jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Sabtu, 27 Februari 2016

ABOUT LOVE

ABOUT LOVE

Author: Kim Daesy
Cast: Chaerin a.k.a CL 2ne1 dan Kwon Ji Yong a.k.a GD BIG BANG.
Genre: Angst
pict: google

Seperti biasa aku berusaha menjauh dari setiap namja yang selalu mengajakku pulang bersama. Jika ada orang yang melihatku begini pasti mereka akan mengatakan aku ratu kampus ya, memang predikat itu sudah lama melekat padaku. Setiap harinya pasti ada saja namja yang menyatakan cinta padaku atau mengajakku berkencan. Walau mereka sudahku tolak berkali-kali pun mereka masih tak menyerah. Dan sayangnya hatiku tak pernah goyah karena sudah ada seorang namja yang ada di hati dan pikiranku.
Tiiiit... klakson mobil membuyarkan konsentrasi orang yang di sekitar mobil itu. Sebuah mobil mewah berwarna putih baru saja berhenti di dekatku. Tanpa aba-aba atau pamit aku segera berjalan pergi meninggalkan mereka menuju mobil putih dan masuk ke mobil. Aku mencium pipi namja yang duduk di bangku pengemudi.
“Jangan menyentuhku tanpa izinku!”kata namja itu kasar. Dia kekasihku, Kwon Jiyong. Aku sadar aku sudah gelap mata karena tidak meminta putus padanya meski dia kerap kali memperlakukanku dengan kasar seperti ini. Aku memang sangat dan sangat mengilai kekasihku ini. Hingga keburukkan dan kekurangannya pun tidak pernah aku lihat sebagai “nilai min” untuknya. Aku juga tahu, selama ini dia tak pernah mencintaiku tapi, aku tak peduli. Aku terlalu mencintainya.
“oppa, apa kau lapar? Kita pergi makan siang bagaimana?”tanyaku penuh harap dan memasang wajah semanis mungkin.
“aku tidak lapar”jawabnya dingin.
“tapi, aku sangat lapar, oppa. Kita makan ya?”kataku memelas dan memasang wajah super cuteku. Dia melihatku sekilas.
“kau mau makan di mana? Aku akan mengatarkanmu ke sana dan kau pulang naik taksi saja”katanya dengan nada datar.
“tidak perlu oppa. Aku makan di rumah saja”kataku. Sudah sering seperti ini dan aku tetap merasa kecewa padanya tapi, kenapa aku tak pernah bisa membencinya?
“bagus kalau begitu.”jawab Jiyong oppa tenang. Aku tahu dia bersikap cuek dan dingin begini bukan karena dia sedang mengemudi tapi, karena dia memang tidak pernah mencintaiku. Kapan dia bisa mencintaiku? Padahal hubungan kami bukan karena perjodohan. Kwon Jiyong, aku mohon cintailah aku!

Jiyong Pov
Chaerin melihatku berciuman mesra dengan yeoja lain. Saat aku tahu dia melihat kami, aku hanya diam saja membiarkan dia melihat ini semua. Tidak ada yang perluku tutupi, karena Chaerin sudah lama tahu aku mencintai yeoja yang sedang berciuman denganku saat ini dan tak pernah mencintainya. Dari tempatku ini sangat jelas aku melihat air matanya menetes tapi, dia bahkan tak perpindah atau pergi dari tempatnya. Dia terus melihatku hingga aku melepaskan ciumanku dari yeoja yang aku cintai.

Chaerin Pov
seharian aku habiskan waktuku untuk menangis, menagisi nasipku yang tak pernah di cintai Kwon Jiyong satu-satunya namja yang aku cintai. Ne, aku selalu mengalah, selalu terbuai olehnya, selau mencoba mengerti tentangnya dan melalukan semua yang dia katakan. Kini dia dengan tenangnya berciuman dengan seorang yeoja di depanku. Apakah tidak pernah sedikit pun dia peduli dan memikirkan perasaanku yang selama ini untuknya? Aku lelah, Kwon Jiyong. Sangat lelah.

Seperti biasa Jiyong oppa sudah datang menjemputku dan mengantarkanku ke kampus. Dia mematikan mesin mobilnya dan akan keluar dari mobil, bukan untuk membukakan pintu tapi, dia memang selalu begitu untuk melihat yeoja idamannya yang memang satu kamus denganku. Aku keluar dari mobilnya dan berjalan mendekatinya.
“oppa, kita berpisah saja!”kataku dengan usaha yang sangat besar. Rasanya aku bisa jatuh sekarang. Aku mengatakannya tapi sebenarnya, aku tak ingin berpisah dengannya. Itulah kebodohanku.
“kau ingin kita berpisah?”tanyanya tenang.
“ne, oppa.”kataku.
“kenapa?”
“aku, aku sudah memiliki namja lain.”kataku sekuat tenaga sambil menatap matanya.
“tidak, kau berbohong! Kau pasti berkata begitu karena kau melihat aku berciuman kan?”katanya dengan tersenyum tanpa rasa bersalah.
“kau tak akan mencintai namja lain, kecuali aku. Aku sangat tahu tentang itu.”katanya sambil memelukku. Jika kau tau tentang itu kenapa kau selalu menyakiti perasaanku? Kenapa kau tetap menunggu yeoja yang tidak jelas dan tidak memilih belajar mencintaiku? Tidak mungkin Jiyong oppa memelukku begini. Aku rasa yeoja impiannya pasti melihat kami makanya dia memelukku. Jiyong oppa melepaskan pelukannya dari tubuhku dan mencium keningku.
“jangan mengatakan akan berpisah lagi ya?”ucapnya lembut. Air mataku menetes. Apakah aku yang harus merasakan dicampakkan hingga akhir? Tidak pernahkah dia merasakan sakitnya mencintai jika berada di posisiku sekarang? Sampai kapan kau ingin menyiksaku, Kwon Jiyong?

Sudah dua minggu semenjak kejadian aku meminta putus dengannya dan selama dua minggu ini tidak ada perubahan sikapnya padaku. Aku memang bukan apa-apa di dalam hidupnya dan tidak ada arti penting baginya. Aku akan mencoba perlahan-lahan melepaskan diri darinya. Aku akan mencoba berjalan sendiri tanpamu, Kwon Jiyong.

Aku baru saja pulang dan masuki rumahku. Ponselku bergetar karena ada telepon masuk. Aku segera saja mengangkat telepon itu walau nomornya tidak aku kenal, mana tahu ini penting karena sudah empat hari Jiyong oppa tidak menjawab semua pesan dan teleponku.
“rumah sakit?”kataku kaget setelah mendengar jawaban dari telepon.

AUTHOR POV
Chaerin sudah di kamar tempat Jiyong di rawat. Jiyong mengalami kecelakaan mobil karena mabuk berat. Chaerin menangis karena takut kehilangan Jiyong yang luka parah.
“sebenarnya apa yang terjadi oppa? Kenapa kau seceroboh ini?”tanya Chaerin dengan isakan tangisnya. Tapi, seketika air mata Chaerin berhenti saat Jiyong menyebut nama seorang yeoja yang Chaerin tahu sejak dulu yeoja itu adalah yeoja impian Jiyong hingga Chaerin merasakan sakit ini semua.
“yeoja itu lagi! Oppa bisakah sedikit saja kau mengingatku?”kata Chaerin sedih. Kini hatinya sangat sakit, sangat sakit hingga ingin rasanya dia ingin mati. Tapi, lagi-lagi rasa cintanya terlalu besar untuk Jiyong.

Sudah berhari-hari Chaerin menghabiskan waktunya untuk merawat Jiyong karena orang tua Jiyong terlalu sibuk berkerja. Sekarang Jiyong memang belum sadarkan diri tapi, Chaerin harus ke kampus untuk mengurus tugas kuliahnya. Baru saja Chaerin sampai di depan pintu kamar Jiyong, Chaerin sudah mendengar suara Jiyong walau masih lemah.
“ne, itu suara Jiyong oppa!”kata Chaerin senang karena Jiyong telah sadar.
“aku senang kau sudah baikan. Aku menunggumu selama ini.”kata seorang yeoja. Chaerin penasaran dengan siapa Jiyong berbicara. Dibukanya pintu perlahan dan berjalan dengan penuh hati-hati. Suara yeoja yang didengarnya sangat tidak asing sehingga dia memilih tetap masuk secara diam-diam. Chaerin membatu saat melihat yeoja idaman kekasihnya sedang berciuman dengan kekasihnya. Seperti biasa Chaerin melihat mereka hingga akhir.
“terima kasih sudah merawatku, aku mencintaimu.”kata Jiyong lembut dan tersenyum manis.
“gwinchana, oppa!”kata yeoja itu membalas Jiyong dengan senyuman. Hati Chaerin sangat sakit dan sudah hancur seketika. Kini dia sudah meneteskan air mata dan keluar perlahan tanpa suara.
“gomawo, telah mencampakkanku oppa!”ucap Chaerin lirih. Saat di koridor rumah sakit Chaerin sempat terjatuh dan seorang perawat menolongnya tapi, Chaerin menepis tangan perawat itu. Kini tak ada alasan lagi untuk dia tetap di sisi Jiyong. Chaerin mencoba melepaskan dirinya dari namja yang sangat dia cintai.

“kesalahanku adalah mencintaimu. Kesalahanku adalah memintamu untuk belajar mencintaiku. Kesalahanku adalah mengemis agar kau melihatku. Aku salah memilihmu tapi, aku tak menyesal karena aku sangat mencintaimu”


END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar