jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 24 Februari 2016

Don’t say love me. If love not for me.







Don’t say love me. If love not for me.
Cast : Skydragon
Genre : hurt, angst
Author : Kim Daisy
Lenght : ficlet
Rate : adult

Senyuman manis itu. Senyuman yang selalu bisa membuat jantungku berdetak melebihi batas maximal dan kehilangan akal sehatku. Aku fikir cintaku terbalas. Aku fikir bunga mawar, perhatiannya, pelukan hangatnya, sentuhan lembut, tatapan matamu dan ciuman mesra itu adalah tanda bahwa kau telah membalas cintaku.
Tapi, ternyata aku salah. Aku menemukan selembar foto dirimu dan wanita itu, Jiyong oppa. Kau belum bisa melupakannya? Aku fikir kau sudah melupakannya oppa. Wanita yang meniggalkanmu hanya karena orang tuamu memberikannya sejumlah uang tapi, kau masih menyimpannya dan menangis karena merindukannya.
Ini kah balasan cintaku yang tulus untukmu? Cinta yang sudah tiga tahun ini ku rasakan, cinta yang sudah dua tahun ini kuberikan secara gamblang tapi, cinta ini bahkan tidak sanggup menyentuh hatimu.

Wanita bodoh? Mungkin itu kata yang pantas mendiskripsikan diriku. Diriku yang terlalu berharap bisa menghapus nama itu di hatimu. Diriku yang berharap mendapatkan cintamu. Diriku yang bertahun-tahun membuang waktu dan cintaku demi pria yang bahkan hanya menganggpku adiknya.

Adik. Hahaha.. adik?? Apakah seorang adik mendapatkan bunga mawar dari saudara laki-lakinya? Apakah seorang adik mendapatkan ciuman manis dari saudara laki-lakinya? Lolucon apa lagi yang akan kau katakan padaku? Dengan cara apa lagi kau akan menyakitiku? Apakah kau ingin aku berharap cinta semu milikmu seumur hidupku?

Tidak! Aku tidak mau! Aku ingin akhiri kisah sedihku ini. Aku tidak ingin anak ini merasakan cinta palsu darimu yang aku rasakan selama ini. ? Apakah kau ingin aku mati dulu agar kau menyadari kehadiran dan cintaku yang tulus untukmu?
Selamat tinggal cintaku! Selamat tinggal hidup yang menyakitkan! Akan aku akhiri hidup yang menyakitkan ini agar kau melihat apa yang namanya rasa sakit. Rasa sakit yang aku rasakan.

----------
Jiyong masuk ke dalam apartemennya. Apartemen yang biasanya sudah terang kini terlihat gelap tanpa lampu yang menyala. Dapur yang biasanya telah tersaji beraneka masakan Chaerin kini diatas meja makan terlihat kosong. Jiyong berfikir bahwa Chaerin berada didalam kamarnya karena hanya kamar yang menyala lampunya tapi, ternyata dia juga tidak menemukan Chaerin disana. Dan akhirnya Jiyong mencoba mencari Chaerin di kamar mandi. Kamar mandi tidak terkunci dan ada gemercik air dari shower yang menyala.

“Chae, apakah kau baru pulang juga?”Tanya Jiyong sambil duduk di kasurnya dan membuka dua kancing paling atas kemejanya.
Tapi, setelah menunggu beberapa lama tetap tidak ada jawaban. Hanya ada gemercik air shower tanpa terdengar kegiatan lainnya di kamar mandi. Karena penasaran Jiyong mencoba masuk ke kamar mandi.

“Chae”panggilnya tapi, Chaerin tidak menjawab. Jiyong membuka kamar mandinya. Shower menyala tapi, terlihat bahwa bayangan Chaerin sedang berendam di bathup dari tirai yang menutupinya.

“seharusnya kau matikan showernya. Kau membuat tagihan airku membengkak.”gerutu Jiyong tapi, tidak ada balasan yang biasanya Chaerin lakukan jika Jiyong protes masalah pembayaran air. Jiyong pun menjadi cemas. Dia berfikir Chaerin mungkin pingsan karena hobi berendamnya. Jiyong pun membuka tirai tersebut.

Bertapa kagetnya Jiyong melihat Chaerin tertidur di bathup dengan air berwarna merah pekat hingga merubah warna baju yang dikenakannya. Sebuah tullisan “Aku bawa anak kita kesurga. Teruskanlah mengenang cinta pertamamu yang tolol itu.” Di dinding berkeramik putih membuat Jiyong shock. Tulisan itu juga berwarna merah dan telah mengering. Jiyong melihat pergelangan tangan kiri Chaerin yang terdapat sayatan cukup dalam. Tubuh Jiyong menegang, air matanya mulai tumpah dengan gemetar dia mengecek nadi yang berada di leher Chaerin. Hasilnya. Jiyong tidak bisa menyelamatkan Chaerin. Jiyong tidak bisa menyelamatkan anak mereka. Bahkan Jiyong baru tahu bahwa Chaerin mengandung anaknya. Kini Jiyong hanya bisa menangis dan sesekali berteriak untuk melepaskan rasa sakitnya, penyeselannya dan kekecewaan pada dirinya sendiri.

Kematian Chaerin ini adalah pukulan keras untuknya. Apalagi melihat sendiri Chaerin meninggalkannya dengan cara yang tidak wajar dan Chaerin membawa anak mereka. Janin yang belum di ketahu Jiyong sebelumnya. Dan saat itu juga Jiyong berfikir mengakhiri hidupnya. Dengan langkah yang lemas dan tubuh gemetaran Jiyong berjalan ke lemari pakaian yang tidak jauh dari kamar mandinya. Jiyong mengambil sesuatu di dalam lemari tersebut dan meletakkannya tepat di hadapannya.

DORR!

The END

Hua.. sudah lama gak nulis angst dan hurt. Cinta itu memang membahagiakan tapi, juga bisa menyakitkan. Jangan mempermainkan perasaan orang yang mencintaimu karena nantinya kau akan menyesal! Love not easy, guys!

ps: no comment, no tag for next ff.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar