IF YOU [PART 4]
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, Geun Young (Li Kwon)
Genre: hurt, Family
WARNING! FF INI TANPA PROSES EDIT TERLEBH DAHULU.
-------------------------
Beberapa minggu ini kondisi Jiyong semakin membaik. Tidak ada lagi teriakan yang memecahkan telinga, tidak ada lagi barang yang berserakan di lantai hingga ada yang pecah, tidak ada lagi amukan dan pembrontakannya agar bisa keluar dari kamar. Jiyong dalam tahap pemulihan oleh karena itu dia masih tidak berkerja.
Sudah beberapa hari ini Jiyong pergi keluar dari rumahnya dengan pengawasan Seungri, Dokter Kang dan sekretaisnya yang setia. Selama ini berjalan lancar. Hanya saja hari ini Jiyong ingin sekali melihat Geun latihan. Ya, Jiyong mengetahui semua jadwal Geun semenjak keadaannya sehat. Jiyong melihat dari jauh Geun yang latihan menari bersama teman-temannya di salah satu ruang agensinya. Geun memang seorang actor tapi, dia juga salah satu anggota boyband remaja. Melihat Geun tertawa bersama teman-temannya membuat Jiyong ikut tersenyum dan tertawa kecil. Kebahagiaan bisa dirasakannya dari hal sekecil ini. Berbeda dengan Jiyong, Seungri meringis karena merasakan sakitnya Jiyong. Seorang appa bahkan tidak bisa menyetuh anaknya dalam jarak sedekat ini, bahkan tidak bisa menyebut nama anaknya, itu yang Seungri pikirkan.
“aku akan menemui Seung Hyun Hyung dulu.”pamit Seungri dan Jiyong mengangguk tanpa mau berpaling, Jiyong benar-benar tidak ingin kehilangan sedetik pun untuk melihat Geun. Seungri yang merupakan CEO agensi artis juga sengaja membuat janji temu dengan CEO agensi artis tempat Geun bernaung. Ini semua telah di rencanakan jauh hari karena akan sulit untuk Jiyong melihat Geun jika tanpa alasan tersebut. Hanya sebuah alasan agar Jiyong bisa melihat Geun. Seorang appa perlu mencari alasan untuk melihat anaknya, miris memang tapi itulah yang harus di alami seorang Kwon Jiyong.
Setelah merasa puas, Jiyong pun turun berniat keluar dari gedung tersebut dengan di temani sekretarisnya dan Dokter Kang. Saat pintu Lift terbuka, Jiyong tersenyum lebar.
“sepertinya aku begitu merindukannya.”kata Jiyong berjalan keluar dari Lift dengan senyuman bahagia dan lembut. Sekretarisnya akan berbicara tapi di tahan oleh Dokter Kang.
“bahkan khayalan ini terasa begitu nyata.”kata Jiyong saat tangannya menyentuh pipi wanita di depannya. Lee Chaerin.
“Dokter, sepertinya aku perlu menambah dosis obatku.”kata Jiyong terkekeh pelan karena sadar akan kebodohannya.
“tidak perlu, tuan. Di depan anda memang nyonya Lee Chaerin.”jawab Dokter dan membuat Jiyong menegang langsung melepaskan tangannya dari Chaerin. Chaerin terlihat bingung dengan kondisi ini. Dia tidak mengerti.
“maafkan aku. Sepertinya aku memang sakit tapi, apakah kita bisa bicara sebentar?”tanya Jiyong pada Chaerin dengan sangat-sangat sopan.
“hm. Ya. Aku rasa Geun masih latihan.”kata Chaerin datar. Jiyong tersenyum lembut dan mengajak Chaerin mengikutinya ke Cafe yang terdapat di gedung itu.
Chaerin dan Jiyong duduk berdua di satu meja sedangkan Dokter dan sekretaris mengawasi di meja lainnya.
“aku datang saat ulang tahun perusahaan Choi Industry tiga bulan lalu karena itu hotel milikku sekarang. Aku melihat kalian disana dan aku cukup terkejut. Seharusnya aku sadar saat uri Geun memintaku menemuinya di ruang CEO agensi ini yang merupakan milik presedir Choi Seung Hyun. Agensi ini salah satu anak perusahaan yang di pegang langsung presedir Choi, ternyata kalianlah alasannya. Kalian tampak bahagia dengan tuan Choi Seung Hyun.”kata Jiyong tersenyum tapi, ada kepedihan dan sedihan yang disembunyikannya dalam senyuman itu.
“ya, kami memang punya hubungan yang baik.”
“aku bisa melihatnya. Kalian tampak seperti keluarga bahagia. Aku pun ikut bahagia.”ucap Jiyong dengan getir tapi dia tulus.
“walau begitu, aku tetap ingin memelukmu.”kata Jiyong sambil menatap Chaerin.
“hm?”
“tidak lupakan!”kata Jiyong dengan cepat. Jantung Jiyong kini menjadi aneh karena menahan semua perasaannya. Tangannya menjadi gemetar. Dengan tangan yang gemetaran itu di raihnya sebotol obat yang berukuraan genggaman tangannya. Di keluarkannya dua buah tablet obat dan langsung meminumnya begitu saja.
“aa.. a.. ma”kata Jiyong terputus lalu dia menggelengkan kepalanya sambil menutup mata seakan mengusir semua yang menjadi bebannya. Sekretaris dan Dokter Kang yang mengawasi langsung berdiri dari kursinya dengan panik.
“maafkan aku, aku harus pergi.”kata Jiyong pada akhirnya dan meninggalkan Chaerin begitu saja. Setelah Jiyong pergi dan tidak terlihat Seungri langsung menghampiri Chaerin.
“maafkan aku, aku Lee Seungri. Sahabat mantan suamimu. Jika kau tidak keberatan aku akan menjelaskan keanehan Jiyong padamu.”kata Seungri sambil mengulurkan tangannya pada Chaerin.
“mungkin lain kali. Waktuku tidak banyak. Maaf.”jawab Chaerin lalu bergegas pergi meninggalkan Sungri. Dia ingin tahu apa yang terjadi tapi, egonya menolak. Dia penasaran dengan perubahan pada diri Jiyong. Kini wajahnya terlihat sangat polos seakan baru saja melakukan penghapusan dosa. Wajahnya kini terlihat lebih bersinar bagaikan anak kecil yang lugu. Dan Jiyong gemetaran. Dia tidak pernah mengenal sosok Jiyong yang seperi itu, dia ingin mengetahuinya tapi, dia merasa tidak ada kewajibannya untuk mengetahui yang terjadi. Bisa saja benar apa yang dikabarkan selama ini bahwa Jiyong menikah hingga dia menjadi lebih bahagia. Dan pemikiran itu tidak membuat Chaerin ‘baik-baik saja’. Apalagi jika Jiyong mengatakan sendiri bahwa dia bahagia sekarang, itu membuat Chaerin terluka sehingga dia tidak mau menanyakan kabar Jiyong tadi walaupun penasaran.
“wanita tadi terlihat begitu cemas melihatnya gemetaran, benarkah wanita itu menjadi istrinya sekarang?”pikir Chaerin sambil memegang dadanya yang terasa nyeri dan sesak.
Jiyong dengan lemas memasukki mobilnya di bantu Dokter Kang dan sekretarisnya.
“cepat jalankan mobilnya. Tuan Jiyong harus segera di bawa pulang.”perintah Dokter Kang cepat pada supir yang sudah bersiap.
“tolong ambilkan obatnya di tasku!”perintah dokter Kang pada sekretaris dan segera diberikannya obat itu. Dokter Kang bergerak cepat mengangani Jiyong yang gemetaran seakan menggigil.
“bagaimana dengan tuan Lee?”tanya sekretaris pada dokter Kang.
“suamiku itu bisa pulang sendiri. Tuan Jiyong lebih penting, dia belum siap menerima ini. Ah.. kenapa kau bicara dengannya? Kau pura-pura kuat. Bodoh!”kata Dokter Kang dengan umpatan. Dia benar-benar panik karena Jiyong baru saja sembuh tapi, keadaannya kini mengkhawatirkan.
Sesampainya di rumah nyonya Kwon dengan panik menyambut anaknya yang terlihat dalam kondisi tidak baik. Melihat Jiyong yang kembali menatap kosong sambil gemetaran membuat nyonya Kwon menangis.
“apa lagi? Kenapa seperti ini?”tanyanya khawatir.
“kami tidak sengaja bertemu dengan Chaerin tadi mereka mengobrol sebentar. Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang nyonya. Tuan Jiyong harus segera istirahat.”jelas Dokter Kang.
Di tempat lain, Chaerin berperang dengan egonya. Dia mencemaskan Jiyong.
“kau kenapa?”tanya Seung Hyun yang khawatir melihat Chaerin berfikir seakan ada beban berat di pundaknya.
“tadi aku tidak sengaja bertemu Jiyong, dia bersama seorang wanita.”kata Chaerin dengan tatapan menerawang jauh.
“jadi benar berita dia menikah?”
“mungkin saja.”
“sepertinya tidak. Untuk apa dia merahasiakannya jika mereka jalan keluar bersama?”
“jadi, kapan kau akan menikah lagi oppa?”
“ahaha.. berkat Geun, Young Mi menerima lamaranku. Uri Geun benar-benar menyayangi Daddy nya.”jawab Seung Hyung tertawa.
“dasar Pedofil!”celetuk Chaerin mengoda Seung Hyung.
“hahaha... cinta tidak kenal usia, Chaerin..”tegurnya.
“kau memanfaatkan anakku untuk meraih hati gadis kecilmu. Kau tidak malu?”cibir Chaerin karena Geun yang tanpa mengenalkannya pada Young Mi , seorang gadis mandiri yang mmenjadi guru Geun di sekolah.
“gadis kecil katamu? Young Mi sudah bisa mengeluarkan anak kecil dari perutnya, Chae.”protes Sung Hyun membuat Chaerin tersedak dengan air liurnya sendiri.
“ya, pak tua! Jaga ucapanmu!”tegur Chaerin dan hanya membuat Seung Hyun tertawa.
“jika begitu, cepatlah menikah. Geun pasti senang punya adik.”kata Chaerin lagi.
“kenapa tidak darimu saja? Aku ingin berpacaran dulu dengan Young Mi setelah menikah nanti”
“hah. Tidak ingat usia ternyata.”
“kau benar tidak ingin menikah lagi? Kau bahkan menolakku. Atau sekarang kau menyesal telah menolakku sehingga tidak mau menikah?”kata Seung Hyun dengan sedikit bercanda agar Chaerin tidak tersinggung. Beberapa tahun lalu memang Seung Hyun melamar Chaerin langsung padahal hubungan Seung Hyun tidak ada yang special dengan Chaerin. Berawal dari tanpa sengaja Seung Hyun melihat Geun kecil dibully teman-temannya karena appanya tidak ada. Melihat itu Seung Hyun tidak rela karena dia mengingat anaknya harus ke surga bersama istrinya karena persalinan beberapa tahun lalu. Seung Hyun menolongnya dan sering mengajak Geun kecil jalan-jalan ke taman hiburan. Seung Hyun sangat menyayangi Geun kecil oleh karena itu dia melamar Chaerin agar bisa dekat menjaga dengan Geun dari temannya yang sering membuat masalah karena statusnya. Chaerin tentu saja menolak karena Seung Hyun dan Chaerin tidak ada rasa ketertarikkan,Seung Hyun hanya mencintai Geun yang mengingatkan pada anaknya. Oleh karena itu Seung Hyun menjadi ayah angkat untuk Geun dan Chaerin pun berteman baik dengan Seung Hyun. Karena saat itu mereka sama-sama masih mencintai pasangan mereka yang telah meninggalkan mereka sehingga pertemanan itu tidak rusak oleh permasalahan cinta. Tapi, kini Seung Hyun telah menemukan cintanya yang baru.
“cih. Jangan mimpi! Wanita tidak seperti pria yang tidak bisa mengurung hasratnya.”
“atau kau tidak ingin menikah jika tidak dengannya?”tanya SeungHyun dengan tatapan tajamnya dan Chaerin hanya tersenyum.
“aku tidak bisa lepas darinya. Dia begitu melekat.”
“oh.. adikku yang cantik. Oppa mu yang tampan ini selalu untuk kalian. Bahkan nanti pun setelah aku menikah aku tetap daddy Geun Young.” Dengan nada bercanda.
“tidak. Geun sudah dewasa. Kau bisa tenang sekarang. Sudah waktunya kau memiliki anak sendiri. Anakmu bisa binggung dengan hubunganmu dan Geun nanti.”
“walau aku hanya ayah angkat untuk Geun tetap saja kau tidak boleh memisahkan kami.”
“ah.. aku ingat saat aku bertemu dengan Jiyong, dia bilang dia mengira kamilah alasan kau turun tangan langsung untuk agensi ini dan dia bahagia untuk kita. Seharusnya kau tidak datang bersamaku dan mengatakan Geun anakmu, oppa.”
“kau ingin aku bilang ‘jelas dia cemburu Chaerin. Dia masih mencintaimu.’?”
“tidak seperti itu.”kilah Chaerin.
“jika pun kau menjelaskannya tunggu kalian bertemu lain kali. Jangan kau perlihatkan jika kau masih mengharapkannya.”
“tidak. Dia sudah milik orang lain. Aku tidak perlu mengharapkannya.”
“hahaha... mungkin Jiyong juga berfikir seperti itu. ah.. kenapa kalian tidak bicara saja secara jelas? Kalian menerka-nerka sendiri dan akhirnya sama-sama tersakiti. Bahkan setelah Geun dewasa kalian tidak berubah. Benar-benar egois.”
“jangan mendikteku oppa!”
“keras kepala!”
“itu nama tengahku.”candanya
“hai”terlihat seorang wanita berdiri di hadapannya saat Chaerin baru saja membukakan pintu rumahnya.
“ya. Ada apa?”tanya Chaerin.
‘mungkinkah mengirimkan undangan pernikahan?’pikir Chaerin saat melihat wanita yang bersama Jiyong beberapa hari lalu.
“kenalkan, saya Dokter Kang. Bisa kita bicara di dalam?”
Chaerin pun mengajak dokter Kang masuk dan menyediakan sari Jeruk untuk mereka.
“sebelumnya, saya datang kesini untuk menceritakan yang sebenarnya terjadi karena tuan Jiyong tidak bisa menjelaskan padamu yang terjadi. Lagi pula kita sama-sama wanita jadi lebih mudah saling mengerti”
‘tuan?’Chaerin binggung.
“beberapa bulan lalu, tepatnya 4 bulan lalu. Tuan Jiyong bertemu denganmu di acara ulang tahun Cho industry. Dia melihatmu di gandeng dengan presedir Cho dan pesedir mengenalkan pada tamu bahwa dia adalah appa Geun. Malam itu lah menjadi malam gelap bagi seorang Kwon Jiyong. Dia tertekan karena merasa bersalah dan menyesal setelah mengetahui perpisahan kalian karena keluarganya. Bahkan dia bertengkar hebat dengan keluarganya. Tapi, malam itu entah apa yang dipikirkannya hingga megurung dirinya selama dua hari di kamarnya. Saat sekretaris dan ommanya menemukan tuan Jiyong, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Luka dimana-mana, dia menyiksa dirinya sendiri sehingga luka dan memar dimana-mana. Selain itu tatapannya kosong, sejak itu aku jadi dokter pribadinya. Aku dokter Jiwa, kau pasti mengerti maksudku.”jelas Dokter Kang melihat Chaerin menutup mulutnya karena kaget. Sulit dipercaya bagi Chaerin.
“selama tiga bulan dia melakukan pengobatan dan sekarang kondisinya membaik. Hanya saja saat bertemu denganmu dia terguncang. Hingga harus kembali meminum obatnya. Mungkin saja kau tidak percaya, nona Chaerin. karena itu aku menyediakan CD ini. Ini berisi kegiatan tuan Jiyong selama masa pengobatan. Aku tidak memintamu melihat semuanya karena akan membutuhkan waktu lama karena rekaman 24 Jam penuh, ini vidio untuk melihat perkembangan selama masa pengobatannya. Tapi, kau lihat saja apa yang ingin kau tonton. Beberapa hari lagi aku akan menjumpaimu untuk berbicara lagi. Karena lebih mudah berbicara setelah kau percaya.”tapi, Chaerin terdiam. Dia terlalu terkejut.
“Aku harus pergi. Terimakasih jus jeruknya. Ini kartu namaku, ada nomor yang bisa kau hubungi. Permisih.”kata Dokter Kang yang membiarkan Chaerin masih diam terperangkap dengan keterkejutannya.
Seolah tersadar dari hipnotisnya, Chaerin langsung panik. Di lihatnya ada beberapa keping CD dan sebuah kartu nama disana. Dengan tergesah-gesah Chaerin langsung memutar CD itu di leptopnya. Gambar yang pertama muncul adalah CCTV di kamar Jiyong pada hari ulang tahun Choi industry. Membuat Chaerin membungkam mulutnya.
‘benarkah ini yang terjadi?’pikirnya.
Chaerin langsung mempercepat jalan Vidio hingga akhirnya terlihat gambar Jiyong yang histeris dan mengamuk dengan berteriak nama Geun, ada rasa ngilu dan sesak di dada Chaerin. Chaerin terus mempercepat Vidio itu dan menormalkannya saat Jiyong berprilau tidak biasa.
Saat gambar sudah menunjukan bahwa Jiyong sedang menonton dengan tenang, hati Chaerin lagi-lagi seakan dipukul oleh godam karena yang Jiyong tonton adalah rekaman ulang suatu acara yang melipus Geun seharian penuh.
Lalu, Chaerin melihat histerisnya Jiyong di hari Geun mengalami kecelakaan kecil di lokasi syuting. Jiyong terlihat sangat terluka dan cemas berteriak nama Geun. Dan Chaerin tidak bisa membendung tangisnya lagi.
Hingga akhirnya Chaerin menonton video yang merekam saat Jiyong melakukan trapi dan air matanya terus menangis.
‘bagaimana keadaan Jiyong sekarang? Geun harus mengetahui hal ini.’ Pikir Chaerin dan segera menelepon anaknya untuk segera pulang. Chaerin sadar bahwa Geun harus mengetahui segalanya tentang appanya. Dan sadar, perpisahan ini tidak ada yang bahagia bahkan mereka saling menyakiti karena perpisahan itu.
TBC
Hohoho.. author Kim disini. Pertama-tama, Kim mau ngucapin terimakasih karena udah baca dan komen. Yang telat bacanya tolong tetap memberikan komentar ya... kedua, mungkin seminggu ini Kim libur posting FF, sibuk ngurusin persiapan lebaran soalnya. Maklum anak gadis. Ketiga, TOLONG JANGAN PANGGIL KIM dengan ‘min’ dan ‘mimin’. Karena Kim bukanlah admin disini.
BaeBae
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, Geun Young (Li Kwon)
Genre: hurt, Family
WARNING! FF INI TANPA PROSES EDIT TERLEBH DAHULU.
-------------------------
Beberapa minggu ini kondisi Jiyong semakin membaik. Tidak ada lagi teriakan yang memecahkan telinga, tidak ada lagi barang yang berserakan di lantai hingga ada yang pecah, tidak ada lagi amukan dan pembrontakannya agar bisa keluar dari kamar. Jiyong dalam tahap pemulihan oleh karena itu dia masih tidak berkerja.
Sudah beberapa hari ini Jiyong pergi keluar dari rumahnya dengan pengawasan Seungri, Dokter Kang dan sekretaisnya yang setia. Selama ini berjalan lancar. Hanya saja hari ini Jiyong ingin sekali melihat Geun latihan. Ya, Jiyong mengetahui semua jadwal Geun semenjak keadaannya sehat. Jiyong melihat dari jauh Geun yang latihan menari bersama teman-temannya di salah satu ruang agensinya. Geun memang seorang actor tapi, dia juga salah satu anggota boyband remaja. Melihat Geun tertawa bersama teman-temannya membuat Jiyong ikut tersenyum dan tertawa kecil. Kebahagiaan bisa dirasakannya dari hal sekecil ini. Berbeda dengan Jiyong, Seungri meringis karena merasakan sakitnya Jiyong. Seorang appa bahkan tidak bisa menyetuh anaknya dalam jarak sedekat ini, bahkan tidak bisa menyebut nama anaknya, itu yang Seungri pikirkan.
“aku akan menemui Seung Hyun Hyung dulu.”pamit Seungri dan Jiyong mengangguk tanpa mau berpaling, Jiyong benar-benar tidak ingin kehilangan sedetik pun untuk melihat Geun. Seungri yang merupakan CEO agensi artis juga sengaja membuat janji temu dengan CEO agensi artis tempat Geun bernaung. Ini semua telah di rencanakan jauh hari karena akan sulit untuk Jiyong melihat Geun jika tanpa alasan tersebut. Hanya sebuah alasan agar Jiyong bisa melihat Geun. Seorang appa perlu mencari alasan untuk melihat anaknya, miris memang tapi itulah yang harus di alami seorang Kwon Jiyong.
Setelah merasa puas, Jiyong pun turun berniat keluar dari gedung tersebut dengan di temani sekretarisnya dan Dokter Kang. Saat pintu Lift terbuka, Jiyong tersenyum lebar.
“sepertinya aku begitu merindukannya.”kata Jiyong berjalan keluar dari Lift dengan senyuman bahagia dan lembut. Sekretarisnya akan berbicara tapi di tahan oleh Dokter Kang.
“bahkan khayalan ini terasa begitu nyata.”kata Jiyong saat tangannya menyentuh pipi wanita di depannya. Lee Chaerin.
“Dokter, sepertinya aku perlu menambah dosis obatku.”kata Jiyong terkekeh pelan karena sadar akan kebodohannya.
“tidak perlu, tuan. Di depan anda memang nyonya Lee Chaerin.”jawab Dokter dan membuat Jiyong menegang langsung melepaskan tangannya dari Chaerin. Chaerin terlihat bingung dengan kondisi ini. Dia tidak mengerti.
“maafkan aku. Sepertinya aku memang sakit tapi, apakah kita bisa bicara sebentar?”tanya Jiyong pada Chaerin dengan sangat-sangat sopan.
“hm. Ya. Aku rasa Geun masih latihan.”kata Chaerin datar. Jiyong tersenyum lembut dan mengajak Chaerin mengikutinya ke Cafe yang terdapat di gedung itu.
Chaerin dan Jiyong duduk berdua di satu meja sedangkan Dokter dan sekretaris mengawasi di meja lainnya.
“aku datang saat ulang tahun perusahaan Choi Industry tiga bulan lalu karena itu hotel milikku sekarang. Aku melihat kalian disana dan aku cukup terkejut. Seharusnya aku sadar saat uri Geun memintaku menemuinya di ruang CEO agensi ini yang merupakan milik presedir Choi Seung Hyun. Agensi ini salah satu anak perusahaan yang di pegang langsung presedir Choi, ternyata kalianlah alasannya. Kalian tampak bahagia dengan tuan Choi Seung Hyun.”kata Jiyong tersenyum tapi, ada kepedihan dan sedihan yang disembunyikannya dalam senyuman itu.
“ya, kami memang punya hubungan yang baik.”
“aku bisa melihatnya. Kalian tampak seperti keluarga bahagia. Aku pun ikut bahagia.”ucap Jiyong dengan getir tapi dia tulus.
“walau begitu, aku tetap ingin memelukmu.”kata Jiyong sambil menatap Chaerin.
“hm?”
“tidak lupakan!”kata Jiyong dengan cepat. Jantung Jiyong kini menjadi aneh karena menahan semua perasaannya. Tangannya menjadi gemetar. Dengan tangan yang gemetaran itu di raihnya sebotol obat yang berukuraan genggaman tangannya. Di keluarkannya dua buah tablet obat dan langsung meminumnya begitu saja.
“aa.. a.. ma”kata Jiyong terputus lalu dia menggelengkan kepalanya sambil menutup mata seakan mengusir semua yang menjadi bebannya. Sekretaris dan Dokter Kang yang mengawasi langsung berdiri dari kursinya dengan panik.
“maafkan aku, aku harus pergi.”kata Jiyong pada akhirnya dan meninggalkan Chaerin begitu saja. Setelah Jiyong pergi dan tidak terlihat Seungri langsung menghampiri Chaerin.
“maafkan aku, aku Lee Seungri. Sahabat mantan suamimu. Jika kau tidak keberatan aku akan menjelaskan keanehan Jiyong padamu.”kata Seungri sambil mengulurkan tangannya pada Chaerin.
“mungkin lain kali. Waktuku tidak banyak. Maaf.”jawab Chaerin lalu bergegas pergi meninggalkan Sungri. Dia ingin tahu apa yang terjadi tapi, egonya menolak. Dia penasaran dengan perubahan pada diri Jiyong. Kini wajahnya terlihat sangat polos seakan baru saja melakukan penghapusan dosa. Wajahnya kini terlihat lebih bersinar bagaikan anak kecil yang lugu. Dan Jiyong gemetaran. Dia tidak pernah mengenal sosok Jiyong yang seperi itu, dia ingin mengetahuinya tapi, dia merasa tidak ada kewajibannya untuk mengetahui yang terjadi. Bisa saja benar apa yang dikabarkan selama ini bahwa Jiyong menikah hingga dia menjadi lebih bahagia. Dan pemikiran itu tidak membuat Chaerin ‘baik-baik saja’. Apalagi jika Jiyong mengatakan sendiri bahwa dia bahagia sekarang, itu membuat Chaerin terluka sehingga dia tidak mau menanyakan kabar Jiyong tadi walaupun penasaran.
“wanita tadi terlihat begitu cemas melihatnya gemetaran, benarkah wanita itu menjadi istrinya sekarang?”pikir Chaerin sambil memegang dadanya yang terasa nyeri dan sesak.
Jiyong dengan lemas memasukki mobilnya di bantu Dokter Kang dan sekretarisnya.
“cepat jalankan mobilnya. Tuan Jiyong harus segera di bawa pulang.”perintah Dokter Kang cepat pada supir yang sudah bersiap.
“tolong ambilkan obatnya di tasku!”perintah dokter Kang pada sekretaris dan segera diberikannya obat itu. Dokter Kang bergerak cepat mengangani Jiyong yang gemetaran seakan menggigil.
“bagaimana dengan tuan Lee?”tanya sekretaris pada dokter Kang.
“suamiku itu bisa pulang sendiri. Tuan Jiyong lebih penting, dia belum siap menerima ini. Ah.. kenapa kau bicara dengannya? Kau pura-pura kuat. Bodoh!”kata Dokter Kang dengan umpatan. Dia benar-benar panik karena Jiyong baru saja sembuh tapi, keadaannya kini mengkhawatirkan.
Sesampainya di rumah nyonya Kwon dengan panik menyambut anaknya yang terlihat dalam kondisi tidak baik. Melihat Jiyong yang kembali menatap kosong sambil gemetaran membuat nyonya Kwon menangis.
“apa lagi? Kenapa seperti ini?”tanyanya khawatir.
“kami tidak sengaja bertemu dengan Chaerin tadi mereka mengobrol sebentar. Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang nyonya. Tuan Jiyong harus segera istirahat.”jelas Dokter Kang.
Di tempat lain, Chaerin berperang dengan egonya. Dia mencemaskan Jiyong.
“kau kenapa?”tanya Seung Hyun yang khawatir melihat Chaerin berfikir seakan ada beban berat di pundaknya.
“tadi aku tidak sengaja bertemu Jiyong, dia bersama seorang wanita.”kata Chaerin dengan tatapan menerawang jauh.
“jadi benar berita dia menikah?”
“mungkin saja.”
“sepertinya tidak. Untuk apa dia merahasiakannya jika mereka jalan keluar bersama?”
“jadi, kapan kau akan menikah lagi oppa?”
“ahaha.. berkat Geun, Young Mi menerima lamaranku. Uri Geun benar-benar menyayangi Daddy nya.”jawab Seung Hyung tertawa.
“dasar Pedofil!”celetuk Chaerin mengoda Seung Hyung.
“hahaha... cinta tidak kenal usia, Chaerin..”tegurnya.
“kau memanfaatkan anakku untuk meraih hati gadis kecilmu. Kau tidak malu?”cibir Chaerin karena Geun yang tanpa mengenalkannya pada Young Mi , seorang gadis mandiri yang mmenjadi guru Geun di sekolah.
“gadis kecil katamu? Young Mi sudah bisa mengeluarkan anak kecil dari perutnya, Chae.”protes Sung Hyun membuat Chaerin tersedak dengan air liurnya sendiri.
“ya, pak tua! Jaga ucapanmu!”tegur Chaerin dan hanya membuat Seung Hyun tertawa.
“jika begitu, cepatlah menikah. Geun pasti senang punya adik.”kata Chaerin lagi.
“kenapa tidak darimu saja? Aku ingin berpacaran dulu dengan Young Mi setelah menikah nanti”
“hah. Tidak ingat usia ternyata.”
“kau benar tidak ingin menikah lagi? Kau bahkan menolakku. Atau sekarang kau menyesal telah menolakku sehingga tidak mau menikah?”kata Seung Hyun dengan sedikit bercanda agar Chaerin tidak tersinggung. Beberapa tahun lalu memang Seung Hyun melamar Chaerin langsung padahal hubungan Seung Hyun tidak ada yang special dengan Chaerin. Berawal dari tanpa sengaja Seung Hyun melihat Geun kecil dibully teman-temannya karena appanya tidak ada. Melihat itu Seung Hyun tidak rela karena dia mengingat anaknya harus ke surga bersama istrinya karena persalinan beberapa tahun lalu. Seung Hyun menolongnya dan sering mengajak Geun kecil jalan-jalan ke taman hiburan. Seung Hyun sangat menyayangi Geun kecil oleh karena itu dia melamar Chaerin agar bisa dekat menjaga dengan Geun dari temannya yang sering membuat masalah karena statusnya. Chaerin tentu saja menolak karena Seung Hyun dan Chaerin tidak ada rasa ketertarikkan,Seung Hyun hanya mencintai Geun yang mengingatkan pada anaknya. Oleh karena itu Seung Hyun menjadi ayah angkat untuk Geun dan Chaerin pun berteman baik dengan Seung Hyun. Karena saat itu mereka sama-sama masih mencintai pasangan mereka yang telah meninggalkan mereka sehingga pertemanan itu tidak rusak oleh permasalahan cinta. Tapi, kini Seung Hyun telah menemukan cintanya yang baru.
“cih. Jangan mimpi! Wanita tidak seperti pria yang tidak bisa mengurung hasratnya.”
“atau kau tidak ingin menikah jika tidak dengannya?”tanya SeungHyun dengan tatapan tajamnya dan Chaerin hanya tersenyum.
“aku tidak bisa lepas darinya. Dia begitu melekat.”
“oh.. adikku yang cantik. Oppa mu yang tampan ini selalu untuk kalian. Bahkan nanti pun setelah aku menikah aku tetap daddy Geun Young.” Dengan nada bercanda.
“tidak. Geun sudah dewasa. Kau bisa tenang sekarang. Sudah waktunya kau memiliki anak sendiri. Anakmu bisa binggung dengan hubunganmu dan Geun nanti.”
“walau aku hanya ayah angkat untuk Geun tetap saja kau tidak boleh memisahkan kami.”
“ah.. aku ingat saat aku bertemu dengan Jiyong, dia bilang dia mengira kamilah alasan kau turun tangan langsung untuk agensi ini dan dia bahagia untuk kita. Seharusnya kau tidak datang bersamaku dan mengatakan Geun anakmu, oppa.”
“kau ingin aku bilang ‘jelas dia cemburu Chaerin. Dia masih mencintaimu.’?”
“tidak seperti itu.”kilah Chaerin.
“jika pun kau menjelaskannya tunggu kalian bertemu lain kali. Jangan kau perlihatkan jika kau masih mengharapkannya.”
“tidak. Dia sudah milik orang lain. Aku tidak perlu mengharapkannya.”
“hahaha... mungkin Jiyong juga berfikir seperti itu. ah.. kenapa kalian tidak bicara saja secara jelas? Kalian menerka-nerka sendiri dan akhirnya sama-sama tersakiti. Bahkan setelah Geun dewasa kalian tidak berubah. Benar-benar egois.”
“jangan mendikteku oppa!”
“keras kepala!”
“itu nama tengahku.”candanya
“hai”terlihat seorang wanita berdiri di hadapannya saat Chaerin baru saja membukakan pintu rumahnya.
“ya. Ada apa?”tanya Chaerin.
‘mungkinkah mengirimkan undangan pernikahan?’pikir Chaerin saat melihat wanita yang bersama Jiyong beberapa hari lalu.
“kenalkan, saya Dokter Kang. Bisa kita bicara di dalam?”
Chaerin pun mengajak dokter Kang masuk dan menyediakan sari Jeruk untuk mereka.
“sebelumnya, saya datang kesini untuk menceritakan yang sebenarnya terjadi karena tuan Jiyong tidak bisa menjelaskan padamu yang terjadi. Lagi pula kita sama-sama wanita jadi lebih mudah saling mengerti”
‘tuan?’Chaerin binggung.
“beberapa bulan lalu, tepatnya 4 bulan lalu. Tuan Jiyong bertemu denganmu di acara ulang tahun Cho industry. Dia melihatmu di gandeng dengan presedir Cho dan pesedir mengenalkan pada tamu bahwa dia adalah appa Geun. Malam itu lah menjadi malam gelap bagi seorang Kwon Jiyong. Dia tertekan karena merasa bersalah dan menyesal setelah mengetahui perpisahan kalian karena keluarganya. Bahkan dia bertengkar hebat dengan keluarganya. Tapi, malam itu entah apa yang dipikirkannya hingga megurung dirinya selama dua hari di kamarnya. Saat sekretaris dan ommanya menemukan tuan Jiyong, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Luka dimana-mana, dia menyiksa dirinya sendiri sehingga luka dan memar dimana-mana. Selain itu tatapannya kosong, sejak itu aku jadi dokter pribadinya. Aku dokter Jiwa, kau pasti mengerti maksudku.”jelas Dokter Kang melihat Chaerin menutup mulutnya karena kaget. Sulit dipercaya bagi Chaerin.
“selama tiga bulan dia melakukan pengobatan dan sekarang kondisinya membaik. Hanya saja saat bertemu denganmu dia terguncang. Hingga harus kembali meminum obatnya. Mungkin saja kau tidak percaya, nona Chaerin. karena itu aku menyediakan CD ini. Ini berisi kegiatan tuan Jiyong selama masa pengobatan. Aku tidak memintamu melihat semuanya karena akan membutuhkan waktu lama karena rekaman 24 Jam penuh, ini vidio untuk melihat perkembangan selama masa pengobatannya. Tapi, kau lihat saja apa yang ingin kau tonton. Beberapa hari lagi aku akan menjumpaimu untuk berbicara lagi. Karena lebih mudah berbicara setelah kau percaya.”tapi, Chaerin terdiam. Dia terlalu terkejut.
“Aku harus pergi. Terimakasih jus jeruknya. Ini kartu namaku, ada nomor yang bisa kau hubungi. Permisih.”kata Dokter Kang yang membiarkan Chaerin masih diam terperangkap dengan keterkejutannya.
Seolah tersadar dari hipnotisnya, Chaerin langsung panik. Di lihatnya ada beberapa keping CD dan sebuah kartu nama disana. Dengan tergesah-gesah Chaerin langsung memutar CD itu di leptopnya. Gambar yang pertama muncul adalah CCTV di kamar Jiyong pada hari ulang tahun Choi industry. Membuat Chaerin membungkam mulutnya.
‘benarkah ini yang terjadi?’pikirnya.
Chaerin langsung mempercepat jalan Vidio hingga akhirnya terlihat gambar Jiyong yang histeris dan mengamuk dengan berteriak nama Geun, ada rasa ngilu dan sesak di dada Chaerin. Chaerin terus mempercepat Vidio itu dan menormalkannya saat Jiyong berprilau tidak biasa.
Saat gambar sudah menunjukan bahwa Jiyong sedang menonton dengan tenang, hati Chaerin lagi-lagi seakan dipukul oleh godam karena yang Jiyong tonton adalah rekaman ulang suatu acara yang melipus Geun seharian penuh.
Lalu, Chaerin melihat histerisnya Jiyong di hari Geun mengalami kecelakaan kecil di lokasi syuting. Jiyong terlihat sangat terluka dan cemas berteriak nama Geun. Dan Chaerin tidak bisa membendung tangisnya lagi.
Hingga akhirnya Chaerin menonton video yang merekam saat Jiyong melakukan trapi dan air matanya terus menangis.
‘bagaimana keadaan Jiyong sekarang? Geun harus mengetahui hal ini.’ Pikir Chaerin dan segera menelepon anaknya untuk segera pulang. Chaerin sadar bahwa Geun harus mengetahui segalanya tentang appanya. Dan sadar, perpisahan ini tidak ada yang bahagia bahkan mereka saling menyakiti karena perpisahan itu.
TBC
Hohoho.. author Kim disini. Pertama-tama, Kim mau ngucapin terimakasih karena udah baca dan komen. Yang telat bacanya tolong tetap memberikan komentar ya... kedua, mungkin seminggu ini Kim libur posting FF, sibuk ngurusin persiapan lebaran soalnya. Maklum anak gadis. Ketiga, TOLONG JANGAN PANGGIL KIM dengan ‘min’ dan ‘mimin’. Karena Kim bukanlah admin disini.
BaeBae

Hikssssss hikssssss gw jg salahpaham nich
BalasHapus