jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 05 September 2012

AKU PANGERAN YANG DATANG JAM 12 MALAM

Aku Jiyong. Aku cowok yang lagi menyukai wanita yang selama ini namanya selalu dihatiku.handponeku berdering, seperti biasa dia menelponku.

"ada apa?"kataku

“jingyo, cowok cakep banget dirumah. temannya oppa seung hyun Rasanya mau aku bungkus.”katanya lewat telepon.
“bungkus! Awetin simpen di kulkas”kataku.
“hahahaa.... aku dengar jingyo pulang 4 bulan lagi ya?”tanyanya.
“ne”
“tanggal?”
“belum pasti juga. chaerin, nama itu cowok kamu udah tau?” tanyaku.
“belum” katanya.
“lalu apa rencamamu?”
“aku diamin saja dulu, aku tidak mau terlalu ketawatan mengejarnya”
“hahaha... good girl!!”
“jingyo, udah dulu ya..? ngantuk ni”katanya.
“ia. Bye!”
“bye!”katanya.
saat dia mematikan teleponya saat itu juga aku memikirkannya lagi. kenapa dia begitu tidak menyadari perasaanku selama ini.

keesokan malamnya chaerin menelponku lagi.
“dia yang SMS aku duluan, jingyo. Ye.. walau aku suka aku tak akan SMS cowok duluan”katanya dengan penuh semangat.
“hehehe.. aku tau kamu. Bagus! Jangan terlalu lihatkan rasa tertarikmu!”kataku. walau aku menyukainya aku juga ingin yang terbaik untuknya, aku tidak ingin memaksanya.
“dia tipe aku banget, buat aku meleleh”ceritanya lagi.
“hahaha... kamu punya temen cewek tidak?”kataku mulai menggodanya.
“aku gak punya temen, selain kamu. Kenapa? Kalau ada kamu mau deketin temanku ya?”
“tidak begitu. Artinya Itu cowok tidak mengincar temanmu”
“hep! Jangan jahat gitu! Akukan jadi sedih”
“saat dia datang kamu pake pakaiyan yang seksi ne...”
“anni! ngapain.aku malu tampil sexy.”katanya dengan nada malu-malu.
“buat ngecek aja. Mana tau dia gay.HAHAHAHAHA....” kataku tertawa dengan puasnya.
“Jingyo, ku BASMI kamu !!”katanya kesal.
“hahahahaha.........”
“udah puas ketawain aku?”katanya dengan nada yang masih kesal.
“udah. Hahahahaha.... jangan terlalu cepat ambil keputusan!”kataku berusah menasehatinya.
“ia, oppa. 2 hari lagi jingyo jadi pulang?”katanya sedikit manja.
"ia. jemput aku ya.."kataku.
Kedekatanku dengan chearin memang sedikit aneh. Aku menyukainya tapi, aku belum bisa mengatakan perasaanku. Bila dia hanya menggap aku sebagai oppanya bila dia merasa lebih nyaman aku akan mengalah.
Aku bersantai dikamar sambil mendengarkan musik. Tapi, chearin meneleponku dan segera aku menjawab teleponya.
“jingyo, dia punya cewek dan aku hanya jadi yang sementara, selingkuhan”katanya terdengar seperti menahan tangis.
“tenang, chearin! Tenang, cowok tidak dia saja. Kamu kenal dia juga seminggu pasti rasa sakitny cepat hilang”kataku berusaha menenangkanya.

Aku menunggu di Bandara, aku melihat dia bersama appanya, melihat wanita yang sejak dulu ada dihatiku. Dia dan appanya memperhatikkan setiap orang yang keluar dari pintu. Dan aku berjalan kearahnya sambil memegang bahunya.
“ayo, pulang!”kataku. Dia terlihat kaget malihatku.
“kamu siapa?”tanyanya.
“hay. Apa kamu tak mengenali oppa sendiri?”tanyaku.
“jingyo?”
“yah, ini aku. ”kataku dengan tersenyum.
“aku disini. Ayo, ikut! kamu sungguh berubah jiyong.”kata Ayahnya dengan kaget.
Aku duduk disampingnya, dikursi belakang. dia memperhatikanku.
“hey, kamu binggung dengan penampilanku?”kataku dengan senyuman.
“ia. Aneh saja seorang artis berpenampilan seperti ini, sungguh luar dugaan”jawabnya polos.
“apa kamu tak melihat foto di akunku?”
“tidak”
“kenapa?”
“aku tidak sekurang kerjaan seperti itu”
“benarkah?”
“ngomong-ngomong apa kamu bawa gelang yang aku pesan?”tanyanya.
“ne”
“bagus kalau begitu.”jawabku.
“kamu tak menayakan perjalanku?”
“tidak. Karena semua perjalanan pasti sama.”jawabnya sedikit menyebalkan dan cuek tapi, aku hanya tersenyum karena ini yang membuat aku suka denganya.
saat kami sampai dirumahku aku segera turun dan menurunkan koperku. omma sibuk sehingga tak dapat menjemputnya. Saat omma langsung datang menghampiriku dan memeluk chaerin.
“lah, chaerin kemarin tidak datang? padahalkan tante udah minta mamamu mengizinkan kamu menginap dirumah tante.”kata tante sambil mengusap-usap punggungnya.
“maaf, ajumma. Habis chaerin ada ujian paginya”jawab chaerin lembut.
“ma, udah pelukannya. Anak omma yang baru pulang itu jiyong, ma. Kalo tidak jadikan saja chaerin anak omma”.kataku
“ide bagus. chaerin punya pacar?”tanya omma.
“em.. tidak punya ajumma”jawabnya.
“ya sudah besok nikah sama jiyong saja biar kamu jadi anak ajuma”kata omma sambil tertawa.
“omma!”kataku.
“kamu keanpa? Keberetan? chaerin saja tidak keberatankan? ”kata omma.
“tanya dulu sama appanya”kata ajussi.
“kamu mau kan anakmu untukku?”kata omma lagi-lagi mengodaku.
“tentu saja. jiyong itu sudah masuk kesyarat menantuku”kata ajussi.
“ah, ya sudah. Nikahin saja kami besok. appa, restui aku ne?”kataku kepada ajussi. Semua jadi tertawa. mereka mengagapnya ini hanya lelucon sebenarnya ini kata hatiku.

Paginya aku sudah didepan rumah chaerin.
“wae?”tanyanya.
“aku ingin mengantar dan menjemputmu ke kampus setelah itu kita jalan-jalan. Bagaimana?”tawarku.
“bisa!”jawabnya tersenyum.
aku membantunya membukakan pintu mobil.
“waktumu masih banyak?”tanyaku.
“lumayam, karena naik mobilmu aku jadi cepat 30menit.”jawabnya.
“temanin aku berkeliling ya?”kataku.
“bisa! tapi, apa tidak menarik perhatian?”katanya. aku menarik tanganya sambil kami berjalan perlahan.
"ini bukan di Korea"kataku.
"banyak orang yang melihat kita."kata chaerin.
"Tapi, aku tak peduli."kataku. patah hatinya terakhir membuatku ingin mencoba meraih hatinya agar dia tidak terluka lagi.
 Setelah 30 menit berlalu kami kembali ke tempat mobilnya parkir.
“em..aku kuliah dulu, kamu pulang saja”katanya sambil melihatku lalu terdiam sesaat.
“ada apa?”kataku sambil memegang keningnya.
“tidak apa-apa”katanya.
“kenapa dari tadi tidak menjawabku?”kataku.
“chaerin baru ingat sama tugas, jadi tadi chaerin kepikiran.”jawabnya sedikit terbata-bata .
“oh, ya udah. Aku pulang dulu nanti aku jemput”kataku. chaerin mengaguk dan 2 wanita menghampiri.
“siapa? Pacarmu?”kata temannya .
“akhirnya kamu punya pacar juga”kata temanya satu lagi.
"ini jiyung oppa. jingyo ini minzy dan sandara."kata chaerin mengenalkan temanya.
“cekep. kalian terlihat serasi”kata minzy.
“dia seniorku saat SMA, kami seperti kakak dan adik”jelas chaerin.
"jingyo, aku masuk dulu."kata chawrin pamit. walau hatiku sedikit perih saat dia mengatakan kami seperti adik dan kakak tapi, aku tetap berusaha tersenyum untuknya.

Seperti yang di janjikan aku datang menjemput chaerin. Sebelum pulang aku mengajak chaerin makan di rumah makan thailand.
“bayarin ya?”tanyanya sedikit dengan wajAh memelas.
“ia”jawabku.
“janji ya?”
“ia”
“hehehe.... aku sayang Jingyo. Kamu oppa terbaik”katanya.
“kalo di kasih gratisan bilang sayang, kalau di cuekin bilang mau bunuh aku”kataku.andaikan aku tidak mendengarkan kalimat terakhirmu tadi.
“damai!”katanya sambil tersenyum.


aku menjemput chaerin seperti biasa.
“jingyo, aku selalu menceritakan segalanya tentang hidupku kamu juga begitu. Tapi, kamu tak pernah menceritakan tentang kisah cintamu”tanyanya.
“hem, kisah cintaku lebih buruk darimu.”kataku.bagaimana aku mengatakanya padamu, karena wanita itu kamu.
“ceritakan..”katanya dengan nada dan wajah yang manja.
“aku tak mau membuatmu menangis karena kisahku”kataku sambil memperbaiki posisi poni chaerin.
“ya sudah kalau begitu”katanya. Dia tersenyum.

kami ke sebuah restoran dipinggir jalan karena ini sudah lewat jam makan siang tapi, chearin juga belum makan.
“hey, chaerin! Sama siapa?”kata namja yang tiba-tiba datang menghampiri kami.
“eh teayang, senior kita dulu. Kok kamu disini?”tanya chaerin.
“ia? bukanya aku selalu ada di hatimu”kata taeyang.
“tae, aku meleleh. Apa kabar ni?”kata chaerin.
“baik. Aku lagi sibuk ni.”kata taeyang.
“sibuk ngapain?”tanya chaerin penuh semangat..
“aku lagi ada proyek”kata laki-laki itu.
“kalo ada kerjaan bilang dong, aku juga mau ada sampingan. Proyek apaan?”kata chaerin.
“proyek mengukir kamu dihatiku”kata laki-laki itu sambil senyum nakal.
“hey, bercanda terus”kata chaerin.
“aku duluan ya, beb. Udah di tunggu ini sama teman-temanku dilantai dua”kata laki-laki itu sambil berjalan menjauh
“heh,aku di sini!”kataku. chaerin terkekeh pelan.
“asik banget ya? Dia siapa?”tanyaku dengan rasa cemburu. tentu saja aku cemburu.
“hehehe... teman lama”
“teman apa?”
“SMA.”
“Dulu dekat banget ya?”
“gak”
“kok sekarang dekat banget?”
“dia pernah hubungin aku lagi dulu, buat bantu dia bikin tugas kuliahnya. Makanya jadi lebih dekat”
“oh, tapi aneh saja kamu gak cerita”
“ih, cerewet banget. Jingyo suka dengan aku ya?”
“tentu saja. Kalo gak suka gak mungkin selama ini aku selalu ada di sampingmu, menjadi oppa untukmu” kataku.
“hehehe... ia”kata chaerin tersenyum kaku.
“besok kamu ulatahkan?”tanyaku untuk memecah suasana.
“masa? Benarkah??”tanya chaerin kepadaku.
“ia. Kamu mau kado apa?”tanyaku.
“jingyo, kenapa memberikan aku kado?”
“karena oppamu. Kamu ingin memberikan kamu kado yang sangat berharga?”
“jingyo suka denganku?”
“tidak mungkin aku suka padamu”kataku. aku tidak mungkin suka padamu karena aku cinta padamu. tapi, chaerin sudah berlari pergi meninggalkanku.


 Aku melihat jam ternyata jam 11.35 dan aku selalu berusaha menelpon Chaerin dari tadi tapi, dia tidak mengangkat teleponku. aku meminta omma chaerin untuk membangunkan chaerin.
  tidak lama chaerin berjalan di tangga, dengan wajahnya yang ngantuk dia terlihat bagitu lucu.
“chaerin, Aku tak mungkin menyukaimu karena aku benar-benar cinta gila denganmu. aku sangat suka kamu. Maaf, aku salah! Ini bukan suka tapi cinta yang tidak biasa. Aku tidak dapat mengusir kesepian tanpamu. aku selalu siap mendengarkan rencana kamu, marahmu, kesalmu ,dan bahagiamu.”kataku dan menghampirinya.
“bercandakan?”tanyanya.

“saat bertemu denganmu disekitarmu seperti kembang api, begitu cantik. kamu cewek yang dimataku terlihat sedikit kuat, berani dan lucu. Tapi kamu,  Meninggalkan sebuah lubang hitam tak berujung di hatiku.
What should I say? Tell me, what else can I do for you! Aku merasa terbebani saat jauh darimu.” Kataku.
“jingyo, kamu bohongkan?”tanyanya sambil meneteskan air mata.

“Katakan padaku, apa lagi yang bisa saya lakukan untuk kamu? Agar kamu percaya bahwa aku sungguh-sungguh”kataku. dia menggeleng dan menangis.
“ aku ingin lebih dari kakak untukmu. Maukah kamu jadi pacarku?”kataku kepadanya.
“aku mau”jawabnya sambil menangis dan aku memeluknya.
“tapi, setelah kamu lulus kita nikah ya? Makanya cepat kamu lulusnya”godaku.
“hey, jangan asal bicara! Aku tak mau secepat itu. Lagian orang tuaku pasti tak setuju”katanya
“kamu salah. Ayah dan ibu sangat setuju malah ingin membuat pernikahan kalian secepatnya, jiyong udah merencanakannya dengan ayah dan ibu sejak setahun lalu..”kata ayah dengan senyuman.
“jingyo, ibumu menyorot kita dengan kamera!”kataku sambil menyembunyikan wajahku di bahunya. 
“omma, menantumu malu. Jadi jangan shooting lagi”kataku tertawa pelan dan chaerin memukulku pelan.

END

ini FF sky dragon pertamaku. hoho.. banyak typo dan memalukan. tapi, karena ini aku mulain menulis FF.
author: kim adisty
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar