FFM3
cast: chaerin 2ne1, Kwon Jiyong (GD) BIG BANG, dan Taeyang BIGBANG.
genre : romantis
Akh, aku mulai bosan menemani mereka. Tapi, aku juga
tidak tega meninggalkan mereka berdua.
"bye Chaerin!"kata Taeyang.
"aku pulang dulu sunbae!"pamit Chaerin
padaku.
suara bel aku
pun segera membukakan pintu.
"annyounghaseo! apakah oppa baik-baik
saja?"kata Chaerin panik.
"ne. Dia dikamar, masuk saja"kataku.
Chaerin langsung menuju kamar.
"oppa, bagaimana kondisimu?"tanya Chaerin
panik.
Dia duduk dibibir kasur sambil memegang kening
taeyang.
"aku tidak apa-apa."kata taeyang.
"oppa, demammu tinggi. Kau sudah
makan?"tanya Chaerin.
"jangan cemas! Aku baik-baik saja. Aku belum
makan. Kenapa?"
"aku akan membuatkan bubur untukmu."kata
Chaerin buru-buru berdiri.
"sebentar, aku ingin bersamamu dulu."
"Yak!! Ingatlah disini ada orang jomblo. Tidak
cukupkah aku selalu menyaksikan kencan kalian tapi, sekarang aku harus lihat
kemesraan kalian dirumahku? aigoo!"kataku pergi. Sial,kenapa cintaku
bertepuk sebelah tangan? aku baru saja patah hati karena kekasihku memilih
berpisah karena namja lain. Dari kamarku terdengar seperti ada yang memasak
didapur, aku rasa Chaerin memasakkan bubur untuk Taeyang.
Tok..tok..tok..(seseorang mengetuk kamarku). Aku
membukakan pintu.
"ini makanlah!"tawar Chaerin sambil membawa sepiring bubur.
"Taeyang?"tanyaku.
"dia sudah makan dan sekarang sudah tertidur."kata Chaerin tersenyum manis.
"ini makanlah!"tawar Chaerin sambil membawa sepiring bubur.
"Taeyang?"tanyaku.
"dia sudah makan dan sekarang sudah tertidur."kata Chaerin tersenyum manis.
Aku makan dimeja makan dan Chaerin menemaniku makan.
"bagaimana rasanya?"tanyanya.
"bagaimana rasanya?"tanyanya.
"enak"jawabku sambil memasukan sesendok
bubur kemulutku.
"aku sudah tau masakkanku enak. Lalu bagaimana
perasaanmu?"
"em, lumayan membaik. Aku harus bisa
melupakannya"
"sunbae, semangat!"katanya.
"aku akan selalu berusaha"kataku. Chaerin
wanita yang perhatian dengan Taeyang. Dia selalu menanyakan kabar dan kegiatan
taeyang. Karena itu kami akrab jadi dia juga tau permasalahan cintaku.
"makanlah yang baik! Jangan berlebihan minum
kopi! Jangan sampai sakit! Kalau sunbae sakit siapa yang bisaku andalkan untuk
menjaga oppa untukku"kata Chaerin tertawa.
"aku bukan perawat Taeyang! Aku juga punya kesibukan
lain. Aku orang penting!"kataku pura-pura marah dan Chaerin tertawa.
Aku sibuk membuat laporan dan mencari data. Aku meminum kopiku untuk menghilangkan sedikit rasa jenuh dikepalaku.
Aku sibuk membuat laporan dan mencari data. Aku meminum kopiku untuk menghilangkan sedikit rasa jenuh dikepalaku.
"hey, Jiyong! Ada yeoja mencarimu. Dia menunggu
dibawah"kata Seung Hyun hyung yang melewati meja kerjaku.
"gomawo, hyung!"kataku dan segera beranjak
dari mejaku. Aku turun kelantai 1 melihat sosok Chaerin duduk disofa.
"ini laporannya"kataku
"bagaimana sunbae tau? Aku bahkan belum
memberitahumu"tanyanya.
"tentu saja karena aku tau sore ini datanya harus
di berikan keatasan"jelasku.
"oh, pantas"
"kau mau menemaniku minum kopi? Aku lagi
bosan"tawarku.
"tapi, kau yang teraktir ya
sunbae?"katanya.
"ok.Tapi, gelas kedua tidak"candaku, Chaerin
tertawa.
Aku minum kopi dan mengobrol dengan Chearin menceritakan
kisah lucu yang pernah Taeyang alami. Kami tertawa bersama. Tapi, aku merasa
ada yang menatap kami. Aku melirik kearah yang menatap kami.
Ternyata kiko, mantan pacarku. Dia berjalan sambil
menatap kami dengan kesal.
Tapi, aku pura-pura tidak melihatnya.
"Benarkah oppa seperti itu?"tanya Chaerin
sambil menahan tawanya.
"ne"jawabku juga tertawa.
"ne"jawabku juga tertawa.
BRUUK.. Aku melihat ke arah bunyi ternyata kiko
terpeleset hingga wajahnya menyentuh lantai. Aku dan chaerin tertawa lepas. Kiko
malu,segera merapikan rambut dan pakayannya lalu pergi.
"sunbae, diakan mantanmu itu? Dia cemburu
sebaiknya kau mengejarnya. Pasti kau akan mendapatkan hatinya
kembali."saran Chaerin.
"tidak munkin. Dia bukan wanita yang baik
untukku"jawabku. Suasana berubah menjadi kaku. Chaerin meminum
capucinonya.
"punyaku sudah habis,aku pamit dulu"pamit
Chaerin.
"ne,lagian si manja itu pasti mengamuk bila kau
tidak segera datang"kataku. Chaerin berdiri dan pergi. Dia melambaikan
tangan dan tersenyum.
Aku sibuk dengan memeriksa baju yang akan digunakan untuk pemotretan.
Aku sibuk dengan memeriksa baju yang akan digunakan untuk pemotretan.
"asik bila pasangan kekasih kerja
bersama"kata Seungri fotografer.
"ne"kataku yang masih fokus pada baju.
Taeyang dan Chaerin menghampiriku.
"kami tidak terlambatkan?"tanya Taeyang.
"tentu saja tidak"jawabku.
"dia rewel, takut terlambat"adu Taeyang
sambil menunjuk Chaerin.
"akukan profesional!"jawab chaerin, aku
dan Taeyang tertawa.
"ne. Sekarang ganti baju dulu. Sebentar lagi
pemotretan dimulai"kataku sambil melihat jam dan memberikan baju yang akan
digunakan. Chaerin mengambil baju ditanganku dan pergi.
"semua sudah siap?"tanya Taeyang.
"tentu saja karena aku bisa diandalkan"jawabku.
"Eis.."kata Taeyang memukul bahuku pelan.
Tak lama Ahaerin datang dengan baju yang sangat cocok dengannya. Didepan kamera
bergaya, dia sangat profesional. Pemotretan berjalan lancar dan tentu saja
cepat karena tidak sulit mendapatkan gambar bagus bila Chaerin modelnya"
"gamshahamida!"kata Chaerin ramah.
"ne"kata kru dengan senyuman.
"kami duluan"kata Taeyang. Aku mengangguk.
"mereka pasangan manis"kataku pelan.
"kenapa begitu? bukankah Chaerin
kekasihmu?"tanya Seungri.
"anni! Chaerin kekasih Taeyang. Mereka sudah pacaran hampir dua tahun"kataku
kaget.
"benarkah?"kata Seungri tak kalah kaget.
"benarkah?"kata Seungri tak kalah kaget.
Aku keluar dari studio foto, aku melihat seorang
gadis duduk ditaman studio. Rambut, tubuh dan gerak-geriknya sangatku hapal,
pasti kiko. Mau apa dia disini? Hatiku yang kembali kesal memutuskan untuk
tidak mempedulikannya. Aku berjalan melewatinya. Berjalan menuju mobil yangku
parkirkan tidak jauh.
"oppa!"teriaknya saat aku membuka pintu mobil. Aku ingin sekali melihatnya, mendengarkan suaranya lebih banyak lagi. Tapi, hatiku terlalu sakit. Ponselku berdering, sebuah panggilan masuk.
"oppa!"teriaknya saat aku membuka pintu mobil. Aku ingin sekali melihatnya, mendengarkan suaranya lebih banyak lagi. Tapi, hatiku terlalu sakit. Ponselku berdering, sebuah panggilan masuk.
"oppa, tunggu! Aku ingin bicara"katanya. Aku
mematikan telepon dan menginjak gas mobilku.
Lamunanku lenyap karena pesan masuk.dengan malas aku membuka pesan.
from: Chaerin.
sunbae, kenapa oppa tidak membalas pesanku?
to: Chaerin
aku tidak tahu. Sekarang aku lagi diluar.
from: Chaerin
dimana?
to: Chaerin
tenang, sekarang aku ditempat yang aman.
from: Chaerin
sunbae!! Siapa yang akan menculikmu? TIDAK ADA!!
To: Chaerin
Ke..ke..ke..aku dirooftop,aku malas turun. Langit
malam lagi indah.
from: Chaerin
sunbae, kenapa? Gadis itu lagi?
to: Chaerin
ne, bodohnya aku masih berharap padanya.
from: Chaerin
sunbae tapi, setidakanya kau lebih pintar
dariku.Semangatlah! Kau bisa memdapatkan gadis lebih hebat dari pada dia.
to: Chaerin.
kau benar! Aku mapan, tampan, berkharisma, cerdas
dan punya kepribadian baik. tidak mungkin gadis tidak
menyukaiku.ke..ke..ke"
from: Chaerin
sunbae, kau telah sehat!!^_^ oh ya, jangan bilang
aku menghubungimu ne?"
to: Chaerin
wae? Apa taeyang cemburu?
From: chaerin
ke..ke..Ne, sonbae tolong rahasiakan ne?!
to: Chaerin
ne :)
kau sudah bisa menghubungi ??
from: Chaerin
anni. mungkin oppa tidur.
aku masuk kerumahku.
"yakk, ini rumahku kenapa kalian bermesraan
dirumahku?"teriakku saat melihat seorang gadis bersandar dibahu taeyang.
"mian, oppa!"kata gadis itu kepadaku, dia ketakutan.
"pulanglah sudah malam"kata Taeyang sambil
mengulus-ngelus kepala gadis itu. Aissh, kasihan Chaerin. Jika dia tau Taeyang
mengelus kepala gadis lain dia pasti mengamuk. Aku tahu saat dengan Chaerin mereka
hanya bergandengan tangan,tidak lebih dari itu.
"pabo!! Ini memang sudah malam kenapa kau baru
menyuruhnya pulang sekarang? ini rumahku jadi, mengertilah!"kataku sambil
masuk kekamarku. Gadis itu buru-buru pulang.
"hey, Jiyong!! Nanti kau pasti akan
melakukannya juga"tegur Taeyang.
"wae? Kau marah? Setidaknya jika aku melakukannya, aku tidak akan bermesraan dirumahmu!"kataku.
saat aku bagun Taeyang memberes-bereskan barangnya.
"wae? Kau marah? Setidaknya jika aku melakukannya, aku tidak akan bermesraan dirumahmu!"kataku.
saat aku bagun Taeyang memberes-bereskan barangnya.
"aku sadar karena kata-katamu. Mianhe"kata
Taeyang.
"ne. Baguslah, setidaknya tak ada yeoja
ketempatku lagi"kataku.
"aigoo.. Begitu bencinya kau dengan yeojaku?"kata
Taeyang sambil berhenti berkemas.
"ne!"
"aiish"kata Taeyang sambil memukulku pakai bantal.
"ne!"
"aiish"kata Taeyang sambil memukulku pakai bantal.
"pergilah! Aku tuan rumah"kataku. Kami pun
tertawa.
Beberapa hari setelah pindahan Taeyang aku kaget dengan pesan yang ku terima
from: Chaerin
sunbae, kau tau oppa berselingkuh?
to: Chaerin
Wae Chaerin?
from: Chaerin
aku melihat oppa berpelukan dengan yeoja
To: Chaerin
sudahlah kau jangan berfikir yang tidak-tidak.
Bukan aku ingin membela Taeyang hanya saja aku tak ingin ikut campur. Biarkan chaerin tau sendiri.
Taeyang semakin menjauh dariku. Chaerin juga jarang menanyakan kabar Taeyang atau sekedar ngobrol denganku. Aku tak ingin ikut campur masalah mereka karena aku juga punya masalah. Kiko ingin aku kembali padaku. Sebenarnya aku ingin tapi, ah biarkan saja dia.
beberapa hari ini aku berangkat kekantor bersama kiko. Tak ada pikiranku untuk kembali padanya. Rasa cintaku masih untuknya tapi,aku tak ingin mencintainya lagi. Sudah cukup aku merasakan sakit karena yoeja ini.
"bagaimana kalau kita gunakan chaerin sebagai
modelnya?"saranku.
"kau tak tau kalau chaerin berhenti menjadi model?"tanya daesung.
"mwo??"kataku kaget. Taeyang yang ada didepanku hanya diam saja.
"bukankah kalian teman dekat?"
"kau tak tau kalau chaerin berhenti menjadi model?"tanya daesung.
"mwo??"kataku kaget. Taeyang yang ada didepanku hanya diam saja.
"bukankah kalian teman dekat?"
"ne. Tapi, aku sudah lama hilang kontak
dengannya"kataku.
@beberapa minggu kemudian.
Taeyang mengajakku makan siang bersama.
"jadi, tak lama kau pindah kalian putus?"
tanyaku.
"ne"
"ne"
"sekarang dia dimana?"tanyaku.
"aku tak tau"kata taeyang tenang.
"yang benar saja"kataku sedikit kesal.
"kami putus karena aku ketawan berselingkuh,
bagaimana mungkin dia mau menghubungiku? Aku juga tidak tau kenapa dia berhenti
menjadi model"
"namja apa kau ini?kau tak menlindungi yoejamu
malah menghancurkannya"kataku kesal.
"ini bukan mauku"
"aku juga berharap dia mendapatkan namja
sepertimu"kata Taeyang lagi.
"apa maksudmu?"tanyaku binggung.
"kau namja yang baik. Aku memang sayang chaerin
tapi, aku akan bahagia bila dia mendapatkan namja sepertimu"
"jangan bicara sembarangan!kau membuat aku kehilangan
model terbaikku. Bila bajuku tak laku kau harus tanggung jawab!"ancamku.
"ok, aku akan membelikan apel untukmu!"kata
taeyang dengan senyumannya.
"kau menyogokku?"kataku dan kami pun
tertawa.
@1 tahun kemudian
aku membuka majalah sambil menunggu rambutku yang
dicat.
"mwo?"teriakku kaget setelah melihat
majalah.
"qu'est-ceque c'est? (ada apa?)"tanya hair
stylist.
"non!! (tidak) jevais bien merci (saya
baik-baik saja. Terimakasih!)"jawabku. Sudah 1tahun Chaerin menghilang.aku
baru beberapa hari aku di Frace dan aku menemukannya dimajalah fashion. Tidak,
walau disini tertulis modelnya bernama CL aku tau ini adalah chaerin. CL= Chaerin
Lee. Aku tak salah lagi. Aku tak akan sulit tertemu chaerin karena aku juga
berkerja dimajalah ini. Sebaiknya aku juga berkerja dimajalah ini. Sebaiknya
aku mempersiapkan diri untuk bertemu dengannya.
Hari ini atasanku memintaku datang kesebuah hotel
karena ada fashionshow yang diselenggarakan disana. Tak lama aku tiba disana
aku melihat Chaerin berjalan diatas panggung dengan pesona lebih besar. Aku
belum pernah melihat dia sekeren ini. Aku jadi ragu apa ini benar-benar Chaerin??
aku berjalan kebalik panggung.
aku berjalan kebalik panggung.
"merci beaucoup!! Venez passer la soirée a la
maiso! Jet'invite a dinner. (terimakasih banyak! Datanglah makan malam
dirumahku. Aku menggundang kalian makan malam)"kata Caroline, desainer.
"jiyong, tu veux aller a vecnous? (apakah kau
mau pergi dengan kami)"tanya caroline yang bertuju padaku.
"biensur (tentu saja)"kataku. Mataku
mencari Chaerin tapi, aku tak melihatnya. Mungkin karena terlalu banyak orang
disini.
@rumah caroline
"bienvenue'a tous!!(selamat datang semua) pertunjukan
kita hari ini berhasil dan begitu sempurna. Merci beaucoup!"sambut
caroline.
"hari ini kita kedatangan keluarga baru, kwon
jiyong from korea. Dia desainer yang akan bekerja sama dengan kita. Selamat
menikmati makan malamnya"kata caroline ramah.
setelah makan malam,mereka berdansa. Aku melihat
chaerin berdansa, dia tersenyum padaku. Entah apa yang dia katakan pada pria
itu lalu dia berjalan kearahku dengan senyuman yang membuatku kaku.
"hai, sunbae! Lama tak bertemu!"sapanya.
Ada yang salah denganku. Aku melihat matahari dibelakang Chaerin.
"hai, apa kabar?" kataku berusaha senormal
mungkin.
"seperti yang kau lihat. Aku sangat baik. Kapan
pindah kesini?"katanya.
"ne. Aku dapat tawaran kerja disini. Lalu, aku akan dipindahkan kecabang di korea"jelasku.
"oh, berapa lama?"kata Chaerin. Apa dia kecewa? Pabo,tak mungkin dia kecewa.
"enam bulan"
"ne. Aku dapat tawaran kerja disini. Lalu, aku akan dipindahkan kecabang di korea"jelasku.
"oh, berapa lama?"kata Chaerin. Apa dia kecewa? Pabo,tak mungkin dia kecewa.
"enam bulan"
"baguslah!"katanya dengan senyuman. Aigoo,
lama-lama aku disampingnya aku akan meleleh.
"aku sempat dengar sonbae baikkan dengan kiko"katanya.
"ne.hanya untuk berteman"jawabku.
"hati sonbae sudah baikan?"
"tentu saja"
"aku juga begitu"katanya dan lagi-lagi
senyumannya membuatku kaku.
"aku suka melihatmu begitu bahagia seperti ini.
Dulu aku juga pernah melihatmu tersenyum tapi, senyumanmu sekarang lebih
indah"kataku hilang kontrol.
"gomawo sunbae, Aku senang disini"
"mian tapi, bagaimana hubunganmu dan-"
"hem..oppa tidak tau aku disini.kami tidak
saling berkomunikasi lagi. Sunbae tidak tau?"potongnya.
"ne. Bahkan kalian putus aku pun tak
tau"kataku.
"gomawo sunbae!"katanya tiba-tiba. Bola
mata Chaerin menatapku.
"untuk?"tanyaku binggung.
"sunbae, lupa? Setiap pagi dan malam sunbae
mengirimkanku pesan penyemangat. arra,pesan itu sebenarnya penyemangat sunbae
sendiri. Tapi, aku jadi termotifasi untuk keluar dari kesedihanku"jelas Chaerin
"jinjja? aku kira pesan itu tidak masuk
untukmu"kataku kaget dengan yang baru aku dengar.
"ne! Mianhe sonbae"katanya mantap.
"untuk apa lagi?"kataku bingung.
"mianhe, aku tak pernah mengabari
sonbae"kata Chaerin sambil menundukkan kepalanya.
"tidak masalah. karena sekarang aku melihat kau begitu bahagia"kataku. Chaerin tersenyum manis lagi.
"tidak masalah. karena sekarang aku melihat kau begitu bahagia"kataku. Chaerin tersenyum manis lagi.
aku masuk kerumahku. Duduk disofa sambil mengetik pesan untuk taeyang kejadian tadi tapi, aku menghapus kata-kata yang telah berhasilku rangkai. Taeyang tak perlu tau karena sekarang Taeyang juga sudah menemukan kekasihnya. Chaerin juga sudah bahagia disini.
"sial!"teriakku karena teringat senyum Chaerin
jantungku tak normal lagi.
aku masuk keruangan, ini hari pertama aku masuk kekantor jadi aku sedikit gugup.
"ini ruanganya. meja kerjaku diatas.ini meja kerjamu."kata Caroline sambil menunjuk meja kosong.
aku masuk keruangan, ini hari pertama aku masuk kekantor jadi aku sedikit gugup.
"ini ruanganya. meja kerjaku diatas.ini meja kerjamu."kata Caroline sambil menunjuk meja kosong.
"ini jaen, agnés dan tasya. Tasya ini dari
indonesia"terang Caroline sambil mengenalkan orang satu persatu.
"kwon jiyong!"kataku memperkenalkan diri.
"oh ya ada model yang juga ass. desainer disini
namanya CL, dia dari korea. Sepertinya dia lagi jadwal pemotretan
sekarang"kata Caroline.
"kalau aku tidak ada, kwon bersama CL saja
tidak apa-apakan?"tanya Caroline.
"tidak apa-apa. Karena aku dan CL cukup akrab sejak di korea"
"ah, baguslah. Karena sejujurnya englishku buruk jadi aku takut kau tidak mengerti"jelas caroline.
"tidak apa-apa. Karena aku dan CL cukup akrab sejak di korea"
"ah, baguslah. Karena sejujurnya englishku buruk jadi aku takut kau tidak mengerti"jelas caroline.
"tidak masalah"kataku tersenyum.
berada di Paris tak hanya menambah pengetahuanku.
Aku jadi semakin dekat dengan Chaerin. Saat aku melihat senyumnya, saat itulah
aku lemah. Apa aku mencintainya? Mungkin saja karena aku nyaman disampingnya. Seperti
biasa aku dan Chaerin jalan-jalan bersama. Jujur saja aku ingin mengajaknya
berkencan. Tapi, aku takut dia hanya mengagapku sunbae bukan namja. Karena itu
aku memakai alibi "mencari ide" agar dapat jalan-jalan dengannya. Aku
licik? Yah, aku akan rela dibilang licik bila keadaan seperti ini.walau hanya
jalan-jalan, mengandeng tangannya dan melihat senyumnya itu sudah cukup.
Aku membaca pesan yang baru masuk.
From: taeyang
jiyong, apa kabarmu?
Ommo, kenapa aku jadi merasa bersalah?tenanglah!jiyong kau tak merebut chaerin dari siapapun.
to: taeyang
hey,aku baik2 saja. Sudah lama kau tak mengabariku.
From: taeyang
ke.ke.ke..semenjak kau pergi kami jadi terlalu sibuk
jadi wajar saja aku tak mengabarimu.
"wae, sonbae? kau sakit? wajahmu menjadi pucat"tegur chaerin.
"wae, sonbae? kau sakit? wajahmu menjadi pucat"tegur chaerin.
"anni chaerin"kataku dan segera mengahapus
pesan taeyang. Kami pun melanjutkan makan malam.
aku rasa hubunganku dan Chaerin semakin dekat, aku yang semakin mendekat atau sama-sama saling mendekat? Aku kurang tahu. Yang aku tau aku selalu ingin didekatnya. Aku tak tau penyebab aku mencintainya. Apakah karena senyumnya, apakah karena aku terbiasa dengan Chaerin disisiku, atau karena sifatnya aku juga tidak tahu. Yang aku tau aku benar-benar mencintainya.
Aku melihat pipi Chaerin dicium namja asing. Ini
musim dingin kenapa aku terasa terbakar? aku menenangkan diriku, membiarkan
namja itu pergi dengan mengandeng Chaerin.
"siapa pria itu?"tanyaku.
"Jeremy Scott. Kau tak mengenalnya?"kata
Tasya.
"aku tau tapi, apa hubungannya dengan
CL?"tanyaku.
"yang aku tau mereka sangat dekat sebelum CL
bekerja disini"
"sangat dekat?"
"qui"
"sedekat apapun bila teman tidak boleh seenak jidat mencium pipi chaerin.Aku saja belum pernah melakuknya"omelku. Aku milihat Tasya tak bereaksi karena aku berbicara mengunakan bahasa korea jadi wajar saja dia tidak mengerti.
Pikiranku kacau yah tentu saja karena Chaerin dan Scott.
"sedekat apapun bila teman tidak boleh seenak jidat mencium pipi chaerin.Aku saja belum pernah melakuknya"omelku. Aku milihat Tasya tak bereaksi karena aku berbicara mengunakan bahasa korea jadi wajar saja dia tidak mengerti.
Pikiranku kacau yah tentu saja karena Chaerin dan Scott.
"Aak!"teriakku. Jean tertawa melihatku dan
Agnes membantuku.
"kwon, ada apa?"tanya Agnés.
"tidak ada"jawab.
"lalu kenapa kau menjepit jarimu
sendiri?"tanya Jean terkekeh.
"aku tidak sadar!"jelasku. Semua tertawa.
Yah, sekarang aku pasrah dibilang bodoh. Aku masuk keruangan dan memegang ujung
pintu yang dapat menutup sendiri wajar saja tanganku jadi terjepit. Walau wajar
tapi, ini sangat terlihat bodoh.
waktuku tak lama lagi disini artinya aku akan berpisah dari chaerin. akh..aku tidak suka jika harus seperti ini. Sekarang aku disebuah resto dengan alibi makan malam aku mengajak rekan kerjaku makan bersama. Chaerin memang datang tapi, sialnya Scott juga datang padahal aku tidak mengundangnya.
"Rubah wajahmu! kau sangat terlihat cemburu"tegur Tasya.
waktuku tak lama lagi disini artinya aku akan berpisah dari chaerin. akh..aku tidak suka jika harus seperti ini. Sekarang aku disebuah resto dengan alibi makan malam aku mengajak rekan kerjaku makan bersama. Chaerin memang datang tapi, sialnya Scott juga datang padahal aku tidak mengundangnya.
"Rubah wajahmu! kau sangat terlihat cemburu"tegur Tasya.
"apa maksudmu?"tanyaku pura-pura tak
mengerti.
"ah, jangan berlaga bodoh. Awalnya memangku
kira kalian teman biasa tapi, semakin lama semakin terlihat jelas kau menyukai
CL."jelas Tasya.
"ah, itu hanya dugaanmu saja"elakku.
"kau kira aku tak mengerti apa yang kau katakan
saat mengomel setelah bertanya hubungan CL dan J Scott dalam bahasa korea? aku
penggemar drama korea jadi aku juga."kata Tasya dengan senyuman mengancam.
Rasanya oksigen menghilang disekitarku.
"aku ti-"
"kau ingin melihat Scott segera berpacaran
dengan CL?"potong tasya.
"ti-tidak!"kataku reflek. Tasya tertawa lepas.
"ti-tidak!"kataku reflek. Tasya tertawa lepas.
"dua minggu lagi kau pergi, satu minggu sebelum
pergi kau harus mengatakan perasaanmu padanya atau aku yang
bertindak"ancam Tasya dengan senyuman mematikan menurutku.
"aku juga!"kata Carroline.
"Tasya sudah mengatakannya jadi aku akan
membantu."kata Carroline dengan tersenyum. Aku mengatakan perasaanku pada Chaerin?
Jiyong, itu tidak bisa! Bagaimana perasaan Taeyang? Taeyang kan sahabatmu? kau
tau Taeyang masih menyukai CL.
@ hari H
"semua sudah siap?"tanya tasya.
"Aku semakin gugup"kataku.
"tenanglah, sedikit lagi kau akan menemukan
jalan keluarnya"kata Tasya. Aku diam mencoba mengontrol rasa gugupku.aku
melihat dia tersenyum melihat layar TV. Layar TV yang menampilkan kumpulan foto
Chaerin dari sebelum aku mengenalnya, saat masih berpacaran dengan Taeyang, dan
hingga saat kami di France yang akhir-akhir ini kukumpulkan. Aku melihat air
mata disudut matanya, aku keluar dari balik panggung membawa gitar. Aku memulai
memetik dawai gitar.
'tutuplah matamu, dengarkan suaraku lewat hatimu. Selamanya kamu akan kucintai, selamanya kamu akan jadi duniaku. Hanya kamu satu-satunya. Menjadi ratuku, menjadi segalanya dihidupku.'
'tutuplah matamu, dengarkan suaraku lewat hatimu. Selamanya kamu akan kucintai, selamanya kamu akan jadi duniaku. Hanya kamu satu-satunya. Menjadi ratuku, menjadi segalanya dihidupku.'
"Chaerin, saranghae!maukah kau jadi kekasihku?"kataku sambil berjalan kearahnya.
"ne. Nado sarange!"jawabnya. Reflek aku memeluknya.
"kau tak kaget dengan pernyataanku yang
tiba2?"tanyaku.
"No. Tasya sudah mengatakan kalau kau akan
menyatakan perasaanmu sekarang karena cemburu dengan J.Scott, kami hanya
berteman."katanya lembut.
"arra, tetap saja itu membuatku cemburu"
"arra, tetap saja itu membuatku cemburu"
"kenapa?"
"karena saat itu kau belum menjadi milikku. Tapi, sekarang kau sudah menjadi hak milikku"kataku sambil mempererat pelukanku.
"karena saat itu kau belum menjadi milikku. Tapi, sekarang kau sudah menjadi hak milikku"kataku sambil mempererat pelukanku.
@kepulangan Jiyong-
Chaerin tidak bisa mengantarkanku kebandara karena
ada kerjaan. Alasan seperti apa itu? Padahal kami akan lama untuk bertemu
kembali. Teman-teman yang lain tidak mengantarku tidak masalah tapi, Chaerin
tidak mengantarku itu keteraluan.
aku berjalan menuju luar dan melihat seseorang membawa papan yang bertuliskan "Kwon Jiyong" dan tentu saja aku berjalan kearahnya.
aku berjalan menuju luar dan melihat seseorang membawa papan yang bertuliskan "Kwon Jiyong" dan tentu saja aku berjalan kearahnya.
"saya Park. saya ditugaskan menjemput
anda"katanya.
"Ayo"kataku.
"tunggu sebentar! Ada 1orang lagi"kata namja bernama park itu.
"tunggu sebentar! Ada 1orang lagi"kata namja bernama park itu.
"nah,itu dia!"kata park lagi sambil
menunjuk seorang gadis. Tidak mungkin! Aku pasti salah lihat!aku melihat
chaerin berjalan ke arahku,ini pasti mimpi.
"ayo kita pergi!bukankah harus kekantor dulu"jelas park yang menyadarkanku dari ilusinasiku.
"ayo kita pergi!bukankah harus kekantor dulu"jelas park yang menyadarkanku dari ilusinasiku.
"oppa ayo!"kata chaerin sambil memegang
tangganku.
"aku tak mimpi?"tanyaku.
"nantiku jelaskan,oppa"kata chaerin.
"oppa?asingku dengar tapi aku suka pagilan
itu."kataku sambil berjalan mengikutinya.chaerin tersenyum manis.
"jadi kita rekan kerja?"tanyaku kaget.
"ne,oppa!aku dipindahkan disini.carroliné yang
mengatur segalanya, setelah oppa mengajak kami makan malam"jelas chaerin.
Kami mengobrol direstoran.
"Kenapa tidak mengatakan
kepadaku?"tanyaku.
"oppa,ini kejutan."kata chaerin sambil tersenyum,senyuman
yangku suka.
"lalu karirmu sebagai model
bagaimana?"tanyaku.
"aku mau fokus ke desainer,aku sudah menjadi
desainer tetap"kata chaerin tersenyum. Aku kaget dengan penjelasan chaerin
tapi,senyumannya mengartikan dia serius dan mantap dengan keputusannya.
"tapi, aku masih belum percaya"kataku
dengan mimik muka serius.
"oppa, aku tak berbohong!"
"apa? oppa? aku kurang jelas
mendengarnya"godaku.
"oppa!"
"lagi!"
"oppa!"katanya tersenyum.
"lagi!"
"oppa!"katanya tersenyum.
"bisa ulangi lagi?"
"jingyo oppa, harus berapa kali
lagi?"katanya sambil cemberut aku tertawa melihatnya.
kami sudah berjanji akan bertindak normal saat berkerja. Sebagai atasan dan karyawan. Walau saat dikantor bisa dibilang aku terlalu sibuk hingga cuek dengan chaerin. semoga Chaerin mengerti.
awalnya memang berjalan lancar tetapi beberapa minggu terakhir chaerin tidak lagi tersenyum. Chaerin terlihat gelisah. Seperti ada yang membebaninya.apakah karena aku sehingga dia tidak tersenyum lagi?
kami sudah berjanji akan bertindak normal saat berkerja. Sebagai atasan dan karyawan. Walau saat dikantor bisa dibilang aku terlalu sibuk hingga cuek dengan chaerin. semoga Chaerin mengerti.
awalnya memang berjalan lancar tetapi beberapa minggu terakhir chaerin tidak lagi tersenyum. Chaerin terlihat gelisah. Seperti ada yang membebaninya.apakah karena aku sehingga dia tidak tersenyum lagi?
Chaerin bersandar didadaku,kami menonton TV duduk
disofa dirumahku.
"chaerin~ah, apa ada masalah?"tanyaku.
"chaerin~ah, apa ada masalah?"tanyaku.
"anni,oppa!"katanya lembut.
"benar tidak ada masalah?"
"geokjeonghaji masipsio. anio,oppa!"
"geojinmal"kataku. Chaerin duduk dengan
tegap sambil menatapku.
"kita akan mencari jalan
keluarny"kataku.chearin diam sambil mengigit bibir.
"apa aku melakukan kesalahan?"tanyaku takut.
"apa aku melakukan kesalahan?"tanyaku takut.
"anio oppa!"
"Jadi,wae?"
"oppa,aku bertemu taeyang oppa"katanya sambil menunjuk. Aku terdiam berfikir sejenak apa yang membuat chaerin kehilangan senyumnya. Aku mencoba tenang, membiarkan chaerin melanjutkan ceritanya.
"oppa,aku bertemu taeyang oppa"katanya sambil menunjuk. Aku terdiam berfikir sejenak apa yang membuat chaerin kehilangan senyumnya. Aku mencoba tenang, membiarkan chaerin melanjutkan ceritanya.
"Taeyang oppa memintaku kembali padanya. Dia
belum tau oppa namja chingguku"lanjut Chaerin. Aku diam tapi, diam kali
ini karena cemburu, sangat cemburu. Apa mungkin Chaerin masih mencintai Taeyang?
aku baru saja berpacaran dengan Chaerin, lalu kini apakah kami harus berpisah? ini
tidak adil.
"annio oppa! aku tak mencintainya lagi jadi, jangan lepaskan aku!"jelas Chaerin seolah-olah tau apa yang dipikirkanku. Aku mulai tenang. Aku tak boleh egois. Bukankah aku mencintai Chaerin. Aku juga harus berlapang hati membiarkan dia memilihku atau Taeyang.
"annio oppa! aku tak mencintainya lagi jadi, jangan lepaskan aku!"jelas Chaerin seolah-olah tau apa yang dipikirkanku. Aku mulai tenang. Aku tak boleh egois. Bukankah aku mencintai Chaerin. Aku juga harus berlapang hati membiarkan dia memilihku atau Taeyang.
"Chaerin, aku tak ingin kau menyesal. Tolong
pikirkan baik-baik. Aku akan memberikanmu waktu seminggu untuk berfikir selama itu
aku tidak akan menggangumu. Aku tidak akan benar-benar melepaskanmu, aku
membebaskanmu sementara"kataku.
"oppa!"protes Chaerin.
"oppa!"protes Chaerin.
"hanya 1kali. Hanya 1kali ini aku akan
memberikanmu kesempatan ini."jelasku.
"aku permisi dulu, ketua tim desain"kata Chaerin mengambil tasnya dan pergi. Aku bodoh? aku berlagak herois walau sebenarnya aku tak rela melepaskan Chaerin.
-beberapa hari kemudian-
"aku permisi dulu, ketua tim desain"kata Chaerin mengambil tasnya dan pergi. Aku bodoh? aku berlagak herois walau sebenarnya aku tak rela melepaskan Chaerin.
-beberapa hari kemudian-
Chaerin memaksaku ikut dengannya,saat sampai
disebuah taman kami melihat Taeyang.
"Taeyang oppa, kami sudah pacaran.aku juga sadar ternyata tidak ada cinta lagi untuk oppa. mianhe oppa"jelas Chearin.
"apa yang kau katakan? sepertinya kau masih menyukainya. Bila itu membuatmu bahagia aku rela melepaskanmu. Kalian terlihat saling mencintai, sepertinya aku hanya pengganggu."kataku. Chaerin memegang kedua pipiku, membuat aku menatap matanya.
"Taeyang oppa, kami sudah pacaran.aku juga sadar ternyata tidak ada cinta lagi untuk oppa. mianhe oppa"jelas Chearin.
"apa yang kau katakan? sepertinya kau masih menyukainya. Bila itu membuatmu bahagia aku rela melepaskanmu. Kalian terlihat saling mencintai, sepertinya aku hanya pengganggu."kataku. Chaerin memegang kedua pipiku, membuat aku menatap matanya.
"sudahku bilang 'aku mencintaimu,oppa'.
Bagaimana agar kau mengerti? Apakah aku harus mati? Oppa melepaskanku malah
akan membuatku terluka. jadi, aku mohon jangan tinggalkan aku. Karena aku
sungguh mencintaimu."katanya dengan tatapan serius, aku melihat kejujuran
dimatanya dan kedua tangannya masih dipipiku.
"Taeyang oppa, walau sekarang aku kekasih Jiyong oppa kalian tetap bertemankan?"tanya Chaerin.
"ne, tentu saja"jawab Taeyang ragu.
"Taeyang oppa, walau sekarang aku kekasih Jiyong oppa kalian tetap bertemankan?"tanya Chaerin.
"ne, tentu saja"jawab Taeyang ragu.
"kau tak akan merebutnya dariku?" tanyaku
reflek.
"tidak akan. Karena dia sudah
memilihmu"kata Taeyang mantap.
"jinjja?kau tak marah padaku?"tanyaku.
"ne!"jawab Taeyang. Aku menyandarkan
kepalaku dipundak Chaerin. Chaerin melepaskan tanggannya dari pipiku.
"chagi, kita kencan yuk?!"kataku tersenyum
puas. Chaerin terlihat kaget dengan perubahanku yang mendadak. aku menggandeng Chaerin
berjalan pergi meninggalkan Taeyang.
"hey, tunggu aku!"teriak Taeyang. Aku
berhenti dan melihat kearahnya.
"kau memang temanku tapi, kau pernah menyakiti gadis yangku cintai ini. Sekarang gadis itu benar-benar memilihku karena sekarang aku yang bertanggung jawab tentangnya jadi aku tidak akan mengizinkan namja yang pernah menyakiti Chaerin didekatnya. Arra?"kataku lantang. Taeyang mematung dan menganguk pelan.
"sekarang kami mau kencan, kau jangan mengganggu!"kataku. Chaerin yangku gandeng tersenyum senang dan kami meninggalkan Taeyang sendirian.
END
"kau memang temanku tapi, kau pernah menyakiti gadis yangku cintai ini. Sekarang gadis itu benar-benar memilihku karena sekarang aku yang bertanggung jawab tentangnya jadi aku tidak akan mengizinkan namja yang pernah menyakiti Chaerin didekatnya. Arra?"kataku lantang. Taeyang mematung dan menganguk pelan.
"sekarang kami mau kencan, kau jangan mengganggu!"kataku. Chaerin yangku gandeng tersenyum senang dan kami meninggalkan Taeyang sendirian.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar