CINTA 2 DIMENSI
Cast : Lee Chaerin
Kwon Ji yong
Genre : Romance
Rating: T
Length: vignette
Author: Kim Daisy
Summary : Cinta dua dimensi itu karena Chaerin yang sangat menyukai GD
sang idol. Walaupun judulnya mengarah cinta Chaerin ke GD tapi ceritanya
tentang cinta Jiyong kepada Chaerin. Seperti cinta segitiga hanya saja
sosok GD disini berada di “Dimensi” yang berbeda.
Yeoja berambut pirang keemasan berdiri temenung. Matanya yang indah serius menatap sosok di hadapannya.
“oppa, kau tampan sekali hari ini. Lihat kalung ini batunya sama dengan
tindikmu. Bukan maksudku menjadikan ini benda couple kita tapi, aku
menyukainya. Sebenarnya aku menyukai semua benda couple kita.”ucap yeoja
itu dengan tersenyum manis sambil malu-malu.
“GD oppa, kita sudah
berpacaran sangat lama, bolehkah aku menciummu?”ucap yeoja itu
malu-malu. Yeoja itu menutup matanya dan mulai mendekati wajah
dihadapannya.
“berhenti berimajinasi! Siapa pacarmu??”ucapku kesal. Jujur saja aku cemburu dengan sosok diposter raksasa itu.
“eh, Jiyong oppa”ucapnya kaget.
“aku kesini untuk mengambil bukuku yang kau pinjam. Besok aku akan
mengunakan buku itu untuk mengajar.”ucapku datar sambil berjalan ke
mejanya. Saat aku melihat bukuku yang dipinjamnya aku langsung
mengambilnya tanpa berkata apa-apa lagi dan keluar dari kamarnya.
Sedangkan Chaerin, yeoja yang asik berimajinasi tadi masih terdiam
terpaku. Kenapa aku sangat mencintai yeoja aneh itu ya??
Sudah
dua hari semenjak kejadian itu, Chaerin bahkan tak sekali pun meminta
maaf ataupun mengirimkanku pesan singkat. Ini menjengkelkan karena aku
benar-benar merindukannya. Tapi, haruskah aku yang meminta maaf padanya
(LAGI)?? Rasanya berat kalah dengan sosok idol yang di atas bumi di mata
kekasih sendiri dan aku harus minta maaf lagi karena rasa cemburu itu.
“JIYONG, OPPA!!”teriak seorang yeoja. Suara yang sangat familiar bagiku dan aku langsung menoleh ke arah suara itu.
“songie”ucapku pelan saat melihat sosok yeoja itu. Yeoja itu langsung
berlari ke arahku dengan semangat melupakan banyak orang yang melewati
koridor ini.
“kau disini?”tanyaku.
“heh, ne. oppa, aku lulus di
jurusan ini karena mengejarmu.”ucap yeoja itu sambil tersenyum lebar.
Dia adalah siswaku saat aku mengajarkan les privat. Aku saat itu aku
ingin menjadi dosen jadi aku harus terbiasa mengajar dan dia adalah
siswaku selama emat tahun terakhir.
“kau jangan berkata seperti itu nanti orang lain akan salah paham.”ucapku mencoba menasehatinya.
“biarakan saja. Lagian aku memang menyukaimu.”ucapnya percaya diri.
Otakku terasa kosong sementara, ini seperti pengukapan perasaan. Ku
gerakkan kepalaku kekanan, seakan gerakan itu dapat menepis pikiranku.
“ah, sudahlah. Maaf, aku terburu-buru aku ada kelas.”ucapku.
“bye! Oppa!”ucap yeoja itu dengan aegyo. Yeoja secantik itu
terang-terangan menyukaiku tentu saja itu dapat mengacaukan pikiranku
hanya saja aku tetap akan mencintai Chaerin, kekasihku walau aku
sekarang tidak terlalu yakin apakah dia mencintaiku atau tidak.
Ini hari ketiga tapi, Chaerin sama sekali tidak ada mengkontakku.
“hyung!”ucap Seungri saat melemparkan bola basket padaku. Aku dengan
sigap menangkap bolanya, mendriblenya beberapa kali dan memasukannya ke
ring. Dan bola pun masuk. Sang kapten memberi isyarat karena permainan
berakhir. Aku membuka kaosku berjalan menuju tempat aku meletakkan
peralatanku.
“KYAAA… Kyaa…. Jiyong oppa!!!”para yeoja bersorak heboh saat aku lewat di depan mereka.
“kau cukup popular oppa?!”ucap yeoja cantik yang tiba-tiba di depanku
sambil meleparkan handuk dan saat aku tangkap handuk kecil itu menutupi
perutku.
“Chaerin, kau cemburu?”ucapku tersenyum saat melihat
wajahnya yang terlihat kesal. Aku mendekatinya menjadikan jarak kami
hanya beberapa senti.
“maafkan aku atas kejadian kemarin. Itu hanya karena cemburu tapi, aku rasa sekarang kita satu sama.”ucapku tersenyum lembut.
“….”
“kau tak bisa berbicara apa-apa sekarang. Aku senang karena aku rasa
dimatamu aku membuatmu bergetar.”ucapku sambil menatapnya. Bola matanya
menjadi kosong. Kekeke.. dia sedang malu.
Aku melangkah beberapa langkah melewatinya dan dia langsung menarik pergelangan tangan kananku.
“oppa, jika kau melakukan ini karena ingin membuatku cemburu, kau
berhasil. Tapi, aku mohon jangan lakukan ini lagi. Disini sakit.”ucapnya
sambil menunjuk hatinya. Matanya mulai berkaca-kaca. Dengan cepat aku
membuat dia di pelukanku. Inilah saatnya!
“tidak. Aku tak tahu akan
jadi seperti ini. Aku akan mencoba mengerti perasaanmu dank au juga
harus seperti itu. Aku tidak akan mengulanginya lagi dan aku ingin kau
mencopot poster itu untukku, apakah bisa?”ucapku lembut sambil mengelus
kepalanya. Bahuku terasa basah karena air mata Chaerin yang menetes.
“jika itu membuat kita seperti ini aku akan mencopotnya.”ucap Chaerin dengan isakan tangisnya.
“sekarang berhentilah menangis. Mahasiswaku menjadikan kita tontonan.”kataku.
Aku adalah dosen di universitas. Sedangan Chaerin kekasihku ini adalah
seorang wanita karir yang sukses. Sebenarnya dia tipe wanita yang tegas
dan bisa dibilang tangguh tapi, jika di rumahnya dan dihadapanku dia
seperti yeoja dibawah umur yang tergila-gila dengan idolnya. Dan
idolanya itu selalu jadi saingan tangguh untukku.
@keesokan harinya.
Dengan senyuman bahagia aku menyetir mobilku ke rumah Chaerin. Hari ini
aku membatalkan kelas pagiku dan berencana untuk mengajak Chaerin
kencan karena hari ini pun dia libur. Karena sudah sampai didepan
rumahnya aku memberhentikan mobilku. Aku tercengang karena melihat
Chaerin membawa benda besar yang berukuran dan berbentuk seperti
manusia. Saat aku sadar aku langsung keluar dari mobilku.
“apa itu?”tanyaku. Chaerin berbalik agar bisa melihatku.
“oh, ini duplikatnya GD. Kerenkan?”kata Chaerin dengan senyuman manis.
Dia terlihat bahagia, sangat bahagia. Tapi, aku tak menyukai hal itu.
DUKK!!! Aku langsung memukul bagian kepala “GD” dan membuat kepalanya jatuh kelantai karena patah.
“Jiyong oppa!”tegur Chaerin.
“aku marah karena dia memeluk gadisku.”kataku kesal dan berbalik pergi
meninggalkan Chaerin. Sampai kapan akan seperti ini? Aku tak tahan lagi!
GD dari dunia yang berbeda dengan kami karena dia adalah idol dan kami
hanya orang biasa. Tapi, cintanya Chaerin padanya seakan mereka berada
di dunia yang sama dan aku lah yang sendirian di dunia ini mengidamkan
cinta Chaerin berbeda dunia denganku.
Aku melajukan mobilku
tanpa sadar, fikiranku kacau saat ini. Ingin aku menghentikan mobil ini
tapi, seakan rasa kesalku bisa lepas dengan kecepatan mobil ini hingga
aku tetap menjalankan mobilku dengan kecepatan tinggi.
BRUUUuuk… aku
menabrakkan mobilku di pohon untuk menghindarkan orang yang menyebrang
jalan. Karena kecepatan mobilku terlalu tinggi jika aku menginjak rem
pun orang itu akan ketabrak. Tapi, syukurlah, orang itu selamat. Mataku
mulai gelap, mungkin inilah waktuku. Chaerin sungguh aku mencintaimu.
@Author Pov
“Jebal, oppa! Bangunlah! Bangun!”teriak Chaerin dengan isakan tangis.
“tenanglah agashi! Tulangnya hanya retak dibagian kaki dan itu bisa sembuh selama 4 bulan dia tak akan mati.”ucap dokter.
“TAPI, KENAPA SAMPAI SAAT INI DIA BELUM MEMBUKA MATANYA??”teriak Chaerin cemas.
“tidak ada tanda-tanda tuan Kwon mengalami koma, dia hanya istirahat.
Saya permisih dulu.”ucap Dokter dan berlalu pergi dengan suster.
“Kwon Jiyong! Kau bilang kau mencintaiku! Kau bilang aku milikmu dan kau
bertanggung jawab padaku. Jika kau pergi lalu aku bagaimana? Bangunlah,
aku mohon! Aku juga mencintaimu. Jika kau bangun aku akan menjadikanmu
nomor satu, tidak GD oppa lagi. Aku mohon.”ucap Chaerin sambil menangis
di lengan Jiyong dan mengengam tangan Jiyong dengan kuat seakan tak
ingin berpisah.
“kau janji?”kata Jiyong lemah tapi, cukup jelas.
Chaerin mengangkat kepalanya. Dia melihat wajah Jiyong yang masih
tertidur dengan damai.
“Jiyong oppa… aku salah.. kau jangan mengahantuiku.”rancu Chaerin sambil menangis ketakutan.
“khem. Aku masih hidup jika kau tepati janjimu itu.”ucap Jiyong.
Chaerin asik mengusap matanya karena air matanya tak kunjung berhenti
jadi dia tak melihat Jiyong.
“ya, aku janji.”ucap Chaerin masih menangis.
“sekarang buka matamu”ucap Jiyong lembut. Dengan perlahan Chaerin
mengmbuka matanya sambil menghapus air matanya yang membanjiri pipinya.
“oppa, kau hidup kembali.”kata Chaerin bahagia sambil memeluk Jiyong.
Jiyong hanya tersenyum melihat reaksi Chaerin yang mengemaskan. Ingin
dia tertawa tapi, jika dia tertawa maka Jiyong akan ketawan dan Jiyong
juga ingin melihat expresi Chaerin yang lucu ini berlama-lama.
@setahun kemudian.
Chaerin dan Jiyong sudah menikah bahkan Chaerin sekarang sedang
mengandung tiga bulan. Karena itu Jiyong yang bertugas membersihkan
rumah mereka.
“aku sudah membersihkan semuanya. Ini saatnya aku
membersikan kamar atas.”ucap Jiyong saat di depan pintu. Baru saja dia
membuka pintu dia menjadi mematung. Kamar itu penuh dengan benda-benda
GD. Bahkan papan tipis duplikat GD yang pernah aku patahkan kepalanya
kini tersambung seakan tak pernah patah bahkan ada tiga lagi papan yang
seperti ini dengan pose dan kostum berbeda-beda yang setinggi GD
aslinya. Papan ini seperti sosok manusia sungguhkan karena gambarnya
tercetak bagus. Di kamar ini juga ada mug, poster, baju dan
pernak-pernik GD yang terawat. Chaerin bilang dia sudah meninggalkan GD
ini di gudang orang tuanya. Kenapa masih disini?
Aku pun memilih
turun dan bertanya dengan Chaerin. Aku mencari Chaerin hampir di seluruh
ruangan tapi, aku tak menemukannya. Mungkin kini dia berada di kamar.
“Chaeri..”lidahku kelu saat melihat Chaerin mencium bibir GD, tidak itu
boneka berbentuk GD persis seperti papan yang aku pukul wajahnya itu
hanya saja gambar bibir GD dibantal ini manyum seakan dia membalas
ciuman istriku.
“ah, oppa! Tenanglah, ini permintaan bayi kita.”kata Chaerin sedikit cemas dan menyembunyikan boneka nya di punggungnya.
“bahkan kali ini pun aku tak terima!”kataku sambil meloncat dan memukul-mukul wajah “GD” yang kini tergeletak di kasur.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar