Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)
genre: family
“aku akan mengangkat Kwon Ji Hyun sebagai anakku!”kata wali kelas
serius. Baru kali ini tatapannya seperti orang benar hingga membuatku
lupa bernafas.
“e.. aku tahu ini aneh. Tapi, aku benar-benar ingin
Ji Hyun si pembuat masalah ini menjadi anakku.”jelas wali kelas.
Lagi-lagi kami hanya terdiam. Kenapa dia ingin aku menjadi anaknya? Apa
dia berniat menghancurkan dunia denganku?
“awal dia masuk dan
mewakili teman-temanya berpidato di pembukaan ajaran baru karena nilai
tertingginya. Tapi, dia berhasil mengacaukan acara sakral itu karena
pidato mengunakan bahasa prancis. Aku tahu akan sial bila menjadi wali
kelasnya. Dan orang sial itu ternyata aku. Dua bulan dia sekolah dia
sudah sering membolos, membuat kekacauan dan bahkan terakhir dia
tertangkap polisi karena membolos. Tapi, aku sangat ingin menjadi ibu
angaktanya. Izinkan aku!”kata wali kelasku sambil membungkukkan
tubuhnya.
“kenapa kau bilang bagitu?”tanya omma kaget.
“ada apa ini?”tanya appa.
“kalian tidak mau anak kalian di rawat dan dibesarkan olehku?”tanya wali kelas.
“tentu saja! Karena kami bisa melakukannya.”kata appa.
“jarang bertemu, jarang berkomunikasi, tidak pernah memberi selamat
dengan apa yang diaraih anakmu, tidak ada perhatian bahkan aku yakin
kalian tidak tahu jika Ji Hyun mati-matian menangis agar kalian
melihatnya. Tuan, nyonya, orang tua itu bukan hanya memberikan makan dan
membiayai. Tapi, juga ada perhatian, kasih sayang, menghargai dan
mendidik. Dan itu yang tidak bisa kalian berikan pada Ji Hyun tapi, aku
bisa. Jadi, izinkan aku mengambil harta kecil kalian ini”kata wali
kelas, dimatanya ada sedikit ancaman. Air mataku jatuh terus menerus dan
tidak mau berhenti sehingga aku segera menundukkan kepalaku agar tidak
ada yang tahu aku menagis. Sekarang dadaku terasa sangat sesak dan
panas.
“dia sangat berharga tidak mungkin kami memberikannya.”kata omma.
“berharga? Mianhae, entah kenapa aku tidak begitu percaya dengan kata
itu, nyonya. Kau sebagai ommanya saja tidak tahu bahwa anakmu ini ingin
sekali kau peluk. Sebenarnya aku juga tidak tahu karena aku bukan
ommanya dan aku tidak pernah punya anak, kekasih saja aku tidak
punya.”kata wali kelas agak melantur. Tapi, orang tuaku terdiam kembali.
“pagi ini Ji Hyun termenung saat melihat teman-temanya dipeluk orang
tau mereka. Sedangkan Ji Hyun peraih juara satu dari 985 siswa dapat
telepon dari orang tuanya saja tidak.”kata wali kelasku lagi.
“keluarkan buku tabunganmu, Ji Hyun!”kata wali kelasku. Tau dari mana
dia tentang tabunganku. Omma dan appa saja tidak tahu tentang
tabunganku.
“hah?”tanyaku pura-pura bingung dan segera menyeka air mataku.
“cepat!”kata wali kelas. Aku ambil buku tabunganku dan langsung di
rampas wali kelasku. Setelah membuka tabunganku dia melemparkan buku
tabunganku tepat dimeja appa.
“uang ini. Uang hasil tabungan, lomba
dance yang di ikutinya hampir tiap minggu dan menjual barang-barang
pribadinya. Untuk apa uang sebanyak itu hyun?”kata wali kelasku. Aku
hanya diam. Aku belum siap.
“biarkan mereka tahu. KATAKAN SEKARANG!”bentak wali kelasku kasar. Aku menangis lagi, air mataku keluar tanpa izin.
“awal dia masuk dia berpidato dan mengatakan, ‘menjadi oarang bersih
sangat menyiksa karena menjadi orang kotor juga tidak terlalu buruk.
Selama ini aku tak pernah benar-benar meraih dan berusaha menjadi
terbaik. Karena mungkin di waktu akan datang aku tak akan punya banyak
waktu untuk menikmati kotornya lumpur. Waktu sangat mahal. Bahkan
sepertinya aku harus membayar sejumlah uang yang cukup besar agar orang
tuaku mengatakan satu kalimat padaku’. Itu yang dikatakanya dengan
bahasa Prancis agar kami mengerti yang di ucapkannya saat dia meledak
saat itu. Jika kalian sangat dibuk dan benar-benar sayang kalian akan
membayar orang untuk merekam pidato Hyun agar kalian tak melewati
perkembangan Ji Hyun. Tapi, kalian tak melakukan apapun. Satu lagi!
Selama ini Ji Hyun berfikir dia anak yang tidak kalian harapkan karena
kalian menikah dengan perjodohan bisnis dan kalian sangat jarang
bersama. Aku akan memberikan kalian waktu untuk berfikir dan membuka
benang kusut ini.”kata wali kelasku sambil mengambil tasnya yang ada di
sofa.
“aku pergi dulu karena jam 3 nanti aku ada janji kencan buta.
Nah, pikirkan kata-kataku baik-baik! Aku serius!”kata wali kelas sebelum
menutup pintu. Tubuhku tiba-tiba terasa hangat saat omma yang di
sampingku memelukku. Air matanya membasahi bahu kananku.
“mian, Ji Hyun!”kata omma sambil menanggis.
“kami memang di jodohkan tapi, aku benar-benar mencitai ommamu dan
perlu usah yang keras agar aku dapat meraih hatinya. Kau juga harus
tahu, kami menikah karena cinta dan saat ini tetap sama.”jelas appa.
“appa berbohong.”kataku.
“tidak, aku tak berbohong.”
“jika memang karena cinta. Kenapa kalian selalu berpisah?”
“mianhae, Hyun! Kami terlalu fokus pada perkerjaan.”jawab omma.
“omma janji omma tak akan seperti dulu lagi.”kata omma. Appa berdiri di
depanku, appa memelukku dan omma. Wajaku tepat di perut appa karena aku
dan omma duduk sedangkan appa berdiri di depanku.
“aku benar-benar
mencintai ommamu dan kau, JI hyun. Aku berfikir, aku berkerja keras
begini untukmu. Agar kau bahagia. Tapi, aku lupa dasar keluarga adalah
komunikasi, perhatian dan kasih sayang seperti yang gurumu bilang.”jelas
appa.
“kalian tidak akan memberikanku pada guru aneh itukan?”tanyaku. omma terkekeh dan meluepaskan pelukannya.
“wae?”tanya omma.
“jika aku dibesarkan dengannya maka masa depanku akan suram.”kataku.
“wali kelasmu itu sangat keren Ji Hyun.”kata omma sambil memelukku kembali.
TBC
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)
genre: family
“aku akan mengangkat Kwon Ji Hyun sebagai anakku!”kata wali kelas serius. Baru kali ini tatapannya seperti orang benar hingga membuatku lupa bernafas.
“e.. aku tahu ini aneh. Tapi, aku benar-benar ingin Ji Hyun si pembuat masalah ini menjadi anakku.”jelas wali kelas. Lagi-lagi kami hanya terdiam. Kenapa dia ingin aku menjadi anaknya? Apa dia berniat menghancurkan dunia denganku?
“awal dia masuk dan mewakili teman-temanya berpidato di pembukaan ajaran baru karena nilai tertingginya. Tapi, dia berhasil mengacaukan acara sakral itu karena pidato mengunakan bahasa prancis. Aku tahu akan sial bila menjadi wali kelasnya. Dan orang sial itu ternyata aku. Dua bulan dia sekolah dia sudah sering membolos, membuat kekacauan dan bahkan terakhir dia tertangkap polisi karena membolos. Tapi, aku sangat ingin menjadi ibu angaktanya. Izinkan aku!”kata wali kelasku sambil membungkukkan tubuhnya.
“kenapa kau bilang bagitu?”tanya omma kaget.
“ada apa ini?”tanya appa.
“kalian tidak mau anak kalian di rawat dan dibesarkan olehku?”tanya wali kelas.
“tentu saja! Karena kami bisa melakukannya.”kata appa.
“jarang bertemu, jarang berkomunikasi, tidak pernah memberi selamat dengan apa yang diaraih anakmu, tidak ada perhatian bahkan aku yakin kalian tidak tahu jika Ji Hyun mati-matian menangis agar kalian melihatnya. Tuan, nyonya, orang tua itu bukan hanya memberikan makan dan membiayai. Tapi, juga ada perhatian, kasih sayang, menghargai dan mendidik. Dan itu yang tidak bisa kalian berikan pada Ji Hyun tapi, aku bisa. Jadi, izinkan aku mengambil harta kecil kalian ini”kata wali kelas, dimatanya ada sedikit ancaman. Air mataku jatuh terus menerus dan tidak mau berhenti sehingga aku segera menundukkan kepalaku agar tidak ada yang tahu aku menagis. Sekarang dadaku terasa sangat sesak dan panas.
“dia sangat berharga tidak mungkin kami memberikannya.”kata omma.
“berharga? Mianhae, entah kenapa aku tidak begitu percaya dengan kata itu, nyonya. Kau sebagai ommanya saja tidak tahu bahwa anakmu ini ingin sekali kau peluk. Sebenarnya aku juga tidak tahu karena aku bukan ommanya dan aku tidak pernah punya anak, kekasih saja aku tidak punya.”kata wali kelas agak melantur. Tapi, orang tuaku terdiam kembali.
“pagi ini Ji Hyun termenung saat melihat teman-temanya dipeluk orang tau mereka. Sedangkan Ji Hyun peraih juara satu dari 985 siswa dapat telepon dari orang tuanya saja tidak.”kata wali kelasku lagi.
“keluarkan buku tabunganmu, Ji Hyun!”kata wali kelasku. Tau dari mana dia tentang tabunganku. Omma dan appa saja tidak tahu tentang tabunganku.
“hah?”tanyaku pura-pura bingung dan segera menyeka air mataku.
“cepat!”kata wali kelas. Aku ambil buku tabunganku dan langsung di rampas wali kelasku. Setelah membuka tabunganku dia melemparkan buku tabunganku tepat dimeja appa.
“uang ini. Uang hasil tabungan, lomba dance yang di ikutinya hampir tiap minggu dan menjual barang-barang pribadinya. Untuk apa uang sebanyak itu hyun?”kata wali kelasku. Aku hanya diam. Aku belum siap.
“biarkan mereka tahu. KATAKAN SEKARANG!”bentak wali kelasku kasar. Aku menangis lagi, air mataku keluar tanpa izin.
“awal dia masuk dia berpidato dan mengatakan, ‘menjadi oarang bersih sangat menyiksa karena menjadi orang kotor juga tidak terlalu buruk. Selama ini aku tak pernah benar-benar meraih dan berusaha menjadi terbaik. Karena mungkin di waktu akan datang aku tak akan punya banyak waktu untuk menikmati kotornya lumpur. Waktu sangat mahal. Bahkan sepertinya aku harus membayar sejumlah uang yang cukup besar agar orang tuaku mengatakan satu kalimat padaku’. Itu yang dikatakanya dengan bahasa Prancis agar kami mengerti yang di ucapkannya saat dia meledak saat itu. Jika kalian sangat dibuk dan benar-benar sayang kalian akan membayar orang untuk merekam pidato Hyun agar kalian tak melewati perkembangan Ji Hyun. Tapi, kalian tak melakukan apapun. Satu lagi! Selama ini Ji Hyun berfikir dia anak yang tidak kalian harapkan karena kalian menikah dengan perjodohan bisnis dan kalian sangat jarang bersama. Aku akan memberikan kalian waktu untuk berfikir dan membuka benang kusut ini.”kata wali kelasku sambil mengambil tasnya yang ada di sofa.
“aku pergi dulu karena jam 3 nanti aku ada janji kencan buta. Nah, pikirkan kata-kataku baik-baik! Aku serius!”kata wali kelas sebelum menutup pintu. Tubuhku tiba-tiba terasa hangat saat omma yang di sampingku memelukku. Air matanya membasahi bahu kananku.
“mian, Ji Hyun!”kata omma sambil menanggis.
“kami memang di jodohkan tapi, aku benar-benar mencitai ommamu dan perlu usah yang keras agar aku dapat meraih hatinya. Kau juga harus tahu, kami menikah karena cinta dan saat ini tetap sama.”jelas appa.
“appa berbohong.”kataku.
“tidak, aku tak berbohong.”
“jika memang karena cinta. Kenapa kalian selalu berpisah?”
“mianhae, Hyun! Kami terlalu fokus pada perkerjaan.”jawab omma.
“omma janji omma tak akan seperti dulu lagi.”kata omma. Appa berdiri di depanku, appa memelukku dan omma. Wajaku tepat di perut appa karena aku dan omma duduk sedangkan appa berdiri di depanku.
“aku benar-benar mencintai ommamu dan kau, JI hyun. Aku berfikir, aku berkerja keras begini untukmu. Agar kau bahagia. Tapi, aku lupa dasar keluarga adalah komunikasi, perhatian dan kasih sayang seperti yang gurumu bilang.”jelas appa.
“kalian tidak akan memberikanku pada guru aneh itukan?”tanyaku. omma terkekeh dan meluepaskan pelukannya.
“wae?”tanya omma.
“jika aku dibesarkan dengannya maka masa depanku akan suram.”kataku.
“wali kelasmu itu sangat keren Ji Hyun.”kata omma sambil memelukku kembali.
TBC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar