Namaku
Lee Seung Hyun. Ayahku memiliki
perusahaan besar yang penghasilannya menjanjikan. Jadi wajar saja
gadis-gadis selalu ada di sisiku. Bukan untuk aku pacari, hanya teman kencanku
untuk makan dan jalan-jalan. Sebenarnya dibandingkan wanita aku lebih tertarik
bermain game. Hidup mewah, anak tunggal dan orang tua yang selalu sibuk
membuatku kesepian, kuakui aku anak yang manja.
“apa kamu ingin
melihat abojimu ini menyusul ommamu dengan penuh kecewa? Aboji bisa mati 2X
karena akan dibunuh ommamu di Akhirat sana!” kata aboji penuh amarah dan wajahnya menyeramkan.
“ajushi, tenang saja! Aku ini tampan jadi omma tidak akan memarahimu!”kataku tersenyum dengan senyumaan polos.
“anak ini..” kata aboji sambil memegang bagian belakang lehernya. Aku mmelangkah pergi.
“jangan pergi!” pinta ayah dan aku tetap pergi meninggalakan rungan kerjanya.
“ajushi, tenang saja! Aku ini tampan jadi omma tidak akan memarahimu!”kataku tersenyum dengan senyumaan polos.
“anak ini..” kata aboji sambil memegang bagian belakang lehernya. Aku mmelangkah pergi.
“jangan pergi!” pinta ayah dan aku tetap pergi meninggalakan rungan kerjanya.
Aku
bangun dari tidurku. Aku melihat gadis berwajah galak di depanku.
“siapa kamu?”tanyaku kaget.
“namaku Lee Chaerin.” Kata gadis itu.
“siapa kamu?”tanyaku kaget.
“namaku Lee Chaerin.” Kata gadis itu.
“aboji, kenapa
aboji mengirimkan gadis galak untuk mengajariku? Aboji saja yang berkerja. Bila
aku berkerja aku tidak ada waktu untuk bermain, aboji tega pada anakmu ini?”
kataku saat masuk kekamar aboji.
“tuan, ini rumah sakit” tegur wakil Jang.
“aboji ini masih tertidur? Nanti kasih tahu aboji apa yangku katakan tadi bila dia sudah terbangun.”kataku kepada wakil Jang sambil membuka pintu untuk keluar.
“OMMO!!!” teriakku setelah melihat chearin di balik pintu.
“kamu mengagetkanku. Apakah itu kebiasaanmu? Apakah presdir sakit karena kamu mengagetkannya?”kataku lagi.
“Lee Seung Hyun, ayahmu seperti ini karena prilakumu!” bentaknya.
“sekertaris seharusnya cantik, sexy, imut, lembut dan sopan. Tapi, kamu.. ckckckck.” Kataku sambil melihatnya dari bawah ke atas.
“presdir sudah memintaku untuk tidak memanjakanmu dan tidak menuruti kata-katamu.”kata chaerin sambil menarik tanganku dengan wajah tanpa expersinya.
“lepaskan!”kataku sambil berusaha melepaskan diri tapi, dia semakin kuat memegangku.
“menurut atau dipaksa?”ancamnya dengan wajah datar dan tatapan tajam.
“aku tampan, pintar, berbakat, kaya dan ditakuti semua orang. Makanya aku mengagap diriku alien. Setelah melihatmu aku sadar kamu lebih menakutkan dari pada alien.” Kataku sambil berjalan mengikutinya.
“tuan, ini rumah sakit” tegur wakil Jang.
“aboji ini masih tertidur? Nanti kasih tahu aboji apa yangku katakan tadi bila dia sudah terbangun.”kataku kepada wakil Jang sambil membuka pintu untuk keluar.
“OMMO!!!” teriakku setelah melihat chearin di balik pintu.
“kamu mengagetkanku. Apakah itu kebiasaanmu? Apakah presdir sakit karena kamu mengagetkannya?”kataku lagi.
“Lee Seung Hyun, ayahmu seperti ini karena prilakumu!” bentaknya.
“sekertaris seharusnya cantik, sexy, imut, lembut dan sopan. Tapi, kamu.. ckckckck.” Kataku sambil melihatnya dari bawah ke atas.
“presdir sudah memintaku untuk tidak memanjakanmu dan tidak menuruti kata-katamu.”kata chaerin sambil menarik tanganku dengan wajah tanpa expersinya.
“lepaskan!”kataku sambil berusaha melepaskan diri tapi, dia semakin kuat memegangku.
“menurut atau dipaksa?”ancamnya dengan wajah datar dan tatapan tajam.
“aku tampan, pintar, berbakat, kaya dan ditakuti semua orang. Makanya aku mengagap diriku alien. Setelah melihatmu aku sadar kamu lebih menakutkan dari pada alien.” Kataku sambil berjalan mengikutinya.
Dia
membawaku ke Kantor.
Chaerin menerangkanku tentang bisnis yang dijalankan ayah saat ini.
“jadi maksudmu perusahaan tua ini baik-baik saja?”tanyaku.
“ya tapi, perusahaan tua yang anda maksud ini meminta anda untuk bisa menjalankan perusahaan ini.” Jelasnya sambil memberi penekan kata tua dan tetap tanpa expresi wajah.
“hahaha.. aku pintar bermain tapi, aku tidak pintar berbisnis. Jadi itu tidak akan mungkin.”kataku sambil menggigit pulpen dan menggoyang-goyangkan kursiku.
“bisnis juga seperti permainan.” Kata Chaerin lagi-lagi tidak ada expresi wajah.
“apa maksudmu? Jelaskan padaku!”pintaku.
“jadi maksudmu perusahaan tua ini baik-baik saja?”tanyaku.
“ya tapi, perusahaan tua yang anda maksud ini meminta anda untuk bisa menjalankan perusahaan ini.” Jelasnya sambil memberi penekan kata tua dan tetap tanpa expresi wajah.
“hahaha.. aku pintar bermain tapi, aku tidak pintar berbisnis. Jadi itu tidak akan mungkin.”kataku sambil menggigit pulpen dan menggoyang-goyangkan kursiku.
“bisnis juga seperti permainan.” Kata Chaerin lagi-lagi tidak ada expresi wajah.
“apa maksudmu? Jelaskan padaku!”pintaku.
4 bulan berlalu, Aboji masih
di rumah sakit. Dan 4
bulan ini aku diajarkan oleh Chaerin. Aku dan Chaerin juga bersama-sma menjalankan
perusahaan.
“sadarlah!! 4 bulan ini anda hanya belajar. Bukan menjalankan perusaahaan”kata Chaerin menyadarkan lamunanku. Ya, 4 bulan ini dia dan wakil Jang yang mengatasi dan menjalankan perusahaan ini dengan wajah datarnya yang selalu tanpa expresi.
“ hey, bisakah wajahmu dirubah? aku bosan melihat wajah datarmu. Apakah kamu terkena penyakit “tidak dapat tersenyum”?”katakuku sambil tersenyum nakal.
“Lee Seung Hyun! Cukup!” bentaknya dengan wajah yang lagi-lagi tidak ada expresi.
“oppa!! Kamu lupa menambahkan kata “oppa” dikalimatmu.” Kataku. Sambil menunjuknya dengan pulpen ditanganku.
“ha. Ha. Ha. Oppa? Yang benar saja!” jawabnya.
“ketawa, marah dan memang tidak punya expresi wajah.” Kataku.
“anda sudah ada kemajuan tentang berbisnis. sepertinya anda bisa menjalankan bisnis besok. Pagi ada rapat jadi anda yang akan memimpin rapatnya sebagai permulaan.”katanya sambil membereskan buku dan tabletnya.
“siap!”kataku.
“sadarlah!! 4 bulan ini anda hanya belajar. Bukan menjalankan perusaahaan”kata Chaerin menyadarkan lamunanku. Ya, 4 bulan ini dia dan wakil Jang yang mengatasi dan menjalankan perusahaan ini dengan wajah datarnya yang selalu tanpa expresi.
“ hey, bisakah wajahmu dirubah? aku bosan melihat wajah datarmu. Apakah kamu terkena penyakit “tidak dapat tersenyum”?”katakuku sambil tersenyum nakal.
“Lee Seung Hyun! Cukup!” bentaknya dengan wajah yang lagi-lagi tidak ada expresi.
“oppa!! Kamu lupa menambahkan kata “oppa” dikalimatmu.” Kataku. Sambil menunjuknya dengan pulpen ditanganku.
“ha. Ha. Ha. Oppa? Yang benar saja!” jawabnya.
“ketawa, marah dan memang tidak punya expresi wajah.” Kataku.
“anda sudah ada kemajuan tentang berbisnis. sepertinya anda bisa menjalankan bisnis besok. Pagi ada rapat jadi anda yang akan memimpin rapatnya sebagai permulaan.”katanya sambil membereskan buku dan tabletnya.
“siap!”kataku.
Rapat
selelsai. Aku banyak mendapat pujian karena mengeluarkan pendapatku dan
memberikan solusi untuk masalah perusaahan yang baru terjadi. Ya, memang
menjalankan perusaahan seperti permainan. Bila aku dapat melewati setiap level
masalahnya maka aku akan menang dan mendapat kepuasan tersendiri karena telah berhasil
melewati rintangannya.
“dimana gadis
berwajah datar itu?”tanyaku kepada wakil Jang. Wakil jang terlihat bingung.
“sekertaris LEE CHAERIN.” Lanjutku.
“dia melanjutkan sekolah ke Amerika siang ini dia berangkat untuk pendaftaran dan melihat universitasnya.”jelas wakil Jang.
Tanpa sadar aku langsung melangkah pergi ke bandara. Tapi, aku tidak menemukan gadis itu bahkan nomornya tidak aktif. Aku belum mengerti kenapa aku mengejarnya hingga begini.
“sekertaris LEE CHAERIN.” Lanjutku.
“dia melanjutkan sekolah ke Amerika siang ini dia berangkat untuk pendaftaran dan melihat universitasnya.”jelas wakil Jang.
Tanpa sadar aku langsung melangkah pergi ke bandara. Tapi, aku tidak menemukan gadis itu bahkan nomornya tidak aktif. Aku belum mengerti kenapa aku mengejarnya hingga begini.
1
tahun kemudian.
“ayah kenapa membuat acara kekanakan ini?”tanyaku kepada wakil Jang.
“maksud anda apa tuan?”tanyanya kembali.
“kamu begitu hebat berbisnis tapi kenapa tidak dapat berkomunikasi?”kataku pelan dan meninggalkannya. Ayah naik ke podium dengan gadis yang aku kenal. Tapi, gadis itu terlihat berbeda. Dia tersenym dengan indah.
“perkenalkan gadis cantik di sampingku adalah anakku, LEE CHAERIN. Dia sedang menjalani tittle Masternya di Amerika. Tapi, untuk beberapa saat ini dia sedang libur dan akan membantu menjalankan perusahaan beberapa waktu ini.”jelas ayah. Aku segera pergi dari pesta ini.
“ayah kenapa membuat acara kekanakan ini?”tanyaku kepada wakil Jang.
“maksud anda apa tuan?”tanyanya kembali.
“kamu begitu hebat berbisnis tapi kenapa tidak dapat berkomunikasi?”kataku pelan dan meninggalkannya. Ayah naik ke podium dengan gadis yang aku kenal. Tapi, gadis itu terlihat berbeda. Dia tersenym dengan indah.
“perkenalkan gadis cantik di sampingku adalah anakku, LEE CHAERIN. Dia sedang menjalani tittle Masternya di Amerika. Tapi, untuk beberapa saat ini dia sedang libur dan akan membantu menjalankan perusahaan beberapa waktu ini.”jelas ayah. Aku segera pergi dari pesta ini.
Seseorang
mengetuk ruang kerjaku dan seorang gadis keluar dari balik pintu.
“apa yang kamu lakukan disini?”tanyaku.
“hanya ingin menyapa.”jawab Chaerin dengan wajah datar.
“kalau begitu kamu keluar saja.”kataku dan dia keluar. Dia banyak berubah, bahkan dia tidak marah kepadaku. Apakah dia saudara tiriku?
“apa yang kamu lakukan disini?”tanyaku.
“hanya ingin menyapa.”jawab Chaerin dengan wajah datar.
“kalau begitu kamu keluar saja.”kataku dan dia keluar. Dia banyak berubah, bahkan dia tidak marah kepadaku. Apakah dia saudara tiriku?
Ayah
menghampiriku dengan membawa peralatan golfnya.
“semenjak Chaerin datang kau tidak pernah menemuiku. Kamu tidak mau menemuiku karena kamu punya saudara tiri atau karena saudaramu Chaerin?” kata aboji sambil memukul bolanya.
“dia saudara tiriku?? Ayah menghianati ibu?”kataku dengan kesal.
“tentu saja ..”kata aboji.
“aku kecewa dengamu”kataku sambil berjalan pergi dan mengambil peralatan golfku.
“tentu saja tidak mungkin aku menghianati ibumu. Chaerin anak sahabatku. Orang tuanya meninggal sejak dia 5 tahun. Dia di besarkan oleh bibi dan pamannya. Tapi, sekarang aku ingin menjadikannya anakku.”kata aboji dan aku berhenti melangkah.
“apakah itu benar?”tanyaku.
“tentu saja. Kalau kamu mau kami akan menjalani tes DNA. Aku segera memberitahumu agar kamu tidak terlambat.”kata aboji.
“kenapa?”tanyaku.
“Chaerin akan kembali ke Amerika. 30 menit lagi dia di Amerika dalam waktu yang sangat lama.”kata aboji sambil melihat jam tangannya.
“dimana dia sekarang, aboji?”tanyaku.
“dia masih dirumah untuk membereskan barang-barang.”kata ayah. Aku berusaha secepat mungkin menuju ke rumah.
“semenjak Chaerin datang kau tidak pernah menemuiku. Kamu tidak mau menemuiku karena kamu punya saudara tiri atau karena saudaramu Chaerin?” kata aboji sambil memukul bolanya.
“dia saudara tiriku?? Ayah menghianati ibu?”kataku dengan kesal.
“tentu saja ..”kata aboji.
“aku kecewa dengamu”kataku sambil berjalan pergi dan mengambil peralatan golfku.
“tentu saja tidak mungkin aku menghianati ibumu. Chaerin anak sahabatku. Orang tuanya meninggal sejak dia 5 tahun. Dia di besarkan oleh bibi dan pamannya. Tapi, sekarang aku ingin menjadikannya anakku.”kata aboji dan aku berhenti melangkah.
“apakah itu benar?”tanyaku.
“tentu saja. Kalau kamu mau kami akan menjalani tes DNA. Aku segera memberitahumu agar kamu tidak terlambat.”kata aboji.
“kenapa?”tanyaku.
“Chaerin akan kembali ke Amerika. 30 menit lagi dia di Amerika dalam waktu yang sangat lama.”kata aboji sambil melihat jam tangannya.
“dimana dia sekarang, aboji?”tanyaku.
“dia masih dirumah untuk membereskan barang-barang.”kata ayah. Aku berusaha secepat mungkin menuju ke rumah.
“Chaerin!!”
teriakku panik dan chaerin keluar dari kamarnya.
“ada apa? Kenapa berteriak?”katanya bingung.
“saranghae! Aku mohon jangan pergi”kataku sambil memelukny erat.
“ada apa?”katanya dan berusaha melepaskan pelukanku.
“I LOVE YOU! Aku rindu wajah dinginmu, aku rindu amarahmu. Tetaplah di sisiku, menemaniku dan jangan pergi.”kataku.
“benarkah?”tanyanya.
“tentu saja. Aku akan mengabulkan keinginanmu. Tapi, kamu jangan pergi.”kataku.
“kalau begitu lepaskan pelukanmu.”katanya dan aku melepaskan pelukanku.
“aku tahu kamu cinta padaku. Tapi”katanya.
“apa kamu tidak menyukaiku?”tanyaku dan dia mengaguk pelan. Wajahnya tidak terlihat kaget, wajahnya tetap dingin tanpa expresi.
“maafkan, sikapku!”kataku sambil berbalik pergi menginggalkannya walau kaki ini terasa lemah.
“aku tidak menyukaimu. Tapi, aku juga cinta padamu.”katanya dengan wajah yang sama, tanpa expresi. Aku memeluknya kembali.
“benarkah kamu mencintaiku? Sulitku percaya. Sikapmu membuatku ragu tentang perasaanmu padaku.”kataku.
“maafkan aku yang begitu dingin padamu, tapi hanya begitu cara agar kamu peduli padaku, melihatku.”katanya.
“tidak apa-apa. Tapi, apakah kamu jadi pergi?”tanyaku.
“kemana?”tanyanya bingung.
“Amerika.”kataku.
“untuk apa?”tanyanya bingung.
“bukankah..”tanyaku bingung.
“sekarang kuliah bisa online. Apakah kamu mengira internet hanya untuk bermain game?”katanya dengan nada kesal.
“sudahlah, jangan marah. Suasana ini sangat indah. Kamu merusaknya dan aboji telah menipuku karena mengatakan kamu akan pergi.” Kataku.
“kamu yang memulainya.”katanya kesal dan lepas dari pelukanku.
“kamu”kataku.
“kamu duluan”katanya semakin kesal.
“bila kamu mengatakannya dari awal tidak akan jadi seperti ini.”kataku.
“Lee Seung Hyun!”katanya dengan nada mengancam.
“panggil aku oppa.”pintaku.
“jangan bercanda! Oppa? Yang benar saja. Itu tidak co..”katanya terputus karena kecupan yang ku berikan dikeningnya.
“hahaha....... ternyata begini cara mendiamkan omelanmu? Kamu marah saja setiap saat, agar setiap saat juga aku akan menciummu. Hey, jangan melihatku dengan tatapan begitu! itu membuatku takut. Ingat, sekarang kamu ini wanitaku! Jadi menurutlah”kataku dan memeluknya lagi.
END
catatan: FF ini pernah menang lomba FF di page VIP INDONESIA tahun 2012 dalam rangka ulang tahun seungri dan pernah diposting di grub FF FB
“ada apa? Kenapa berteriak?”katanya bingung.
“saranghae! Aku mohon jangan pergi”kataku sambil memelukny erat.
“ada apa?”katanya dan berusaha melepaskan pelukanku.
“I LOVE YOU! Aku rindu wajah dinginmu, aku rindu amarahmu. Tetaplah di sisiku, menemaniku dan jangan pergi.”kataku.
“benarkah?”tanyanya.
“tentu saja. Aku akan mengabulkan keinginanmu. Tapi, kamu jangan pergi.”kataku.
“kalau begitu lepaskan pelukanmu.”katanya dan aku melepaskan pelukanku.
“aku tahu kamu cinta padaku. Tapi”katanya.
“apa kamu tidak menyukaiku?”tanyaku dan dia mengaguk pelan. Wajahnya tidak terlihat kaget, wajahnya tetap dingin tanpa expresi.
“maafkan, sikapku!”kataku sambil berbalik pergi menginggalkannya walau kaki ini terasa lemah.
“aku tidak menyukaimu. Tapi, aku juga cinta padamu.”katanya dengan wajah yang sama, tanpa expresi. Aku memeluknya kembali.
“benarkah kamu mencintaiku? Sulitku percaya. Sikapmu membuatku ragu tentang perasaanmu padaku.”kataku.
“maafkan aku yang begitu dingin padamu, tapi hanya begitu cara agar kamu peduli padaku, melihatku.”katanya.
“tidak apa-apa. Tapi, apakah kamu jadi pergi?”tanyaku.
“kemana?”tanyanya bingung.
“Amerika.”kataku.
“untuk apa?”tanyanya bingung.
“bukankah..”tanyaku bingung.
“sekarang kuliah bisa online. Apakah kamu mengira internet hanya untuk bermain game?”katanya dengan nada kesal.
“sudahlah, jangan marah. Suasana ini sangat indah. Kamu merusaknya dan aboji telah menipuku karena mengatakan kamu akan pergi.” Kataku.
“kamu yang memulainya.”katanya kesal dan lepas dari pelukanku.
“kamu”kataku.
“kamu duluan”katanya semakin kesal.
“bila kamu mengatakannya dari awal tidak akan jadi seperti ini.”kataku.
“Lee Seung Hyun!”katanya dengan nada mengancam.
“panggil aku oppa.”pintaku.
“jangan bercanda! Oppa? Yang benar saja. Itu tidak co..”katanya terputus karena kecupan yang ku berikan dikeningnya.
“hahaha....... ternyata begini cara mendiamkan omelanmu? Kamu marah saja setiap saat, agar setiap saat juga aku akan menciummu. Hey, jangan melihatku dengan tatapan begitu! itu membuatku takut. Ingat, sekarang kamu ini wanitaku! Jadi menurutlah”kataku dan memeluknya lagi.
END
catatan: FF ini pernah menang lomba FF di page VIP INDONESIA tahun 2012 dalam rangka ulang tahun seungri dan pernah diposting di grub FF FB







