ABOUT LOVE
Author: Kim Daesy
Cast: Chaerin a.k.a CL 2ne1 dan Kwon Ji Yong a.k.a GD BIG BANG.
Genre: Angst
pict: google
Seperti biasa aku berusaha menjauh dari setiap namja yang selalu
mengajakku pulang bersama. Jika ada orang yang melihatku begini pasti
mereka akan mengatakan aku ratu kampus ya, memang predikat itu sudah
lama melekat padaku. Setiap harinya pasti ada saja namja yang menyatakan
cinta padaku atau mengajakku berkencan. Walau mereka sudahku tolak
berkali-kali pun mereka masih tak menyerah. Dan sayangnya hatiku tak
pernah goyah karena sudah ada seorang namja yang ada di hati dan
pikiranku.
Tiiiit... klakson mobil membuyarkan konsentrasi orang
yang di sekitar mobil itu. Sebuah mobil mewah berwarna putih baru saja
berhenti di dekatku. Tanpa aba-aba atau pamit aku segera berjalan pergi
meninggalkan mereka menuju mobil putih dan masuk ke mobil. Aku mencium
pipi namja yang duduk di bangku pengemudi.
“Jangan menyentuhku tanpa
izinku!”kata namja itu kasar. Dia kekasihku, Kwon Jiyong. Aku sadar aku
sudah gelap mata karena tidak meminta putus padanya meski dia kerap
kali memperlakukanku dengan kasar seperti ini. Aku memang sangat dan
sangat mengilai kekasihku ini. Hingga keburukkan dan kekurangannya pun
tidak pernah aku lihat sebagai “nilai min” untuknya. Aku juga tahu,
selama ini dia tak pernah mencintaiku tapi, aku tak peduli. Aku terlalu
mencintainya.
“oppa, apa kau lapar? Kita pergi makan siang bagaimana?”tanyaku penuh harap dan memasang wajah semanis mungkin.
“aku tidak lapar”jawabnya dingin.
“tapi, aku sangat lapar, oppa. Kita makan ya?”kataku memelas dan memasang wajah super cuteku. Dia melihatku sekilas.
“kau mau makan di mana? Aku akan mengatarkanmu ke sana dan kau pulang naik taksi saja”katanya dengan nada datar.
“tidak perlu oppa. Aku makan di rumah saja”kataku. Sudah sering seperti
ini dan aku tetap merasa kecewa padanya tapi, kenapa aku tak pernah
bisa membencinya?
“bagus kalau begitu.”jawab Jiyong oppa tenang. Aku
tahu dia bersikap cuek dan dingin begini bukan karena dia sedang
mengemudi tapi, karena dia memang tidak pernah mencintaiku. Kapan dia
bisa mencintaiku? Padahal hubungan kami bukan karena perjodohan. Kwon
Jiyong, aku mohon cintailah aku!
Jiyong Pov
Chaerin
melihatku berciuman mesra dengan yeoja lain. Saat aku tahu dia melihat
kami, aku hanya diam saja membiarkan dia melihat ini semua. Tidak ada
yang perluku tutupi, karena Chaerin sudah lama tahu aku mencintai yeoja
yang sedang berciuman denganku saat ini dan tak pernah mencintainya.
Dari tempatku ini sangat jelas aku melihat air matanya menetes tapi, dia
bahkan tak perpindah atau pergi dari tempatnya. Dia terus melihatku
hingga aku melepaskan ciumanku dari yeoja yang aku cintai.
Chaerin Pov
seharian aku habiskan waktuku untuk menangis, menagisi nasipku yang tak
pernah di cintai Kwon Jiyong satu-satunya namja yang aku cintai. Ne,
aku selalu mengalah, selalu terbuai olehnya, selau mencoba mengerti
tentangnya dan melalukan semua yang dia katakan. Kini dia dengan
tenangnya berciuman dengan seorang yeoja di depanku. Apakah tidak pernah
sedikit pun dia peduli dan memikirkan perasaanku yang selama ini
untuknya? Aku lelah, Kwon Jiyong. Sangat lelah.
Seperti biasa
Jiyong oppa sudah datang menjemputku dan mengantarkanku ke kampus. Dia
mematikan mesin mobilnya dan akan keluar dari mobil, bukan untuk
membukakan pintu tapi, dia memang selalu begitu untuk melihat yeoja
idamannya yang memang satu kamus denganku. Aku keluar dari mobilnya dan
berjalan mendekatinya.
“oppa, kita berpisah saja!”kataku dengan
usaha yang sangat besar. Rasanya aku bisa jatuh sekarang. Aku
mengatakannya tapi sebenarnya, aku tak ingin berpisah dengannya. Itulah
kebodohanku.
“kau ingin kita berpisah?”tanyanya tenang.
“ne, oppa.”kataku.
“kenapa?”
“aku, aku sudah memiliki namja lain.”kataku sekuat tenaga sambil menatap matanya.
“tidak, kau berbohong! Kau pasti berkata begitu karena kau melihat aku
berciuman kan?”katanya dengan tersenyum tanpa rasa bersalah.
“kau
tak akan mencintai namja lain, kecuali aku. Aku sangat tahu tentang
itu.”katanya sambil memelukku. Jika kau tau tentang itu kenapa kau
selalu menyakiti perasaanku? Kenapa kau tetap menunggu yeoja yang tidak
jelas dan tidak memilih belajar mencintaiku? Tidak mungkin Jiyong oppa
memelukku begini. Aku rasa yeoja impiannya pasti melihat kami makanya
dia memelukku. Jiyong oppa melepaskan pelukannya dari tubuhku dan
mencium keningku.
“jangan mengatakan akan berpisah lagi ya?”ucapnya
lembut. Air mataku menetes. Apakah aku yang harus merasakan dicampakkan
hingga akhir? Tidak pernahkah dia merasakan sakitnya mencintai jika
berada di posisiku sekarang? Sampai kapan kau ingin menyiksaku, Kwon
Jiyong?
Sudah dua minggu semenjak kejadian aku meminta putus
dengannya dan selama dua minggu ini tidak ada perubahan sikapnya padaku.
Aku memang bukan apa-apa di dalam hidupnya dan tidak ada arti penting
baginya. Aku akan mencoba perlahan-lahan melepaskan diri darinya. Aku
akan mencoba berjalan sendiri tanpamu, Kwon Jiyong.
Aku baru
saja pulang dan masuki rumahku. Ponselku bergetar karena ada telepon
masuk. Aku segera saja mengangkat telepon itu walau nomornya tidak aku
kenal, mana tahu ini penting karena sudah empat hari Jiyong oppa tidak
menjawab semua pesan dan teleponku.
“rumah sakit?”kataku kaget setelah mendengar jawaban dari telepon.
AUTHOR POV
Chaerin sudah di kamar tempat Jiyong di rawat. Jiyong mengalami
kecelakaan mobil karena mabuk berat. Chaerin menangis karena takut
kehilangan Jiyong yang luka parah.
“sebenarnya apa yang terjadi
oppa? Kenapa kau seceroboh ini?”tanya Chaerin dengan isakan tangisnya.
Tapi, seketika air mata Chaerin berhenti saat Jiyong menyebut nama
seorang yeoja yang Chaerin tahu sejak dulu yeoja itu adalah yeoja impian
Jiyong hingga Chaerin merasakan sakit ini semua.
“yeoja itu lagi!
Oppa bisakah sedikit saja kau mengingatku?”kata Chaerin sedih. Kini
hatinya sangat sakit, sangat sakit hingga ingin rasanya dia ingin mati.
Tapi, lagi-lagi rasa cintanya terlalu besar untuk Jiyong.
Sudah
berhari-hari Chaerin menghabiskan waktunya untuk merawat Jiyong karena
orang tua Jiyong terlalu sibuk berkerja. Sekarang Jiyong memang belum
sadarkan diri tapi, Chaerin harus ke kampus untuk mengurus tugas
kuliahnya. Baru saja Chaerin sampai di depan pintu kamar Jiyong, Chaerin
sudah mendengar suara Jiyong walau masih lemah.
“ne, itu suara Jiyong oppa!”kata Chaerin senang karena Jiyong telah sadar.
“aku senang kau sudah baikan. Aku menunggumu selama ini.”kata seorang
yeoja. Chaerin penasaran dengan siapa Jiyong berbicara. Dibukanya pintu
perlahan dan berjalan dengan penuh hati-hati. Suara yeoja yang
didengarnya sangat tidak asing sehingga dia memilih tetap masuk secara
diam-diam. Chaerin membatu saat melihat yeoja idaman kekasihnya sedang
berciuman dengan kekasihnya. Seperti biasa Chaerin melihat mereka hingga
akhir.
“terima kasih sudah merawatku, aku mencintaimu.”kata Jiyong lembut dan tersenyum manis.
“gwinchana, oppa!”kata yeoja itu membalas Jiyong dengan senyuman. Hati
Chaerin sangat sakit dan sudah hancur seketika. Kini dia sudah
meneteskan air mata dan keluar perlahan tanpa suara.
“gomawo, telah
mencampakkanku oppa!”ucap Chaerin lirih. Saat di koridor rumah sakit
Chaerin sempat terjatuh dan seorang perawat menolongnya tapi, Chaerin
menepis tangan perawat itu. Kini tak ada alasan lagi untuk dia tetap di
sisi Jiyong. Chaerin mencoba melepaskan dirinya dari namja yang sangat
dia cintai.
“kesalahanku adalah mencintaimu. Kesalahanku adalah
memintamu untuk belajar mencintaiku. Kesalahanku adalah mengemis agar
kau melihatku. Aku salah memilihmu tapi, aku tak menyesal karena aku
sangat mencintaimu”
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar