jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Sabtu, 27 Februari 2016

CINTA 2 DIMENSI

CINTA 2 DIMENSI

Cast : Lee Chaerin
Kwon Ji yong
Genre : Romance
Rating: T
Length: vignette
Author: Kim Daisy
Summary : Cinta dua dimensi itu karena Chaerin yang sangat menyukai GD sang idol. Walaupun judulnya mengarah cinta Chaerin ke GD tapi ceritanya tentang cinta Jiyong kepada Chaerin. Seperti cinta segitiga hanya saja sosok GD disini berada di “Dimensi” yang berbeda.

Yeoja berambut pirang keemasan berdiri temenung. Matanya yang indah serius menatap sosok di hadapannya.
“oppa, kau tampan sekali hari ini. Lihat kalung ini batunya sama dengan tindikmu. Bukan maksudku menjadikan ini benda couple kita tapi, aku menyukainya. Sebenarnya aku menyukai semua benda couple kita.”ucap yeoja itu dengan tersenyum manis sambil malu-malu.
“GD oppa, kita sudah berpacaran sangat lama, bolehkah aku menciummu?”ucap yeoja itu malu-malu. Yeoja itu menutup matanya dan mulai mendekati wajah dihadapannya.
“berhenti berimajinasi! Siapa pacarmu??”ucapku kesal. Jujur saja aku cemburu dengan sosok diposter raksasa itu.
“eh, Jiyong oppa”ucapnya kaget.
“aku kesini untuk mengambil bukuku yang kau pinjam. Besok aku akan mengunakan buku itu untuk mengajar.”ucapku datar sambil berjalan ke mejanya. Saat aku melihat bukuku yang dipinjamnya aku langsung mengambilnya tanpa berkata apa-apa lagi dan keluar dari kamarnya. Sedangkan Chaerin, yeoja yang asik berimajinasi tadi masih terdiam terpaku. Kenapa aku sangat mencintai yeoja aneh itu ya??

Sudah dua hari semenjak kejadian itu, Chaerin bahkan tak sekali pun meminta maaf ataupun mengirimkanku pesan singkat. Ini menjengkelkan karena aku benar-benar merindukannya. Tapi, haruskah aku yang meminta maaf padanya (LAGI)?? Rasanya berat kalah dengan sosok idol yang di atas bumi di mata kekasih sendiri dan aku harus minta maaf lagi karena rasa cemburu itu.
“JIYONG, OPPA!!”teriak seorang yeoja. Suara yang sangat familiar bagiku dan aku langsung menoleh ke arah suara itu.
“songie”ucapku pelan saat melihat sosok yeoja itu. Yeoja itu langsung berlari ke arahku dengan semangat melupakan banyak orang yang melewati koridor ini.
“kau disini?”tanyaku.
“heh, ne. oppa, aku lulus di jurusan ini karena mengejarmu.”ucap yeoja itu sambil tersenyum lebar. Dia adalah siswaku saat aku mengajarkan les privat. Aku saat itu aku ingin menjadi dosen jadi aku harus terbiasa mengajar dan dia adalah siswaku selama emat tahun terakhir.
“kau jangan berkata seperti itu nanti orang lain akan salah paham.”ucapku mencoba menasehatinya.
“biarakan saja. Lagian aku memang menyukaimu.”ucapnya percaya diri. Otakku terasa kosong sementara, ini seperti pengukapan perasaan. Ku gerakkan kepalaku kekanan, seakan gerakan itu dapat menepis pikiranku.
“ah, sudahlah. Maaf, aku terburu-buru aku ada kelas.”ucapku.
“bye! Oppa!”ucap yeoja itu dengan aegyo. Yeoja secantik itu terang-terangan menyukaiku tentu saja itu dapat mengacaukan pikiranku hanya saja aku tetap akan mencintai Chaerin, kekasihku walau aku sekarang tidak terlalu yakin apakah dia mencintaiku atau tidak.

Ini hari ketiga tapi, Chaerin sama sekali tidak ada mengkontakku.
“hyung!”ucap Seungri saat melemparkan bola basket padaku. Aku dengan sigap menangkap bolanya, mendriblenya beberapa kali dan memasukannya ke ring. Dan bola pun masuk. Sang kapten memberi isyarat karena permainan berakhir. Aku membuka kaosku berjalan menuju tempat aku meletakkan peralatanku.
“KYAAA… Kyaa…. Jiyong oppa!!!”para yeoja bersorak heboh saat aku lewat di depan mereka.
“kau cukup popular oppa?!”ucap yeoja cantik yang tiba-tiba di depanku sambil meleparkan handuk dan saat aku tangkap handuk kecil itu menutupi perutku.
“Chaerin, kau cemburu?”ucapku tersenyum saat melihat wajahnya yang terlihat kesal. Aku mendekatinya menjadikan jarak kami hanya beberapa senti.
“maafkan aku atas kejadian kemarin. Itu hanya karena cemburu tapi, aku rasa sekarang kita satu sama.”ucapku tersenyum lembut.
“….”
“kau tak bisa berbicara apa-apa sekarang. Aku senang karena aku rasa dimatamu aku membuatmu bergetar.”ucapku sambil menatapnya. Bola matanya menjadi kosong. Kekeke.. dia sedang malu.
Aku melangkah beberapa langkah melewatinya dan dia langsung menarik pergelangan tangan kananku.
“oppa, jika kau melakukan ini karena ingin membuatku cemburu, kau berhasil. Tapi, aku mohon jangan lakukan ini lagi. Disini sakit.”ucapnya sambil menunjuk hatinya. Matanya mulai berkaca-kaca. Dengan cepat aku membuat dia di pelukanku. Inilah saatnya!
“tidak. Aku tak tahu akan jadi seperti ini. Aku akan mencoba mengerti perasaanmu dank au juga harus seperti itu. Aku tidak akan mengulanginya lagi dan aku ingin kau mencopot poster itu untukku, apakah bisa?”ucapku lembut sambil mengelus kepalanya. Bahuku terasa basah karena air mata Chaerin yang menetes.
“jika itu membuat kita seperti ini aku akan mencopotnya.”ucap Chaerin dengan isakan tangisnya.
“sekarang berhentilah menangis. Mahasiswaku menjadikan kita tontonan.”kataku.
Aku adalah dosen di universitas. Sedangan Chaerin kekasihku ini adalah seorang wanita karir yang sukses. Sebenarnya dia tipe wanita yang tegas dan bisa dibilang tangguh tapi, jika di rumahnya dan dihadapanku dia seperti yeoja dibawah umur yang tergila-gila dengan idolnya. Dan idolanya itu selalu jadi saingan tangguh untukku.


@keesokan harinya.
Dengan senyuman bahagia aku menyetir mobilku ke rumah Chaerin. Hari ini aku membatalkan kelas pagiku dan berencana untuk mengajak Chaerin kencan karena hari ini pun dia libur. Karena sudah sampai didepan rumahnya aku memberhentikan mobilku. Aku tercengang karena melihat Chaerin membawa benda besar yang berukuran dan berbentuk seperti manusia. Saat aku sadar aku langsung keluar dari mobilku.
“apa itu?”tanyaku. Chaerin berbalik agar bisa melihatku.
“oh, ini duplikatnya GD. Kerenkan?”kata Chaerin dengan senyuman manis. Dia terlihat bahagia, sangat bahagia. Tapi, aku tak menyukai hal itu.
DUKK!!! Aku langsung memukul bagian kepala “GD” dan membuat kepalanya jatuh kelantai karena patah.
“Jiyong oppa!”tegur Chaerin.
“aku marah karena dia memeluk gadisku.”kataku kesal dan berbalik pergi meninggalkan Chaerin. Sampai kapan akan seperti ini? Aku tak tahan lagi! GD dari dunia yang berbeda dengan kami karena dia adalah idol dan kami hanya orang biasa. Tapi, cintanya Chaerin padanya seakan mereka berada di dunia yang sama dan aku lah yang sendirian di dunia ini mengidamkan cinta Chaerin berbeda dunia denganku.

Aku melajukan mobilku tanpa sadar, fikiranku kacau saat ini. Ingin aku menghentikan mobil ini tapi, seakan rasa kesalku bisa lepas dengan kecepatan mobil ini hingga aku tetap menjalankan mobilku dengan kecepatan tinggi.
BRUUUuuk… aku menabrakkan mobilku di pohon untuk menghindarkan orang yang menyebrang jalan. Karena kecepatan mobilku terlalu tinggi jika aku menginjak rem pun orang itu akan ketabrak. Tapi, syukurlah, orang itu selamat. Mataku mulai gelap, mungkin inilah waktuku. Chaerin sungguh aku mencintaimu.


@Author Pov
“Jebal, oppa! Bangunlah! Bangun!”teriak Chaerin dengan isakan tangis.
“tenanglah agashi! Tulangnya hanya retak dibagian kaki dan itu bisa sembuh selama 4 bulan dia tak akan mati.”ucap dokter.
“TAPI, KENAPA SAMPAI SAAT INI DIA BELUM MEMBUKA MATANYA??”teriak Chaerin cemas.
“tidak ada tanda-tanda tuan Kwon mengalami koma, dia hanya istirahat. Saya permisih dulu.”ucap Dokter dan berlalu pergi dengan suster.
“Kwon Jiyong! Kau bilang kau mencintaiku! Kau bilang aku milikmu dan kau bertanggung jawab padaku. Jika kau pergi lalu aku bagaimana? Bangunlah, aku mohon! Aku juga mencintaimu. Jika kau bangun aku akan menjadikanmu nomor satu, tidak GD oppa lagi. Aku mohon.”ucap Chaerin sambil menangis di lengan Jiyong dan mengengam tangan Jiyong dengan kuat seakan tak ingin berpisah.
“kau janji?”kata Jiyong lemah tapi, cukup jelas. Chaerin mengangkat kepalanya. Dia melihat wajah Jiyong yang masih tertidur dengan damai.
“Jiyong oppa… aku salah.. kau jangan mengahantuiku.”rancu Chaerin sambil menangis ketakutan.
“khem. Aku masih hidup jika kau tepati janjimu itu.”ucap Jiyong. Chaerin asik mengusap matanya karena air matanya tak kunjung berhenti jadi dia tak melihat Jiyong.
“ya, aku janji.”ucap Chaerin masih menangis.
“sekarang buka matamu”ucap Jiyong lembut. Dengan perlahan Chaerin mengmbuka matanya sambil menghapus air matanya yang membanjiri pipinya.
“oppa, kau hidup kembali.”kata Chaerin bahagia sambil memeluk Jiyong. Jiyong hanya tersenyum melihat reaksi Chaerin yang mengemaskan. Ingin dia tertawa tapi, jika dia tertawa maka Jiyong akan ketawan dan Jiyong juga ingin melihat expresi Chaerin yang lucu ini berlama-lama.


@setahun kemudian.
Chaerin dan Jiyong sudah menikah bahkan Chaerin sekarang sedang mengandung tiga bulan. Karena itu Jiyong yang bertugas membersihkan rumah mereka.
“aku sudah membersihkan semuanya. Ini saatnya aku membersikan kamar atas.”ucap Jiyong saat di depan pintu. Baru saja dia membuka pintu dia menjadi mematung. Kamar itu penuh dengan benda-benda GD. Bahkan papan tipis duplikat GD yang pernah aku patahkan kepalanya kini tersambung seakan tak pernah patah bahkan ada tiga lagi papan yang seperti ini dengan pose dan kostum berbeda-beda yang setinggi GD aslinya. Papan ini seperti sosok manusia sungguhkan karena gambarnya tercetak bagus. Di kamar ini juga ada mug, poster, baju dan pernak-pernik GD yang terawat. Chaerin bilang dia sudah meninggalkan GD ini di gudang orang tuanya. Kenapa masih disini?
Aku pun memilih turun dan bertanya dengan Chaerin. Aku mencari Chaerin hampir di seluruh ruangan tapi, aku tak menemukannya. Mungkin kini dia berada di kamar.
“Chaeri..”lidahku kelu saat melihat Chaerin mencium bibir GD, tidak itu boneka berbentuk GD persis seperti papan yang aku pukul wajahnya itu hanya saja gambar bibir GD dibantal ini manyum seakan dia membalas ciuman istriku.
“ah, oppa! Tenanglah, ini permintaan bayi kita.”kata Chaerin sedikit cemas dan menyembunyikan boneka nya di punggungnya.
“bahkan kali ini pun aku tak terima!”kataku sambil meloncat dan memukul-mukul wajah “GD” yang kini tergeletak di kasur.


END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar