jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Minggu, 28 Februari 2016

LOST AND GIVE [BONUS PART]


LOST AND GIVE [BONUS PART]
.
.
.
.
.
Author: Kim Daisy

Cast: SkyDragon, Taeyang dan Soo Song

Rate : PG 17

Pict: ahelnyann (thks bgt cover kecenya)

Repost : Glen
***
“aku tahu kau lelah padaku. Kau jenuh padaku.”kataku saat suamiku, Jiyong baru keluar dari kamar mandi.

“aku sadar aku tidak memperhatikanmu karena Geum lebih membutuhkanku dan di saat kau lelah mengurus dua perusahaan kita aku malah tidak melayanimu dengan baik. Aku bukan istri yang baik.”kataku sambil menahan tangis.

“apa maksud Eomma Geum?”kata suamiku. Ya, dia tidak memanggilku lagi dengan Sweetheart seperti dulu. Setelah aku melahirkan Geum, putra kami yang usianya baru delapan bulan suamiku memanggilku dengan omma Geum atau Chaerin. Hubungan suami istri kami pun menurun karena kelelahan karena aku sibuk mengurus Geum dan suamiku mengurusi dua perusahaan milik kami. Aku tahu sibuknya suamiku tidak membuatnya tidak memperhatikan Geum. Dia perhatian pada Geum,sesekali suamikku menghabiskan waktu makan siangnya dengan bermain dengan Geum, dia selalu mengunjungi Geum di saat dia pulang kerja dan tidak jarang mengurusi Geum disaat aku tidak terbangun malam karena kelelahan. Hanya saja kami jarang memiliki waktu berdua, bahkan kami sulit untuk mengobrol.

“kau bosan padaku, Kwon Jiyong. Dan kau sudah menemukan penggantiku. Aku tahu aku bukan istri yang baik karena aku lalai memperhatikanmu setelah Geum lahir, tapi ketahuilah aku tetap mencintaimu.”

“tidak. Tidak ada yang mengantikanmu, tidak akan ada.”jawabnya mendekat. Aku mundur menolak disentuhnya, tapi suamiku terlalu gesit dan akhirnya berhasil mengurungku dalam peluknya.

“kau menerima teleponmmu dibelakangku dan kau tidak mau memberitahuku siapa yang meneleponmu malam-malam begitu, tengah malam ahjusshi!”kataku sedikit membentaknya. Emosiku buncah.

“Kau merahasiakannya dariku itu sama saja kau berbohong padaku. Kau sudah lama tidak memanggilku dengan panggilan ‘sweetheart’ dan aku menerima pesan darimu dengan panggilan Sweetheart dan pesan mesra siang ini. Sebaiknya kau berhati-hati mengirimkan pesan untuk selingkuhanmu, ahjusshi.”kataku geram dan amarah mengingat pesan yang siang tadi dikirimkannya.

Air mataku menetes, tapi ini bukan berarti aku lemah dan tidak bisa melawannya. Aku sudah bergantung sepenuhnya padanya selama ini, tapi bukan berarti aku kehilangan sifat tangguh dan mandiri yang aku miliki sebelum aku mengenalnya.

“oh, aku mohon jangan menangis. Ini melukaiku.”balasnya dengan menempelkan kedua telapak tanganya di pipiku membuatku menatapnya dan kedua ibu jarinya menghapus air mataku dengan lembut. Saat aku membuka mataku aku dibuatnya terkaget. Kwon Jiyong menangis.

“aku tidak berselingkuh. Sungguh. Telepon itu. Malam itu sekretaris Choi menelponku bahwa ada kecelakaan kecil di pembangunan proyek baru kita. Dia di Amerika sayang, dan saat itu disana masih siang kau tahu itu. Aku tidak mungkin mengatakan padamu, aku takut itu mengganggu tidurmu. Aku memikirkanmu. Tapi, aku sungguh menyesal karena itu membuatmu terluka.”jelasnya sambil menatapku dan dari tatapannya aku mengetahui dia tidak berbohong. Pernikahan ini membuat kami memiliki ikatan yang membuat kami lebih mengetahui satu sama lain seakan kami berada dalam satu tubuh yang sama.

“dan masalah pesan itu?”tanyaku dengan sedikit terisak karena tangisku mulai reda.

“itu memang untukmu, sweetheart. Aku merasa kita sedikit merenggang akhir-akhir ini, Sweetheart. Bukannya aku tidak ingin lagi memanggilmu dengan ‘sweetheart’, tapi sekarang kau bukan kekasihku lagi, kau menaiki dua tingkat lebih tinggi lagi karena menjadi eomma Geum anak kita, istriku. Aku sengaja mengirimkan pesan nakal itu karena aku mengingat dulu disaat kita baru menikah, dan aku merindukan masa itu.”jelasnya tersenyum salah tingkah.

“dan apa maksud kau mengirimkan pesan mesum itu padaku, ahjsushi?”

“aku merindukanku, Lee Chaerin istriku. Aku rindu disaat kita hanya berdua saja. Apakah kau memaafkan suami yang bodoh ini?”jawabnya sambil mengecup kedua mataku. Air mataku sudah menghilang, suamiku menatapku dengan tatapan lembut.

“ya, aku memaafkanmu. Aku mohon jangan seperti ini, kita sudah berjanji untuk saling terbuka. Tanpa ada rahasia lagi. Suka dukamu kau harus mengatakannya padaku, suamiku dan begitu juga sebaliknya. Aku tidak ingin kita saling salah paham.”kataku mengingatkannya.

“ayo, kita saling terbuka dari sekarang.”kata suamiku menggodaku sambil membuka kancing bajuku.

“oh, ahjusshi bukan terbuka yang ini yangku maksudkan.”kataku, tapi aku tidak menghentikan tangan-tangannya yang mulai nakal.

“kau menolakku, sweetheart?”katanya dengan nada sedih dan mencium leherku.

“tentu saja tidak.”

“jadi, kita berdamai?”

“ya.”

“ini akan jadi tanda perdamaian kita.”katanya sambil merayuku dengan ciuman-ciuam ringannya di wajahku.

“yah..”kataku pasrah. Aku sudah masuk di lubang godaannya yang sejak dulu sulit ku tolak.

“besok, aku sudah menyiapkan liburan kita lagi aku sudah menyiapkanya seminggu lalu. Hanya bertiga aku, uri Geum dan kau sweetheart di pulau pribadiku dulu. Kau setuju?”ucapnya terputus-putus karena sambil mengecup wajahku tiada henti. Tapi, tidak mencium bibirku.

“ya..”jawabku.

“Kalau begitu kita mulai dari sekarang.”katanya dan aku langsung berada di gendongan suamiku. Dia menjatuhkanku di kasur dengan lembut, mencium bibirku dan malam ini seperti malam-malam panas kami sebelum aku melahirkan Geum. Bukan Geum penyebab kami renggang. Bukan, tapi ini karena kami belum bisa menyusaikan perubahan yang terjadi dan besok adalah permulaan kami belajar untuk hidup bertiga dan memperbaiki hubungan kami yang sempat merenggang.

Aku mencintai keluarga kecilku dan aku tidak ingin kehilangan mereka. Ini tidak terlambat untuk belajar menjadi istri dan ibu yang baik. Dan aku akan berusaha lebih keras untuk melakukan yang terbaik.
.
.
.
.
.
FIX EENNDDD !!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar