jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Sabtu, 27 Februari 2016

FLY ME TO THE MOON (4-7 end)



FLY ME TO THE MOON (4-?)
Author: Kim Daisy
Cast: Chaerin a.k.a CL 2ne1 dan Kwon Ji Yong a.k.a GD BIG BANG.
Genre: Angst

@suasana rapat
Fikiranku tak fokus seakan kosong. Ahh, Lee Chaerin berhasil mengpora-porandakan pikiranku. Punya anak? Sudah berkeluarga? Lalu bagaiman mungkin dia merayakan natal seorang diri di hotel? Aah, aku tak habis pikir.
“baiklah, rapat kita tutup dan dilanjutkan besok pada jam yang sama.”kata salah satu karyawanku. Dengan lemas aku bangkit dari kursi berjalan menuju pintu untuk keluar dari ruang rapat.
Bruk! Seseorang menyenggol bahuku dengan cukup keras.
“hey, bro! kau kenapa? Masalah cinta? Ceritalah padaku seperti dulu”kata namja itu sambil tersenyum tulus. Aku menatap sekertarisku.
“dia teman kuliah anda, presdir. Sekarang perusahaannya berkerja sama dengan kita di bidang property. Maaf, presdir lupa beberpa memori ingatannya dimasa lalu.”jelas sekertarisku.
“benarkah? Aku kira dia tak menyapaku karena ingin professional.”Tanya namja itu binggung.

Akhirnya aku dan namja tadi bicara berdua di ruanganku. Kata sekertarisku namanya Taeyang.
“aku cukup terkejut dengan artikel itu karena setahuku kau cinta mati dengan Chaerin.” Kata Taeyang.
“siapa kau bilang?”tanyaku langsung.
“kau juga lupa? Lee Chaerin kau dulu berpacaran dengannya cukup lama. Kau tak ingat?”kata Taeyang binggung.
“kau tau dia? Kau punya fotonya?”kataku semangat. Aku rasa ini info penting. Mungkinkan Chaerin itu Chaerin yang aku kenal? Atau aku tertarik dengan Chaerin karena Chaerin dimasa laluku?
“tunggu sebentar! Kalau tidak salah aku masih punya foto kita saat bersama di universitas dulu.”kata Taeyang antusias sambil mengotak-atik ponselnya.
“ini dia!!”kata Taeyang berteriak senang. Taeyang menunjukan sebuah foto. Di foto itu aku merangkul Taeyang di kiriku dan Chaerin yang aku kenal dikananku di sebuah pesta. Sungguh aku tak ingat tentang foto ini.
“kau tidak berbohong?”tanyaku masih tak percaya.
“lihat foto yang lain.”katanya. ku geser layar ponsel Taeyang bertapa kagetnya aku melihat foto aku mencium Chaerin.
“ini Chaerin penulis itu?”tanyaku.
“ne, dulu kau begitu mencintainya dan proktektif padanya. Kau tak ingat?”
“kau tahu apa saja tentang kami.”
“ini aneh, dia yang terpenting selama ini kau melupakannya. Aku tak tahu banyak karena aku berada di luar negeri. Tapi, sekitar lima tahun lalu aku dengar kalian berpisah dan aku kira itu hanya lolucon.” Kata Taeyang binggung.
“Sekertaris Kang..”teriakku dan sekertaris Kang langsung muncul di balik pintu.
“Cari semua masa laluku 5 tahun lalu sebelum kecelakaan dan info tentang Lee Chaerin. Jangan sampai nenek tahu!”perintahku. Sekertaris menunduk kecil tanda dia menerima perintahku.
“kau! Kanapa kau tak mencoba menghubungiku? Atau menghubungi Chaerin?”tanyaku.
“aku mohon, berhenti menatapku seperti itu. Kau seakan ingin membunuhku.”kata Taeyang dengan wajah panik. Aku memalingkan wajahku dan mencoba mengontrol emosiku dengan bernafas perlahan.
“setelah aku pergi tanpa aku ketahui kalian berdua pindah tempat. Jejaring sosialmu tidak ada. Aku mencoba menghubungi Chaerin lewat akun sosialnya tapi, dia tak pernah menanggapiku seakan tidak mengenaliku lagi.”jelas Taeyang. Aku saja tak ingat punya akun social jika ingat pun aku pasti lupa passwordnya.
“ngomong-ngomong kenapa kau bisa seperti ini? Cerita kau mengemis cinta sangat mengejutkan bagiku, seperti membaca sebuah dongeng yang tidak tahu kebenarannya. Kau benar menyukainya?” Tanya Taeyang.
“bukankah kau teman dekatku, kenapa kau tak tahu?”
“heiii!! Kau bercandakan? Ayo, cerita!”kata Taeyang tersenyum mencoba agar aku berbicara.

@keesokan harinya
“anda berpacaran dengan nona Chaerin semenjak kalian kuliah. Beberapa orang mengatakan jika anda yang mengejar nona Chaerin. Setelah anda berpacaran dengan nona Chaerin anda menjaganya dengan sangat kuat, membuat peraturan-peraturan yang tidak masuk akal agar tidak ada yang mendekati nona Chaerin.”jelas sekertaris Kang. Aku memberikan isyarat agar dia berhenti sejenak.
“peraturan apa? Apa kau tahu?”tanyaku bingung. Kenapa dari cerita sekertaris Kang aku tergambar seperti orang yang gila?
“anda tak mengizinkan nona Chaerin mengerai rambutnya jika berpergian. Anda bahkan meminta nona Chaerin duduk dihadapannya jika kalian sedang makan. Anda melarang namja lain duduk di samping Chaerin. Anda melarang teman-teman namja anda untuk mengomong berdua saja dengan nona Chaerin. Anda…” kaliamat sekertaris Kang kembaliku potong. Kenapa aku bisa segila itu? Itu tak masuk akal!
“berhenti cerita tantang peraturan. Balik ke awal.”perintahku.
“setelah lulus nona Chaerin berkerja di sebuah kantor dan anda berkerja di sini. Nona Chaerin hanya karyawan biasa walau begitu anda memiliki kedudukan tinggi untuk menghargai nona Chaerin anda tidak pernah menonjolkan kekayaan anda. Tetapi anda sering memberikan nona Chaerin kejutan yang sederhana tapi membuat nona Chaerin berkesan.”
“kau tahu apa itu?”
“tidak, presdir. Aku bukan bayangan anda saat itu. Dan dulu sepertinya anda jauh lebih dewasa dibandingkan sekarang.” Jelas sekertaris Kang dengan polosnya membuatku kesal. Bayangan? Yah, sekarang aku memang meminta dia menjadi bayanganku agar dia mengetahui segalanya tentangku.
“lanjutkan!”kataku agar dia cepat melanjutkan penjelasannya.
“tapi kecelakan anda terjadi, anda melupakannya. Lalu anda meninggalkannya dan memecatnya dari tempat kerjanya karena perusahaan tempatnya berkerja masih di bawah naungan perusahaan kita.”
“aku sekejam itu? kau tahu alas an kami berpisah?”
“ya, presdir. Bahkan anda memecat sopir anda karena terlambat menjemput anda saat akan rapat. Tentang perpisahan kalian kata sekertaris anda yang dulu itu karena nenek anda tidak setuju.”
“ahh.. aku sudah yakin ini ada hubunganya dengan nenek. Hey! Kau jangan sejujur itu!”
“maaf, presdir.”
“Aah.. ya.. ya… aku ingat ada yeoja yang aku datangi setelah keluar dari rumah sakit. Aku meminta yeoja itu untuk menjauh dariku karena kata nenek yeoja itu selalu mengikutiku karena dia mencintai hartaku dan dia bertepuk sebelah tanggan karena aku tak pernah mempedulikannya. Tapi, yang memecatna bukan aku tapi, nenek. Aku tak ingat wajah maupun namanya tapi, hanya yeoja itu yang aku temui selain berurusan dengan bisnis. Mungkinkah yeoja itu Chaerin?”
“ya, itu mungkin saja presdir. Karena selama saya berkerja dengan anda saya belum pernah melihat nona Chaerin ini. tapi, presdir ada yang janggal”
“apa?”
“ada rumor mengatakan bahwa Chaerin memiliki anak setelah berpisah dari anda.”
“lalu apa masalahnya? Dia sudah menikah. Aku melihat anak dan suaminya.”kataku santai sambil mengambil berkasku seakan tak peduli. Aku benci mengingat hal itu.
“tidak, predir. Dia belum menikah.”
“mungkin dia mengadopsi anak?”kataku sambil menaruh dokumen ke mejaku kembali. Aku kembali tertarik dengan cerita sekertaris Kang. Sekertaris Kang memberikanku sebuah foto. Di foto itu terlihat Chaerin dengan perut besarnya kesebuah rumah sakit.
“jika diadopsi tidak mungkin perutnya seperti itu, presdir.”jelas sekertaris Kang. Anak siapa itu? Apakah anakku? Jika memang anakku tidak mungkin Chaerin dengan mudahnya melepaskanku?
“mungkin itu anak dengan namja lain, bukan aku.”elakku.
“presdir, apa kau bercanda? Dia melahirkan 7 bulan setelah berpisah dengan anda. Anda tidak pernah melepaskannya selama kalian masih pacaran dulu tidak mungkin dia hamil dengan namja lain.”
“yak! Kang Daesung, sekarang kau menyalahkanku ya?”kataku sedikit emosi karena sekertarisku seakan sedang menghakimiku.
“maaf, presdir bukan maksudku.” Katanya sambil menunduk.

TBC




FLY ME TO THE MOON (6-7)
Author: Kim Daisy
Cast: Chaerin a.k.a CL 2ne1 dan Kwon Ji Yong a.k.a GD BIG BANG.
Genre: Angst

 “aku tahu namja kemarin bukanlah suamimu, Chaerin!!”teriak Jiyong. Jiyong meraih ponselnya dari celananya dan langsung memecenet layar di ponselnya.
“hey, apa kau sibuk? o right! Aku akan meneraktirmu mala mini tapi, kau harus bercerita padaku, Taeyang.”

@malam
Disebuah Café kecil Jiyong telah meninggu Taeyang dari tadi.
“kau pelit sekali. Padahal aku sudah membawa semua alat tempur.”kata Taeyang yang baru datang dan menghampiri Jiyong dengan membawa sebuah tas ransel yang sepertinya sangat berat.
“kau mau mendaki gunung atau pindah rumah?”ledek Jiyong.
“kalau begitu semua ini aku buang saja.”balas Taeyang sambil melepaskan ranselnya dan seakan-akan ingin membuang tasnya.
“apa isinya?”
“semua kenangan tentangmu.”Kata Taeyang santai dan Jiyong dengan sigap memeluk tas itu dan berhasil merebutnya dari Taeyang. Taeyang duduk di kursi yang berhadapan dengan Jiyong.
“kau menemuinya? Apa katanya?”
“tak sengaja aku mengatakan Hunchae lalu dia berhenti dan memintaku mengingat semuanya. Kau tahu maksudnya Hunchae?”
“itu seperti kode. Kau tak pernah mengatakan arti sebenarnya tapi, kau selalu memanggil Chaerin dengan Hunchae.”
“kau tak pernah menanyakan artinya padaku dulu?”
“pernah.”jawab Taeyang sambil meminum kopi yang telah di pesan Jiyong sebelumnya.
“lalu aku bilang apa?”Tanya Jiyong semangat.
“mantra cinta.”jawab Taeyang santai.
‘sebegitunya aku mencintainya? Kenapa memalukan sekali?!”
“lalu, kapan kau akan menemuinya lagi?”
“aku belum tahu. Aku harap dia ingin menemuiku lagi.”
“apa dia bilang dia tak ingin menemuimu.”
“tidak, dia bilang lihat saja nanti bukan tidak mau menemuiku!”
“kalau begitu kesempatanku mendekatinya sekarang.”
“kau menyukainya?”
“Dulu dia kekasihmu jadi aku harus melepaskannya. Tapi, sekarang dia kan tidak punya hubungan denganmu lagi.”
“kau salah! Aku ini ayah dari anaknya.”
“tidak masalah bagiku. Tas itu sekarang jadi hartamu untuk menemukan ingatanmu kembali. Tapi, kau tak akan memaksanyakan?”
“yak, youngbae, kau pikir kau siapa?”
“kau ingat namaku?”Tanya Taeyang kaget karena youngbae adalah nama aslinya yang sudah lama dia sembunyikan.
“anni, aku mengetahuinya dari artikelmu beberapa hari lalu.”ucap Jiyong santai.
“aahh.. aku kira kau mengingatnya.”
“aah.. kepalaku sakit.”adu Jiyong kesakitan sambil memegang kepalanya.
“apa kau mengingat sesuatu?”Tanya Taeyang khawatir.
“eegh.. tidak. Seharusnya aku kesakitan dan mengingat sesuatu tetapi, tidak sama sekali.”kata Jiyong tanpa rasa bersalah.
“kau menyebalkan. Aku mencemaskanmu.”
“bukankah kau jadi musuhku sekarang?”
“tapi, kita tetap bertemankan?”
“Chaerin akan tetap jadi miliku. Tak mungkin dia mau bersamamu.”
“Chaerin bertahan denganmu karena keperibadian dan ketulusanmu bukan karena wajah dan hartamu. Melihat kau yang sekarang aku senang karena kemungkinan kau bersamanya itu sangat tidak mungkin.”kata Taeyang tersenyum. Pramuniaga pun datang menyajikan makanan.
“diam,kau! Sekarang makanlah. Aku tak ingin berdebat hal yang jelas milikku.”
“kau yang memulainya.”
“kau duluan yang mengibarkan bendera perang.”
“maaf, tuan. Kalian mengganggu tamu yang lain.”tegur pramuniaga dengan sopan. Mereka pun diam dan makan makanannya dengan elegant seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

~~~~~~~~
Setelah bangun Jiyong segera membuka tas yang diberikan Taeyang padanya. Ada beberapa DVD dan beberapa album foto yang memiliki catatan kaki dibawahnya.
“sebenarnya ini semua punya siapa? Kenapa begitu detail?”kata Jiyong sambil menatap satu persatu lembaran foto.

Kini Jiyong sudah mengenakan kemeja dan jas dengan rapi walau sekarang masih terlalu pagi untuk berangkat ke kantor. Jiyong memang sudah berencana untuk pergi lebih pagi agar bisa menemui namja yang bersama Chaerin saat dia datang ke tempat Chaerin untuk pertama kalinya. Masalah alamat rumah namja itu Jiyong dengan mudah mendapatkanya dan saat pertama kali mengetahuinya Jiyong sangat bersyukur bahwa namja itu tidak tinggal bersama dengan Chaerin. Tapi, Jiyong masih belum mengetahui hubungan Chaerin dan namja itu.
@rumah Seung Hyun
Jiyong telah di depan rumah Seung Hyun, rumah namja yang dia ketahui dekat dengan Chaerin. Baru saja Jiyong keluar dari mobil sport mewahnya pintu pagar pun terbuka. Namja tampan bernama Seung Hyun keluar dengan menggandeng seorang gadis kecil dengan tas ransel kecil berwarna pink dan botol minuman yang di gantungkan dilehernya.
“Chagia.. bisakah kau masuk dulu? Handphone appa tertinggal sepertinya?”kata namja itu tersenyum dengan anaknya.
“ne!!”kata gadis kecil itu semangat dan kembali masuk ke rumah tanpa curiga sedikit pun.
“ada apa kau kesini?”kata Seung Hyun setelah memastikan anaknya telah masuk ke rumah.
“kenapa anakku ada disini?”kata Jiyong langsung karena dia terkejut.
“siapa bilang dia anakmu? Dia anakku!”kata Seung Hyun santai tapi, tatapan matanya seakan mampu menusuk tubuh Jiyong.
“Chaerin memiliki seorang anak dan anaknya adalah anakku.”kata Jiyong menjelaskan tapi, kenapa ucapan yang dia yakini ini malah sekarang menjadi dia ragukan kebenarannya.
“dia memang anak Chaerin tapi, bukan anakmu.”kata Seung Hyun tersenyum. Tapi, senyuman itu senyuman cemeeh yang membuat Jiyong semakin sakit hati dan kesal melihat namja ini.
“sepertinya Chaerin belum menceritakanya padamu.”kata Seung Hyun lagi. Melihat ekpresi Jiyong yang seakan tertembak membuat Seung Hyun mengulas senyuman kembali.
“appa aku tak menemukannya?!”teriak gadis kecil itu dari balik pagar. Gadis kecil itu keluar dengan sedikit berkeringat. Sepertinya dia berlari untuk mencari Handphone appanya.
“oh, baiklah kita langsung kesekolahmu saja. Kau bisa terlambat kajja!”kata Seung Hyun tersenyum manis dengan peri kecilnya sedangkan jiyong masih terpaku.
“aah, aku rasa dia tak mau menemuimu. Kau bisa melakukan tes jika kau tak percaya. Tapi, tidak sekarang. Hubungi saja aku”kata Seung Hyun tersenyum puas.
“oh,, ahjushi itu..”kata gadis kecil berhenti saat melihat Jiyong yang masih diam.
“kajja”kata Seung Hyun pura-pura tak mengerti. Seung Hyun membukakan pintu mobilnya untuk gadis kecilnya itu dan mobilnya segera pergi meninggalkan Jiyong. Walau kata-kata Seung Hyun sangat sederhana tapi, mampu membuat Jiyong terlihat konyol seperti saat ini.

@keesokan harinya
Jiyong kembali membuka lembaran album foto tapi, dia belum menemukan petunjuk siapa yang memiliki foto ini dan ingatanya kembali. Dia hanya bisa mencoba mengingat dari catatan yang ada dibawah foto. Walau hanya catatan singkat tapi, Jiyong merasa itu sangat berarti.
“persdir kita a..”kata Daesung, sekertaris Jiyong terpotong karena Jiyong memberi isyarat bahwa dia tak ingin di ganggu saat ini. Daesung pun segera keluar dari ruangan Jiyong. Sebuah pazzel ingatan yang susunannya tak beraturan satu persatu Jiyong dengan tenang mulai menyusun pazzel ingatannya. Walau ada bagian-bagian pazzel ada yang hilang dia mencoba mengingat, mencoba mencari pazzel penting yang hilang.

Jiyong Pov
Aku tergesah-gesah keluar dari mobilku. Kakiku sedikit berlari menuju ruangan yang akhir-akhir ini jarang aku datangi. Saat langkah kaki pertamaku masuk keruangan itu aku bisa melihat nenek sedang duduk santai dengan album foto di pangkuannya.
“aah.. Jiyong. Kenapa kau disini? Bukankah ini jam kantor?”kata nenek saat melihatku. Aku hanya diam, tak berniat menjawab pertanyaannya.
“aku melihat fotomu saat kecil, kau sangat lucu saat itu. Apa kau ingin melihatnya juga?”kata nenek dengan senyuman lembut.
“izinkan aku kembali dengan Chaerin.”kataku langsung. Nenek terlihat terkejut. Bahkan aku bisa melihat tangannya gemeteran.
“kau..”kata nenek berhenti karena gugup.
“aku sudah mengingat semuanya. Aku sudah menemukan ingatanku kembali. Izinkan aku bersamanya!”kataku tegas.
“kau itu orang terkaya di negara ini kau tak bisa memilih pasanganmu sesukamu seperti kau membeli mobil-mobilmu itu.”kata nenek sambil menutup album foto dan meletakkan di meja.
“kau takut orang diperusahaan tidak mensetuji hubungan kami juga?”
“ne, karena dia tidak memiliki status sosial yang tinggi sepertimu?”
“bagaimana jika aku yang menanggalkan status sosialku ini?”kataku lantang. Nenek terdiam sejenak, aku yakin dia pasti terkejut.
“itu adalah warisan keluargamu, kau tak menghargainya?”kata nenek sedikit getar.
“aku menghargainya. Aku juga mencintai perusahaan ini. Tapi, jika itu memberatkanku untuk menemui cintaku buat apa? Aku ingat semuanya. Kau tau? Chaerin seorang diri merawat anakku. Kini aku tak bisa menyentuh anakku sendiri bahkan tak menyebutku dengan kata “appa” kau tau perasaanku??”kataku sedikit berapi-api. Panas menyelimuti hatiku.
“dia, anakku memanggilku dengan “ahjushi”.”kataku semakin keras.
“aku meminta izin nenek karena aku menghargaimu. Tapi, kau harus tau kau tak ada kewajiban untuk mengatur hidupku dan sebenarnya aku tak perlu meminta izinmu untuk kembali dengan Chaerin karena kau hanya nenek yang dibayar appaku untuk menjagaku, kau hanya seorang pengasuh. aku akan kembali dengan keluarga kecilku yang pernahku lupakan.”kataku dengan berani.
"Jiyong, kau tak bisa seperti itu! aku diminta appamu untuk mengurusmu. itu janjiku."
"tapi, bukan berarti kau harus mengurus percintaan dan perjodohanku kan? kau tak tidak hak atas itu. kau menghancurkan semuanya, keluarga kecilku. Aku menyayangi nenek walau pun dia bukan nenekku sendiri. Aku menyayagimu karena kau yang merawatku sejak kecil. Tapi, jika seperti ini dia sudah keteraluan. Aku tak menyangka ini nenek lah jadi penghalang besar kami padahal dulu nenek tak banyak bicara tentang Chaerin. Aku sangat mencintai Chaerin dan aku tak ingin melepaskan keluarga kecilku lagi."
“aku pergi”kataku saat nenek masih terlihat terkejut dengan ucapanku. Sebenarnya aku juga tak tega mengatakannya tapi, aku juga tak ingin nenek terlalu mengikatku.

Setelah aku sampai di rumah Chaerin aku segera mencoba membuka puntunya dengan menekan tobol angka-angka yang ada di pengaman rumahnya.
Biip.. pintu terbuka.
“siapa?!”teriak Chaerin dari dalam. Aku segera masuk kerumahnya. Sepertinya dia hidup dengan baik saat berpisah denganku.
“kau.. bagaimana bisa?”kata Chaerin yang kini ada di depanku dengan terkejut. Aku langsung melangkah mendekatinya. Membiarkan emosi menggontrol diriku. Tanpa sadar aku sudah menciumnya dan aku mendekapnya semakin erat.
“euggh..”elah Chaerin saat berhasil melepaskan dirinya dariku dan mundur beberapa langkah. Aku baru sadar Chaerin mengenakan kacamata, mengikat rambutnya berantakan, dan bajunya di tutupi celemek untuk masak membuatku tersenyum seakan dia adalah istri yang sedang menunggu aku, suaminya pulang.
“kenapa kau tersenyum?!”tanyanya panik.
“anni. Aku hanya sedang berfikir kau seorang istri yang sedang menunggu aku pulang.”kataku jujur.
“kau fikir kau siapa? Aku akan menelpon suamiku. Benar-benar suamiku yang asli.”katanya dan aku tahu itu hanya gertakan.
“aku sudah tahu kau berbohong. Aku tahu dia bukan suamimu, aku sudah menemuinya.”kataku mencoba meyakinkannya. Aku tahu Seung Hyun bukan suaminya karena mereka tinggal terpisah, jika pun mereka punya hubungan khusus aku tak peduli. Aku harus menjaga yang sangat berharga bagiku walau dulu pernah aku tinggalkan.
“kuncinya adalah tanggal dan bulan kita saat masih berkencan dan aku bisa mengetahui isi hatimu saat aku menciummu, kau masih mencintaiku.”kataku berjalan berlahan mendekati Chaerin. Chaerin berjalan mundur dan tanpa sengaja dia menjadi terjatuh ke sofanya. Aku tak ingin kehilangan kesempatan ini. Aku langsung memegang kedua tangannya, Chaerin terbaring di sofa dan dia masih sangat terkejut.
“aku sudah mengingat semuanya. Tanpa tertingal sedikit pun dan aku tahu aku memiliki seorang anak darimu”kataku. Chaerin terdiam.
“maafkan aku karena mengunakan cara ini untuk membuka mulutmu karena kau tak ingin mengatakannya dan menjelaskan padaku.”
“kau mengatakan aku hanya mengincar hartamu! Kau pikir aku sanggup untuk mendekat dan kembali di kehidupanmu? Aku ingin kau tetap melupakanku. Aku hanya mimpi burukmu yang hanya menyakitimu. Aku tak pernah berharap kau berada disisiku walau aku itu membuat aku bahagia, aku menahannya. Dan aku harap kita tak bertemu lagi, anggap aku hanya orang asing aku rasa itu lebih baik.”kata Chaerin. Matanya mulai berkaca-kaca dan nafasnya semakin berat. Ini menyakitkan baginya. Aku pun melepaskan tangannya dengan perlahan.
“Kau kira itu akan berjalan semudah itu? Kau kira itu yang terbaik? aku sudah mengingat semuanya. Kita bisa mulai kembali dari awal.”
“apakah kau tak sadar? Kau dan aku punya dunia yang sangat berbeda.”
“tidak ada duniaku atau duniamu. Kita sama bahkan kita memiliki seorang anak.”
“kita?? Anakku! Tak ada hubungannya denganmu”
“aku ayahnya?”
“siapa yang berbohong padamu? Anak yang bersamaku itu adalah anak kakakku yang paling tua, dia meninggal saat melahirkan anaknya sehingga anaknya aku yang rawat dan aku menjadi ommanya.”jelas Chaerin.
“anak kita??”tanyaku penasaran.
“maaf, aku tak bisa menyelamatkannya. Dia terpaksa pergi agar aku bisa hidup. Aku memang bukan omma yang baik.”kata Chaerin sambil mendukan kepalanya.
“maksudmu?”kataku kaget.
“saat dia berusia delapan dokter mengatakan bahwa dia mati dirahimku karena aku tak baik menjaganya. Jadi dia harus di cabut dari rahimku. Aku baik-baik saja”kata Chaerin sambil menghapus air matanya. Aku duduk menyentuh pipi Chaerin dan menghapus air matanya dengan lembut. Aku yakin ini sangat berat baginya.
“kau telah menderita sangat banyak karenaku, kau sudah terlalu banyak menangis karenaku. Sekarang saatnya kau kembali padaku mencoba hidup baru. Saat ini aku tak izinkan seorang pun menyakitimu karena aku sudah mengngat semuanya.”kataku dan aku mengecup kening Chaerin tapi, itu membuat Chaerin semakin menangis.

Saat matahari membangunkanku dengan cahayanya aku pun terbangun tapi, Chaerin masih terlelap di sampingku. Dia terlalu banyak menangis tadi malam. Aku bangkit dari kasurnya. Kamar Chaerin terlihat kosong. Hanya lemari dan meja yang terdapat leptop yang layarnya gelap, sepertinya dia lupa dengan leptopnya sehingga mati dengan kehabisan baterai.
“ommo!”kata Chaerin terkejut dan dia langsung terduduk.
“kau kenapa begitu hunchae? Tak ada terjadi apa-apa tadi malam lagian kenapa kau seperti itu menatapku? Aku tak perlu mengintipmu atau memaksamu membuka bajumu karena ingatanku sudah kembali aku masih ingat tubuhmu itu.”kataku dengan santai, aku memang ingin menggodanya. Chaerin langsung melemparku dengan bantal dan tepat mengenai wajahku. Dia turun dari kasur dan mengikat rambutnya berantakan.
“jaga ucapanmu! Pulanglah!”kata Chaerin dingin dia duduk di meja kerjanya dan menghidupkan leptopnya.
“pulang kemana? Ini rumah istriku.”jawabku seenaknya. Chaerin menatakup tajam. Chaerin yang menangis tadi malam sepertinya orang yang berbeda dengan yang sekarang.
“aku benarkan? Kau memiliki anak dariku dan sudah kewajibanku untuk menikahimu. Dan aku sama sekali tak keberatan.”kataku kini menyenderkan tubuhku di punggungnya.
“pernah”kata Chaerin memngoreksi.
“oh ya.. pernah. Lalu kenapa kita tak mencoba lagi?”kataku sambil tersenyum jahil.
“apa maksudmu?”kata Chaerin datar.
“kita gagal, kenapa kita tidak mencoba lagi? Ini ide yang bagus.”
“kau gila! Pergi sana!”kata Chaerin mengusir. Tiba-tiba ponselku berdering.
“sial aku lupa untuk berkerja! Aku pergi dulu, istriku”kataku sambil mengecup bibir Chaerin sekilas dan aku segera pergi dan mengangkat teleponku.

TBC
ini lebih panjang kan? hohoho.. maaf aku lagi asik bgt main game walau sebenarnya tinggal ngetik tapi, sungguh gak da keinginan ngetik krn main game. *BOW
part 7nya mungkin dalam minggu ini tergantung dengan banyak komentar karena aku masih binggung happy ending atau gak. hohoho.. *devil






FLY ME TO THE MOON (5-?)
Author: Kim Daisy
Cast: Chaerin a.k.a CL 2ne1 dan Kwon Ji Yong a.k.a GD BIG BANG.
Genre: Angst

 “jika diadopsi tidak mungkin perutnya seperti itu, presdir.”jelas sekertaris Kang. Anak siapa itu? Apakah anakku? Jika memang anakku tidak mungkin Chaerin dengan mudahnya melepaskanku?
“mungkin itu anak dengan namja lain, bukan aku.”elakku.
“presdir, apa kau bercanda? Dia melahirkan 7 bulan setelah berpisah dengan anda. Anda tidak pernah melepaskannya selama kalian masih pacaran dulu tidak mungkin dia hamil dengan namja lain.”
“yak! Kang Daesung, sekarang kau menyalahkanku ya?”kataku sedikit emosi karena sekertarisku seakan sedang menghakimiku.
“maaf, presdir bukan maksudku.” Katanya sambil menunduk.

---------------FLASH BACK-------
Author Pov

@lima tahun lalu, saat Jiyong meninggalkan Chaerin.
Jiyong dan Chaerin bicara diluar rumah Chaerin. Awalnya Chaerin mengira Jiyong telah mengingat semuanya tapi, ternyata tidak. Jiyong tak mengingatnya bahkan satu pun kenangan manis mereka saat bersama.
“sebaiknya kau berhenti mengejarku. Kau cantik, aku yakin banyak namja yang menyukaimu. Jadi, menjauhlah dariku.”ucap Jiyong dingin.
“apa kau tak menyukaiku?”ucap Chaerin. Dada Chaerin terasa sesak dan panas seakan ada api yang membakar hatinya.
“tidak. Untuk apa aku menyukai yeoja yang hanya mengejar hartaku.”ucap Jiyong dengan mudahnya karena dia tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Neneknya menipunya, mengarang cerita palsu tentang hubungan Jiyong dan Chaerin seakan-akan Chaerin yang selalu mengejar Jiyong karena hartanya.
“kau salah sangka! Kita adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Aku tak mengejar hartamu, oppa.”ucap Chaerin. Air matanya tak tertahan lagi, Chaerin menangis.Ingin dia meluruskan semuanya, menceritakan yang sebenarnya tapi, bibirnya kelu dan dipikirannya hanya bisa mengatakan kalimat singkat ini.
“nenekku tak mungkin berbohong padaku.”ucap Jiyong. Jiyong membalikan tubuhnya, mulai berjalan mendekati mobil. Dengan cepat Chaerin menarik tangan Jiyong.
“oppa, aku tak pernah haus dengan harta. Aku sungguh mencintaimu dengan tulus. Percayalah!”ucap Chaerin tulus sambil menangis.
“maafkan, aku. Tapi, aku harus menjauh darimu.”ucap Jiyong sambil melepaskan tangan Chaerin. Jiyong masuk kemobilnya dan pergi meninggalkan Chaerin yang masih terduduk lemas sambil menangis.
“kau kenapa, Chae?”suara unnie Chaerin dari belakangnya yang sebenarnya tak sengaja mendengarkan percakapan adiknya dengan Jiyong. Chaerin hanya diam seakan dia tek mendengar apa-apa
“kau menangis? Bangunlah, masuklah terlebih dahulu. Tidak enak jika dilihat orang.”ucap unnie Chaerin sambil memapah Chaerin untuk berdiri.
“aku tak menyangka akan semudah ini kami berpisah. Apa jadinya jika aku tanpanya”pikir Chaerin.
“kau tahu? Kau ini pintar tapi kenapa seperti ini? Seharusnya kau tahu, cinta itu adalah ilusi. Ilusi yang tercampur dengan mimpi indah yang mengubah pandangan kita pada dunia. Hanya saja sialnya ilusimu itu lebih cepat hilangnya. Kau tak perlu sedih kerena semua orang pasti dapat merasakannya.” Nasehat eonnieku saat membawaku masuk kembali kerumah. Tapi, tangisku semakin menjadi. Remas perutku, terasa sakit diseluruh tubuhku.
“kau jangan menjadikan ini beban. Setelah bayimu ini lahir aku dan suamiku yang akan menjaganya. Ingat kau harus menjaga bayi di janinmu dengan baik walau pun kau sekarang membenci ayahnya.”nasehat unnie Chaerin.
------FLASH BACK END------

Jiyong menunggu Chaerin di depan rumah Chaerin karena tidak ada tanggapan saat Jiyong menekan bel. Setelah beberapa lama Jiyong menunggu Chaerin pun terlihat dari kejauhan dengan menggandeng yeoja kecil yang di lihatnya beberapa hari lalu. Chaerin dan anak itu berjalan sambil bergandengan tangan sambil bernyanyi dengan gembira. Langkah Chaerin langsung berhenti saat melihat kehadiran Jiyong. Setelah melihat Jiyong dengan jelas Chaerin melanjutkan langkah kakinya karena Jiyong terlihat kedinginan menunggunya di luar.
“kau kenapa tidak menunggu di dalam mobilmu?”ucap Chaerin begitu saja saat jaraknya dengan Jiyong tidak begitu jauh.
“akan lebih romantis jika aku menunggu kekasihku dengan cara seperti ini.”jawab Jiyong dengan senyuman manis penuh percaya diri.
“kalau yang kau maksud aku? Sepertinya kau tak mengerti juga dengan situasi kemarin.”ucap Chaerin datar. Jiyong melihat anak kecil manis itu, mencoba melihat apakah ada bagian tubuh mana yang mirip dengannya. Tapi, gadis kecil itu langsung bersembunyi di belakang Chaerin.
“hey! kau membuat princess kecilku ketakutan. Aku rasa tak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Silahkan pulang.”kata Chaerin sambil melangkah pergi secara perlahan.
“Hunchae..”. Tubuh Chaerin langsung berbalik dan menatapku dengan wajah terkejut.
“kau mengingatnya?!!”kata Chaerin semangat dan berjalan kembali menghampiri Jiyong.
“apa? Sebenarnya apa yang aku ucapkan tadi? Apa artinya kata tadi?”Tanya Jiyong binggung.
“kau tak mengingatnya?”Tanya Chaerin seakan mengintrogasi.
“apakah ada artinya? Kata itu begitu saja terucap olehku.”jelas Jiyong yang kebingungan karena ucapannya sendiri.
“kalau begitu cari tahu sendiri.”kata Chaerin kembali membelakangi Jiyong.
“bagaimana caranya?”
“kau bisa saja membenturkan kembali kepalamu.”jawab Chaerin dengan santai.
“apakah dengan begitu kau akan bicara denganku lagi?”
“lihat saja nanti.”jawab Chaerin tak peduli. Chaerin masuk ke rumahnya.
“aku tahu namja kemarin bukanlah suamimu, Chaerin!!”teriak Jiyong. Jiyong meraih ponselnya dari celananya dan langsung memecenet layar di ponselnya.
“hey, apa kau sibuk? o right! Aku akan meneraktirmu malam ini tapi, kau harus bercerita padaku, Taeyang. Semua yang kau tahu”



TBC
hari ni aku posting 2x tp, pendek lagi. hehehe.. karena banyak yg komentar. hehehehe.. smpe jumpa minggu depan di part selanjutnya yg bakal aku jamin lebih panjang. kan yang sekarang jadi lebih yakin tu anaknya Chaerin n Jiyong kan. nah, apakah Chaerin dan Jiyong akan bersatu? apakah Jiyong akan ingat kembali? kenapa anak mereka memangil namja bersuara berat (TOP) itu dengan "APPA"? nantikan part selanjutnya.. bye~bye~
PS: komen yang rajin ya.. kalau gak banyak yang komen aku malas ngelanjutin dan jangan Happy dulu berharap bakal happy end karena aku biasa di kenal author sad ending. hahahaha.. *PinjemSenyumEvilDaesung









FLY ME TO THE MOON part 7 END
Author: Kim Daisy
Cast: Chaerin a.k.a CL 2ne1 dan Kwon Ji Yong a.k.a GD BIG BANG.
Genre: Angst

part 5: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=243156402533272&set=pb.163049320543981.-2207520000.1392620764.&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash3%2Ft1%2F1654213_243156402533272_435618063_n.jpg&size=197%2C256
part 6 : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=248523968663182&set=a.170737799775133.1073741847.163049320543981&type=1&relevant_count=1
AUTHOR POV
Di kantor Jiyong sibuk dengan kerjaannya dari menemui clien, meeting dan menandatangani dokumen yang harus di periksa terlebih dahulu. Sungguh membuat Jiyong kerepotan hingga dia bahkan tak sempat untuk melihat ponselnya.
“kenapa jadwalku padat sekali??”protes Jiyong.
“ini karena beberapa hari terakhir anda selalu menundanya, presdir.”kata Daesung takut-takut. Jiyong duduk di kursinya dengan malas sambil mengembuskan nafasnya seakan bisa menghilangkan rasa lelahnya.

@rumah Chaerin
Chaerin baru saja membuka pintu pagarnya tapi, dia terdiam karena terkejut dengan namja yang berdiri di hadapannya.
“Taeyang”gumam Chaerin kaget. Taeyang tersenyum sambil membawa buket bunga di tangannya.
Chaerin masih terlalu mencintai Jiyong bahkan selama ini pun dia belum bisa melupakannya. Mungkin Chaerin akan dikatakan yeoja bodoh karena tetap mencintai Jiyong yang telah meninggalkannya tapi, cinta yang tulus memang tak semudah itu dilupakan dan ditinggalkan. Mungkin dimata orang Jiyong itu namja bodoh, manja, kekanakkan dan hanya unggul di wajah dan kekayaannya tapi, menurut Chaerin Jiyong adalah namja yang pernah mencintainya dengan tulus, melindunginya dan sangat mencintainya. Ini bukan permainan logika atau pun perasaan tapi, ini adalah cinta yang tulus walau pun telah lama berakhir, telah sangat tersakiti tapi tetap masih tertanam dalam dihati. Walaupun Jiyong yang dulu dan sekarang sangat berbeda tapi, perasaan itu tak berubah bahkan tak goyah. Cinta yang seperti itu yang dirasakan Chaerin pada Jiyong tapi, Chaerin masih berusaha untuk pergi dari “dunia” Jiyong.

Keesokan harinya Taeyang datang lagi dan lagi-lagi Chaerin yang membuka pintunya. Kali ini sedikit berbeda karena Chaerin menyambut Taeyang dengan senyuman.
“kau terlihat cantik hari ini”puji Taeyang.
“gomawo”kata Chaerin sambil tersenyum.
“kajja kita berangkat.”kata Taeyang dan Taeyang sedikit berjalan lebih cepat untuk membukakan pintu mobilnya untuk Chaerin.

Hari ini Chaerin mengadakan acara tanda tangan untuk pembelian novelnya. Seperti biasa antrian pembacanya panjang. Chaerin memang penulis terkenal sekarang malahan menjadi penulis nomor satu untuk novel dan skrip Film ataupun drama. Chaerin di temani adiknya yang seorang editor, assistennya, Taeyang, Seung Hyun bersama anaknya dan beberapa kru penerbitan. Jiyong baru saja datang dan melihat Chaerin dari jarak jauh. Jiyong kaget karena dia juga menemukan Taeyang di sana.
“Taeyang akan menjadi sainganku?”pikr Jiyong kesal.
“kau disini?”suara berat menghampiri Jiyong.
“ahh, kau”kata Jiyong tak peduli saat melihat Seung Hyun mengendong anaknya.
“kau mau menghampiri Chaerin?”
“tidak, karena aku sedang sibuk sekarang. Melihatnya sebentar sudah cukup untukku hari ini”
“sepertinya tidak ada kemajuan.”
“tidak. Aku melangkah satu langkah”
“walau begitu jangan berharap untuk mendapatkannya kembali.”ucap Seung Hyun sambil menatap Jiyong dengan tatapan bertarung.
“kau bukan siapa-siapa.”kata Jiyong santai walau dia menyadari tatapan tajam Seung Hyun.
“dia omma anakku.”
“bukan omma kandungnya.”
“bagaimana jika aku menjadikannya omma sungguhan untuk anakku?”kata Seung Hyun sambil tersenyum cemeeh membuat Jiyong semakin kesal saja. Chaerin menatap ke arah mereka dia melampaikan tangan sambil tersenyum sontak kedua namja itu juga membalas hanya saja senyuman mereka lebih lebar.
“pabbo, dia tak melambai padamu!”kata Seung Hyun sedikit memaki.
“kau pikir Chaerin melambai padamu? Dia melambai pada anakmu.”kata Jiyong membalas. Sebenarnya Seung Hyun mengakui kebenarnya hanya saja dia tak terima. Sebenarnya tak ada cinta antara Seung Hyun dan Chaerin hanya saja Seung Hyun cuma mencoba menghalang Jiyong. Walaupun Chaerin sangat sayang dengan anaknya dan melihat Chaerin sebagai omma yang cocok untuk anaknya tapi, masih belum sanggup dan belum bisa mengganti istrinya (onnienya Chaerin) di hatinya.
“ah.. aku harus pergi”kata Jiyong.
“bagaimana dengan namja disana? Kau mengenalnya?”
“dia teman baikku tapi, aku tak tau apa maksudnya dia disini tanpa sepengetahuanku”
“selain aku sepertinya dia yang cocok berada di sisi Chaerin.”
“cih, kau bercanda kakak ipar”kata Jiyong kesal. Tapi, Seung Hyun hanya tersenyum lalu berjalan mendekati Chaerin yang duduk di standnya.
“dia sudah tahu?”kata Seung Hyun langsung saat jaraknya dengan Chaerin menipis.
“ne. Dia sudah ingat semua dan aku harus menjelaskannya”jelas Chaerin sambil memberikan tanda tangannya pada fans.
“cinta ini atau itu aku akan mencoba mengerti. Akhirnya kau akan memilih dia.”kata Seung Hyun sambil menatap Jiyong dan Taeyang yang sedang mengobrol.

@Jiyong Pov
Aku tak sengaja melangkahkan kakiku ke jalan gangnam. Hanya untuk menghilangkan penatku karena kerjaan dan frustasi ringan karena Chaerin sudah dua hari ini tak kunjung menjawab teleponku dan membalas pesanku. Tapi, kakiku berhenti saat tak sengaja aku melihat kaca sebuah Café. Apa aku bermimpi aku bahwa aku melihat Chaerin sedang berbicara dengan Taeyang dan mereka saling melempar senyum.
“kau ingin makan siang dulu, presdir? Oh, bukankah itu nona Chaerin?”kata Daesung kaget juga saat melihat Chaerin disini. Aku segera masuk ke Kafe itu dan menghampiri mereka.
“aku.. aku tak mungkin memarahimu Chaerin. Tapi, Taeyang kau benar-benar keteraluan.”kataku saat aku beriri di belakang Chaerin. Chaerin melihatku dengan binggung.
“kenapa? Kalian kaget kerena ketawan selingkuh?”kataku lagi.
“predir, semua orang melihat kita.”daesung mencoba menahanku. Taeyang dan Chaerin tertawa pelan membuat aku makin kesal.
“siapa yang selingkuh?”kata Chaerin datar.
“kau dan dia”kataku sambil menunjuk Taeyang.
“berhenti membuatku malu. Kau salah paham orang tua!”kata seorang gadis dibelakangku yang sedang marah. Gadis itu membawa sebuah pudding coklat di tangannya.
“siapa kau?”tanyaku.
“aku adik Chaerin unnie dan Taeyang oppa kekasihku. Jika salah paham ini sudah jelas kau boeh duduk disini tapi, jangan menggangu makan siangku.”kata gadis itu santai sambil duduk di sebalah Taeyang.
“kau adik Chaerin? Kau sedikit berbeda dari yang aku ingat.”gumamku.
“teknologi sudah canggih. Tolong tutup mulutmu.”kata gadis itu.
“ommo, mulutnya tajam sekali”gumamku dan Taeyang tertawa pelan.

@ruang rapat.
“mungkin Chaerin bukan yeoja kaya dan memiliki perusahaan. Berhentilah mengurusi masalah percintaanku”ucapku saat pemegang saham mendesakku.
“tapi, jika terjadi apa-apa malah membahayakan jika kita tak punya pegangan untuk tetap berdiri.”kata pemegang saham dan aku mengerti maksudnya itu.
“aku sudah di tolak dengan anak dari pemilik perusahaan. Apakah aku harus mencoba dengan anak dari pemilik perusahaan lainnya? Chaerin memulis buku terkenal sekarang. Karyanya sudah di terjemaahkan belasan negara dan dia juga penulis skrip film dan drama. Penghasilannya setengah dari penghasilanku. Kalian mau aku mengalah? Tidak bisa! Aku akan membuat kalian berfikir Chaerin adalah yeoja yang pantai mendampingiku.”kataku dan menutup rapat begitu saja. Aku berjalan keluar ruangan.
“presdir, apakah aku harus meminta suara mereka sekarang?”Tanya Daesung, sekertarisku dengan hati-hati. Jangan sekarang. Nanti saja, masih ada banyak waktu”ucapku sambil berjalan.

Baru saja aku duduk di kursiku beberapa menit, salah satu pemegang saham datang ke tempatku dengan sebuah Koran di tangannya.
“apa-apaan ini?”katanya dengan emosi padaku.
“anda sudah membacanya? Anda pasti tahu”jawabku santai.
“berhenti protes. Ini hidupku jangan bawa masalah jodoh pada perusahaan. Aku menikah dengan yeoja yang aku cintai bukan dengan perusahaan. Tenang saja. Lihat yang terjadi nanti. Silahkan keluar!”kataku santai tapi, aku sedikit lelah. Dan pemegang saham itu keluar dengan kesal.
Kemarin aku baru di wawancara dan aku mengatakan tunanganku adalah seorang penulis buku dan skrip. Aku tak menebutkan namanya tapi, aku yakin mereka bisa menebak itu Chaerin.
Aku memencet tombol di telepon genggamku.
“hey, tunanganku. Aku harap kau tak keluar rumah hari ini.”ucapku pada Chaerin yang terhubung lewat telepon.
“oh, ini kerjaanmu? Usir paparazzi itu di depan rumahku! Aku harus pergi.”kata Chaerin dengan nada panik.
“aku tak bisa mengusir mereka. Tapi, aku akan menyewa pengawal untuk menjagamu.”
“pengawal? kau kira aku tahanan rumah?”
“kau tunanganku. Mau tak mau hal ini pasti terjadi”
“siapa yang mau jadi tunanganmu??”teriak Chaerin dan mematikan telepon begitu saja.
“dia pemalu.”gumamku sambil tertawa.
“tapi, sepertinya bukan malu lebih tepatnya dia kesal denganmu.”kata Taeyang yang begitu saja ada di sofa di depanku.
“kau mengagetkan saja.”
“kau gila! Kau sudah mengatakan pada media kau memiliki tunangan tapi, kau baru membicarakannya pada pemegang saham lainya. Ckckck.. kau nekat.”
“kenapa kau disini?”
“kakak iparku, mengutusku untuk mencari peyebab wartawan di rumahnya ternyata kau sudah memberitaunya.”
“kau jangan bicara tidak sopan denganku. Aku juga akan menjadi kakak iparmu.”
“kau berbeda dengan Jiyong yang dulu. Kau pernah menyakitinya, kau kira semudah itu Chaerin memaafkanmu? Beberapa bulan lagi aku akan tunangan dan langsung menikah. Karena aku faktor besar yang membuatmu ingat kembali jadi, tolong berikan kado yang bersar sekali untuk tunangan dan pernikahanku”kata Taeyang sambil berjalan menuju pintu.
“sebenarnya itu semua punya siapa?”
“itu semua milikmu. Nenekmu mengirimkan ke Chaerin agar kau tak tahu tapi, Chaerin hanya menyimpannya di rumah lamanya dan kekasihku memberi tahu padaku lalu aku mengambilnya diam-diam. Kau harus tahu di keluarga Chaerin dan calon keluargaku tidak ada yang menyukaimu. Aku pergi.”kata Taeyang begitu saja. Kenapa dia jadi usil sekali??

Sudah satu minggu aku tak dapat menghubungi Chaerin. Bahkan sejak 3 hari ini dia menon aktifkan nomornya. Awalnya aku mengira Chaerin fokus menulis tapi..
“kau kenapa mencarinya? Onnie sudah pergi sejak tempat hari lalu.”kata adik Chaerin saat aku datang kerumahnya untuk menanyakan Chaerin.
“dia pergi kemana? Kapan? Kenapa dia pergi?”kataku penasaran dan aku mulai panik.
“aku tak tahu apa dia akan pulang atau tidak. Sebaiknya kau pergi saja.”kata adik Chaerin dan menutup pintu dengan keras.

@rumah Seung Hyun
“Chaerin, pergi untuk menenangkan pikiran. Sebaiknya kau jangan menggangunya sementara ini.”kata Seung Hyun sambil mengendong anaknya yang sedang tidur.
“kau tahu kemana dia pergi? Apa dia menghubungimu?”
“tidak, dia menghubungi anakku beberapa kali dengan telepon umum. Sebaiknya kau cari Chaerin sendiri. Karena aku tak mau membantumu lebih dari ini.”kata Seung Hyun pelan tapi, tegas.
“baiklah aku pulang.”kataku sambil melangkah pergi.
“Daesung.”kataku saat teleponku sudah tersambung dengan Daesung.
“hubungi siaran TV. Aku akan melakukan wawancara.”kataku.

Keesokan harinya seperti yang telah aku rencanakan aku ada di siaran talkshow.
“sepertinya bisnismu semakin meningkat semenjak kau mengumumkan telah bertunangan.”kata MC.
“ne, tunanganku adalah keberuntungan hidupku.”jawabku sambil tersenyum. Ini acara live dan aku harap Chaerin menonton ini.
“bisa ceritakan sedikit tentang dia?”Tanya MC.
“kami kenal sejak kami kuliah saat itu aku juga berpacaran dengannya. Aku berpacaran bertahun-tahun dengannya. Tapi, kami berpisah selama lima tahun ini dan akhirnya kami bersatu kembali.”
“tunggu, bukankah saat ini anda di tolak dengan anak pemilik perusahaan?!”
“ne, dan itu yang membuat aku bertemu kembali dengan tunanganku yang sekarang.”
“jadi ini cinta lama yang timbul kembali?”Tanya MC.
“ne”kataku malu.
“ini menarik sekali. Tapi, apakah kami boleh tahu tentang yeoja beruntung itu? Apa benar dia Chaerin penulis itu?”
“seperti yang aku bilang tadi. Chaerin, tunanganku keberuntunganku. Dia begitu sabar denganku. Aku sungguh beruntung memilikinya. Beberapa hari terakhir wartawan menghantui Chaerin hingga bermalam dirumahnya. Aku mohon pada wartawan untuk tidak seperti itu lagi. Chaerin adalah penulis walaupun kini dia juga tunanganku. Tapi, dia butuh ketenangan untuk menulis. Aku harap kalian mengerti. Karena reaksi dari wartawan yang menggangunya dia sekarang pergi dan kesal padaku.”
“oh, maafkan kami. Tapi, dimana dia sekarang?”Tanya MC.
“aku tidak tahu. Chaerin marah padaku karena aku mengatakan pertunangan kami di wawancara sebelumnya dan aku sudah seminggu ini tak bisa menghubunginya. Aku mau minta tolong jika menemukan Chaerin tunanganku harap menghubungi nomor ini. Aku benar-benar mencintainya dan aku minta maaf atas ini semua.”ucapku sambil menujukan nomor telepon.
“oh, sekitar berapa tahun dulu kalian berkencan?”
“6 tahun. Itu waktu yang singkat bagiku karena aku akan bersamanya hingga akhir hidupku.”
“ommo, kau romantic sekali.”
“tidak juga. Hanya untuk Chaerin.”kataku tersenyum malu.
“Chaerin-ssi segeralah pulang. Jiyong ssi mencarimu. Ahk,, ini seperti kisah Cinderella”

Seseorang menelponku dan mengatakan Chaerin sedang berada di cafenya dan menonton acara ini juga. Tapi, lokasinya di Nami.
“Daesung pesankan tiket ke Nami. Pilih yang paling cepat.”intruksiku pada Daesung.
“jika mengunakan kapal akan lama, presdir”jawab Daesung.
“kita punya hely kan?”kataku. Daesung langsung menelpon pilot untukku.

Aku sudah berada di Nami bersama Daesung. Kata karyawan Café (penelpon) Chaerin ada di taman tak jauh dari pelabuhan sehingga aku langsung menuju ke sana dan setelah sampai di taman atau lebih tepat aku sebut hutan karena di sini terdapat pohon-pohon tinggi si penelpon menungguku disana.
“ah,, presdir G Grub. Chaerinssi ada disana.”katanya saat aku baru saja turun dari mobil. Daesung langsung memberikan uang sebagai ucapan terima kasih pada penelpon itu sedangkan aku berjalan menuju tempat Chaerin.
“Chaerin, kenapa kau disini?”kataku saat aku berada 4 langkah menuju Chaerin yang berdiri mematung melihat pemandangan.
“kau kenapa disini?”
“aku yang bertanya lebih dulu”
“aku ingin tenang. Aku harus menulis tapi, karena kau ketenanganku hilang. Lalu kau?”
“aku mencarimu, aku ingin bertemu denganmu”
“kau licik sekali mengunakan media”
“aku mengawali dengan media sehingga aku harus mengakhirnya dengan media juga.”jawabku.
“kau akan pulangkan?”tanyaku.
“tidak ada hubungan denganmu”
“aku ingin segera menikah denganmu”
“Jiyong, ini sulit bagiku. Aku tak bisa menerimamu tapi, kau mengatakan pada semua orang aku bertunangan dengamu”Chaerin mulai marah.
“kau hanya perlu menerimaku. Menikah denganku karena aku tahu lima tahun ini pun kau tak bisa melupakanku.”
“kau tak mengerti. Kau yang sekarang bukan lagi Jiyong yang aku kenal dulu. Semua sudah berubah.”
“kalau begitu kau mau mengulang dari awal?”
“…”tak ada jawaban dari Chaerin.
“hey, kau Chaerin kan? Teman kuliahku. Maukah kau menikah denganku?”kataku dengan serius sambil memegang tangan Chaerin. Chaerin tertawa.
“mana ada baru kenal langsung mengajak menikah? Kau melakukan ini pada semua yeoja?”kata Chaerin tertawa.
“tidak hanya padamu.”kata ku sambil memeluk Chaerin dan mengecup bibirnya sekilas.
“Aku tahu ini terburu-buru tapi, kita telah menghabiskann banyak waktu. Aku tak ingin berpisah denganmu lagi.”ucapku tulus.

@talkshow
Chaerin kini berada di talkshow yang pernah Jiyong datangi untuk mencarinya.
“aku dengar Chaerinssi akan segara menikah dengan Jiyongssi pembisnis muda itu?”Tanya MC.
“oh, aku tak tahu kapan karena aku masih fokus untuk menulis.”
“sepertinya Jiyongssi harus bersabar karena dia mengatakan padaku dia sangat ingin menikah secepatnya denganmu. Tapi, apa itu benar?”kata MC.
“ne, tapi terlalu banyak yang harus kami persiapkan sehingga yah.. seperti itu”jawab Chaerin malu-malu sambil menutup wajahnya sesekali.
“Jiyong ssi mengatakan bahwa kau menghilang dan tidak saling kontak dengannya yang disiarkan live bulan lalu. Sebenarnya anda pergi kemana?”
“ahh.. aku kepulau Jeju, Nami dan daerah lainnya untuk menemangkan diri.”
“lalu, Jiyongssi menjemputmu?”
“ne, dia menjemputku karena informasi dari penduduk. Dia curang.”kata Chaerin tertawa ringan karena mengingat kejadian saat itu.
“lalu?”
“itu rahasia kami.”kata Chaerin tertawa pelan.
“kalian sungguh serasi. Tapi, ini ada kiriman dari fansmu. Katanya dia mengoleksi buku-bukumu.”
“apa itu?”Tanya Chaerin binggung. MC memintanya melihat ke layar LCD besar di belakangnya. Ada foto buku-buku karangan Chaerin dan foto buku dengan tanda tangannya. Lalu muncul foto saat Jiyong dan Chaerin masih pacaran saat kuliah. Chaerin menutup mulutnya tak percaya foto-foto yang disimpan rapi olehnya kini muncul di layar besar itu. Dan foto terakhir ada selembar kertas bertulisan “aku bilang ikat rambutmu. Aku tak ingin orang mengetahui kecantikanmu” dan Chaerin tahu betul siapa yang menuliskan itu.
“hunchae.. will you merry me!”ucap Jiyong di belakang Chaerin sambil memegang sepasang cincin duduk dengan satu kaki di lantai sekan berlutut. Chaerin terharu dan bahagia tapi, bibirnya belum bisa berkata-kata dan dia kini tak mampu mengatakan "tidak" pada Jiyong.

END
sebenarnya aku sangat-sangat ingin menulis anak itu anak mereka tapi, ada yang bilang FFku ini mirip "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck " aku tidak tahu kesamaannya karena belum nonton dan ada yang mengatakan mirip film Autumn's Concerto. Langsung aku beli itu film vaness dan di tonton. dan akhirnya ada bagian-bagian yang harus aku rubah agar tidak sama. walau aku bukan plagiat aku setelah tahu aku tak mungkin tidak merubahnya. Thks for INFI yang telah aktif komentar FF kami. jika banyak komentar aku posting FFku yang baru.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar