jangan lupa
TROUBLEMAKER!! Yes, I am! #1
Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin dan Jyong
genre: family
cuap-cuap: ini FF udh sebulan yang lalu dibuat tapi, belum kelar-kelar
karena bikin yang assasin dulu. ff ini permintaan dari @deasy onnie. Ji
hyun adalah remaja yang selalu tampil manis di depan orang tuanya tapi,
dia adalah anak yang kesepian karena orang tuanya selalu sibuk berkerja.
semoga chinggudeul suka. :)

-Kwon Ji Hyun Pov
Omma masuk ke kamarnya dengan wajah lelah. Ini sudah hampir tengah
malam, omma baru pulang sedangkan appa memilih tidur di rumah kerjanya
seperti biasa. Dengan sekuat tenaga aku memberanikan diri keluar dari
rumah menuju rumah kecil yang letaknya hanya sebelahan dengan rumahku,
masih satu pagar. Aku melihat appa masih asik dengan kertas-kertasnya.
Kenapa mereka tidak bercerai saja, hah? Aku muak melihat mereka menjaga
jarak bagini. Sudah lebih satu tahun mereka seperti ini, aku lelah. Aku
kembali kekamarku, sudah saatnya aku tidur.
“omma, aku ada kegiatan amal. Apakah omma, akan menyumbang?”tanyaku.
“oh, tentu saja”kata omma tersenyum manis sambil memberikan aku sejumlah uang lalu kembali menulis sesuatu di leptopnya.
“bagaimana dengan ulang tahunmu kemarin?”
“menyenangkan omma. Konsepnya pesta kostum. Kostum yang omma berikan padaku membuat taman-tamanku melihat kagum padaku”
“itu bagus!”kata omma sambil mengusap-ngusap kepalaku. Ulang tahun
teman? Teman yang mana? Aku saja tidak punya teman selain Song. Bagimana
bisa aku di undang mereka yang tidak dekat denganku? Bukan tidak dekat
tapi, tidak ingin dekat.
Aku pergi ke studio appa, appa masih
tertidur di kasurnya. Aku membangunkan appa, meminta uang darinya dan
aku juga mendapatkannya dengan mudah seperti aku meminta uang kepada
omma. Uang-uang yang aku dapatkan bukan untuk amal atau apalah itu. Aku
berbohong kepada orang tuaku hanya untuk dapat membeli apa yang aku
inginkan. Karena harganya sangat mahal. Diam-diam aku juga menjual
barang-barang bekasku yang bisa di jual. Kalian tidak akan mengerti
jalan pikiranku. Hidup keluarga ini begitu tersiksa.
Aku
berjalan ke koridor sekolahku semua menatapku dengan tatapan yang tidak
mengenakkan dan sedikit menjaga jarak seperti biasa padaku. Bukan karena
kepopuleran orang tuaku hingga mereka begini padaku. Tapi, karena....
“Kwon Ji Hyun, kapan orang tuamu bisa menemui ibu?”tanya wali kelasku.
Di ruang guru yang di penuhi guru-guru dia tak malu untuk memarahiku
dengan nada tinggi. Pantas saja dia perawan tua.
“tidak tahu kapan, bu. Kan sudahku bilang mereka terlalu sibuk. Mereka tidak ada waktu.”jawabku.
“saya sudah memberikanmu waktu satu bulan.”kata wali kelasku.
Sepertinya dia sangat marah hingga mengunakan kata ‘saya’ jadi aku hanya
dia.
“baik, kalau itu maumu aku akan menelpon orang tuamu sendiri.”kata wali kelasku. Aku hanya mengguk setuju.
---------------
“Kwon Ji Hyun, bangun! Kau dipanggil wali kelas.”kata salah satu
temanku berbisik saambil mengoyang-goyangkan tubuhku. Aku mengangkat
kepalaku dari atas meja belajarku dan membuka mataku yang berat.
“sudah selesai pelajaran sejarahnya?”tanyaku.
“sudah. Sekarang pelajar sastra.”jelas temanku. Sekarang aku mendengar guru namja itu sedang membaca puisi.
“guru baru kan?”tanyaku dan temanku mengaguk. Aku berdiri dari kursiku. Semua menatapku dan bahkan guru itu terdiam.
“tenang saja pak. Nomor siswa saya 413, nomor yang di percayai angka
kesialan. Saya permisih dulu karena wali kelas memanggilku. Silahkan
bapak lanjutkan mengajarnya!”kataku. Aku membungkuk kecil untuk memberi
hormat dan langsung pergi.
@Ruang Guru
Aku berada di depan pintu ruang guru. Tidak ada wali kelasku di mejanya. Dimana dia?
“cari guru siapa?”tanya guru olah raga padaku. Sial, aku lupa nama wali kelasku. Dia mengajar apa ya?
“tidak usah pak. Itu ibunya ada.”kataku asal. Lalu guru itu mngagguk dan pergi.
“hey, kenapa kau? Jangan bilang kau tak tahu namaku! sudah hampir satu
tahun aku jadi wali kelasmu”kata wali kelasku yang tiba-tiba ada di
belakangku dan memukul bahuku. Aku rasa dia ini lebih cocok jadi peramal
atau tukang pukul dari pada guru. Keibuannya itu tidak ada sama sekali.
“sudah 2 hari ibu menelpon orang tuamu. Tapi, selalu tidak di angkat
bahkan tidak menelpon balik.”kata wali kelasku sambil duduk di kursinya.
“ibu memanggil saya hingga keluar dari kelas sastra hanya untuk ini?”tanyaku. Tangganya dengan sukses mendarat di kepalaku.
“seperti kau tak rela saja keluar dari kelas. Aku tahu kau hanya tidur
di kelas, seperti biasa.”kata wali kelasku. Aku menggosok-gosokan
kepalaku yang terasa agak sakit karena pukulan guru perawan tua satu
ini. Aku rasa dia dulu menganiaya dinas pendidikan hingga mereka
mengizinkan guru aneh ini mengajar.
“ibu sudah mengirimkan mereka pesan?”tanyaku.
“sudah tapi, tidak ada balasan.”jawabnya.
“kalau begitu ibu hanya perlu menelpon perusahaan mereka saja karena
aku saja untuk bertemu mereka saja sangat susah.”kataku melangkah pergi.
“jangan pergi dulu! Apa tidak ada cara lain?”tanya wali kelasku. Aku berhenti dan kembali menatap wali kelasku.
“mereka gila kerja. Sangat benci melihat ponsel karena membuang-buang
waktu. Jadi, cara satu-satunya menelpon mereka adalah melalui
perusahaan. Karena aku tidak mungkin memberikan nomor sekertaris atau
assisten mereka pada ibu.”kataku.
“kau benar. Kau boleh pergi.”kata wali kelasku.
“benarkah?”
“yak! Pergi saja cepat. Wajahmu itu membuatku kesal!”katanya emosi.
Lihatlah, mana ada seorang gadis yang seperti itu. Semoga aku saat
dewasa tidak seperti si perawan tua pemarah itu.
“gomawo, sam (guru)!”kataku tersenyum dan pergi.
“senyummu menakutkan, Kwon Ji Hyun.”katanya masih terdengar dari balik pintu.
“mau kemana?”tanya seorang yeoja berwajah eropa yang berdiri di balik pintu.
“tak perlu bertanya karena kau pasti tau tujuanku, mumpung si perawan
tua itu sudah mengizinkanku pergi.”kataku pada Soo Song, yeoja berwajah
eropa itu. Dia lebih tinggi dari pada aku dan kami juga beda kelas.
Tapi, hanya dia temanku dan hanya aku temannya karena dulu dia sangat
kesulitan menggunakan bahasa korea. Dia dulu hanya bisa mengunakan
inggris dan france, bahasa yang kebetulanku kuasai. Sedangkan rata-rata
orang korea saja sangat rendah kemampuan bahasa inggrisnya. Apa lagi
untuk anak yang baru masuk ke junior high school seperti kami.
Aku dan Song masuk ke salah satu karaoke. kami benryanyi dan menari bersama menghibur diri.
BRukk!!
pintu di buka seseorang dengan kasar. Aku dan Song terdiam, kami seakan-akan membeku.
"apa ini?"kataku kaget.
"hyun, apa yang kau lakukan hingga polisi disini?"tanya Song berbisik dengan wajah ketakutan.
"aku tak melakukan apa-apa yang buruk, sungguh."jawabku takut.
"ikut kami!"kata polisi. Dari pada diseret, mendingan kami mengikuti saja kata polisi-polisi ini.
TBC
komentarnya jangan lupa ya.... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar