jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Sabtu, 27 Februari 2016

DARK LOVE

DARK LOVE

Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, dkk
Genre: roman, hurt
Rate : T
Lenght : one Shot

Dark Love. DARK LOVE tidak bisa melihat apapun. Kadang karena DARK LOVE juga membuat tidak peduli apapun agar pasangan bahagia. Hanya saja Dark Love seperti apa yang kamu jalani? Dark Love yang akan membawamu ke sebuah neraka atau yang akan membawamu ke surga? Tapi, kamu harus percaya Cinta itu ada.

Chaerin Pov
Aku berkerja part time di home industry yang bergerak di bidang seni buatan tangan. Aku juga seorang pelajar tapi, ketertarikanku pada kreasi tangan membuatku menghabiskan waktu di home industry ini setelah pulang sekolah. Home industry milik onnie kenalanku ini berkerjasama dengan lembaga kemasyarakatan sehingga tahanan anak sesekali datang untuk berkerja disini. Disinilah awal kami bertemu. Pertama kali aku bertemu dengannya aku sudah menyukai senyumnya. Dia begitu ceria dengan statusnya yang sekarang sebagai tahanan di umurnya yang tidak jauh berbeda denganku. Dia begitu santai, terbuka dan memiliki wawasan yang luas. Kami sering mengobrol di saat berkerja. Dari penyebab dia ada disana, masalah keluarganya dan perasaannya, tidak jarang kami bercerita tentang politik dan perekonomian layaknya pengusaha. Dia tidak pernah malu dengan status mantan gangsternya dia bilang dia ingin berbuah dan berhenti menjadi gangster.

Dia, pria itu bernama Kwon Jiyong. Pria yang menatap mataku saat kami sedang bicara, pria yang mau terbuka denganku padahal baru bertemu, pria yang kuat saat bertarung, pria setia kawan, pria yang ceria di tengah masalah sulitnya, pria yang tidak malu mengatakan masa gelapnya. Tanpa sadar aku tertarik dengannya tapi, seketika itu aku tidak bertemu dengannya lagi karena dia sudah dibebaskan.

---
Sudah bertahun tahun berlalu. Sesekali aku memikirkan Kwon Jiyong. Sosok pria yang dimataku lebih cantik dari pada aku yang seorang wanita. Kenyataan dia seorang gangster yang ceria dan memiliki wajah cantik itu membuatku tertawa bahagia karena langsung bisa mengingat wajahnya.

Kalau dibilang tidak ada wanita yang memaafkan jika pasangan berselingkuh itu 100% bohong. Temanku banyak yang memaafkan pasangan berselingkuh karena terlalu cinta walau mereka sempat berkelahi lalu balikan lagi. Berbeda denganku. Aku belum mengerti cinta itu seperti apa. Sangat terlambat untuk usiaku yang sudah segini.
“kau mau meninggalkanku, Chae?”kata yoon Jae padaku dengan wajah sedih dan sedikit memelas.
“ya. Tentu saja.”kataku yakin.
“ayolah, kami hanya makan bersama tidak untuk balikan.”
“ah, ayolah! Kalian tidak hanya berpegangan tangan. Tinggalkan aku dan kembalilah dengannya.”kataku dan meninggalkannya. Aku tidak mencintainya. Itu benar! Hanya saja memeberikan sesuatu untuk orang lain. Air mataku jatuh begitu saja bersamaan dengan air hujan yang membasahi bumi. Hujan cukup deras, setidaknya orang tidak melihatku menangis. Lalu seseorang berhenti di dapanku dan memberikan payung hanya saja aku tidak mengenali pria itu karena sebagian wajahnya tertutupi jaket miliknya.
Siapa yang mengira bahwa aku malah mengenal cinta dari pria yang tidak disangka. Pria yang aku kira tidak akan bertemu dengannya lagi. Dia begitu polos dimataku. Orang mungkin menentang hubungan kami tapi, kami saling membutuhkan. Karena cinta aku ingin mengeluarkannya dari dunianya. Apakah ini akan berhasil?

Jiyong Pov
Dia. Gadis indah yang selama ini aku perhatikan seperti biasa tersenyum saat dia baru saja keluar dari rumahnya. Dia memang yeoja yang ceria. Aku sudah menyukainya 4 tahun lalu dan sudah beberapa bulan ini aku menjadi pemuja rahasia yang mengikutinya kemanapun dia berada hingga dia aman di rumahnya. Dia yeoja mandiri dan baik. Sikapnya yang sopan dan ramah itu membuatku semakin menyukainya. Empat tahun lalu kami bertemu di tempat home industri untuk membuat kerajianan tangan. Saat itu aku adalah tahanan anak-anak karena perkelahiankku. Aku diajarkan banyak dengannya. Tidak hanya tentang kerajinan tangan yang menjadi keahliannya tapi, juga semua yang berkaitan dengan hidup. Dia benar-benar matahariku. Dia mungkin hanya yeoja biasa yang berpenapilan biasa tetapi, dia berbeda dimataku. Dia sungguh special mataku. Dia tidak pernah menilai orang dari latar belakangnya, dia mau berbicara denganku dan teman-teman tahanan yang lain, dia tidak menatap kami dengan tatapan hina dan dia tidak memperlakukanku bereda dengan teman-temannya yang lain. Walau aku tahu teman-temannya selalu marah jika aku mencoba berbicara dengannya. Tapi sialnya aku tidak bisa berpimatan saat aku akan keluar arena aku tidak menyangka akan keluar karena jaminan. Dan di saat aku bebas aku tidak mampu menunjukan mukaku padanya karena aku gangster. Beberapa bulan ini aku sudah menduduki posisi yang tinggi sehingga aku bisa mengawasi matahariku. Aku hanya bisa melakukan hal-hal kecil seperti membantunya menyebrang jalan, memberikan payung saat hujan, memjaganya saat dia pulang dan membayar sedikit kue beras langganannya. Ingin aku membayar kue berasnya secara penuh tapi, itu akan membuatnya curiga. Dia hanya tahu bahwa kue berasnya di berikan potongan harga karena dia pelanggan tetap.
Aku mencintainya. Sangat mudah untuk mencintainya. Tapi, sampai sekarang tidak bisa aku ungkapkan. Aku terlalu pengecut dan semakin pengecut saat melihatnya dengan pria yang lebih baik dariku. Mungkin aku memiliki cinta tulus yang dalam karena bertahun-tahun mencintainya tapi, pria itu tidak pernah dipenjara, dia berpendidikan dan bukan gangster sepertiku. Terlalu banyak kekuranganku dan semakin bersinarlahlah dia, gadisku.

Hari ini dia pulang dari kampusnya sedikit lebih terlambat dari pada biasanya. Dia mampir untuk makan bersama teman-temannya di restoran dekat kampus. Lalu dia keluar dari restoran itu seorang diri. Dia sudah memasang earmuff di telinganya karena sekarang musim dingin. Salju satu persatu jatuh di tubuhnya. Dia tersenyum dan sesekali terlihat bergumam sesuatu yang tidak aku dengar. Dia berjalan dengan santai tapi, dia berhenti secara tiba-tiba. Apa aku ketahuan? Tidak mungkin aku ketahuan. Aku sangat baik dalam bersembunyi dan menjaga jarak. Dia terduduk sambil memegang perutnya. Aku panik. Sebenarnya apa yang terjadi? Tapi, aku tetap harus bersembunyi. Dia mencoba berdiri dengan hati-hati namun dia kembali berjongkok sambil memegang perutnya. Aku segera berlari kearahnya, dia membutuhkannku.
“kau kenapa, Chaerin?”tanyaku panik sambil mencoba membuatnya berdiri. Dia memegang tanganku sangat erat.
“kena kau, Kwon Jiyong.”katanya sambil tersenyum lebar. Aku tertipu.
Ternyata dia sudah tahu keberadaanku. Tapi, dia tidak tahu siapa. Katanya aku sudah sangat hebat bersembunyi tapi, dia bisa mengenaliku dari jaket tebalku yang tidak berganti-ganti. Jaketku ini jaket favoritku jadi aku membelinya tiga buah, jika aku ganti maka juga tidak tahu bahwa itu baru saja keluar dari binatu. Dia bilang juga mengenali aku dari kaca toko yang kebetulan memperlihatkan sosokku. Mengetahui aku yang mengikutinya dia hanya diam saja dan dia juga menyadari bahwa aku yang menyediakan payung untuknya beberapa bulan lalu untuknya. Gadisku memang cerdas.

------
“kau gila? Dia seorang yang berpendidikan, kepribadiannya juga baik dan ayahnya seorang polisi. Dia bisa saja dapatkan namja lebih baik darimu. Berhentilah! Kau hanya akan membuag waktumu. Kau tidak pantas untuknya.”kata Taeyang memberiku nasehat. Aku tahu. Tapi, aku benar gila karenanya. Aku ingin memilikinya. Aku mencintainya.
“aku mencintainya dan dia yang buat duniaku bersinar. Dia adalah alasanku untuk hidup di setiap perkelahian walau aku tahu bahkan dia tidak peduli padaku.”
“aku hanya bisa membantu sebisaku. Kau berhak bahagia juga, bro”kata Taeyang sambil meninju dadaku cukup keras.

Aku jadi semakin sering bertemu dengan Chaerin. Menjemputnya dan mengantarnya pulang menjadi suatu kebiasaan hidupku yang baru. Sesekali kami makan siang bersama. Walau orang menatapku dengan tatapan sinis Chaerin tetap tersenyum di sampingku.
Kami berjanji untuk makan Ice cream sebelum pulang karena itu kami berada disini sekarang. Di sebuah toko ice cream dengan 2 cup ice cream menemani kami mengobrol.
“.... aku menerima cintamu, Jiyong. Mari kita pacaran.”katanya dengan mata serius. Aku terdiam. Aku kaget aku tidak mengangka dia langsung menjawab pernyataan cintaku. Aku memang tidak menyatakan cintaku untuk berpacaran. Aku hanya mengatakan perasaanku saja padanya.
“aku. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku. Aku tidak berani untuk berpacaran denganmu.”kataku. Jujur saja perkataan Taeyang selalu ada dikepalaku.
“kenapa? Status sosial? Pendidikan? latar belakang?”kata Chaerin menanalisa.
“ya. Kau wanita baik-baik sedangkan aku. Kau tahu berapa buruknya aku.”kataku malu dengan statusku sendiri.
“kau mencintaiku?”kata Chaerin dan aku segera mengaguk mantap.
“kau bilang akan keluar dari dunia hitam. Aku ingat saat kau bilang ‘cukup satu menit untuk masuk ke dunia hitam’ dan aku ingin kau kembali ke dunia ini dunia yang lebih berwarna. Kuliahlah! Aku tahu sulitnya mencari uang, kau bisa gunakan gajimu untuk kuliah kan? Aku yakin juga kau bisa bersantai dan megngikutiku berarti posisimu cukup tinggi di ‘sana’.”kata Chaerin tak terbantahkan olehku. Dia sungguh dewasa dan cerdas. Sedangkan aku yang bodoh ini begitu terpesona olehnya.
“tiga tahun lagi aku akan lulus. Jika kau lulus kuliah berbersamaan denganku maka kita akan berpacaran. Tapi, jika tidak aku akan menikah dengan namja lain dan keluar negeri ini. Bagaimana?”kata Chaerin lagi. Dia berbicara dengan serius. Tapi, sulitku percaya.
“kau yakin?”tanyaku dan Chaerin menggaguk mantap.
“kuliah dalam tiga tahun? Itu tidak mudah”kataku protes.
“aku disampingmu. Itu tidak cukup?”kata Chaerin tersenyum manis. Mengodaku. Aku kalah. Aku lemah hanya karena senyumnya. Aku terlalu memujanya.

@tiga tahun kemudian.
“selamat atas kelulusanmu oppa!”kata Chaerin sambil memelukku.
“kau akan meninggalkanku?”tanyaku sedih.
“kenapa kau bilang seperti itu?”
“aku sudah tahu bahwa kau sudah lulus sejak tahun lalu dan kau sedang berkerja sekarang.”jawabku. Chaerin tertawa. Dia memegang kedua pipiku dan mendekatkan wajahku ke wajahnya.
“tidak sekarang. Perjanjiannya tiga tahun dan kau berhasil. Kita resmi pacaran, oppa.”kata Chaerin tersenyum lebar membuatku semakin bahagia. Dia berhasil menarikku ke dunianya yang lebih cerah. Sekarang aku bukan seorang gangster lagi. Chaerin membantuku membuat Cafe dan toko roti. Ya, aku sudah keluar dari dunia hitam itu beberapa bulan lalu tapi, sebelum keluar dari dunia itu aku menerima hukuman hingga gigi ku patah dan masuk rumah sakit selama beberapa minggu. Untung saja Chaerin menemaniku. Bukan untuk merawatku saja dia juga mengajarkanku agar kuliahku baik-baik saja. Ia, ini tidak mudah.

Sudah bertahun-tahun aku berpacaran dengan Chaerin tapi, yang paling sulit adalah meyakinkan orang tuanya. Appa Chaerin sedikit memperlakukanku dengan baik hanya saja orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, aku bisa mengerti.

Akhirnya appanya merestui pernikahan kami setelah aku memperkenalkan orang tuaku. Aku bukan anak yang tidak punya orang tua. Ayahku adalah politikus dan ibuku juga memiliki usaha sendiri. Keluargaku cukup berada hanya saja mereka tidak peduli denganku. Ya, memang ini sudahku rencanakan. Aku mengenalkan Chaerin pada orang tuaku terlebih dahulu dan meminta mereka mendatangi keluarga Chaerin. Ini permohonanku yang pertama pada orang tuaku setelah aku di penjara anak-anak dulu. Orang tuaku menjadi jurus terakhir agar appa Chaerin mensetujui kami. Aku tahu appanya menyukaiku hanya saja dengan kondisi seperti ini Chaerin bisa saja dapat namja lebih baik dariku. Aku sangat tahu kekuranganku.

@lima tahun kemudian
Kami memiliki anak laki-laki yang sekarang berumur 4 tahun dan anak perempuan yang berumur 2 tahun dan inilah kebohongan pertamaku pada anak-anakku. Mereka bertanya kenapa tubuhku ada gambarnya dan aku menjawab karena aku menyukai seni.
“ini digambar menggunakan apa, appa?”Tanya pangeran Kwon kami.
“cat.”jawabku sambil menyabuninya. Selagi Chaerin memasak sedangkan aku mandi bersama putra-putriku. Sebenarnya aku tidak benar-benar mandi bersama mereka. Hanya saja setiap aku memandikan mereka aku harus membuka bajuku agar tidak basah semua. Aku memang sering berbagi tugas merawat mereka dengan Chaerin. Aku tidak ingin kehilangan momen penting bersama keluargaku.
“pasti geli.”kata putri kecilku sambil menyentuh tattoo ku dengan jari kecilnya yang basah. Lalu, dia tertawa.
“ya. Tentu saja.”
“appa, aku juga ingin membuatnya.”kata anak sulungku.
“aku tidak yakin kau bisa menahan rasa gelinya, sayang.”kata Chaerin yang mendatangi kami dengan membawakan handuk untuk kami.
“sudah waktunya keluar. Omma sudah siapkan makan malamnya.”kata Charin sambil mengangkat putri kami dan mengeringkannya.
Aku sungguh merasa bersalah telah membohongi mereka. Tapi, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
“kau sungguh hebat, sayang.”kata Chaerin mengecup keningku.
“aku sedang mandi dan kau mengodaku?”godaku.
“aku hanya memujimu atas sikapmu pada anak-anak. Cepatlah keluar! Aku tidak ingin pangeranku sakit karena masuk angin.”kata Chaerin sambil mengecup bibir putra kami. Dan Chaerin pergi keluar dengan menggendong putri kami. Lalu, Chaerin meminta putra kami segera menyelesaikan mandinya.

Aku sudah pergi dari dunia itu tapi, tidak semudah itu. Sesekali teman-temanku datang mengganguku dan mengajakku kembali pada mereka. Aku sungguh ingin berubah, ingin hidup normal dengan keluarga kecilku yang sangat aku cintai. Tapi, tidak ada yang percaya dengan perubahanku. Mereka menilai aku akan kembali lagi menjadi manusia yang rendah seperti dulu. Sesekali polisi datang ingin menangkapku atas tuduhan palsu namun aku bisa lepas dari tuduhan. Karena aku benar-benar tidak bersalah. Bahkan orang tuaku masih mengaggapku berandalan. Namun, Chaerin selalu meyakinkanku, membantuku dan berada di sampingku. Dia membuatku benar-benar berubah. Aku hanyalah kepala keluarga yang berkerja sebagai pemilik Cafe dan toko roti. Chaerinlah yang luar biasa telah berhasil merubahku. Dia matahariku. Aku sangat beruntung mendapatkannya.
Hanya perlu satu detik untuk kedunia hitam. Tapi, perlu waktu seumur hidup untuk kembali ke dunia yang terdapat matahari dan pelangi. Karena itu jangan sesekali mencoba memasukinya.

END

FF one shoot ini terinspiransi dari temanku yang sampai sekarang masih mencari mataharinya. Ingin rasanya terus membantunya tapi, dia tidak bisa aku temui lagi. FF singkat yang semoga bisa mengajarkan kalian sesuatu. Setidaknya kalian bisa tahu bahwa tidak semua yang buruk itu buruk, banyak mereka yang butuh pertolongan untuk melihat bahwa didunia ini ada juga yang namanya pelangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar