jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Jumat, 26 Februari 2016

SHADOW OR MIRROR PART II END



Judul : SHADOW OR MIRROR PART II
Author: Mahardika Putri
Genre: romance, misteri and family.
Rating: Adult
Cast: Lee Chaerin (CL 2NE1)
Lee Chaerim (CL 2NE1)
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
cuap-cuap: FF ini berating adult (sulit dimengerti) hehehe.. hobby bgt buat pembaca binggung. part ke II dan III bakal dibuka semuanya kok sabar aja. smile emotikon
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
@Chaerin Pov
Aku melihat ke kaca sesekali aku juga melihat ke bayanganku.
“Shadow or Mirror? Shadow, kau menyedihkan. Bahkan kau tak pernah tersenyum dan tertawa. Mirror, tidakkah kau bosan menjadi orang lain terus.”gumamku.


Keesokan harinya Chaerim memasuki kawasan apartemen kumuh. Dengan mengenakan celana Jins, kaos polos, jubah berwarna coklat dan kacamata hitam Chaerim berjalan dengan sembunyi-sembunyi. Chaerim baru saja ingin mengetok pintu tapi, seseorang sudah menyentuh pundaknya.
“hah, kebetulan kau ada disini. Mana appamu?”kata seorang yang terlihat sebagai pereman.
“mana aku tahu.”jawab Chaerim angkuh.
“jangan berbohong!”katanya.
“aku juga ingin menemuinya. Tapi, sepertinya lain kali saja.”kata Chaerin sambil menepis tangan pereman itu. Dan mencoba pergi dengan tenang. Tidak ada rasa takut sedikit pun saat dia melewati beberapa pereman.
“kalau dia tak bisa membayarnya. Kau yang harus menerima.”kata pereman itu sambil menendang punggung Chaerim.
“akh!”teriak chaerim terjatuh di lantai. Sebelum jatuh ke lantai kepala Chaerim terbentur keras oleh besi pembatas. Hingga darah dari kepalanya sudah berceceran di atas lantai.
“gadis sial!”umpat pereman itu.
“gadis itu berdarah.”kata pereman yang lain.
“cepat lari!”kata yang lain dan mereka lari tanpa menolong Chaerim yang sudah hampir kehabisan darah.

Di tempat lain Chaerin yang asli pingsan bagitu saja ditrotoar jalan saat menuju tempat kerjanya karena merasakan sakit yang tak tertahankan di kepalanya.
------------------ flash back end --------------------------------
AUTHOR POV
Disebuah taman bermain Chaerin bermain ayunan. Ayunannya bergerak pelan, Chaerin menatap kedepan dengan kosong. Dia bingung, apa yang harus dia lakukan?
“hunchae!”
“kenapa kau menemuiku lagi?”Tanya Chaerin tanpa melihat pemilik suara yang memanggilnya karena dia sangat hafal pemilik suara itu.
“aku sadar yang aku cintai selama ini tetaplah kau, Chaerin. Dia selalu berprilakaku sepertimu, berkata sepertimu, memakai hobby dan menyukai semua seleramu. Aku tau pasti perbedaan kalian karena kalian selalu terlihat berbeda dimataku. Mianhae.”jelas Jiyong.
“Wae? Kau mencoba menggodaku, oppa? Anni. Maksudku kakak ipar. Mianhae, aku masih bisa mengunakan logika dan selama ini logikaku selalu berhasil melawan perasaan. Kau mengertikan?”
“Ok, aku tak akan memintamu untuk kembali padaku. Tapi, bisakah kau berada di sisi Chaerim? Chaerim sangat membutuhkanmu”. Sebenarnya Chaerin juga terluka tapi, dia menahan segala yang ada di hatinya.
“bukan aku tapi, dia membutuhkan omma. Kau menikah saja lagi. Kau tak perlu memintaku izinku karena itu bukan urusanku.”kata Chaerin dengan tatapan yang kosong. Chaerin berdiri dari ayunan dan mulai berjalan meninggalkan Jiyong.
“uri Chaerim selalu menyebut namamu. Sudah tiga hari ini dia di rawat. Jebal! Jengguk dia. Aku mohon.”ucap Jiyong sungguh-sungguh.

@rumah sakit
Chaerin baru saja masuk ke rumah sakit tapi, Chaerin langsung disambut dengan ibunya. Ibunya meminta berbicara sebentar dengan Chaerin dan mereka berbicara di taman agar lebih nyaman.
“gomawo, kau sudah mau datang menjenguk Chaerim.”ucap ibunya dengan senyuman tulus.
“aku hanya ingin melihatnya sebentar lalu kembali berkerja.”ucap Chaerin datar.
“mianhae, omma tak bisa membedakanmu dan Chaerim.”ucap ibunya.
“bukan! Salah omma bukan karena tidak bisa membedakan kami. Tapi, karena omma terlalu egois melahirkan kami berdua di keluarga seperti ini.”kata Chaerin dingin. Hati ibu Chaerin terasa sakit dan panas setelah mendengarkan ucapan Chaerin yang menyakitkan. Tapi, ibu Chaerin mencoba tenang kembali karena sadar bahwa Chaerin bersikap seperti ini karena dia marah dengan ibunya.
“silahkan jika kau membenciku Chaerin tapi, aku mohon. Jangan salahkan Chaerim! Walau dia cucuku, anak kandung kakakmu Chaerim. Apakah kau masih marah dengan kakakmu Chaerim? Chaerim memberikan anaknya bernama Chaerim kerena dia ingin hidup sebagai dirimu dan tidak menghilangkan dirinya sebagai Chaerim. Saat dia melahirkan Chaerim saat itulah aku mengetahui bahwa dia bukan dirimu. Dia ingin sekali membawamu ketempat yang lebih layak. Saat dia bertemu denganmu di CafĂ©, dia semakin membenci dirinya sendiri dan marah padamu karena kau masih menyapanya dengan baik. Dia marah karena kau tidak dendam padanya.”jelas omma.

======FLASH BACK=====
“’aku berkerja disini unnie, sebagai pencuci piring.’ Dia mengatakan kata itu dengan mudahnya omma. Dengan senyuman manis seperti dulu. Padalah aku telah merebut kebahagianya dengan paksa. Tapi, dia masih tersenyum untukku.”adu Chaerim sambil menangis di depan ommanya. Chaerim bisa menangis leluasa karena mereka sekarang ada di rumah ibunya.
“kau menyesal?”Tanya ommanya sambil mengelus punggung Chaerim.
“anni. Menyesal pun aku tak bisa mengembalikan keadaan. Hanya saja aku ingin Chaerin hidup sebagai orang yang baru. Aku tak akan meminta Chaerin untuk menjadi diriku tapi, aku ingin Chaerin merasakan kebahagian yang aku rasakan meski dia tak menjadi Chaerim atau pun Chaerin. Aku ingin dia memiliki hidup yang baru. Tanpa takut bayangan masing-masing. Omma, jika aku mengatakan semuanya. Apakah Chaerin akan memaafkanku?”Tanya Chaerim sedih.
====== FLASH BACK END====

Chaerin kini duduk di samping kasur Chaerim yang terbaring lemas. Chaerim sadar hanya saja tubuhnya melemah.
“Imo? tidak! Aku lebih suka memanggilmu omma karena kau juga ommaku. Omma, bisakah kau tetap menjadi ommaku?”Tanya Chaerim sambil menggegam tangan Chaerin.
“omma, kau milikku.”ucap Chaerim lemah.
“aku punya dua omma. Omma yang melahirkanku dan omma yang membesarkanku. Keduanya sama-sama memberikanku kasih sayang dan cinta yang sama besar. Omma, kau milikku. Aku tak peduli dan tak tahu apa yang terjadi sebenarnya dimasa lalu kalian. Yang aku tahu pasti selama lima tahun ini kita adalah keluarga yang penuh cinta. Omma.. kau tetap menjadi ommakukan?”Tanya Chaerim lembut dengan lemah. Chaerin hanya mengaguk pelan sambil meneteskan air matanyanya. Penyakit Chaerim memang tidak berbahaya tapi, Chaerin tak tega melihat Chaerim seperti ini apalagi kata-kata Chaerim telah menyentuh hatinya.
“omma kau tetap bersamakukan?”Tanya Chaerim sambil menggandeng tangan Chaerin.
“ne, aku akan menjagamu.”ucap Chaerin sambil menghapus air matanya.

EPILOG
setahun kemudian.
Chaerim berlari menghampiri Chaerin yang sudah menyambut kedatangan Chaerim di teras rumahnya.
“omma…”teriaknya sambil memeluk Chaerin yang sedang keget dengan ke hadiran anaknya itu.
“ku dengar kau bertengkar dengan appamu karena dia terus mengantar dan menjemputmu pulang sekolah. Dengan alasan “aku bukan anak kecil lagi appa”. Lalu kenapa kau berlari dan memelukku seperti ini?”Tanya Chaerin sambil mengusap rambut Chaerim.
“seharusnya kau merasa beruntung, Chaerin. Bahkan sekarang aku sudah tidak boleh memeluknya sering-sering.”kata Jiyong seperti mengadu pada Chaerin. Chaerin dan Chaerim saling pandang dan tertawa.
“baiklah. Aku hanya mengatar Chaerim, ada yang perlu aku lakukan di kantor. Aku pergi dulu.”kata Jiyong berpamitan.
“appa, kau janji kan akan menginap disini juga?”kata Chaerim sedikit mengancam appanya.
“mianhae, mungkin lain kali Chaerim.”jawab Jiyong lembut.
“sudah setahun lebih kita tak pernah bersama. Menghabiskan waktu bersama-sama bahkan tidak pernah makan bertiga lagi seperti dulu.”kata Chaerim. Chaerim mengucapkanya seperti memohon.
“yah, jika orang melihat itu akan wajar tapi, kau mengertikan ke adaan appa dan Chaerin?”kata Jiyong menjelaskan lembut pada anaknya. Tentu saja akan aneh jika sepasang saudara ipar menginap di rumah yang sama dan makan bersama anaknya dan anaknya memanggil mereka “omma appa”. Chaerim mencoba merayu Chaerin dengan menatap Chaerin dengan puppy eyes.
“aku tak masalah. Lagian tak ada yang mengenalku di kota ini. Jika mereka mengenalku mungkin mereka mengatakan sepasang suami istri yang telah berbercerai. Itu tidak aneh. Walau sebenarnya aku belum menikah.”ucap Chaerin sedikit aneh karena dia malu untuk mengatakannya. Seakan dia yang mengajak Jiyong untuk menginap di rumah dan makan malam berdua dengannya.
“baiklah. Tapi, untuk hari ini aku tak bisa. Jadi, mungkin besok karena aku punya waktu lenggang.”kata Jiyong tersenyum senang. Chaerim mengedipkan sebelah matanya pada Jiyong dan Jiyong tersenyum. Ternyata itu sudah di rencanakan mereka sebelumnya.

@malam di kamar Chaerim.
“omma.. kau tak menyukai appaku? Bukankah kau bilang appa cinta pertamamu? Kau tahu appa selalu memikirkanmu?”kata Chaerim. Chaerin pun berhenti membacakan buku cerita untuk Chaerim. Chaerin menutup buku cerita itu dan tiduran di sebalah Chaerim.
“annio, aku menyukainya. Jika aku tak menyukainya tak mengkin aku mau merawat princessnya seperti ini.”ucap Chaerin sedikit bingung. Dia takut Chaerim memaksanya kembali untuk menjadi ommanya.
“lalu, kenapa kau tak menikah juga dengan uri appa? Biar kita benar-benar menjadi satu keluarga?”Tanya Chaerim.
“tidak semudah itu. Bukankah kau tau sekarang aku punya kekasih yang sangat mencintaiku?”jawab Chaerin.
“huft.. aku yakin appaku lebih-lebih mencintaimu. Jika appa melamarmu, apakah kau mau menerimanya?”Tanya Chaerim sambil menatap Chaerin. Chaerin semakin binggung.
“sebaiknya kau tidur, Chaerim. Ini sudah larut.”kata Chaerin mencoba menghindar dengan menutup matanya, berpura-pura tidur.
“aku yakin kau, juga menginginkan appaku.”cetus Chaerim yang sebenaranya mengoda Chaerin.

Di sebuah restoran hotel Jiyong sudah memesan restoran itu untuk makan malam keluarganya. Semua sudah tersusun dengan rapi, sesuai rencana Jiyong dan anaknya, Chaerim. Tidak seperti biasanya Chaerin yang suka tampil simple kini mengenakan gaun berwarna hitam yang angun dan elegan.
“kenapa di tempat seperti ini?”Tanya Chaerin bingung pada Jiyong. Mata Chaerin menuju 1 meja makan yang tampil berbeda dibandingkan meja yang lainnya. Dibawah meja itu terdapat kelopak bunga mawar merah yang aromanya sangat wangi. Chaerim sedikit menarik Chaerin untuk berjalan ke arah meja itu. dan Jiyong tersenyum senang. Jiyong mengeserkan sedikit kursi agar Chaerin lebih mudah duduk di kursi tersebut lalu, Jiyong mendekatkan kembali kursi itu ke meja agar tidak terlalu jauh dari meja. Jiyong duduk di hadapan Chaerin. Jiyong mengenakan kemeja putih dan jas hitamnya. Walau dia biasa terlihat mengenakan kemeja dan jas atau stelan formal seperti ini dia tetap lebih tampan dibandingkan biasanya. Sedangkan Chaerim duduk di antara Chaerin dan Jiyong.
“oppa.”kata Chaerin ingin protes.
“aku ingin kita nikmati dulu makan malamnya.”kata Jiyong dengan tersenyum manis. Bahkan pelayan di restoran itu pun terpesona melihat Jiyong walau senyuman itu tidak ditunjukkan untuknya. Makanan pun segera datang. Setelah makanan mereka habis piring pun berganti dengan makanan lain. Dan itu terjadi berulang kali. Tibalah, hidangan terakhir. Sebuah piring yang di tutupi dengan penutup dari besi berukuran sedang berbentuk bulat sudah terletak di meja. Lalu, pelayan itu membuka tutup piring itu. Chaerin kaget karena di piring itu ada sebuah pohon kecil yang menimbulkan aroma terapi dan di dahannya terdapat cincin. Tanpa di sadari Chaerin pelayan itu sudah pergi dan lampu restoran sudah padam. Hanya meja mereka yang disinari lampu. Chaerim dengan senang sekali menatap kedua orang tuanya itu.
“Chaerin, mau kah kau.”
“mianhae, oppa. Aku tak bisa. Tidak bisakah kita begini saja?”kata Chaerin yang segera memutuskan kaliamat Jiyong. Senyuman Jiyong musnah dari wajahnya. Tidak hanya Jiyong Chaerim pun sangat sedih dan kecewa.
“apakah karena kau memiliki kekasih? Kau lebih mencintainya dari pada aku?”Tanya Jiyong sedih tapi, dia berusaha tersenyum. Dia tak menuntut tapi, dia juga tak ingin menerima keputusan Chaerin.
“annio, oppa. Kau pasti sangat tau siapa yang aku cintai. Tapi, oppa aku lebih nyaman dengan ke adaan seperti ini. Aku mohon jangan memaksaku.”ucap Chaerin yang sebenarnya juga merasa bersalah tapi, dia juga tak bisa menerima Jiyong menjadi suaminya. Bukan masalah cinta atau tidak tapi, Jiyong abang iparnya. Suami dari kakaknya yang telah meninggal dan dia sangat ragu jiyong mencintainya sebagai Chaerin atau “Chaerin”.
“aku tak bermaksud menyakitimu oppa. Untuk membesarkan Chaerim aku bersedia menjadi ommanya tapi, mianhae aku belum bisa menjadi istrimu kembali.”
“tolong pikirkan ini baik-baik”
“aku sudah memikirkannya baik-baik oppa. Jauh sebelum ini terjadi. Mianhae!”ucap Chaerin. Chaerin mengambil cincin di pohon itu lalu memasangkan cincin itu ke ibu jari Chaerim. Chaerim menangis sedih.
“kau egois!”kata Chaerim kesal dengan berteriak pada Chaerin. Chaerim meninggalkan Chaerin dan Jiyong dengan wajah terkejut.

Sudah seminggu Chaerim menjadi pendiam. Sikap cerianya hilang dan membuat rumah Jiyong sunyi tidak seperti biasanya yang selalu ramai karena suara Chaerim.
“Chaerim, kenapa begini terus? Kau marah padaku juga?”Tanya Jiyong mencoba membujuk putrinya. Wajar saja Chaerim sangat terluka pada keputusan Chaerin. Karena selama ini Chaerim selalu mengagap Chaerin ibu kandungnya.
“…”Chaerim tak juga menjawab. Dia hanya diam sambil menatap ke jendela. Dia membayangkan kejadian beberapa tahun lalu, saat dia dan Jiyong merebutkan Chaerin.
“kau ingin aku memanggilkan Chaerin?”Tanya Jiyong berhati-hati. Tangisnya Chaerim pecah. Dia tak sanggup lagi untuk tidak menangis.
“appa.. aku ingin omma. Jebal! Aku ingin omma!”kata Chaerim menangis. Jiyong memeluk putrinya.
“maafkan appa!”ucap Jiyong mengelus lembut rambut putrinya.

@disebuah gedung restoran seorang gadis berumur sekitar 11 tahun membuat repot karyawan.
“aku ingin ketemu uri omma. Jebal! Unnie, ketemukan aku dengan ommaku.”kata gadis itu sambil mengosok-gosokan kedua telapak tanganya, tanda dia sangat memohon.
“ia tapi, siapa nama ommamu?”Tanya karyawati kebinggungan. Suasana menjadi lebih ricuh karena tamu restoran pun ikut melihat.
“namaku Chaerim, Kwon Chaerim. Ommaku pasti langsung menemuiku.”kata Chaerim sedikit merengek.
“wajahnya mirip Cheff Chaerin dan namanya juga mirip. Jangan..”kata seorang namja sambil menatap rekan kerjanya.
“dia? Tak mungkin! Dia belum menikah.”potong karyawan lain.
“Chaerim.”kata Chaerin dari pintu dapur.
“OMMA!!!”teriak Chaerim membuat semua pada heboh. Chaerin langsung menunduk minta maaf dan memegang tangan anaknya untuk pergi. Setelah sampai di ruang ganti Chaerin menggengam lengan Chaerim.
“kenapa kau kesini? Appamu pasti khawatir.”kata Chaerin sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba pusing.
“apa kau tak khawatir denganku?”Tanya Chaerim kali ini dia mengatakannya dengan lantang, bukan bertanya ini seperti nada ancaman.
“IMO! Tentu saja. Kau tak khwatir padaku karena kau bukan ibuku. Imo! Kau tanteku bukan uri omma. Hanya IMO.”kata Chaerim lantang. Chaerin ingin menampar Chaerim. Hatinya sakit saat bibir Chaerim mengatakan kata “imo” padanya.
“kau marah? Kau kesal? Sekarang kita satu sama, IMO”kata Chaerim. Chaerim menatap Chaerin yang kini hanya terpaku karena menahan emosinya.
“apa yang harus aku lakukan?”kata Chaerin binggung.
“menikahlah dengan uri aboji. Jebal! Terima dia! Kau sakitkan saat aku menyebutmu dengan ‘imo’, kalau begitu jadilah ommaku. Omma sungguhan.”kata Chaerim yang langsung memeluk Chaerin.

@lima menit kemudian
Tak ada tangisan, tak ada pelukan. Kini Chaerim tiduran dipaha Chaerin.
“appamu yang merencanakan denganmu?”Tanya Chaerin sambil mengelus rambut Chaerim.
“anni. Bahkan appa lebih terluka hingga tak bisa melakukan apa-apa. Dia bahkan tak bisa mencocokan bajunya dengan benar seperti dulu.”jelas Chaerim. Chaerin tertawa karena dia pernah melihat Jiyong sedikit kacau dengan penampilannya beberapa hari lalu.
“lalu apa rencanamu tanpa melukai harga diriku?”Tanya Chaerin.
“tentu saja menjalankan rencana B”kata Chaerim tersenyum penuh percaya diri.

‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’
Chaerim berhasil membujuk kembali appanya untuk melamar Chaerin. Tidak seperti sebelumnya yang berlokasi di restoran mewah. Kini Jiyong melamar Chaerin di sebuah taman yang penuh dengan orang. Disana juga ada orang tua Chaerin yang mendorong anaknya untuk mengatakan “ya”.
“ini bukan pertama kali aku melamarmu. Dan jika kau menerimaku aku akan tetap melamarmu karena sejak dulu hatiku untukmu. Masa lalu yang begitu buruk tapi, tak boleh dilupakan walau itu menjadi luka kita. Sekarang aku ingin mengobati luka itu. menjalani hidup baru denganmu. Chaerin, maukah kau menjadi istriku dan menjadi ibu untuk anakku?”Tanya Jiyong yang tersenyum malu. Jiyong mengegam tangan Chaerin dan tangan kirinya memegang bunga yang disembunyikan di punggungnya. Chaerin menatap ommanya, ommanya mengangguk setuju.
“omma, apa lagi yang kau pikirkan. Ayo katakana ‘ya!’”ucap Chaerim tak sabar.
“ne!”kata Chaerim tersenyum malu. Walau dia sudah tahu Jiyong akan melamarnya kembali tapi, dia tak tahu jika akan jadi seperti ini. Dia sangat senang.
Jiyong yang kaget masih terdiam.
“appa, tunggu apa lagi! Peluk uri omma!”kata Chaerim girang. Dengan cepat Jiyong mencium bibir Chaerin. Membuat orang-orang yang menonton juga kaget.

@beberapa bulan kemudian.
Jiyong terlihat mencium Chaerin, pengantin wanitanya di depan semua orang.
“saranghae!”ucap Jiyong sambil berbisik di telinga Chaerin. Walau mereka sudah tak berciuman tapi, Jiyong masih memeluk Chaerin dengan kuat seakan takut dia akan kehilangan Chaerin kembali.
“Jiyong oppa, aku rasa Chaerim akan punya adik. Jika anakmu itu kembar bagaimana?”bisik Chaerin pelan.
“mwo!”kata Jiyong tak percaya. Chaerin tersenyum puas.
“omma…”Teriak putri mereka Chaerim. Tangan Chaerim dilebarkan seakan ingin dipeluk. Chaerin memeluk putrinya.
“appa gendong aku!”ucap Chaerim manja pada appanya.
“annio! Hari ini appa hanya ingin mengendong ommamu.”kata Jiyong mengoda anaknya. Chaerin tertawa melihat mereka.
“appa. Jika tak ada aku uri omma tak akan mau jadi istrimu.”kata Chaerim memeletkan lidahnya. Jiyong mengagguk-ngaguk pelan dan tiba-tiba mengendong Chaerim.
“ayo, kita berfoto dulu. Dimulai dari keluarga inti.”ucap fotografer. Jiyong dan Chaerin mencium pipi Chaerim saat lampu kamera menyala.
“tapi, Chaerim. Aku memelukmu karena hari ini dan seterusnya ommamu untukku.”goda Jiyong pada anaknya.
“omma..”rengek Chaerim. Awalnya Jiyong dan Chaerim tertawa tapi, Chaerim menangis dengan kecang.
“omma milikku…”rengek Chaerim sambil menangis tangannya menggapai tubuh Chaerin hingga dia dapat memeluk Chaerin sambil menangis.
“kalian ini kenapa?”kata Chaerin binggung.
END

nulis Bang GD rebutan CL unnie sama anaknya seneng banget rasanya. Hehehe.. kalau Bang GD nikah ma kak CL mungkin hal ini juga terjadi pada aku ma bang GD, berantem rebutan kak CL. :P*langsung masuk ke dunia khayal.
Awalnya mau buat tokoh kembar. Hanya iseng makanya gak jadi-jadi. Tiba-tiba ingat sama teman dekatku yang pernah nanya “kamu ingin punya sahabat cermin atau bayangan?”. Walau gak tahu maksudnya aku dengan yakin jawab “bayangan”. Setelah aku baca buku psikolog juga ada pertanyaan yang sama hanya saja di situ juga tertulis jawabnya.
Jika memilih cermin sebagai teman maka memilih teman yang sama dengan diri sendiri. Biasanya yang hanya ada di saat senang saja. Walau dia terlihat senyum belum tentu dia benar-benar senyum.
Jika kau memilih bayangan maka memilih teman yang bisa diajak senang dan susah bersama. The real friendship.

Chaerim tidak jahat hanya iri dengan saudaranya yang selalu dapat pujian dan lebih disayangin orang tuanya karena sikap dan prestasinya. setelah dia tukaran posisi dengan Chaerin dia merasa bersalah tapi, dia juga tak ingin melepaskan posisinya sebagai Chaerin walau pun hanya menyamar. hingga akhirnya dia bertemu dengan Chaerin, disanalah dia melihat perjuangan Chaerin untuk hidup yang seharusnya dia alami. dia pergi kerumah Chaerin untuk membawa Chaerin ke luar negeri untuk sekolah dan hidup di sana agar dia bisa menjadi Chaerin dan Chaerin asli bisa hidup layak. Tapi, sayangnya dia malah terbunuh di depan flat Chaerin oleh rentenir. Sebagai Saudara kembar, Chaerin asli pun juga merasakan sakitnya hingga dia pingsan dijalan, untungnya dia hanya koma.
jadi, aku buat tokoh cermin dan bayangan yang bertolak belakang. Saudara kembar yang berbeda dan akhirnya tetap menjaga saudaranya.
mianhae, jika bahasa yang di FF ini lebih susah dipahami. Dika hanya kangen buat FF dengan rating adult seperti ini. Sebelumnya ada FF assassin or…, one point dll yang berating Adult *cek di album foto. GOMAWO………sampai jumpa di FF selanjutnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar