Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)
genre: family
Aku, omma, dan appa liburan ke Paris. Kata appa disini tempat appa menyatakan perasaan sama omma. Jangan fikir ini liburan keluarga! Karena sekarang statusku seperti seorang anak yang diminta orang tuanya untuk menjaga unnie atau oppanya yang sedang berpacaran. Setelah kejadian guru Mong memintaku untuk jadi anaknya itu, omma dan appa lebih sering di rumah dan bersama-sama. Dan sedikit mulai perhatian denganku.
“yeobo, kau sedang berkerja?”tanya omma sambil duduk di samping appa.
“ne. Hanya mengecek pesan dari perusahaan.”jawab appa.
“istirahatlah!”kata omma.
“inilah penyebab aku tak suka berada di dekatmu jika sedang berkerja, Aku tak bisa konsentrasi untuk berkerja.”kata appa langsung mematikan leptopnya. Aku melemparkan bantal sofa ke arah mereka.
“tidak sadarkah ada yeoja dibawah umur disini?! Tidak bisakah kalian berciuman di kamar kalian saja? Kalian mengganggu! Aku ingin menonton”kataku kesal. Apa mereka benar-benar tidak sadar punya anak?
“lihat dia galak sepertimu!”kata appa pada omma.
“tapi, dia punya sifat nakal sepertimu!”kata omma.
“yak!! Appa! Omma! Carilah kamar!”kataku semakin kesal melihat mereka. Mereka datang kesini memang benar-benar untuk berkencan, bukan untuk liburan keluarga.
Malam ini appa memasakkan kami makan malam. Kata omma, appa pandai memasak. Meja makan malam dihias indah oleh appa sendiri tadi. Aku dan omma duduk di meja makan.
“tarra!!”kata appa sambil menaruhkan beberapa piring yang berisi makanan.
“wah, sepertinya enak!”kataku. Makanan yang appa buat terdapat sentuhan seni, sehingga masakannya terlihat cantik sekali.
“apa enak?”tanya appa sambil melihat omma lekat.
“ne, enak sekali”kata omma bersungguh-sungguh. Aku jadi tak sabar mencobanya. Segeraku ambil piring itu ke dekatku dan ku coba sedikit.
Ini makanan rumah sakit, tanpa rasa. Ku lirik omma dan appa mereka sangat menikmati makanan.
“apa ini yang namanya kekuatan cinta?”gumamku.
“mwo?”tanya omma binggung dan berhenti makan.
“annio, lanjutkanlah dinner romantis kalian! Anggap saja kalian belum punya anak yang sudah sebesar ini”kataku sambil memasukkan steak hambar kemulutku. Omma dan appa saling pandang dan tersenyum.
“Ji Hyun, bangun!”suara lembut membangunkanku. Ku buka mataku ku perlahan.
“wae omma?”tanyaku dengan suara lemah khas bangun tidur.
“kajja, kita berlari pagi. Musim gugur disini sangat indah”kata appa yang berdiri dekat pintu kamarku.
Author pov
keluarga kecil itu kini berjalan santai mengelilingi taman. Ji Hyun sangat menikmatinya. Bukan hanya karena pemandangan musim gugur yang indah tapi, kebersamaan keluarga yang sangat hangat di rasakannya.
“Ji Hyun, kau haus?”tanya Jiyong.
“ne, appa”kata Ji Hyun.
“kalian duduk saja dulu. Aku akan membelikan minum dan cemilan”kata Jiyong. Chaerin mengaguk dan tersenyum. Jiyong pun segera pergi. Chaerin mengandeng tangan Ji Hyun untuk duduk di taman. Ji Hyun sedikit merasa aneh karena dia sangat jarang merasakan sentuhan ommanya.
“kita mulai lagi keluarga ini dari awal. Hubunganku dan appamu sangat baik walau kami jarang bertemu, kau tumbuh menjadi yeoja yang baik dan prestasimu di sekolah juga bagus. Jadi, aku kira tidak ada yang salah dengan keluarga ini. Aku kira kau mengerti keadaan kami. Ternyata aku salah, kau masih terlalu muda untuk mengerti tentang kesibukan kami. Ini bukan salahmu. Ini salah kami sebagai orang tua. Karena itu kau mau kan kita bersama-sama memulai dari awal?”tanya Chaerin dengan senyuman lembut.
“Mungkin ini yang namanya senyuman lembut seorang omma.”pikir Ji Hyun.
“ne omma.”kata Ji Hyun.
“aku tahu, kau memang anak yang baik.”kata Chaerin sambil memeluk Ji Hyun.
“Pelukan omma memang sangat berbeda.”pikir Ji Hyun.
Jiyong datang dengan sebungkus plastik besar berisi makanan dan minuman. Dia segera tahu keberadaan keluarga kecilnya. Dia melihat Chaerin dan Ji Hyun sedang tertawa duduk di bawah pohon.
“wah, sepertinya asik sekali! Apa yang sedang kalian ceritakan?”kata Jiyong sambil menaruk plastik yang dibawanya ke tanah.
“ini rahasia yeoja. Namja tak boleh tahu.”goda Chaerin.
“Ji Hyun, apa yang tadi ommamu ceritakan?”tanya Jiyong pada anaknya dengan tatapan sedikit memelas. Ji hyun berbisik berbicara dengan Jyong.
“mwo? Itu tidak benar!”kata Jiyong kaget.
“apa yang tidak benar?”protes Chaerin.
“aku memang tak pernah pengejar cintamu Lee Chaerin”kata Jiyong.
“maksudmu aku yang menejarmu?”protes Chaerin.
“aku tak pernah mengejarmu, aku mengemis cintamu bertahun-tahun. Kau tahu Ji Hyun, aku mengemis cinta ommamu bertahun-tahun tapi, dia malah melihat namja lain. Ommamu kejam sekali padaku kan?”kata Jiyong pada anaknya. Ji Hyun tertawa melihat orang tuanya ribut sendiri.
“tapi, akhirnya hatiku tertuju padamu kan?”kata Chaerin sambil mencubit pelan lengan Jiyong.
“kenapa kau menyentuhku? Apa kau tergoda padaku?”ledek Jiyong.
“appamu ini dulu sebelum menikah sangat suka sekali tiba-tiba ada di kasurku, dia sengaja membuatku terkejut saat bangun tidur seakan-akan semalaman aku tidur bersamanya.” Adu Chaerin pada anaknya.
“tapi, kau suka kan?” lagi-lagi Jiyong mengoda Chaerin.
“apa yang kau katakan? Kau tak malu pada anakmu?”kata Chaerin.
“kau yang duluan yang memulainya!”
“tapi, kau yang membuatnya panjang seperti ini.”
“sudah, kalian cari kamar saja!”kata Ji Hyun sambil tertawa.
“apa maksudmu, Ji Hyun?”kata Chaerin dan Jiyong bersamaan.
“kalian ingin bertengkar kan? Lebih baik di kamar saja. Tidak baik pertengkaran orang tua di lihat oleh anaknya. Ckckck.. kenapa aku yang jadi mengajari kalian?”kata Ji Hyun.
“kenapa seakan-akan aku melihat guru Mong pada uri Ji Hyun?”kata Chaerin bingung.
“ne, kenapa bisa begitu?”kata Jiyong.
“jangan samakan aku sama guru unik itu!”kata Ji Hyun tak terima.
“Ji Hyun, ini minumannya! Kau suka jus jeruk kan?”kata Jiyong sambil memberikan Ji Hyun sebotol minuman.
“dia habis berlari, air putih minuman yang paling baik.”kata Chaerin tak mau kalah.
“sudahlah, aku tahu kalian berpura-pura. Kalian mau aku pura-pura ke WC umum agar kalian bisa suap-suapan?”kata Ji Hyun tersenyum nakal.
“yeobo, itu sifatmu!”kata Chaerin melihat Jiyong dengan tatapan heran.
“kau benar!”kata Jiyong tersenyum tanpa rasa bersalah.
Ji Hyun Pov
Aku berendam air panas karena sangat lelah berjalan-jalan dengan orang tuaku. Ternyata begini menyenangkan jika bersama keluarga.
bip! Bip!
aku segera membuka kotak pesanku.
Dari: wali kelas
kau belum menganti namaku di kontak ponselmu kan? Apa kau lupa lagi namaku?
oh ya, nikmatilah waktumu bersama orang tuamu karena mungkin sebentar lagi kau punya saingan.
Kenapa dia tahu segalanya? Tahu bahwa aku tidak ingat namanya, tahu tentang buku tabunganku, tahu kegiatan danceku, dan tahu bahwa aku belum mengantin namanya di kontak ponselku. Tak salah lagi, wali kelasku keturunan peramal. Tapi, apa maksudnya ‘sebentar lagi punya saingan?’. Guru yang unik. Dibandingkan jadi guru sepertinya dia sangat cocok jadi peramal.
@ 2 tahun kemudian.
“sudahku bilang ‘omma dan appa tak perlu datang di kelulusanku’!”kataku kesal.
“kami tak mau menyianyiakan lagi momen penting pertumbuhanmu, Ji Hyun”kata appa.
“ne, appamu benar!”timpal omma.
“wah datang semua! Aku tak menyangkan uri Ji Sung. Apa dia sudah bisa bicara?”kata Wali kelasku yang baru saja menghampiri kami. Apa maksudnya dengan uri Ji Sung?
“ne, walau masih belum jelas”jawab omma.
“wah dia pintar sekali! Ji Sung cepatlah besar! Mungkin kau adalah jodohku dari tuhan”kata wali kelas dengan tatapan penuh harap.
“itu tidak mungkin! Karena saat Ji Sung berumur 20 tahun mungkin saja kau sudah di surga.”kataku.
“walau kau sudah di terima di sekolah favorit karena kepintaranmu tidak akan ada namja yang menyukai sifatmu itu”kata wali kelasku.
“kau membicarakan dirimu sendiri, sam?”tanyaku sedikit menantang.
“maksudmu tidak ada namja yang ingin denganku karena sikapku?”kata wali kelas.
“sam, aku begini juga karena didikanmu selama tiga tahun ini.”kataku.
“apa kau bilang?”kata sam.
“SONG, APA YANG KAU LAKUKAN PADA URI NAMDONGSAENG? KENAPA KAU MENCIUMNYA?”kataku marah.
“aku hanya memberikanya permen lewat bibirku karena hanya permen yang didalam bibirku yang ku punya.”kata Song dengan rasa tak persalah.
“kau menodai adikku!”kataku sambil merebut Ji Sung dari gendongan Song.
“ini alasanku kenapa tidak suka omma dan appa datang jika membawa Ji Sung. Karena aku yakin Song dan wali kelasku yang perawan tua ini berniat menodai adikku”kataku dengan tatapan awas. Omma dan appa terlihat tertawa. Kenapa mereka mengira ini lucu?? Apakah lucu bila nuna menjaga adiknya dari lingkaran rubah?
“apa-apaan bahasamu itu! Aku ini wali kelasmu!”kata wali kelasku sambil menjewer kupingku.
“appo, sam!”keriakku. Omma dan appa tertawa melihatku. Bukankah seharusnya mereka membelaku?? Hutf.. keluarga yang rumit.
“omma... tadi disekolah ada namja yang menjahiliku”aduku pada omma sambil menjatuhkan tubuhku ke sofa.
“ah, aku yakin kau bisa mengatasinya. Kau punya bakat penghancur, Ji Hyun.”kata omma sambil bermain dengan Ji Sung.
“bakat penghancur?? Itu pujian atau sindirian?”kataku kesal sambil memanyunkan bibirku.
“itu pujian.”jawab appa yang keluar datang dari belakangku dan mengecup keningku sekilas.
“wah, uri Ji Sung tambah besar dan tampan.”kata appa sambil mengambil Ji Sung dari pangkuan omma dan mengendong Ji Sung. Sudah sebesar ini aku hanya di puji dengan ‘anak baik’ omma dan appa tidak pernah menyadari pertubuhan badanku padahal dulu kami jarang bertemu. Tapi, Ji Sung yang selalu bersama mereka setiap hari mereka sangat hapal perkembangannya. Sekarang aku mengerti dengan pesan wali kelas saat liburan di Prancis. Guru Mong Jung Gi memang sangat berbakat menjadi peramal. -,-
Remember 2 tahun lalu saat di Paris:
Ji Hyun berendam air panas karena sangat lelah berjalan-jalan dengan orang tuanya. Dia merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarganya. Sadar ponselnya berbunyi, Ji Hyun membuka ponselnya.
Dari: wali kelas
kau belum menganti namaku di kontak ponselmu kan? Apa kau lupa lagi namaku?
oh ya, nikmatilah waktumu bersama orang tuamu karena mungkin sebentar lagi kau punya saingan.
END
ps:
gaje yah??? mianhae... Deasy Ratna Dewi BJ onnie suka gak?? mianhae kalo gak memuaskan T_T
Ide Ji Hyun punya adik itu udh dari part 4. eh, malah udh ketebak ma Sofie Sofia Sofiani onnie. MOHON komentarnya...





