jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Selasa, 07 Mei 2013

ROSE #1 of 2 (songfict)

ROSE #1 of 2

CAST: CHAERIN, JIYONG, MINZY  dan LEE HI.
genre: fantasi

Seperti biasa namja itu melihatku. Membuatkanku tak nyaman. Selalu mengejarku seperti takut tak melihat bayanganku. Aku bukan yeoja yang baik.

Semakin kau dekati aku, aku semakin menyakitimu.

“malam ini siapa lagi ya?”tanyaku.
“kau begitu lapar?”tanya namja itu.
“entah kenapa aku tak  bisa berhenti dengan rasa laparku ini”
“kenapa tidak aku saja?”
“aku tak mau kau terluka”
“aku rela. Bawa aku bersamamu!”kata namja itu memohon.
“kau gila? Pergilah! Jangan kembali!”perintahku sambil berjalan pergi meninggalkannya.
“Chaerin, aku mencintaimu!”kata namja itu sambil menarik tanganku.
“jangan mencintaiku!! Sudah berapa kali aku mengatakannya padamu, kenapa kau tak medengarkanku Kwon jiyong?”kataku sambil mendorongnya selembut mungkin. Tapi, tubuhnya malah terdorong jauh dariku.
“kalau kau tak ingin membunuhku kenapa tidak kau membuatku sepertimu Chaerin?”keriaknya. Aku berhenti.
“kenapa aku harus melakukanya?”kataku dingin.
“karena aku mencintaimu!”
“jangan mengatakan cinta dengan mudahnya. Cinta itu bukan permainan. Tapi semakin kau dekat, semakin aku akan menyakitimu. Berhentilah! Gomiho tak perlu namja, gomiho hanya perlu pejantan.”kataku berjalan pergi dan kali ini aku benar-benar menghilang dari hadapannya.

nae sarangeun saeppalgan rose
jigeumeun areumdapgetjiman
nalkaroun gasiro neol apeuge halgeol
nae sarangeun saeppalgan rose
geurae nan hyanggiropgetjiman
gakkai halsurok neol dachige halgeol

Aroma ini, aroma namja yang bernama Kwon Jiyong itu. kenapa namja ini berada di kota ini juga, kenapa dia selalu mengikutiku? Apa yang harus aku lakukan padanya?
“sial! Onnie, Lee Hi tertangkap warga saat sedang mengoyak namja. Karena dia belum memakan jantung namja itu jadi dia sanggat lemah.”kata Minzy tergesah-gesah berlari kearahku.
“lagi-lagi anak itu tidak menurut. aku akan membebaskanya malam ini!”kataku.
“bukankah luka tusuk diperutmu belum sembuh. Kau masih lemah onnie! Bahkan suah lebih dari 3 minggu kita tidak makan. Kita buat rencana dulu!”kata Minzy.
“tidak bisa. Lee hi belum bisa berfikir tenang bisa-bisa dia berbuat yang malah membuat yang membahayakan dirinya sendiri.”
“onnie! Lebih baik Lee Hi mati saja dari pada kau terluka”teriak Minzy.
plak! Aku menampar pipi Minzy.
“Jaga ucapanmu! Dia adikmu juga adikku! Aku ini kakaknya sudah seharusnya aku menolongnya”kataku.
“kalau begitu biar aku saja yang menyelamatkannya”kata Minzy mencoba menyakinkanku.
“kau disini saja. Ini bukan pertarunganmu.”
“onnie!”
“diam dan tetap disini biarkan aku yang menolongnya! Ommamu memintaku menjagamu”

Aku menyelinap di rumah warga. Aroma Lee Hi sungguh kuat tapi, jelas sekali auranya lemah. Matanya merah, taringnya sengaja di perlihatkanya, ekor-ekornya bergerak sesukanya di udara dan beberapa kali dia memcoba membuka ikatan tangannya. Tali ikatanan tanggannya dari tali biasa tapi, karena dia terlalu lemah dia jadi tidak bisa membukanya. 1, 2, 3, 4, dan 7 orang namja aku bisa mengatasi mereka. Jika satu namja saja ku ambil jantungnya maka semakin mudahku habisi mereka.
Bruk.. aku meloncat dari atap. Namja-namja itu menatapku.
“siapa kau?”tanya mereka sambil mendekatkan obor kearahku.
“onnie, andwe!!” teriak Lee Hi. Salah satu dari mereka menyerangku. Sial, mereka kuat juga ternyata.
bruk!! Seoarang namja menedangku bagian perutku yang terluka. Aku terjatuh lemas.
“wah, berapa jumlah kalian sebenarnya?”kata namja itu.
“kau tak ingat aku? Aku yang menusuk perutmu itu, kami sengaja mengejar kalian hingga datang kesini.”
“mian, aku tak pernah ingat wajah korban atau yang seharusnya menjadi korbanku”kataku sambil menahan sakit.
“bagaimana ini? Apa kita bakar saja?”kata namja yang lain. Walau sudah tercium bau api tapi, aroma namja yang bernama Kwon Jiyong itu tercium olehku. Indraku benar, namja itu disini. Dan sekarang sedang berkelahi, 1 lawan 7. Aku sedikit tertatih membuka kurungan Lee Hi.
“cepatlah pergi!”kataku pada Lee Hi.
“tapi, onnie!”
“kau boleh memakan salah satu dari mereka”kataku.
“bukan begitu maksudku”
“kalau begitu pergilah!”kataku sambil mendorongnya. Lee Hi membawa salah satu namja yang terkapar karena pukulan Jiyong dan terbang pergi. Aku tahu Lee Hi menghkawatirkanku. Tapi, namja ini babak belur untukku. Aku kumpulkan tenagaku menggendong namja bernama Kwon Jiyong itu dipunggungku dan aku terbang melarikan diri. Karena luka di perutku aku tidak membawanya jauh hanya bersembunyi di hutan.
“lukamu belum sembuh?”tanyanya khawatir.
“kanapa kau disini?”
“Tidak peduli apa yang kamu lakukan, aku akan mengikutimu”
“tidak ada hutang di antara kita”kataku. Khuk.. dari keluar dari mulutku.
“jangan banyak bicara!”katanya sambil memapahku.
Namja ini membawaku kesebuah rumah kecil di atas gunung. Rumah yang tak berhuni. Sangat sempit dan kotor.
“tunggu sebentar!”katanya. aku hanya diam tidak bisa menjawab apa-apa.
tak lama jiyong datang membawa kayu kering. Dia menghidupkan api unggun di rumah sempit ini. Dia mendekatiku.
“apa yang kau lihat?”tanyaku.
“diam!”katanya dengan tatapan serius.
“mau apa kau?”teriakku saat dia memaksa membuka bajuku.
“lukamu ini semakin parah!”katanya. dia mengunyah dedaunan, dikunyahnya dan di tempelkanya dilukaku. Aku memejam mataku menahan sakit.
“mian, pasti sakit. Tapi, ini bisa mempercepat keringnya lukamu.”katanya sambil menutup tubuhku kembali.
“lalu bagaimana dengan memar-memar ditubuhmu?”tanyaku.
“biar aku saja”katanya sambil menjauh dariku. Aku menarik bajunya.
“biarku bantu. Sebagai terimakasihku”kataku. Dia memberikan dedaunan itu kepadaku. Aku sedikit mengunyahnya.
“ini pahit”kataku sambil meletakkan daun yangku kunyah di tanganku.
“kau tidak mengunyahnya dengan benar maka itu tak akan membantu. Aku yang mengunyah, kau yang menempelkanya”katanya. Aku mengguk setuju. Dia masukkan daun yang aku kunyah kemulutnya dan mengunyahnya kembali.
“kau jorok!”kataku tapi, dia tetap mengunyah seakan-akan daun itu tidak ada rasa pahit.
@beberapa menit kemudian.
“pelan-pelan! Itu sakit”katanya saat aku meletakan daun itu di punggungnya yang memar.
“kau manja sekali!”
“akh! Appo!”
“ini sudah pelan”belaku.

TBC
please komentarnya .. :)

sudah pernah di posting di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar