jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Kamis, 30 Mei 2013

Give Me A Tittle Try #4

cast: SKY DRAGON n seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. mian, typo d sana-sini! dika buru2 soalnya, takut d terror. semoga chinggudeul suka. :)
Chaerin Pov
aku baru saja pulang, suara gitar mengema hingga taman. Aku melihat ke atas, di balkon duduk seorang namja dengan gitarnya.
“ah, ternyata ahjussi aneh itu yang bermain gitar malam-malam begini. Dia kira ini rumahnya apa?”omelku pelan saat masuk rumah. Aku berjlan menaikki tangga dan berjalan menujuk kamarku. Saat aku masuk kamar suara lembut dan merdu memanjakan telingaku. Aku melangkah mendekati sumber suara, sebelah kamarku. Ahjussi aneh itu sedang bermain gitar sambil bernyanyi. Suaranya yang lembut dan merdu membuat detak jantungku tak beraturan. Tapi, aku tetap menikmati suaranya.
Aku membereskan barang-barangku untuk di bawa ke kelas selanjutnya. Tapi, sebuah nyanyian yang suaranya tidak asing terdengar dari kelas sebelah. Aku berjalan kelas sebelah dan sedikit mengintip dari jendela. Seperti yangku duga, ini suara ahjussi aneh itu. Aku berdiri didekat jendela hanya untuk mendnegarkan nyanyiannya.

Jiyong Pov
sebenarnya aku tak berbakat mengajar. Aku ini namja pemalu tapi, hanya dengan cara ini agar aku bisa dekat dengannya. Mendekatinya sebagai rekan kejanya. Aku masuk ke ruang pengurus sekolah. Mengetuk pinti pelan dan membuka pintu.
“Hyung!”kata seoarang namja kaget dan aku tak kalah kaget melihat hoobaeku ada disini.
“apa yang kau lakukan disini hyung?”tanyanya sambil tersenyum ramah dan mempersilahkanku duduk.
“melamar kerja”jawabku sambil duduk di sofanya.
“kau berbohong!”katanya dengan melipat kedua tanggannya di dadanya.
“jadi penulis itu nasip-nasipan, Dae. Penghasilan tidak tetap.”jawabku.
“tapi, dengan royalti yang kau dapat aku yakin kau bisa membuat sekolah sendiri hyung.”kata Daesung menyelidik.
“lalu kenapa kau disini Daesung?”tanyaku.
“aku? Aku pengurus sekaligus kepala sekolah disini, Kang Daesung.”katanya sambil berjabat tanganku. Senyuman hangat terlukis di wajahnya.
“jadi apa kau di terima?”tanyaku.
“kau ingin mengajar apa Hyung?”tanya Daesung.
“musik”jawabku langsung.
“aku bisa saja menerimamu. Tapi, apa kau yakin mengajar disini? Mereka bukan anak-anak biasa, mereka istimewa hyung. Kau yakin bisa mengajar mereka?”tanya Daesung.
“ne!”jawabku mantap.
“baiklah hyung. Ikut aku!”kata Daesung sambil berdiri kesofa dan keluar dari ruangannya dan tentu saja aku mengikutinya. Daesung berjalan melewati kelas-kelas dan akhirnya masuk ke suatu kelas. Terdapat sebuah piano berwarna hitam di sana serta alat musik yang lainnya.
“mainkan pianonya dan bernyanyilah hyung.”pinta Daesung. Tanpa pikir untuk ke dua kali aku segera memainkan piano dan bernyanyi.
Saat lagu yangku nyanyikan akan berakhir tak sengaja mataku tertuju kesebuah jendela, sepasang mata itu sepertinya memperhatikanku sejak tadi. Ne, sepasang mata itu Chaerin. Chaerin yang selalu dingin dan berpura-pura sebagai gadis bisu. Dan Chaerin juga melihat penampilan perdanaku di sekolah ini bermain musik. Kenapa aku jadi malu?

Setelah bernyanyi dan bermain musik aku memperkenalkan diriku. Anak-anak yang telah mendengarkan musik dan nyanyianku ini adalah anak-anak yang tidak bisa melihat. Aku merasa kasihanan melihat mereka. Jika aku jadi mereka mungkin aku tak kuat untuk keluar dari rumah. setelah memperkanalkan diri dan menyapa mereka, Aku dan Daesung pun pergi meninggalkan kelas.
“ah, kebetulan sekali!”kata Daesung. Chaerin terlihat kaget dan tentu aku juga melakukan hal yang sama, aku berpura-pura kaget.
“ini Kwon Jiyong guru baru yang mengajr musik di sini.”kata Daesung memperkenalkanku dengan Chaerin.
“kami pernah bertemu beberapa kali. Namanya Chaerin kan? Aku sungguh kaget bertemu denganya disini.”jawabku.
“benarkah? Dia ini Chaerin, guru serba bisa dan telah lama mengajar disini”kata Daesung. Aku dan Chaerin pun berjabat tangan. Daesung mengerakkan jari-jari dan tanggannya, sepertinya dia berkomunikasi dengan Chaerin dan Chaerin pun mengagguk. Aneh, Chaerin terlihat gugup. Kami pun berjalan meninggalkan Chaerin.
“apa yang kau katakan dengannya?”tanyaku dengan Daesung.
“mian, kami permisih dulu. Aku akan mengajaknya berkeliling dan mengenalkanya dengan yang lain, guru Lee.”jawab Daesung.
“kenapa mengunakan bahasa isyarat? Apakah karena guru?”tanyaku polos pura-pura tidak tahu.
“tidak mungkin begitu, hyung. Dia tidak dapat bicara makanya kami membutuhkan guru musik yang bisa bernyanyi.”jelas Daesung dengan senyuman.
“kau kan juga bisa benyanyi.”kataku.
“kadang aku juga mengajar hyung. Tidak akan mungkin aku melewati kebersamaan dengan mereka, mereka itu orang-orang istimewa.”jawab Daesung tersenyum tulus. Etah kenapa seakan-akan aku melihat sayap berukuran langsung berkepak di balik tubuhnya. Daesung bukan malaikat kan?

Aku masuk ke rumah. Chaerin duduk di ruang TV dan menyetel drama. Aku menuju tangga melewati punggungnya menuju tangga.
“kenapa kau berkerja disana?”tanyanya. aku segera menghentikan langkah kakiku dari tangga.
“kau bicara denganku Chaerin?”
“ya, memang ada siapa lagi?”katanya sambil menatapku dengan tatapan tajam.
“sebaiknya kau lebih sopan denganku Chaerin. kau sudah tahu namaku, aku ini teman oppamu dan umurku 10 tahun lebih tua darimu.”jawabku.
“baiklah ahjussi.kenapa kau berkerja ditempatku?”
“itu yayasan milik Daesung,hoobaeku. Aku kebetulan melamar dan dapat kerja. Apa aku salah Chaerin?”kataku. Chaerin hanya diam tapi, tatapan matanya seakan-akan mengancam akan membunuhku jika aku banyak bicara.
“tenang, Chaerin. aku akan menjaga mulutku.”kataku sambil mengerakkan tanganku kemulut seperti menutup resleting. Chaerin kembali menonton dramanya dan aku kembali menaiki tangga.
“tunggu! Apa aku perlu berpura-pura tak mengenalmu dan tidak serumah denganmu?”tanyaku sambil menghentikan langkah kakiku.
“selama tidak ada yang menanyakannya kau tak perlu menjawabnya, ahjussi.”jawab Chaerin datar sambil menonton dramanya.
“apa-apaan yeoja ini? Kenapa begitu menyebalkan? Kasihan seklai yang menjadi suaminya nanti.”omelku pelan sambil menaiki tangga.

TBC

Komentarnya jangan lupa ya... *nodong pisau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar