC)
Dara
2ne1
Taeyang
Big bang
***
“oh,
yah. Masalah foto ciuman itu, mau kah kau mengingatku bagaimana
rasanya?”tanyaku sambil mendekati wajahnya. Chaerin mundur beberapa langkah dan
langsung lari ke kamarnya. Kekeke.. dia lucu. Masih polos seperti dulu. Dulu
saat kecil aku memang menonjol karena hobby nyanyi dan danceku. Saat itu aku
memang masih menjadi pusat perhatian karena indra ke enamku masih samar. Walau
saat itu aku sudah bisa melihat arwah hanya saja aku tak bisa membedakan arwah
dan manusia. Dulu Chaerin yeoja pendiam yang hanya diam di kelas lalu aku
sengaja mendekatinya. Bisa dibilang kami adalah teman yang akrab sejak itu.
Setelah lulus Chaerin pindah ke Jepang, saat itulah aku tak tahu kabarnya.
“cinta
pertamaku.”gumamku sambil tersenyum.
“ah,
tunggu. Kamarku yang mana?”gumamku panik.
“eh,
kau disini?”kataku saat keget melihat yeoja cantik yang selalu mengikutiku,
tidak dia arwah bukan manusia. Dia menembus sebuah pintu lalu aku mengikutinya.
Dan membuka pintu itu.
“akhirnya
aku menemukan kamarku.”kataku saat melihat kamar.
AUTHOR
POV
Jiyong
dengan tatapan kosong masuk ke kamar Chaerin dan menuju kamar mandi Chaerin.
Chaerin yang sedang mandi terkejut melihat Jiyong dan segera mengambil handuk
untuk menutupi tubuhnya walau sebenarnya tubuhnya sudah ditutupi busa dalam
bathup.
“apa
yang kau lakukan disini?”Tanya Chaerin. Jiyong langsung mengecup bibir Chaerin.
Jiyong tersenyum puas. Jiyong duduk di sisi bathup.
“katakan
saja kau menginginkan pemilik tubuh ini?”kata Jiyong dengan suara lebih halus.
Tidak seperti dirinya.
“kau,
cinta pertama, apa yang kau lakukan pada Jiyong?”Tanya Chaerin segera walau pun
dia kaget karena didalam tubuh Jiyong bukanlah Jiyong tapi, roh yang
merasukinya.
“aku
mohon. Mintalah Dis Tie berada untuk tetap disampingnya.”kata Jiyong.
“bukankah
dengan begitu kau juga tak aka nada lagi untuk Jiyong?”Tanya Chaerin. Raut
wajahnya kini menjadi serius. Jiyong memainkan busa sabun di bathup Chaerin.
“aku
lebih suka dia hidup normal dibandingkan selalu was-was seperti ini.”jawab
Jiyong tersenyum.
“bukankah
kau yang selalu membuatnya was-was?”Tanya Chaerin. Jiyong tertawa.
“hahaha..
tidak ada alasan lain aku mengikutinya selain untuk melindunginya. Seperti yang
dia lakukan padaku, walau dia tak mengingatnya.”
“kau
tak sadar Dis Tie tak mungkin menjadi pengasuhnya? Maka itu aku memunggutnya.”
“memunggut?
Hahaha.. aku sangat yakin maksudmu dengan memunggut adalah merebut hatinya dari
Dis Tie. Kau yang tak sadar bahwa kau tak bisa melakukan apa-apa untuknya. Kau
tak bisa membuatnya tak melihat “kami” lagi. Tapi, Dis Tie bisa. Kau hanya
memanfaatkan kecelakaan itu untuk menjauhkan mereka. Kau licik.”kata Jiyong
dengan tersenyum. Chaerin menatap Jiyong tajam.
“aku
memang tak bisa membuat dia tak melihat kalian lagi tapi, aku bisa membuat dia
tak kabur dari kalian lagi.”jawab Chaerin penuh percaya diri.
“aku
tunggu aksimu, unnie. Aku menunggu pertunjukanmu”kata Jiyong tersenyum dan
pergi dari kamar mandi Chaerin.
“enak
saja kau mengunakan tubuhnya sesukamu. Awas saja jika kau melukai tubuhnya.
Kubuang kau ke neraka!” teriak Chaerin kesal.
“kenapa
dia bisa dirasuki seperti itu? Ah, dia lemah sekali.”gumam Chaerin.
Chaerin
juga bisa melihat arwah. Tidak seperti Jiyong, Chaerin bisa mendengarkan dan
mengobrol dengan para arwah. Sedangkan Chaerin bisa mengendalikan dan berakting
seakan dia tidak melihat apa-apa atau sedang menelpon dengan seseorang saat
bicara dengan arwah seperti saat dia menunggu Jiyong berganti baju saat akan
makan malam tadi. Saat itu Chaerin sedang bicara dengan hantu yeoja yang
menyukai Jiyong, hantu yang baru saja merasuki Jiyong. Hantu wanita muda yang
menyukai Jiyong karena telah menolongnya.
Masalah
pertunangan itu palsu tentu saja orang tua mereka tahu tentang itu. Itu hanya
keinginan Chaerin agar bisa bersama Jiyong dan orang tua mereka setuju agar
Jiyong bisa hidup lebih baik dan untuk melanjutkan perusahaan orang tuanya.
Lebih tepatnya karena bisnis.
@keesokan
harinya.
“akh!
Mimpi apa aku? Bisa-bisanya aku mimpi masuk ke kamar Chaerin dan menciumnya
dikamar mandi? Tapi, kenapa mimpiku hanya hingga kami berciuman? Bukankah lebih
baik sedikit lebih panjang?”kata Jiyong saat baru saja membuka matanya.
“tapi,
ini terasa sangat nyata.”gumamnya sambil menyentuh bibirnya.
Hari
ini Chaerin mengajak Jiyong kesebuah sekolah TK. Jiyong melihat beberapa
kelompok anak-anak yang bermain bersama arwah anak-anak.
“apa
yang kau lihat?”Tanya Chaerin saat mereka baru saja turun dari mobil.
“hantu
anak-anak yang bermain bersama anak manusia.”jawab Jiyong.
“apakah
mereka lucu?”Tanya Chaerin sambil membuka kaca mata hitamnya.
“yah,
mereka tampak lucu dan mengemaskan.”
“jangan
tatap mata mereka. Kau tak melihat apa-apa. Kau hanya melihat anak-anak kecil
sedang bermain, bukan arwah.”ucap Chaerin. Dan Jiyong mencobanya. Dia tak
melihat mata arwah anak-anak itu walau dia masih melihat para arwah anak-anak
itu.
“ayo!”ucap
Chaerin sambil melirik Jiyong yang terdiam di depan pintu. Jiyong berjalan
mengikuti langkah kaki Chaerin.
@beberapa
saat kemudian
Jiyong
dan Chaerin kembali ke mobil mereka.
“kau
kenapa?”Tanya Chaerin pura-pura tidak tahu apa-apa.
“anak
kecil bergantung di punggungku.”jawab Jiyong.
“kau
pasti menatap matanya.”kata Chaerin santainya.
“dia
berat, membuat punggungku sakit.”adu Jiyong.
“…”Chaerin
hanya diam sambil memasukkan kunci mobilnya.
“bisakah
kita ke tempat Dis Tie. Aku ingin mengusir anak ini.”kata Jiyong.
“kau
kira kau bosnya? Bukankah ku bilang “kau tak melihat mereka”. Kenapa kau tak
mengingat perkataanku? Itu hukuman untukmu!”kata Chaerin. Chaerin langsung
mengemudikan mobilnya dengan mengebut.
“hua..
kau ingin bunuh diri jangan mengajakku!!”teriak histeris Jiyong karena dia
belum mengenakan sabuknya.
Chaerin
kesal karena Jiyong ingin bertemu dengan Dis Tie.
“apa
hebatnya imo? Kenapa dia masih mencari imo? Bukankah dia hanya dibully saja
dengan imo.”pikir Chaerin.
“yak!!!
Kau jangan memotong jalan truk itu. Kau kira kau membawa barang?”teriak Jiyong
ketakutan karena Chaerin mengemudi dengan kecepatan tinggi.
@beberapa
menit kemudian
Chaerin
mematikan mesin mobilnya.
“turun!”ucap
Chaerin. Tapi, Jiyong hanya diam. Karena tidak ada respon dari Jiyong, Chaerin
melirik Jiyong. Jiyong tertidur dengan tenang di kursi.
“yak,
kau kenapa mengikuti namja ini?”Tanya Chaerin pada arwah anak kecil yang
dibelakang Chaerin. Arwah anak kecil itu mengenakan kaos dan celana selutut.
Dia tampak bersih, tanpa darah berarti dia meninggal bukan karena kecelakaan.
“mwo?
Tampan? Kau yeoja?”kata Chaerin setelah mendengar jawaban arwah kecil itu.
“lalu
kenapa kau berpenampilan seperti namja? Walau sebenarnya wajahmu cantik.”kata
Chaerin.
“ommo,
jadi ommamu mengurungmu karena kau bukan namja? Dia tega sekali. Lalu, kenapa
kau masih disini?”
“Jika
aku memberikanmu baju yeoja apakah kau akan pergi dari oppa ini?”kata Chaerin
mencoba merayu arwah yeoja itu.
“Ok,
janji?”kata Chaerin sambil mengajukan kelingking kanannya.
“siapa
namamu?”Tanya Chaerin.
Jiyong
Pov
“eugh..”eluhku
saat mengerakkan tanganku ke atas.
“aigo..
kau masih disini?!”teriakku terkejut saat melihat arwah anak kecil itu masih
disampingku. Arwah itu menatapku sambil tersenyum.
“kenapa
aku masih dimobil? Kemana Chaerin? Mengapa dia meninggalkanku di parkiran
begini?”ucapku sambil mematikan mesin mobil yang menyala. Aku pun keluar dari
mobil.
Saat
aku memasuki rumah Chaerin terlihat Chaerin sedang santai di sofa dengan sebuah
cangkir di tangannya.
“kenapa
kau meninggalkanku dimobil?”tanyaku meminta penjelasnya.
“aku
kira kau pura-pura tidur agar lebih lama di mobilku. Jadi, kau tidur
benaran?”jawabnya sambil sesekali meniup permukaan cangkirnya.
“kenapa
aku harus berpura-pura.”gerutuku sambil membalikan tubuhku untuk kembali ke
kamarku.
“soal
arwah anak kecil itu. Apakah dia masih bersamamu?”Tanya Chaerin.
“tentu
saja. Saat aku turun dari mobil dia langsung meloncat kepunggungku.”aduku.
“oh”jawab
Chaerin singkat. Aku menatapnya, dia sedang meminum minuman dicangkirnya. Enak
sekali dia bisa sesantai itu. Apa katanya? Hukuman? Aku kan tak sengaja menatap
mata mereka.
Aku
berjalan menuju lift. Ketekan tombol tiga lalu, lift pun menutup dan bergerak.
Aku berjalan menuju kamarku setelah lift berhenti dan terbuka. Agh.. hantu
yeoja itu lagi. Kenapa dia menunggu depan dikamarku??
Ada
arwah yang mengenakan baju berenda dengan rambut kriting tertata rapi. Dia
bagaikan gadis bangsawan eropa. Dia mendekat padaku. Bola matanya berwarna
hijau, wajahnya sendu. Lalu, dia menatapku tajam dari kejauhan.
“kenapa
kalian mengikutiku terus??? Dis Tie help me, please!!!”teriakku depresi.
Author
Pov
@dilantai
satu rumah Chaerin
“kenapa
kalian mengikutiku terus??? Dis Tie help me, please!!!”teriak namja yang sedang
depresi.
“nona
muda, apa kita..?”ucap pelayan.
“tidak.
Biarkan saja dia terbiasa.”ucap Chaerin.
Ting!
Pintu
lift terbuka. Seorang namja keluar dari lift menuju tempat Chaerin.
“ah…
jangan lagi.”ucap Chaerin saat melihat namja itu masuk.
“apakah
pernah terjadi seperti ini sebelumnya?”ucap Jiyong sambil duduk di sofa dengan
anggunnya.
“kenapa?
Bukankah kau bisa bicara langsung denganku”Tanya Chaerin. Pelayan di sekitar
Chaerin kebingungan dengan perubahan dan pembicaraan nona mudanya pada Jiyong.
“baby..
aku hanya mencoba tubuh ini sementara.”ucap Jiyong dengan wajah sendunya.
Pelayan terkeget mendengarnya.
“tubuhnya
bukan boneka. Keluarlah!”ucap Chaerin santai.
“sampai
kapan kau mengeluarkan energimu untuk melindunginya? Benar kata gadis itu,
lebih baik kau melepaskannya. Aku tak mau kau terluka. Memang apa baiknya namja
lemah ini?”ucap Jiyong.
“hanya
dia yang aku cintai.”
“Baby,
kau tahu kisahkukan? Mengejar cinta itu tak menyenangkan. Kau bahkan tahu masa
depanmu jika bersama namja ini.”
“nona..”kata
pelayan khawatir sambil menatap Chaerin. Chaerin menahan pelayannya agar tidak
bertindak.
“dia
memang masih lemah jadi aku ingin membangun kekuatanya. Kau tak percaya
denganku?”ucap Chaerin.
“bukan
aku yang tak percaya. Namja ini yang tak percaya diri. Aku bisa dengan mudahnya
merebut tubuh ini karena dia begitu lemah. Kau tahukan yeoja lebih mudah
dirasuki dibandingkan namja tapi, sepertinya tidak berlaku pada namja ini. Aku
tak ingin kau menderita, baby.”
“Maria..
pergilah. Aku mohon, kau juga membantuku.”kata Chaerin sambil menatap Jiyong
yang menunduk.
“aku
coba karena aku tak ingin kau terluka.”ucap Jiyong. Langsung Jiyong terduduk
lemas, tak sadarkan diri.
“bawa
dia ke kamarnya. Jangan khawatir, maria sudah pergi!”ucap Chaerin pada para
pelayan.
“tadi..
ma”
“ya,
maria. Penghuni kamarku. Santailah sekarang maria duduk di sampingku. Jadi
cepat bawa dia ke kamarnya”ucap Chaerin santai. Tapi, malah membuat pelayan
sedikit menjauh padanya dan membawa Jiyong ke kamarnya. Maria adalah arwah yang
berada dikamar Chaerin. Seorang gadis bangsawan spanyol yang mati karena
pembunuhan yang terjadi di keluarganya. Mereka seperti seorang teman hanya
sikap Maria yang selalu sedih karena kehidupan dimasa lalunya membuat Maria
lebih tertutup pada Chaerin.
@beberapa
saat kemudian
Jiyong
membuka matanya. saat itu dia langsung melihat Chaerin yang sedang mengobrol
dengan arwah anak kecil yang selalu mengikutinya.
"hah
dia sudah bangun?"ucap Chaerin pada arwah itu. Arwah itu mengaguk tapi,
Jiyong tidak percaya dengan yang dilihatnya.
"santailah
sedikit. Sebenarnya aku memang bisa melihat mereka bahkan bisa berkomunikasi
dengan mereka."ucap Chaerin sambil berjalan ke arah Jiyong. Chaerin ingin
sekalian mengecek kondisi Jiyong.
"dia
baik-baik saja."ucap Chaerin.
"kau
ingin pergi?"ucap Chaerin kaget pada arwah anak-anak itu.
"baiklah.
Ini untukmu"ucap Chaerin tersenyum sambil memberikan sebuah baju gaun
kepada arwah itu yang di ambilnya dari laci di meja Jiyong.
"ini
indah. Gomawo! Sekarang aku sudah tenang. Chaerin unnie, saranghae!" ucap
arwah itu dengan girang dan mengecup pipi Chaerin.
"Aku
tak mengerti apa yang terjadi."ucap Jiyong binggung.
"Aku
yakin oppa pasti bisa sehebat Chaerin unnie. Semoga kalian hidup bahagia
bersama."kata arwah anak-anak itu yang tiba-tiba mengunakan baju yang
diberikan Chaerin.
"Aku
tak bisa mendengarkanmu."kata Jiyong penasaran.
"Aku
yakin oppa pasti bisa sehebat Chaerin unnie."kata Chaerin sambil tersenyum
pada arwah anak kecil itu. Arwah itu pun tiba-tiba hilang perlahan-lahan
seperti kumpulan buih yang meletus.
"apa
ini?"kata Jiyong binggung dan mengubah posisinya menjadi duduk.
"kau
tak ingin dia mengikutimu kan? Makanya aku buat perjanjian denganya. Aku juga
tak ingin kau kelelahan karena dia selalu bergantung denganmu. Istirahatlah!
Besok kita akan berkeliling kembali."jelas Chaerin sambil melangkah
menjauh dari Jiyong. Tapi, Jiyong masih binggung dengan apa yang diucapkan
Chaerin.
"tunggu!
Apa maksudmu? Bisakah kau menjelaskanya perlahan-lahan?" teriak Jiyong
tapi, Chaerin tidak peduli. Chaerin tetap saja meninggalkan Jiyong tanpa
penjelasan lain. Sebenarnya Chaerin sedang berfikir haruskah dia melepaskan
Jiyong. Walau berat tapi, dia juga tak ingin melihat Jiyong yang begitu mudah
dirasuki. Melihat Jiyong seperti itu sangat menyakitkan bagi Chaerin. Jika yang
merasuki Jiyong itu Maria atau hantu cinta pertama itu mungkin Chaerin bisa
menolongnya tapi, Jika arwahnya punya energi yang kuat Chaerin mungkin tak
sanggup menolong Jiyong seorang diri.
TBC
Hua...
ni FF jadinya cuma segini walau udah dua minggu gak diposting. Mian, Dika sibuk
banget gak sempet ngetik FF. Asik mengila. thks untuk dukungan n
komentarnya. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar