jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 10 Juli 2013

MISSION : TO LOVE YOU


Judul : MISSION : TO LOVE YOU
Author: Mahardika putri
Genre: romance
Rating: T
Cast: Hyun Hye Ji (OC)
Seungri BIG BANG
support cast: TOP BIGBANG
cuap-cuap: FF ini req dari Megha onnie. Ini buatnya sudah dimulai sejak lama sebelum Dika ganti PP ini. tapi, pengetikan di hentikan karena cedera pada tangan Dika. Mian bgt lama Dika hibernasinya. Mian, g da mauksud buat jelekin Jepang. di ingatkan sekali lagi bahwa ini hanya FIKSI. Mian, kalau ada typo bertaburan melebihi choco chip di biskuit good time.

---------
Aku berada di sebuah salah satu outlite terdiam kaku. Disamping seorang namja dengan senyuman bahagia dibibirnya. Namja ini bernama Lee Seungri, dia memelukku dan menarik pinggangku hingga lebih dekat padanya. Aku menatapnya kaget tapi, dia hanya terenyum sambil menatapku dalam.
“senyumlah, sayang”katanya sambil tersenyum mesra padaku. Aku menatapnya dan tersenyum, membiarkan kilatan kamera terus menyinari kami. Namja disampingku memegang tangan kananku dengan tangan kanannya. Lalu tangan kami di letakkan di depan untuk menghalangi wajahku.
Cup. Dia mengecup pipiku lembut. Namja panda ini benar-benar membuatku malu. Aku rasa wartawan itu mendapatkan foto kami yang saling mengaitkan tangan yang terdapat cincin pernikahan.

@rumah
Disampingku seorang namja bersender pada bahuku, kami sedang menonton televisi bersama. Namja ini suamiku sejak beberapa minggu lalu, Lee Seungri. Tapi, dari awal kami dekat aku sudah tahu dia memang suka bermanja-manja seperti ini.
“Sung Hyo memang terlihat seperti anak kecil tapi, ternyata dia begitu menakutkan.”kata namja panda ini berkomentar tentang drama yang kami tonton.
“tapi, dia itu sangat baik walau caranya sedikit tidak biasa.”kataku.
“lihat, aku setuju dengannya! Sung Hyo itu memang psicho!”kata namja panda sambil menunjuk yeoja blonde yang sedang bertengkar dengan yeoja bertubuh kacil yang ada di televisi.
“panda, kau bisa diam tidak?”kataku mulai kesal.
“tidak. Kecuali..”katanya terputus dan mencium bibirku dalam sekejap.
“kau menutup bibirku dengan bibirmu!”katanya tersenyum nakal.
“dasar panda otak porno!”kataku pura-pura kesal.
“sst!! Kau harus diam. Kau ingin aku melakukannya lagi agar kau diam?”katanya sambil meletakan jari telunjuknya di bibirnya dengan wajah serius.
“panda nakal! Aku ingin menonton”kataku dan dia hanya tertawa sambil kembali menonton.

Pagi ini kami berolahraga bersama berlari di taman. Wajah tampannya dengan keringat itu kenapa tidak terlihat menjijikkan malah terlihat sexy dimataku. Sial, panda ini memang begitu mempesona.
“wae? Kau lelah?”tanyanya padaku sedikit khawatir.
“annio”kataku mengalihkan mataku dari wajahnya.
“Seungri oppa!! Oppa!!”teriak beberapa yeoja yang berlari ke arah kami. Namja panda ini segera menatapku memberi intruksi untuk berlari lagi. Aku mengaguk pelan. Dia langsung menarik tanganku dan kami pun berlari bersama. Kami tertawa sambil berlari saat melihat fans-fansnya berlari mengejar dengan wajah yang sangat lucu, mereka saling menatap tajam ke fans yang lain untuk berlari lebih dulu. Aku dan Seungri oppa akhirnya berhasil masuk ke gedung apartemen kami. Seungri oppa menutup pintu, sedangkan aku sudah duduk dengan nafas tidak beraturan. Seungri oppa berjalan mendekatiku dengan nafas yang juga tidak beraturan.
“mereka semakin berbahaya!”kata Seungri oppa dengan senyuman manisnya.
“mereka seperti vampir haus darah.”kataku sambil berusaha mengatur nafasku.
“wae? Kau tak nyaman dengan mereka?”tanya Seungri oppa.
“asalkan mereka tidak menyerang, masuk kerumah, ke hotel tempat kau menginap dan tidak tiba-tiba bertindak yang aneh-aneh padamu. Melihat mereka mengejarmu begitu sangat lucu, berkerjar-kejaran seperti itu seperti bermain game yang ada di acara Runningman”
“gomawo, kau mengerti mereka. Mereka juga berarti untukku, kau mengertikan sayang?”kata Seungri oppa di depanku dan mengecup pucuk kepalaku.
“aku harus mandi. Tubuhku lengket semua!”kataku sambil beranjak dari sofa.
“kau ingin mandi bersamaku?”goda Seungri oppa.
“sireo! Panda mesum!”kataku sambil menjulurkan lidahku dan berjalan ke kamar. Seungri oppa hanya menatapku dengan tatapan memelas padaku. Dia itu terkadang memang seperti anak-anak, sangat cute.
Aku membuka pintu kamarku, tidak ada yang berubah dari kamar kami sejak kami tinggalkan tadi.
“sejak kapan anda disini, ketua?”tanyaku.
“baru saja.”kata seorang namja perpakaian santai menunjukan dirinya dari arah belakangku. Dia menatapku dengan tatapan lembut, bertanda dia kesini bukan karena posisinya dimarkas.
“pulanglah TOP oppa! Biar aku yang urus sendiri”kataku.
“kau? Kau mengurusnya sendiri? Aku tak yakin. Ini sudah hampir setahun. Kau sudah menikah dengannya dan memberikan tubuhmu untuk lelaki itu, aku rasa kau telah mencintainya hingga tidak bisa menyelesaikan misi ini, Hye Ji.”katanya sambil menatapku tajam seakan bisa mengoyak hatiku dan mengetahui rasahasia yangku tutupi rapat.
“aku berikan kau waktu satu minggu. Jika kau tidak bisa menyelesaikan misimu dalam satu minggu maka, bersiaplah melihat pria yang kau cintai itu terbaring kaku di peti mati.”katanya dengan nada pengancam dan tatapan tajam. Melihatku terdiam kaku dia pun loncat keluar dari jendela. Kami ada dilantai empat tapi, untuk orang terlatih seperti kami itu tidaklah sulit. Jadi aku tidak khawatir.

Sinar matahari pagi telah menyelimuti kami, berganti jaga dengan bulan. Aku membuka mataku perlahan. Tangan kekarnya melingkar tubuhku. Aku membalikkan tubuhku agar bisa melihatnya. Dia masih tertidur nyenyak. Aku mengecup bibirnya.
“ini salah! Seharusnya sang pangeran yang membangunkan sang putri.”katanya dengan mata terpejam dan semakin memelukku erat hingga semakin dekat dengan tubuhnya.
“yang aku tahu hanya ada cerita pangeran kodok. Belum pernah mendengarkan ada pangeran panda”ledekku dan dia terkekeh.
“mataku tidak seperti panda lagi. Kau tidak lihat, aku jadi semakin tampan? Ahk, aku lupa karena kau tidak bisa membedakan apa-apa tentangku. Karena dimatamu aku selalu tampan, Aku mengerti.”katanya santai hingga membuatku ingin tertawa. Tiba-tiba aku ingat kejadian kemarin, saat ketua memintaku menyelesaikan missiku.
“oppa, kau tahukan aku melakukan apapun tapi aku akan tetap mencintaimu.”kataku sedikit takut.
“ne”katanya memjamkan matanya kembali, menarik kepalaku hingga menempel pada dada bidangnya. Aku bisa mendengarkan detak jantungnya yang berdetak kencang.
“jika aku harus membunuhmu untuk mengelindungi bumi. Apakah kau memaafkanku dan tetap mencintaiku?”
“tadi kau bermimpi buruk?
“ne, oppa”kataku. Dia menurunkan posisi kepalanya hingga bibirnya dapat menyentuh bibirku.
“aku selalu percaya padamu. Aku tatap mencintaimu”katanya memelukku lebih erat lagi. Mianhae, oppa. Aku mencintaimu.

@meja makan
“oppa, makanlah sarapanmu! Bukankah nanti kau harus syuting?”kataku.
“kau memasak untukku lagi?”tanyanya dari kamar.
“aku tak suka kau terlalu lelah di dapur tapi, untuk dikamar itu tidak masalah”katanya keluar dari balik pintu dan memberikanku senyuman nakalnya.
“oppa!!”kataku sambil menatapnya tajam dan dia tertawa terkekeh.
“aku hanya bercanda sayang”katanya sambil mendekat kepadaku. Seungri oppa memelukku dari belakang dan mencium bahuku yang masih terlindugi baju.
“panda mesum, ini sudah waktunya makan. Kau ingin terlambat?”ancamku. Seungri oppa tersenyum manis.
“ngomong-ngomong kapan kita akan mempunyai anak? Bukankah kita sudah lima bulan menikah?”
“bersabarlah oppa.”kataku. Seungri oppa menyenderkan kepalanya di bahuku.
“kajja, kita makan oppa!”ajakku dengan senyuman manis untuknya. Maafkan aku oppa.

Flashback (Jepang, gedung National Intelligence)
Aku dengan percaya diri berjalan ditengah-tengah para pria mengunakan seragam kerjaku. Ne, aku memang berkerja di tengah-tengah namja. Aku masuk kesebuah ruangan. Dua atasanku sudah menunggu di ruangan itu. Saat aku menutup pintu mereka menatapku dengan gusar. Aku memberikan hormatku pada mereka. Aku segera duduk di kursi di hadapan mereka.
“kau tahu kan bila hallyu itu sudah berhasil mencuci otak remaja di Jepang. Remaja jepang sudah mulai meninggalkan budaya dan adat yang sudah sejak dulu diberikan pada mereka. Pihak kita sudah melaporkan ketidaknyamanan dengan hallyu yang semakin menguasai dunia penyiaran televisi karena membuat remaja fanatik pada mereka dan menurunkan pasaran produk Jepang. Pria ini namanya Lee Seungri. Awal debut dia di juluki panda karena lingkar matanya yang selalu tampak hitam. Dia adalah penyanyi, MC, dan pemain film. Sekarang dia menjadi MC disalah satu acara televisi di Jepang. Di Korea dia adalah sebuah icon dan daya tarik, seperti bunga sakura di Jepang. Walau ini terkesan sepele tapi, adanya hallyu sangat berdampak buruk bagi kita. Apa kau mengerti?”jelas ketua.
“haik!”jawabku.
“tugasmu adalah membuat dia percaya denganmu, mengorek semua informasi penting darinya dan kau membunuhnya. Kita harus menghilangkan penjajah yang membuat budaya kita hilang.”kata ketua.
Flashback end

@kebun binatang
“kenapa kau mengajakku ke sini?”tanya Seungri oppa sambil mendaki jalanan setapak menuju puncak gunung.
“bukankah kau lagi luang oppa. Tempat ini tidak begitu rame jadi kita bisa liburan bersama sekalian berkemah disini. Bukankah itu bagus?”kataku sambil tersenyum.
“Hye Ji, aku ingin punya keluarga seperti itu.”kata Seungri oppa terdiam. Arah matanya menatap satu titik. Sebuah keluarga yang kecil yang sedang istirahat untuk mendaki. Si anak kira-kira berumur lima tahun yang sedang rewel di gendong sang appa dan omma yang panik membuat susu dalam botol. Dia ingin anak dariku? Mianhae oppa, aku tidak bisa.
Baru saja kami membuat tenda dan duduk bersama karena berhasil membuat api unggun karena langit mulai gelap. Aku merasa kawananku berada disini. Sial! Aku lupa ini sudah satu minggu. Kenapa aku bisa lupa?
“kenapa hutan ini sepi sekali. Bahkan burung pun tak berbunyi.”kata Seungri oppa sambil melihat ke langit dan berdiri dari tempat duduknya, menjauh dariku.
“aku akan membuat burung-burung itu berterbangan agar kau dapat melihatnya oppa.”kataku sambil mengeluarkan pistolku. Ku arahkan pistolku ke arah Seungri oppa. Seungri oppa terlihat kaget saat tahu aku mengarahkan pistol padanya. Air mataku menetes.
Dorr!!
Aku rasa peluruku mengena di dadanya. Seungri oppa terjatuh di tanah.
“mianhae, oppa. Aku mencintaimu.”kataku burung-burung pun berterbangan menjauh berpindah tempat setelah mendengar suara ledakan dari pistolku.
“Akh!”teriakku kesakitan. Mereka menembak tepat diperutku. Aku tahu mereka akan menembakku hanya saja mereka mereka memakai pistol yang meredam bunyi jadi aku tidak tahu dari arah mana mereka akan menembakku. Aku terjatuh lemas, perutku seperti terbakar dan terus mengeluarkan darah. Dengan susah payah aku menyeret tubuhku hingga mendekati Seungri oppa. Sebelum aku bisa menyentuh tangan Seungri oppa mataku telah terpejam. Gwincana oppa, semua telah berakhir. Aku tak akan lagi muncul di hidupmu.

‪#‎tiga‬ tahun kemudian
(Serawak, kota Cina Malaysia.)
“disini panas. Kenapa betah sekali berada disini?”kata seorang namja sambil mengipasi dirinya dengan koran yang dia temukan dimeja tamu. Namja itu sedang berdiri di jendela dan mengipasi wajahnya.
“karena aku banyak bertemu dengan orang dan makanan disini enak.”jawabku dengan nada dingin.
“hanya makanan yang terpikirkan olahmu. Bagaimana dengan aku?”
“maafkan aku atas lukamu.”jawabku sambil memelihat jauh seakan-akan aku kembali ke tiga tahun lalu saat aku menembaknya.
“bukan itu maksudku. Kau hanya melakukan misimu dan kau hanya membuat goresan di dadaku tidak membuat peluru itu tertanam di tubuhku. Kau juga korban.”
“sebaiknya kau pulang Seungri oppa”kataku. Aku takut jika dia di dekatku. Takut kawananku kembali mengincarnya, melukainya lagi atau mungkin membunuhnya. Tapi, aku juga takut untuk menyadari diriku sendiri bahwa aku masih mencintainya seperti dulu dan aku pernah telah menembaknya dengan pistolku.
“kata perawat kau menghilang saat kau baru saja sadar dan kau masih butuh pengobatan. Sedangkan aku terkurung dirumah sakit walau aku sudah sembuh total.”katanya sambil duduk di sofa dan menatapku intens meminta penjelasan.
“lagian aku tak berharap kau menjengukku oppa. Kembalilah ke hotelmu.”kataku beranjak dari kursiku dan membukankan pintu.
“ini sudah tiga tahun. Apa kau sudah menemukan penggantiku?”tanyanya dengan tatapan lembut. Terlihat rasa sedih dimatanya. Walau dia sangat jago berakting aku sadar kalau itu bukanlah akting.
“lily, kenapa kau di luar? Eh, kenapa panda ini disini?”kata TOP oppa yang baru datang dan menatap Seungri oppa menyelidik.
“kau sudah pulang.”kataku sambil memberikan senyumku padanya. Namja di depan ku ini pun mencium pipiku lembut. Aku pun tertegun dan terdiam. TOP oppa pun memelukku.
“sebaiknya aku pergi sekarang”kata Seungri oppa. Beranjak dari kursinya dan melewati kami berjalan pergi.
“berhenti! Tetaplah disini!”kata TOP oppa.
“mereka melepasmu. Mereka sudah membebaskanmu. Mereka mengizinkanmu bersama panda ini asalkan kau tidak tinggal di Korea dan Jepang. Kau menetap saja disini sebagai Lily seperti ini.”kata TOP oppa.
“jinja?”tanyaku tak percaya.
“ne. Dan aku juga merelakanmu untuk kebebasanmu, Hye Ji. Aku jauh-jauh datang kesini hanya untuk mengatakannya padamu secara langsung. Aku pergi dulu, kalian pasti butuh waktu.”kata TOP oppa sambil memukul bahu Seungri oppa pelan. Aku tersenyum senang. Seungri oppa memelukku. Aku menangis bahagia karena akhirnya aku hidup bebas dan tenang.
“bisakah kita hidup dari awal? Aku ingin hidup dengamu lagi Hye Ji. Aku masih mencintaimu dan tetap mencintaimu.”kata Seungri oppa. Apakah aku masih bisa disisi namja baik-baik ini? Tuhan, izinkan aku untuk tetap berada disisinya.

END

Megha unnie mian, kalo hasil FF mengecewakan tapi, Dika sudah berusaha kok. beneran.

give me a tittle try #8


give me a tittle try #8

cast: SKY DRAGON, Seungri n Seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbedaannya cukup jauh. semoga chinggudeul suka.

AUTHOR POV
(flashback)
Seungri baru saja masuk ke rumahnya. Saat dia membuka pintu tak ada yang menyambutnya atau menjawab salamnya.
“hyung!”kata Seungri tapi, tidak ada balasan.
“aku senang sekarang kau sudah jadi tunanganku. Aku jadi ingin segera menikah denganmu”kata Taeyang sambil memeluk Chaerin.
“kita harus menunggu beberapa tahun agar kita bisa menikah karena aku tak ingin kuliahku terganggu, oppa.”kata Chaerin sedikit manja. Melihat itu Seungri hanya tersenyum getir lalu dia melangkah pergi.


Seungri yang sudah mabuk tidak sadar telah menelpon Chaerin.
“kenapa kau begini oppa?”tanya Chaerin cemas. Karena merasa ponselnya bergetar Chaerin pun segera meraih ponsel di tansnya.
“ah, ne oppa. Aku di cafe bersama Seungri oppa karena Seungri oppa menelponku. Seungri oppa sedang mabuk berat oppa, bisakah kau ke sini?”kata Chaerin.
“ne, aku akan menunggumu.”kata Chaerin setelah mendengar jawaban dari sebrang telepon.

Setelah beberapa menit Chaerin menunggu Taeyang pun datang. Baru saja Taeyang masuk ke cafe dia melihat Chaerin sedang berpelukan dengan Seungri. Awalnya Taeyang hanya merasa biasa saja karena dia tahu Seungri dan Chaerin memang akrab.
“Aku memang mencintaimu Chaerin. Sangat cinta”kata Seungri yang mabuk. Teyang segera mengehentikan langkahnya.
“aku tahu kau tak pernah mencintaiku. Aku tak keberatan kau perpacaran atau pun menikah dengan Taeyang hyung. Tapi, izinkan aku memelukmu seperti sekarang lebih lama lagi.”ucap Seungri lirih.
“kau jangan seperti ini oppa! Kenapa kau mengatakannya? Bukankah kita teman? Aku sudah menelepon Taeyang oppa, sepertinya sebentar lagi dia akan sampai. Aku mohon, lepaskan aku. Aku tak ingin Taeyang oppa salah paham”kata Chaerin binggung.
“ne, arraso”kata Seungri sambil melepaskan pelukannya dari Chaerin. Taeyang keluar dari cafe perlahan-lahan dan masuk kembali seakan-akan dia baru tiba disana dan tak mendengarkan apa-apa.

“Chaerin, kita berpisah saja”kata Taeyang tiba-tiba.
“kau bercanda kan oppa?”tanya Chaerin kaget.
“aku serius.”
“aku benar-benar ingin berpisah denganmu.”kata Taeyang lagi.
“waeyo oppa? Apa salahku?”tanya Chaerin tak terima.
“aku tak ingin melukai Seungri”kata Taeyang. Chaerin tentu saja kaget mendengarnya.
“kenapa dengan Seungri oppa. Bukankah ini hubungan kita.”
“aku tak sengaja mendengarkan percakapan kalian di Cafe. karena itu aku mohon kita berpisah saja.”
“aku mencintaimu oppa, jangan lepaskan aku! Jebal!”kata Chaerin mulai memelas dan air matanya hampir menetes.
“mianhae, Chaerin. Aku tak ingin egois. Aku tak bisa tidak mempedulikan perasaan Seungri yang mencintaimu.”kata Taeyang memohon agar Chaerin mengerti posisinya.
“itu tak akan terjadi oppa. Aku pura-pura kita tidak pernah membicarakannya dan kita tak pernah bertemu hari ini.”kata Chaerin marah dan pergi meninggalkan rumah Taeyang.

Hari ini Chaerin dan Taeyang bertemu kembali di sebuah Cafe. Chaerin memang bersikap seolah-olah tak pernah mendengar pernyataan Taeyang beberapa hari lalu, dia tetap bersikap wajar. Berbeda dengan Taeyang yang selalu berusaha untuk mengatakan kata “pisah” pada Chaerin lagi.
“aku mohon Chaerin! aku tak ingin melukai Seungri”kata Taeyang memohon.
“jadi bila kau melukaiku itu tidak jadi masalah untukmu oppa?”protes Chaerin.
“bukan begitu maksudku”kata Taeyang binggung untuk mengatakan dan menjelaskan pikirannya kali ini. Chaerin berdiri dari tempat duduknya.
“apakah cintamu palsu? Kau tak pernah sungguh-sungguh mencintaiku kan, oppa?”kata Chaerin sambil menangis, air matanya tak tertahankan sekarang.
“kau salah!”
“tidak! Yang aku katakan memang benar”kata Chaerin.
“kau salah paham, Chaerin”kata Taeyang meraih tangan Chaerin saat Chaerin baru saja melangkah keluar cafe.
“apa yang aku katakan benarkan? Kau memang tak pernah mencintaiku oppa.”kata Chaerin penuh emosi.
“diamlah Chaerin! diam! Ini tempat ramai.”kata Taeyang mencoba untuk membuat Chaerin diam. Taeyang berusaha meraih tangan Chaerin tapi, Chaerin selalu berhasil melepaskan tanggannya dari genggaman Taeyang. Chaerin berjalan memang penuh emosi hingga dia tidak sadar kalau sudah berjalan keluar dari trotoar. Suara klakson mobil terdengar sangat kencang, Taeyang dengan sigap menarik Chaerin agar tidak berada di jalan raya. Tubuh mereka sedikit berputar. Chaerin segera melepaskan genggaman tangan Taeyang. Tapi, tubuh Taeyang menjadi tidak seimbang hingga dia tertabrak mobil yang lainnya.
“ini karena aku ini salahku.”kata Chaerin terus menerus diperjalanan menuju rumah sakit.
“diamlah ini bukan salahmu”kata Taeyang pada Chaerin dengan lemah. Taeyang menghapus air mata yang mebahasi pipi Chaerin dengan lembut.
“aku mencintaimu Chaerin.”kata Taeyang lemah.
(Flash back END)

“aku yang menyebabkan dia mati.”kata Chaerin menangis.
“itu karena kecelakaan. Kau tak berhak menyalahkan dirimu sendri.”kata Jiyong sambil menatap Chaerin yang tiduran di rumput tepat di sampingnya. Chaerin menutup matanya dengan tanganya. Tapi, Jiyong sadar Chaerin sedang menangis sekarang.
“aku tahu sanagt berat untuk menceritakannya. Tapi, aku yakin setelah menceritakannya bebanmu menjadi lebih ringan.”nasehat Jiyong. Jiyong memang menjadi binggung apa yang harus dia lakukan agar Chaerin menjadi tenang.


TBC

Dika lgi males bgt nulis, kayany leptop Dika ada hantunya. ada saran biar Dika rajin ngetik?

give me a tittle try #7

give me a tittle try #7

cast: SKY DRAGON, Seungri n Seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbedaannya cukup jauh. semoga chinggudeul suka.

Aku sarapan dengan Seung Hyun hyung dan Chaerin baru saja turun dari tangga dengan senyuman.
“aku tak salah lihat?”tanya hyung binggung padaku.
“aku rasa tidak. Aku juga melihat penampakan eneh itu, hyung.”jawabku.
“Chaerin, adikku tersenyum?”
“ne, Hyung.”
“dia adikku? Bukan hantu?”
“tidak mungkin itu hantu hyung, ini masih pagi.”
“apa-apaan kalian ini.”tegur Chaerin sambil berjalan ke arah kami.
“aku hanya merasa ini tidak nyata. Jiyong, coba cubit aku.”kata Hyung. Aku segera mencubit tanggannya.
“Baka! Kau benar-benar mencubitku.(baka=bodoh,bahasa Jepang)”kata hyung sambil mengusap-usap tanggannya yang tadi kucubit. Kali ini terdengar suara Chaerin tertawa.
“hyung firasatku tidak enak. Apakah besok akan kiamat?”kataku.
“kau benar”balas hyung.
“kalian ini memintaku bangun dari tidur panjangku. Dan memintaku menerima semua kenyataan ini tapi, sekarang kalian meledekku.”kata Chaerin sambil mengunyah sandwich dengan cute.
“hanya saja kami belum terbiasa.”jawabku sambil melihatnya dengan tatapan masih binggung.
“ya, Jiyong benar. Aku suka kau ceria kembali.”kata hyung.
“oppa, aku berangkat dulu. Aku tak mau terlambat mengajar. Ahjussi, kau tak mengajar?”tanya Chaerin.
“ne!”kataku sambil mengambil tas kerjaku dan mengejarnya yang sudah di ambang pintu.

Aku dan Chaerin berjalan berdua menuju halte.
“kenapa kau melihatku terus ahjussi?”tanya Chaerin.
“aku hanya tidak terbiasa.”jawabku yang masih memperhatikannya.
“kalau begitu biasakan ahjussi.”jawab Chaerin tersenyum. Astaga, senyumannya.
“apa. Apakah kau akan berbicara dengan normal lagi?”tanyaku. kenapa aku jadi gugup?
“tidak mungkin secepat itu, ahjussi. Aku perlu waktu untuk mengembalikan seperti semula.”kata Chaerin. Aku jadi membenci senyumannya ini karena selalu membuat jantungku tak terkendali. Jika Seung Hyun hyung tahu maka dia akan membuangku.
“ahjussi, kemana mobilmu?”
“sudahku kembalikan pada temanku.”jawabku.
“itu bisnya sudah datang. Kajja!”katanya. Benar kata Ahjuma penjual bubur, Chaerin anak yang ceria.
Ini sudah seminggu Chaerin memang lebih ceria tapi, dia belum juga mau berbicara langsung kecuali dengan kami yang sudah tahu tentang kebenarannya. Setidaknya sekarang Chaerin lebih ceria.
“kau melihatnya dari tadi kau memperhatikan Chaerin trus hyung.”
“eh, kau Dae. Aku hanya penasaran dengan yeoja ini.”kataku sambil melihat Daesung yang tiba-tiba di sampingku.
“aneh. Bukankah kau hanya namja yang tertarik pada pena dan kertas?”ledek Deasung.
“walau aku penulis. Aku ini namja normal.”
“kau datang ke sini juga karena Chaerin kan?”
“bagaimana kau tahu?”
“matamu itu hyung, seakan-akan menempel pada Chaerin”kata Daesung tertawa pelan.
“dia bisa bicara kenapa malah memilih membisu”gumamku sambil memperhatikan Chaerin serius.
“kau.. kau tahu?”tanya Daesung kaget dan bola matanya membesar.
“kau. Kau juga tahu?”tanyaku tak percaya.

@ruangan Daesung.
“Taeyang, kekasih Chaerin sudah berkerja disini duluan saat orang tuaku yang mengelola yayasan ini. Dan Chaerin sering datang kesini hanya untuk bertemu dengan Taeyang ataupun bermain dengan malaikat-malaikat disini. Aku dan Taeyang sangat akrab jadi aku hampir tahu semua kisah mereka.”jelas Daesung.
“kau tahu dia bisa berbicara kenapa kau mau membantu dia berbohong pada semua orang?”selidikku.
“entah kenapa aku juga sangat kesal padanya saat itu. Aku membiarkan dia menyiksa dirinya sendiri. Aku yang membiarkan dia menghukum dirinya sendiri. Aku sadar, aku salah aku sudah beberapa kali melarangnya. Menyadarkannya bila kebisuannya tidak membuat Taeyang hidup kembali. Tapi, dia mengatakan, ‘hanya dengan cara ini aku merasa tidak membunuhnya’.”jelas Daesung dengan tatapan mata penuh sesal.
“Tapi, Seungri kini sudah kembali. Aku rasa dia sedikit lagi berhasil mengobati luka Chaerin.”kata Daesung yang kini tersenyum.
“maksudmu. Taeyang meninggal karena Chaerin dan kini Seungri yang membuat Chaerin bisa tersenyum kembali.”
“ne, secara tidak langsung Chaerin membunuh Taeyang. Apakah kau tak sadar, hyung? Semenjak Seungri kembali ke Korea dan selalu menemani Chaerin terlihat lebih bahagia. Mianhae, hyung. Aku rasa kau menyerah saja tentang Chaerin. kau pasti mengerti maksudku.”kata Daesung sambil menyentuh bahuku seakan-akan dia menyalurkan kekuatannya padaku.
“ini pertama kalinya aku begitu tertarik pada seorang yeoja. Aku tak akan menyerah sebelum Chaerin benar-benar menolakku.”kataku.
“Hyung, kenapa kau tak mencari saja yeoja yang pantas untukmu. Aku bukan bermaksud kasar. Umurmu 10 tahun lebih tua darinya hyung. Kau yakin dia akan menerimamu? Lagian Chaerin sekarang punya Seungri yang sudah di takdirkan untuknya”
“selama Chaerin tidak berfikir sepertimu, aku yakin dengan keputusanku. Oh ya, ketua gomawo informasinya!”kataku berjalan pergi dari ruangan Daesung.

Hukuman? Apa yang dibuat Chaerin hingga Daesung mengatakan secara tidak langsung Chaerin pembunuh Taeyang? Apakah Chaerin berselingkuh dengan Seungri lalu ketahuan dengan Taeyang dan dia bunuh diri? Itu tidak mungkin. Karena jika memang Chaerin menyukai Seungri dia tidak akan merasa bersalah dan tetap memikirkan namja yang bernama Taeyang. Kenapa yeoja kecil ini begitu rumit?
“lagi-lagi kau melamun Jiyong!”sapa Seung Hyun hyung sambil menyentuh bahuku.
“adikmu begitu rumit, hyung. Dia seperti labirin besar dan memiliki lebih 5000 liku”
“sudahku bilang, ‘jangan pikirkan adikku.’ Apa kau tak ada kenalan yeoja lain?”kata hyung sambil bersandar di pegangan balkon dan menghidupkan rokoknya.
“apakah salah aku menyukai adikmu hyung?”
“bukan salah, hanya saja sia-sia.”katanya sambil menghisap rokoknya dan menghembusakan asapnya.
“wae?”
“bagaimana kau bisa mendekatinya bila dia saja tidak mau mendengarkanku. Dia menyimpan rahasianya seorang diri. Aku rasa Seungri juga terlibat tapi, Chaerin mengubur rahasia itu seorang diri seakan-akan dia adalah tersangka dan hanya dia tersangkanya. Jadi, akan sia-sia saja jika kau mengejarnya”
“maksudanya apa? Kematian Taeyang lagi?”
“ne, karena itu penyebab keadaan seperti ini. Tapi, seperti yang aku katakan sebelumnya, ‘aku tak akan membantumu’”kata Seung Hyun hyung melangkah pergi meninggalkanku.
“apa sekarang kita ada di novel dektektif?”tanyaku. Hyung menghentikan langkahnya.
“mungkin saja.”katanya santai.

Ternyata mendekati Chaerin saat ada Seungri sangat sulit. Namja yang bernama Seungri itu selalu menatapku dengan tatapan mengancam. Apa dia lupa untuk menghormati yang lebih tua? Aku kan tidak melakukan apa-apa selain mencoba mendekati Chaerin. (author: hah? Sok polos lu bang! *dibuang bang GD)

Aku pulang bersama dengan Chaerin menggunakan bis. Ya, ini memang biasa tapi, yang membuat ini sedikit berbeda adalah setelah turun dari bis kami akan jalan-jalan ke pasar untuk membeli titipan Seung Hyun hyung. Kata hyung kulkas sudah kosong jadi dia meminta kami berbelanja di pasar. Aku tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
“boleh aku mengandengmu?”tanyaku pada Chaerin sedikit ragu.
“ini sangat rame aku tak mau kita saling mencari nantinya.”tambahku. Aku rasa ini alibi yang jitu karena Chaerin segara mengagukkan kepalanya.
“jangan yang itu! Aku tak suka brokoli!”kataku saat Chaerin memilih beberapa brokoli. Di taruhnya kembali brokoli itu di ambilnya buku dan pena lalu menuliskan sesuatu.

‘Kau kira aku membeli untukmu, AHJUSSI??’

Aku mengagukkan kepalaku setelah membaca tulisannya.
“tentu saja karena aku yang akan membayarnya”kataku. Chaerin kembali menuliskan sesuatu di kertasnya. tak lama Chaerin memberikan kerta itu padaku.

‘Sesukamu saja, ahjusssi. Tapi, aku akan membeli brokoli ini dan membayarnya sendiri. :P’

Aku melihat ke arahnya, dia sudah menerima sekantung brokoli dari penjual itu.
“kau keras kepala sekali!”kataku dan dia hanya menjulurkan lidahnya padaku. Dia terlihat sangat cute. Ini berbahaya! Jika bersama Chaerin aku lupa bahwa aku bukan remaja yang sedang jatuh cinta. Aku ini namja yang sudah dewasa, kenapa aku tak bisa menahan diriku untuk menyentuhnya?

“kau coba ini. Ini enak!”kataku sambil memasukkan kimci begitu saja ke mulutnya. Dia terlihat terkejut dan membesarkan bola matanya.
“wae? Kau tak suka?”tanyaku binggung. Tiba-tiba saja dia menyuapiku dengan kimchi juga.
“kau terlalu kasar menyuapiku, ahjussi.”kata Chaerin berbisik tapi, masih terdengar jelas olehku. Wajahnya terlihat kesal karena tinggkahku.
“kalau begitu lain kali aku akan menyuapimu dengan lembut. Apa kau mau?”godaku. Tangan Chaerin menyentuh bahuku lembut. Lalu dia berjalan begitu saja meninggalkanku.
“hai, Lee Chaerin. Kenapa kau mengelap tanganmu di bajuku? Bagaimana dengan saus kimchi yang menempel di bajuku?”kataku. Dia tetap berjalan duluan dan melambaikan tangan padaku.
“ini kimchinya!”kata ahjuma penjual kimchi itu padaku. Aku segera mengambil kimchi itu dan segera mengejar Chaerin.
“kau meninggalkanku. Bagaimana kalau di antara kita hilang?”tanyaku padanya.
Brukk.. seseorang menyenggol Chaerin dengan kasar hingga Chaerin terjatuh dan barang yang di bawanya sedikit berserakkan. Aku segera membantu Chaerin memunguti barang-barang itu.
“mianhae, Chaerin.”kata yeoja yang menabrak Chaerin tadi saat kami kembali berdiri.
“aku tak menyangka semudah itu kau mendapatkan pengganti Taeyang oppa. Setelah menyakiti Taeyang oppa, kau mendekati Seungri oppa, dan ternyata kini kau bersama dengan namja lain. Kau lupa dosamu yah? Atau kau merasa tak berdosa? Kau benar-benar yeoja menakutkan, Chaerin.”kata Yeoja itu penuh amarah dan jalan melewati kami. Barang-barang yang Chaerin bawa kembali terjatuh lagi di tanah. Beberapa orang yang berjalan di dekat kami melihat kami.
“Chaerin, ada apa? Ayo, pulang! Bukankah oppamu sudah menunggu kita?”kataku sambil sediit mengoncangkan tubuhnya. Aku melihat yeoja itu, dia tersenyum sinis ke arah kami. Kenapa misteri ini belum terpecahkan? Ini terlalu rumit untukku yang bukan seorang dektektif.

Sesampai dirumah Chaerin begitu saja masuk dalan langsung menuju kamarnya. Semenjak kejadian tadi dia tak berbicara lagi padaku. Dia juga tak menangis. Yeoja kecil itu lagi-lagi menahan emosinya.
“kenapa sayurannya kotor!”kata hyung dari dapur.
“tadi Chaerin terjatuh.”jawabku.
“ ah, ne. Dia aneh. Apa yang terjadi?”tanya hyung. Dan aku segera menceritakan kejadian tadi pada hyung. Bagaimana pun juga hyung juga harus tahu.
“ah, yeoja ular itu masih juga menggagu Chaerin ternyata.”geram hyung.

Setelah aku tahu Chaerin tidak datang mengejar, aku segera mencarinya sepulang mengajar. Dugaanku tepat, dia di tempat latihan tinju dan sedang “bermain” dengan sansak. Aku melihat ngeri kearahnya. Aku rasa jika seseorang tertinju oleh Chaerin sekarang dia pasti akan masuk ke ruang operasi.
"istirahatlah!"kataku sambil menempelkan botol minuman ke pipinya. Chaerin berhenti memukul sansak dan mengambil botol minuman dari tangganku. Tatapan matanya kali ini benar-benar tajam. Apa salahku??

TBC
mian, typo d sana-sini dan feelnya kurang terasa. tiba-tiba ilham membuat FF ini hilang. jika ada yg menemukan ilham tolong hubungin Dika

give me a tittle try #6


give me a tittle try #6

cast: SKY DRAGON, Seungri n Seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. tapi, kali ini rahasia CL akan terbuka sedikt demi sedikit. mian, typo d sana-sini! semoga chinggudeul suka.

Sudah tiga hari Chaerin tidak pualng kerumah sebenarnya ada apa?
“hay!”tegur Seung Hyun hyung.
“hyung”kataku.
“wae? Kau menunggu Chaerin? tenanglah, dia akan pulang sore ini.”kata hyung.
“aku dengar kau mengejarnya hingga ke yayasan dan kau juga jadi pengajar disana. Baru kali ini aku melihat kau tertarik dengan yeoja hingga sejauh ini. Setauku kau lebih mencintai buku, leptop dan alat penyimpan datamu ketimbang yeoja.”kata hyung lagi.
“ya, aku juga binggung kenapa aku seperti ini”kataku.
“tenanglah, dia akan baik-baik saja”
“kau tau dia pergi dengan siapa hyung? Namja!”
“ne. Arra! Dia pergi dengan Seungri ke pemakaman Taeyang, mantan kekasih Chaerin.”
“sudah berapa tahun kematiannya?”
“empat tahun”
“apakah itu penyebab..?”
“ne, entah kenapa sejak saat itu dia memilih bisu. Bahkan dia pura-pura bisu dengan uri omma.”
“apakah dia namja yang sempurna hingga orang disekitarnya pun masih begitu mengingatnya hingga sekarang.”
“hampir. Dia memang namja yang bisa di andalkan, ramah dan baik hati.”
“kenapa dia meninggal hyung?”
“kecelakaan.”kata hyung.
“dan selanjutnya aku tak boleh tahu?”kataku setelah beberapa lama mengunggu kelanjutan ucapan hyung.
“ne. Untuk saat ini tidak. Aku tak akan membantumu mendekati uri Chaerin. walau kau memaksaku, aku tak akan membantumu. Tapi, aku akan menyatakan satu hal penting?”
“apa?”
“dengarkan aku baik-baik”
“ne”
“Taeyang punya namdongsaeng bernama Seungri dan Taeyang meminta Seungri untuk menjaga Chaerin. Setahuku sebelum Taeyang dan Chaerin berpacaran Seungri sudah menyukai uri Chaerin walau dia sangat suka mengganggu uri Chaerin.”jelas Seung Hyun hyung dengan mata menerawang.

Author Pov
Chaerin berdiri di depan makam Taeyang, Seungri berada dibelakang Chaerin mengawasi. Chaerin sedang mengenang saat dia bersama dengan Taeyang. Empat tahun, itu bukan waktu yang singkat. Tapi, selama empat tahun Chaerin belum bisa melupakan Taeyang. Bukan tak bisa tapi, Chaerin benar-benar tak ingin melupakan Taeyang.
“tidak bisakah aku yang menggantikan posisimu? Kenapa kau tak mengajakku juga ketempatmu? Aku sangat merindukanmu.”kata Chaerin pelan.
“kau baik-baik saja Chaerin?”tanya Seungri khawatir.
“ne, gwinchana oppa! Kau jangan khawatir.”kata Chaerin.
“bagaimana aku tak khawatir jika hampir setiap tahun kau jatuh pingsan.”
“tidak untuk tahun ini oppa.”
“aku akan segera pindah ke Korea. Aku ingin melihat kau tersenyum gembira seperti dulu. Aku sangat merindukan keceriaanmu.”kata Seungri tersenyum yang kini sudah di depan Chaerin dan mengusap air mata dipipi Chaerin dengan ibu jarinya lembut. Seungri mendekap Chaerin kedalam pelukkannya. Dulu memang mereka selalu bertengkar tapi, itu karena Seungri sengaja menggau Chaerin agar Chaerin melihatnya. Dari dulu Seungri sudah mencintai Chaerin bahkan dia duluan yang mencintai Chaerin sebelum Taeyang tapi, tak sekali pun dia berniat untuk merebut Chaerin dari Taeyang. Chaerin juga tahu Seungri mencintainya. Tapi, jangankan untuk mencintai namja lain. Untuk melupakan Taeyang saja dia tidak mau.

Chaerin masuk ke rumahnya. Didepan rumah Seung Hyun dan Jiyong sudah menunggunya dari tadi. Tanpa bicara Chaerin langsung saja masuk ke dalam rumah dan Jiyong menatap Chaerin heran. Seung Hyun menyikut Jiyong pelan.
“biarkan saja. Pikirannya pasti lagi kacau.”kata Seung Hyun pelan pada Jiyong.
“waw, Seungri. Lama tak bertemu. Apa kabarmu?”sapa Seung Hyun saat melihat Seungri memasuki pagar rumahnya.
“bukankah aku makin tampan hyung.”canda Seungri.
“kenalkan ini, Jiyong hoobaeku saat kuliah. Sekarang dia tinggal disini.”kata Seung Hyun.
“oh, ne. Aku Seungri”kata Seungri memperkanalkan diri.
“sepertinya aku pernah melihatmu”kata Seungri sambil mengingat.
“ne, di sekolah.”jawab Jiyong.
“ah, ne. Benar!”kata Seungri.”
“dia ini lebih muda dariku dua tahun. Tapi, dia tetap hyungmu.”jelas Seung Hyun.
“mwo? Benarkah? Sama sekali tidak seperti itu.”kata Seungri sedikit terkejut.
Ke tiga namja itu asik mengobrol di luar. Sedangkan Chaerin di dalam kamar mendengarkan rekaman nyanyian Taeyang sedirian.
“kau membunuhku perlahan dengan nyanyianmu, oppa. Aku seperti mayat hidup tanpamu.”kata Chaerin lirih.


Jiyong Pov
Aku segera keluar dari kelas setelah mendengar bel pulang berbunyi.
“Chaerin, aku mohon. Ikut aku!”kataku saat aku melihat Chaerin sedang membereskan barang-barangnya. Chaerin terlihat binggung dan sedikit memberontak karena aku memegang tangannya kuat.
“tak akan lama. Aku janji!”kataku.
“tempat apa ini?”tanya Chaerin saat kami sampai di sebuah tempat latihan tinju.
“tempat latihan tinju.”kataku sambil keluar dan menutup pintu mobil.
“kajja.”kataku sambil menarik Chaerin masuk.
“sepi sekali.”kata Chaerin bingung.
“mungkin karena tak laku.”kataku berbohong karena aku sengaja memesan satu hari tempat ini.
“untuk apa kita kesini?”tanya Chaerin.
“mengeluarankan emosional. Jika emosi terus tertahan maka banyak efek negatifnya. Seperti kesehatan yang menurun.”jelasku sambil memukul-pukul samsak yang tergantung.
“lalu kenapa kau mengajakku?”
“aku tak punya teman disini. Kalau kau mau silahkan coba pukul saja.”kataku. Setelah melihatku beberapa menit Chaerin segera ikut memukul samsak didekatnya.
“ini sakit. Bahkan tidak bergerak sedikit pun.”katanya.
“coba yang ini. Ini tidak berat. Pukulnya seperti ini.”kataku sambil memberikan contoh memukul. Dia mengikutiku memukul samsak.
“kau terlalu lemah atau kau masih menahan emosimu?”kataku.
“bayangkan saja samsak yang di gantung itu orang yang membuat kau kesal.”kataku. Chaerin mulai memukul sedikit keras. Terdengar teriakkan emosi saat dia memukul samsak.
“akh! Akh!”teriaknya saat dia memukul samsak. Aku memperhatikannya, air matanya mulai jatuh di pipinya. Tapi, dia terus memukul tanpa berhenti. Sebenarnya apa yang menyebabkan dia hingga seperti ini?
“Akh!!”teriakknya makin keras. Setelah membuat samsak bergerak karena pukulannya yang kuat dia jatuh terduduk. Isakkan tanggisnya mulai pecah.
“menangislah. Keluarkan emosi dan suaramu. Jika kau mau, kau boleh berteriak. Tidak akan baik jika kau simpan semua rasa sakit itu sendirian.”kataku sambil memeluknya. Dan dia menangis semakin kuat.
“kau menangislah sepuasmu sekarang. Tapi, besok kau harus tersenyum. Hari ini berbeda dengan kemarin dan akan berbeda dengan besok. Kau pasti bisa berdiri tegar, Lee Chaerin.”kataku. tanggis Chaerin semakin pecah. Aku sengaja membawanya kesini, aku ingin dia melampiaskan emosinya.

@taman
“siapa yang kau bayangkan saat memukul samsak tadi? Apakah aku?”tanyaku memecahkan keheningan karena dia selalu melamun.
“apa kau sering melakukannya? Ternyata tinju tak terlalu buruk. Aku sedikit merasa lega.”katanya. sambil tiduran di rerumputan.
“baguslah kalau kau suka. Tapi, Lee Chaerin tidak bisakah kau bicara dengan sopan padaku. Kita ini berbeda 10 tahun.”kataku.
“ah, ne. Arraseo, ahjussi!”kata Chaerin.
“ahjussi? Ah, tidak masalah jika kau senang.”kataku tersenyum dan tiduran di remrumputan disamping Chaerin.
“ahjussi, kau sengaja melakukan ini untuk menghiburku?”kata Chaerin sambil menatapku.
“ne, apa terlalu jelas?”tanyaku.
“biasanya namja membawa yeoja ke taman hiburan, pusat perbelanjaan, toko es Cream, ladang bungga yang indah atau tempat yang romantis untuk menghibur yeojanya. Tapi, kenapa kau membawaku ke tempat tinju?”
“wae? Kau kecewa? Apakah kau melihatku sebagai namja? Mianhae Chaerin, aku tidak tertarik dengan yeoja kecil sepertimu”godaku.
“hah, benarkah?”kata Chaerin.
“ne”
“baguslah. Karena aku tak ingin kau berharap padaku ahjussi”kata Chaerin.
“percaya diri sekali kau. Tapi, aku suka itu.”kataku.
“ahjussi, mobil itu mobil siapa?”
“ah, aku meminjamnya dari temanku”kataku berbohong.
“oh, pantas saja.”
“wae?”
“aku heran saja, kau yang menumpang dirumah kami gratisan dan baru saja dapat kerja kenapa bisa punya mobil sekeren itu, ahjussi.”jawabnya. Huft.. untung saja dia tidak ingat saat aku menggagunya di jalan.
“mobilnya keren? Akan sangat cocok jika yang membawanya namja sekeren aku.”kataku.
“mwo? Kau bercanda ahjussi?”
“wae?”
“kau tak setuju?”
“ne!”
“kau sudah memeriksa matamu?”
“wae? Aku tak punya masalah dengan mataku, ahjussi”
“kenapa kita jadi bertengkar? Nikmati saja pemandangan rumpur yang berguguran sekarang.”kataku.
“ne. Musim gugur punya ke indahanya sendri.”kata Chaerin ternsenyum sambil melihat langit. Kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang sekali? Ada apa sebenarnya pada diriku?


TBC

Cuap-cuap:
kenapa samsak?
akan terasa aneh jika Jiyong tiba-tiba membawa ketaman hiburan atau ladang bunga yang indah karena Chaerin pasti tidak bisa melampiaskan emosi yang tertahan. sedangkan bila memukul samsak bisa mukul pakai tenaga tapi, jiga bisa mengunakan emosi hingga emosi meluap keluar dan menjadi lebih tenang. Dika saranin sekali-kali coba. karena pangeran Shin (komik Goong) sengaja mengikuti olah raga ini untuk menyalurkan emosi ke tempat yang tepat.
SAMSAK itu apa? yang suka bela diri pasti tahu samsak itu apa. samsak berisi pasir padat yang beratnya bisa puluhan KG. biasanya Dika suka make samsak untuk ngilangin emosi. kan g etis banget cewek seCUTE, Dika marah2 gaje. jadi samsaklah teman berkelahi.
tapi, kebiasan itu udah 3 tahun gak Dika lakuin karena udah berhenti dari club. ah, Dika malah curcol. *jedotin kepala ke tembok.
Chinggudeul, minta komentarnya dong..

Selasa, 18 Juni 2013

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #8

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #8

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family


 


 Aku, omma, dan appa liburan ke Paris. Kata appa disini tempat appa menyatakan perasaan sama omma. Jangan fikir ini liburan keluarga! Karena sekarang statusku seperti seorang anak yang diminta orang tuanya untuk menjaga unnie atau oppanya yang sedang berpacaran. Setelah kejadian guru Mong memintaku untuk jadi anaknya itu, omma dan appa lebih sering di rumah dan bersama-sama. Dan sedikit mulai perhatian denganku.
“yeobo, kau sedang berkerja?”tanya omma sambil duduk di samping appa.
“ne. Hanya mengecek pesan dari perusahaan.”jawab appa.
“istirahatlah!”kata omma.
“inilah penyebab aku tak suka berada di dekatmu jika sedang berkerja, Aku tak bisa konsentrasi untuk berkerja.”kata appa langsung mematikan leptopnya. Aku melemparkan bantal sofa ke arah mereka.
“tidak sadarkah ada yeoja dibawah umur disini?! Tidak bisakah kalian berciuman di kamar kalian saja? Kalian mengganggu! Aku ingin menonton”kataku kesal. Apa mereka benar-benar tidak sadar punya anak?
“lihat dia galak sepertimu!”kata appa pada omma.
“tapi, dia punya sifat nakal sepertimu!”kata omma.
“yak!! Appa! Omma! Carilah kamar!”kataku semakin kesal melihat mereka. Mereka datang kesini memang benar-benar untuk berkencan, bukan untuk liburan keluarga.
Malam ini appa memasakkan kami makan malam. Kata omma, appa pandai memasak. Meja makan malam dihias indah oleh appa sendiri tadi. Aku dan omma duduk di meja makan.
“tarra!!”kata appa sambil menaruhkan beberapa piring yang berisi makanan.
“wah, sepertinya enak!”kataku. Makanan yang appa buat terdapat sentuhan seni, sehingga masakannya terlihat cantik sekali.
“apa enak?”tanya appa sambil melihat omma lekat.
“ne, enak sekali”kata omma bersungguh-sungguh. Aku jadi tak sabar mencobanya. Segeraku ambil piring itu ke dekatku dan ku coba sedikit.
Ini makanan rumah sakit, tanpa rasa. Ku lirik omma dan appa mereka sangat menikmati makanan.
“apa ini yang namanya kekuatan cinta?”gumamku.
“mwo?”tanya omma binggung dan berhenti makan.
“annio, lanjutkanlah dinner romantis kalian! Anggap saja kalian belum punya anak yang sudah sebesar ini”kataku sambil memasukkan steak hambar kemulutku. Omma dan appa saling pandang dan tersenyum.


“Ji Hyun, bangun!”suara lembut membangunkanku. Ku buka mataku ku perlahan.
“wae omma?”tanyaku dengan suara lemah khas bangun tidur.
“kajja, kita berlari pagi. Musim gugur disini sangat indah”kata appa yang berdiri dekat pintu kamarku.


Author pov
keluarga kecil itu kini berjalan santai mengelilingi taman. Ji Hyun sangat menikmatinya. Bukan hanya karena pemandangan musim gugur yang indah tapi, kebersamaan keluarga yang sangat hangat di rasakannya.
“Ji Hyun, kau haus?”tanya Jiyong.
“ne, appa”kata Ji Hyun.
“kalian duduk saja dulu. Aku akan membelikan minum dan cemilan”kata Jiyong. Chaerin mengaguk dan tersenyum. Jiyong pun segera pergi. Chaerin mengandeng tangan Ji Hyun untuk duduk di taman. Ji Hyun sedikit merasa aneh karena dia sangat jarang merasakan sentuhan ommanya.
“kita mulai lagi keluarga ini dari awal. Hubunganku dan appamu sangat baik walau kami jarang bertemu, kau tumbuh menjadi yeoja yang baik dan prestasimu di sekolah juga bagus. Jadi, aku kira tidak ada yang salah dengan keluarga ini. Aku kira kau mengerti keadaan kami. Ternyata aku salah, kau masih terlalu muda untuk mengerti tentang kesibukan kami. Ini bukan salahmu. Ini salah kami sebagai orang tua. Karena itu kau mau kan kita bersama-sama memulai dari awal?”tanya Chaerin dengan senyuman lembut.
“Mungkin ini yang namanya senyuman lembut seorang omma.”pikir Ji Hyun.
“ne omma.”kata Ji Hyun.
“aku tahu, kau memang anak yang baik.”kata Chaerin sambil memeluk Ji Hyun.
“Pelukan omma memang sangat berbeda.”pikir Ji Hyun.
Jiyong datang dengan sebungkus plastik besar berisi makanan dan minuman. Dia segera tahu keberadaan keluarga kecilnya. Dia melihat Chaerin dan Ji Hyun sedang tertawa duduk di bawah pohon.
“wah, sepertinya asik sekali! Apa yang sedang kalian ceritakan?”kata Jiyong sambil menaruk plastik yang dibawanya ke tanah.
“ini rahasia yeoja. Namja tak boleh tahu.”goda Chaerin.
“Ji Hyun, apa yang tadi ommamu ceritakan?”tanya Jiyong pada anaknya dengan tatapan sedikit memelas. Ji hyun berbisik berbicara dengan Jyong.
“mwo? Itu tidak benar!”kata Jiyong kaget.
“apa yang tidak benar?”protes Chaerin.
“aku memang tak pernah pengejar cintamu Lee Chaerin”kata Jiyong.
“maksudmu aku yang menejarmu?”protes Chaerin.
“aku tak pernah mengejarmu, aku mengemis cintamu bertahun-tahun. Kau tahu Ji Hyun, aku mengemis cinta ommamu bertahun-tahun tapi, dia malah melihat namja lain. Ommamu kejam sekali padaku kan?”kata Jiyong pada anaknya. Ji Hyun tertawa melihat orang tuanya ribut sendiri.
“tapi, akhirnya hatiku tertuju padamu kan?”kata Chaerin sambil mencubit pelan lengan Jiyong.
“kenapa kau menyentuhku? Apa kau tergoda padaku?”ledek Jiyong.
“appamu ini dulu sebelum menikah sangat suka sekali tiba-tiba ada di kasurku, dia sengaja membuatku terkejut saat bangun tidur seakan-akan semalaman aku tidur bersamanya.” Adu Chaerin pada anaknya.
“tapi, kau suka kan?” lagi-lagi Jiyong mengoda Chaerin.
“apa yang kau katakan? Kau tak malu pada anakmu?”kata Chaerin.
“kau yang duluan yang memulainya!”
“tapi, kau yang membuatnya panjang seperti ini.”
“sudah, kalian cari kamar saja!”kata Ji Hyun sambil tertawa.
“apa maksudmu, Ji Hyun?”kata Chaerin dan Jiyong bersamaan.
“kalian ingin bertengkar kan? Lebih baik di kamar saja. Tidak baik pertengkaran orang tua di lihat oleh anaknya. Ckckck.. kenapa aku yang jadi mengajari kalian?”kata Ji Hyun.
“kenapa seakan-akan aku melihat guru Mong pada uri Ji Hyun?”kata Chaerin bingung.
“ne, kenapa bisa begitu?”kata Jiyong.
“jangan samakan aku sama guru unik itu!”kata Ji Hyun tak terima.
“Ji Hyun, ini minumannya! Kau suka jus jeruk kan?”kata Jiyong sambil memberikan Ji Hyun sebotol minuman.
“dia habis berlari, air putih minuman yang paling baik.”kata Chaerin tak mau kalah.
“sudahlah, aku tahu kalian berpura-pura. Kalian mau aku pura-pura ke WC umum agar kalian bisa suap-suapan?”kata Ji Hyun tersenyum nakal.
“yeobo, itu sifatmu!”kata Chaerin melihat Jiyong dengan tatapan heran.
“kau benar!”kata Jiyong tersenyum tanpa rasa bersalah.


Ji Hyun Pov
Aku berendam air panas karena sangat lelah berjalan-jalan dengan orang tuaku. Ternyata begini menyenangkan jika bersama keluarga.
bip! Bip!
aku segera membuka kotak pesanku.
Dari: wali kelas
kau belum menganti namaku di kontak ponselmu kan? Apa kau lupa lagi namaku?
oh ya, nikmatilah waktumu bersama orang tuamu karena mungkin sebentar lagi kau punya saingan.

Kenapa dia tahu segalanya? Tahu bahwa aku tidak ingat namanya, tahu tentang buku tabunganku, tahu kegiatan danceku, dan tahu bahwa aku belum mengantin namanya di kontak ponselku. Tak salah lagi, wali kelasku keturunan peramal. Tapi, apa maksudnya ‘sebentar lagi punya saingan?’. Guru yang unik. Dibandingkan jadi guru sepertinya dia sangat cocok jadi peramal.



@ 2 tahun kemudian.
“sudahku bilang ‘omma dan appa tak perlu datang di kelulusanku’!”kataku kesal.
“kami tak mau menyianyiakan lagi momen penting pertumbuhanmu, Ji Hyun”kata appa.
“ne, appamu benar!”timpal omma.
“wah datang semua! Aku tak menyangkan uri Ji Sung. Apa dia sudah bisa bicara?”kata Wali kelasku yang baru saja menghampiri kami. Apa maksudnya dengan uri Ji Sung?
“ne, walau masih belum jelas”jawab omma.
“wah dia pintar sekali! Ji Sung cepatlah besar! Mungkin kau adalah jodohku dari tuhan”kata wali kelas dengan tatapan penuh harap.
“itu tidak mungkin! Karena saat Ji Sung berumur 20 tahun mungkin saja kau sudah di surga.”kataku.
“walau kau sudah di terima di sekolah favorit karena kepintaranmu tidak akan ada namja yang menyukai sifatmu itu”kata wali kelasku.
“kau membicarakan dirimu sendiri, sam?”tanyaku sedikit menantang.
“maksudmu tidak ada namja yang ingin denganku karena sikapku?”kata wali kelas.
“sam, aku begini juga karena didikanmu selama tiga tahun ini.”kataku.
“apa kau bilang?”kata sam.
“SONG, APA YANG KAU LAKUKAN PADA URI NAMDONGSAENG? KENAPA KAU MENCIUMNYA?”kataku marah.
“aku hanya memberikanya permen lewat bibirku karena hanya permen yang didalam bibirku yang ku punya.”kata Song dengan rasa tak persalah.
“kau menodai adikku!”kataku sambil merebut Ji Sung dari gendongan Song.
“ini alasanku kenapa tidak suka omma dan appa datang jika membawa Ji Sung. Karena aku yakin Song dan wali kelasku yang perawan tua ini berniat menodai adikku”kataku dengan tatapan awas. Omma dan appa terlihat tertawa. Kenapa mereka mengira ini lucu?? Apakah lucu bila nuna menjaga adiknya dari lingkaran rubah?
“apa-apaan bahasamu itu! Aku ini wali kelasmu!”kata wali kelasku sambil menjewer kupingku.
“appo, sam!”keriakku. Omma dan appa tertawa melihatku. Bukankah seharusnya mereka membelaku?? Hutf.. keluarga yang rumit.

“omma... tadi disekolah ada namja yang menjahiliku”aduku pada omma sambil menjatuhkan tubuhku ke sofa.
“ah, aku yakin kau bisa mengatasinya. Kau punya bakat penghancur, Ji Hyun.”kata omma sambil bermain dengan Ji Sung.
“bakat penghancur?? Itu pujian atau sindirian?”kataku kesal sambil memanyunkan bibirku.
“itu pujian.”jawab appa yang keluar datang dari belakangku dan mengecup keningku sekilas.
“wah, uri Ji Sung tambah besar dan tampan.”kata appa sambil mengambil Ji Sung dari pangkuan omma dan mengendong Ji Sung. Sudah sebesar ini aku hanya di puji dengan ‘anak baik’ omma dan appa tidak pernah menyadari pertubuhan badanku padahal dulu kami jarang bertemu. Tapi, Ji Sung yang selalu bersama mereka setiap hari mereka sangat hapal perkembangannya. Sekarang aku mengerti dengan pesan wali kelas saat liburan di Prancis. Guru Mong Jung Gi memang sangat berbakat menjadi peramal. -,-

Remember 2 tahun lalu saat di Paris:
Ji Hyun berendam air panas karena sangat lelah berjalan-jalan dengan orang tuanya. Dia merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarganya. Sadar ponselnya berbunyi, Ji Hyun membuka ponselnya.
Dari: wali kelas
kau belum menganti namaku di kontak ponselmu kan? Apa kau lupa lagi namaku?
oh ya, nikmatilah waktumu bersama orang tuamu karena mungkin sebentar lagi kau punya saingan.

END

ps:
gaje yah??? mianhae... Deasy Ratna Dewi BJ onnie suka gak?? mianhae kalo gak memuaskan T_T
Ide Ji Hyun punya adik itu udh dari part 4. eh, malah udh ketebak ma Sofie Sofia Sofiani onnie. MOHON komentarnya...


Sabtu, 08 Juni 2013

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #7

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

“aku akan mengangkat Kwon Ji Hyun sebagai anakku!”kata wali kelas serius. Baru kali ini tatapannya seperti orang benar hingga membuatku lupa bernafas.
“e.. aku tahu ini aneh. Tapi, aku benar-benar ingin Ji Hyun si pembuat masalah ini menjadi anakku.”jelas wali kelas. Lagi-lagi kami hanya terdiam. Kenapa dia ingin aku menjadi anaknya? Apa dia berniat menghancurkan dunia denganku?
“awal dia masuk dan mewakili teman-temanya berpidato di pembukaan ajaran baru karena nilai tertingginya. Tapi, dia berhasil mengacaukan acara sakral itu karena pidato mengunakan bahasa prancis. Aku tahu akan sial bila menjadi wali kelasnya. Dan orang sial itu ternyata aku. Dua bulan dia sekolah dia sudah sering membolos, membuat kekacauan dan bahkan terakhir dia tertangkap polisi karena membolos. Tapi, aku sangat ingin menjadi ibu angaktanya. Izinkan aku!”kata wali kelasku sambil membungkukkan tubuhnya.
“kenapa kau bilang bagitu?”tanya omma kaget.
“ada apa ini?”tanya appa.
“kalian tidak mau anak kalian di rawat dan dibesarkan olehku?”tanya wali kelas.
“tentu saja! Karena kami bisa melakukannya.”kata appa.
“jarang bertemu, jarang berkomunikasi, tidak pernah memberi selamat dengan apa yang diaraih anakmu, tidak ada perhatian bahkan aku yakin kalian tidak tahu jika Ji Hyun mati-matian menangis agar kalian melihatnya. Tuan, nyonya, orang tua itu bukan hanya memberikan makan dan membiayai. Tapi, juga ada perhatian, kasih sayang, menghargai dan mendidik. Dan itu yang tidak bisa kalian berikan pada Ji Hyun tapi, aku bisa. Jadi, izinkan aku mengambil harta kecil kalian ini”kata wali kelas, dimatanya ada sedikit ancaman. Air mataku jatuh terus menerus dan tidak mau berhenti sehingga aku segera menundukkan kepalaku agar tidak ada yang tahu aku menagis. Sekarang dadaku terasa sangat sesak dan panas.
“dia sangat berharga tidak mungkin kami memberikannya.”kata omma.
“berharga? Mianhae, entah kenapa aku tidak begitu percaya dengan kata itu, nyonya. Kau sebagai ommanya saja tidak tahu bahwa anakmu ini ingin sekali kau peluk. Sebenarnya aku juga tidak tahu karena aku bukan ommanya dan aku tidak pernah punya anak, kekasih saja aku tidak punya.”kata wali kelas agak melantur. Tapi, orang tuaku terdiam kembali.
“pagi ini Ji Hyun termenung saat melihat teman-temanya dipeluk orang tau mereka. Sedangkan Ji Hyun peraih juara satu dari 985 siswa dapat telepon dari orang tuanya saja tidak.”kata wali kelasku lagi.
“keluarkan buku tabunganmu, Ji Hyun!”kata wali kelasku. Tau dari mana dia tentang tabunganku. Omma dan appa saja tidak tahu tentang tabunganku.
“hah?”tanyaku pura-pura bingung dan segera menyeka air mataku.
“cepat!”kata wali kelas. Aku ambil buku tabunganku dan langsung di rampas wali kelasku. Setelah membuka tabunganku dia melemparkan buku tabunganku tepat dimeja appa.
“uang ini. Uang hasil tabungan, lomba dance yang di ikutinya hampir tiap minggu dan menjual barang-barang pribadinya. Untuk apa uang sebanyak itu hyun?”kata wali kelasku. Aku hanya diam. Aku belum siap.
“biarkan mereka tahu. KATAKAN SEKARANG!”bentak wali kelasku kasar. Aku menangis lagi, air mataku keluar tanpa izin.
“awal dia masuk dia berpidato dan mengatakan, ‘menjadi oarang bersih sangat menyiksa karena menjadi orang kotor juga tidak terlalu buruk. Selama ini aku tak pernah benar-benar meraih dan berusaha menjadi terbaik. Karena mungkin di waktu akan datang aku tak akan punya banyak waktu untuk menikmati kotornya lumpur. Waktu sangat mahal. Bahkan sepertinya aku harus membayar sejumlah uang yang cukup besar agar orang tuaku mengatakan satu kalimat padaku’. Itu yang dikatakanya dengan bahasa Prancis agar kami mengerti yang di ucapkannya saat dia meledak saat itu. Jika kalian sangat dibuk dan benar-benar sayang kalian akan membayar orang untuk merekam pidato Hyun agar kalian tak melewati perkembangan Ji Hyun. Tapi, kalian tak melakukan apapun. Satu lagi! Selama ini Ji Hyun berfikir dia anak yang tidak kalian harapkan karena kalian menikah dengan perjodohan bisnis dan kalian sangat jarang bersama. Aku akan memberikan kalian waktu untuk berfikir dan membuka benang kusut ini.”kata wali kelasku sambil mengambil tasnya yang ada di sofa.
“aku pergi dulu karena jam 3 nanti aku ada janji kencan buta. Nah, pikirkan kata-kataku baik-baik! Aku serius!”kata wali kelas sebelum menutup pintu. Tubuhku tiba-tiba terasa hangat saat omma yang di sampingku memelukku. Air matanya membasahi bahu kananku.
“mian, Ji Hyun!”kata omma sambil menanggis.
“kami memang di jodohkan tapi, aku benar-benar mencitai ommamu dan perlu usah yang keras agar aku dapat meraih hatinya. Kau juga harus tahu, kami menikah karena cinta dan saat ini tetap sama.”jelas appa.
“appa berbohong.”kataku.
“tidak, aku tak berbohong.”
“jika memang karena cinta. Kenapa kalian selalu berpisah?”
“mianhae, Hyun! Kami terlalu fokus pada perkerjaan.”jawab omma.
“omma janji omma tak akan seperti dulu lagi.”kata omma. Appa berdiri di depanku, appa memelukku dan omma. Wajaku tepat di perut appa karena aku dan omma duduk sedangkan appa berdiri di depanku.
“aku benar-benar mencintai ommamu dan kau, JI hyun. Aku berfikir, aku berkerja keras begini untukmu. Agar kau bahagia. Tapi, aku lupa dasar keluarga adalah komunikasi, perhatian dan kasih sayang seperti yang gurumu bilang.”jelas appa.
“kalian tidak akan memberikanku pada guru aneh itukan?”tanyaku. omma terkekeh dan meluepaskan pelukannya.
“wae?”tanya omma.
“jika aku dibesarkan dengannya maka masa depanku akan suram.”kataku.
“wali kelasmu itu sangat keren Ji Hyun.”kata omma sambil memelukku kembali.

TBC

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #6

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #6

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

@dua bulan kemudian.
“dia dapat nilai sempurna dilebih 10 mata pelajaran. Bahkan dia tidak membuat onar dan membolos atau pun tidur lagi di dalam kelas”kata chinggudeul bergosip.
“ne. Itu karena hipnotis guru Mong”
“ne! Aku juga mendengarnya!”
“bagaimana kalau kita meminta guru Mong menghipnotis kita juga?”kata mereka.
“kekeke... aku tak akan pernah menyesal berteman denganmu karena hidupmu menarik. Ternyata Ji Hyun yang menjadi anak manis tidak kalah menarik dari Ji Hyun bad girl. Gara-gara kau, sepertinya guru Mong akan berhenti mengajar dan membuka praktik hipnotis.”kata Song.
“kau benar!”kataku dan kami tertawa bersama. Tawaku berhenti seketika saat melihat Temanku yang tidak juara umum, bahkan tidak masuk 3 besar dikelasnya tapi, orang tuanya memeluknya dengan rasa bangga, aku bisa melihat itu.
“bukankah anak itu hanya peringkat 5?”tanyaku.
“ne, wae? Mama!”kata Song dengan kaget. Aku melihat ke arah Song lihat. Sepasang suami-istri berjalan ke arah kami. Aku bisa cepat menemukan orang tua Song karena ommanya asli orang prancis.
“dimana orang tuamu?”tanya omma Song setelah kami berkenalan. Aku hanya diam.
“ah, mungkin akan datang terlambat. Ji Hyun dapat peringkat satu di sekolah, ma”kata Song mengobrol dengan ommanya dengan bahasa France.
“wah, hebat!”itu yang terlontar dari omma Song dan mencium pipiku.
“orang tuamu pasti bangga. Selamat Ji Hyun!”kata appa Song.
“dan kau?”tanya appa Song pada Song.
“mian, aku tak meraih apa-apa. Aku hanya naik kelas dengan nilai memuaskan, pa.”jawab Song.
“tidak masalah karena kau telah berusaha.”kata omma Song sambil mengelus punggung Song. Aku melihat mereka, berharap aku bisa merasakan yang Song rasakan sekarang, sentuhan hangat dari omma.
“Ji Hyun, kau boleh meminjam appaku saat namamu di panggil kedepan untuk menerima penghargaan nanti.”kata Song. Sepertinya Song merasa tidak enak padaku.
“anni! Tidak perlu! Karena aku akan jadi walinya.”kata Mong Jung Gi, wali kelasku. Setelah satu tahun menjadi siswanya akhirnya aku bisa mengingat namanya.
Aku berdiri ke podium. Memberikan pidato singkat karena nilaiku tertinggi satu sekolah. Dan saat pemberian hadiah hanya Moon sam di sampingku, tanpa orang tuaku.

@taksi
“wae? Wae kita kesini?”tanyaku saat sam memintaku turun dari mobil.
“aku harus ebetemu dengan orang tuamu!”kata sam menarikku turun dari mobil dan menyeretku masuk ke perusahaan. Karena sam menyeretku dengan kasar security menghampiri kami.
“ada yang bisa kami bantu?”tanyanya.
“hubungin Kwon Jiyong dan Lee Chaerin. katakan Mong Jung Gi, wali kelas anaknya ingin bertemu.”kata wali kelasku lantang.
Aku, Omma dan appa duduk di sofa. Sedangkan wali kelas berjalan hingga berputar-putar.
“silahkan duduk, ibu wali kelas!”kata appa mempersilahkannya duduk.
“bagaimana ya?”kata wali kelasku seperti berfikir keras.
“ada apa?”tanya omma bingung dan penasaran dengan tingkah wali kelasku.
“aku ragu untuk mengatakannya tapi, aku sangat ingin mengatakannya.”kata wali kelas.
“ada apa? Katakan saja”pinta appa.
“aku akan mengangkat Kwon Ji Hyun sebagai anakku!”kata wali kelas serius. Baru kali ini tatapannya seperti orang benar hingga membuatku lupa bernafas.
“e.. aku tahu ini aneh. Tapi, aku benar-benar ingin Ji Hyun si pembuat masalah ini menjadi anakku.”jelas wali kelas. Lagi-lagi kami hanya terdiam. Kenapa dia ingin aku menjadi anaknya? Apa dia berniat menghancurkan dunia denganku?

TBC

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #5

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #5

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

Jam 5 pagi aku sudah berangkat kesekolah agar aku tak bertemu dengan appa atau pun omma.
“mwo? Jam 5 kau keluar dari rumah?”tanya Song kaget.
“ne.”
“sepertinya rumahmu akan benar-benar meledak kali ini.”
“aku rasa juga begitu.”
“kau pergi secepat itu tapi, kenapa kau datang hampir telat?”
“aku berjalan kaki”
“kau tidak meminta sopirmu untuk mengantarmu?”tanya Song tak percaya. Aku mengagukkan kepalaku.
“kau gila?”
“aku harap sekarang aku benar-benar gila.”kataku.

AUTHOR POV
“ji hyun! Terjadi kecelakaaan di dekat rumahmu. Apakah kau tahu?”tanya Song.
“anni, wae?”tanya Ji Hyun bingung.
“lihat ini! mobilnya rusak parah, untung saja korban hanya luka-luka. Kau tau kenapa terjadi kecelakaan itu?”kata Song sambil menunjukkan berita yang ada di ponselnya.
“anni!”kata Ji Hyun setelah melihat berita.
“katanya dia melihat mahluk halus berjalan”
“ah, yang benar saja Song! Itu pasti karena supirnya mengantuk.”
“ya, bisa jadi”jawab Song sambil berfikir.

(flashback)
Ji Hyun keluar dari kamarnya sedikit mengendap-endap berjalan menuju ke kamar ahjuma. Di ketuknya pintu kamar ahjuma pelan berharap omma atau appnya tidak terbangun dari tidurnya.
“agassi! Ini masih jam 4.”kata ahjuma kaget saat melihat Ji Hyun yang sudah berpakaian lengkap.
“ahjuma, aku lapar. Bisakah memasakkanku sesuatu?”kata Ji Hyun sedikit memelas.
Ahjuma mengeluarkan potongan ayam dan memberikkan minyak pada wajan.
“andwe!! Ahjuma, di rebus saja!”kata Ji Hyun.
“wae agassi? Bukankah kau tidak suka ayam di rebus?”tanya ahjumma.
“anni, aku suka”kata Ji Hyun tersenyum. Ji Hyun memang tidak suka ayam direbus. Katanya seperti masakan rumah sakit. Tapi jika ayamnya digoreng, Ji Hyun takut akan mengeluarkan suara dari letupan minyak panas. Sehingga Ji Hyun meminta ahjuma merebus ayamnya.

Ji Hyun berjalan kaki keluar dari rumahnya. Dia sedikit merasa takut karena langit masih agak gelap dan sepi. Dipasangnya aerphone di telingganya dan menyetel musik. Ji Hyun akan menyeberang jalan di lihatnya kekanan dan kiri.
“sepi”pikir Ji Hyun. Lalu dia menyeberang tanpa melihat kembali ke kiri dan kanan. Matanya fokus ke depan. Dia tidak sadar ada mobil yang berjalan mendekatinya. Ji Hyun tidak mendengar suara mesin mobil karena musik yang di dengarkannya kuat. Sopir mobil itu kaget dan membuat dia tidak bisa mengendalikan mobilnya. Dia hampir menabrak Ji Hyun dan Ji Hyun tetap berjalan santai.
BRUk...
Mobil menghantam pagar semen rumah dengan lumayan kuat. Ji Hyun tak mendengar apapun dan tetap berjalan dengan santai. She is Troublemaker.

Ji Hyun POV
@kelas
“Ji Hyun, kau tidur lagi?”tanya wali kelasku. Tapi, aku diam saja. Aku tetap dengan posisi awalku. Tangan dilipat di atas meja dan kepalaku ku bersandar pada tanganku.
“dia selalu begitu tapi, nilainya jauh di atas kalian. Apa kalian pernah melihat Ji Hyun membuka atau memegang buku?”tanya wali kelasku pada chinggudeul. Tapi, aku tetap memejamkan mataku dan ingin kembali kedunia mimpi.
“apakah dia belajar saat tidur hingga saat tidur dia tetap dapat menerima informasi dan pelajaran?”kata wali kelasku.
“kau akan menjadi anak baik! Kau bukan yeoja bandel lagi! Kau akan rajin belajar dalam kelas dan tidak akan tidur di kelas lagi”kata wali kelasku di telinggaku. Hampir saja aku tertawa karena sikap anehnya itu.
“apa yang kau lakukan, bu?”tanya temanku.
“aku yakin dia belajar saat tidur. Jadi aku mengeluarkan bakatku untuk menghipnotisnya.”kata wali kelasku. Aku benar-benar ingin tertawa. Kugigit bibirku agar aku tak jadi tertawa. Jika aku menjadi anak manis seperti “hipnotis” perawan tua ini pasti lebih menarik. Baik, aku akan berubah menjadi yeoja manis.

TBC
mohon komentarnya!!

Jumat, 07 Juni 2013

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #4

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

 

 sepertinya beritaku tertangkap polisi tersebar luas.
Pesan dari: Soo Song
cepatlah pergi! Satu sekolah membicarakanmu.

Aku tak peduli dan tetap saja melangkahkan kakiku ke kelasku. Teman-teman sekelasku sengaja menghalangi jalan menuju mejaku dengan kursi. Ku tendang kursi itu satu-satu hingga terdiring jauh ke belakang dan aku bisa berjalan. Mereka yang awalnya sangat ribut menjadi tenang. Aku duduk dikursiku.
“hanya karena keluarga terpandang dia bisa bersikap seenaknya”kata salah satu temanku.
“aku dengar dia tertangkap karena barang haram.”
“benarkah?”
“aku malah mendapatkan info bila dia minum-minum di karaoke. Banyak botol alkohol di mejanya.”
Brukk!!
kupukul mejaku kuat dan berdiri dari kursiku.
“kau! Kau! Dan kalian semua jangan bicara yang tidak pasti kebenarannya! Pakai logikamu! Jika aku menjual barang atau membeli barang haram tidak mungkin polisi berbaik hati hingga aku ada di sini. Aku ke karaoke dengan seragam sekolah, tidak mungkin aku dapat membeli minuman alkohol. Itu juga kalau logika kalian masih berfungsi. Ops, aku terlalu kasar!”kataku tenang dan duduk kemabali kekursiku. Lagi-lagi mereka berbisik-bisik.
“yang mengomong dibelakangku adalah orang-orang yang selalu dibelakangku.”teriakku dan mereka terdiam.
“wah, ini aneh sekali! Semua pada diam. Apakah hari ini aku begitu mempesona?”tanya wali kelasku yang baru saja masuk.
“hasil ujian minggu kemarin sudah keluar dan lagi-lagi Kwon Ji Hyun dapat nilai tertinggi. Tapi sayang, point kenakalannya sama tinggi dengan nilainya. Ji Hyun, aku akan membantumu masuk ke SMA favorit selama kau mau berubah.”kata wali kelas sambil duduk di kursinya.
“sam, aku juga mau!”kata salah satu temanku.
“kau?? Kau tidak ada harapan untuk masuk ke sekolah favorit. Aku rasa komputer saat mendata kalian masuk sedang error dan kepala sekolah tidak tahu itu hingga sekarang kau bisa masuk ke sekolah ini. Kau cari saja SMA yang memiliki syaratnya meluluskan siswa yang membawa calon siswa terbanyak. Atau kau cari sekolah kejuruan komunikasi, aku yakin kau akan lulus karena kau berbakat bergosip.”kata wali kelas santai. Entah itu sindiran atau sekedar candaan aku tak mengerti. Tapi, tidak ada satu orang pun dari kami yang tertawa. Perawan tua ini sangat menakutkan.

Aku dan Song setelah jam pulang sekolah kami pulang kerumahnya. Hari ini ada pertandingan dance, aku dan Song akan mengenakan baju rancangan omma untuk pertandingan dance kali ini. Walau ini pertandingan dance jalanan tapi, kostum sangat penting. Tinggiku dan Song di atas rata-rata anak junior high school tentu saja kami bisa mengikuti lomba dance street yang notabenen adalah anak senior high school. Jika kami ketahuan anak junior high school maka kami akan sulit mendapat keadilan.
musik mulai terdengar, aku dan Song mulai menari mengikuti irama dan sesuai dengan latihan kami sebelumnya.
“ini bagianmu!”kata Song sambil memberikanku sejumlah uang.
“malam ini kita dapat berapa?”tanyaku.
“tidak banyak. Turun 30 won dari minggu lalu. Kau masih banyak kurangnya kan?”
“ne. Tapi, tenang saja. Bulan depan uangku cukup.”
“semangatlah! Nanti malam aku akan meremixlagu untuk minggu depan. Semoga minggu depan kita menag lagi.”
“gomawo, Song!”
“kau bicara apa? Ini tidak seperti kau!”kata Song sambil memukul bahuku pelan.
“kalau dipikir-pikir sekarang bahasa koreamu sudah bagus dan kau bisa saja tidak berteman denganku lagi karena aku selalu bermasalah.”
“kau keracunanan? Ji Hyun, aku senang berteman denganmu. Banyak hal menarik yang aku jalanani bersamamu. Tertangkap polisi karena membolos itu benar-benar lucu walau sedikit memalukan. Tapi jujur saja, aku suka kau meleparkan buku ke wajah polisi itu.”kata Song dan kami tertawa bersama.


Aku menaiki tangga menuju kamarku, tubuhku terasa sangat lelah.
“dari mana saja kau, Kwon Ji Hyun?”. Itu suara appa. Jika appa memanggil namaku secara lengkap artinya dia sedang marah. Aku berhenti melangkahkan kakiku dari anak tangga didepanku dan membalikan tubuhku untuk melihat appa dan omma yang berada dibawah.
“kata ahjuma, kau sering pulang malam begini.”kata appa lagi.
“aku hanya berkumpul dengan temanku.”
“jangan berkumpul bila tidak ada tujuan bermanfaatnya! Ommamu bilang kau sering membolos dan setelah appa cek kau tak pernah ikut kegiatan amal. Uang sebesar itu kau pakai untuk apa, Kwon Ji Hyun?”kata appa. Omma mengelus-ngelus bahu oppa untuk menenangkan appa.
“uang itu untuk orang yang membutuhkan appa. Dia punya keadaan menyedihkan dan sangat membutuhkannya, dan tentu saja orangnya itu adalah aku.”kataku sambil membalikkan tubuhku dan menaiki tangga kembali.
“Ji Hyun!”kata appa tertahan karena omma.
“kalian jangan berlagak mesra didepanku! Aku sadar aku ini tidak diharapkan.”kataku.
“apa maksudmu itu hyun?”tanya omma.
“kalian pasti tau maksudku.”kataku sambil menutup pintu kamarku.
“buka pintumu, Kwon Ji Hyun!”taeriak appa yang ada didepan kamarku.
“ahjuma, ambilkan kuncinya!”pinta appa.
“aku mohon, kita bicarakan lagi setelah keadaan membaik!”kata omma yang juga terdengar ada didepan pintuku.
“tidak bisa! Ini harus diselesaikan sekarang. Aku ingin tahu kenapa dia berbicara seperti itu. Ji Hyun, kau ingin kami berpisah? Aku tahu kau hanya berbohong karena ommamu sudah mengatakan padaku saat kalian di kantor polisi. Aku akan membuka paksa pintumu!”kata appa.
“tenang! Aku mohon, tunggu keadaan membaik.”kata omma dan sepertinya appa setuju karena aku mendengar langkah kaki menjauh dari kamarku.


TBC
kejar tayang! kejar tayang!! ini part terakhir hari ini besok Dika posting lagi.
Mohon komentarnya!!

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #3

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

 
 
 Akhirnya polisi menyerah setelah berurusan dengan wali kelasku, dia memang hebat dibidang perkelahian dan debat sepertinya. Mungkin saja ibunya adalah peramal dan ayahnya yakuza jepang.
“aku boleh bicara denganmu nyonya? Saya sudah menghubungi anda beberapa hari ini tapi, anda tidak menjawabnya”kata wali kelasku pada omma.
“baik, bu wali kelas. Bagaimana jika kita membicarakannya di rumah kami saja?”kata omma. Wali kelasku pulang bersama kami sedangkan Soo Song pulang langsung kerumah bibinya, katanya. karena aku tak percaya dia akan langsung pulang.

Author pov
Chaerin dan Mong Jung Gi, wali kelas Ji Hyun sedang mengobrol di ruang kerja Chaerin tanpa Ji Hyun. Sedangkan Ji Hyun memilih menonton televisi walau dia tidak tenang kerena takut wali kelasnya itu berlebihan.
“saya memang bilang padanya bahwa saya tidak suka melihat senyumannya dan menyuruhnya pergi. Tapi, bukan mengizinkanya pergi ke karaoke dan akhirnya tertangkap polisi karena membolos.”kata Jung Gi.
“maafkan Ji Hyun!”kata Chaerin sambil membungkukkan sedikit tubuhnya untuk memohon maaf.
“ah, aku jadi tidak enak karena nyonya yang meminta maaf seperti ini.”
“sebelumnya sam menghubungi saya untuk apa?”
“saya ingin membicarakan perkembangan Ji Hyun.”
“syukurlah ini hanya karena perkembangan Ji Hyun. Saya takut Ji Hyun terkena masalah disekolah. Saya benar-benar kaget Ji Hyun kami berani melempar buku ke polisi.”kata Chaerin tersenyum dan bernafas lega.
“ekhm.. maksud saya perkembangan masalahnya di sekolah.”jelas Jung Gi hati-hati. Chaerin terdiam, dia sangat kaget karena di matanya anaknya adalah remaja yang manis.
“maksudanya?”tanya Chaerin bingung.
“dia sering tidur di kelas, membolos, tidak mengerjakan tugas dan berkelahi. Tidak hanya itu dia juga sering membantah guru atau pun membentak guru yang mengajar. Terakhir saya dapat laporan guru sastra yang mengajar hari ini. ‘Nomor siswa saya 413, nomor yang di percayai angka kesialan. Saya permisih dulu karena wali kelas memanggilku. Silahkan bapak lanjutkan mengajarnya!’, itu yang dikatakan Ji Hyun pada guru baru. Lalu dia pergi sambil memberi hormat. Dia memang pergi untuk menenumi saya tapi, ucapannya tidak sopan.”jelas Jung Gi panjang lebar. Chaerin merasa sangat malu setelah mendengar penjelasan wali kelas anaknya.
“mianhae!”kata Chaerin meminta maaf karena perlakuan anaknya.
“anehnya walau dia malas belajar tapi, hasil ujiannya selalu di atas teman-temannya. Dan sayang sekali kalau nilai-nilanya itu harus berkurang karena prilakunya. Saya tidak meminta anda untuk memukul Ji Hyun agar sadar, karena sayang sering melakukannya dan tidak berhasil. Tapi, saya memberi tahu anda agar anda tahu kondisi Ji Hyun di sekolah, nyonya.”
“jadi saya harus bagamana, bu Mong? Saya sangat terkejut melihat uri Ji Hyun berani melawan polisi dan saya tidak percaya uri Ji Hyun juga melakukan yang ada jelaskan tadi karena di rumah uri Ji Hyun sangat baik ”tanya Chaerin bingung.
“wah, saya juga kurang tau. Ji Hyun kenapa kau begini? Mianhae tapi, apa mungkin karena dia kurang mendapatkan perhatian dari kalian, orang tuanya? Aku dengar Ji Hyun pernah berkata padaku ‘aku saja sulit untuk menghubungi mereka’ saat aku berniat menghubungi anda.” Jelas Jung Gi. Chaerin terdiam, dia mengoreksi kesalahannya sendiri. Setelah hening beberapa saat Jung Gi mulai kembali berbicara.
“bulan lalu Ji Hyun sudah mendapat peringatan satu kali makanya saya mencoba bertemu dengan anda. Tapi, karena kejadian tadi pihak sekolah sudah tahu maka akan ada peringatan kedua. Jika kejadian ini terjadi lagi maka beberapa saat Ji Hyun tidak bisa bersekolah beberapa waktu.”jelas Jung Gi serius.
“apakah separah itu?”tanya Chaerin tak percaya apa yang telah dilakukan anaknya.
“apanya? Hukumanya atau Ji Hyun?”tanya Jung Gi bingung. (*wali kelasnya kumat)

Kwon Ji Hyun Pov
makan malamku telah selesai dan aku akan kembali ke kamarku. Ku lirik ruang kerja omma. Apakah perawan tua itu sudah pulang?
krek..
pintu ruang kerja omma terbuka. Wali kelasku yang tidak ku ingat namanya itu keluar dari balik pintu dan pergi tanpa melihat ke arahku. Omma mengatarnya ke depan. Baru saja aku naik beberapa anak tangga omma sudah memanggilku.
“Mong Jung Gi sam sudah menceritakan semuanya pada omma. Kenapa kau begini, Ji Hyun?”tanya omma. Aku menghentikan langkah kakiku dan membalikkan badanku hingga bisa melihat omma.
“aku tak akan melakukkannya lagi karena omma ingin aku tetap sekolah kan? Omma kecewa padaku?”kataku kali ini tanpa senyuman kepada omma. Omma melihatku bingung.
“aku juga kecewa pada kalian.”kataku. aku membalikan badanku, kembali menaiki tangga dan akhirnya aku masuk ke kamarku. Ku jatuhkan tubuhku di kasurku. Ku raih ponsel di saku rok sekolahku dan menghubungi Soo Song.
“kau dimana?”kata Soo Song. Di tempat Song terdengar sangat berisik karena percakapan banyak orang.
“aku di rumah, wali kelas baru saja pulang.”kataku.
“datanglah sesini!”
“tidak bisa untuk malam ini. Karena aku sangat lelah.”
“ya sudah kalau begitu, besok saja. Hyun, aku matikan ne? Acaranya akan dimulai”
“ne!”jawabku setelah itu mematikan telepon. Aku menghidupkan musik sekuat-kuatnya dan ikut bernyanyi. Air mataku begitu saja keluar tanpa permisi. Bukan karena kejadian hari ini yang menimpaku hingga aku menangis. Tapi, ini karena aku merasa beban hidupku begitu sulit.

TBC

Mong Jung Gi, si wali kelas karena menjadi favorit malah menjadi peran penting disini. kekeke...
jangan lupa saranya ya...