Chaerin dan Jyong
genre: family
cuap-cuap: ini FF udh sebulan yang lalu dibuat tapi, belum kelar-kelar
karena bikin yang assasin dulu. ff ini permintaan dari @deasy onnie. Ji
hyun adalah remaja yang selalu tampil manis di depan orang tuanya tapi,
dia adalah anak yang kesepian karena orang tuanya selalu sibuk berkerja.
semoga chinggudeul suka. :)
“apa ini?”tanyaku.
“apa yang kau lakukan, hyun?”tanya song berbisik padaku.
@kantor polisi.
Aku dan Song sedang di introgasi oleh polisi.
“vous, comprenez le Francais? Ne comprends? (apakah anda mengerti bahasa prancis? Tidak mengerti?) ”kata song menggunakan bahasa Prancis sambil mengelengkan kepalanya.
“apa katanya?”tanya polisi padaku.
“aku juga tak mengerti tapi, sepertinya dia sangat ketakutan.”kataku berbohong.
“jika kau tak mengerti bahasanya kenapa kalian berjalan berdua?”tanya polisi kebingungan.
“speak english. Tapi, bahasa englishku tidak terlalu bagus.”kataku.
“lalu bagaimana caranya agar aku bisa bertanya denganya?”tanya polisi semangat. Aku mengangkat bahuku.
“aish.. aku bisa gila bila mengunakan bahasa inggris.”kata polisi sambil mengetik sesuatu di leptop dan tak lama dia memberikan leptop itu ke hadapan Song.
“english please. this! this! write. No speak paris, you know?!”kata polisi semakin binggung dan kaku menggunakan bahasa englishnya. Aku dan Song menahan tawa karena bahasa aneh yang diucapkan polisi ini.
Buk!!
seseoarang menerantukkan kepala kami.
“kenapa kau berpura-pura tidak bisa mengatakan bahasa korea? Mianhae, polisi!”kata wali kelasku.
“professeur, qu’est-ce que c’est? (guru, ada apa?)”kata Song.
“aku akan memurunkan nilaimu!”ancam wali kelasku.
“mianhae, sam!”kata Song sambil menangis.
“diam! atau aku hukum kau piket selama seminggu!”ancam wali kelasku lagi dan seketika Song pun berhenti berakting.
“kenapa mereka disini, pak polisi?”tanya wali kelasku.
“mereka tertangkap sedang membolos di tempat karoeke.”
“kalian benar-benar!”kata wali kelasku sambil memukul kami.
“kenapa kau melakukan ini disaat aku baru saja memintamu menghubungi orang tuamu?”tanya wali kelasku sambil memukulku kuat.
“sam, bukankah kau sendiri yang mengatakan ‘baik, kau boleh pergi’. Jadi, aku dan Song tidak membolos, kami sudah dapat izin.”kataku.
“aish.. bunuh saja aku Kwon Ji Hyun! Aku lelah mengurusi semua masalahmu.”kataku.
“kau ini siapa? Kenapa memukul mereka sejak tadi?”tanya polisi.
“aku ini wali kelas mereka”jawab wali kelasku berlagak manis dan duduk di kursi sebelah Song.
“bisakah anda menghubungi orang tua mereka?”tanya polisi.
“anak ini orang tuanya ada di paris. Aku bisa mengubungi walinya.”kata sam tersenyum sambil menunjuk Soo Song. Aku rasa ada bibit cinta yang tumbuh diantara mereka.
“lalu yang satu lagi aku tak bisa janji karena orang tuanya begitu sibuk. Aku sudah menelepon orang tuanya selama 3 hari tapi, tetap tidak bisa di hubungi. Bisakah aku saja yang menjadi walinya?”tanya sam.
“tidak bisa kami juga perlu identitas oraang tuanya.”jawab polisi.
“mereka sangat sibuk.”kata sam.
“memang orang tuanya siapa? Obama? Harta negara?”cemeeh polisi padaku.
“ya, orang tuanya harta negara nomor delapan dan dua belas.”jawab sam.
“maksudmu pasangan suami-istri Kwon Jiyong dan Lee Chaerin pemilik merek pakaian yang mendunia itu?”tanya polisi tak percaya.
“ya!”jawab sam.
“kalau begitu aku anak raja arab. Sam, jadi guru tidak boleh berbohong. Kau itu contoh bagi siswa-siswamu!”kata polisi sok hebat itu.
“aku tak berbohong!”kata sam mulai emosi. Aku segera mengambil telepon di atas meja polisi dan memencet beberapa nomor. Teleponnya tersambung.
“sekertaris Park, ini aku. Aku sekarang ada dikantor polisi. Minta omma ke kantor polisi di gangnam. Jika mau tahu detailnya segera datang.”kataku langsung menutup teleponnya tanpa mengizinkan sekertaris Park bicara.
“jika tidak tahu sebaiknya diam saja!”kataku sambil menatap polisi dengan tajam.
“aish.. bocah ini pemarah sekali.”kata polisi padaku.
“sekesal apapun kau tak boleh begitu. Bagaimana pun dia lebih tua darimu.”tegur sam lembut padaku. Tapi, aku tak peduli. Aku kembali duduk dikursi dan menenangkan diri.
Polisi terdiam menikmati pesona seorang yeoja yang baru saja melewati mereka. Kuakui walau dia itu ibuku, dia itu begitu mempesona seakan-akan tidak pernah mengeluarkanku dari rahimnya. Omma berjalan ke arah kami melihatku dengan tatapan tenang.
“Lee! Lee Chaerin!”kata polisi itu tiba-tiba gugup. Dia begitu terpesona sepertinya. Omma hanya menggaguk pelan, tetap anggun.
“kenapa anda kesini? Perlu bantuan apa? Apa rumahmu kerampokan?”tanya polisi itu sambil menatap omma dengan tatapan menjijikkan.
“an..”
“kalau mengurus perceraian tidak disini tempatnya.”kata polisi itu sok manis padahal dia baru saja memotong pembicaraan omma. Aku segera berdiri dari kursiku, melemparkan sebuah buku yang tebalnya kurang-lebih 500 halaman dan buku itu dengan sukses mendarat di kepala polisi yang hampir botak itu.
“kau ini polisi atau wartawan gosip?”tanyaku marah.
“apa yang kau lakukan? Kau tak boleh seperti itu, hyun. Omma dan appamu tak pernah mengajarimu menjadi yeoja yang kasar seperti tadi.” Tegur omma sambil memegang tanganku kuat seolah-olah menhanku untuk memukul polisi ini lagi. Mengajari? Bagaimana mau mengajariku bila mereka tidak pernah dirumah?
“maafkan anakku”kata omma dengan rasa bersalah dan bingung harus bagaimana.
“anak?”tanya polisi sambil mengelus kepalanya.
“ya. Kenapa?”tanya omma bingung.
“dia benar anakmu?”
“Song, kau punya buku seperti Ji Hyun tidak? Aku benar-benar ingin melakukan yang Ji Hyun lakukan. Aku sudah tidak tahan dengan polisi ini.”kata wali kelasku mulai kesal.
“kekeke.. kau telah membangunkan setannya, pak polisi”kata Song terkekeh.
TBC
sedikit gaje ya? ah, jujur saja Dika kurang percaya diri bilang genrenya family. Dika perlu saran dan masukkan Chinggudeul. jangan lupa komentarnya ya?? ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar