jangan lupa
Give Me A Tittle Try #4
cast: SKY DRAGON n seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini
seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. mian, typo d sana-sini!
dika buru2 soalnya, takut d terror. semoga chinggudeul suka. :)

Chaerin Pov
aku baru saja pulang, suara gitar mengema hingga taman. Aku melihat ke atas, di balkon duduk seorang namja dengan gitarnya.
“ah, ternyata ahjussi aneh itu yang bermain gitar malam-malam begini.
Dia kira ini rumahnya apa?”omelku pelan saat masuk rumah. Aku berjlan
menaikki tangga dan berjalan menujuk kamarku. Saat aku masuk kamar suara
lembut dan merdu memanjakan telingaku. Aku melangkah mendekati sumber
suara, sebelah kamarku. Ahjussi aneh itu sedang bermain gitar sambil
bernyanyi. Suaranya yang lembut dan merdu membuat detak jantungku tak
beraturan. Tapi, aku tetap menikmati suaranya.
Aku membereskan
barang-barangku untuk di bawa ke kelas selanjutnya. Tapi, sebuah
nyanyian yang suaranya tidak asing terdengar dari kelas sebelah. Aku
berjalan kelas sebelah dan sedikit mengintip dari jendela. Seperti
yangku duga, ini suara ahjussi aneh itu. Aku berdiri didekat jendela
hanya untuk mendnegarkan nyanyiannya.
Jiyong Pov
sebenarnya
aku tak berbakat mengajar. Aku ini namja pemalu tapi, hanya dengan cara
ini agar aku bisa dekat dengannya. Mendekatinya sebagai rekan kejanya.
Aku masuk ke ruang pengurus sekolah. Mengetuk pinti pelan dan membuka
pintu.
“Hyung!”kata seoarang namja kaget dan aku tak kalah kaget melihat hoobaeku ada disini.
“apa yang kau lakukan disini hyung?”tanyanya sambil tersenyum ramah dan mempersilahkanku duduk.
“melamar kerja”jawabku sambil duduk di sofanya.
“kau berbohong!”katanya dengan melipat kedua tanggannya di dadanya.
“jadi penulis itu nasip-nasipan, Dae. Penghasilan tidak tetap.”jawabku.
“tapi, dengan royalti yang kau dapat aku yakin kau bisa membuat sekolah sendiri hyung.”kata Daesung menyelidik.
“lalu kenapa kau disini Daesung?”tanyaku.
“aku? Aku pengurus sekaligus kepala sekolah disini, Kang
Daesung.”katanya sambil berjabat tanganku. Senyuman hangat terlukis di
wajahnya.
“jadi apa kau di terima?”tanyaku.
“kau ingin mengajar apa Hyung?”tanya Daesung.
“musik”jawabku langsung.
“aku bisa saja menerimamu. Tapi, apa kau yakin mengajar disini? Mereka
bukan anak-anak biasa, mereka istimewa hyung. Kau yakin bisa mengajar
mereka?”tanya Daesung.
“ne!”jawabku mantap.
“baiklah hyung. Ikut
aku!”kata Daesung sambil berdiri kesofa dan keluar dari ruangannya dan
tentu saja aku mengikutinya. Daesung berjalan melewati kelas-kelas dan
akhirnya masuk ke suatu kelas. Terdapat sebuah piano berwarna hitam di
sana serta alat musik yang lainnya.
“mainkan pianonya dan
bernyanyilah hyung.”pinta Daesung. Tanpa pikir untuk ke dua kali aku
segera memainkan piano dan bernyanyi.
Saat lagu yangku nyanyikan
akan berakhir tak sengaja mataku tertuju kesebuah jendela, sepasang mata
itu sepertinya memperhatikanku sejak tadi. Ne, sepasang mata itu
Chaerin. Chaerin yang selalu dingin dan berpura-pura sebagai gadis bisu.
Dan Chaerin juga melihat penampilan perdanaku di sekolah ini bermain
musik. Kenapa aku jadi malu?
Setelah bernyanyi dan bermain
musik aku memperkenalkan diriku. Anak-anak yang telah mendengarkan musik
dan nyanyianku ini adalah anak-anak yang tidak bisa melihat. Aku merasa
kasihanan melihat mereka. Jika aku jadi mereka mungkin aku tak kuat
untuk keluar dari rumah. setelah memperkanalkan diri dan menyapa mereka,
Aku dan Daesung pun pergi meninggalkan kelas.
“ah, kebetulan sekali!”kata Daesung. Chaerin terlihat kaget dan tentu aku juga melakukan hal yang sama, aku berpura-pura kaget.
“ini Kwon Jiyong guru baru yang mengajr musik di sini.”kata Daesung memperkenalkanku dengan Chaerin.
“kami pernah bertemu beberapa kali. Namanya Chaerin kan? Aku sungguh kaget bertemu denganya disini.”jawabku.
“benarkah? Dia ini Chaerin, guru serba bisa dan telah lama mengajar
disini”kata Daesung. Aku dan Chaerin pun berjabat tangan. Daesung
mengerakkan jari-jari dan tanggannya, sepertinya dia berkomunikasi
dengan Chaerin dan Chaerin pun mengagguk. Aneh, Chaerin terlihat gugup.
Kami pun berjalan meninggalkan Chaerin.
“apa yang kau katakan dengannya?”tanyaku dengan Daesung.
“mian, kami permisih dulu. Aku akan mengajaknya berkeliling dan mengenalkanya dengan yang lain, guru Lee.”jawab Daesung.
“kenapa mengunakan bahasa isyarat? Apakah karena guru?”tanyaku polos pura-pura tidak tahu.
“tidak mungkin begitu, hyung. Dia tidak dapat bicara makanya kami
membutuhkan guru musik yang bisa bernyanyi.”jelas Daesung dengan
senyuman.
“kau kan juga bisa benyanyi.”kataku.
“kadang aku juga
mengajar hyung. Tidak akan mungkin aku melewati kebersamaan dengan
mereka, mereka itu orang-orang istimewa.”jawab Daesung tersenyum tulus.
Etah kenapa seakan-akan aku melihat sayap berukuran langsung berkepak di
balik tubuhnya. Daesung bukan malaikat kan?
Aku masuk ke rumah. Chaerin duduk di ruang TV dan menyetel drama. Aku menuju tangga melewati punggungnya menuju tangga.
“kenapa kau berkerja disana?”tanyanya. aku segera menghentikan langkah kakiku dari tangga.
“kau bicara denganku Chaerin?”
“ya, memang ada siapa lagi?”katanya sambil menatapku dengan tatapan tajam.
“sebaiknya kau lebih sopan denganku Chaerin. kau sudah tahu namaku, aku
ini teman oppamu dan umurku 10 tahun lebih tua darimu.”jawabku.
“baiklah ahjussi.kenapa kau berkerja ditempatku?”
“itu yayasan milik Daesung,hoobaeku. Aku kebetulan melamar dan dapat
kerja. Apa aku salah Chaerin?”kataku. Chaerin hanya diam tapi, tatapan
matanya seakan-akan mengancam akan membunuhku jika aku banyak bicara.
“tenang, Chaerin. aku akan menjaga mulutku.”kataku sambil mengerakkan
tanganku kemulut seperti menutup resleting. Chaerin kembali menonton
dramanya dan aku kembali menaiki tangga.
“tunggu! Apa aku perlu berpura-pura tak mengenalmu dan tidak serumah denganmu?”tanyaku sambil menghentikan langkah kakiku.
“selama tidak ada yang menanyakannya kau tak perlu menjawabnya, ahjussi.”jawab Chaerin datar sambil menonton dramanya.
“apa-apaan yeoja ini? Kenapa begitu menyebalkan? Kasihan seklai yang
menjadi suaminya nanti.”omelku pelan sambil menaiki tangga.
TBC
Komentarnya jangan lupa ya... *nodong pisau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar