jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 10 Juli 2013

MISSION : TO LOVE YOU


Judul : MISSION : TO LOVE YOU
Author: Mahardika putri
Genre: romance
Rating: T
Cast: Hyun Hye Ji (OC)
Seungri BIG BANG
support cast: TOP BIGBANG
cuap-cuap: FF ini req dari Megha onnie. Ini buatnya sudah dimulai sejak lama sebelum Dika ganti PP ini. tapi, pengetikan di hentikan karena cedera pada tangan Dika. Mian bgt lama Dika hibernasinya. Mian, g da mauksud buat jelekin Jepang. di ingatkan sekali lagi bahwa ini hanya FIKSI. Mian, kalau ada typo bertaburan melebihi choco chip di biskuit good time.

---------
Aku berada di sebuah salah satu outlite terdiam kaku. Disamping seorang namja dengan senyuman bahagia dibibirnya. Namja ini bernama Lee Seungri, dia memelukku dan menarik pinggangku hingga lebih dekat padanya. Aku menatapnya kaget tapi, dia hanya terenyum sambil menatapku dalam.
“senyumlah, sayang”katanya sambil tersenyum mesra padaku. Aku menatapnya dan tersenyum, membiarkan kilatan kamera terus menyinari kami. Namja disampingku memegang tangan kananku dengan tangan kanannya. Lalu tangan kami di letakkan di depan untuk menghalangi wajahku.
Cup. Dia mengecup pipiku lembut. Namja panda ini benar-benar membuatku malu. Aku rasa wartawan itu mendapatkan foto kami yang saling mengaitkan tangan yang terdapat cincin pernikahan.

@rumah
Disampingku seorang namja bersender pada bahuku, kami sedang menonton televisi bersama. Namja ini suamiku sejak beberapa minggu lalu, Lee Seungri. Tapi, dari awal kami dekat aku sudah tahu dia memang suka bermanja-manja seperti ini.
“Sung Hyo memang terlihat seperti anak kecil tapi, ternyata dia begitu menakutkan.”kata namja panda ini berkomentar tentang drama yang kami tonton.
“tapi, dia itu sangat baik walau caranya sedikit tidak biasa.”kataku.
“lihat, aku setuju dengannya! Sung Hyo itu memang psicho!”kata namja panda sambil menunjuk yeoja blonde yang sedang bertengkar dengan yeoja bertubuh kacil yang ada di televisi.
“panda, kau bisa diam tidak?”kataku mulai kesal.
“tidak. Kecuali..”katanya terputus dan mencium bibirku dalam sekejap.
“kau menutup bibirku dengan bibirmu!”katanya tersenyum nakal.
“dasar panda otak porno!”kataku pura-pura kesal.
“sst!! Kau harus diam. Kau ingin aku melakukannya lagi agar kau diam?”katanya sambil meletakan jari telunjuknya di bibirnya dengan wajah serius.
“panda nakal! Aku ingin menonton”kataku dan dia hanya tertawa sambil kembali menonton.

Pagi ini kami berolahraga bersama berlari di taman. Wajah tampannya dengan keringat itu kenapa tidak terlihat menjijikkan malah terlihat sexy dimataku. Sial, panda ini memang begitu mempesona.
“wae? Kau lelah?”tanyanya padaku sedikit khawatir.
“annio”kataku mengalihkan mataku dari wajahnya.
“Seungri oppa!! Oppa!!”teriak beberapa yeoja yang berlari ke arah kami. Namja panda ini segera menatapku memberi intruksi untuk berlari lagi. Aku mengaguk pelan. Dia langsung menarik tanganku dan kami pun berlari bersama. Kami tertawa sambil berlari saat melihat fans-fansnya berlari mengejar dengan wajah yang sangat lucu, mereka saling menatap tajam ke fans yang lain untuk berlari lebih dulu. Aku dan Seungri oppa akhirnya berhasil masuk ke gedung apartemen kami. Seungri oppa menutup pintu, sedangkan aku sudah duduk dengan nafas tidak beraturan. Seungri oppa berjalan mendekatiku dengan nafas yang juga tidak beraturan.
“mereka semakin berbahaya!”kata Seungri oppa dengan senyuman manisnya.
“mereka seperti vampir haus darah.”kataku sambil berusaha mengatur nafasku.
“wae? Kau tak nyaman dengan mereka?”tanya Seungri oppa.
“asalkan mereka tidak menyerang, masuk kerumah, ke hotel tempat kau menginap dan tidak tiba-tiba bertindak yang aneh-aneh padamu. Melihat mereka mengejarmu begitu sangat lucu, berkerjar-kejaran seperti itu seperti bermain game yang ada di acara Runningman”
“gomawo, kau mengerti mereka. Mereka juga berarti untukku, kau mengertikan sayang?”kata Seungri oppa di depanku dan mengecup pucuk kepalaku.
“aku harus mandi. Tubuhku lengket semua!”kataku sambil beranjak dari sofa.
“kau ingin mandi bersamaku?”goda Seungri oppa.
“sireo! Panda mesum!”kataku sambil menjulurkan lidahku dan berjalan ke kamar. Seungri oppa hanya menatapku dengan tatapan memelas padaku. Dia itu terkadang memang seperti anak-anak, sangat cute.
Aku membuka pintu kamarku, tidak ada yang berubah dari kamar kami sejak kami tinggalkan tadi.
“sejak kapan anda disini, ketua?”tanyaku.
“baru saja.”kata seorang namja perpakaian santai menunjukan dirinya dari arah belakangku. Dia menatapku dengan tatapan lembut, bertanda dia kesini bukan karena posisinya dimarkas.
“pulanglah TOP oppa! Biar aku yang urus sendiri”kataku.
“kau? Kau mengurusnya sendiri? Aku tak yakin. Ini sudah hampir setahun. Kau sudah menikah dengannya dan memberikan tubuhmu untuk lelaki itu, aku rasa kau telah mencintainya hingga tidak bisa menyelesaikan misi ini, Hye Ji.”katanya sambil menatapku tajam seakan bisa mengoyak hatiku dan mengetahui rasahasia yangku tutupi rapat.
“aku berikan kau waktu satu minggu. Jika kau tidak bisa menyelesaikan misimu dalam satu minggu maka, bersiaplah melihat pria yang kau cintai itu terbaring kaku di peti mati.”katanya dengan nada pengancam dan tatapan tajam. Melihatku terdiam kaku dia pun loncat keluar dari jendela. Kami ada dilantai empat tapi, untuk orang terlatih seperti kami itu tidaklah sulit. Jadi aku tidak khawatir.

Sinar matahari pagi telah menyelimuti kami, berganti jaga dengan bulan. Aku membuka mataku perlahan. Tangan kekarnya melingkar tubuhku. Aku membalikkan tubuhku agar bisa melihatnya. Dia masih tertidur nyenyak. Aku mengecup bibirnya.
“ini salah! Seharusnya sang pangeran yang membangunkan sang putri.”katanya dengan mata terpejam dan semakin memelukku erat hingga semakin dekat dengan tubuhnya.
“yang aku tahu hanya ada cerita pangeran kodok. Belum pernah mendengarkan ada pangeran panda”ledekku dan dia terkekeh.
“mataku tidak seperti panda lagi. Kau tidak lihat, aku jadi semakin tampan? Ahk, aku lupa karena kau tidak bisa membedakan apa-apa tentangku. Karena dimatamu aku selalu tampan, Aku mengerti.”katanya santai hingga membuatku ingin tertawa. Tiba-tiba aku ingat kejadian kemarin, saat ketua memintaku menyelesaikan missiku.
“oppa, kau tahukan aku melakukan apapun tapi aku akan tetap mencintaimu.”kataku sedikit takut.
“ne”katanya memjamkan matanya kembali, menarik kepalaku hingga menempel pada dada bidangnya. Aku bisa mendengarkan detak jantungnya yang berdetak kencang.
“jika aku harus membunuhmu untuk mengelindungi bumi. Apakah kau memaafkanku dan tetap mencintaiku?”
“tadi kau bermimpi buruk?
“ne, oppa”kataku. Dia menurunkan posisi kepalanya hingga bibirnya dapat menyentuh bibirku.
“aku selalu percaya padamu. Aku tatap mencintaimu”katanya memelukku lebih erat lagi. Mianhae, oppa. Aku mencintaimu.

@meja makan
“oppa, makanlah sarapanmu! Bukankah nanti kau harus syuting?”kataku.
“kau memasak untukku lagi?”tanyanya dari kamar.
“aku tak suka kau terlalu lelah di dapur tapi, untuk dikamar itu tidak masalah”katanya keluar dari balik pintu dan memberikanku senyuman nakalnya.
“oppa!!”kataku sambil menatapnya tajam dan dia tertawa terkekeh.
“aku hanya bercanda sayang”katanya sambil mendekat kepadaku. Seungri oppa memelukku dari belakang dan mencium bahuku yang masih terlindugi baju.
“panda mesum, ini sudah waktunya makan. Kau ingin terlambat?”ancamku. Seungri oppa tersenyum manis.
“ngomong-ngomong kapan kita akan mempunyai anak? Bukankah kita sudah lima bulan menikah?”
“bersabarlah oppa.”kataku. Seungri oppa menyenderkan kepalanya di bahuku.
“kajja, kita makan oppa!”ajakku dengan senyuman manis untuknya. Maafkan aku oppa.

Flashback (Jepang, gedung National Intelligence)
Aku dengan percaya diri berjalan ditengah-tengah para pria mengunakan seragam kerjaku. Ne, aku memang berkerja di tengah-tengah namja. Aku masuk kesebuah ruangan. Dua atasanku sudah menunggu di ruangan itu. Saat aku menutup pintu mereka menatapku dengan gusar. Aku memberikan hormatku pada mereka. Aku segera duduk di kursi di hadapan mereka.
“kau tahu kan bila hallyu itu sudah berhasil mencuci otak remaja di Jepang. Remaja jepang sudah mulai meninggalkan budaya dan adat yang sudah sejak dulu diberikan pada mereka. Pihak kita sudah melaporkan ketidaknyamanan dengan hallyu yang semakin menguasai dunia penyiaran televisi karena membuat remaja fanatik pada mereka dan menurunkan pasaran produk Jepang. Pria ini namanya Lee Seungri. Awal debut dia di juluki panda karena lingkar matanya yang selalu tampak hitam. Dia adalah penyanyi, MC, dan pemain film. Sekarang dia menjadi MC disalah satu acara televisi di Jepang. Di Korea dia adalah sebuah icon dan daya tarik, seperti bunga sakura di Jepang. Walau ini terkesan sepele tapi, adanya hallyu sangat berdampak buruk bagi kita. Apa kau mengerti?”jelas ketua.
“haik!”jawabku.
“tugasmu adalah membuat dia percaya denganmu, mengorek semua informasi penting darinya dan kau membunuhnya. Kita harus menghilangkan penjajah yang membuat budaya kita hilang.”kata ketua.
Flashback end

@kebun binatang
“kenapa kau mengajakku ke sini?”tanya Seungri oppa sambil mendaki jalanan setapak menuju puncak gunung.
“bukankah kau lagi luang oppa. Tempat ini tidak begitu rame jadi kita bisa liburan bersama sekalian berkemah disini. Bukankah itu bagus?”kataku sambil tersenyum.
“Hye Ji, aku ingin punya keluarga seperti itu.”kata Seungri oppa terdiam. Arah matanya menatap satu titik. Sebuah keluarga yang kecil yang sedang istirahat untuk mendaki. Si anak kira-kira berumur lima tahun yang sedang rewel di gendong sang appa dan omma yang panik membuat susu dalam botol. Dia ingin anak dariku? Mianhae oppa, aku tidak bisa.
Baru saja kami membuat tenda dan duduk bersama karena berhasil membuat api unggun karena langit mulai gelap. Aku merasa kawananku berada disini. Sial! Aku lupa ini sudah satu minggu. Kenapa aku bisa lupa?
“kenapa hutan ini sepi sekali. Bahkan burung pun tak berbunyi.”kata Seungri oppa sambil melihat ke langit dan berdiri dari tempat duduknya, menjauh dariku.
“aku akan membuat burung-burung itu berterbangan agar kau dapat melihatnya oppa.”kataku sambil mengeluarkan pistolku. Ku arahkan pistolku ke arah Seungri oppa. Seungri oppa terlihat kaget saat tahu aku mengarahkan pistol padanya. Air mataku menetes.
Dorr!!
Aku rasa peluruku mengena di dadanya. Seungri oppa terjatuh di tanah.
“mianhae, oppa. Aku mencintaimu.”kataku burung-burung pun berterbangan menjauh berpindah tempat setelah mendengar suara ledakan dari pistolku.
“Akh!”teriakku kesakitan. Mereka menembak tepat diperutku. Aku tahu mereka akan menembakku hanya saja mereka mereka memakai pistol yang meredam bunyi jadi aku tidak tahu dari arah mana mereka akan menembakku. Aku terjatuh lemas, perutku seperti terbakar dan terus mengeluarkan darah. Dengan susah payah aku menyeret tubuhku hingga mendekati Seungri oppa. Sebelum aku bisa menyentuh tangan Seungri oppa mataku telah terpejam. Gwincana oppa, semua telah berakhir. Aku tak akan lagi muncul di hidupmu.

‪#‎tiga‬ tahun kemudian
(Serawak, kota Cina Malaysia.)
“disini panas. Kenapa betah sekali berada disini?”kata seorang namja sambil mengipasi dirinya dengan koran yang dia temukan dimeja tamu. Namja itu sedang berdiri di jendela dan mengipasi wajahnya.
“karena aku banyak bertemu dengan orang dan makanan disini enak.”jawabku dengan nada dingin.
“hanya makanan yang terpikirkan olahmu. Bagaimana dengan aku?”
“maafkan aku atas lukamu.”jawabku sambil memelihat jauh seakan-akan aku kembali ke tiga tahun lalu saat aku menembaknya.
“bukan itu maksudku. Kau hanya melakukan misimu dan kau hanya membuat goresan di dadaku tidak membuat peluru itu tertanam di tubuhku. Kau juga korban.”
“sebaiknya kau pulang Seungri oppa”kataku. Aku takut jika dia di dekatku. Takut kawananku kembali mengincarnya, melukainya lagi atau mungkin membunuhnya. Tapi, aku juga takut untuk menyadari diriku sendiri bahwa aku masih mencintainya seperti dulu dan aku pernah telah menembaknya dengan pistolku.
“kata perawat kau menghilang saat kau baru saja sadar dan kau masih butuh pengobatan. Sedangkan aku terkurung dirumah sakit walau aku sudah sembuh total.”katanya sambil duduk di sofa dan menatapku intens meminta penjelasan.
“lagian aku tak berharap kau menjengukku oppa. Kembalilah ke hotelmu.”kataku beranjak dari kursiku dan membukankan pintu.
“ini sudah tiga tahun. Apa kau sudah menemukan penggantiku?”tanyanya dengan tatapan lembut. Terlihat rasa sedih dimatanya. Walau dia sangat jago berakting aku sadar kalau itu bukanlah akting.
“lily, kenapa kau di luar? Eh, kenapa panda ini disini?”kata TOP oppa yang baru datang dan menatap Seungri oppa menyelidik.
“kau sudah pulang.”kataku sambil memberikan senyumku padanya. Namja di depan ku ini pun mencium pipiku lembut. Aku pun tertegun dan terdiam. TOP oppa pun memelukku.
“sebaiknya aku pergi sekarang”kata Seungri oppa. Beranjak dari kursinya dan melewati kami berjalan pergi.
“berhenti! Tetaplah disini!”kata TOP oppa.
“mereka melepasmu. Mereka sudah membebaskanmu. Mereka mengizinkanmu bersama panda ini asalkan kau tidak tinggal di Korea dan Jepang. Kau menetap saja disini sebagai Lily seperti ini.”kata TOP oppa.
“jinja?”tanyaku tak percaya.
“ne. Dan aku juga merelakanmu untuk kebebasanmu, Hye Ji. Aku jauh-jauh datang kesini hanya untuk mengatakannya padamu secara langsung. Aku pergi dulu, kalian pasti butuh waktu.”kata TOP oppa sambil memukul bahu Seungri oppa pelan. Aku tersenyum senang. Seungri oppa memelukku. Aku menangis bahagia karena akhirnya aku hidup bebas dan tenang.
“bisakah kita hidup dari awal? Aku ingin hidup dengamu lagi Hye Ji. Aku masih mencintaimu dan tetap mencintaimu.”kata Seungri oppa. Apakah aku masih bisa disisi namja baik-baik ini? Tuhan, izinkan aku untuk tetap berada disisinya.

END

Megha unnie mian, kalo hasil FF mengecewakan tapi, Dika sudah berusaha kok. beneran.

give me a tittle try #8


give me a tittle try #8

cast: SKY DRAGON, Seungri n Seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbedaannya cukup jauh. semoga chinggudeul suka.

AUTHOR POV
(flashback)
Seungri baru saja masuk ke rumahnya. Saat dia membuka pintu tak ada yang menyambutnya atau menjawab salamnya.
“hyung!”kata Seungri tapi, tidak ada balasan.
“aku senang sekarang kau sudah jadi tunanganku. Aku jadi ingin segera menikah denganmu”kata Taeyang sambil memeluk Chaerin.
“kita harus menunggu beberapa tahun agar kita bisa menikah karena aku tak ingin kuliahku terganggu, oppa.”kata Chaerin sedikit manja. Melihat itu Seungri hanya tersenyum getir lalu dia melangkah pergi.


Seungri yang sudah mabuk tidak sadar telah menelpon Chaerin.
“kenapa kau begini oppa?”tanya Chaerin cemas. Karena merasa ponselnya bergetar Chaerin pun segera meraih ponsel di tansnya.
“ah, ne oppa. Aku di cafe bersama Seungri oppa karena Seungri oppa menelponku. Seungri oppa sedang mabuk berat oppa, bisakah kau ke sini?”kata Chaerin.
“ne, aku akan menunggumu.”kata Chaerin setelah mendengar jawaban dari sebrang telepon.

Setelah beberapa menit Chaerin menunggu Taeyang pun datang. Baru saja Taeyang masuk ke cafe dia melihat Chaerin sedang berpelukan dengan Seungri. Awalnya Taeyang hanya merasa biasa saja karena dia tahu Seungri dan Chaerin memang akrab.
“Aku memang mencintaimu Chaerin. Sangat cinta”kata Seungri yang mabuk. Teyang segera mengehentikan langkahnya.
“aku tahu kau tak pernah mencintaiku. Aku tak keberatan kau perpacaran atau pun menikah dengan Taeyang hyung. Tapi, izinkan aku memelukmu seperti sekarang lebih lama lagi.”ucap Seungri lirih.
“kau jangan seperti ini oppa! Kenapa kau mengatakannya? Bukankah kita teman? Aku sudah menelepon Taeyang oppa, sepertinya sebentar lagi dia akan sampai. Aku mohon, lepaskan aku. Aku tak ingin Taeyang oppa salah paham”kata Chaerin binggung.
“ne, arraso”kata Seungri sambil melepaskan pelukannya dari Chaerin. Taeyang keluar dari cafe perlahan-lahan dan masuk kembali seakan-akan dia baru tiba disana dan tak mendengarkan apa-apa.

“Chaerin, kita berpisah saja”kata Taeyang tiba-tiba.
“kau bercanda kan oppa?”tanya Chaerin kaget.
“aku serius.”
“aku benar-benar ingin berpisah denganmu.”kata Taeyang lagi.
“waeyo oppa? Apa salahku?”tanya Chaerin tak terima.
“aku tak ingin melukai Seungri”kata Taeyang. Chaerin tentu saja kaget mendengarnya.
“kenapa dengan Seungri oppa. Bukankah ini hubungan kita.”
“aku tak sengaja mendengarkan percakapan kalian di Cafe. karena itu aku mohon kita berpisah saja.”
“aku mencintaimu oppa, jangan lepaskan aku! Jebal!”kata Chaerin mulai memelas dan air matanya hampir menetes.
“mianhae, Chaerin. Aku tak ingin egois. Aku tak bisa tidak mempedulikan perasaan Seungri yang mencintaimu.”kata Taeyang memohon agar Chaerin mengerti posisinya.
“itu tak akan terjadi oppa. Aku pura-pura kita tidak pernah membicarakannya dan kita tak pernah bertemu hari ini.”kata Chaerin marah dan pergi meninggalkan rumah Taeyang.

Hari ini Chaerin dan Taeyang bertemu kembali di sebuah Cafe. Chaerin memang bersikap seolah-olah tak pernah mendengar pernyataan Taeyang beberapa hari lalu, dia tetap bersikap wajar. Berbeda dengan Taeyang yang selalu berusaha untuk mengatakan kata “pisah” pada Chaerin lagi.
“aku mohon Chaerin! aku tak ingin melukai Seungri”kata Taeyang memohon.
“jadi bila kau melukaiku itu tidak jadi masalah untukmu oppa?”protes Chaerin.
“bukan begitu maksudku”kata Taeyang binggung untuk mengatakan dan menjelaskan pikirannya kali ini. Chaerin berdiri dari tempat duduknya.
“apakah cintamu palsu? Kau tak pernah sungguh-sungguh mencintaiku kan, oppa?”kata Chaerin sambil menangis, air matanya tak tertahankan sekarang.
“kau salah!”
“tidak! Yang aku katakan memang benar”kata Chaerin.
“kau salah paham, Chaerin”kata Taeyang meraih tangan Chaerin saat Chaerin baru saja melangkah keluar cafe.
“apa yang aku katakan benarkan? Kau memang tak pernah mencintaiku oppa.”kata Chaerin penuh emosi.
“diamlah Chaerin! diam! Ini tempat ramai.”kata Taeyang mencoba untuk membuat Chaerin diam. Taeyang berusaha meraih tangan Chaerin tapi, Chaerin selalu berhasil melepaskan tanggannya dari genggaman Taeyang. Chaerin berjalan memang penuh emosi hingga dia tidak sadar kalau sudah berjalan keluar dari trotoar. Suara klakson mobil terdengar sangat kencang, Taeyang dengan sigap menarik Chaerin agar tidak berada di jalan raya. Tubuh mereka sedikit berputar. Chaerin segera melepaskan genggaman tangan Taeyang. Tapi, tubuh Taeyang menjadi tidak seimbang hingga dia tertabrak mobil yang lainnya.
“ini karena aku ini salahku.”kata Chaerin terus menerus diperjalanan menuju rumah sakit.
“diamlah ini bukan salahmu”kata Taeyang pada Chaerin dengan lemah. Taeyang menghapus air mata yang mebahasi pipi Chaerin dengan lembut.
“aku mencintaimu Chaerin.”kata Taeyang lemah.
(Flash back END)

“aku yang menyebabkan dia mati.”kata Chaerin menangis.
“itu karena kecelakaan. Kau tak berhak menyalahkan dirimu sendri.”kata Jiyong sambil menatap Chaerin yang tiduran di rumput tepat di sampingnya. Chaerin menutup matanya dengan tanganya. Tapi, Jiyong sadar Chaerin sedang menangis sekarang.
“aku tahu sanagt berat untuk menceritakannya. Tapi, aku yakin setelah menceritakannya bebanmu menjadi lebih ringan.”nasehat Jiyong. Jiyong memang menjadi binggung apa yang harus dia lakukan agar Chaerin menjadi tenang.


TBC

Dika lgi males bgt nulis, kayany leptop Dika ada hantunya. ada saran biar Dika rajin ngetik?

give me a tittle try #7

give me a tittle try #7

cast: SKY DRAGON, Seungri n Seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbedaannya cukup jauh. semoga chinggudeul suka.

Aku sarapan dengan Seung Hyun hyung dan Chaerin baru saja turun dari tangga dengan senyuman.
“aku tak salah lihat?”tanya hyung binggung padaku.
“aku rasa tidak. Aku juga melihat penampakan eneh itu, hyung.”jawabku.
“Chaerin, adikku tersenyum?”
“ne, Hyung.”
“dia adikku? Bukan hantu?”
“tidak mungkin itu hantu hyung, ini masih pagi.”
“apa-apaan kalian ini.”tegur Chaerin sambil berjalan ke arah kami.
“aku hanya merasa ini tidak nyata. Jiyong, coba cubit aku.”kata Hyung. Aku segera mencubit tanggannya.
“Baka! Kau benar-benar mencubitku.(baka=bodoh,bahasa Jepang)”kata hyung sambil mengusap-usap tanggannya yang tadi kucubit. Kali ini terdengar suara Chaerin tertawa.
“hyung firasatku tidak enak. Apakah besok akan kiamat?”kataku.
“kau benar”balas hyung.
“kalian ini memintaku bangun dari tidur panjangku. Dan memintaku menerima semua kenyataan ini tapi, sekarang kalian meledekku.”kata Chaerin sambil mengunyah sandwich dengan cute.
“hanya saja kami belum terbiasa.”jawabku sambil melihatnya dengan tatapan masih binggung.
“ya, Jiyong benar. Aku suka kau ceria kembali.”kata hyung.
“oppa, aku berangkat dulu. Aku tak mau terlambat mengajar. Ahjussi, kau tak mengajar?”tanya Chaerin.
“ne!”kataku sambil mengambil tas kerjaku dan mengejarnya yang sudah di ambang pintu.

Aku dan Chaerin berjalan berdua menuju halte.
“kenapa kau melihatku terus ahjussi?”tanya Chaerin.
“aku hanya tidak terbiasa.”jawabku yang masih memperhatikannya.
“kalau begitu biasakan ahjussi.”jawab Chaerin tersenyum. Astaga, senyumannya.
“apa. Apakah kau akan berbicara dengan normal lagi?”tanyaku. kenapa aku jadi gugup?
“tidak mungkin secepat itu, ahjussi. Aku perlu waktu untuk mengembalikan seperti semula.”kata Chaerin. Aku jadi membenci senyumannya ini karena selalu membuat jantungku tak terkendali. Jika Seung Hyun hyung tahu maka dia akan membuangku.
“ahjussi, kemana mobilmu?”
“sudahku kembalikan pada temanku.”jawabku.
“itu bisnya sudah datang. Kajja!”katanya. Benar kata Ahjuma penjual bubur, Chaerin anak yang ceria.
Ini sudah seminggu Chaerin memang lebih ceria tapi, dia belum juga mau berbicara langsung kecuali dengan kami yang sudah tahu tentang kebenarannya. Setidaknya sekarang Chaerin lebih ceria.
“kau melihatnya dari tadi kau memperhatikan Chaerin trus hyung.”
“eh, kau Dae. Aku hanya penasaran dengan yeoja ini.”kataku sambil melihat Daesung yang tiba-tiba di sampingku.
“aneh. Bukankah kau hanya namja yang tertarik pada pena dan kertas?”ledek Deasung.
“walau aku penulis. Aku ini namja normal.”
“kau datang ke sini juga karena Chaerin kan?”
“bagaimana kau tahu?”
“matamu itu hyung, seakan-akan menempel pada Chaerin”kata Daesung tertawa pelan.
“dia bisa bicara kenapa malah memilih membisu”gumamku sambil memperhatikan Chaerin serius.
“kau.. kau tahu?”tanya Daesung kaget dan bola matanya membesar.
“kau. Kau juga tahu?”tanyaku tak percaya.

@ruangan Daesung.
“Taeyang, kekasih Chaerin sudah berkerja disini duluan saat orang tuaku yang mengelola yayasan ini. Dan Chaerin sering datang kesini hanya untuk bertemu dengan Taeyang ataupun bermain dengan malaikat-malaikat disini. Aku dan Taeyang sangat akrab jadi aku hampir tahu semua kisah mereka.”jelas Daesung.
“kau tahu dia bisa berbicara kenapa kau mau membantu dia berbohong pada semua orang?”selidikku.
“entah kenapa aku juga sangat kesal padanya saat itu. Aku membiarkan dia menyiksa dirinya sendiri. Aku yang membiarkan dia menghukum dirinya sendiri. Aku sadar, aku salah aku sudah beberapa kali melarangnya. Menyadarkannya bila kebisuannya tidak membuat Taeyang hidup kembali. Tapi, dia mengatakan, ‘hanya dengan cara ini aku merasa tidak membunuhnya’.”jelas Daesung dengan tatapan mata penuh sesal.
“Tapi, Seungri kini sudah kembali. Aku rasa dia sedikit lagi berhasil mengobati luka Chaerin.”kata Daesung yang kini tersenyum.
“maksudmu. Taeyang meninggal karena Chaerin dan kini Seungri yang membuat Chaerin bisa tersenyum kembali.”
“ne, secara tidak langsung Chaerin membunuh Taeyang. Apakah kau tak sadar, hyung? Semenjak Seungri kembali ke Korea dan selalu menemani Chaerin terlihat lebih bahagia. Mianhae, hyung. Aku rasa kau menyerah saja tentang Chaerin. kau pasti mengerti maksudku.”kata Daesung sambil menyentuh bahuku seakan-akan dia menyalurkan kekuatannya padaku.
“ini pertama kalinya aku begitu tertarik pada seorang yeoja. Aku tak akan menyerah sebelum Chaerin benar-benar menolakku.”kataku.
“Hyung, kenapa kau tak mencari saja yeoja yang pantas untukmu. Aku bukan bermaksud kasar. Umurmu 10 tahun lebih tua darinya hyung. Kau yakin dia akan menerimamu? Lagian Chaerin sekarang punya Seungri yang sudah di takdirkan untuknya”
“selama Chaerin tidak berfikir sepertimu, aku yakin dengan keputusanku. Oh ya, ketua gomawo informasinya!”kataku berjalan pergi dari ruangan Daesung.

Hukuman? Apa yang dibuat Chaerin hingga Daesung mengatakan secara tidak langsung Chaerin pembunuh Taeyang? Apakah Chaerin berselingkuh dengan Seungri lalu ketahuan dengan Taeyang dan dia bunuh diri? Itu tidak mungkin. Karena jika memang Chaerin menyukai Seungri dia tidak akan merasa bersalah dan tetap memikirkan namja yang bernama Taeyang. Kenapa yeoja kecil ini begitu rumit?
“lagi-lagi kau melamun Jiyong!”sapa Seung Hyun hyung sambil menyentuh bahuku.
“adikmu begitu rumit, hyung. Dia seperti labirin besar dan memiliki lebih 5000 liku”
“sudahku bilang, ‘jangan pikirkan adikku.’ Apa kau tak ada kenalan yeoja lain?”kata hyung sambil bersandar di pegangan balkon dan menghidupkan rokoknya.
“apakah salah aku menyukai adikmu hyung?”
“bukan salah, hanya saja sia-sia.”katanya sambil menghisap rokoknya dan menghembusakan asapnya.
“wae?”
“bagaimana kau bisa mendekatinya bila dia saja tidak mau mendengarkanku. Dia menyimpan rahasianya seorang diri. Aku rasa Seungri juga terlibat tapi, Chaerin mengubur rahasia itu seorang diri seakan-akan dia adalah tersangka dan hanya dia tersangkanya. Jadi, akan sia-sia saja jika kau mengejarnya”
“maksudanya apa? Kematian Taeyang lagi?”
“ne, karena itu penyebab keadaan seperti ini. Tapi, seperti yang aku katakan sebelumnya, ‘aku tak akan membantumu’”kata Seung Hyun hyung melangkah pergi meninggalkanku.
“apa sekarang kita ada di novel dektektif?”tanyaku. Hyung menghentikan langkahnya.
“mungkin saja.”katanya santai.

Ternyata mendekati Chaerin saat ada Seungri sangat sulit. Namja yang bernama Seungri itu selalu menatapku dengan tatapan mengancam. Apa dia lupa untuk menghormati yang lebih tua? Aku kan tidak melakukan apa-apa selain mencoba mendekati Chaerin. (author: hah? Sok polos lu bang! *dibuang bang GD)

Aku pulang bersama dengan Chaerin menggunakan bis. Ya, ini memang biasa tapi, yang membuat ini sedikit berbeda adalah setelah turun dari bis kami akan jalan-jalan ke pasar untuk membeli titipan Seung Hyun hyung. Kata hyung kulkas sudah kosong jadi dia meminta kami berbelanja di pasar. Aku tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
“boleh aku mengandengmu?”tanyaku pada Chaerin sedikit ragu.
“ini sangat rame aku tak mau kita saling mencari nantinya.”tambahku. Aku rasa ini alibi yang jitu karena Chaerin segara mengagukkan kepalanya.
“jangan yang itu! Aku tak suka brokoli!”kataku saat Chaerin memilih beberapa brokoli. Di taruhnya kembali brokoli itu di ambilnya buku dan pena lalu menuliskan sesuatu.

‘Kau kira aku membeli untukmu, AHJUSSI??’

Aku mengagukkan kepalaku setelah membaca tulisannya.
“tentu saja karena aku yang akan membayarnya”kataku. Chaerin kembali menuliskan sesuatu di kertasnya. tak lama Chaerin memberikan kerta itu padaku.

‘Sesukamu saja, ahjusssi. Tapi, aku akan membeli brokoli ini dan membayarnya sendiri. :P’

Aku melihat ke arahnya, dia sudah menerima sekantung brokoli dari penjual itu.
“kau keras kepala sekali!”kataku dan dia hanya menjulurkan lidahnya padaku. Dia terlihat sangat cute. Ini berbahaya! Jika bersama Chaerin aku lupa bahwa aku bukan remaja yang sedang jatuh cinta. Aku ini namja yang sudah dewasa, kenapa aku tak bisa menahan diriku untuk menyentuhnya?

“kau coba ini. Ini enak!”kataku sambil memasukkan kimci begitu saja ke mulutnya. Dia terlihat terkejut dan membesarkan bola matanya.
“wae? Kau tak suka?”tanyaku binggung. Tiba-tiba saja dia menyuapiku dengan kimchi juga.
“kau terlalu kasar menyuapiku, ahjussi.”kata Chaerin berbisik tapi, masih terdengar jelas olehku. Wajahnya terlihat kesal karena tinggkahku.
“kalau begitu lain kali aku akan menyuapimu dengan lembut. Apa kau mau?”godaku. Tangan Chaerin menyentuh bahuku lembut. Lalu dia berjalan begitu saja meninggalkanku.
“hai, Lee Chaerin. Kenapa kau mengelap tanganmu di bajuku? Bagaimana dengan saus kimchi yang menempel di bajuku?”kataku. Dia tetap berjalan duluan dan melambaikan tangan padaku.
“ini kimchinya!”kata ahjuma penjual kimchi itu padaku. Aku segera mengambil kimchi itu dan segera mengejar Chaerin.
“kau meninggalkanku. Bagaimana kalau di antara kita hilang?”tanyaku padanya.
Brukk.. seseorang menyenggol Chaerin dengan kasar hingga Chaerin terjatuh dan barang yang di bawanya sedikit berserakkan. Aku segera membantu Chaerin memunguti barang-barang itu.
“mianhae, Chaerin.”kata yeoja yang menabrak Chaerin tadi saat kami kembali berdiri.
“aku tak menyangka semudah itu kau mendapatkan pengganti Taeyang oppa. Setelah menyakiti Taeyang oppa, kau mendekati Seungri oppa, dan ternyata kini kau bersama dengan namja lain. Kau lupa dosamu yah? Atau kau merasa tak berdosa? Kau benar-benar yeoja menakutkan, Chaerin.”kata Yeoja itu penuh amarah dan jalan melewati kami. Barang-barang yang Chaerin bawa kembali terjatuh lagi di tanah. Beberapa orang yang berjalan di dekat kami melihat kami.
“Chaerin, ada apa? Ayo, pulang! Bukankah oppamu sudah menunggu kita?”kataku sambil sediit mengoncangkan tubuhnya. Aku melihat yeoja itu, dia tersenyum sinis ke arah kami. Kenapa misteri ini belum terpecahkan? Ini terlalu rumit untukku yang bukan seorang dektektif.

Sesampai dirumah Chaerin begitu saja masuk dalan langsung menuju kamarnya. Semenjak kejadian tadi dia tak berbicara lagi padaku. Dia juga tak menangis. Yeoja kecil itu lagi-lagi menahan emosinya.
“kenapa sayurannya kotor!”kata hyung dari dapur.
“tadi Chaerin terjatuh.”jawabku.
“ ah, ne. Dia aneh. Apa yang terjadi?”tanya hyung. Dan aku segera menceritakan kejadian tadi pada hyung. Bagaimana pun juga hyung juga harus tahu.
“ah, yeoja ular itu masih juga menggagu Chaerin ternyata.”geram hyung.

Setelah aku tahu Chaerin tidak datang mengejar, aku segera mencarinya sepulang mengajar. Dugaanku tepat, dia di tempat latihan tinju dan sedang “bermain” dengan sansak. Aku melihat ngeri kearahnya. Aku rasa jika seseorang tertinju oleh Chaerin sekarang dia pasti akan masuk ke ruang operasi.
"istirahatlah!"kataku sambil menempelkan botol minuman ke pipinya. Chaerin berhenti memukul sansak dan mengambil botol minuman dari tangganku. Tatapan matanya kali ini benar-benar tajam. Apa salahku??

TBC
mian, typo d sana-sini dan feelnya kurang terasa. tiba-tiba ilham membuat FF ini hilang. jika ada yg menemukan ilham tolong hubungin Dika

give me a tittle try #6


give me a tittle try #6

cast: SKY DRAGON, Seungri n Seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. tapi, kali ini rahasia CL akan terbuka sedikt demi sedikit. mian, typo d sana-sini! semoga chinggudeul suka.

Sudah tiga hari Chaerin tidak pualng kerumah sebenarnya ada apa?
“hay!”tegur Seung Hyun hyung.
“hyung”kataku.
“wae? Kau menunggu Chaerin? tenanglah, dia akan pulang sore ini.”kata hyung.
“aku dengar kau mengejarnya hingga ke yayasan dan kau juga jadi pengajar disana. Baru kali ini aku melihat kau tertarik dengan yeoja hingga sejauh ini. Setauku kau lebih mencintai buku, leptop dan alat penyimpan datamu ketimbang yeoja.”kata hyung lagi.
“ya, aku juga binggung kenapa aku seperti ini”kataku.
“tenanglah, dia akan baik-baik saja”
“kau tau dia pergi dengan siapa hyung? Namja!”
“ne. Arra! Dia pergi dengan Seungri ke pemakaman Taeyang, mantan kekasih Chaerin.”
“sudah berapa tahun kematiannya?”
“empat tahun”
“apakah itu penyebab..?”
“ne, entah kenapa sejak saat itu dia memilih bisu. Bahkan dia pura-pura bisu dengan uri omma.”
“apakah dia namja yang sempurna hingga orang disekitarnya pun masih begitu mengingatnya hingga sekarang.”
“hampir. Dia memang namja yang bisa di andalkan, ramah dan baik hati.”
“kenapa dia meninggal hyung?”
“kecelakaan.”kata hyung.
“dan selanjutnya aku tak boleh tahu?”kataku setelah beberapa lama mengunggu kelanjutan ucapan hyung.
“ne. Untuk saat ini tidak. Aku tak akan membantumu mendekati uri Chaerin. walau kau memaksaku, aku tak akan membantumu. Tapi, aku akan menyatakan satu hal penting?”
“apa?”
“dengarkan aku baik-baik”
“ne”
“Taeyang punya namdongsaeng bernama Seungri dan Taeyang meminta Seungri untuk menjaga Chaerin. Setahuku sebelum Taeyang dan Chaerin berpacaran Seungri sudah menyukai uri Chaerin walau dia sangat suka mengganggu uri Chaerin.”jelas Seung Hyun hyung dengan mata menerawang.

Author Pov
Chaerin berdiri di depan makam Taeyang, Seungri berada dibelakang Chaerin mengawasi. Chaerin sedang mengenang saat dia bersama dengan Taeyang. Empat tahun, itu bukan waktu yang singkat. Tapi, selama empat tahun Chaerin belum bisa melupakan Taeyang. Bukan tak bisa tapi, Chaerin benar-benar tak ingin melupakan Taeyang.
“tidak bisakah aku yang menggantikan posisimu? Kenapa kau tak mengajakku juga ketempatmu? Aku sangat merindukanmu.”kata Chaerin pelan.
“kau baik-baik saja Chaerin?”tanya Seungri khawatir.
“ne, gwinchana oppa! Kau jangan khawatir.”kata Chaerin.
“bagaimana aku tak khawatir jika hampir setiap tahun kau jatuh pingsan.”
“tidak untuk tahun ini oppa.”
“aku akan segera pindah ke Korea. Aku ingin melihat kau tersenyum gembira seperti dulu. Aku sangat merindukan keceriaanmu.”kata Seungri tersenyum yang kini sudah di depan Chaerin dan mengusap air mata dipipi Chaerin dengan ibu jarinya lembut. Seungri mendekap Chaerin kedalam pelukkannya. Dulu memang mereka selalu bertengkar tapi, itu karena Seungri sengaja menggau Chaerin agar Chaerin melihatnya. Dari dulu Seungri sudah mencintai Chaerin bahkan dia duluan yang mencintai Chaerin sebelum Taeyang tapi, tak sekali pun dia berniat untuk merebut Chaerin dari Taeyang. Chaerin juga tahu Seungri mencintainya. Tapi, jangankan untuk mencintai namja lain. Untuk melupakan Taeyang saja dia tidak mau.

Chaerin masuk ke rumahnya. Didepan rumah Seung Hyun dan Jiyong sudah menunggunya dari tadi. Tanpa bicara Chaerin langsung saja masuk ke dalam rumah dan Jiyong menatap Chaerin heran. Seung Hyun menyikut Jiyong pelan.
“biarkan saja. Pikirannya pasti lagi kacau.”kata Seung Hyun pelan pada Jiyong.
“waw, Seungri. Lama tak bertemu. Apa kabarmu?”sapa Seung Hyun saat melihat Seungri memasuki pagar rumahnya.
“bukankah aku makin tampan hyung.”canda Seungri.
“kenalkan ini, Jiyong hoobaeku saat kuliah. Sekarang dia tinggal disini.”kata Seung Hyun.
“oh, ne. Aku Seungri”kata Seungri memperkanalkan diri.
“sepertinya aku pernah melihatmu”kata Seungri sambil mengingat.
“ne, di sekolah.”jawab Jiyong.
“ah, ne. Benar!”kata Seungri.”
“dia ini lebih muda dariku dua tahun. Tapi, dia tetap hyungmu.”jelas Seung Hyun.
“mwo? Benarkah? Sama sekali tidak seperti itu.”kata Seungri sedikit terkejut.
Ke tiga namja itu asik mengobrol di luar. Sedangkan Chaerin di dalam kamar mendengarkan rekaman nyanyian Taeyang sedirian.
“kau membunuhku perlahan dengan nyanyianmu, oppa. Aku seperti mayat hidup tanpamu.”kata Chaerin lirih.


Jiyong Pov
Aku segera keluar dari kelas setelah mendengar bel pulang berbunyi.
“Chaerin, aku mohon. Ikut aku!”kataku saat aku melihat Chaerin sedang membereskan barang-barangnya. Chaerin terlihat binggung dan sedikit memberontak karena aku memegang tangannya kuat.
“tak akan lama. Aku janji!”kataku.
“tempat apa ini?”tanya Chaerin saat kami sampai di sebuah tempat latihan tinju.
“tempat latihan tinju.”kataku sambil keluar dan menutup pintu mobil.
“kajja.”kataku sambil menarik Chaerin masuk.
“sepi sekali.”kata Chaerin bingung.
“mungkin karena tak laku.”kataku berbohong karena aku sengaja memesan satu hari tempat ini.
“untuk apa kita kesini?”tanya Chaerin.
“mengeluarankan emosional. Jika emosi terus tertahan maka banyak efek negatifnya. Seperti kesehatan yang menurun.”jelasku sambil memukul-pukul samsak yang tergantung.
“lalu kenapa kau mengajakku?”
“aku tak punya teman disini. Kalau kau mau silahkan coba pukul saja.”kataku. Setelah melihatku beberapa menit Chaerin segera ikut memukul samsak didekatnya.
“ini sakit. Bahkan tidak bergerak sedikit pun.”katanya.
“coba yang ini. Ini tidak berat. Pukulnya seperti ini.”kataku sambil memberikan contoh memukul. Dia mengikutiku memukul samsak.
“kau terlalu lemah atau kau masih menahan emosimu?”kataku.
“bayangkan saja samsak yang di gantung itu orang yang membuat kau kesal.”kataku. Chaerin mulai memukul sedikit keras. Terdengar teriakkan emosi saat dia memukul samsak.
“akh! Akh!”teriaknya saat dia memukul samsak. Aku memperhatikannya, air matanya mulai jatuh di pipinya. Tapi, dia terus memukul tanpa berhenti. Sebenarnya apa yang menyebabkan dia hingga seperti ini?
“Akh!!”teriakknya makin keras. Setelah membuat samsak bergerak karena pukulannya yang kuat dia jatuh terduduk. Isakkan tanggisnya mulai pecah.
“menangislah. Keluarkan emosi dan suaramu. Jika kau mau, kau boleh berteriak. Tidak akan baik jika kau simpan semua rasa sakit itu sendirian.”kataku sambil memeluknya. Dan dia menangis semakin kuat.
“kau menangislah sepuasmu sekarang. Tapi, besok kau harus tersenyum. Hari ini berbeda dengan kemarin dan akan berbeda dengan besok. Kau pasti bisa berdiri tegar, Lee Chaerin.”kataku. tanggis Chaerin semakin pecah. Aku sengaja membawanya kesini, aku ingin dia melampiaskan emosinya.

@taman
“siapa yang kau bayangkan saat memukul samsak tadi? Apakah aku?”tanyaku memecahkan keheningan karena dia selalu melamun.
“apa kau sering melakukannya? Ternyata tinju tak terlalu buruk. Aku sedikit merasa lega.”katanya. sambil tiduran di rerumputan.
“baguslah kalau kau suka. Tapi, Lee Chaerin tidak bisakah kau bicara dengan sopan padaku. Kita ini berbeda 10 tahun.”kataku.
“ah, ne. Arraseo, ahjussi!”kata Chaerin.
“ahjussi? Ah, tidak masalah jika kau senang.”kataku tersenyum dan tiduran di remrumputan disamping Chaerin.
“ahjussi, kau sengaja melakukan ini untuk menghiburku?”kata Chaerin sambil menatapku.
“ne, apa terlalu jelas?”tanyaku.
“biasanya namja membawa yeoja ke taman hiburan, pusat perbelanjaan, toko es Cream, ladang bungga yang indah atau tempat yang romantis untuk menghibur yeojanya. Tapi, kenapa kau membawaku ke tempat tinju?”
“wae? Kau kecewa? Apakah kau melihatku sebagai namja? Mianhae Chaerin, aku tidak tertarik dengan yeoja kecil sepertimu”godaku.
“hah, benarkah?”kata Chaerin.
“ne”
“baguslah. Karena aku tak ingin kau berharap padaku ahjussi”kata Chaerin.
“percaya diri sekali kau. Tapi, aku suka itu.”kataku.
“ahjussi, mobil itu mobil siapa?”
“ah, aku meminjamnya dari temanku”kataku berbohong.
“oh, pantas saja.”
“wae?”
“aku heran saja, kau yang menumpang dirumah kami gratisan dan baru saja dapat kerja kenapa bisa punya mobil sekeren itu, ahjussi.”jawabnya. Huft.. untung saja dia tidak ingat saat aku menggagunya di jalan.
“mobilnya keren? Akan sangat cocok jika yang membawanya namja sekeren aku.”kataku.
“mwo? Kau bercanda ahjussi?”
“wae?”
“kau tak setuju?”
“ne!”
“kau sudah memeriksa matamu?”
“wae? Aku tak punya masalah dengan mataku, ahjussi”
“kenapa kita jadi bertengkar? Nikmati saja pemandangan rumpur yang berguguran sekarang.”kataku.
“ne. Musim gugur punya ke indahanya sendri.”kata Chaerin ternsenyum sambil melihat langit. Kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang sekali? Ada apa sebenarnya pada diriku?


TBC

Cuap-cuap:
kenapa samsak?
akan terasa aneh jika Jiyong tiba-tiba membawa ketaman hiburan atau ladang bunga yang indah karena Chaerin pasti tidak bisa melampiaskan emosi yang tertahan. sedangkan bila memukul samsak bisa mukul pakai tenaga tapi, jiga bisa mengunakan emosi hingga emosi meluap keluar dan menjadi lebih tenang. Dika saranin sekali-kali coba. karena pangeran Shin (komik Goong) sengaja mengikuti olah raga ini untuk menyalurkan emosi ke tempat yang tepat.
SAMSAK itu apa? yang suka bela diri pasti tahu samsak itu apa. samsak berisi pasir padat yang beratnya bisa puluhan KG. biasanya Dika suka make samsak untuk ngilangin emosi. kan g etis banget cewek seCUTE, Dika marah2 gaje. jadi samsaklah teman berkelahi.
tapi, kebiasan itu udah 3 tahun gak Dika lakuin karena udah berhenti dari club. ah, Dika malah curcol. *jedotin kepala ke tembok.
Chinggudeul, minta komentarnya dong..