jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 24 Februari 2016

RUN PART 2



Judul : RUN

Author: Mahardika Putri

Genre: horror.*kali ini dika bikin FF gaje.

Rating: PG 15

Cast: 

Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
Lee Chaerin (CL 2NE1)

support cast : Dis Tie (OC)
Dara 2ne1
Taeyang Big bang
 ***
“oh, yah. Masalah foto ciuman itu, mau kah kau mengingatku bagaimana rasanya?”tanyaku sambil mendekati wajahnya. Chaerin mundur beberapa langkah dan langsung lari ke kamarnya. Kekeke.. dia lucu. Masih polos seperti dulu. Dulu saat kecil aku memang menonjol karena hobby nyanyi dan danceku. Saat itu aku memang masih menjadi pusat perhatian karena indra ke enamku masih samar. Walau saat itu aku sudah bisa melihat arwah hanya saja aku tak bisa membedakan arwah dan manusia. Dulu Chaerin yeoja pendiam yang hanya diam di kelas lalu aku sengaja mendekatinya. Bisa dibilang kami adalah teman yang akrab sejak itu. Setelah lulus Chaerin pindah ke Jepang, saat itulah aku tak tahu kabarnya.

“cinta pertamaku.”gumamku sambil tersenyum.

“ah, tunggu. Kamarku yang mana?”gumamku panik.

“eh, kau disini?”kataku saat keget melihat yeoja cantik yang selalu mengikutiku, tidak dia arwah bukan manusia. Dia menembus sebuah pintu lalu aku mengikutinya. Dan membuka pintu itu.

“akhirnya aku menemukan kamarku.”kataku saat melihat kamar.


AUTHOR POV
Jiyong dengan tatapan kosong masuk ke kamar Chaerin dan menuju kamar mandi Chaerin. Chaerin yang sedang mandi terkejut melihat Jiyong dan segera mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya walau sebenarnya tubuhnya sudah ditutupi busa dalam bathup.
“apa yang kau lakukan disini?”Tanya Chaerin. Jiyong langsung mengecup bibir Chaerin. Jiyong tersenyum puas. Jiyong duduk di sisi bathup.

“katakan saja kau menginginkan pemilik tubuh ini?”kata Jiyong dengan suara lebih halus. Tidak seperti dirinya.

“kau, cinta pertama, apa yang kau lakukan pada Jiyong?”Tanya Chaerin segera walau pun dia kaget karena didalam tubuh Jiyong bukanlah Jiyong tapi, roh yang merasukinya.

“aku mohon. Mintalah Dis Tie berada untuk tetap disampingnya.”kata Jiyong.

“bukankah dengan begitu kau juga tak aka nada lagi untuk Jiyong?”Tanya Chaerin. Raut wajahnya kini menjadi serius. Jiyong memainkan busa sabun di bathup Chaerin.

“aku lebih suka dia hidup normal dibandingkan selalu was-was seperti ini.”jawab Jiyong tersenyum.

“bukankah kau yang selalu membuatnya was-was?”Tanya Chaerin. Jiyong tertawa.

“hahaha.. tidak ada alasan lain aku mengikutinya selain untuk melindunginya. Seperti yang dia lakukan padaku, walau dia tak mengingatnya.”

“kau tak sadar Dis Tie tak mungkin menjadi pengasuhnya? Maka itu aku memunggutnya.”

“memunggut? Hahaha.. aku sangat yakin maksudmu dengan memunggut adalah merebut hatinya dari Dis Tie. Kau yang tak sadar bahwa kau tak bisa melakukan apa-apa untuknya. Kau tak bisa membuatnya tak melihat “kami” lagi. Tapi, Dis Tie bisa. Kau hanya memanfaatkan kecelakaan itu untuk menjauhkan mereka. Kau licik.”kata Jiyong dengan tersenyum. Chaerin menatap Jiyong tajam.

“aku memang tak bisa membuat dia tak melihat kalian lagi tapi, aku bisa membuat dia tak kabur dari kalian lagi.”jawab Chaerin penuh percaya diri.

“aku tunggu aksimu, unnie. Aku menunggu pertunjukanmu”kata Jiyong tersenyum dan pergi dari kamar mandi Chaerin.

“enak saja kau mengunakan tubuhnya sesukamu. Awas saja jika kau melukai tubuhnya. Kubuang kau ke neraka!” teriak Chaerin kesal.

“kenapa dia bisa dirasuki seperti itu? Ah, dia lemah sekali.”gumam Chaerin.
Chaerin juga bisa melihat arwah. Tidak seperti Jiyong, Chaerin bisa mendengarkan dan mengobrol dengan para arwah. Sedangkan Chaerin bisa mengendalikan dan berakting seakan dia tidak melihat apa-apa atau sedang menelpon dengan seseorang saat bicara dengan arwah seperti saat dia menunggu Jiyong berganti baju saat akan makan malam tadi. Saat itu Chaerin sedang bicara dengan hantu yeoja yang menyukai Jiyong, hantu yang baru saja merasuki Jiyong. Hantu wanita muda yang menyukai Jiyong karena telah menolongnya.
Masalah pertunangan itu palsu tentu saja orang tua mereka tahu tentang itu. Itu hanya keinginan Chaerin agar bisa bersama Jiyong dan orang tua mereka setuju agar Jiyong bisa hidup lebih baik dan untuk melanjutkan perusahaan orang tuanya. Lebih tepatnya karena bisnis.


@keesokan harinya.
“akh! Mimpi apa aku? Bisa-bisanya aku mimpi masuk ke kamar Chaerin dan menciumnya dikamar mandi? Tapi, kenapa mimpiku hanya hingga kami berciuman? Bukankah lebih baik sedikit lebih panjang?”kata Jiyong saat baru saja membuka matanya.

“tapi, ini terasa sangat nyata.”gumamnya sambil menyentuh bibirnya.




Hari ini Chaerin mengajak Jiyong kesebuah sekolah TK. Jiyong melihat beberapa kelompok anak-anak yang bermain bersama arwah anak-anak.

“apa yang kau lihat?”Tanya Chaerin saat mereka baru saja turun dari mobil.

“hantu anak-anak yang bermain bersama anak manusia.”jawab Jiyong.

“apakah mereka lucu?”Tanya Chaerin sambil membuka kaca mata hitamnya.

“yah, mereka tampak lucu dan mengemaskan.”

“jangan tatap mata mereka. Kau tak melihat apa-apa. Kau hanya melihat anak-anak kecil sedang bermain, bukan arwah.”ucap Chaerin. Dan Jiyong mencobanya. Dia tak melihat mata arwah anak-anak itu walau dia masih melihat para arwah anak-anak itu.

“ayo!”ucap Chaerin sambil melirik Jiyong yang terdiam di depan pintu. Jiyong berjalan mengikuti langkah kaki Chaerin.




@beberapa saat kemudian
Jiyong dan Chaerin kembali ke mobil mereka.

“kau kenapa?”Tanya Chaerin pura-pura tidak tahu apa-apa.

“anak kecil bergantung di punggungku.”jawab Jiyong.

“kau pasti menatap matanya.”kata Chaerin santainya.

“dia berat, membuat punggungku sakit.”adu Jiyong.

“…”Chaerin hanya diam sambil memasukkan kunci mobilnya.

“bisakah kita ke tempat Dis Tie. Aku ingin mengusir anak ini.”kata Jiyong.

“kau kira kau bosnya? Bukankah ku bilang “kau tak melihat mereka”. Kenapa kau tak mengingat perkataanku? Itu hukuman untukmu!”kata Chaerin. Chaerin langsung mengemudikan mobilnya dengan mengebut.

“hua.. kau ingin bunuh diri jangan mengajakku!!”teriak histeris Jiyong karena dia belum mengenakan sabuknya.
Chaerin kesal karena Jiyong ingin bertemu dengan Dis Tie.

“apa hebatnya imo? Kenapa dia masih mencari imo? Bukankah dia hanya dibully saja dengan imo.”pikir Chaerin.

“yak!!! Kau jangan memotong jalan truk itu. Kau kira kau membawa barang?”teriak Jiyong ketakutan karena Chaerin mengemudi dengan kecepatan tinggi.




@beberapa menit kemudian
Chaerin mematikan mesin mobilnya.
“turun!”ucap Chaerin. Tapi, Jiyong hanya diam. Karena tidak ada respon dari Jiyong, Chaerin melirik Jiyong. Jiyong tertidur dengan tenang di kursi.

“yak, kau kenapa mengikuti namja ini?”Tanya Chaerin pada arwah anak kecil yang dibelakang Chaerin. Arwah anak kecil itu mengenakan kaos dan celana selutut. Dia tampak bersih, tanpa darah berarti dia meninggal bukan karena kecelakaan.

“mwo? Tampan? Kau yeoja?”kata Chaerin setelah mendengar jawaban arwah kecil itu.

“lalu kenapa kau berpenampilan seperti namja? Walau sebenarnya wajahmu cantik.”kata Chaerin.

“ommo, jadi ommamu mengurungmu karena kau bukan namja? Dia tega sekali. Lalu, kenapa kau masih disini?”

“Jika aku memberikanmu baju yeoja apakah kau akan pergi dari oppa ini?”kata Chaerin mencoba merayu arwah yeoja itu.

“Ok, janji?”kata Chaerin sambil mengajukan kelingking kanannya.

“siapa namamu?”Tanya Chaerin.



Jiyong Pov
“eugh..”eluhku saat mengerakkan tanganku ke atas.

“aigo.. kau masih disini?!”teriakku terkejut saat melihat arwah anak kecil itu masih disampingku. Arwah itu menatapku sambil tersenyum.

“kenapa aku masih dimobil? Kemana Chaerin? Mengapa dia meninggalkanku di parkiran begini?”ucapku sambil mematikan mesin mobil yang menyala. Aku pun keluar dari mobil.
Saat aku memasuki rumah Chaerin terlihat Chaerin sedang santai di sofa dengan sebuah cangkir di tangannya.

“kenapa kau meninggalkanku dimobil?”tanyaku meminta penjelasnya.

“aku kira kau pura-pura tidur agar lebih lama di mobilku. Jadi, kau tidur benaran?”jawabnya sambil sesekali meniup permukaan cangkirnya.

“kenapa aku harus berpura-pura.”gerutuku sambil membalikan tubuhku untuk kembali ke kamarku.

“soal arwah anak kecil itu. Apakah dia masih bersamamu?”Tanya Chaerin.

“tentu saja. Saat aku turun dari mobil dia langsung meloncat kepunggungku.”aduku.

“oh”jawab Chaerin singkat. Aku menatapnya, dia sedang meminum minuman dicangkirnya. Enak sekali dia bisa sesantai itu. Apa katanya? Hukuman? Aku kan tak sengaja menatap mata mereka.

Aku berjalan menuju lift. Ketekan tombol tiga lalu, lift pun menutup dan bergerak. Aku berjalan menuju kamarku setelah lift berhenti dan terbuka. Agh.. hantu yeoja itu lagi. Kenapa dia menunggu depan dikamarku??
Ada arwah yang mengenakan baju berenda dengan rambut kriting tertata rapi. Dia bagaikan gadis bangsawan eropa. Dia mendekat padaku. Bola matanya berwarna hijau, wajahnya sendu. Lalu, dia menatapku tajam dari kejauhan.
“kenapa kalian mengikutiku terus??? Dis Tie help me, please!!!”teriakku depresi.



Author Pov
@dilantai satu rumah Chaerin

“kenapa kalian mengikutiku terus??? Dis Tie help me, please!!!”teriak namja yang sedang depresi.

“nona muda, apa kita..?”ucap pelayan.

“tidak. Biarkan saja dia terbiasa.”ucap Chaerin.

Ting!
Pintu lift terbuka. Seorang namja keluar dari lift menuju tempat Chaerin.

“ah… jangan lagi.”ucap Chaerin saat melihat namja itu masuk.

“apakah pernah terjadi seperti ini sebelumnya?”ucap Jiyong sambil duduk di sofa dengan anggunnya.

“kenapa? Bukankah kau bisa bicara langsung denganku”Tanya Chaerin. Pelayan di sekitar Chaerin kebingungan dengan perubahan dan pembicaraan nona mudanya pada Jiyong.

“baby.. aku hanya mencoba tubuh ini sementara.”ucap Jiyong dengan wajah sendunya. Pelayan terkeget mendengarnya.

“tubuhnya bukan boneka. Keluarlah!”ucap Chaerin santai.

“sampai kapan kau mengeluarkan energimu untuk melindunginya? Benar kata gadis itu, lebih baik kau melepaskannya. Aku tak mau kau terluka. Memang apa baiknya namja lemah ini?”ucap Jiyong.

“hanya dia yang aku cintai.”

“Baby, kau tahu kisahkukan? Mengejar cinta itu tak menyenangkan. Kau bahkan tahu masa depanmu jika bersama namja ini.”

“nona..”kata pelayan khawatir sambil menatap Chaerin. Chaerin menahan pelayannya agar tidak bertindak.

“dia memang masih lemah jadi aku ingin membangun kekuatanya. Kau tak percaya denganku?”ucap Chaerin.

“bukan aku yang tak percaya. Namja ini yang tak percaya diri. Aku bisa dengan mudahnya merebut tubuh ini karena dia begitu lemah. Kau tahukan  yeoja lebih mudah dirasuki dibandingkan namja tapi, sepertinya tidak berlaku pada namja ini. Aku tak ingin kau menderita, baby.”

“Maria.. pergilah. Aku mohon, kau juga membantuku.”kata Chaerin sambil menatap Jiyong yang menunduk.

“aku coba karena aku tak ingin kau terluka.”ucap Jiyong. Langsung Jiyong terduduk lemas, tak sadarkan diri.

“bawa dia ke kamarnya. Jangan khawatir, maria sudah pergi!”ucap Chaerin pada para pelayan.

“tadi.. ma”

“ya, maria. Penghuni kamarku. Santailah sekarang maria duduk di sampingku. Jadi cepat bawa dia ke kamarnya”ucap Chaerin santai. Tapi, malah membuat pelayan sedikit menjauh padanya dan membawa Jiyong ke kamarnya. Maria adalah arwah yang berada dikamar Chaerin. Seorang gadis bangsawan spanyol yang mati karena pembunuhan yang terjadi di keluarganya. Mereka seperti seorang teman hanya sikap Maria yang selalu sedih karena kehidupan dimasa lalunya membuat Maria lebih tertutup pada Chaerin. 



@beberapa saat kemudian

Jiyong membuka matanya. saat itu dia langsung melihat Chaerin yang sedang mengobrol dengan arwah anak kecil yang selalu mengikutinya.
"hah dia sudah bangun?"ucap Chaerin pada arwah itu. Arwah itu mengaguk tapi, Jiyong tidak percaya dengan yang dilihatnya.

"santailah sedikit. Sebenarnya aku memang bisa melihat mereka bahkan bisa berkomunikasi dengan mereka."ucap Chaerin sambil berjalan ke arah Jiyong. Chaerin ingin sekalian mengecek kondisi Jiyong.

"dia baik-baik saja."ucap Chaerin.

"kau ingin pergi?"ucap Chaerin kaget pada arwah anak-anak itu.

"baiklah. Ini untukmu"ucap Chaerin tersenyum sambil memberikan sebuah baju gaun kepada arwah itu yang di ambilnya dari laci di meja Jiyong.

"ini indah. Gomawo! Sekarang aku sudah tenang. Chaerin unnie, saranghae!" ucap arwah itu dengan girang dan mengecup pipi Chaerin.

"Aku tak mengerti apa yang terjadi."ucap Jiyong binggung.

"Aku yakin oppa pasti bisa sehebat Chaerin unnie. Semoga kalian hidup bahagia bersama."kata arwah anak-anak itu yang tiba-tiba mengunakan baju yang diberikan Chaerin.

"Aku tak bisa mendengarkanmu."kata Jiyong penasaran.

"Aku yakin oppa pasti bisa sehebat Chaerin unnie."kata Chaerin sambil tersenyum pada arwah anak kecil itu. Arwah itu pun tiba-tiba hilang perlahan-lahan seperti kumpulan buih yang meletus.


"apa ini?"kata Jiyong binggung dan mengubah posisinya menjadi duduk.

"kau tak ingin dia mengikutimu kan? Makanya aku buat perjanjian denganya. Aku juga tak ingin kau kelelahan karena dia selalu bergantung denganmu. Istirahatlah! Besok kita akan berkeliling kembali."jelas Chaerin sambil melangkah menjauh dari Jiyong. Tapi, Jiyong masih binggung dengan apa yang diucapkan Chaerin.

"tunggu! Apa maksudmu? Bisakah kau menjelaskanya perlahan-lahan?" teriak Jiyong tapi, Chaerin tidak peduli. Chaerin tetap saja meninggalkan Jiyong tanpa penjelasan lain. Sebenarnya Chaerin sedang berfikir haruskah dia melepaskan Jiyong. Walau berat tapi, dia juga tak ingin melihat Jiyong yang begitu mudah dirasuki. Melihat Jiyong seperti itu sangat menyakitkan bagi Chaerin. Jika yang merasuki Jiyong itu Maria atau hantu cinta pertama itu mungkin Chaerin bisa menolongnya tapi, Jika arwahnya punya energi yang kuat Chaerin mungkin tak sanggup menolong Jiyong seorang diri.




TBC 


Hua... ni FF jadinya cuma segini walau udah dua minggu gak diposting. Mian, Dika sibuk banget gak sempet ngetik FF.  Asik mengila. thks untuk dukungan n komentarnya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar