Cast: Kwon Ji Hyun, sebagai anak dari Sky Dragon(OC)
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)
genre: family
Chaerin
Jiyong
Mong Jung Gi (wali kelas, OC)
genre: family
Akhirnya polisi menyerah setelah berurusan dengan wali kelasku, dia
memang hebat dibidang perkelahian dan debat sepertinya. Mungkin saja
ibunya adalah peramal dan ayahnya yakuza jepang.
“aku boleh bicara denganmu nyonya? Saya sudah menghubungi anda beberapa hari ini tapi, anda tidak menjawabnya”kata wali kelasku pada omma.
“baik, bu wali kelas. Bagaimana jika kita membicarakannya di rumah kami saja?”kata omma. Wali kelasku pulang bersama kami sedangkan Soo Song pulang langsung kerumah bibinya, katanya. karena aku tak percaya dia akan langsung pulang.
Author pov
Chaerin dan Mong Jung Gi, wali kelas Ji Hyun sedang mengobrol di ruang kerja Chaerin tanpa Ji Hyun. Sedangkan Ji Hyun memilih menonton televisi walau dia tidak tenang kerena takut wali kelasnya itu berlebihan.
“saya memang bilang padanya bahwa saya tidak suka melihat senyumannya dan menyuruhnya pergi. Tapi, bukan mengizinkanya pergi ke karaoke dan akhirnya tertangkap polisi karena membolos.”kata Jung Gi.
“maafkan Ji Hyun!”kata Chaerin sambil membungkukkan sedikit tubuhnya untuk memohon maaf.
“ah, aku jadi tidak enak karena nyonya yang meminta maaf seperti ini.”
“sebelumnya sam menghubungi saya untuk apa?”
“saya ingin membicarakan perkembangan Ji Hyun.”
“syukurlah ini hanya karena perkembangan Ji Hyun. Saya takut Ji Hyun terkena masalah disekolah. Saya benar-benar kaget Ji Hyun kami berani melempar buku ke polisi.”kata Chaerin tersenyum dan bernafas lega.
“ekhm.. maksud saya perkembangan masalahnya di sekolah.”jelas Jung Gi hati-hati. Chaerin terdiam, dia sangat kaget karena di matanya anaknya adalah remaja yang manis.
“maksudanya?”tanya Chaerin bingung.
“dia sering tidur di kelas, membolos, tidak mengerjakan tugas dan berkelahi. Tidak hanya itu dia juga sering membantah guru atau pun membentak guru yang mengajar. Terakhir saya dapat laporan guru sastra yang mengajar hari ini. ‘Nomor siswa saya 413, nomor yang di percayai angka kesialan. Saya permisih dulu karena wali kelas memanggilku. Silahkan bapak lanjutkan mengajarnya!’, itu yang dikatakan Ji Hyun pada guru baru. Lalu dia pergi sambil memberi hormat. Dia memang pergi untuk menenumi saya tapi, ucapannya tidak sopan.”jelas Jung Gi panjang lebar. Chaerin merasa sangat malu setelah mendengar penjelasan wali kelas anaknya.
“mianhae!”kata Chaerin meminta maaf karena perlakuan anaknya.
“anehnya walau dia malas belajar tapi, hasil ujiannya selalu di atas teman-temannya. Dan sayang sekali kalau nilai-nilanya itu harus berkurang karena prilakunya. Saya tidak meminta anda untuk memukul Ji Hyun agar sadar, karena sayang sering melakukannya dan tidak berhasil. Tapi, saya memberi tahu anda agar anda tahu kondisi Ji Hyun di sekolah, nyonya.”
“jadi saya harus bagamana, bu Mong? Saya sangat terkejut melihat uri Ji Hyun berani melawan polisi dan saya tidak percaya uri Ji Hyun juga melakukan yang ada jelaskan tadi karena di rumah uri Ji Hyun sangat baik ”tanya Chaerin bingung.
“wah, saya juga kurang tau. Ji Hyun kenapa kau begini? Mianhae tapi, apa mungkin karena dia kurang mendapatkan perhatian dari kalian, orang tuanya? Aku dengar Ji Hyun pernah berkata padaku ‘aku saja sulit untuk menghubungi mereka’ saat aku berniat menghubungi anda.” Jelas Jung Gi. Chaerin terdiam, dia mengoreksi kesalahannya sendiri. Setelah hening beberapa saat Jung Gi mulai kembali berbicara.
“bulan lalu Ji Hyun sudah mendapat peringatan satu kali makanya saya mencoba bertemu dengan anda. Tapi, karena kejadian tadi pihak sekolah sudah tahu maka akan ada peringatan kedua. Jika kejadian ini terjadi lagi maka beberapa saat Ji Hyun tidak bisa bersekolah beberapa waktu.”jelas Jung Gi serius.
“apakah separah itu?”tanya Chaerin tak percaya apa yang telah dilakukan anaknya.
“apanya? Hukumanya atau Ji Hyun?”tanya Jung Gi bingung. (*wali kelasnya kumat)
Kwon Ji Hyun Pov
makan malamku telah selesai dan aku akan kembali ke kamarku. Ku lirik ruang kerja omma. Apakah perawan tua itu sudah pulang?
krek..
pintu ruang kerja omma terbuka. Wali kelasku yang tidak ku ingat namanya itu keluar dari balik pintu dan pergi tanpa melihat ke arahku. Omma mengatarnya ke depan. Baru saja aku naik beberapa anak tangga omma sudah memanggilku.
“Mong Jung Gi sam sudah menceritakan semuanya pada omma. Kenapa kau begini, Ji Hyun?”tanya omma. Aku menghentikan langkah kakiku dan membalikkan badanku hingga bisa melihat omma.
“aku tak akan melakukkannya lagi karena omma ingin aku tetap sekolah kan? Omma kecewa padaku?”kataku kali ini tanpa senyuman kepada omma. Omma melihatku bingung.
“aku juga kecewa pada kalian.”kataku. aku membalikan badanku, kembali menaiki tangga dan akhirnya aku masuk ke kamarku. Ku jatuhkan tubuhku di kasurku. Ku raih ponsel di saku rok sekolahku dan menghubungi Soo Song.
“kau dimana?”kata Soo Song. Di tempat Song terdengar sangat berisik karena percakapan banyak orang.
“aku di rumah, wali kelas baru saja pulang.”kataku.
“datanglah sesini!”
“tidak bisa untuk malam ini. Karena aku sangat lelah.”
“ya sudah kalau begitu, besok saja. Hyun, aku matikan ne? Acaranya akan dimulai”
“ne!”jawabku setelah itu mematikan telepon. Aku menghidupkan musik sekuat-kuatnya dan ikut bernyanyi. Air mataku begitu saja keluar tanpa permisi. Bukan karena kejadian hari ini yang menimpaku hingga aku menangis. Tapi, ini karena aku merasa beban hidupku begitu sulit.
TBC
Mong Jung Gi, si wali kelas karena menjadi favorit malah menjadi peran penting disini. kekeke...
jangan lupa saranya ya...
“aku boleh bicara denganmu nyonya? Saya sudah menghubungi anda beberapa hari ini tapi, anda tidak menjawabnya”kata wali kelasku pada omma.
“baik, bu wali kelas. Bagaimana jika kita membicarakannya di rumah kami saja?”kata omma. Wali kelasku pulang bersama kami sedangkan Soo Song pulang langsung kerumah bibinya, katanya. karena aku tak percaya dia akan langsung pulang.
Author pov
Chaerin dan Mong Jung Gi, wali kelas Ji Hyun sedang mengobrol di ruang kerja Chaerin tanpa Ji Hyun. Sedangkan Ji Hyun memilih menonton televisi walau dia tidak tenang kerena takut wali kelasnya itu berlebihan.
“saya memang bilang padanya bahwa saya tidak suka melihat senyumannya dan menyuruhnya pergi. Tapi, bukan mengizinkanya pergi ke karaoke dan akhirnya tertangkap polisi karena membolos.”kata Jung Gi.
“maafkan Ji Hyun!”kata Chaerin sambil membungkukkan sedikit tubuhnya untuk memohon maaf.
“ah, aku jadi tidak enak karena nyonya yang meminta maaf seperti ini.”
“sebelumnya sam menghubungi saya untuk apa?”
“saya ingin membicarakan perkembangan Ji Hyun.”
“syukurlah ini hanya karena perkembangan Ji Hyun. Saya takut Ji Hyun terkena masalah disekolah. Saya benar-benar kaget Ji Hyun kami berani melempar buku ke polisi.”kata Chaerin tersenyum dan bernafas lega.
“ekhm.. maksud saya perkembangan masalahnya di sekolah.”jelas Jung Gi hati-hati. Chaerin terdiam, dia sangat kaget karena di matanya anaknya adalah remaja yang manis.
“maksudanya?”tanya Chaerin bingung.
“dia sering tidur di kelas, membolos, tidak mengerjakan tugas dan berkelahi. Tidak hanya itu dia juga sering membantah guru atau pun membentak guru yang mengajar. Terakhir saya dapat laporan guru sastra yang mengajar hari ini. ‘Nomor siswa saya 413, nomor yang di percayai angka kesialan. Saya permisih dulu karena wali kelas memanggilku. Silahkan bapak lanjutkan mengajarnya!’, itu yang dikatakan Ji Hyun pada guru baru. Lalu dia pergi sambil memberi hormat. Dia memang pergi untuk menenumi saya tapi, ucapannya tidak sopan.”jelas Jung Gi panjang lebar. Chaerin merasa sangat malu setelah mendengar penjelasan wali kelas anaknya.
“mianhae!”kata Chaerin meminta maaf karena perlakuan anaknya.
“anehnya walau dia malas belajar tapi, hasil ujiannya selalu di atas teman-temannya. Dan sayang sekali kalau nilai-nilanya itu harus berkurang karena prilakunya. Saya tidak meminta anda untuk memukul Ji Hyun agar sadar, karena sayang sering melakukannya dan tidak berhasil. Tapi, saya memberi tahu anda agar anda tahu kondisi Ji Hyun di sekolah, nyonya.”
“jadi saya harus bagamana, bu Mong? Saya sangat terkejut melihat uri Ji Hyun berani melawan polisi dan saya tidak percaya uri Ji Hyun juga melakukan yang ada jelaskan tadi karena di rumah uri Ji Hyun sangat baik ”tanya Chaerin bingung.
“wah, saya juga kurang tau. Ji Hyun kenapa kau begini? Mianhae tapi, apa mungkin karena dia kurang mendapatkan perhatian dari kalian, orang tuanya? Aku dengar Ji Hyun pernah berkata padaku ‘aku saja sulit untuk menghubungi mereka’ saat aku berniat menghubungi anda.” Jelas Jung Gi. Chaerin terdiam, dia mengoreksi kesalahannya sendiri. Setelah hening beberapa saat Jung Gi mulai kembali berbicara.
“bulan lalu Ji Hyun sudah mendapat peringatan satu kali makanya saya mencoba bertemu dengan anda. Tapi, karena kejadian tadi pihak sekolah sudah tahu maka akan ada peringatan kedua. Jika kejadian ini terjadi lagi maka beberapa saat Ji Hyun tidak bisa bersekolah beberapa waktu.”jelas Jung Gi serius.
“apakah separah itu?”tanya Chaerin tak percaya apa yang telah dilakukan anaknya.
“apanya? Hukumanya atau Ji Hyun?”tanya Jung Gi bingung. (*wali kelasnya kumat)
Kwon Ji Hyun Pov
makan malamku telah selesai dan aku akan kembali ke kamarku. Ku lirik ruang kerja omma. Apakah perawan tua itu sudah pulang?
krek..
pintu ruang kerja omma terbuka. Wali kelasku yang tidak ku ingat namanya itu keluar dari balik pintu dan pergi tanpa melihat ke arahku. Omma mengatarnya ke depan. Baru saja aku naik beberapa anak tangga omma sudah memanggilku.
“Mong Jung Gi sam sudah menceritakan semuanya pada omma. Kenapa kau begini, Ji Hyun?”tanya omma. Aku menghentikan langkah kakiku dan membalikkan badanku hingga bisa melihat omma.
“aku tak akan melakukkannya lagi karena omma ingin aku tetap sekolah kan? Omma kecewa padaku?”kataku kali ini tanpa senyuman kepada omma. Omma melihatku bingung.
“aku juga kecewa pada kalian.”kataku. aku membalikan badanku, kembali menaiki tangga dan akhirnya aku masuk ke kamarku. Ku jatuhkan tubuhku di kasurku. Ku raih ponsel di saku rok sekolahku dan menghubungi Soo Song.
“kau dimana?”kata Soo Song. Di tempat Song terdengar sangat berisik karena percakapan banyak orang.
“aku di rumah, wali kelas baru saja pulang.”kataku.
“datanglah sesini!”
“tidak bisa untuk malam ini. Karena aku sangat lelah.”
“ya sudah kalau begitu, besok saja. Hyun, aku matikan ne? Acaranya akan dimulai”
“ne!”jawabku setelah itu mematikan telepon. Aku menghidupkan musik sekuat-kuatnya dan ikut bernyanyi. Air mataku begitu saja keluar tanpa permisi. Bukan karena kejadian hari ini yang menimpaku hingga aku menangis. Tapi, ini karena aku merasa beban hidupku begitu sulit.
TBC
Mong Jung Gi, si wali kelas karena menjadi favorit malah menjadi peran penting disini. kekeke...
jangan lupa saranya ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar