jangan lupa
Kamis, 30 Mei 2013
Senin, 27 Mei 2013
YOU AND I (songfic Park Bom - You and I)
"Tidak peduli apa yang terjadi
Bahkan ketika langit jatuh ke bawah
Aku akan berjanji
Bahwa aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi "
Aku dengan gaun pengantin dan buket bunga yang indah
di tanganku. 2 orang gadis kecil tersenyum gembira. Ya, aku sedang menikah
dengan pria yang kucintai dan sekarang dia di sampingku. Aku mendekatkan
wajahku padanya lalu kami berciuman. Aku sangat bahagia walaupun tidak ada tamu
yang datang. Aku sangat bahagia karena telah menikah denganya. Kami naik motor
vespa merah yang beakangnya terdapan hiasan kaleng. Sepanjang perjalanan aku
hanya tersenyum bahagia seperti orang bodo. Aku hanya ingin melampiasakan
kebahagiaanku. Kami melewati jalan yag di kelilingi pohon-pohon musim gugur,
sangat indah. Tapi, motor vespa yang kami naiki terangkat hingga ke langit.
Kami mencapai bulan dan langit dihiasi kembang api yang cantik.
Sial! Ternyata itu hanya mimpiku tapi, biarlah. Suatu hari itu pasti terjadi. :)
Sial! Ternyata itu hanya mimpiku tapi, biarlah. Suatu hari itu pasti terjadi. :)
Aku mengendari motor vespa merahku ke toko cake sambil membaca buku resep kue.
“Yang ini sepertinya enak.” Pikirku sambil menusuk-nusuk kue mengunakan garpu didalam buku. Aku melihat cup cake yang di pajang toko kue ini, sangat indah.
Aku kembali mengendarai vespa merahku. Aku berhenti
saat melihat sebuah toko yang memajang pohon natal kecil.
“Aku ingin menikmati natal bersamanya”.pikirku sambil berfikir untuk membuat kejutan natal untuknya. Aku berjalan ke gereja dengan gembira. Sedikit membuka pintu dan mengintip ke dalam kamar. Seorang pria tidur di sebuah kasur dengan mengenakan piama putih. Dia sedang menulis di sebuah buku aku melambaikan tanganku dan dia menyimpan bukunya di lemari seperti biasa. Lalu kami permain game balab mobil, Bergerak kiri dan kanan berbarengan. Aku ingin mengalahkanya sehingga aku sengaja menutup wajahnya dengan tangan kananku dan mengeser kakinya dengan kaki kananku. Sial! Walau aku berbuat curang tapi, dia tetap menang! Dia bersorak girang dan aku mendorong tubuhnya kesal. Kenapa dia tak mau mengalah denganku?
“Aku ingin menikmati natal bersamanya”.pikirku sambil berfikir untuk membuat kejutan natal untuknya. Aku berjalan ke gereja dengan gembira. Sedikit membuka pintu dan mengintip ke dalam kamar. Seorang pria tidur di sebuah kasur dengan mengenakan piama putih. Dia sedang menulis di sebuah buku aku melambaikan tanganku dan dia menyimpan bukunya di lemari seperti biasa. Lalu kami permain game balab mobil, Bergerak kiri dan kanan berbarengan. Aku ingin mengalahkanya sehingga aku sengaja menutup wajahnya dengan tangan kananku dan mengeser kakinya dengan kaki kananku. Sial! Walau aku berbuat curang tapi, dia tetap menang! Dia bersorak girang dan aku mendorong tubuhnya kesal. Kenapa dia tak mau mengalah denganku?
kami melihat gereja dari lantai 2. Dia duduk di
korsi roda dengan selimut biru yang aku kenakan di bahunya. Dia memegang
tanganku. Aku mendekatkan wajah kami saling tersenyum bahagia, berharap kami
bisa berada di depan altar menjadi pengantin.
aku
membuat kue dan ku kreasikan dengan indah. Cup cake yangku buatku hias dengan
warna warni seperti yang ada yang dibuku dan sebagus mungkin. Tidak menurutku
punyaku lebih cantik. Aku juga membuat kue tart bertuliskan “selamat natal”
dengan gula warna hijau.
Taraa!! Kue yang akan kuhadiahkan untuknya sudah jadi. Aku harap dia menyukainya. ^_^
Taraa!! Kue yang akan kuhadiahkan untuknya sudah jadi. Aku harap dia menyukainya. ^_^
AUTHOR POV
Seorang pria dengan kursi roda mulai putus asa
karena penyakit yang dideritanya. Dia berniat bunuh diri dengan jatuh dari anak
tangga yang tinggi. Dia mulai memundurkan kursi rodanya. Lalu di jalankannya
maju sekuat tenaga.
Bruk!!
Kursi rodanya jatuh melewati beberapa anak tangga sedangkan namja itu tertidur lemah di anak tangga paling atas. Dia tersenyum. Berfikir tidak seharusnya dia menyia-nyiakan hidupnya seperti ini.
Kursi rodanya jatuh melewati beberapa anak tangga sedangkan namja itu tertidur lemah di anak tangga paling atas. Dia tersenyum. Berfikir tidak seharusnya dia menyia-nyiakan hidupnya seperti ini.
Pria itu pergi kekamarnya melihat gadisnya tertidur
dikasurnya. Dia tersenyum melihat gadis itu tidur dengan nyenyaknya. Dia duduk
di sebuah kursi kayu di sisi kasur. Lalu memandangi gadis yang dia cintai
dengan senyuman bahagia. Namja itu mengambil sebuah buku yang biasa di simpan
di lemarinya dan mulai melukis gadis yang sedang tidur itu. Dia melukis dengan
serius hingga hasilnya hampir mirip dengan objek yang di lukisnya. Gadis itu
tersenyum dan namja itu menyelimuti tubuh gadis itu.
Gadis itu bermimpi dia, kekasihnya, pandeta dan
perawat sedang melihat ke kereta bayi dengan bahagia. Saat kereta bayi di buka
gadis itu pun terbangun dari tidurnya.
BOM POV
BOM POV
Aku bangun dari mimpi indahku memiliki anak
dengannya. Aku melihat dia tersenyum manis padaku tapi, aku sangat kaget hingga
langsung duduk di kasur sambil melihat sekelilingku. Aku melihat buku merah
yang biasa dia tulis di atas meja aku langsung mengambilnya tapi, dia mencoba
merebutnya dariku. Kami pun saling tarik-manarik. Tidak ada yang mau kalah
hingga kami sama-sama terdorong dan aku berhasil meraih buku itu. :)
Kami ada di rooftop. Aku menutup matanya karena
ingin memberi kejutan natal. Aku mengidupkan lampunya dan proyektor. Membersihkan
layar proyektor
dengan kuas roll hingga pohon natal dengan lampu yang indah terlihat jelas di
layar. Dia ternseyum gembira hingga air matanya ingin menetes. Aku
berlonjat-lonjat sambil melambaikan tangan padanya dan tersenyum senang. Aku
tak ingin melihatnya sedih. Aku tak ingin melihatnya menangis.
Aku berjalan di
kebun ilalang. Angin berhembus sangat kuat hingga rambutku pun terkibas angin.
Aku membawa buku merah miliknya. Aku mengarahkan kepalaku keatas untuk menikmati angin
yang sejuk ini. Aku berjalan menuju vespa merah milikku yang tak jauh dari
pohon besar tanpa daun. Aku bersender dijok motor vespa sambil tetap menikmati
angin yang berhembus sedangkan buku merahnya aku letakan di dadaku dengan
tangan kananku.
Angin berhembus
sangat kencang hingga buku yang di jok motor membuka halamannya. Terlihat
lukisan wajahku yang tertidur dan di bawahnya terdapat tulisan. “maaf, aku
tidak bisa melindungimu.”
Aku menutup mataku ringan setiap kali aku merasa kesepian lagi
Saya tidak lagi takut ketika napas Anda memegang saya
Tak seorang pun di dunia yang bisa menggantikan Anda
Anda adalah satu-satunya di Aku akan ke sana untuk Anda, baby
Kau
dan aku bersama-sama, Itu hanya terasa begitu benar
Meskipun saya mengucapkan selamat tinggal, bagi saya dunia ini hanya Anda
Kau dan aku bersama-sama, jangan pernah melepaskan tangan saya
meskipun saya mengucapkan selamat tinggal, bagi saya dunia ini hanya Anda
Meskipun saya mengucapkan selamat tinggal, bagi saya dunia ini hanya Anda
Kau dan aku bersama-sama, jangan pernah melepaskan tangan saya
meskipun saya mengucapkan selamat tinggal, bagi saya dunia ini hanya Anda
Hanya
kau dan aku
Selama-lamanya
(PARK BOM - YOU AND I)
Selama-lamanya
(PARK BOM - YOU AND I)
hua..... ni MV keren banget maknanya. jangan putus aja dan tetap berusaha bahagia apapun yang terjadi! berusaha untuk meraih kebahagiaan walau dengan cara yang sederhana. tapi, tetap saja kebahagiaan itu akan luar biasa walau kebahagian itu dari hal-hal yang sederhana. mianhae, kalau gak dapat fellnya di sonfic ini. karena lumayan sulit untuk mengambarkan sedih dan senang sekaligus. semoga suka dan jangan lupa komentarnya. :)
Minggu, 26 Mei 2013
GO AWAY SONGFIC (2ne1)
Dia sudah menungguku di salah satu meja Cafe.
Wajahnya terlihat kesal dan dingin kepadaku.
“kenapa?”tanyaku.
“sudahlah jangan mengikutiku! Jangan didekatku lagi atau kau akan mati!”jawabnya kasar sambil berdiri dari kursinya. Segeraku raih tanganya menahannya pergi. Akhirnya aku melepaskan tanganya karena dia terlihat sangat membenciku. Mataku tak sanggup lagi, aku ingin sekali menangis. Aku segera mengambil kaca mata hitamku sebelum air mataku menetes. Aku mencoba keluar dari Cafe tapi, baru saja aku berdiri aku menabrak seseorang wanita. Pikiranku kacau, sangat kacau hingga beberapa kali tertabarak untuk keluar dari Cafe.
“kenapa kau masih mengejarnya? Biasanya pria yang akan mengikutimu.”tegur Minzy saat aku duduk di kursi mobilnya.
“sekarang dia murahan tapi, itu terlihat bukan dia.”kataku dengan tatapan kosong. Hatiku terasa sakit hingga. Air mataku terus jatuh tanpa isakan tangis. Karena aku belum bisa merelakannya pisah dariku. Aku menyalakan mesin mobilku, menjalankan mobil tanpa tujuan yang pasti. Aku menjatuhkan cincin yang penah dia berikan padaku di jalan. Hujan pun turun, aku mencoba menutup atap mobil dengan tombol. Tapi, tombolnya tidak berfungsi. Aku memberhentikan mobil untuk membuka atap mobil dengan manual. Tapi, memang atap mobilku yang tidak mau bergerak, sepertinya memang macet bukan tombolnya yang tidak berfungsi. Aku meloncat untuk melampiaskan kekesalanku. Kesialan apa lagi yang harus aku hadapi? Sedangkan Minzy mencoba menenangkanku dan memayungiku karena hujan semakin lebat.
“kenapa?”tanyaku.
“sudahlah jangan mengikutiku! Jangan didekatku lagi atau kau akan mati!”jawabnya kasar sambil berdiri dari kursinya. Segeraku raih tanganya menahannya pergi. Akhirnya aku melepaskan tanganya karena dia terlihat sangat membenciku. Mataku tak sanggup lagi, aku ingin sekali menangis. Aku segera mengambil kaca mata hitamku sebelum air mataku menetes. Aku mencoba keluar dari Cafe tapi, baru saja aku berdiri aku menabrak seseorang wanita. Pikiranku kacau, sangat kacau hingga beberapa kali tertabarak untuk keluar dari Cafe.
“kenapa kau masih mengejarnya? Biasanya pria yang akan mengikutimu.”tegur Minzy saat aku duduk di kursi mobilnya.
“sekarang dia murahan tapi, itu terlihat bukan dia.”kataku dengan tatapan kosong. Hatiku terasa sakit hingga. Air mataku terus jatuh tanpa isakan tangis. Karena aku belum bisa merelakannya pisah dariku. Aku menyalakan mesin mobilku, menjalankan mobil tanpa tujuan yang pasti. Aku menjatuhkan cincin yang penah dia berikan padaku di jalan. Hujan pun turun, aku mencoba menutup atap mobil dengan tombol. Tapi, tombolnya tidak berfungsi. Aku memberhentikan mobil untuk membuka atap mobil dengan manual. Tapi, memang atap mobilku yang tidak mau bergerak, sepertinya memang macet bukan tombolnya yang tidak berfungsi. Aku meloncat untuk melampiaskan kekesalanku. Kesialan apa lagi yang harus aku hadapi? Sedangkan Minzy mencoba menenangkanku dan memayungiku karena hujan semakin lebat.
Aku membuka lokerku berkaca dan mengatakan ‘aku
baik-baik saja’ pada diriku sendiri. Saat aku rasa aku sudah selesai berjalan
menuju arena balab mobil lengkap dengan baju pelindung berwarna hitam dan putih,
aku melihat dia dan gadis yang sepertinya pacar barunya. Gadis itu berjalan
mendekatiku.
“kau tak akan menang melawanku atau melawannya. Menyerah saja! Aku akan menduduki posisimu dengan baik.”kata gadis itu sedikit mengancam. Lalu gadis itu memperkenalkan dirinya dan ingin menyalamiku. Aku hanya diam berlagak santai memakai helmku dan memasuki mobilku tapi, sebenarnya hatiku sakit melihat mereka.
“kau tak akan menang melawanku atau melawannya. Menyerah saja! Aku akan menduduki posisimu dengan baik.”kata gadis itu sedikit mengancam. Lalu gadis itu memperkenalkan dirinya dan ingin menyalamiku. Aku hanya diam berlagak santai memakai helmku dan memasuki mobilku tapi, sebenarnya hatiku sakit melihat mereka.
Mobilku mulai memacunya tapi, kata-kata gadis itu
menggangu pikiranku hingga. Aku dan dia sama-sama saling memacu untuk menjadi
pemenang. Pikiranku yang semakin kacau ini membuat aku hampir menabrak. Dia
menang dan aku kalah. Aku menendang mobilku untuk meluapkan kekesalanku pada
diriku sendiri yang terlalu lemah. Aku melihat dia dan kekasih barunya bahagia
atas kemenangan mengalahkanku di arena balab.
Malam ini Dara mengajakku minum untuk melupakannya,
ya maksudku namja pabo itu. Minzy menunggu kami di luar dengan sebuah payung
ditangannya karena hari hujan. Dia tidak ingin masuk karena masih dibawah umur.
Aku mencoba menenangkan pikiranku dengan bermain
musik dengan teman-teman bandku, 2ne1. Tapi, itu tak cukup untuk melupakannya,
si namja pabo yang telah melukai hatiku. Aku kembali minum, membiarkan aku
mabuk untuk melupakannya. Saat, aku tersadar aku sudah berdiri di rumahnya dan
mengetuk pintunya. Dia membuka pintunya. Aku segera sembunyi di balik pintu.
Dia akan menutup pintu tapi, aku menahan pintu dan berdiri didepannya. Seorang
gadis pun muncul di belakangnya. Kami saling melihat tapi, tidak satu kata pun
yang terlontar dari mulut kami. Lalu dia mencoba tidak mempedulikanku dan
menutup pintu. Aku menendang pintunya karena rasa kesalku. Dia langsung membuka
pintu dan menarikku kebelakang rumah. Aku sudah mencoba berteriak tapi, dia
tetap menyeretku dengan kasar. Dia langsung memukul di wajahku dan mendorongku
hingga terjatuh di tanah. Wajahnya yang penuh emosi dan terlihat kesal. Yang
seharunya kesal itu aku! Yang seharusnya marah itu aku! Dia membuka jaket putih
yang ia kenakan dan melemparkan ke arahku tapi, jaket itu jatuh ketanah. Dan
dia pegi begitu saja meninggalkanku lagi yang terluka. Sakit diwajahku tidak
begitu terasa dibandingkan luka di hatiku. Sudah, aku sudah muak! Pergi saja
kau! Saat suara pintu terdengar tertutup tiga orang temanku datang membantuku
perdiri kembali dan membersihkan bajuku.
Aku
kembali ke arena balab dengan luka lebab di wajahku. Aku tak peduli! Rasa sakit
hatiku lebih mendominasi dibandingkan lebab di wajahku. Aku memasuki mobil
hitamku. Balab pun dimulai. Segera aku memacu dan menyengol mobil dia, mantan
pacarku si namja brengsek. Dan kami saling menabrak satu sama lain. Mobil hitam
yang aku naikki terbang ke udara dan menabrak mobil namja pabo itu lagi.
BOom!!
Mobilku meledak dan api pun berkobar dengan ganasnya.
Mobilku meledak dan api pun berkobar dengan ganasnya.
Aku
telah mati, aku wanita lemah karena di tinggalkan kekasihku telah mati terbakar
dengan mobil balab hitam kesukaanku. Kini aku menjadi gadis baru, gadis yang kuat dan
bisa mengatakan ‘GO AWAY’ pada mantan kekasihnya. Jangan khawatir! Aku akan
pergi tanpa syarat. Aku akan bertemu dengan pria yang jauh lebih baik. Aku akan
membuat kau menyesal. Kesedihanku telah berakhir, Boy.
END
Mungkin sedikit bingung dengan penokohanya. "nya" dan "dia" yang dimaksud adalah si mantan pacar. ini aku adaptasi dari MV GO AWAY - 2NE1 tanpa tambahan adegan, menurut pemikiranku isi MV nya begini. CL mati dan menjadi CL yang baru.:)
ini lagu favoritku dan berhasil membuatku bangkit kembali. *curcol
please komentarnya!! :)
ini lagu favoritku dan berhasil membuatku bangkit kembali. *curcol
please komentarnya!! :)
Jumat, 24 Mei 2013
GIVE ME LITTLE TRY #3
cast: SKY DRAGON n seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. mian, typo d sana-sini! dika buru2 soalnya, takut d terror. semoga chinggudeul suka. :)

“hm.. Chaerin itu adikmu hyung?”tanyaku lagi.
“ne, dari mana kau tahu?”kata hyung tenang dan santai.
“tetanggamu”
“aish.. ahjuma-ahjuma itu sepertinya terlalu mengidolakan kami”kata hyung santai.
“lalu kenapa kau berbohong padaku hyung?”tanyaku serius.
“sulit untuk menjelaskannya karena kami berbeda appa. Apalagi umur kami yang berjarak 14 tahun, akan jadi bahan tertawaan karena seakan-akan dia anakku.”jelas hyung dengan kekehan pelan.
“anni, kalian akan ditertawaakan bukan karena umur tapi, karena kalian memang berbeda.”kataku. hyung menatapku tajam.
“aku salah! Mata tajam kalian itu sama. Sama-sama menakutkan.”jelasku.
“kau sayang padanya hyung?”
“tentu saja, dia saengku. Bagaimanapun juga kami berasal dari rahim yang sama.
“tapi, hyung kenapa adikku itu begitu tertutup?”
“dulu dia tidak begitu”
“lalu?”
“kau penasaran dengannya? Kau ingin menjadikannya topik dikaryamu? aku tak akan mengizinkanmu”katanya serius.
“ne, hyung. Tapi, aku akan mencari tahu sendiri.”kataku sambil tersenyum.
“jangan terlalu percaya diri. Dia yeoja yang sulit diajak bicara. Bahkan dia tidak mau mendengarkanku”
“hyung, apa perkejaan saengmu?”
“dia tidak pernah menceritakan tetang perkerjaan padaku. Aku rasa dia masih menjadi pengajar untuk penyandang cacat.”
“hua.. adikmu berhati mulia, hyung”
“itu memang sudah bawaan gen, faktor keturunan.”kata hyung sommbong.
“tapi, kali ini aku tak percaya bila kau mengatakan faktor keturunan.”ledekku dan hyung tertawa bersamaku.
Hari ini aku berniat diam-diam mengikuti Chaerin. Chaerin masuk kesebuah yayasan penyandang cacat. Aku ingin masuk tapi, seorang penjaga menghalangiku.
“ahjussi, apakah dia berkerja disini?”tanyaku santai.
“ne. Sudahlah, segeralah pergi!”
“ahjussi, jujur saja aku lagi penasaran dengan yeoja itu. Kau juga pernah mudakan?”kataku sambil tersenyum. Mungkin ahjussi itu sedang mengingat masa mudanya hingga dia juga ikut tersenyum.
“sebenarnya ahjussi, aku tak peduli apakah dia bisu atau tidak tapi, dia selalu tidaak menjawab pertanyaanku. Membalas senyumanku pun tidak. Dan aku hanya tahu namanya ahjussi”kataku memelas.
“oh, nona Chaerin memang tidak bisa bicara. Dia memang terlihat dingin tapi, bila bersama anak-anak dia begitu hangat. Selama 2 tahun saya disini saya hanya melihat nona Chaerin gembira dengan anak-anak saja.”
“dia mengajar apa ahjussi?”
“musik, menulis dan menggambar.”
“gomawo ahjussi! Informasimu ini sangat membantu”kataku. Baru saja aku melangkah beberapa pangkah ahjussi itu memanggilku lagi.
“hay anak muda! Semangat! Terus kejar cintamu!”kata ahjussi penuh semangat. Aku hanya membalasnya dengan senyuman dan pergi.
Chaerin Pov
oppa sedang tertidur di sofa dan Tv menyala.
"sudahku katakan kalau tidur Tvnya di matikan"tegurku.
"hmm.."hanya itu balasan dari seung hyung oppa.
"oppa, temanmu menginap disini sampai kapan?"tanyaku.
"entahlah."jawabnya dengan suara ngebashnya dengan mata yang masih terpejam.
"namja aneh itu sudah hampir satu bulan disiini oppa."
"anggap saja di hantu. kau tak perlu mempedulikannya."
"mana bisa begitu oppa. karena namja aneh itu bukan hantu."
"anni, langkah tak terdengar dan suka muncul tiba-tiba jika bukan hantu apa lagi namanya?"
"aish.. kenapa saatku ajak ngobrol baik-baik kau malah mengajakku bertengkar, oppa."kataku emosi.
"jangan katakan dia namja aneh. namanya Jiyong, kau belum berkenalan dengannya. berkenalanlah! dia namja yang baik dan sepertinya dia tertarik denganmu."kata oppa sambil mengakat kepalanya dari sofa dan membuka matanya, tatapanya serius.
"i don't care"kataku cuek sambil naik tangga menuju kamarku.
TBC
jangan lupa komentarnya! :)
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. mian, typo d sana-sini! dika buru2 soalnya, takut d terror. semoga chinggudeul suka. :)

“hm.. Chaerin itu adikmu hyung?”tanyaku lagi.
“ne, dari mana kau tahu?”kata hyung tenang dan santai.
“tetanggamu”
“aish.. ahjuma-ahjuma itu sepertinya terlalu mengidolakan kami”kata hyung santai.
“lalu kenapa kau berbohong padaku hyung?”tanyaku serius.
“sulit untuk menjelaskannya karena kami berbeda appa. Apalagi umur kami yang berjarak 14 tahun, akan jadi bahan tertawaan karena seakan-akan dia anakku.”jelas hyung dengan kekehan pelan.
“anni, kalian akan ditertawaakan bukan karena umur tapi, karena kalian memang berbeda.”kataku. hyung menatapku tajam.
“aku salah! Mata tajam kalian itu sama. Sama-sama menakutkan.”jelasku.
“kau sayang padanya hyung?”
“tentu saja, dia saengku. Bagaimanapun juga kami berasal dari rahim yang sama.
“tapi, hyung kenapa adikku itu begitu tertutup?”
“dulu dia tidak begitu”
“lalu?”
“kau penasaran dengannya? Kau ingin menjadikannya topik dikaryamu? aku tak akan mengizinkanmu”katanya serius.
“ne, hyung. Tapi, aku akan mencari tahu sendiri.”kataku sambil tersenyum.
“jangan terlalu percaya diri. Dia yeoja yang sulit diajak bicara. Bahkan dia tidak mau mendengarkanku”
“hyung, apa perkejaan saengmu?”
“dia tidak pernah menceritakan tetang perkerjaan padaku. Aku rasa dia masih menjadi pengajar untuk penyandang cacat.”
“hua.. adikmu berhati mulia, hyung”
“itu memang sudah bawaan gen, faktor keturunan.”kata hyung sommbong.
“tapi, kali ini aku tak percaya bila kau mengatakan faktor keturunan.”ledekku dan hyung tertawa bersamaku.
Hari ini aku berniat diam-diam mengikuti Chaerin. Chaerin masuk kesebuah yayasan penyandang cacat. Aku ingin masuk tapi, seorang penjaga menghalangiku.
“ahjussi, apakah dia berkerja disini?”tanyaku santai.
“ne. Sudahlah, segeralah pergi!”
“ahjussi, jujur saja aku lagi penasaran dengan yeoja itu. Kau juga pernah mudakan?”kataku sambil tersenyum. Mungkin ahjussi itu sedang mengingat masa mudanya hingga dia juga ikut tersenyum.
“sebenarnya ahjussi, aku tak peduli apakah dia bisu atau tidak tapi, dia selalu tidaak menjawab pertanyaanku. Membalas senyumanku pun tidak. Dan aku hanya tahu namanya ahjussi”kataku memelas.
“oh, nona Chaerin memang tidak bisa bicara. Dia memang terlihat dingin tapi, bila bersama anak-anak dia begitu hangat. Selama 2 tahun saya disini saya hanya melihat nona Chaerin gembira dengan anak-anak saja.”
“dia mengajar apa ahjussi?”
“musik, menulis dan menggambar.”
“gomawo ahjussi! Informasimu ini sangat membantu”kataku. Baru saja aku melangkah beberapa pangkah ahjussi itu memanggilku lagi.
“hay anak muda! Semangat! Terus kejar cintamu!”kata ahjussi penuh semangat. Aku hanya membalasnya dengan senyuman dan pergi.
Chaerin Pov
oppa sedang tertidur di sofa dan Tv menyala.
"sudahku katakan kalau tidur Tvnya di matikan"tegurku.
"hmm.."hanya itu balasan dari seung hyung oppa.
"oppa, temanmu menginap disini sampai kapan?"tanyaku.
"entahlah."jawabnya dengan suara ngebashnya dengan mata yang masih terpejam.
"namja aneh itu sudah hampir satu bulan disiini oppa."
"anggap saja di hantu. kau tak perlu mempedulikannya."
"mana bisa begitu oppa. karena namja aneh itu bukan hantu."
"anni, langkah tak terdengar dan suka muncul tiba-tiba jika bukan hantu apa lagi namanya?"
"aish.. kenapa saatku ajak ngobrol baik-baik kau malah mengajakku bertengkar, oppa."kataku emosi.
"jangan katakan dia namja aneh. namanya Jiyong, kau belum berkenalan dengannya. berkenalanlah! dia namja yang baik dan sepertinya dia tertarik denganmu."kata oppa sambil mengakat kepalanya dari sofa dan membuka matanya, tatapanya serius.
"i don't care"kataku cuek sambil naik tangga menuju kamarku.
TBC
jangan lupa komentarnya! :)
Kamis, 23 Mei 2013
ASSASIN OR ...? 2 part 6 END (new edit)
Cast: CHAERIN, JIYONG dan TAEYANG
genre: romance, NC
author: Mahardika Putri (DIKA)
cuap2: mian, banyak typo salah dalam penulisan bahasa koreany. tp, semoga suka.yg masih kecil tolong tidak membaca ya...

AUTHOR POV
genre: romance, NC
author: Mahardika Putri (DIKA)
cuap2: mian, banyak typo salah dalam penulisan bahasa koreany. tp, semoga suka.yg masih kecil tolong tidak membaca ya...

AUTHOR POV
Hubungan Jiyong dan Chaerin semakin membaik. Walau Chaerin masih kerab kali bersikap dingin dan tidak pernah tersenyum untuk Jiyong. Jiyong tidak berhenti mengejar Chaerin, apalagi setelah dia tahu bahwa Taeyang bukan namja yang dicintai dan tidak ada hubungan spesial dengan Chaerin.
Kedua perusahaan bidang fashion dan textil ini membuat pertunjukkan show. Chaerin terlihat serius melihat pertunjukkan yang di buat kerja sama perusahaan orang tua Chaerin dan Jiyong. Di akhir acara Jiyong naik ke podium untuk memberikan kata penutup acara.
“mianhae, saya Kwon Jiyong meminta perhatian anda sebentar. Pertama, saya akan berterimakasih karena kalian telah hadir di show ini. Kedua, untuk yeoja yang duduk disana. Sekarang dia memakai baju merah, namanya Lee Chaerin. bisakah kau naik dahulu?”kata Jiyong. Chaerin yang binggung hanya berusaha naik karena dorongan ommanya Jiyong yang sedari tadi duduk disampingnya. Walau gugup, Chaerin berjalan dengan anggun di atas panggung. Jiyong segera mengambil mic dan menyambut Chaerin. menggegam tangan Chaerin lembut.
“Lee Chaerin, maukah kau menjadi pacarku?”kata Jiyong lembut tapi, cukup jelas. Tentu saja ini membuat Chaerin kaget dan semakin gugup.
“sebentar sunbae!”kata Chaerin gugup tapi, langsung menelpon seseorang dari ponsel yang dari tadi dia genggam.
“siapa yang dia telepon sebenarnya? Apakah Taeyang?”pikir Jiyong bingung.
“ani. Ne, jika itu keputusanmu appa”kata Chaerin tersenyum.
“wae?”tanya Jiyong. Tapi, Chaerin hanya diam dengan wajah tenangnya sambil memencet tompol ponselnya.
“sunbae, ne.”
“maksudmu, kau mau?”tanya Jiyong tak percaya.
“nado saranghae oppa”jawab Chaerin tersenyum malu. Jiyong memeluk Chaerin erat.
“di drama biasanya namja memeluk yeojanya seperti ini."kata Jiyong senang. Tangan Chaerin melepaskan pelukan mereka.
“kenapa kau menelepon appamu?”tanya Jiyong berbisik.
“karena aku janji tidak akan mengatakan perasaanku sebelum sunbae berubah menjadi namja yang bisa menjadi tempatku bergantung.”jelas Chaerin.
“awalnya dia tidak setuju dengan kita?”
“bisa dibilang begitu”kata Chaerin tersenyum.
“mwo?? Bukankah aku menantu idaman?”kata Jiyong tak percaya.
“kau begitu percaya diri oppa.”kata Chaerin. Jiyong segera memeluknya kembali. Chaerin berusaha melepaskan diri tapi, tak berhasil.
“aku tak akan melepaskanmu sebelum aku puas memelukmu.”
“wae?”
“karena kau tadi memanggilku oppa”
“kau hanya salah dengar sunbae”alih Chaerin.
“kalau begitu aku akan terus memelukmu.”
“teruslah peluk aku karena aku tak akan mengaku.”
“kenapa kau menjadi begini?”
“karena kau yang mengajarkanku, oppa”jawab Chaerin tertawa.
“mwo?? Oppa? Aku tak salah dengar.”
“kau salah dengar sunbae!”
“kau sudah tertangkap 2X memanggilku oppa, kenapa kau tak mengaku juga Chaerin?”
“karena memang tidak!”
“yeoja assasin!”kata Jiyong sedikit geram.
“kami memang sudah tua tapi, kami juga tidak pantas kalian lupakan karena kami menonton kalian disini dari tadi.”tegur omma berhasil melepaskan pelukanku dari Chaerin.
“kenapa ribut sekali!”kata Jiyong sambil kembali memeluk Chaerin, seakan-akan takut Chaerin pergi darinya. dan Chaerin hanya diam sambil tertawa.
“aish.. anak durhaka!”kata omma.
“Chaerin cium aku!”goda Jiyong. tapi, Chaerin memang benar-benar menempelkan bibirnya di bibir Jiyong dan itu membuat jiyong kaget hingga tak sadar Chaerin sudah berhasil lepas dari pelukannya.
“Chaerin itu hanya kecupan, bukan ciuman.”protes Jiyong. Tapi, Chaerin hanya menjulurkan lidahnya dan bersembunyi di belakang ommanya Jiyong.
“apa yang kau katakan Jiyong? Kau mempermalukanku!”kata omma Jiyong sambil memukul Jiyong geram dan menghalangku agar jauh dari Chaerin. dan akhirnya Jiyong menarik tangan Chaerin hingga Chaerin di dekapannya. Segera Jiyong mencium Chaerin. Jiyong tidak peduli ribuan pasang mata yang melihat mereka. Jiyong hanya ingin melampiaskan rasa kegembiraannya.
“akhirnya kau tersenyum untukku, yeoja assasin. Yeoja assasin, saranghae!”bisik Jiyong di telinga Chaerin. Chaerin hanya tersipu malu.
komentar pembaca:
KENAPA JUDULNYA ASSASIN?? PADAHAL GAK ADA PEMBUNUHANNYA?
jawaban author:
sengaja buat image CL jd assasin. hehehe...
Jiyongnya curiga ma Chaerin yg trlalu brani apalgi wajah dingin tanpa expresi n jrang trsnyum buat Jiyong curiga Chaerin itu assasin.tp, stelah tahu latar belakang Chaerin, Jiyong jadi suka ngeledekin Chaerin dengan "assasin yeoja". sekian penjelasannya. :)
Kedua perusahaan bidang fashion dan textil ini membuat pertunjukkan show. Chaerin terlihat serius melihat pertunjukkan yang di buat kerja sama perusahaan orang tua Chaerin dan Jiyong. Di akhir acara Jiyong naik ke podium untuk memberikan kata penutup acara.
“mianhae, saya Kwon Jiyong meminta perhatian anda sebentar. Pertama, saya akan berterimakasih karena kalian telah hadir di show ini. Kedua, untuk yeoja yang duduk disana. Sekarang dia memakai baju merah, namanya Lee Chaerin. bisakah kau naik dahulu?”kata Jiyong. Chaerin yang binggung hanya berusaha naik karena dorongan ommanya Jiyong yang sedari tadi duduk disampingnya. Walau gugup, Chaerin berjalan dengan anggun di atas panggung. Jiyong segera mengambil mic dan menyambut Chaerin. menggegam tangan Chaerin lembut.
“Lee Chaerin, maukah kau menjadi pacarku?”kata Jiyong lembut tapi, cukup jelas. Tentu saja ini membuat Chaerin kaget dan semakin gugup.
“sebentar sunbae!”kata Chaerin gugup tapi, langsung menelpon seseorang dari ponsel yang dari tadi dia genggam.
“siapa yang dia telepon sebenarnya? Apakah Taeyang?”pikir Jiyong bingung.
“ani. Ne, jika itu keputusanmu appa”kata Chaerin tersenyum.
“wae?”tanya Jiyong. Tapi, Chaerin hanya diam dengan wajah tenangnya sambil memencet tompol ponselnya.
“sunbae, ne.”
“maksudmu, kau mau?”tanya Jiyong tak percaya.
“nado saranghae oppa”jawab Chaerin tersenyum malu. Jiyong memeluk Chaerin erat.
“di drama biasanya namja memeluk yeojanya seperti ini."kata Jiyong senang. Tangan Chaerin melepaskan pelukan mereka.
“kenapa kau menelepon appamu?”tanya Jiyong berbisik.
“karena aku janji tidak akan mengatakan perasaanku sebelum sunbae berubah menjadi namja yang bisa menjadi tempatku bergantung.”jelas Chaerin.
“awalnya dia tidak setuju dengan kita?”
“bisa dibilang begitu”kata Chaerin tersenyum.
“mwo?? Bukankah aku menantu idaman?”kata Jiyong tak percaya.
“kau begitu percaya diri oppa.”kata Chaerin. Jiyong segera memeluknya kembali. Chaerin berusaha melepaskan diri tapi, tak berhasil.
“aku tak akan melepaskanmu sebelum aku puas memelukmu.”
“wae?”
“karena kau tadi memanggilku oppa”
“kau hanya salah dengar sunbae”alih Chaerin.
“kalau begitu aku akan terus memelukmu.”
“teruslah peluk aku karena aku tak akan mengaku.”
“kenapa kau menjadi begini?”
“karena kau yang mengajarkanku, oppa”jawab Chaerin tertawa.
“mwo?? Oppa? Aku tak salah dengar.”
“kau salah dengar sunbae!”
“kau sudah tertangkap 2X memanggilku oppa, kenapa kau tak mengaku juga Chaerin?”
“karena memang tidak!”
“yeoja assasin!”kata Jiyong sedikit geram.
“kami memang sudah tua tapi, kami juga tidak pantas kalian lupakan karena kami menonton kalian disini dari tadi.”tegur omma berhasil melepaskan pelukanku dari Chaerin.
“kenapa ribut sekali!”kata Jiyong sambil kembali memeluk Chaerin, seakan-akan takut Chaerin pergi darinya. dan Chaerin hanya diam sambil tertawa.
“aish.. anak durhaka!”kata omma.
“Chaerin cium aku!”goda Jiyong. tapi, Chaerin memang benar-benar menempelkan bibirnya di bibir Jiyong dan itu membuat jiyong kaget hingga tak sadar Chaerin sudah berhasil lepas dari pelukannya.
“Chaerin itu hanya kecupan, bukan ciuman.”protes Jiyong. Tapi, Chaerin hanya menjulurkan lidahnya dan bersembunyi di belakang ommanya Jiyong.
“apa yang kau katakan Jiyong? Kau mempermalukanku!”kata omma Jiyong sambil memukul Jiyong geram dan menghalangku agar jauh dari Chaerin. dan akhirnya Jiyong menarik tangan Chaerin hingga Chaerin di dekapannya. Segera Jiyong mencium Chaerin. Jiyong tidak peduli ribuan pasang mata yang melihat mereka. Jiyong hanya ingin melampiaskan rasa kegembiraannya.
“akhirnya kau tersenyum untukku, yeoja assasin. Yeoja assasin, saranghae!”bisik Jiyong di telinga Chaerin. Chaerin hanya tersipu malu.
@beberapa bulan kemudian.
Jiyong mencoret-coret kertas di atas meja kerjanya. Sedangkan Chaerin juga melakukan hal yang sama dihapannya.
“aiish... kenapa kalian selalu mengunakan waktu untuk berkencan? Bukankah kalian bilang mau membuat desain baju untuk majalah bulan depan?”kata seseorang yang baru saja masuk keruang kerja Jiyong.
“kami sedang melakukannya omma.”jawab Jiyong.
“kalian kita aku tak melihat kau memegang tangan Chaerin di bawah meja?”kata omma Jiyong.
“ne, arraseo! Kami akan berkerja tapi, bisakah omma pergi tak menggangu kami?”kata Jiyong dengan sopan walau pun sekarang dia sudah kesal.
“Chaerin, aku sudah mengatakan padamu ‘carilah namja yang bisa diandalkan. Anakku bukan namja yang baik.’”kata omma Jiyong sambil duduk ki sofa dekat Chaerin. Jiyong semakin kesal sedangkan Chaerin hanya tersenyum.
“bagaimana dengan Taeyang? Selain dia memiliki image baik, dia juga macho.”kata omma.
“dia sudah memiliki tunangan ahjumma.”jawab Chaerin.
“ah.. ne. Aku lupa! Tapi, Chaerin. zaman sekarang tidak masalah menikah dengan tunangan orang lain.”kata omma Jiyong. Jiyong semakin kesal tapi, Chaerin hanya tertawa pelan. Jiyong melepaskan genggaman tanganya dengan Chaerin dan mengambil sesuatu dibaluk jas yang ia kenakan.
“akh, aku tak tahan lagi!!”teriak Jiyong.
“Lee Chaerin, memang ini bukan waktu yang tepat dan tidak romantis. Tapi, aku juga tak ingin ommaku menghalangi hubungan kita. Aku tahu aku memang bukan namja yang selalu bisa kau andalkan tapi, aku akan berusaha menjadi lebih baik. Yang lebih penting aku sangat mencintaimu. Jadi, maukah kau menikah denganku?”kata Jiyong sambil menatap Chaerin lekat. Tapi, Jiyong sangat gugup mengatakannya.
“ne.”kata Chaerin tersenyum dan mengaguk malu. Walau Chaerin hanya tersenyum tipis sebenarnya Chaerin sangat gugup dan bahagia. Jiyong langsung memasangkan cincin di jari manis sebelah kiri Chaerin. Mereka saling pandang dan tersenyum bahagia.
“kalian lihat kan? Tolong Zoom dan foto adegan tadi dengan kwalitas yang bagus. Aku akan mengirimkannya pada orang tua Chaerin dan beberapa stasiun TV. Cepat lakukan!”kata omma Jiyong di depan CCTV bagian sudut ruangan.
“omma.. aku melamarnya dengan cara yang tidak romantis kenapa kau masih merusaknya?”kata Jiyong lirih.
“aku tidak menggagukan Chaerin?”tanya omma Jiyong.
“tidak, omonim tidak menggagu.”jawab Chaerin tersenyum berusaha tidak tertawa.
“omo, kau begitu mengerti aku. Aku suka sekali kau memanggilku omonim. Terdengar sangat indah ditelingaku. Jika Jiyong mengecewakanmu. Kau boleh saja meninggalkanya. Jujur saja jika aku jadi kau aku tak akan betah dengannya.”kata omma Jiyong sambil memeluk Chaerin.
“omma, Chaerin tidak akan begitu karena Chaerin tidak punya sifat menyebalkan sepertimu.”kata Jiyong kesal.
“ingat, kau jangan menyakiti anakku ini ne? Kau harus bisa menjadi namja yang dia andalkan.”kata omma jiyong sambil menatap Jiyong tajam.
“omma, akulah anakmu.”kata Jiyong hampir frustasi dengan tingkah ommanya.
“wajah, hatimu, dan juga kecerdasanmu sama sepertiku Chaerin. Aku rasa di kehidupan yang lalu kita adalah ibu dan anak, Chaerin.”kata omma Jiyong tersenyum sambil mengelus-ngelus punggung Chaerin.
“gomawo omonim!”kata Chaerin tersenyum lembut. Sedangkan Jiyong masih kesal dengan ommanya.
Jiyong mencoret-coret kertas di atas meja kerjanya. Sedangkan Chaerin juga melakukan hal yang sama dihapannya.
“aiish... kenapa kalian selalu mengunakan waktu untuk berkencan? Bukankah kalian bilang mau membuat desain baju untuk majalah bulan depan?”kata seseorang yang baru saja masuk keruang kerja Jiyong.
“kami sedang melakukannya omma.”jawab Jiyong.
“kalian kita aku tak melihat kau memegang tangan Chaerin di bawah meja?”kata omma Jiyong.
“ne, arraseo! Kami akan berkerja tapi, bisakah omma pergi tak menggangu kami?”kata Jiyong dengan sopan walau pun sekarang dia sudah kesal.
“Chaerin, aku sudah mengatakan padamu ‘carilah namja yang bisa diandalkan. Anakku bukan namja yang baik.’”kata omma Jiyong sambil duduk ki sofa dekat Chaerin. Jiyong semakin kesal sedangkan Chaerin hanya tersenyum.
“bagaimana dengan Taeyang? Selain dia memiliki image baik, dia juga macho.”kata omma.
“dia sudah memiliki tunangan ahjumma.”jawab Chaerin.
“ah.. ne. Aku lupa! Tapi, Chaerin. zaman sekarang tidak masalah menikah dengan tunangan orang lain.”kata omma Jiyong. Jiyong semakin kesal tapi, Chaerin hanya tertawa pelan. Jiyong melepaskan genggaman tanganya dengan Chaerin dan mengambil sesuatu dibaluk jas yang ia kenakan.
“akh, aku tak tahan lagi!!”teriak Jiyong.
“Lee Chaerin, memang ini bukan waktu yang tepat dan tidak romantis. Tapi, aku juga tak ingin ommaku menghalangi hubungan kita. Aku tahu aku memang bukan namja yang selalu bisa kau andalkan tapi, aku akan berusaha menjadi lebih baik. Yang lebih penting aku sangat mencintaimu. Jadi, maukah kau menikah denganku?”kata Jiyong sambil menatap Chaerin lekat. Tapi, Jiyong sangat gugup mengatakannya.
“ne.”kata Chaerin tersenyum dan mengaguk malu. Walau Chaerin hanya tersenyum tipis sebenarnya Chaerin sangat gugup dan bahagia. Jiyong langsung memasangkan cincin di jari manis sebelah kiri Chaerin. Mereka saling pandang dan tersenyum bahagia.
“kalian lihat kan? Tolong Zoom dan foto adegan tadi dengan kwalitas yang bagus. Aku akan mengirimkannya pada orang tua Chaerin dan beberapa stasiun TV. Cepat lakukan!”kata omma Jiyong di depan CCTV bagian sudut ruangan.
“omma.. aku melamarnya dengan cara yang tidak romantis kenapa kau masih merusaknya?”kata Jiyong lirih.
“aku tidak menggagukan Chaerin?”tanya omma Jiyong.
“tidak, omonim tidak menggagu.”jawab Chaerin tersenyum berusaha tidak tertawa.
“omo, kau begitu mengerti aku. Aku suka sekali kau memanggilku omonim. Terdengar sangat indah ditelingaku. Jika Jiyong mengecewakanmu. Kau boleh saja meninggalkanya. Jujur saja jika aku jadi kau aku tak akan betah dengannya.”kata omma Jiyong sambil memeluk Chaerin.
“omma, Chaerin tidak akan begitu karena Chaerin tidak punya sifat menyebalkan sepertimu.”kata Jiyong kesal.
“ingat, kau jangan menyakiti anakku ini ne? Kau harus bisa menjadi namja yang dia andalkan.”kata omma jiyong sambil menatap Jiyong tajam.
“omma, akulah anakmu.”kata Jiyong hampir frustasi dengan tingkah ommanya.
“wajah, hatimu, dan juga kecerdasanmu sama sepertiku Chaerin. Aku rasa di kehidupan yang lalu kita adalah ibu dan anak, Chaerin.”kata omma Jiyong tersenyum sambil mengelus-ngelus punggung Chaerin.
“gomawo omonim!”kata Chaerin tersenyum lembut. Sedangkan Jiyong masih kesal dengan ommanya.
Hari ini hari pernikahan Chaerin dan Jiyong, sekarang mereka
sedang berdiri di altar mengucap janji suci. Jiyong terlihat tampan dengan Jas
hitam bergaya modern yang dia kenakan sedangkan Chaerin sangat cantik dengan
gaun pengantin berok pendek terkesan simple tapi, tetap berkesan modern.
“pengantin namja silahkan mencium pengantin yeoja.”kata pastur. Tapi, Jiyong malah mengendong Chaerin di depan bak putri. Reflek Chaerin mengalungkan kedua tanganya di leher Jiyong karena takut jatuh. Jiyong tersenyum manis dan langsung mencium Chaerin. Tepuk tangan pun bergemuruh di gereja itu.
“pengantin namja silahkan mencium pengantin yeoja.”kata pastur. Tapi, Jiyong malah mengendong Chaerin di depan bak putri. Reflek Chaerin mengalungkan kedua tanganya di leher Jiyong karena takut jatuh. Jiyong tersenyum manis dan langsung mencium Chaerin. Tepuk tangan pun bergemuruh di gereja itu.
Jiyong Pov
Bulan madu itu bukankan suatu agenda pengantin baru agar semakin mesra dan salah satu cara agar mempunyai keturunan dengan cepat? Tapi, kenapa bulan maduku seperti liburan keluarga? Apalagi Chaerin selalu di monopoli dengan omma, membuatku kesal saja.
“omma, kau mengandeng appa saja. Chaerin itu milikku.”tegurku.
“apa aku menggagu Chaerin?”kata omma pada Chaerin.
“annio, omonim.”kata Chaerin tersenyum manis.
“appa, kenapa kau menikahi omma? Apakah kau tak punya pilihan?”kataku dengan appa yang duduk di sampingku sambil memperhatikan omma dan Chaerin sedang bercanda dengan air pantai.
“wae? Kau cemburu karena omma selalu didekat Chaerin atau kau cemburu omma tidak didekatmu dan tak pernah membelamu didepan Chaerin?”kata appa tersenyum dengan bijak. Aku hanya diam berfikir, karena mungkin keduanya. Aku melihat orang tua Chaerin berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan. Mereka sangat serasi. Aku ingin Chaerin dan aku bisa menjadi orang tua yang keren seperti mereka.
“ini malam. Kenapa malah bermain air?”teriakku pada omma dan Chaerin. Appa hanya tertawa di sampingku.
“ommamu, memang berjiwa muda Jiyong.”kata omma Chaerin tersenyum keibuan padaku.
Bulan madu itu bukankan suatu agenda pengantin baru agar semakin mesra dan salah satu cara agar mempunyai keturunan dengan cepat? Tapi, kenapa bulan maduku seperti liburan keluarga? Apalagi Chaerin selalu di monopoli dengan omma, membuatku kesal saja.
“omma, kau mengandeng appa saja. Chaerin itu milikku.”tegurku.
“apa aku menggagu Chaerin?”kata omma pada Chaerin.
“annio, omonim.”kata Chaerin tersenyum manis.
“appa, kenapa kau menikahi omma? Apakah kau tak punya pilihan?”kataku dengan appa yang duduk di sampingku sambil memperhatikan omma dan Chaerin sedang bercanda dengan air pantai.
“wae? Kau cemburu karena omma selalu didekat Chaerin atau kau cemburu omma tidak didekatmu dan tak pernah membelamu didepan Chaerin?”kata appa tersenyum dengan bijak. Aku hanya diam berfikir, karena mungkin keduanya. Aku melihat orang tua Chaerin berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan. Mereka sangat serasi. Aku ingin Chaerin dan aku bisa menjadi orang tua yang keren seperti mereka.
“ini malam. Kenapa malah bermain air?”teriakku pada omma dan Chaerin. Appa hanya tertawa di sampingku.
“ommamu, memang berjiwa muda Jiyong.”kata omma Chaerin tersenyum keibuan padaku.
Chaerin baru saja keluar dari kamar mandi dengan kimono
handuk. Dia mandi malam-malam begini karena bermain di pantai dengan omma tadi.
Kerena takut demam jadi Chaerin mandi malam-malam begini. Chaerin berjalan ke
arahku sambil mengusap-usapkan rambut basahnya dengan handuk yang lain.
“omo, oppa koperku dimana?”tanya Chaerin panik.
“bukankah tadi omma meminta helboy membawakan kopermu?”jawabku bingung.
“ne, tapi kenapa tidak ada? Apa mungkin koperku dikamar omonim?”tanya Chaerin bingung. Aku hanya mengangkat bahuku bingung.
“oppa, kalau aku menelpon omonim bagaimana?”tanya Chaerin bingung. Sekarang aku mengerti rencana omma mengajak Chaerin bermain di pantai. Gomawo omma! Kali ini aku benar-benar tidak menyesal menjadi anakmu.
“omma pasti sudah tidur karena kelelahan. Lagian tidak sopan menelpon mereka malam-malam begini. Kau mandi terlalu lama tadi. Besok saja kita ambil.”kataku santai.
“oppa, jadi bagaimana ini? Aku tak punya pakaian.”tanya Chaerin panik sambil berdiri di depanku.
“oppa, aku pinjam pakaianmu saja ne?”katanya tersenyum dan baru selangkah dia perjalan menjauh aku segera menariknya hingga terjatuh di kasur. Aku berada di atasnya tapi, tidak menindihnya karena aku menahan tubuhku dengan tanganku.
“tidak perlu karena nanti pasti akan aku lepaskan juga.”kataku sambil tersenyum nakal pada Chaerin. wajahnya memerah.
“assasin yeoja, sekarang kau benar-benar tidak bisa melawanku. Kau itu miliku, assasin yeoja.”kataku tepat di telinganya.
END.
hua.... awalnya tidak seperti ini. Tapi, karena bantuan sofie onnie. Jadi nambah 2 halaman lebih dan jadi lebih bagus. GOMAWO ONNIE!!!!! gomawo kepada chinggudeul yang tak henti-hentinya menerror Dika untuk ngelanjutin FF! Tu ampuh membuat Dika semangat buat FF dan melupakan belajar. *plak!! Terimakasih buat chinggudeulku dari Gb THE MICHIGO, yang selalu mengajariku dan mendukungku agar lebih gila. Gomawo semuanya!! I LOVE SKY DRAGON!!! <3
jangan lupa komentarnya! :)“omo, oppa koperku dimana?”tanya Chaerin panik.
“bukankah tadi omma meminta helboy membawakan kopermu?”jawabku bingung.
“ne, tapi kenapa tidak ada? Apa mungkin koperku dikamar omonim?”tanya Chaerin bingung. Aku hanya mengangkat bahuku bingung.
“oppa, kalau aku menelpon omonim bagaimana?”tanya Chaerin bingung. Sekarang aku mengerti rencana omma mengajak Chaerin bermain di pantai. Gomawo omma! Kali ini aku benar-benar tidak menyesal menjadi anakmu.
“omma pasti sudah tidur karena kelelahan. Lagian tidak sopan menelpon mereka malam-malam begini. Kau mandi terlalu lama tadi. Besok saja kita ambil.”kataku santai.
“oppa, jadi bagaimana ini? Aku tak punya pakaian.”tanya Chaerin panik sambil berdiri di depanku.
“oppa, aku pinjam pakaianmu saja ne?”katanya tersenyum dan baru selangkah dia perjalan menjauh aku segera menariknya hingga terjatuh di kasur. Aku berada di atasnya tapi, tidak menindihnya karena aku menahan tubuhku dengan tanganku.
“tidak perlu karena nanti pasti akan aku lepaskan juga.”kataku sambil tersenyum nakal pada Chaerin. wajahnya memerah.
“assasin yeoja, sekarang kau benar-benar tidak bisa melawanku. Kau itu miliku, assasin yeoja.”kataku tepat di telinganya.
END.
hua.... awalnya tidak seperti ini. Tapi, karena bantuan sofie onnie. Jadi nambah 2 halaman lebih dan jadi lebih bagus. GOMAWO ONNIE!!!!! gomawo kepada chinggudeul yang tak henti-hentinya menerror Dika untuk ngelanjutin FF! Tu ampuh membuat Dika semangat buat FF dan melupakan belajar. *plak!! Terimakasih buat chinggudeulku dari Gb THE MICHIGO, yang selalu mengajariku dan mendukungku agar lebih gila. Gomawo semuanya!! I LOVE SKY DRAGON!!! <3
komentar pembaca:
KENAPA JUDULNYA ASSASIN?? PADAHAL GAK ADA PEMBUNUHANNYA?
jawaban author:
sengaja buat image CL jd assasin. hehehe...
Jiyongnya curiga ma Chaerin yg trlalu brani apalgi wajah dingin tanpa expresi n jrang trsnyum buat Jiyong curiga Chaerin itu assasin.tp, stelah tahu latar belakang Chaerin, Jiyong jadi suka ngeledekin Chaerin dengan "assasin yeoja". sekian penjelasannya. :)
Langganan:
Komentar (Atom)
