DARK LOVE
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, dkk
Genre: roman, hurt
Rate : T
Lenght : one Shot
Dark Love. DARK LOVE tidak bisa melihat apapun. Kadang karena DARK LOVE
juga membuat tidak peduli apapun agar pasangan bahagia. Hanya saja Dark
Love seperti apa yang kamu jalani? Dark Love yang akan membawamu ke
sebuah neraka atau yang akan membawamu ke surga? Tapi, kamu harus
percaya Cinta itu ada.
Chaerin Pov
Aku berkerja part time
di home industry yang bergerak di bidang seni buatan tangan. Aku juga
seorang pelajar tapi, ketertarikanku pada kreasi tangan membuatku
menghabiskan waktu di home industry ini setelah pulang sekolah. Home
industry milik onnie kenalanku ini berkerjasama dengan lembaga
kemasyarakatan sehingga tahanan anak sesekali datang untuk berkerja
disini. Disinilah awal kami bertemu. Pertama kali aku bertemu dengannya
aku sudah menyukai senyumnya. Dia begitu ceria dengan statusnya yang
sekarang sebagai tahanan di umurnya yang tidak jauh berbeda denganku.
Dia begitu santai, terbuka dan memiliki wawasan yang luas. Kami sering
mengobrol di saat berkerja. Dari penyebab dia ada disana, masalah
keluarganya dan perasaannya, tidak jarang kami bercerita tentang politik
dan perekonomian layaknya pengusaha. Dia tidak pernah malu dengan
status mantan gangsternya dia bilang dia ingin berbuah dan berhenti
menjadi gangster.
Dia, pria itu bernama Kwon Jiyong. Pria yang
menatap mataku saat kami sedang bicara, pria yang mau terbuka denganku
padahal baru bertemu, pria yang kuat saat bertarung, pria setia kawan,
pria yang ceria di tengah masalah sulitnya, pria yang tidak malu
mengatakan masa gelapnya. Tanpa sadar aku tertarik dengannya tapi,
seketika itu aku tidak bertemu dengannya lagi karena dia sudah
dibebaskan.
---
Sudah bertahun tahun berlalu. Sesekali aku
memikirkan Kwon Jiyong. Sosok pria yang dimataku lebih cantik dari pada
aku yang seorang wanita. Kenyataan dia seorang gangster yang ceria dan
memiliki wajah cantik itu membuatku tertawa bahagia karena langsung bisa
mengingat wajahnya.
Kalau dibilang tidak ada wanita yang
memaafkan jika pasangan berselingkuh itu 100% bohong. Temanku banyak
yang memaafkan pasangan berselingkuh karena terlalu cinta walau mereka
sempat berkelahi lalu balikan lagi. Berbeda denganku. Aku belum mengerti
cinta itu seperti apa. Sangat terlambat untuk usiaku yang sudah segini.
“kau mau meninggalkanku, Chae?”kata yoon Jae padaku dengan wajah sedih dan sedikit memelas.
“ya. Tentu saja.”kataku yakin.
“ayolah, kami hanya makan bersama tidak untuk balikan.”
“ah, ayolah! Kalian tidak hanya berpegangan tangan. Tinggalkan aku dan
kembalilah dengannya.”kataku dan meninggalkannya. Aku tidak
mencintainya. Itu benar! Hanya saja memeberikan sesuatu untuk orang
lain. Air mataku jatuh begitu saja bersamaan dengan air hujan yang
membasahi bumi. Hujan cukup deras, setidaknya orang tidak melihatku
menangis. Lalu seseorang berhenti di dapanku dan memberikan payung hanya
saja aku tidak mengenali pria itu karena sebagian wajahnya tertutupi
jaket miliknya.
Siapa yang mengira bahwa aku malah mengenal cinta
dari pria yang tidak disangka. Pria yang aku kira tidak akan bertemu
dengannya lagi. Dia begitu polos dimataku. Orang mungkin menentang
hubungan kami tapi, kami saling membutuhkan. Karena cinta aku ingin
mengeluarkannya dari dunianya. Apakah ini akan berhasil?
Jiyong Pov
Dia. Gadis indah yang selama ini aku perhatikan seperti biasa tersenyum
saat dia baru saja keluar dari rumahnya. Dia memang yeoja yang ceria.
Aku sudah menyukainya 4 tahun lalu dan sudah beberapa bulan ini aku
menjadi pemuja rahasia yang mengikutinya kemanapun dia berada hingga dia
aman di rumahnya. Dia yeoja mandiri dan baik. Sikapnya yang sopan dan
ramah itu membuatku semakin menyukainya. Empat tahun lalu kami bertemu
di tempat home industri untuk membuat kerajianan tangan. Saat itu aku
adalah tahanan anak-anak karena perkelahiankku. Aku diajarkan banyak
dengannya. Tidak hanya tentang kerajinan tangan yang menjadi keahliannya
tapi, juga semua yang berkaitan dengan hidup. Dia benar-benar
matahariku. Dia mungkin hanya yeoja biasa yang berpenapilan biasa
tetapi, dia berbeda dimataku. Dia sungguh special mataku. Dia tidak
pernah menilai orang dari latar belakangnya, dia mau berbicara denganku
dan teman-teman tahanan yang lain, dia tidak menatap kami dengan tatapan
hina dan dia tidak memperlakukanku bereda dengan teman-temannya yang
lain. Walau aku tahu teman-temannya selalu marah jika aku mencoba
berbicara dengannya. Tapi sialnya aku tidak bisa berpimatan saat aku
akan keluar arena aku tidak menyangka akan keluar karena jaminan. Dan di
saat aku bebas aku tidak mampu menunjukan mukaku padanya karena aku
gangster. Beberapa bulan ini aku sudah menduduki posisi yang tinggi
sehingga aku bisa mengawasi matahariku. Aku hanya bisa melakukan hal-hal
kecil seperti membantunya menyebrang jalan, memberikan payung saat
hujan, memjaganya saat dia pulang dan membayar sedikit kue beras
langganannya. Ingin aku membayar kue berasnya secara penuh tapi, itu
akan membuatnya curiga. Dia hanya tahu bahwa kue berasnya di berikan
potongan harga karena dia pelanggan tetap.
Aku mencintainya. Sangat
mudah untuk mencintainya. Tapi, sampai sekarang tidak bisa aku
ungkapkan. Aku terlalu pengecut dan semakin pengecut saat melihatnya
dengan pria yang lebih baik dariku. Mungkin aku memiliki cinta tulus
yang dalam karena bertahun-tahun mencintainya tapi, pria itu tidak
pernah dipenjara, dia berpendidikan dan bukan gangster sepertiku.
Terlalu banyak kekuranganku dan semakin bersinarlahlah dia, gadisku.
Hari ini dia pulang dari kampusnya sedikit lebih terlambat dari pada
biasanya. Dia mampir untuk makan bersama teman-temannya di restoran
dekat kampus. Lalu dia keluar dari restoran itu seorang diri. Dia sudah
memasang earmuff di telinganya karena sekarang musim dingin. Salju satu
persatu jatuh di tubuhnya. Dia tersenyum dan sesekali terlihat bergumam
sesuatu yang tidak aku dengar. Dia berjalan dengan santai tapi, dia
berhenti secara tiba-tiba. Apa aku ketahuan? Tidak mungkin aku ketahuan.
Aku sangat baik dalam bersembunyi dan menjaga jarak. Dia terduduk
sambil memegang perutnya. Aku panik. Sebenarnya apa yang terjadi? Tapi,
aku tetap harus bersembunyi. Dia mencoba berdiri dengan hati-hati namun
dia kembali berjongkok sambil memegang perutnya. Aku segera berlari
kearahnya, dia membutuhkannku.
“kau kenapa, Chaerin?”tanyaku panik sambil mencoba membuatnya berdiri. Dia memegang tanganku sangat erat.
“kena kau, Kwon Jiyong.”katanya sambil tersenyum lebar. Aku tertipu.
Ternyata dia sudah tahu keberadaanku. Tapi, dia tidak tahu siapa.
Katanya aku sudah sangat hebat bersembunyi tapi, dia bisa mengenaliku
dari jaket tebalku yang tidak berganti-ganti. Jaketku ini jaket
favoritku jadi aku membelinya tiga buah, jika aku ganti maka juga tidak
tahu bahwa itu baru saja keluar dari binatu. Dia bilang juga mengenali
aku dari kaca toko yang kebetulan memperlihatkan sosokku. Mengetahui aku
yang mengikutinya dia hanya diam saja dan dia juga menyadari bahwa aku
yang menyediakan payung untuknya beberapa bulan lalu untuknya. Gadisku
memang cerdas.
------
“kau gila? Dia seorang yang
berpendidikan, kepribadiannya juga baik dan ayahnya seorang polisi. Dia
bisa saja dapatkan namja lebih baik darimu. Berhentilah! Kau hanya akan
membuag waktumu. Kau tidak pantas untuknya.”kata Taeyang memberiku
nasehat. Aku tahu. Tapi, aku benar gila karenanya. Aku ingin
memilikinya. Aku mencintainya.
“aku mencintainya dan dia yang buat
duniaku bersinar. Dia adalah alasanku untuk hidup di setiap perkelahian
walau aku tahu bahkan dia tidak peduli padaku.”
“aku hanya bisa membantu sebisaku. Kau berhak bahagia juga, bro”kata Taeyang sambil meninju dadaku cukup keras.
Aku jadi semakin sering bertemu dengan Chaerin. Menjemputnya dan
mengantarnya pulang menjadi suatu kebiasaan hidupku yang baru. Sesekali
kami makan siang bersama. Walau orang menatapku dengan tatapan sinis
Chaerin tetap tersenyum di sampingku.
Kami berjanji untuk makan Ice
cream sebelum pulang karena itu kami berada disini sekarang. Di sebuah
toko ice cream dengan 2 cup ice cream menemani kami mengobrol.
“....
aku menerima cintamu, Jiyong. Mari kita pacaran.”katanya dengan mata
serius. Aku terdiam. Aku kaget aku tidak mengangka dia langsung menjawab
pernyataan cintaku. Aku memang tidak menyatakan cintaku untuk
berpacaran. Aku hanya mengatakan perasaanku saja padanya.
“aku. Aku
hanya ingin mengungkapkan perasaanku. Aku tidak berani untuk berpacaran
denganmu.”kataku. Jujur saja perkataan Taeyang selalu ada dikepalaku.
“kenapa? Status sosial? Pendidikan? latar belakang?”kata Chaerin menanalisa.
“ya. Kau wanita baik-baik sedangkan aku. Kau tahu berapa buruknya aku.”kataku malu dengan statusku sendiri.
“kau mencintaiku?”kata Chaerin dan aku segera mengaguk mantap.
“kau bilang akan keluar dari dunia hitam. Aku ingat saat kau bilang
‘cukup satu menit untuk masuk ke dunia hitam’ dan aku ingin kau kembali
ke dunia ini dunia yang lebih berwarna. Kuliahlah! Aku tahu sulitnya
mencari uang, kau bisa gunakan gajimu untuk kuliah kan? Aku yakin juga
kau bisa bersantai dan megngikutiku berarti posisimu cukup tinggi di
‘sana’.”kata Chaerin tak terbantahkan olehku. Dia sungguh dewasa dan
cerdas. Sedangkan aku yang bodoh ini begitu terpesona olehnya.
“tiga
tahun lagi aku akan lulus. Jika kau lulus kuliah berbersamaan denganku
maka kita akan berpacaran. Tapi, jika tidak aku akan menikah dengan
namja lain dan keluar negeri ini. Bagaimana?”kata Chaerin lagi. Dia
berbicara dengan serius. Tapi, sulitku percaya.
“kau yakin?”tanyaku dan Chaerin menggaguk mantap.
“kuliah dalam tiga tahun? Itu tidak mudah”kataku protes.
“aku disampingmu. Itu tidak cukup?”kata Chaerin tersenyum manis.
Mengodaku. Aku kalah. Aku lemah hanya karena senyumnya. Aku terlalu
memujanya.
@tiga tahun kemudian.
“selamat atas kelulusanmu oppa!”kata Chaerin sambil memelukku.
“kau akan meninggalkanku?”tanyaku sedih.
“kenapa kau bilang seperti itu?”
“aku sudah tahu bahwa kau sudah lulus sejak tahun lalu dan kau sedang
berkerja sekarang.”jawabku. Chaerin tertawa. Dia memegang kedua pipiku
dan mendekatkan wajahku ke wajahnya.
“tidak sekarang. Perjanjiannya
tiga tahun dan kau berhasil. Kita resmi pacaran, oppa.”kata Chaerin
tersenyum lebar membuatku semakin bahagia. Dia berhasil menarikku ke
dunianya yang lebih cerah. Sekarang aku bukan seorang gangster lagi.
Chaerin membantuku membuat Cafe dan toko roti. Ya, aku sudah keluar dari
dunia hitam itu beberapa bulan lalu tapi, sebelum keluar dari dunia itu
aku menerima hukuman hingga gigi ku patah dan masuk rumah sakit selama
beberapa minggu. Untung saja Chaerin menemaniku. Bukan untuk merawatku
saja dia juga mengajarkanku agar kuliahku baik-baik saja. Ia, ini tidak
mudah.
Sudah bertahun-tahun aku berpacaran dengan Chaerin tapi,
yang paling sulit adalah meyakinkan orang tuanya. Appa Chaerin sedikit
memperlakukanku dengan baik hanya saja orang tua selalu ingin yang
terbaik untuk anaknya, aku bisa mengerti.
Akhirnya appanya
merestui pernikahan kami setelah aku memperkenalkan orang tuaku. Aku
bukan anak yang tidak punya orang tua. Ayahku adalah politikus dan ibuku
juga memiliki usaha sendiri. Keluargaku cukup berada hanya saja mereka
tidak peduli denganku. Ya, memang ini sudahku rencanakan. Aku
mengenalkan Chaerin pada orang tuaku terlebih dahulu dan meminta mereka
mendatangi keluarga Chaerin. Ini permohonanku yang pertama pada orang
tuaku setelah aku di penjara anak-anak dulu. Orang tuaku menjadi jurus
terakhir agar appa Chaerin mensetujui kami. Aku tahu appanya menyukaiku
hanya saja dengan kondisi seperti ini Chaerin bisa saja dapat namja
lebih baik dariku. Aku sangat tahu kekuranganku.
@lima tahun kemudian
Kami memiliki anak laki-laki yang sekarang berumur 4 tahun dan anak
perempuan yang berumur 2 tahun dan inilah kebohongan pertamaku pada
anak-anakku. Mereka bertanya kenapa tubuhku ada gambarnya dan aku
menjawab karena aku menyukai seni.
“ini digambar menggunakan apa, appa?”Tanya pangeran Kwon kami.
“cat.”jawabku sambil menyabuninya. Selagi Chaerin memasak sedangkan aku
mandi bersama putra-putriku. Sebenarnya aku tidak benar-benar mandi
bersama mereka. Hanya saja setiap aku memandikan mereka aku harus
membuka bajuku agar tidak basah semua. Aku memang sering berbagi tugas
merawat mereka dengan Chaerin. Aku tidak ingin kehilangan momen penting
bersama keluargaku.
“pasti geli.”kata putri kecilku sambil menyentuh tattoo ku dengan jari kecilnya yang basah. Lalu, dia tertawa.
“ya. Tentu saja.”
“appa, aku juga ingin membuatnya.”kata anak sulungku.
“aku tidak yakin kau bisa menahan rasa gelinya, sayang.”kata Chaerin yang mendatangi kami dengan membawakan handuk untuk kami.
“sudah waktunya keluar. Omma sudah siapkan makan malamnya.”kata Charin sambil mengangkat putri kami dan mengeringkannya.
Aku sungguh merasa bersalah telah membohongi mereka. Tapi, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
“kau sungguh hebat, sayang.”kata Chaerin mengecup keningku.
“aku sedang mandi dan kau mengodaku?”godaku.
“aku hanya memujimu atas sikapmu pada anak-anak. Cepatlah keluar! Aku
tidak ingin pangeranku sakit karena masuk angin.”kata Chaerin sambil
mengecup bibir putra kami. Dan Chaerin pergi keluar dengan menggendong
putri kami. Lalu, Chaerin meminta putra kami segera menyelesaikan
mandinya.
Aku sudah pergi dari dunia itu tapi, tidak semudah
itu. Sesekali teman-temanku datang mengganguku dan mengajakku kembali
pada mereka. Aku sungguh ingin berubah, ingin hidup normal dengan
keluarga kecilku yang sangat aku cintai. Tapi, tidak ada yang percaya
dengan perubahanku. Mereka menilai aku akan kembali lagi menjadi manusia
yang rendah seperti dulu. Sesekali polisi datang ingin menangkapku atas
tuduhan palsu namun aku bisa lepas dari tuduhan. Karena aku benar-benar
tidak bersalah. Bahkan orang tuaku masih mengaggapku berandalan. Namun,
Chaerin selalu meyakinkanku, membantuku dan berada di sampingku. Dia
membuatku benar-benar berubah. Aku hanyalah kepala keluarga yang
berkerja sebagai pemilik Cafe dan toko roti. Chaerinlah yang luar biasa
telah berhasil merubahku. Dia matahariku. Aku sangat beruntung
mendapatkannya.
Hanya perlu satu detik untuk kedunia hitam. Tapi,
perlu waktu seumur hidup untuk kembali ke dunia yang terdapat matahari
dan pelangi. Karena itu jangan sesekali mencoba memasukinya.
END
FF one shoot ini terinspiransi dari temanku yang sampai sekarang masih
mencari mataharinya. Ingin rasanya terus membantunya tapi, dia tidak
bisa aku temui lagi. FF singkat yang semoga bisa mengajarkan kalian
sesuatu. Setidaknya kalian bisa tahu bahwa tidak semua yang buruk itu
buruk, banyak mereka yang butuh pertolongan untuk melihat bahwa didunia
ini ada juga yang namanya pelangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar