jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Selasa, 30 April 2013

It's OK to say the true?


Tittle : It's OK to say the true?
Author : Mahardika Putri
Facebook : http://www.facebook.com/mahardika.putri.54
Cast : daesung dan lee hye jae (you)
Genre : fantasy

Kubuka mataku perlahan. Sedikit melakukan peregangan dan bangkit dari kasurku.
“pagi semua!”kataku pada seluru koleksi Doraemonku dengan senyuman.
tok.tok. tok..
“sudah waktunya ke kantor,tuan!”kata salah satu pelayanku. Kalian pasti bingung, kenapa aku tidak diminta sarapan pagi. Karena makananku berbeda. Aku adalah keturunan vampir. Aku vampir baik, kalian pasti tidak percaya. Makananku juga darah, memang darah manusia tapi aku membelinya bukan merampok dari manusia-manusia itu. Walau aku vampir tapi, aku juga punya harga diri.

Aku duduk dimeja kerjaku yang ada papan bertuliskan “direktur Kang Dae sung”. Sebenarnya aku bisa membuat perusahaan sendiri tapi, bukankah aneh jika seorang pemilik perusahaan tak tergantikan. Maksudku jika anakku menggantikanku tidak mungkin kami wajah seumuran. Aku vampir tidak ada istilah menua dalam hidupku.
Aku memberhentikan mobilku di depan rumahku.
“akh, dia lagi!”kataku setelah melihat mobil sedan kuning yang juga parkir di istanaku ini. Dengan segera aku menjalankan mobilku lagi tapi namja itu menghalangiku. Dia juga vampir tidak akan takut mati. Namja berwajah galak itu menatapku marah. Aku membuka kaca mobilku.
“wae ?”tanyaku malas pada ajussiku itu. Tidak seperti ajussi lainnya. Ajussiku ini sangat berjiwa muda tampil sangat stylelist.
“aku mencarimu”katanya penuh senyuman. Tapi, aku tahu maksudnya itu. Aku pun masuk kerumahku dan dia mengikutiku.
“aku dengar kau menolak perjodohan itu.”katanya.
“memang”kataku malas sambil duduk disebuah sofa.
“kau yakin atas keputusanmu. Yeoja itu dari vampir bangsawan. Sangat menguntungkan bila kau menikah dengannya. Ingat, umurmu sudah 138 tahun.”
“jiyong ajussi, kenapa kau tidak menjodohkannya dengan anakmu saja? Bukankan umur anakmu 30 tahun lebih tua dariku”tanyaku sedikit kesal.
“hem.. anakku sibuk berkerja”jawab jiyong ajussi.
“bilang saja kalau namja setampan anakmu itu tidak ada yang mau karena sifat anehnya itu.”Kataku sambil menaikan kakiku kesofa seluruhnya.
“setidaknya anakku itu vampir sejati yang mengambil darah manusia tidak membelinya”kata jiyong ajussi.
“santai ajussi. Matamu itu berubah menjadi merah. Kepala lui, ambilkan jiyong ajussi minum”kataku.
“Kau bisa mencuri darah. Kenapa harus membelinya? Sungguh pemborosan”
“anggap saja aku vampir dermawan”kataku sambil menyodorkan segelas darah yang baru diambilkan kepala lui. Jiyong ajussi meminumnya. Dari expersinya dia terlihat menikmati minuman itu.
“kau menikmatinya kan?”tanyaku. dia hanya diam.
“darahnya sudah disaring. Makanya terasa lebih nikmat. Ada sesansi tersendiri setiap teguknya. Ini minuman berkualitas. Oh ya, darah golongan AB lebih mahal karena langka. Tapi, rasanya begitu tak tertandingi. Kenapa wajahmu begitu ajussi? Umurmu yang 358 tahun itu tidak pernah mengecek setiap golongan darah korbanmu kan. Makanya kau tidak bisa menikmati sesansinya.”Ejekku.
“Diam kau bocah!”kata jiyong ajussi. Aku hanya terkekeh melihat ajussiku satu ini. Dia sayang padaku tapi, dia terlalu peduli padaku seakan-akan aku vampir berumur 10 tahun. Padahal dia hanya kerabat appaku.
“temukan jodohmu segera. Kau tau? Chaerin ingin sekali melihat kau bahagia memiliki keluarga.”jelas ajussi.
“kenapa tidak kau nikahkan saja segera seung hyun hyung segera?”tanyaku usil.
“kau kan tau dia jauh lebih memperhatinkan dari pada kondisimu. Aku muak dengan kamar pinknya itu. Aku kesal dengan tingkah konyolnya itu...”
“ajussi..”ingatku pada ajussi yang sudah naik darah.
“hekm.. bagaimanapun juga dia anakku. Chaerin terlalu memanjakanya. Anni, aku juga. Aku pulang dulu. Chaerin sudah menyiapkan sesuatu untukku hari ini”kata jiyong ajussi yang pergi begitu saja.
“kenapa pasangan suami istri sekeren itu bisa memiliki anak seperti seung hyun hyung? Sungguh kasihan”celotehku.
“kepala lui, aku ingin nonton DVD Doraemonku yang baru. Tolong siapkan!”perintahku.
“baik tuan!”jawab kepala lui.

Sebenarnya malam hari sangat membuatku malas keluar tapi, pasokkan darahku sudah menipis. Mau saja aku menyuruh pelayanku untuk membelikanya. Tapi, sangat aneh bila manusia pergi untuk membeli darah di tempat penuh vampir bisa-bisa keluarga lui tidak bisa melayaniku lagi. Tanpa keluarga lui aku tidak bisa apa-apa. Keluarga mereka memang setia jadi aku memang bergantung sekali pada mereka. Seperti biasa club ini begitu rame. Tidak banyak yang ku kenal disini. Aku benci dengan hidup malam.
“tunggu, TOP ssi. Izinkan aku mewawancaraimu!”kata seorang yeoja. Walau dia bertubuh kecil tapi, dia terlihat manis. Bukan hanya wajahnya, dia punya golongan darah O darah favoritku.
“aku tidak mau!”kata namja bertubuh besar yang dia kejar. Namja itu seung hyun hyung, anak jiyong ajussi yang berkerja sebagai pemain film dan model. Memang terlihat cool dam swag tapi, kepribadiannya jauh dari itu. Seung hyun hyung masuk ke sebuah pintu. Aku tahu itu pintu apa itu. Dasar anak kecil sembarangan memasukkan manusia disini. Aku segera mengejar mereka.
“waaaa...”teriak yeoja itu ketakutan. Saat aku sudah membuka pintu yeoja itu sudah di kerubungi dangan vampir yang lagi “gila” darah.
“apa yang kalian lakukan”bentakku. Mereka terdiam setelah melihatku. Aku menarik tangan yeoja itu menuju mobilku dan pergi jauh dari club itu. Dia mesih menagis ketakutan.
“tenanglah!”kataku.
“mereka ingin membunuhku. Mereka vampir”kata yeoja itu menangis ketakutan.
“anni, kau saja yang tidak sadar kalau club tadi memang bertemakan vampir.”kataku berbohong. Wanita itu diam.
“benar!”kataku sambil tersenyum.
“syukurlah. Aku takut TOP kenapa-kenapa seperti nasipku barusan?”kata yeoja itu tersenyum. Yeoja ini begitu polos. Bodohnya lagi dia malah khawatir dengan anak kecil yang terkurung di tubuh besar namja bapo bernama seung hyun itu.
“dia pasti baik-baik saja”hiburku sambil tersenyum.
“gomawo!”katanya tersenyum.
“kau mau ku antar pulang? Dimana rumahmu? Ini sudah larut malam”kataku.
“tapi, ini dimana? Aku tidak tahu. Bisa kah kita ke jalan besar. Aku tidak tahu jalan”kata yeoja itu.
“umurmu berapa?”
“23 tahun”
“kau pindahan?”
“annie, aku besar di seoul”jelas yeoja itu. Mwo??? Yeoja ini bahkan seperti masih dibawah umur dan tidak tahu jalan walau sudah lama di seoul.
“ok, kita kejalan besar”kataku.

Hari ini aku datang di pesta ulang tahun yeoja yang dijodohkan denganku. Umurnya baru 80 tahun. Dia mengenakan gaun hitam dengan perihiasan mewah. Sangat cantik. Tapi, kenapa aku tidak tertarik dengannya?
“cukhae, minzy!”kataku padanya.
“ne.”jawabnya tersenyum. Aku pun berjalan jauh dari minzy mencoba mencari suasana baru. Mana tahu aku menemukan yeoja gadis yang cantik. Ada yeoja imut tak jauh dariku. Dia juga menatapku.
“kenapa kau disini?”tanyaku pada yeoja itu.
“aku minzy chinggu”kata yeoja itu bingung.
“tapi, umur kalian jauh berbeda”kataku.
“kami teman grub dance”jelasnya.
“kau pandai menari?”tanyaku ragu tabuhnya yang imut pasti sangat lucu bila menari.
“aku tidak sehebat minzy”katanya. Tentu saja, dalam hal menari minzy sangat jago. Aku rasa dalam kandungan mungkin dia sudah belajar menari.
“siapa namamu?”
“lee hye jae”
“Daesung”
“omo, kau tunangan minzy itu? Kalian mirip. Aku kira kalian ada ikatan saudara.”
“ani. Aku dan minzy sudah menolak pertunangan itu.”
“kau, jangan menganggu uri chinggu!”tegur minzy dengan telepati. Aku melihat ke minzy. Dia sedang mengobrol dan tersenyum padaku.
“aku hanya ingin mengenalnya”kataku sambil membalas senyumnya.
“jangan memangsanya!”kata minzy lagi.
“memang sejak kapan aku ini perampok darah?”balasku.
“ada apa daesung ssi?”tanya hye jae.
“annio”kataku tersenyum dengan hye jae.
kami pun mengobrol. Ternyata hye jae sangat nyambung mengobrol denganku. Dia cerdas walau dia juga yeoja polos. Dia berkerja sebagai penulis majalah. Pantas saja dia ingin meliput seung hyun hyung.
“mianhae, ini sudah malam. Sudah saatnya kau pulang.”Pamit hye jae.
“mauku antar?” tanyaku.
“tidak perlu”katanya tersenyum dan pergi begitu saja.
“kau tertarik dengannya?”tanya minzy yang tiba-tiba di sampingku.
“ne”jawabku jujur.
“aku akan membantumu. Asal kau berjanji tidak menyakitinya oppa. Kalau kau langgar aku akan membunuhmu”kata minzy sambil memperlihatkan taringnya padaku dan tatapan matanya serius.
“kau tenang saja”kataku.
Hye jae, kenapa aku selalu ingat dengan senyumannya. Sesuai janji minzy. Dia memang membuat aku dekat dengan hye jae. Bahkan sekarang hye jae tidak masalah bila kami jalan berdua.

aku mengamati hye jae pulang dari kantornya dari rooftop gedung. Hye jae tidak tahu aku menunggunya karena aku mengikutinya diam-diam.
“anni, jangan lewat situ!”kataku pelan saat melihat hye jae jalan di gank yang biasanya tempat vampir mengumpul. Aku pun langsung mengejarnya. Saat aku disana lagi-lagi aku melihat hye jae hampir digigit.
“hentikan!”kataku. Hye jae berlari kearahku, memegang tanganku dengan tangan gemeteran.
“wah, ada prince! Kenapa kau mengambil mangsa kami?”kata salah satu dari mereka.
“bukankah ini bukan jam beraksi? Lagian kalian tidak boleh membunuh”kataku.
“tadi kami hanya kebetulan lewat. Ternyata yeoja ini datang.”katanya.
“kami tau batasnya. Maka dari itu kami berniat menjadikan yeoja ini seperti kita”kata namja yang lainnya.
“seperti kita?”kata hye jae.
“maksudnya kau juga vampir?”tanya hye jae kesal. Aku tidak bisa berkata apa-apa.
“ne. Dia ini salah satu prince kami”kata namja itu. Hye jae berlari pergi.
“ changkaman, aku akan menjelaskanya!”teriakku pada hye jae.
“kalian ingat wajah yeoja tadi? Jangan sampai kalian menggangunya! Bila itu terjadi, aku yang akan menghisap seluluh darah kalian hingga kering.” Ancamku pada kelompok vampir itu dan segera mengejar hye jae. Hye jae menangis di salah satu taman.
“mianhae, aku salah” kataku.
“andwe! Jangan mendekat!”teriaknya.
“ne, aku memang vampir. Tapi, aku bukan vampir yang akan membunuh manusia atau menjadikan manusia vampir.”jelasku.
“aku tak percaya! Pergi kau sekarang!”kata hye jae.
“andwe! Kalau kau tidak pulang sekarang itu akan berbahaya. Jumlah vampir lebih besar dari yang kau kira”kataku. Tapi, yeoja itu tak peduli, dia tak mau mendengarkanku. Aku duduk di sebelahnya membiarkan dia menangis. Dan akhirnya tertidur di bahuku.
tak lama aku segera membawanya kerumahnya dan menidurkannya di kasurnya. Tidak sulit bagiku untuk menyelinap masuk dan membawanya.
Hye jae tidak mau menemuiku. Aku mengerti akan hal itu dan aku menerima perlakuannya itu. Jadi aku hanya memantaunya dari jauh, aku menjadi pemuja rahasianya.
“tuan semua tamu sudah menunggu anda dibawah”
“ne, aku segera turun”kataku sambil mengenakan toxedo biru mudaku dan aku segera turun kebawah. Tamu undanganku sudah memenuhi undangan.
“pesta prince vampir memang berbeda. Banyak darah segar dan para tamu hanya vampir”kata seung hyun hyung.
“seharusnya kau mengucapkan selamat kepadaku, hyung” kataku.
“ne, selamat atas betambahnya umurmu”katanya dengan tatapan dan senyumannya yang khas itu.
“gomawo hyung!”kataku.
“dimana jiyong ajussi dan chaerin ajumma?”tanyaku.
“mereka? Kau tak perlu mencari mereka karena mereka selalu tampil mencolok. Walau aku ada disini mereka seperti pasangan remaja yang baru saja menjalin cinta. Bahkan tidak ada yang menyangka bahwa mereka punya aku, anak mereka”curhat seung hyung yang kalah pamor dari orang tuanya.
“ne, arra hyung! Kau nikmati pesatanya ne? Disini banyak yeoja”kataku dengan senyuman ramahku.
“chukae oppa!”kata minzy menghampiriku.
“ne, minzy~ah”kataku.
“kadoku dimana?”tanyaku.
“hm.. kadomu sudah aku minta ketua lui untuk dibawa keruang kerjamu”katanya dengan senyumannya. Benar kata mereka aku dan minzy mirip, apalagi jika tersenyum.
“gomawo”kataku sambil membalas senyumanya.

Pesta selesai, aku begitu lelah. Aku segera kamarku merebahkan tubuhku. Tunggu, kalian kira vampir tidak perlu beristirahat?
tok..tok..
“wae?”kataku.
“....”tidak ada jawaban.
tok... tok.. tok..
“siapa?”kataku. Dan lagi-lagi tidak ada jawaban. Jangan bilang itu adalah hantu. Aku pun sembunyi dibalik selimutku.
“Pabo, aku vampir! aku tidak perlu takut”kataku sambil keluar dari selimutku.
tok.. tok... suara itu lagi. Aku turun dari kasurku dan membuka pintuku perlahan dan sedikit kaget dengan yang aku lihat.
“kenapa kau disini?”tanyaku.
“minzy yang membawaku kesini”katanya sedikit takut. Jadi dia kado ulang tahunku?
“aku ingin minta maaf kepadamu. Aku telah salah paham mengagapmu vampir jahat.”katanya.
“aku menangis tidak hanya karena tertipu. Tapi, aku merasa aku salah karena sudah mencintai seorang vampir.”jelasnya. Aku benar- benar kaget hingga tidak bisa ,mengucapkan apa-apa.
“Daesung, saranghae!”katanya malu.
“Kau tidak takut padaku?”tanyaku.
“anni. Jika kau ingin membunuhku kau bisa saja melakukannya saat pertama kali kita bertemu.”
“aku ini vampir”kataku.
“tidak masalah. Karena bukan maumu untuk menjadi vampir”jawabnya enteng. Aku tersenyum senang dan memeluknya.
“saranghae”kataku.
“apakah ini artinya kita adalah kekasih?”tanyanya. Aku tertawa karena kepolosannya.
“ne”kataku. Dia melepasakan pelukkanku. Aku menatapnya binggung.
“aku belum memberikanmu hadiah.”katanya. Diambilnya sebuah jarum dan di tusuknya di jari telunjuknya. Sebuah darah keluar dari jarinya.
“cicipilah. Ini hadiah dariku dan minzy”katanya dengan polos.
“ini darahmu, kenapa ..”
“kata minzy kau sangat menyukai darah O. Minzy yang menjelaskan semuanya tentangmu hingga aku berani mengatakanya padamu. Jadi aku rasa..”kalimatnya terputus karena aku mengisap darah di jarinya. Dia menusuknya tidak dama sehingga darahnya sangat sedikit tapi, aku menyukainya.
“lain kali jangan lakukan ini. Mungkin aku tak akan tahan rasa hausku.”kataku sambil memeluknya.
“ne”jawabnya kaku.

END.
 
menang juara satu merayakan ulang tahun Daesung. sudah pernah di posting DISINI
PLEASE KOMENTARNYA!!

Senin, 29 April 2013

Songfic - not yours!

ONE SHOT/Songfic - not yours!

Taeyang pov
Aku melihat keluar, ah itu kah tetangga baru itu. Waw, sungguh sexy dan cantik.

Seungri pov
itu, dia itu tetangga baruku. Waw, ternyata dari dekat lebih cantik. Siapa namanya?

Author pov
Seungri menatap lekat yeoja berparas cantik, berambut gelap di hadapannya. Yeoja itu baru pindah kerumahnya kemarin dan kini Seungri begitu gembira setelah mengetahui yeoja itu juniornya dikampus.
sedangkan Taeyang begitu gelisah didepan pintu rumahnya. Seperti menunggu seseorang.
“hyung, kau menunggu siapa?”tanya Seungri, adiknya.
“kau tak perlu tahu!”jawab Taeyang. Sebuah mobil sport kuning melewati rumah mereka. Yeoja berparas cantik itu keluar dari mobil. Yeoja itu tersenyum manis kearah mereka. Membuat Seungri Dan Taeyang membeku, kaku. Yeoja itu pun masuk kerumahnya.
“lihat, yeoja cantik itu tersenyum denganku hyung!”kata Seungri.
“anni, denganku!”jawab Taeyang.
“anni”
“dia itu untukku”kata Taeyang kesal.
“annio hyung, dia pasti untukku”kata Seungri.
“mwo?? Tidak mungkin!!”kata taeyang.
“hyung, aku selalu saja memberikan yeoja untuk kau dekati. Tapi, kali ini tidak bisa hyung!”kata Seungri.
“sayangnya dia ditakdirkan untukku”kata Taeyang.
“jangan bermimpi hyung!”ledek Seungri sambil masuk kerumah.
“kau lihat saja nanti panda!”kata Taeyang tak mau kalah.

“aku sudah kenalan dengannya hyung!”pamer Seungri saat melihat hyungnya baru pulang dari Gym.
“hahaha.. kau biasa saja! Karena aku baru saja berlatih mengunakan treadmill dengannya bersama”kata Taeyang dengan senyuman kepuasan sambil naik tangga menuju kamarnya.

“mau kemana kau?”tanya Taeyang pada Seungri saat melihat dongsaengnya itu sangat rapi malam ini.
“aku ingin kesebelah. Mengajaknya makan malam.”jawabnya tersenyum.
“anni, aku duluan yang akan mengajaknya!”
“aku duluan hyung!”balsa Seungri akhirnya mereka berkelahi hingga di depan rumah dan tiba-tiba terdiam melihat sebuah mobil keren parkir di rumah Chaerin, rumah tetangganya itu.
“siapa itu hyung?”tanya Seungri.
“aku juga tidak tahu”jawab Taeyang.
“appa!!”teriak seorang anak kecil dari belakang Chaerin.
“anaknya? Kenapa dititipkan pada uri Chaerin?”
“entahlah, hyung”kata Seungri. Mereka saling diam menatap Chaerin, namja misterius dan seorang anak kecil yang sedang digendong namja itu.
“yeobo! Ayo, masuk aku sudah menyediakan makan malam yang enak untuk keluarga kita”kata Chaerin dengan senyuman indah. Keluarga kecil itu pun masuk kerumah.
“mwo?? Yeobo??”kata Seungri kaget.
“keluarga kita?”kata Taeyang tak percaya.
“jadi, kita jatuh cinta dengan istri orang?”kata mereka kompak. Mereka menarik nafas dalam dan menghembuskanya kembali.
“kita makan malam berdua saja hyung”
“ne”jawab Taeyang putus asa. Mereka pun masuk kerumah mereka dengan rasa patah hati dan kecewa.

END

hehehe... iseng-iseng jadilah begini, sedikit gaje. semoga suka. :)

bonus foto BIG BANG masih kecil :)
 
 


Minggu, 28 April 2013

ASSASIN OR...?? #1

ASSASIN OR...?? #1

CAST: GD, CL, Taeyang dan cast fiktif.
genre: romance
cuap2: bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)

~~JIYONG POV~~
Aku duduk dimeja makan dan pelayan sudah menyiapkan makanku.
"appa mana?"tanyaku pada pelayan.
"jam 4 pagi tuan besar sudah pergi kekantor,tuan"jawab pelayan sambil menuangkan jus digelasku.
"omma?"
"nyonya masih di Paris untuk pameran yang diadakan disana, tuan"jawabnya. Aku mengunyah daging ini sedikit kesal.
Aku dan kekasihku menonton film bioskop. Dirumahku memang ada fasilitas ini. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan.
"mianhae tuan, pengawal baru anda sudah datang"kata pelayan yang menghampiriku.
"suruh saja dia menungguku diruang kerja"kataku.
"ne,tuan"kata pelayan permisih pergi.
"HEY, Sudahku bilang jangan menyentuhku! Ingat, hanya tangan yang boleh kau sentuh, tidak yang lain.Kembalilah menonton!"kataku kesal pada kekasihku yang mencoba mengelus dadaku. Dia mendengus kesal dan menjarak dariku. Yeoja itu sangat berbahaya.

Kami masuk ke ruang kerjaku. Melihat yeoja bertubuh indah berdiri membelakangi kami. Aku segera melepaskan pelukan kekasihku ditanganku.
"kau pulanglah! Aku ada urusan"kataku dan dia pergi meningalkan kami berdua. Sepertinya aku akan menjalankan kisah cinta baru dengan yeoja didepanku ini.
"mian,anda siapa?"tanyaku lembut. Dia berbalik. Waw, dia sungguh cantik.
"saya Lee Chaerin. Saya adalah pengawal baru anda menggantikn Mr. Jhon yang masih dirawat di rumah sakit akibat patah tulang,tuan."katanya dengan expresi datar.
"apa kau sudah berpengalaman?"tanyaku.
"tentu saja saya sudah terlatih dan berpengalaman. Saya juga sudah mendapatkan sertifikat internasional."
"anni! Maksudku apakah berpengalaman dalam berkencan?"
"apa maksud anda tuan?"tanyanya tanpa expresi.
"jika kau bisa berkencan denganku, aku tak perlu lagi berpacaran dengan yeoja-yeoja membosankan itu. Cukup kau, sudah bisa berkencan dan menjagaku. Bukankah itu menjadi nilai plus"
"mianhae tuan, saya berkerja hanya untuk mengawal anda. Silahkan anda lihat data saya."katanya tegas tapi tetap dingin. Dia menyerahkan sebuah map dan aku melihat map itu sekilas lalu menutupnya kembali.
"OK, aku akan menerimamu. Apakah kalian bisa berkerja 24jam sehari?"tanyaku dengan tersenyum nakal.
"ne,tuan. Tapi,saya hanya berkerja 12 jam."jawabnya tenang tanpa expresi.
"bagaimana kalo gajimu aku naikan 3x lipat?"
"mianhae,tuan saya tidak bisa"jawabnya tetap tenang.
"bisa beritahu nomor atasan langsungmu?"
"mianhae tuan, saya akan berkerja 12 jam itu sudah ada dikontrak yang telah disepakati bersama"
"tapi, kontrak bisa digantikan?"
"ne, kontrak bisa diganti dengan kepakatan bersama. Tapi mianhae, saya tidak bisa"katanya tenang tapi, seperti ancaman bagiku. Aku segera memencet tombol ponselku.
"omma.."
"..."
"bisakah pengawal ini menginap disini? Aku tak ingin dia kelelahan seperti pengawal-pengawal sebelumnya. Jadi,aku berniat memperkerjakannya 24 jam. Dengan begitu dia jadi selalu bersiaga melindungiku"
"..."
"arra. Gomawo omonim"kataku sambil menutup ponselku. Walau belum pasti. Tapi, aku yakin omma tidak akan mengecewakanku.
"duduklah!"tawarku dengan senyuman manis. Yeoja itu duduk dengan elegant dan angkuh. Tapi, begitu menarik bagiku.
"mian tuan, saya angkat telepon dulu!"katanya tenang. Aku mengangguk dan dia keluar ruangan. Tak lama dia masuk dengan wajah gelisah.
"mianhae tuan saya permisih dulu. Saya dapat panggilan"katanya.
"oh,ne. Silahkan!"kataku santai sambil sedikit meminum teh yang disediakan sejak tadi. Dan dia pun pergi begitu terburu-buru, sepertinya aku bakal berhasil. Dia yeoja yang unik, sangat menarik.

aku duduk dimeja kerjaku, menunggu seseorang membuka mulutnya.
"hari ini apa kegiatan anda tuan?"katanya tanpa expresi. ne, aku berhasil membuat chaerin pengawal probadiku itu berkerja 24 jam untukku.
"aku ada jadwal ke kantor"jawabku.
"kapan tuan ingin berangkat?"
"sekarang"kataku.
"baiklah"katanya. aku berdiri dari sofa, keluar dari ruangan kerjaku. lalu berdiri diam.
"kenapa tuan?"
"sekarang jam 7. lantai baru saja dipel. bisakah kau mengecek lantainya untukku?"tanyaku sambil tersenyum jail. dia segera membuka sepatu bootnya.
"kenapa kau membuka sepatumu. bukankah seharunya kau mengeceknya dengan tanganmu?"tanyaku kaget.
"saya tidak punya waktu mencuci tangan jika menjaga anda. lagian mengunakan kak lebih cepat"jawabnya lagi-lagi tanda expresi. dia mengosok-gosokkan telapak kakinya dilantai untuk memeriksa lantai.
"dimana yang sudah kering?"tanyaku.
"disini"
"sini dimana?"
"ini."katanya sambil menunjuk lantai. aku langsung meraih tangannya dan memegangnya erat. dia mencoba melepaskan diri.
"tolong tuntun aku! aku tak ingin terpeleset"kataku tersenyum manis. lalu dia diam menyerah dengan wajah tanpa expresi. aku tidak bisa mengerjainya tapi, setidaknya aku bisa memegang tangannya ini. pagi-pagi begini bergandengan dengan yeoja seperti dia itu sudah beruntung. kekekeke...

CHAERIN POV
Namja ini memang seperti yang diberitakan. Begitu manja, aneh dan semena-mena. Tapi, aku pasti aku bisa mengatasinya.
"mianhae, anda siapa?"kata seorang yeoja saat aku akan masuk keruangan.
"tidak masalah. Dia kekasihku"kata tuan jiyong dengan senyuman manis. Sedangkan yeoja itu menatapku sinis.
"kajja,masuk!"kata tuan jiyong tersenyum manis.

JIYONG POV
"dia kekasihku"kataku tersenyum. Lagi-lagi hanya diam tanpa expresi.
"kajja,masuk!"kataku. Dia pun masuk dengan tenang. Aku binggung kemana expresi wajahnya. Apakah dia melelang expresinya?
"tunggu sebentar ya?"
"ne tuan"jawabnya diam tanpa expresi. Aku sengaja membiarkan dia berdiri. Kita lihat berapa lama dia bersabar. Aku penasaran dengan wajah emosionalnya, pasti lucu dan mengemaskan.kekeke..

sudag hampir 2 jam dia berdiri disitu tanpa bergerak. OK, kau hebat. Kau menang Lee Chaerin.
"Sudah saatnya makan." kataku sambil membereskan beberapa dokumen yang tadi kupriksa dan berjalan melewatinya. Tanpa expresi dan tanpa bergerak selama hampir 2 jam. Apakah dia robot? Aku dengar jepang sudah berhasil membuat robot yang sama persis dengan manusia. Tapi, tidak akan mungkin karena aku masih ingat tangannya yang indah itu terasa hangat. Pengawal sebelumnya pasti memperlihatkan rasa lelahnya padaku atau sengaja permisi untuk istirahat tanpaku tahu. Aku 80% yakin dia adalah robot. Aku mengajaknya makan bersamaku. Dia memakan makanan yang sudah disiapkan aku jadi tidak yakin dia adalah robot. Sebenarnya dia siapa? Kenapa wajah tanpa expresinya itu jadi terlihat menakutkan untukku saat ini. apakah dia assasin untuk membunuhku? Tiba-tiba chaerin menatapku dingin. Ada apa ni? Apakah dia benar-benar assasin? Pelayan, tolonglah aku! Lindungilah aku!

Matanya semakin tajam menatapku. Aku jadi tidak berani melihatnya makanya aku menutup mataku. aroma harum wanita terasa didekatku. kenapa wajahku jadi memanas.
Byuur... Aku segera membuka mataku. Chaerin mendekapku dipelukannya(bayangin tu si GD duduk sambil dipeluk CL).
"apa yang kau lakukan?!"teriakku. Sebenarnya aku suka dipeluknya. Tapikan, tidak didepan pelayan begini. Lalu, dia segera melepaskanku.
"ommo! mianhae, aku tidak memegangnya dengan kuat hingga supnya tumpah. Supnya masih panas sebaiknya aku melihat punggungmu untuk memeriksa luka bakarnya."kata pelayan itu cemas sambil melap punggung chaerin yang basah terkena tumpahan sup.
"kenapa bengong? Cepat panggilkan dokter!"teriakku lagi. Aku jadi panik melihat kondisi Chaerin tapi, Kenapa expresinya tetap biasa saja seolah-olah tidak merasa sakit.

SKIP
Sekarang Chaerin sedang diperiksa dokter di kamar. Selain aku khawatir dengan kondisinya mungkin ini waktu yang tepat untuk memeriksa dia robot atau bukan.
"tunggu tuan, anda tidak boleh masuk!"hadang palayanku. Aku tetap menerobos masuk. Aku melihat punggung Chaerin yang mulus itu berwarna merah karena terkena sup panas. Chaerin melihatku. Tapi, aku jadi aku malu sendiri, segera keluar dan menutup pintu kembali.
"sudah saya katakan kalau tian tidak boleh masuk"kata pelayan itu lagi. aku ingin memarahinya tapi, punggung Chaerin itu terlintas dikepalaku ini. ada yang salah dengan pikiranku.

TBC

Jumat, 26 April 2013

SKY HIGH #5


Author pov-
Sekarang Chaerin dan Jiyong di altar, begitu indah. Jae Jin yang duduk disamping Su Jin memegang tangan Su Jin lembut.
“kau bahagia?”tanyanya.
“ne! Aku sangat bahagia”jawab Su Jin. Karena terlalu bahagia rasa sakit yang menjalar diseluruh tubuh ini tidak terasa lagi ditubuh Su Jin.
gemuruh tepuk tangan terdengar saat Chaerin dan Jiyong saling berciuman.
“kau ingin merebutkan buketnya?”tanya Jae Jin. Karena tidak mendengar jawaban su jin, jae jin memeriksa kondisi Su Jin.
“siapapun tolong Su Jin!”teriak Jae Jin yang panik. Suasana pernikahan yang bahagia berubah menjadi ketegangan.

Walau dokter sedang memeriksa kondisi Su Jin tapi keluarga kecil itu masih khawatir dan rasa cemas menyelimuti mereka. Bahkan pasangan pengantin yang baru saja menikah ini masih mengenakan baju pengantinya. Tak lama dokter keluar setelah memeriksa sujin.
“bagaimana keadaannya?”tanya omma Su Jin.
“belum sadarkan diri. Su Jin masih lemah”jelas dokter.
“apakah kita bisa melakukan operasi sekarang?”tanya Chaerin segera.
“Su Jin masih sangat lemah. Bila kita melakukan operasi sekarang, itu akan buruk untuknya. Jadi, kita harus menunggu Su Jin sadar dulu.”kata dokter. Tangisan omma Su Jin lagi-lagi pecah dan Chaerin terduduk lemas. Walaupun Su Jin kasar kepadanya, Chaerin benar-benar sangat menyayangi Su Jin. Chaerin ingin memeluk Jiyong yang juga terpukul tapi, dia sendiri saja tidak mampu menerima kenyataan ini.

Hari ini Su Jin sudah membuka matanya. Dia terlihat lebih pucat dari sebelumnya. Memar-memar pun ada dihampir setiap tubuhnya karena kangker darah yang dideritanya membuat  tubuhnya kekurangan trombosit  hingga darahnya menjadi membeku. Ommanya berusaha tegar tapi, kesedihannya tidak bisa dibendung hingga air matanya mengalir melihat putrinya. Sesekali Su Jin meringis menahan sakit di tubuhnya. Jae Jin yang juga ada disana hanya diam tanpa suara. Wajah yang biasanya tersenyum tidak terlihat expresi sedih. Tapi, kesedihannya terlihat dari air matanya yang menetes.
“omma, kau menangis?”tanya Su Jin lembut.
“anni, Su Jin. Angin bertiup terlalu kencang hingga air mata omma keluar.”kata ommanya sambil menyeka air mata.
“omma bisakah ambil kertas di tasku?”
“ne!”jawab ommanya. Su Jin segera menerima kertas dari ommanya.
“Onnie, mana ada pengatin yang maskaranya luntur! Nanti tamunya pada ketakutan.”kata Su Jin. Chaerin tetap tersenyum walau lagi-lagi air matanya terjatuh.
“terimakasih sudah menjagaku, merawatku dan menemaniku. Walau sebenarnya aku bukan siapa-siapa dikeluarga ini. Aku tahu Jiyong oppa sering berbohong padaku.”
“mengatakan membelikanku baju. Tapi, semua baju-baju yang jiyong oppa berikan itu adalah buatan Chaerin onnie untukku. Chaerin onnie, mianhae aku selalu kasar padamu. Gomawo telah menyadarkanku kalau keluargaku ini begitu menyayangiku.”kata Su Jin.
“kau bicara apa su jin? Kau pasti akan sehat Su Jin.”kata Chaerin berusaha tersenyum karena air matanya tetap mengalir walau dia tidak menginginkannya.
“oppa, mianhae. Jebal mianhae telah merepotkanmu! Omma, appa gomawo atas segalanya! Mianhae, atas semua prilakuku..”
“hentikan Su Jin! Seakan-akan kau akan pergi jauh. Aku ini oppamu, wajar saja bila aku menjagamu dan kau merepotkanku.”kata Jiyong oppa.
“Jae Jin ini surat cinta untukmu”kata Su Jin sambil memberikan kertas tanpa amplop yang diambilkan omma Su Jin tadi.
“terimalah! Aku takut, aku lupa memberikannya padamu.”kata Su Jin sambil tersenyum lemah dan Jae Jin pun menerimanya.
“omma, aku boleh tidur? Aku lelah”kata Su Jin.
“ne, chagi! Tidurlah”kata ommanya sambil mengelus lembut kepala Su Jin yang tertutup topi. Su Jin menutup matanya. Tangisan omma Su Jin dan Chaerin pecah setelah mengetahui datak jantung Su Jin tidak ada lagi. Jae jin segera keluar dari ruangan. Duduk ditaman rumah dakit dan segera membuka surat yang diberika Su Jin kepadanya.

Kau tak perlu menjengukku lagi. Itu bukan karena aku tidak suka didekatmu. Aku juga mencintaimu, jae jin. Tapi, aku sadar umurku tak akan lama. Lebih baik kau berhenti mencintaiku. Carilah yeoja baik yang bisa menemani hidupmu. Aku akan membencimu jika kau terus mencintaiku. Aku mohon padamu, pergilah, tinggalkan semua kenangan kita dan lupakan aku! Aku ingin kau hidup dengan bahagia, tolong kabulkan keinginanku ini.
Jae jin menangis kembali. Dia belum bisa menerima kepergian Su Jin, jeoja yang dicintainya.
“tuhan, kembalikan dia untukku. Aku tak akan sanggup melupakanya. Kenapa surga begitu cepat memanggilnya? Aku masih ingin bersamanya. Aku begitu sakit berpisah dengannya. Tuhan, apa arti cintaku jika aku tak dapat bersamanya?”kata Jae Jin lirih.

@BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
“sudah sangat lama kita tak bertemu. tak kusangka kita bisa bertemu di yayasan kangker ini. Apa pekerjaanmu? Apakah dokter?”kata Jiyong.
“Aku tak berhasil menjadi dokter, hyung. Aku menjalankan perusahaan appa.”jawab Jae Jin.
“apakah yayasan ini milikmu?”
“anio, hyung. Aku hanya donatur dana.”
“kau hebat. Kau datang sendiri? Tidak bersama yeojachinggumu?”tanya Jiyong penasaran.
“kau masih memikirkan Su Jin?”tanya jiyong lagi karena pertanyanya tak di jawab Jae Jin.
“aku mohon hiduplah dengan bahagia. Lupakan saja adikku! Bukan aku membencimu ini karena aku sudah mengagapmu sebagai adikku juga. Kau juga berhak untuk bahagia, jae jin.”nasehat Jiyong. Tapi, Jae Jin hanya diam tak merespon. Hatinya memang masih belum bisa melupakan Su Jin.
“bagaimanapun keluarga kami begitu menyukaimu. Datanglah kerumah uri omma pasti sangat senang karena dia merindukanmu.”kata Jiyong sambil memukul bahu Jae Jin pelan dan pergi meninggalkan Jae Jin sendirian.

Epilog
Awalnya aku memang ingin mengakhiri hidupku di dunia yang  “dingin” ini. Aku sadar masih banyak yang belum aku lakukandan masih banyak yang belumku ketahui. Aku tak akan menyalahkan takdir. Aku tak akan membenci tuhan yang telah memberikan penyakit ini. Aku rasa penyakit ini adalah hadiah dari tuhan untukku. Karena penyakt ini keluargaku bersatu dan bahagia dan karena penyakit ini aku jadi tahu banyak orang yang benar-benar menyanyangiku.  Jika aku punya umur panjang, aku kurubah tangisan, keringat dan amarah mereka menjadi tawa kebahagiaan. Tidak menerima kenyataan tidak akan membuat kebahagiaan dan malah membuat semakin terluka. Tidak ada yang perlu disesali karena menyesal tidak akan merubah apapun. Yang bisa dilakukan adalah berusaha agar kedepan tidak ada penyesalan. Dibalik dunia yang “dingin” ini sebenarnya masih ada sedikit sinar matahari yang cukup untuk menghangatkanmu.
- Kwon Su Jin.

END

FF ini sudah pernah diposting di sini.
mohon komentarnya! jangan hanya jadi pembaca tanpa memberi masukan. gomawo sudah membaca!
postingan terakhir: ffm3

Kamis, 25 April 2013

SKY HIGH #4

Author: Mahardika Putri (Dika)
Judul: SKY HIGH!!
Cast: Kwon Su Jin , Kwon Jiyong, Dan Lee Chaerin.
Genre: Sad

Aku pergi ke taman sendirian dengan kursi rodaku untuk menenangkan diri.
“disini sangat dingin, masuklah!”kata jae jin yang kini berjalan kearahku. Dia membuka jaketnya dan menaruhnya pelan di tubuhku.
“ayo, kita masuk!”kata jae jin  sambil mendorong kursi rodaku ke rumah sakit.
“jae jin, apa keputusanku sudah tepat?”tanyaku. jae jin berhenti mendorong kursiku.
“gomawo kau sudah mau berkorban untuk kebahagiaan orang lain. Aku menilai keputusanmu sangat tepat. Kau tau aku semakin menyukaimu! Kau seperti super hero dimataku.”katanya dan mulai mendorong kursiku lagi.
“kau kekanak-kanakan”kataku jutek. Tapi, jae jin hanya tertawa.

Teman-teman, guru dan keluargaku yang selalu menghiburku membuat aku semakin tenang. Bahkan aku jadi rajin minum obatku. Walau aku sering disuntik dan sudah rajin memakan obatku tapi, penyakit sialan ini masih saja menyakitiku. Tubuhku berkeringat menahan rasa sakit. Tapi, jae jin dengan sigap dan lembut mengelap keringatku.
“hentikan! Aku bisa sendiri”kataku lemas.
“sudahlah, aku saja. Aku senang melakukannya”katanya sambil tersenyum manis. Lagi-lagi jae jin terlalu baik padaku.
“aku pulang!”kata appa yang baru saja datang. Wajah appa sangat lemas, pasti ada sesuatu yang buruk.
“bagaimana?”kata omma kepada appa. Omma terlihat gelisah. Sebenarnya ada apa.
“mianhae sujin! Appa tidak bisa menemukan satu pun dari keluargamu.”kata appa penuh penyesalan. Ini pasti untuk mencari pendonor tulang sumsum untukku.
“omma bilang orang tua kandungku meninggal karena kecelakaan. Appa, bolehkah aku kepemakaman orang tuaku?”tanyaku.
“ne. Appa akan mencari tahu dulu pemakamannya. Tapi, kita harus dapat persetujuan dari doktermu dulu.”jawab appa. Aku mengaguk lemah.
“jae jin, kau harus ikut ne?”kata jiyong oppa. Jae jin mengaguk.
“jangan lupa untuk tampil baik dan membawa bunga. Bagaimana pun kau harus juga meminta izin pada calon mertuamu!”kata jiyong oppa.
“oppa!”tegurku. mereka tertawa. Aku tahu jiyong oppa sengaja mengatakannya agar suasana tetap nyaman dan aku tak bersedih.

Ternyata disini tempat orang tuaku, di pemakaman kumuh. Aku tak menangis bukan karena aku tidak berbakti pada orang tua kandungku. Tapi, karena perasaan sedih itu tidak ada.
“su jin!”
“ne, omma”
“chaerin sudah melakukan tes dan hasilnya cocok. Bisakah kita melakukan operasi secepatnya?”kata omma perlahan. Mereka merencanakan sesuatu agar aku sembuh tanpa sepengetahuanku. Chaerin tersenyum lembut padaku. Baru kali ini chaerin onnie terlihat sangat cocok dengan jiyong oppa.
“aku menyulitkan onnie”kataku lemah. Onnie mensejajarkan tubuhnya di hadapanku, memegang tanganku lembut.
“aku senang jika dapat menyelamatkanmu”kata chaerin onnie tersenyum tulus. Aku sangat kalah jauh bila dibandingkan dengan chaerin onnie.
“baiklah, aku akan operasi setelah kalian menikah”kataku. Semua terlihat kaget dengan ucapanku. Walau aku yang mengatakannya aku juga sangat kaget.
“bagaimana?”kataku.
“gomawo su jin! Aku akan segera menikah dengan jiyong oppa”kata chaerin onnie sambil memelukku. Pipi kami yang bersentuhan terasa basah. Apakah chaerin onnie menangis?
“ash.. kenapa seakan-akan chaerin yang melamarku?”kata jiyong oppa lagi-lagi mencoba memecahkan suasana haru ini.
“kau ini!”kata appa.
“ayo, kita pulang!”kata omma. Omma dan appa berjalan duluan. Jaejin mendorong kursi rodaku, sedangkan chaerin onnie dan jiyong oppa dibelakang kami.
“su jin, kau harus sehat ne!?”kata jae jin.
“wae?”
“dengan begitu kita akan bisa menyusul jiyong hyung dan chaerin nuna.”kata jae jin tersenyum jail. Aku menatapnya kesal.
“lihatlah, sekarang kau berani menatapku dengan tatapan penuh cinta.”kata jae jin tertawa pelan.
“kau mengerjaiku!”kataku dan lagi-lagi jae jin tertawa.

@rumah sakit
“apakah tidak sakit?”tanya perawat setelah menyuntikku.
“anni. Ini berbeda dari suntik biasanya?”
“anni. Ini sama saja. Tapi, terlihatnya kau sangat bahagia. Hingga selalu tersenyum dan tertawa kecil.”
“annio, onnie. Entah kenapa semua terlihat lucu.”kataku sambil tersenyum. Omma juga tertawa.
“kau sedang jatuh cinta!”
“annio!”
“pasti dengan namja tampan yang cute itu!”kata perawat lagi.
“kau meledekku!”
“ke...ke.. ke.. melihat anak muda sedang jatuh cinta itu sangat lucu. Malu-malu tapi, tidak bisa berbohong.”
“siapa yang sedang jatuh cinta?”kataku.
“lihatlah pangeranmu sudah menunggumu dari tadi”kata perawat menunjuk jae jin yang mengintip di balik pintu. Jae jin mengembungkan pipinya karena bosan, dia sangat lucu. Setelah mata kami bertemu dia tersenyum manis padaku. Walau dia sebenarnya bosan menunggu aku yang sedang kemoterapi tapi, jae jin selalu memperlihatkan senyumnya untuk menghiburku.
“ah.. masa muda sangat indah! Anak muda, kau sudah boleh masuk!”kata perawat yang keluar dari kamar dan berbicara pada jae jin.


“omma rasa kita tidak perlu terburu-buru. Lagian su jin sudah membaik. Bahkan dokter mengatakan su jin bisa sembuh tanpa operasi.”kata omma.
“ne, oppa. Aku akan sembuh tanpa operasi”kataku.
“annio, omma. Aku memang ingin segera menikah dengan chaerin. semakin cepat kami menikah maka aku akan lebih tenang. Aku ingin memperlihatkan pada su jin kalau chaerin yeoja yang sangat tepat untukku.”kata jiyong oppa tersenyum lembut sambil menggegam tangan chaerin onnie.

Hari ini hari pernikahan jiyong oppa dan chaerin onnie. Saking senangnya aku jadi deg-degan.
“uri su jin begitu bahagia. Dia terlihat sangat cantik”kata omma.
“ne, bisa-bisa orang mengira su jin pengantin wanitanya”kata chaerin onnie tersenyum.
“apakah aku sudah tampan?”kata jiyong oppa sambil melihat kekaca.
“tentu saja aku sangat tampan”kata jiyong oppa yang mencoba membuang rasa gugupnya. Kami pun tertawa melihat tingkah oppa yang lucu.
Sekarang chaerin onnie dan jiyong oppa di altar, begitu indah. Aku turut bahagia. Jae jin yang duduk disampingku memegang tanganku lembut.
“kau bahagia?”tanyanya.
“ne! Aku sangat bahagia”jawabku.
Author pov-
Sekarang chaerin dan jiyong di altar, begitu indah. Jae jin yang duduk disamping su jin memegang tangan su jin lembut.
“kau bahagia?”tanyanya.
“ne! Aku sangat bahagia”jawab su jin. Karena terlalu bahagia rasa sakit yang menjalar diseluruh tubuh ini tidak terasa lagi ditubuh su jin.
gemurh tepuk tangan terdengar saat chaerin dan jiyong saling berciuman.
“kau ingin merebutkan buketnya?”tanya jae jin. Karena tidak mendengar jawaban su jin, jae jin memeriksa kondisi su jin.
“siapapun tolong sujin!”teriak jae jin yang panik. Suasana pernikahan yang bahagia berubah menjadi ketegangan.

TBC

SKY HIGH #3

Author: Mahardika Putri (Dika)
Judul: SKY HIGH!!
Cast: Kwon Su Jin , Kwon Jiyong, Dan Lee Chaerin. 
Genre: Sad




“su jin, jae jin menjengukmu. Kau keluarlah!”kata omma.
“aku tidak mau bertemu siapa pun!”teriakku.
“wae?”itu suara jae jin.
“aku tidak mau keluar!” teriakku.
@10 menit kemudian
“su jin, sudah waktunya makan. Kau keluar atau aku akan meminta perawat membawakan kunci duplikat?”ancam jiyong oppa.
“aku akan keluar jika kalian memberikanku topi.”kataku. sebenarnya aku malu dan tidak ingin untuk keluar tapi, perutku sudah lapar.
“ini pakai topiku”kata jae jin. Aku membukakan pintu, tanpa keluar aku mengambil topinya dan segera memakainya.
“kau kenapa?”tanya oppa saat aku keluar.
“kau malu dengan rambutmu?”tanya omma. Aku hanya diam. Jae jin menatapku, lalu pergi begitu saja.
“kenapa anak itu?”tanya jiyong oppa heran.

Tidak lama jae jin datang dengan sebuah kado di tangannya.
“ini untukmu.”katanya padaku.
“apa itu?”tanyaku.
“buka saja.”katanya dan aku membuka kadonya. Sebuah wig dengan rambut yang panjang.
“berbaliklah!”pintaku. dia pun berbalik. aku tidak mau orang melihatku dengan rambutku yang sangat tipis ini.
“omma dan oppa juga!”pintaku lagi.
“kau ini!”kata omma sambil berbalik. Aku melepaskan topi jae jin dan mengenakan wig yang diberikannya.
“sudah.”kataku dan mereka pun kembali berbalik.
“wah, rambut panjang ternyata cocok untukmu su jin”kata jiyong oppa.
“indah. Gomawo jae jin, rambutnya seperti asli”kata omma.
“ne.”jawab jae jin malu-malu.
“annyeonghaseo! Omo, su jin kenapa rambutmu jadi panjang dan sangat indah??”kata appa yang baru pulang dari kantor. Kami pun tertawa melihat expresi appa yang kaget.

Author pov
seperti biasa jiyong  mengajak jae jin untuk datang kerumah sakit dengannya. Tapi, saat mereka mendekati kamar terdengar suara tangisan. Jadi mereka mengurungkan niat untuk masuk dan hanya mendengar tangisan itu dari luar kamar.
“omma, apakah cinta itu adalah kriminal? Kenapa aku tidak boleh mencintai jiyong oppa?”tanya sujin. Mendengar perkataan su jin itu membuat jiyong kaget. Dia tidak habis pikir kenapa adiknya menyukainya. Bukankah mereka bersaudara.
“pakai logikamu! Itu sudah keteraluan”
“apakah cinta memerlukan logika? Omma, jangan menangis! Seharusnya aku yang menangis. Aku ini akan mati tanpa cinta. kenapa omma yang menangis?”teriak su jin.
“Tenanglah omma, aku tidak akan memaksa oppa untuk mencintaiku juga”kata su jin pelan hingga kali ini yang terdengar jiyong dan jae jin hanyalah menangis. Jae jin terlihat emosi. jiyong menarik tangannya pergi.
“tenanglah hyung. Aku tidak apa-apa. Aku sudah tahu aku hanya bertepuk sebelah tangan.”kata jae jin kesal.
“aku harap kau tidak menyerah dengan su jin.”
“tapi, hyung apakah kalian kakak adik?”
“ne. Su jin uri dongsaeng”jawab jiyong mantap.
“jika kalian bukan saudara kandung. Apa kau akan mencintainya?”
“kenapa kau berfikir bagitu? Itu tidak akan terjadi. Kau pasti sudah cukup tahu tentang perasaanku dengan chaerin”kata jiyong. Ya, jiyong memang sangat mencintai chaerin yeoja yang dikenalnya lebih dari 5 tahun itu.

Jiyong masuk kerumahnya dengan lemas. Dia tidak percaya dengan yang didengarkanya tadi dirumah sakit.
“jiyong, duduklah disini dulu.”kata appanya dari ruang keluarga. Jiyong pun duduk di hadapan appanya.
“kau tahu su jin butuh tulang sum-sum? Kau, aku dan ommamu juga sudah cek tulang sum-sum siapa yang cocok untuk su jin.”
“ne, appa”
“kami sudah tes tapi, tulang sum-sum kita tidak ada yang cocok”
“tidak bisa kah kita mencari pendonor lain?”
“untuk saat ini, tidak.”
“bukankah kita keluarga. Kenapa tidak ada yang cocok?”
“beberapa hari lalu aku pergi dengan ommamu untuk bertemu dengan keluarga orang tua kandung su jin. Tapi, keberadaan mereka tidak di ketahui karena orang tua su jin sudah lama meninggal”jelas appanya. Jiyong semakin kaget. Hari ini dia tidak percaya mendengarkan dua rahasia didalam keluarganya.
“maksud appa?”tanya jiyong tak percaya.
“ne, su jin anak teman appa. Kedua orang tua su jin meninggal saat kecelakaan. Karena ommamu ingin anak yeoja makanya mengangkat su jin.”
“su jin sudah tahu?”tanya jiyong berusah menerima keadaan ini.
“ne. Dengan berat su jin akhirnya mengerti. Lalu dia mengatakan dia melihatmu sebagai namja.”

Seminggu kemudian jiyong datang dengan chaerin menjenguk su jin.
“su jin,kami ingin menikah”kata jiyong.
“kenapa bilang padaku?”jawab su jin ketus.
“karena kau adikku. Aku juga perlu pendapatmu”kata jiyong sedikit takut su jin akan terluka. Su jin diam sejenak. Menarik nafas dalam.
“baiklah oppa. Aku merestui kalian”kata su jin sedikit berat. Ommanya terlihat sedikit lega. Ini memang sudah di rencanakan mereka tanpa sepengetahuan su jin. Bukan untuk menyakiti su jin. Hanya saja, kondisi su jin yang memburuk buat mereka takut Su Jin tidak menerima hubungan jiyong dan chaerin.

Su jin pov--
lagi-lagi aku berusaha menerima kenyataan yang menurutku sangat berat. Aku sadar aku tidak boleh mencintai jiyong oppa. Apalagi jiyong oppa dan chaerin onnie saling mencintai. Mungkin umurku tak panjang seharusnya aku bersikap egois. Tapi, aku tidak bisa. Jika aku mengalah maka semuanya akan bahagia. Aku sudah terlalu merepotkan mereka padahal aku bukan keluarga mereka. Lagian sekarang aku sudah mulai menyukai chaerin onnie. Aku harus kuat! Harus iklas.
“karena kau adikku. Aku juga perlu pendapatmu”kata jiyong oppa dengan wajah sedikit takut-takut. Aku diam sejenak untuk mengambil keputusan dan menguatkan diriku sendiri sambil menarik nafas dalam.
“baiklah oppa. Aku merestui kalian”kataku sedikit berat.
“benarkah?”kata jiyong oppa tak percaya.
“ne!”jawabku berusaha tersenyum semanis mungkin. Omma memelukku.
“gomawo!”
“gomawo, su jin~ah”
“kenapa kalian menatapku begitu?”tanyaku mencoba mencairkan suasana. Mereka tersenyum bahagia. Aku rasa keputusanku tepat dan aku akan jadi adik yang baik untuk jiyong oppa juga chaerin onnie.

TBC

Rabu, 24 April 2013

SKY HIGH #2

Author: Mahardika Putri (Dika)
Judul: SKY HIGH!!
Cast: Kwon Su Jin , Kwon Jiyong, Dan Lee Chaerin.
Genre: Sad
Aku keluar dari kamar, aku melihat jiyong oppa menyandarkan kepalanya kebahu chaerin onnie. seakan-akan ada masalah besar yang menimpa Jiyong oppa. Kenapa uri oppa yang terlihat kuat itu malah terlihat lemah saat bersama chaerin onnie? Jiyong oppa benar-benar mencintai chaerin onnie tapi, aku masih tidak rela. Chaerin onnie bukan yeoja yang cocok untuknya.

Aku kembali kesekolah, para guru dan chinggudeul sudah tahu tentang kondisi penyakitku. Tidak sedikit yang menatapku dengan tatapan kasihaan, aku tidak suka itu. Dan sekarang aku sedang berdiri didepan kelas untuk mengucapkan perpisahan.
“..kita sudah lama bersama. Bagaimana pun aku tidak mungkin melupakan kalian. Maafkan kesalahanku”kataku sambil membungkuk. Terasa ada yang akan keluar dari mataku dan sesak didadaku.
“kau yang kuat Su Jin! Aku akan datang menjengukmu.”kata Wali kelasku memelukku dan mengusap punggungku. Tak lama aku merasa ada yang memelukku dari belakang. Ternyata teman-teman yeoja kedepan kelas untuk memelukku. aku sayang kalian semua.

 
Aku keluar dari ruang kemo, kali ini omma memapahku karena aku benar-benar lemas dan merasa sakit diseluruh tubuhku.
“Jae jin!”kataku saat melihat namja duduk didepan kamarku. Aku memintanya untuk masuk. Dan dia pun mengikutiku. Aku tiduran dikasur sedangan dia duduk dikursi sisi kasurku dan omma di sofa yang jaraknya tidak jauh dari kami.
“ada apa?”tanyaku. Jujur saja dia datang kesini membuatku bingung. Kami tidak pernah sekelas dan kami jarang mengobrol walau hubungan kami cukup baik.
“su jin”katanya. Aku hanya diam menunggu kalimat selanjutnya.
“aku menyukaimu”katanya. Kata-kata yang mempunyai banyak arti ini membuatku semakin binggung.
“aku tidak peduli dengan perasaanmu sekarang. Aku hanya ingin kau tahu aku mencintaimu sebagai seorang yeoja, bukan chinggu. Aku tak ingin menyianyiakan waktuku lagi. Aku akan menghabiskan waktuku denganmu. Aku akan berusaha menjagamu.”jelasnya.
“kau serius?”tanyaku. aku melihat omma, omma diam saja seakan-akan tidak mendengar apa-apa.
“kenapa aku? Padahal kita tidak begitu dekat”tanyaku.
“aku tidak tahu. Yang aku tahu aku benar-benar mencintaimu.”jelasnya.
“aku tidak tahu harus bilang apa kepadamu”
“aku tidak perlu jawabanmu. Aku hanya ingin kau tahu. Aku mencintaimu. Apa besok aku boleh datang kesini lagi?”katanya gugup. Aku hanya mengaguk walau sedikit ragu.
“ajumma, saya pulang dulu.”pamitnya pada omma. Omma tersenyum padanya dan dia keluar dari kamarku.
“aigo.. uri su jin sudah dewasa.”kata omma dengan tersenyum.
“omma, jangan seperti itu. Aku hanya berteman dengannnya.”
“kau tak pernah merasakan dicinta oleh namja. Omma lihat dia namja yang baik dan bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Omma rasa tidak ada salahnya jika kau dekat dengannya”kata omma. Baru kali ini omma berbicara dengan aura keibuan denganku.

Author pov
Seperti janjinya, jaejin datang menjenguk su jin. Mereka mengobrol ditaman rumah sakit. Jiyong memilihat dari jendela kamar yang kebetulan dari sana bisa mengawasi adiknya itu.
“siapa dia omma?”tanya jiyong.
“chinggunya su jin”
“oh, kenapa tidak ada yang cerita padaku?”
“adikmu sudah dewasa, jiyong. Ini kesempatan dia. Mana tahu dengan begitu dia jadi semangat untuk hidup.”jelas ommanya.

Su jin pov
“sudah saatnya kau masuk su jin!”kata jiyong oppa yang berjalan kearah kami dengan tatapan menyelidik. Di belakangnya ada chaerin onnie. Chaerin onnie menyentuh bahu jiyong oppa. Mereka saling menatap. Tatapan mata chaerin onnie terlihat begitu lembut seakan-akan mereka berbicara lewat kontak mata. Jiyong oppa mengaguk dan mengambil nafas.
“chinggu su jin, kita mengobrol sebentar!”kata jiyong oppa.
“ayo, kita masuk!”kata chaerin onnie. Aku hanya menurut, entah sejak kapan aku melemah pada chaerin onnie. Chaerin onnie memegang tanganku dan pinggangku lembut, seakan-akan aku akan pecah jika tersenggol. Sekarang aku berharap oppa akan melarang jae jin di dekatku. Dari tatapan mata jiyong oppa sepertinya oppa tidak suka dengan jae jin.
Ternyata dugaanku salah. Jiyong oppa menyukai jae jin. Malah oppa sering mengajak jae jin untuk  jalan-jalan atau datang kerumah sakit dengannya. Setiap aku punya kesempatan untuk jalan-jalan bersama keluarga, oppa selalu saja mengajak jae jin. Tidak hanya oppa, uri omma dan appa juga bersikap baik pada jae jin. Huft... kenapa aku merasa keluargaku membagi kasih sayang untukku pada jae jin?
Rontok. Rontok lagi rambutku. Aku melihat kecermin, rambutku semakin tipis.
“su jin, kau dimana?”suara omma terdengar  khawatir. Aku segera mengunci kamar mandi. Aku menangis. Aku memegang rambutku tapi, rambutku malah berjatuhan di tanganku seakan-akan aku menjambaknya sangat kuat. Apakah ini artinya aku akan segera mati? Aku menangisi nasipku ini.
“kau didalam su jin? Segeralah keluar su jin!”kata omma khawatir sambil mengedor-gedor kamar mandi.
“su jin, kenapa menangis?”tanya omma. Aku dengar tangisan omma dari balik pintu. Tangisku semakin kuat.
beberapa jam kemudian.
“su jin, jae jin menjengukmu. Kau keluarlah!”kata omma.
“aku tidak mau bertemu siapa pun!”teriakku.
“kenapa?”itu suara jae jin.
“aku tidak mau  keluar!” teriakku.

TBC 

cuap2: dika bingung siapa lagi yang dijadikan cast penambahnya. berhubung yg dika tahu hanya BIG BANG, 2NE1 dan FT island. saat bayangin tokoh penambah ini yang terbayang mukanya Jae jin mantan dika (ngarep), jadi dika masukin jae jin. kalian boleh ngebayangin cowok lain sebagai tokoh jaejin di sini. diharapkan komentarnya. gomawo. :)