jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Selasa, 18 Juni 2013

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #8

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #8

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family


 


 Aku, omma, dan appa liburan ke Paris. Kata appa disini tempat appa menyatakan perasaan sama omma. Jangan fikir ini liburan keluarga! Karena sekarang statusku seperti seorang anak yang diminta orang tuanya untuk menjaga unnie atau oppanya yang sedang berpacaran. Setelah kejadian guru Mong memintaku untuk jadi anaknya itu, omma dan appa lebih sering di rumah dan bersama-sama. Dan sedikit mulai perhatian denganku.
“yeobo, kau sedang berkerja?”tanya omma sambil duduk di samping appa.
“ne. Hanya mengecek pesan dari perusahaan.”jawab appa.
“istirahatlah!”kata omma.
“inilah penyebab aku tak suka berada di dekatmu jika sedang berkerja, Aku tak bisa konsentrasi untuk berkerja.”kata appa langsung mematikan leptopnya. Aku melemparkan bantal sofa ke arah mereka.
“tidak sadarkah ada yeoja dibawah umur disini?! Tidak bisakah kalian berciuman di kamar kalian saja? Kalian mengganggu! Aku ingin menonton”kataku kesal. Apa mereka benar-benar tidak sadar punya anak?
“lihat dia galak sepertimu!”kata appa pada omma.
“tapi, dia punya sifat nakal sepertimu!”kata omma.
“yak!! Appa! Omma! Carilah kamar!”kataku semakin kesal melihat mereka. Mereka datang kesini memang benar-benar untuk berkencan, bukan untuk liburan keluarga.
Malam ini appa memasakkan kami makan malam. Kata omma, appa pandai memasak. Meja makan malam dihias indah oleh appa sendiri tadi. Aku dan omma duduk di meja makan.
“tarra!!”kata appa sambil menaruhkan beberapa piring yang berisi makanan.
“wah, sepertinya enak!”kataku. Makanan yang appa buat terdapat sentuhan seni, sehingga masakannya terlihat cantik sekali.
“apa enak?”tanya appa sambil melihat omma lekat.
“ne, enak sekali”kata omma bersungguh-sungguh. Aku jadi tak sabar mencobanya. Segeraku ambil piring itu ke dekatku dan ku coba sedikit.
Ini makanan rumah sakit, tanpa rasa. Ku lirik omma dan appa mereka sangat menikmati makanan.
“apa ini yang namanya kekuatan cinta?”gumamku.
“mwo?”tanya omma binggung dan berhenti makan.
“annio, lanjutkanlah dinner romantis kalian! Anggap saja kalian belum punya anak yang sudah sebesar ini”kataku sambil memasukkan steak hambar kemulutku. Omma dan appa saling pandang dan tersenyum.


“Ji Hyun, bangun!”suara lembut membangunkanku. Ku buka mataku ku perlahan.
“wae omma?”tanyaku dengan suara lemah khas bangun tidur.
“kajja, kita berlari pagi. Musim gugur disini sangat indah”kata appa yang berdiri dekat pintu kamarku.


Author pov
keluarga kecil itu kini berjalan santai mengelilingi taman. Ji Hyun sangat menikmatinya. Bukan hanya karena pemandangan musim gugur yang indah tapi, kebersamaan keluarga yang sangat hangat di rasakannya.
“Ji Hyun, kau haus?”tanya Jiyong.
“ne, appa”kata Ji Hyun.
“kalian duduk saja dulu. Aku akan membelikan minum dan cemilan”kata Jiyong. Chaerin mengaguk dan tersenyum. Jiyong pun segera pergi. Chaerin mengandeng tangan Ji Hyun untuk duduk di taman. Ji Hyun sedikit merasa aneh karena dia sangat jarang merasakan sentuhan ommanya.
“kita mulai lagi keluarga ini dari awal. Hubunganku dan appamu sangat baik walau kami jarang bertemu, kau tumbuh menjadi yeoja yang baik dan prestasimu di sekolah juga bagus. Jadi, aku kira tidak ada yang salah dengan keluarga ini. Aku kira kau mengerti keadaan kami. Ternyata aku salah, kau masih terlalu muda untuk mengerti tentang kesibukan kami. Ini bukan salahmu. Ini salah kami sebagai orang tua. Karena itu kau mau kan kita bersama-sama memulai dari awal?”tanya Chaerin dengan senyuman lembut.
“Mungkin ini yang namanya senyuman lembut seorang omma.”pikir Ji Hyun.
“ne omma.”kata Ji Hyun.
“aku tahu, kau memang anak yang baik.”kata Chaerin sambil memeluk Ji Hyun.
“Pelukan omma memang sangat berbeda.”pikir Ji Hyun.
Jiyong datang dengan sebungkus plastik besar berisi makanan dan minuman. Dia segera tahu keberadaan keluarga kecilnya. Dia melihat Chaerin dan Ji Hyun sedang tertawa duduk di bawah pohon.
“wah, sepertinya asik sekali! Apa yang sedang kalian ceritakan?”kata Jiyong sambil menaruk plastik yang dibawanya ke tanah.
“ini rahasia yeoja. Namja tak boleh tahu.”goda Chaerin.
“Ji Hyun, apa yang tadi ommamu ceritakan?”tanya Jiyong pada anaknya dengan tatapan sedikit memelas. Ji hyun berbisik berbicara dengan Jyong.
“mwo? Itu tidak benar!”kata Jiyong kaget.
“apa yang tidak benar?”protes Chaerin.
“aku memang tak pernah pengejar cintamu Lee Chaerin”kata Jiyong.
“maksudmu aku yang menejarmu?”protes Chaerin.
“aku tak pernah mengejarmu, aku mengemis cintamu bertahun-tahun. Kau tahu Ji Hyun, aku mengemis cinta ommamu bertahun-tahun tapi, dia malah melihat namja lain. Ommamu kejam sekali padaku kan?”kata Jiyong pada anaknya. Ji Hyun tertawa melihat orang tuanya ribut sendiri.
“tapi, akhirnya hatiku tertuju padamu kan?”kata Chaerin sambil mencubit pelan lengan Jiyong.
“kenapa kau menyentuhku? Apa kau tergoda padaku?”ledek Jiyong.
“appamu ini dulu sebelum menikah sangat suka sekali tiba-tiba ada di kasurku, dia sengaja membuatku terkejut saat bangun tidur seakan-akan semalaman aku tidur bersamanya.” Adu Chaerin pada anaknya.
“tapi, kau suka kan?” lagi-lagi Jiyong mengoda Chaerin.
“apa yang kau katakan? Kau tak malu pada anakmu?”kata Chaerin.
“kau yang duluan yang memulainya!”
“tapi, kau yang membuatnya panjang seperti ini.”
“sudah, kalian cari kamar saja!”kata Ji Hyun sambil tertawa.
“apa maksudmu, Ji Hyun?”kata Chaerin dan Jiyong bersamaan.
“kalian ingin bertengkar kan? Lebih baik di kamar saja. Tidak baik pertengkaran orang tua di lihat oleh anaknya. Ckckck.. kenapa aku yang jadi mengajari kalian?”kata Ji Hyun.
“kenapa seakan-akan aku melihat guru Mong pada uri Ji Hyun?”kata Chaerin bingung.
“ne, kenapa bisa begitu?”kata Jiyong.
“jangan samakan aku sama guru unik itu!”kata Ji Hyun tak terima.
“Ji Hyun, ini minumannya! Kau suka jus jeruk kan?”kata Jiyong sambil memberikan Ji Hyun sebotol minuman.
“dia habis berlari, air putih minuman yang paling baik.”kata Chaerin tak mau kalah.
“sudahlah, aku tahu kalian berpura-pura. Kalian mau aku pura-pura ke WC umum agar kalian bisa suap-suapan?”kata Ji Hyun tersenyum nakal.
“yeobo, itu sifatmu!”kata Chaerin melihat Jiyong dengan tatapan heran.
“kau benar!”kata Jiyong tersenyum tanpa rasa bersalah.


Ji Hyun Pov
Aku berendam air panas karena sangat lelah berjalan-jalan dengan orang tuaku. Ternyata begini menyenangkan jika bersama keluarga.
bip! Bip!
aku segera membuka kotak pesanku.
Dari: wali kelas
kau belum menganti namaku di kontak ponselmu kan? Apa kau lupa lagi namaku?
oh ya, nikmatilah waktumu bersama orang tuamu karena mungkin sebentar lagi kau punya saingan.

Kenapa dia tahu segalanya? Tahu bahwa aku tidak ingat namanya, tahu tentang buku tabunganku, tahu kegiatan danceku, dan tahu bahwa aku belum mengantin namanya di kontak ponselku. Tak salah lagi, wali kelasku keturunan peramal. Tapi, apa maksudnya ‘sebentar lagi punya saingan?’. Guru yang unik. Dibandingkan jadi guru sepertinya dia sangat cocok jadi peramal.



@ 2 tahun kemudian.
“sudahku bilang ‘omma dan appa tak perlu datang di kelulusanku’!”kataku kesal.
“kami tak mau menyianyiakan lagi momen penting pertumbuhanmu, Ji Hyun”kata appa.
“ne, appamu benar!”timpal omma.
“wah datang semua! Aku tak menyangkan uri Ji Sung. Apa dia sudah bisa bicara?”kata Wali kelasku yang baru saja menghampiri kami. Apa maksudnya dengan uri Ji Sung?
“ne, walau masih belum jelas”jawab omma.
“wah dia pintar sekali! Ji Sung cepatlah besar! Mungkin kau adalah jodohku dari tuhan”kata wali kelas dengan tatapan penuh harap.
“itu tidak mungkin! Karena saat Ji Sung berumur 20 tahun mungkin saja kau sudah di surga.”kataku.
“walau kau sudah di terima di sekolah favorit karena kepintaranmu tidak akan ada namja yang menyukai sifatmu itu”kata wali kelasku.
“kau membicarakan dirimu sendiri, sam?”tanyaku sedikit menantang.
“maksudmu tidak ada namja yang ingin denganku karena sikapku?”kata wali kelas.
“sam, aku begini juga karena didikanmu selama tiga tahun ini.”kataku.
“apa kau bilang?”kata sam.
“SONG, APA YANG KAU LAKUKAN PADA URI NAMDONGSAENG? KENAPA KAU MENCIUMNYA?”kataku marah.
“aku hanya memberikanya permen lewat bibirku karena hanya permen yang didalam bibirku yang ku punya.”kata Song dengan rasa tak persalah.
“kau menodai adikku!”kataku sambil merebut Ji Sung dari gendongan Song.
“ini alasanku kenapa tidak suka omma dan appa datang jika membawa Ji Sung. Karena aku yakin Song dan wali kelasku yang perawan tua ini berniat menodai adikku”kataku dengan tatapan awas. Omma dan appa terlihat tertawa. Kenapa mereka mengira ini lucu?? Apakah lucu bila nuna menjaga adiknya dari lingkaran rubah?
“apa-apaan bahasamu itu! Aku ini wali kelasmu!”kata wali kelasku sambil menjewer kupingku.
“appo, sam!”keriakku. Omma dan appa tertawa melihatku. Bukankah seharusnya mereka membelaku?? Hutf.. keluarga yang rumit.

“omma... tadi disekolah ada namja yang menjahiliku”aduku pada omma sambil menjatuhkan tubuhku ke sofa.
“ah, aku yakin kau bisa mengatasinya. Kau punya bakat penghancur, Ji Hyun.”kata omma sambil bermain dengan Ji Sung.
“bakat penghancur?? Itu pujian atau sindirian?”kataku kesal sambil memanyunkan bibirku.
“itu pujian.”jawab appa yang keluar datang dari belakangku dan mengecup keningku sekilas.
“wah, uri Ji Sung tambah besar dan tampan.”kata appa sambil mengambil Ji Sung dari pangkuan omma dan mengendong Ji Sung. Sudah sebesar ini aku hanya di puji dengan ‘anak baik’ omma dan appa tidak pernah menyadari pertubuhan badanku padahal dulu kami jarang bertemu. Tapi, Ji Sung yang selalu bersama mereka setiap hari mereka sangat hapal perkembangannya. Sekarang aku mengerti dengan pesan wali kelas saat liburan di Prancis. Guru Mong Jung Gi memang sangat berbakat menjadi peramal. -,-

Remember 2 tahun lalu saat di Paris:
Ji Hyun berendam air panas karena sangat lelah berjalan-jalan dengan orang tuanya. Dia merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarganya. Sadar ponselnya berbunyi, Ji Hyun membuka ponselnya.
Dari: wali kelas
kau belum menganti namaku di kontak ponselmu kan? Apa kau lupa lagi namaku?
oh ya, nikmatilah waktumu bersama orang tuamu karena mungkin sebentar lagi kau punya saingan.

END

ps:
gaje yah??? mianhae... Deasy Ratna Dewi BJ onnie suka gak?? mianhae kalo gak memuaskan T_T
Ide Ji Hyun punya adik itu udh dari part 4. eh, malah udh ketebak ma Sofie Sofia Sofiani onnie. MOHON komentarnya...


Sabtu, 08 Juni 2013

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #7

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

“aku akan mengangkat Kwon Ji Hyun sebagai anakku!”kata wali kelas serius. Baru kali ini tatapannya seperti orang benar hingga membuatku lupa bernafas.
“e.. aku tahu ini aneh. Tapi, aku benar-benar ingin Ji Hyun si pembuat masalah ini menjadi anakku.”jelas wali kelas. Lagi-lagi kami hanya terdiam. Kenapa dia ingin aku menjadi anaknya? Apa dia berniat menghancurkan dunia denganku?
“awal dia masuk dan mewakili teman-temanya berpidato di pembukaan ajaran baru karena nilai tertingginya. Tapi, dia berhasil mengacaukan acara sakral itu karena pidato mengunakan bahasa prancis. Aku tahu akan sial bila menjadi wali kelasnya. Dan orang sial itu ternyata aku. Dua bulan dia sekolah dia sudah sering membolos, membuat kekacauan dan bahkan terakhir dia tertangkap polisi karena membolos. Tapi, aku sangat ingin menjadi ibu angaktanya. Izinkan aku!”kata wali kelasku sambil membungkukkan tubuhnya.
“kenapa kau bilang bagitu?”tanya omma kaget.
“ada apa ini?”tanya appa.
“kalian tidak mau anak kalian di rawat dan dibesarkan olehku?”tanya wali kelas.
“tentu saja! Karena kami bisa melakukannya.”kata appa.
“jarang bertemu, jarang berkomunikasi, tidak pernah memberi selamat dengan apa yang diaraih anakmu, tidak ada perhatian bahkan aku yakin kalian tidak tahu jika Ji Hyun mati-matian menangis agar kalian melihatnya. Tuan, nyonya, orang tua itu bukan hanya memberikan makan dan membiayai. Tapi, juga ada perhatian, kasih sayang, menghargai dan mendidik. Dan itu yang tidak bisa kalian berikan pada Ji Hyun tapi, aku bisa. Jadi, izinkan aku mengambil harta kecil kalian ini”kata wali kelas, dimatanya ada sedikit ancaman. Air mataku jatuh terus menerus dan tidak mau berhenti sehingga aku segera menundukkan kepalaku agar tidak ada yang tahu aku menagis. Sekarang dadaku terasa sangat sesak dan panas.
“dia sangat berharga tidak mungkin kami memberikannya.”kata omma.
“berharga? Mianhae, entah kenapa aku tidak begitu percaya dengan kata itu, nyonya. Kau sebagai ommanya saja tidak tahu bahwa anakmu ini ingin sekali kau peluk. Sebenarnya aku juga tidak tahu karena aku bukan ommanya dan aku tidak pernah punya anak, kekasih saja aku tidak punya.”kata wali kelas agak melantur. Tapi, orang tuaku terdiam kembali.
“pagi ini Ji Hyun termenung saat melihat teman-temanya dipeluk orang tau mereka. Sedangkan Ji Hyun peraih juara satu dari 985 siswa dapat telepon dari orang tuanya saja tidak.”kata wali kelasku lagi.
“keluarkan buku tabunganmu, Ji Hyun!”kata wali kelasku. Tau dari mana dia tentang tabunganku. Omma dan appa saja tidak tahu tentang tabunganku.
“hah?”tanyaku pura-pura bingung dan segera menyeka air mataku.
“cepat!”kata wali kelas. Aku ambil buku tabunganku dan langsung di rampas wali kelasku. Setelah membuka tabunganku dia melemparkan buku tabunganku tepat dimeja appa.
“uang ini. Uang hasil tabungan, lomba dance yang di ikutinya hampir tiap minggu dan menjual barang-barang pribadinya. Untuk apa uang sebanyak itu hyun?”kata wali kelasku. Aku hanya diam. Aku belum siap.
“biarkan mereka tahu. KATAKAN SEKARANG!”bentak wali kelasku kasar. Aku menangis lagi, air mataku keluar tanpa izin.
“awal dia masuk dia berpidato dan mengatakan, ‘menjadi oarang bersih sangat menyiksa karena menjadi orang kotor juga tidak terlalu buruk. Selama ini aku tak pernah benar-benar meraih dan berusaha menjadi terbaik. Karena mungkin di waktu akan datang aku tak akan punya banyak waktu untuk menikmati kotornya lumpur. Waktu sangat mahal. Bahkan sepertinya aku harus membayar sejumlah uang yang cukup besar agar orang tuaku mengatakan satu kalimat padaku’. Itu yang dikatakanya dengan bahasa Prancis agar kami mengerti yang di ucapkannya saat dia meledak saat itu. Jika kalian sangat dibuk dan benar-benar sayang kalian akan membayar orang untuk merekam pidato Hyun agar kalian tak melewati perkembangan Ji Hyun. Tapi, kalian tak melakukan apapun. Satu lagi! Selama ini Ji Hyun berfikir dia anak yang tidak kalian harapkan karena kalian menikah dengan perjodohan bisnis dan kalian sangat jarang bersama. Aku akan memberikan kalian waktu untuk berfikir dan membuka benang kusut ini.”kata wali kelasku sambil mengambil tasnya yang ada di sofa.
“aku pergi dulu karena jam 3 nanti aku ada janji kencan buta. Nah, pikirkan kata-kataku baik-baik! Aku serius!”kata wali kelas sebelum menutup pintu. Tubuhku tiba-tiba terasa hangat saat omma yang di sampingku memelukku. Air matanya membasahi bahu kananku.
“mian, Ji Hyun!”kata omma sambil menanggis.
“kami memang di jodohkan tapi, aku benar-benar mencitai ommamu dan perlu usah yang keras agar aku dapat meraih hatinya. Kau juga harus tahu, kami menikah karena cinta dan saat ini tetap sama.”jelas appa.
“appa berbohong.”kataku.
“tidak, aku tak berbohong.”
“jika memang karena cinta. Kenapa kalian selalu berpisah?”
“mianhae, Hyun! Kami terlalu fokus pada perkerjaan.”jawab omma.
“omma janji omma tak akan seperti dulu lagi.”kata omma. Appa berdiri di depanku, appa memelukku dan omma. Wajaku tepat di perut appa karena aku dan omma duduk sedangkan appa berdiri di depanku.
“aku benar-benar mencintai ommamu dan kau, JI hyun. Aku berfikir, aku berkerja keras begini untukmu. Agar kau bahagia. Tapi, aku lupa dasar keluarga adalah komunikasi, perhatian dan kasih sayang seperti yang gurumu bilang.”jelas appa.
“kalian tidak akan memberikanku pada guru aneh itukan?”tanyaku. omma terkekeh dan meluepaskan pelukannya.
“wae?”tanya omma.
“jika aku dibesarkan dengannya maka masa depanku akan suram.”kataku.
“wali kelasmu itu sangat keren Ji Hyun.”kata omma sambil memelukku kembali.

TBC

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #6

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #6

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

@dua bulan kemudian.
“dia dapat nilai sempurna dilebih 10 mata pelajaran. Bahkan dia tidak membuat onar dan membolos atau pun tidur lagi di dalam kelas”kata chinggudeul bergosip.
“ne. Itu karena hipnotis guru Mong”
“ne! Aku juga mendengarnya!”
“bagaimana kalau kita meminta guru Mong menghipnotis kita juga?”kata mereka.
“kekeke... aku tak akan pernah menyesal berteman denganmu karena hidupmu menarik. Ternyata Ji Hyun yang menjadi anak manis tidak kalah menarik dari Ji Hyun bad girl. Gara-gara kau, sepertinya guru Mong akan berhenti mengajar dan membuka praktik hipnotis.”kata Song.
“kau benar!”kataku dan kami tertawa bersama. Tawaku berhenti seketika saat melihat Temanku yang tidak juara umum, bahkan tidak masuk 3 besar dikelasnya tapi, orang tuanya memeluknya dengan rasa bangga, aku bisa melihat itu.
“bukankah anak itu hanya peringkat 5?”tanyaku.
“ne, wae? Mama!”kata Song dengan kaget. Aku melihat ke arah Song lihat. Sepasang suami-istri berjalan ke arah kami. Aku bisa cepat menemukan orang tua Song karena ommanya asli orang prancis.
“dimana orang tuamu?”tanya omma Song setelah kami berkenalan. Aku hanya diam.
“ah, mungkin akan datang terlambat. Ji Hyun dapat peringkat satu di sekolah, ma”kata Song mengobrol dengan ommanya dengan bahasa France.
“wah, hebat!”itu yang terlontar dari omma Song dan mencium pipiku.
“orang tuamu pasti bangga. Selamat Ji Hyun!”kata appa Song.
“dan kau?”tanya appa Song pada Song.
“mian, aku tak meraih apa-apa. Aku hanya naik kelas dengan nilai memuaskan, pa.”jawab Song.
“tidak masalah karena kau telah berusaha.”kata omma Song sambil mengelus punggung Song. Aku melihat mereka, berharap aku bisa merasakan yang Song rasakan sekarang, sentuhan hangat dari omma.
“Ji Hyun, kau boleh meminjam appaku saat namamu di panggil kedepan untuk menerima penghargaan nanti.”kata Song. Sepertinya Song merasa tidak enak padaku.
“anni! Tidak perlu! Karena aku akan jadi walinya.”kata Mong Jung Gi, wali kelasku. Setelah satu tahun menjadi siswanya akhirnya aku bisa mengingat namanya.
Aku berdiri ke podium. Memberikan pidato singkat karena nilaiku tertinggi satu sekolah. Dan saat pemberian hadiah hanya Moon sam di sampingku, tanpa orang tuaku.

@taksi
“wae? Wae kita kesini?”tanyaku saat sam memintaku turun dari mobil.
“aku harus ebetemu dengan orang tuamu!”kata sam menarikku turun dari mobil dan menyeretku masuk ke perusahaan. Karena sam menyeretku dengan kasar security menghampiri kami.
“ada yang bisa kami bantu?”tanyanya.
“hubungin Kwon Jiyong dan Lee Chaerin. katakan Mong Jung Gi, wali kelas anaknya ingin bertemu.”kata wali kelasku lantang.
Aku, Omma dan appa duduk di sofa. Sedangkan wali kelas berjalan hingga berputar-putar.
“silahkan duduk, ibu wali kelas!”kata appa mempersilahkannya duduk.
“bagaimana ya?”kata wali kelasku seperti berfikir keras.
“ada apa?”tanya omma bingung dan penasaran dengan tingkah wali kelasku.
“aku ragu untuk mengatakannya tapi, aku sangat ingin mengatakannya.”kata wali kelas.
“ada apa? Katakan saja”pinta appa.
“aku akan mengangkat Kwon Ji Hyun sebagai anakku!”kata wali kelas serius. Baru kali ini tatapannya seperti orang benar hingga membuatku lupa bernafas.
“e.. aku tahu ini aneh. Tapi, aku benar-benar ingin Ji Hyun si pembuat masalah ini menjadi anakku.”jelas wali kelas. Lagi-lagi kami hanya terdiam. Kenapa dia ingin aku menjadi anaknya? Apa dia berniat menghancurkan dunia denganku?

TBC

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #5

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #5

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

Jam 5 pagi aku sudah berangkat kesekolah agar aku tak bertemu dengan appa atau pun omma.
“mwo? Jam 5 kau keluar dari rumah?”tanya Song kaget.
“ne.”
“sepertinya rumahmu akan benar-benar meledak kali ini.”
“aku rasa juga begitu.”
“kau pergi secepat itu tapi, kenapa kau datang hampir telat?”
“aku berjalan kaki”
“kau tidak meminta sopirmu untuk mengantarmu?”tanya Song tak percaya. Aku mengagukkan kepalaku.
“kau gila?”
“aku harap sekarang aku benar-benar gila.”kataku.

AUTHOR POV
“ji hyun! Terjadi kecelakaaan di dekat rumahmu. Apakah kau tahu?”tanya Song.
“anni, wae?”tanya Ji Hyun bingung.
“lihat ini! mobilnya rusak parah, untung saja korban hanya luka-luka. Kau tau kenapa terjadi kecelakaan itu?”kata Song sambil menunjukkan berita yang ada di ponselnya.
“anni!”kata Ji Hyun setelah melihat berita.
“katanya dia melihat mahluk halus berjalan”
“ah, yang benar saja Song! Itu pasti karena supirnya mengantuk.”
“ya, bisa jadi”jawab Song sambil berfikir.

(flashback)
Ji Hyun keluar dari kamarnya sedikit mengendap-endap berjalan menuju ke kamar ahjuma. Di ketuknya pintu kamar ahjuma pelan berharap omma atau appnya tidak terbangun dari tidurnya.
“agassi! Ini masih jam 4.”kata ahjuma kaget saat melihat Ji Hyun yang sudah berpakaian lengkap.
“ahjuma, aku lapar. Bisakah memasakkanku sesuatu?”kata Ji Hyun sedikit memelas.
Ahjuma mengeluarkan potongan ayam dan memberikkan minyak pada wajan.
“andwe!! Ahjuma, di rebus saja!”kata Ji Hyun.
“wae agassi? Bukankah kau tidak suka ayam di rebus?”tanya ahjumma.
“anni, aku suka”kata Ji Hyun tersenyum. Ji Hyun memang tidak suka ayam direbus. Katanya seperti masakan rumah sakit. Tapi jika ayamnya digoreng, Ji Hyun takut akan mengeluarkan suara dari letupan minyak panas. Sehingga Ji Hyun meminta ahjuma merebus ayamnya.

Ji Hyun berjalan kaki keluar dari rumahnya. Dia sedikit merasa takut karena langit masih agak gelap dan sepi. Dipasangnya aerphone di telingganya dan menyetel musik. Ji Hyun akan menyeberang jalan di lihatnya kekanan dan kiri.
“sepi”pikir Ji Hyun. Lalu dia menyeberang tanpa melihat kembali ke kiri dan kanan. Matanya fokus ke depan. Dia tidak sadar ada mobil yang berjalan mendekatinya. Ji Hyun tidak mendengar suara mesin mobil karena musik yang di dengarkannya kuat. Sopir mobil itu kaget dan membuat dia tidak bisa mengendalikan mobilnya. Dia hampir menabrak Ji Hyun dan Ji Hyun tetap berjalan santai.
BRUk...
Mobil menghantam pagar semen rumah dengan lumayan kuat. Ji Hyun tak mendengar apapun dan tetap berjalan dengan santai. She is Troublemaker.

Ji Hyun POV
@kelas
“Ji Hyun, kau tidur lagi?”tanya wali kelasku. Tapi, aku diam saja. Aku tetap dengan posisi awalku. Tangan dilipat di atas meja dan kepalaku ku bersandar pada tanganku.
“dia selalu begitu tapi, nilainya jauh di atas kalian. Apa kalian pernah melihat Ji Hyun membuka atau memegang buku?”tanya wali kelasku pada chinggudeul. Tapi, aku tetap memejamkan mataku dan ingin kembali kedunia mimpi.
“apakah dia belajar saat tidur hingga saat tidur dia tetap dapat menerima informasi dan pelajaran?”kata wali kelasku.
“kau akan menjadi anak baik! Kau bukan yeoja bandel lagi! Kau akan rajin belajar dalam kelas dan tidak akan tidur di kelas lagi”kata wali kelasku di telinggaku. Hampir saja aku tertawa karena sikap anehnya itu.
“apa yang kau lakukan, bu?”tanya temanku.
“aku yakin dia belajar saat tidur. Jadi aku mengeluarkan bakatku untuk menghipnotisnya.”kata wali kelasku. Aku benar-benar ingin tertawa. Kugigit bibirku agar aku tak jadi tertawa. Jika aku menjadi anak manis seperti “hipnotis” perawan tua ini pasti lebih menarik. Baik, aku akan berubah menjadi yeoja manis.

TBC
mohon komentarnya!!

Jumat, 07 Juni 2013

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #4

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

 

 sepertinya beritaku tertangkap polisi tersebar luas.
Pesan dari: Soo Song
cepatlah pergi! Satu sekolah membicarakanmu.

Aku tak peduli dan tetap saja melangkahkan kakiku ke kelasku. Teman-teman sekelasku sengaja menghalangi jalan menuju mejaku dengan kursi. Ku tendang kursi itu satu-satu hingga terdiring jauh ke belakang dan aku bisa berjalan. Mereka yang awalnya sangat ribut menjadi tenang. Aku duduk dikursiku.
“hanya karena keluarga terpandang dia bisa bersikap seenaknya”kata salah satu temanku.
“aku dengar dia tertangkap karena barang haram.”
“benarkah?”
“aku malah mendapatkan info bila dia minum-minum di karaoke. Banyak botol alkohol di mejanya.”
Brukk!!
kupukul mejaku kuat dan berdiri dari kursiku.
“kau! Kau! Dan kalian semua jangan bicara yang tidak pasti kebenarannya! Pakai logikamu! Jika aku menjual barang atau membeli barang haram tidak mungkin polisi berbaik hati hingga aku ada di sini. Aku ke karaoke dengan seragam sekolah, tidak mungkin aku dapat membeli minuman alkohol. Itu juga kalau logika kalian masih berfungsi. Ops, aku terlalu kasar!”kataku tenang dan duduk kemabali kekursiku. Lagi-lagi mereka berbisik-bisik.
“yang mengomong dibelakangku adalah orang-orang yang selalu dibelakangku.”teriakku dan mereka terdiam.
“wah, ini aneh sekali! Semua pada diam. Apakah hari ini aku begitu mempesona?”tanya wali kelasku yang baru saja masuk.
“hasil ujian minggu kemarin sudah keluar dan lagi-lagi Kwon Ji Hyun dapat nilai tertinggi. Tapi sayang, point kenakalannya sama tinggi dengan nilainya. Ji Hyun, aku akan membantumu masuk ke SMA favorit selama kau mau berubah.”kata wali kelas sambil duduk di kursinya.
“sam, aku juga mau!”kata salah satu temanku.
“kau?? Kau tidak ada harapan untuk masuk ke sekolah favorit. Aku rasa komputer saat mendata kalian masuk sedang error dan kepala sekolah tidak tahu itu hingga sekarang kau bisa masuk ke sekolah ini. Kau cari saja SMA yang memiliki syaratnya meluluskan siswa yang membawa calon siswa terbanyak. Atau kau cari sekolah kejuruan komunikasi, aku yakin kau akan lulus karena kau berbakat bergosip.”kata wali kelas santai. Entah itu sindiran atau sekedar candaan aku tak mengerti. Tapi, tidak ada satu orang pun dari kami yang tertawa. Perawan tua ini sangat menakutkan.

Aku dan Song setelah jam pulang sekolah kami pulang kerumahnya. Hari ini ada pertandingan dance, aku dan Song akan mengenakan baju rancangan omma untuk pertandingan dance kali ini. Walau ini pertandingan dance jalanan tapi, kostum sangat penting. Tinggiku dan Song di atas rata-rata anak junior high school tentu saja kami bisa mengikuti lomba dance street yang notabenen adalah anak senior high school. Jika kami ketahuan anak junior high school maka kami akan sulit mendapat keadilan.
musik mulai terdengar, aku dan Song mulai menari mengikuti irama dan sesuai dengan latihan kami sebelumnya.
“ini bagianmu!”kata Song sambil memberikanku sejumlah uang.
“malam ini kita dapat berapa?”tanyaku.
“tidak banyak. Turun 30 won dari minggu lalu. Kau masih banyak kurangnya kan?”
“ne. Tapi, tenang saja. Bulan depan uangku cukup.”
“semangatlah! Nanti malam aku akan meremixlagu untuk minggu depan. Semoga minggu depan kita menag lagi.”
“gomawo, Song!”
“kau bicara apa? Ini tidak seperti kau!”kata Song sambil memukul bahuku pelan.
“kalau dipikir-pikir sekarang bahasa koreamu sudah bagus dan kau bisa saja tidak berteman denganku lagi karena aku selalu bermasalah.”
“kau keracunanan? Ji Hyun, aku senang berteman denganmu. Banyak hal menarik yang aku jalanani bersamamu. Tertangkap polisi karena membolos itu benar-benar lucu walau sedikit memalukan. Tapi jujur saja, aku suka kau meleparkan buku ke wajah polisi itu.”kata Song dan kami tertawa bersama.


Aku menaiki tangga menuju kamarku, tubuhku terasa sangat lelah.
“dari mana saja kau, Kwon Ji Hyun?”. Itu suara appa. Jika appa memanggil namaku secara lengkap artinya dia sedang marah. Aku berhenti melangkahkan kakiku dari anak tangga didepanku dan membalikan tubuhku untuk melihat appa dan omma yang berada dibawah.
“kata ahjuma, kau sering pulang malam begini.”kata appa lagi.
“aku hanya berkumpul dengan temanku.”
“jangan berkumpul bila tidak ada tujuan bermanfaatnya! Ommamu bilang kau sering membolos dan setelah appa cek kau tak pernah ikut kegiatan amal. Uang sebesar itu kau pakai untuk apa, Kwon Ji Hyun?”kata appa. Omma mengelus-ngelus bahu oppa untuk menenangkan appa.
“uang itu untuk orang yang membutuhkan appa. Dia punya keadaan menyedihkan dan sangat membutuhkannya, dan tentu saja orangnya itu adalah aku.”kataku sambil membalikkan tubuhku dan menaiki tangga kembali.
“Ji Hyun!”kata appa tertahan karena omma.
“kalian jangan berlagak mesra didepanku! Aku sadar aku ini tidak diharapkan.”kataku.
“apa maksudmu itu hyun?”tanya omma.
“kalian pasti tau maksudku.”kataku sambil menutup pintu kamarku.
“buka pintumu, Kwon Ji Hyun!”taeriak appa yang ada didepan kamarku.
“ahjuma, ambilkan kuncinya!”pinta appa.
“aku mohon, kita bicarakan lagi setelah keadaan membaik!”kata omma yang juga terdengar ada didepan pintuku.
“tidak bisa! Ini harus diselesaikan sekarang. Aku ingin tahu kenapa dia berbicara seperti itu. Ji Hyun, kau ingin kami berpisah? Aku tahu kau hanya berbohong karena ommamu sudah mengatakan padaku saat kalian di kantor polisi. Aku akan membuka paksa pintumu!”kata appa.
“tenang! Aku mohon, tunggu keadaan membaik.”kata omma dan sepertinya appa setuju karena aku mendengar langkah kaki menjauh dari kamarku.


TBC
kejar tayang! kejar tayang!! ini part terakhir hari ini besok Dika posting lagi.
Mohon komentarnya!!

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #3

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)

genre: family

 
 
 Akhirnya polisi menyerah setelah berurusan dengan wali kelasku, dia memang hebat dibidang perkelahian dan debat sepertinya. Mungkin saja ibunya adalah peramal dan ayahnya yakuza jepang.
“aku boleh bicara denganmu nyonya? Saya sudah menghubungi anda beberapa hari ini tapi, anda tidak menjawabnya”kata wali kelasku pada omma.
“baik, bu wali kelas. Bagaimana jika kita membicarakannya di rumah kami saja?”kata omma. Wali kelasku pulang bersama kami sedangkan Soo Song pulang langsung kerumah bibinya, katanya. karena aku tak percaya dia akan langsung pulang.

Author pov
Chaerin dan Mong Jung Gi, wali kelas Ji Hyun sedang mengobrol di ruang kerja Chaerin tanpa Ji Hyun. Sedangkan Ji Hyun memilih menonton televisi walau dia tidak tenang kerena takut wali kelasnya itu berlebihan.
“saya memang bilang padanya bahwa saya tidak suka melihat senyumannya dan menyuruhnya pergi. Tapi, bukan mengizinkanya pergi ke karaoke dan akhirnya tertangkap polisi karena membolos.”kata Jung Gi.
“maafkan Ji Hyun!”kata Chaerin sambil membungkukkan sedikit tubuhnya untuk memohon maaf.
“ah, aku jadi tidak enak karena nyonya yang meminta maaf seperti ini.”
“sebelumnya sam menghubungi saya untuk apa?”
“saya ingin membicarakan perkembangan Ji Hyun.”
“syukurlah ini hanya karena perkembangan Ji Hyun. Saya takut Ji Hyun terkena masalah disekolah. Saya benar-benar kaget Ji Hyun kami berani melempar buku ke polisi.”kata Chaerin tersenyum dan bernafas lega.
“ekhm.. maksud saya perkembangan masalahnya di sekolah.”jelas Jung Gi hati-hati. Chaerin terdiam, dia sangat kaget karena di matanya anaknya adalah remaja yang manis.
“maksudanya?”tanya Chaerin bingung.
“dia sering tidur di kelas, membolos, tidak mengerjakan tugas dan berkelahi. Tidak hanya itu dia juga sering membantah guru atau pun membentak guru yang mengajar. Terakhir saya dapat laporan guru sastra yang mengajar hari ini. ‘Nomor siswa saya 413, nomor yang di percayai angka kesialan. Saya permisih dulu karena wali kelas memanggilku. Silahkan bapak lanjutkan mengajarnya!’, itu yang dikatakan Ji Hyun pada guru baru. Lalu dia pergi sambil memberi hormat. Dia memang pergi untuk menenumi saya tapi, ucapannya tidak sopan.”jelas Jung Gi panjang lebar. Chaerin merasa sangat malu setelah mendengar penjelasan wali kelas anaknya.
“mianhae!”kata Chaerin meminta maaf karena perlakuan anaknya.
“anehnya walau dia malas belajar tapi, hasil ujiannya selalu di atas teman-temannya. Dan sayang sekali kalau nilai-nilanya itu harus berkurang karena prilakunya. Saya tidak meminta anda untuk memukul Ji Hyun agar sadar, karena sayang sering melakukannya dan tidak berhasil. Tapi, saya memberi tahu anda agar anda tahu kondisi Ji Hyun di sekolah, nyonya.”
“jadi saya harus bagamana, bu Mong? Saya sangat terkejut melihat uri Ji Hyun berani melawan polisi dan saya tidak percaya uri Ji Hyun juga melakukan yang ada jelaskan tadi karena di rumah uri Ji Hyun sangat baik ”tanya Chaerin bingung.
“wah, saya juga kurang tau. Ji Hyun kenapa kau begini? Mianhae tapi, apa mungkin karena dia kurang mendapatkan perhatian dari kalian, orang tuanya? Aku dengar Ji Hyun pernah berkata padaku ‘aku saja sulit untuk menghubungi mereka’ saat aku berniat menghubungi anda.” Jelas Jung Gi. Chaerin terdiam, dia mengoreksi kesalahannya sendiri. Setelah hening beberapa saat Jung Gi mulai kembali berbicara.
“bulan lalu Ji Hyun sudah mendapat peringatan satu kali makanya saya mencoba bertemu dengan anda. Tapi, karena kejadian tadi pihak sekolah sudah tahu maka akan ada peringatan kedua. Jika kejadian ini terjadi lagi maka beberapa saat Ji Hyun tidak bisa bersekolah beberapa waktu.”jelas Jung Gi serius.
“apakah separah itu?”tanya Chaerin tak percaya apa yang telah dilakukan anaknya.
“apanya? Hukumanya atau Ji Hyun?”tanya Jung Gi bingung. (*wali kelasnya kumat)

Kwon Ji Hyun Pov
makan malamku telah selesai dan aku akan kembali ke kamarku. Ku lirik ruang kerja omma. Apakah perawan tua itu sudah pulang?
krek..
pintu ruang kerja omma terbuka. Wali kelasku yang tidak ku ingat namanya itu keluar dari balik pintu dan pergi tanpa melihat ke arahku. Omma mengatarnya ke depan. Baru saja aku naik beberapa anak tangga omma sudah memanggilku.
“Mong Jung Gi sam sudah menceritakan semuanya pada omma. Kenapa kau begini, Ji Hyun?”tanya omma. Aku menghentikan langkah kakiku dan membalikkan badanku hingga bisa melihat omma.
“aku tak akan melakukkannya lagi karena omma ingin aku tetap sekolah kan? Omma kecewa padaku?”kataku kali ini tanpa senyuman kepada omma. Omma melihatku bingung.
“aku juga kecewa pada kalian.”kataku. aku membalikan badanku, kembali menaiki tangga dan akhirnya aku masuk ke kamarku. Ku jatuhkan tubuhku di kasurku. Ku raih ponsel di saku rok sekolahku dan menghubungi Soo Song.
“kau dimana?”kata Soo Song. Di tempat Song terdengar sangat berisik karena percakapan banyak orang.
“aku di rumah, wali kelas baru saja pulang.”kataku.
“datanglah sesini!”
“tidak bisa untuk malam ini. Karena aku sangat lelah.”
“ya sudah kalau begitu, besok saja. Hyun, aku matikan ne? Acaranya akan dimulai”
“ne!”jawabku setelah itu mematikan telepon. Aku menghidupkan musik sekuat-kuatnya dan ikut bernyanyi. Air mataku begitu saja keluar tanpa permisi. Bukan karena kejadian hari ini yang menimpaku hingga aku menangis. Tapi, ini karena aku merasa beban hidupku begitu sulit.

TBC

Mong Jung Gi, si wali kelas karena menjadi favorit malah menjadi peran penting disini. kekeke...
jangan lupa saranya ya...

Kamis, 06 Juni 2013

FF yang akan datang!!!

Dika lagi nulis FF tentang Vampir dan tentu saja tentang SKY DRAGON. :)

Give Me A Tittle Try #5

cast: SKY DRAGON n seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. mian, typo d sana-sini! dika buru2 soalnya, takut di terror. semoga chinggudeul suka. :)

 
 AUTHOR POV
Chaerin berdiri di depan kelasnya. Seseorang menyentuh bahunya lembut lalu dia berdiri di hadapan Chaerin sambil tersenyum hangat.
“Mianhae, Chagi~ah! Apa kau menungguku lama?”tanya seorang namja.
“annio, oppa.”jawab Chaerin tersenyum. Namja itu membenarkan posisi poni Chaerin agar dia dapat melihat mata Chaerin.
“kajja!”kata namja itu tersenyum hangat dan begitu juga Chaerin. pasangan kekasih itu masuk kesebuah Cafe dan menyapa beberapa orang yang mereka kenal. Chaerin duduk disebuah meja yang telah tersedia hot chocolate drink di atas mejanya sedangkan namja itu berjaalan ke atas panggung dan bernyanyi.
“oppa, tadi suaramu terdengar sedikit aneh. Apa kau sakit oppa?”tanya Chaerin sedikit khawatir.
“aku tidak apa-apa chagi!”jawab namja itu dengan senyuman hangat sambil mengelus-ngelus kepala Chaerin.
nafas Chaerin menjadi sesak dan akhirnya dia pun terbangun dari tidurnya. Air matanya menetes tapi, tidak mengeluarkan isakkan tangisan atau ekpresi pada wajahnya. Hanya beberapa tetes air mata keluar dari matanya setelah itu Chaerin hanya berdiam diri seperti memikirkan sesuatu. Kesedihan yang mendalam terlihat dari tatapan matanya yang kosong.

Chaerin berjalan kaki menuju halte bis seperti biasanya.
Tiiiit...
sebuah kelakson mobil terdengar sangat kencang membuat Chaerin terkaget. Chaerin berhenti dan menoleh kebelakang dengan kesal.
“dia kira hanya dia yang punya mobil?”gerutu Chaerin dalam hati dan kembali berjalan. Chaerin membiarkan mobil putih itu berjalan melewatinya.
@mobil putih
“kekeke.. reaksimu lucu sekali Chaerin. walau kau kesal dan marah kau tetap saja tidak mau mengeluarkan suara untuk mengumpatku. Aktingnya sungguh hebat. Anak ini kenapa berkeras kepala untuk pura-pura bisu?”kata Jiyong berbicara sendiri sambil menyetir mobilnya.
Chaerin lagi-lagi menikmati suara Jiyong bernyanyi. Tanpa di sadari sebenarnya Chaerin sudah candu untuk mendengarkan nyanyian Jiyong itu. Walau sedang mengajar Chaerin tetap bisa menikmati suara nyanyian Jiyong dari kelas sebelah.

JIYONG POV
aku keluar dari kelas selesai mengajar. Tapi, dari pintu aku bisa melihat Chaerin di peluk seoarang namja. Chaerin tidak menolak atau pun membalas pelukan namja itu. Chaerin hanya terdiam. Namja itu tersenyum gembira dan memeluk Chaerin dengan kuat seakan-akan sudah lama tak bertemu.
“wah, Hyung!”kata namja itu terkaget sambil melihat ke arahku dan melepaskan pelukannya dari Chaerin. aku binggung karena aku bahkan tak mengenal namja ini. Ternyata ada Daesung di belakangku dan Daesung berjalan kearah mereka.
“baiklah! Silahkan.”kata Daesung setalah mereka mengobrol dan mereka memberi salam pada Daesung. Daesung berjalan kembali ke arahku dengan senyuman di wajahnya.
“kalian terlihat akrab. Siapa namja itu? Apa dia guru di sini juga?”tanyaku.
“bukan, dia adik dari mantan Chaerin. Namanya Seungri.”jelas Daesung.
“lalu kenapa namja itu kesini?”
“tentu saja untuk bertemu dengan Chaerin, hyung.”jawab Daesung.
“hubungan mereka hanya sebatas itu kan? Kenapa begitu akrab?”
“tentu saja. Karena mereka saling suka, hyung. Apa kau mau pulang hyung?”tanya Daesung.
“ne. Aku akan pulang”jawabku.
“aku masuk dulu hyung. Angin di musip gugur kali ini terasa sangat dingin.”kata Daesung sambil mengelus-mengelus tangganya mengunakan kedua telapak tanganya sendiri. Aku mengaggukkan kepalaku dan Daesung masuk ke ruangannya.

Ini sudah cukup malam tapi, Chaerin belum pulang juga. Kemana mereka sebenarnya? kenapa jam segini belum pulang juga.
"tentu saja. karena mereka saling suka, hyung"kata-kata Daesung yang lagi-lagi terpikir olehku.
"kenapa kau?"tanya Seung Hyun hyung yang ada dibelakangku.
"ah, tidak ada."jawabku.
"kalau begitu pergilah tidur!"kata Seung Hyung.
"bukankah kau baru pulang kerja Hyung? Chaerin belum pulang. Biarkan aku yang menunggunya."kataku.
"tidak perlu. kau tidur saja sana. Chaerin tidak akan pulang malam ini."kata Seung Hyun hyung sambil masuk ke kamarnya dengan wajah lelah. tidak akan pulang? Chaerin menginap dan di izinkan? aku mendekati Chaerin tidak boleh dan Chaerin di bolehkan menginap dengan namja itu. apa Chaerin tidak mengatakan bahwa dia menginap dengan seorang namja? ini membinggungkan.

TBC
mian, ini terlalu pendek. Dika lagi malas ngetik (bandel). hehehe...
mohon komentarnya ya... 

Senin, 03 Juni 2013

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #2

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin dan Jyong
genre: family
cuap-cuap: ini FF udh sebulan yang lalu dibuat tapi, belum kelar-kelar karena bikin yang assasin dulu. ff ini permintaan dari @deasy onnie. Ji hyun adalah remaja yang selalu tampil manis di depan orang tuanya tapi, dia adalah anak yang kesepian karena orang tuanya selalu sibuk berkerja. semoga chinggudeul suka. :)


TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #2

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin dan Jyong
genre: family
cuap-cuap: ini FF udh sebulan yang lalu dibuat tapi, belum kelar-kelar karena bikin yang assasin dulu. ff ini permintaan dari @deasy onnie. Ji hyun adalah remaja yang selalu tampil manis di depan orang tuanya tapi, dia adalah anak yang kesepian karena orang tuanya selalu sibuk berkerja. semoga chinggudeul suka. :)

“apa ini?”tanyaku.
“apa yang kau lakukan, hyun?”tanya song berbisik padaku.

@kantor polisi.
Aku dan Song sedang di introgasi oleh polisi.
“vous, comprenez le Francais? Ne comprends? (apakah anda mengerti bahasa prancis? Tidak mengerti?) ”kata song menggunakan bahasa Prancis sambil mengelengkan kepalanya.
“apa katanya?”tanya polisi padaku.
“aku juga tak mengerti tapi, sepertinya dia sangat ketakutan.”kataku berbohong.
“jika kau tak mengerti bahasanya kenapa kalian berjalan berdua?”tanya polisi kebingungan.
“speak english. Tapi, bahasa englishku tidak terlalu bagus.”kataku.
“lalu bagaimana caranya agar aku bisa bertanya denganya?”tanya polisi semangat. Aku mengangkat bahuku.
“aish.. aku bisa gila bila mengunakan bahasa inggris.”kata polisi sambil mengetik sesuatu di leptop dan tak lama dia memberikan leptop itu ke hadapan Song.
“english please. this! this! write. No speak paris, you know?!”kata polisi semakin binggung dan kaku menggunakan bahasa englishnya. Aku dan Song menahan tawa karena bahasa aneh yang diucapkan polisi ini.
Buk!!
seseoarang menerantukkan kepala kami.
“kenapa kau berpura-pura tidak bisa mengatakan bahasa korea? Mianhae, polisi!”kata wali kelasku.
“professeur, qu’est-ce que c’est? (guru, ada apa?)”kata Song.
“aku akan memurunkan nilaimu!”ancam wali kelasku.
“mianhae, sam!”kata Song sambil menangis.
“diam! atau aku hukum kau piket selama seminggu!”ancam wali kelasku lagi dan seketika Song pun berhenti berakting.
“kenapa mereka disini, pak polisi?”tanya wali kelasku.
“mereka tertangkap sedang membolos di tempat karoeke.”
“kalian benar-benar!”kata wali kelasku sambil memukul kami.
“kenapa kau melakukan ini disaat aku baru saja memintamu menghubungi orang tuamu?”tanya wali kelasku sambil memukulku kuat.
“sam, bukankah kau sendiri yang mengatakan ‘baik, kau boleh pergi’. Jadi, aku dan Song tidak membolos, kami sudah dapat izin.”kataku.
“aish.. bunuh saja aku Kwon Ji Hyun! Aku lelah mengurusi semua masalahmu.”kataku.
“kau ini siapa? Kenapa memukul mereka sejak tadi?”tanya polisi.
“aku ini wali kelas mereka”jawab wali kelasku berlagak manis dan duduk di kursi sebelah Song.
“bisakah anda menghubungi orang tua mereka?”tanya polisi.
“anak ini orang tuanya ada di paris. Aku bisa mengubungi walinya.”kata sam tersenyum sambil menunjuk Soo Song. Aku rasa ada bibit cinta yang tumbuh diantara mereka.
“lalu yang satu lagi aku tak bisa janji karena orang tuanya begitu sibuk. Aku sudah menelepon orang tuanya selama 3 hari tapi, tetap tidak bisa di hubungi. Bisakah aku saja yang menjadi walinya?”tanya sam.
“tidak  bisa kami juga perlu identitas oraang tuanya.”jawab polisi.
“mereka sangat sibuk.”kata sam.
“memang orang tuanya siapa? Obama? Harta negara?”cemeeh polisi padaku.
“ya, orang tuanya harta negara nomor delapan dan dua belas.”jawab sam.
“maksudmu pasangan suami-istri Kwon Jiyong dan Lee Chaerin pemilik merek pakaian yang mendunia itu?”tanya polisi tak percaya.
“ya!”jawab sam.
“kalau begitu aku anak raja arab. Sam, jadi guru tidak boleh berbohong. Kau itu contoh bagi siswa-siswamu!”kata polisi sok hebat itu.
“aku tak berbohong!”kata sam mulai emosi. Aku segera mengambil telepon di atas meja polisi dan memencet beberapa nomor. Teleponnya tersambung.
“sekertaris Park, ini aku. Aku sekarang ada dikantor polisi. Minta omma ke kantor polisi di gangnam. Jika mau tahu detailnya segera datang.”kataku langsung menutup teleponnya tanpa mengizinkan sekertaris Park bicara.
“jika tidak tahu sebaiknya diam saja!”kataku sambil menatap polisi dengan tajam.
“aish.. bocah ini pemarah sekali.”kata polisi padaku.
“sekesal apapun kau tak boleh begitu. Bagaimana pun dia lebih tua darimu.”tegur sam lembut padaku. Tapi, aku tak peduli. Aku kembali duduk dikursi dan menenangkan diri.

Polisi terdiam menikmati pesona seorang yeoja yang baru saja melewati mereka. Kuakui walau dia itu ibuku, dia itu begitu mempesona seakan-akan tidak pernah mengeluarkanku dari rahimnya. Omma berjalan ke arah kami melihatku dengan tatapan tenang.
“Lee! Lee Chaerin!”kata polisi itu tiba-tiba gugup. Dia begitu terpesona sepertinya. Omma hanya menggaguk pelan, tetap anggun.
“kenapa anda kesini? Perlu bantuan apa? Apa rumahmu kerampokan?”tanya polisi itu sambil menatap omma dengan tatapan menjijikkan.
“an..”
“kalau mengurus perceraian tidak disini tempatnya.”kata polisi itu sok manis padahal dia baru saja memotong pembicaraan omma. Aku segera berdiri dari kursiku, melemparkan sebuah buku yang tebalnya kurang-lebih 500 halaman dan buku itu dengan sukses mendarat di kepala polisi yang hampir botak itu.
“kau ini polisi atau wartawan gosip?”tanyaku marah.
“apa yang kau lakukan? Kau tak boleh seperti itu, hyun. Omma dan appamu tak pernah mengajarimu menjadi yeoja yang kasar seperti tadi.” Tegur omma sambil memegang tanganku kuat seolah-olah menhanku untuk memukul polisi ini lagi. Mengajari? Bagaimana mau mengajariku bila mereka tidak pernah dirumah?
“maafkan anakku”kata omma dengan rasa bersalah dan bingung harus bagaimana.
“anak?”tanya polisi sambil mengelus kepalanya.
“ya. Kenapa?”tanya omma bingung.
“dia benar anakmu?”
“Song, kau punya buku seperti Ji Hyun tidak? Aku benar-benar ingin melakukan yang Ji Hyun lakukan. Aku sudah tidak tahan dengan polisi ini.”kata wali kelasku mulai kesal.
“kekeke.. kau telah membangunkan setannya, pak polisi”kata Song terkekeh.

TBC
sedikit gaje ya? ah, jujur saja Dika kurang percaya diri bilang genrenya family. Dika perlu saran dan masukkan Chinggudeul. jangan lupa komentarnya ya?? ^_^
“apa ini?”tanyaku.
“apa yang kau lakukan, hyun?”tanya song berbisik padaku.

@kantor polisi.
Aku dan Song sedang di introgasi oleh polisi.
“vous, comprenez le Francais? Ne comprends? (apakah anda mengerti bahasa prancis? Tidak mengerti?) ”kata song menggunakan bahasa Prancis sambil mengelengkan kepalanya.
“apa katanya?”tanya polisi padaku.
“aku juga tak mengerti tapi, sepertinya dia sangat ketakutan.”kataku berbohong.
“jika kau tak mengerti bahasanya kenapa kalian berjalan berdua?”tanya polisi kebingungan.
“speak english. Tapi, bahasa englishku tidak terlalu bagus.”kataku.
“lalu bagaimana caranya agar aku bisa bertanya denganya?”tanya polisi semangat. Aku mengangkat bahuku.
“aish.. aku bisa gila bila mengunakan bahasa inggris.”kata polisi sambil mengetik sesuatu di leptop dan tak lama dia memberikan leptop itu ke hadapan Song.
“english please. this! this! write. No speak paris, you know?!”kata polisi semakin binggung dan kaku menggunakan bahasa englishnya. Aku dan Song menahan tawa karena bahasa aneh yang diucapkan polisi ini.
Buk!!
seseoarang menerantukkan kepala kami.
“kenapa kau berpura-pura tidak bisa mengatakan bahasa korea? Mianhae, polisi!”kata wali kelasku.
“professeur, qu’est-ce que c’est? (guru, ada apa?)”kata Song.
“aku akan memurunkan nilaimu!”ancam wali kelasku.
“mianhae, sam!”kata Song sambil menangis.
“diam! atau aku hukum kau piket selama seminggu!”ancam wali kelasku lagi dan seketika Song pun berhenti berakting.
“kenapa mereka disini, pak polisi?”tanya wali kelasku.
“mereka tertangkap sedang membolos di tempat karoeke.”
“kalian benar-benar!”kata wali kelasku sambil memukul kami.
“kenapa kau melakukan ini disaat aku baru saja memintamu menghubungi orang tuamu?”tanya wali kelasku sambil memukulku kuat.
“sam, bukankah kau sendiri yang mengatakan ‘baik, kau boleh pergi’. Jadi, aku dan Song tidak membolos, kami sudah dapat izin.”kataku.
“aish.. bunuh saja aku Kwon Ji Hyun! Aku lelah mengurusi semua masalahmu.”kataku.
“kau ini siapa? Kenapa memukul mereka sejak tadi?”tanya polisi.
“aku ini wali kelas mereka”jawab wali kelasku berlagak manis dan duduk di kursi sebelah Song.
“bisakah anda menghubungi orang tua mereka?”tanya polisi.
“anak ini orang tuanya ada di paris. Aku bisa mengubungi walinya.”kata sam tersenyum sambil menunjuk Soo Song. Aku rasa ada bibit cinta yang tumbuh diantara mereka.
“lalu yang satu lagi aku tak bisa janji karena orang tuanya begitu sibuk. Aku sudah menelepon orang tuanya selama 3 hari tapi, tetap tidak bisa di hubungi. Bisakah aku saja yang menjadi walinya?”tanya sam.
“tidak bisa kami juga perlu identitas oraang tuanya.”jawab polisi.
“mereka sangat sibuk.”kata sam.
“memang orang tuanya siapa? Obama? Harta negara?”cemeeh polisi padaku.
“ya, orang tuanya harta negara nomor delapan dan dua belas.”jawab sam.
“maksudmu pasangan suami-istri Kwon Jiyong dan Lee Chaerin pemilik merek pakaian yang mendunia itu?”tanya polisi tak percaya.
“ya!”jawab sam.
“kalau begitu aku anak raja arab. Sam, jadi guru tidak boleh berbohong. Kau itu contoh bagi siswa-siswamu!”kata polisi sok hebat itu.
“aku tak berbohong!”kata sam mulai emosi. Aku segera mengambil telepon di atas meja polisi dan memencet beberapa nomor. Teleponnya tersambung.
“sekertaris Park, ini aku. Aku sekarang ada dikantor polisi. Minta omma ke kantor polisi di gangnam. Jika mau tahu detailnya segera datang.”kataku langsung menutup teleponnya tanpa mengizinkan sekertaris Park bicara.
“jika tidak tahu sebaiknya diam saja!”kataku sambil menatap polisi dengan tajam.
“aish.. bocah ini pemarah sekali.”kata polisi padaku.
“sekesal apapun kau tak boleh begitu. Bagaimana pun dia lebih tua darimu.”tegur sam lembut padaku. Tapi, aku tak peduli. Aku kembali duduk dikursi dan menenangkan diri.

Polisi terdiam menikmati pesona seorang yeoja yang baru saja melewati mereka. Kuakui walau dia itu ibuku, dia itu begitu mempesona seakan-akan tidak pernah mengeluarkanku dari rahimnya. Omma berjalan ke arah kami melihatku dengan tatapan tenang.
“Lee! Lee Chaerin!”kata polisi itu tiba-tiba gugup. Dia begitu terpesona sepertinya. Omma hanya menggaguk pelan, tetap anggun.
“kenapa anda kesini? Perlu bantuan apa? Apa rumahmu kerampokan?”tanya polisi itu sambil menatap omma dengan tatapan menjijikkan.
“an..”
“kalau mengurus perceraian tidak disini tempatnya.”kata polisi itu sok manis padahal dia baru saja memotong pembicaraan omma. Aku segera berdiri dari kursiku, melemparkan sebuah buku yang tebalnya kurang-lebih 500 halaman dan buku itu dengan sukses mendarat di kepala polisi yang hampir botak itu.
“kau ini polisi atau wartawan gosip?”tanyaku marah.
“apa yang kau lakukan? Kau tak boleh seperti itu, hyun. Omma dan appamu tak pernah mengajarimu menjadi yeoja yang kasar seperti tadi.” Tegur omma sambil memegang tanganku kuat seolah-olah menhanku untuk memukul polisi ini lagi. Mengajari? Bagaimana mau mengajariku bila mereka tidak pernah dirumah?
“maafkan anakku”kata omma dengan rasa bersalah dan bingung harus bagaimana.
“anak?”tanya polisi sambil mengelus kepalanya.
“ya. Kenapa?”tanya omma bingung.
“dia benar anakmu?”
“Song, kau punya buku seperti Ji Hyun tidak? Aku benar-benar ingin melakukan yang Ji Hyun lakukan. Aku sudah tidak tahan dengan polisi ini.”kata wali kelasku mulai kesal.
“kekeke.. kau telah membangunkan setannya, pak polisi”kata Song terkekeh.

TBC
sedikit gaje ya? ah, jujur saja Dika kurang percaya diri bilang genrenya family. Dika perlu saran dan masukkan Chinggudeul. jangan lupa komentarnya ya?? ^_^

Minggu, 02 Juni 2013

TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #1

Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin dan Jyong
genre: family
cuap-cuap: ini FF udh sebulan yang lalu dibuat tapi, belum kelar-kelar karena bikin yang assasin dulu. ff ini permintaan dari @deasy onnie. Ji hyun adalah remaja yang selalu tampil manis di depan orang tuanya tapi, dia adalah anak yang kesepian karena orang tuanya selalu sibuk berkerja. semoga chinggudeul suka. :)
 
-Kwon Ji Hyun Pov
Omma masuk ke kamarnya dengan wajah lelah. Ini sudah hampir tengah malam, omma baru pulang sedangkan appa memilih tidur di rumah kerjanya seperti biasa. Dengan sekuat tenaga aku memberanikan diri keluar dari rumah menuju rumah kecil yang letaknya hanya sebelahan dengan rumahku, masih satu pagar. Aku melihat appa masih asik dengan kertas-kertasnya. Kenapa mereka tidak bercerai saja, hah? Aku muak melihat mereka menjaga jarak bagini. Sudah lebih satu tahun mereka seperti ini, aku lelah. Aku kembali kekamarku, sudah saatnya aku tidur.
“omma, aku ada kegiatan amal. Apakah omma, akan menyumbang?”tanyaku.
“oh, tentu saja”kata omma tersenyum manis sambil memberikan aku sejumlah uang lalu kembali menulis sesuatu di leptopnya.
“bagaimana dengan ulang tahunmu kemarin?”
“menyenangkan omma. Konsepnya pesta kostum. Kostum yang omma berikan padaku membuat taman-tamanku melihat kagum padaku”
“itu bagus!”kata omma sambil mengusap-ngusap kepalaku. Ulang tahun teman? Teman yang mana? Aku saja tidak punya teman selain Song. Bagimana bisa aku di undang mereka yang tidak dekat denganku? Bukan tidak dekat tapi, tidak ingin dekat.
Aku pergi ke studio appa, appa masih tertidur di kasurnya. Aku membangunkan appa, meminta uang darinya dan aku juga mendapatkannya dengan mudah seperti aku meminta uang kepada omma. Uang-uang yang aku dapatkan bukan untuk amal atau apalah itu. Aku berbohong kepada orang tuaku hanya untuk dapat membeli apa yang aku inginkan. Karena harganya sangat mahal. Diam-diam aku juga menjual barang-barang bekasku yang bisa di jual. Kalian tidak akan mengerti jalan pikiranku. Hidup keluarga ini begitu tersiksa.

Aku berjalan ke koridor sekolahku semua menatapku dengan tatapan yang tidak mengenakkan dan sedikit menjaga jarak seperti biasa padaku. Bukan karena kepopuleran orang tuaku hingga mereka begini padaku. Tapi, karena....
“Kwon Ji Hyun, kapan orang tuamu bisa menemui ibu?”tanya wali kelasku. Di ruang guru yang di penuhi guru-guru dia tak malu untuk memarahiku dengan nada tinggi. Pantas saja dia perawan tua.
“tidak tahu kapan, bu. Kan sudahku bilang mereka terlalu sibuk. Mereka tidak ada waktu.”jawabku.
“saya sudah memberikanmu waktu satu bulan.”kata wali kelasku. Sepertinya dia sangat marah hingga mengunakan kata ‘saya’ jadi aku hanya dia.
“baik, kalau itu maumu aku akan menelpon orang tuamu sendiri.”kata wali kelasku. Aku hanya mengguk setuju.

---------------
“Kwon Ji Hyun, bangun! Kau dipanggil wali kelas.”kata salah satu temanku berbisik saambil mengoyang-goyangkan tubuhku. Aku mengangkat kepalaku dari atas meja belajarku dan membuka mataku yang berat.
“sudah selesai pelajaran sejarahnya?”tanyaku.
“sudah. Sekarang pelajar sastra.”jelas temanku. Sekarang aku mendengar guru namja itu sedang membaca puisi.
“guru baru kan?”tanyaku dan temanku mengaguk. Aku berdiri dari kursiku. Semua menatapku dan bahkan guru itu terdiam.
“tenang saja pak. Nomor siswa saya 413, nomor yang di percayai angka kesialan. Saya permisih dulu karena wali kelas memanggilku. Silahkan bapak lanjutkan mengajarnya!”kataku. Aku membungkuk kecil untuk memberi hormat dan langsung pergi.

@Ruang Guru
Aku berada di depan pintu ruang guru. Tidak ada wali kelasku di mejanya. Dimana dia?
“cari guru siapa?”tanya guru olah raga padaku. Sial, aku lupa nama wali kelasku. Dia mengajar apa ya?
“tidak usah pak. Itu ibunya ada.”kataku asal. Lalu guru itu mngagguk dan pergi.
“hey, kenapa kau? Jangan bilang kau tak tahu namaku! sudah hampir satu tahun aku jadi wali kelasmu”kata wali kelasku yang tiba-tiba ada di belakangku dan memukul bahuku. Aku rasa dia ini lebih cocok jadi peramal atau tukang pukul dari pada guru. Keibuannya itu tidak ada sama sekali.
“sudah 2 hari ibu menelpon orang tuamu. Tapi, selalu tidak di angkat bahkan tidak menelpon balik.”kata wali kelasku sambil duduk di kursinya.
“ibu memanggil saya hingga keluar dari kelas sastra hanya untuk ini?”tanyaku. Tangganya dengan sukses mendarat di kepalaku.
“seperti kau tak rela saja keluar dari kelas. Aku tahu kau hanya tidur di kelas, seperti biasa.”kata wali kelasku. Aku menggosok-gosokan kepalaku yang terasa agak sakit karena pukulan guru perawan tua satu ini. Aku rasa dia dulu menganiaya dinas pendidikan hingga mereka mengizinkan guru aneh ini mengajar.
“ibu sudah mengirimkan mereka pesan?”tanyaku.
“sudah tapi, tidak ada balasan.”jawabnya.
“kalau begitu ibu hanya perlu menelpon perusahaan mereka saja karena aku saja untuk bertemu mereka saja sangat susah.”kataku melangkah pergi.
“jangan pergi dulu! Apa tidak ada cara lain?”tanya wali kelasku. Aku berhenti dan kembali menatap wali kelasku.
“mereka gila kerja. Sangat benci melihat ponsel karena membuang-buang waktu. Jadi, cara satu-satunya menelpon mereka adalah melalui perusahaan. Karena aku tidak mungkin memberikan nomor sekertaris atau assisten mereka pada ibu.”kataku.
“kau benar. Kau boleh pergi.”kata wali kelasku.
“benarkah?”
“yak! Pergi saja cepat. Wajahmu itu membuatku kesal!”katanya emosi. Lihatlah, mana ada seorang gadis yang seperti itu. Semoga aku saat dewasa tidak seperti si perawan tua pemarah itu.
“gomawo, sam (guru)!”kataku tersenyum dan pergi.
“senyummu menakutkan, Kwon Ji Hyun.”katanya masih terdengar dari balik pintu.
“mau kemana?”tanya seorang yeoja berwajah eropa yang berdiri di balik pintu.
“tak perlu bertanya karena kau pasti tau tujuanku, mumpung si perawan tua itu sudah mengizinkanku pergi.”kataku pada Soo Song, yeoja berwajah eropa itu. Dia lebih tinggi dari pada aku dan kami juga beda kelas. Tapi, hanya dia temanku dan hanya aku temannya karena dulu dia sangat kesulitan menggunakan bahasa korea. Dia dulu hanya bisa mengunakan inggris dan france, bahasa yang kebetulanku kuasai. Sedangkan rata-rata orang korea saja sangat rendah kemampuan bahasa inggrisnya. Apa lagi untuk anak yang baru masuk ke junior high school seperti kami.

Aku dan Song masuk ke salah satu karaoke. kami benryanyi dan menari bersama menghibur diri.
BRukk!!
pintu di buka seseorang dengan kasar. Aku dan Song terdiam, kami seakan-akan membeku.
"apa ini?"kataku kaget.
"hyun, apa yang kau lakukan hingga polisi disini?"tanya Song berbisik dengan wajah ketakutan.
"aku tak melakukan apa-apa yang buruk, sungguh."jawabku takut.
"ikut kami!"kata polisi. Dari pada diseret, mendingan kami mengikuti saja kata polisi-polisi ini.

TBC

komentarnya jangan lupa ya.... :)