ASSASIN OR ...?? #5
CAST: GD, CL, Taeyang dan cast fiktif.
genre: romance
cuap2: bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)
Sudah habis 1 bulan waktuku. Tapi, Chaerin tetap tak melirikku sebagai namja. Apa karena aku terlalu kekanak-kanakan dimatanya? Apa aku terlalu manja menurutnya?
@Jalan Raya
seperti biasa aku mencari alasan agar Chaerin sedikit santai bersamaku. Aku mengajak Chaerin berjalan kaki bersama untuk mencari makanan jalanan walau sekarang sudah malam. Sesekali aku mengajaknya mengobrol tapi, dia hanya berbicara seperlunya seperti biasa.
“hey, dari pada kau berjalan dengan namja kurus ini mending kau berjalan dengan kami!”kata namja itu mengoda Chaerin. Dan namja itu tak sendiri, dia bersama 4 temannya. Dia mengatakanku namja kurus?? Kenapa Chaerin hanya diam saja? Seakan-akan dia tidak mendengar apa-apa.
“sombong benget!”kata namja lainnya.
“ah, paling kalau disentuh dia malah ketagihan”kata namja yang lain dan mereka pun tertawa. Namja yang pertama mengoda Chaerin akan menyentuh pipi Chaerin tapi, aku langsung menangkap tanganya.
“dia ini yeojaku! Kau jangan menyentuhnya! ”kataku menahan tangannya yang mulai melawan.
“dia diam saja. Diam artinya setuju”kata namja itu tersenyum licik. Aku segera memukul wajah mereka dan beberapa kali memberi mereka tendangan di bagian pinggang, kaki dan kepala karena mereka melawan bersamaan. Dengan mudah aku melumpuhkan mereka.
“ayo, jalan! Aku tidak jadi makan. Kau jangan melamun”kataku sambil melihat Chaerin yang terdiam dan dengan cepat aku menarik tangannya dengan lembut.
“ka. Kau bisa bela diri?”tanya Chaerin terbata-bata dan tatapan matanya kosong sepertinya dia benar-benar kaget.
“tentu saja”kataku.
“lalu kenapa memakai pengawal pribadi?”
“omma terlalu takut terjadi apa-apa denganku. Karena sikapku yang buruk aku sering di bully. Pengawal-pengawalku sebelumnya sering babak belur karena mejagaku dari orang-orang yang membenciku.sebagian mereka dipecat karena aku yang terluka ringan atau mereka keluar karena tak tahan dengan sikapku.”
“aku pengawalmu. Seharusnya aku yang melindungimu dari mereka seperti pengawalmu yang lain. Kenapa kau mengatasi mereka sendirian?”tanya Chaerin kesal, sepertinya dia tersinggung.
“aku bisa mengatasi mereka. Lagian sekarang kau tanggung jawabku.”kataku sambil menatap matanya dan tersenyum.
CHAERIN POV
“aku bisa mengatasi mereka. Lagian sekarang kau tanggung jawabku.”kata tuan Jiyong sambil menatapku lekat. Saat itu detak jantungku berhenti. Lalu dia tersenyum lembut, mengembalikan detak jantungku tapi, detak jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Annio, tiga kali lipat. Aku menyukainya? Tentu saja aku meyukainya. Sudah lebih 5 tahun ini aku mengaguminya dan mengikutinya karena ide-ide dan kemampuan dalam berbisnisnya sangat cermerlang. Tapi, keburukkannya lebih banyak hingga tidak mungkin aku terang-terangan mengakui perasaanku. Aku sengaja menjadi pengawal karena ingin mandiri, aku suka bela diri dan menjadi pengawal gajinya besar selain itu identitas kita di rahasiakan. Dan keberuntunganku ssetelah lulus training berbulan-bulan aku berkeeja untuk tuan jiyong. Tapi, selama lebih dari 5 tahun aku mengagguminya aku tidak tahu dia bisa bela diri bahkan mungkin lebih hebat dariku. Tendangan yang cepat, jurus yang sulit dan ketepatanya itu menunjukan dia sangat ahli.
FLASH BACK-CHAERIN POV
Seperti biasa aku mengawasi seniorku. Awalnya aku memilih Universitas ini pun karena seniorku ini. Seperti biasa senioku ini menggandeng yeoja yang berbeda dari kemarin. Walau aku sangat mengaguminya tidak ada amarah atau iri pada setiap yeoja yang di gandengnya. Karena yeoja itu lebih kasihan dari pada aku. Walau mereka menghabiskan waktu bersama-sama seniorku itu tak pernah mengingat nama mereka. Seorang namja bertubuh besar mendekati seniorku, namja itu memarahi seniorku. Yah, ini pemandangan bisa karena seniorku ini punya penyakit mengambil pacar orang lain. Tapi, aku hanya mengawasi dari jauh.
Hari ini hari terakhir aku di Korea. Omma dan aku akan pindah ke Jepang untuk membuka bisnis disana. Jadi aku memanfaatkan waktu terakhirku untuk menikamati wajah seniorku. Seniorku berjalan kaki seorang diri. Pasti dia ingin memakan makanan jalanan. Itu hobbynya. Tapi, namja bertubuh besar yang tadi pagi menyeret paksa seniorku jadi aku mengikuti dari jauh.
“sudahku bilang, jangan merebut yeoja orang!”kata namja itu.
“rasakan ini!”
Buk...
“jangan sok cekep! Aku hancurin mukamu yang lembut ini!”kata namja yang lainnya sambil memukul wajah seniorku. Ingin aku tetap bersembunyi disini tapi, aku segera melepaskan identitasku sebagai penggum rahasia. Jiyong sunbae membutuhkan pertolonganku.
“berhenti!”teriakku sambil mendekat. mereka pun berhenti memukuli jiyong sunbae. Dari sini aku melihat jiyong sunbae babak belur.
“dasar pengecut! Hanya berani main keroyok!”teriakku.
“kau siapa? Kekasih barunya untuk besok?”tanya namja bertubuh bsar itu sambil tertawa.
“bukan urusanmu!”kataku emosi sambil menendang perut mereka dan apa saja yang mudahku tendang. Namja-namja itu pun terjatuh lemah. Tadi aku sengaja menyisakan nemja bertubuh besar ini. Melihat dia ketakutan sepertinya lebih menarik. Tapi, setelah melihat jiyong sunbae meringis kesakitan aku jadi seperti kesetanan. Aku mendang kaki dan pinggang namja itu gesit dan namja itu terjatuh. Dia berusaha bangkit kembali dan saat dia berhasil berdiri sempurna aku menedangnya dengan Dollyo Chagi ( teknik menendang kepala di Taekwondoo). Walau dia jauh lebih tinggi dariku tapi, kaki ku ini dengan mudah menyentuh kepalanya.
Bruuk.. namja bertubuh besar itu lagi-lagi jatuh.
“jangan meremehkan yeoja!”kataku sambil berusaha membopong tubuh Jiyong sunbae yang lemah. Saat kami mulai menjauh, aku melepaskan Jiyong oppa dan berbalik dengan tendangan memutar. Kakiku tepat mengenai hidung namja bertubuh besar tadi yang masih mencoba mengikutiku. Dia memegang hidungnya dan berlari dengan kelompoknya.
“kau disini saja. Kau sudah aman sunbae!”kataku tersenyum saat kami sampai di rumah sakit.
“kau tidak takut?”tanyanya. matanya bengkak dan sudah mulai berubah warna.
“ne, tentu saja. Aku ini yeoja! Tapi, aku lebih takut jika kau terluka lebih parah. Mian, sunbae aku harus pergi. Aku tidak bisa menemanimu masuk”kataku tersenyum.
“changkaman, siapa namamu?”kata jiyong sonbae.
“penggemarmu!”kataku sambil berlari menjauh. Dengan matanya yang seperti itu aku yakin dia tidak akan melihatku dengan jelas. Nama? Aku penggemar rahasianya, namaku itu tidak penting.
JIYONG POV
kejadian beberapa hari lalu membuat Omma khawatir padaku. Ditolong dengan wanita itu memalukan bagiku kerena itu aku ingin belajar beladiri tapi, omma tak mengizinkaku. Takut aku malah terluka saat latihan. Karena aku tidak di izinkan untuk belajar beladiri omma menyediakan satu pengawal untuk melindungiku dari namja-namja yang menyerangku karena yeoja mereka memilihku. Bukan aku yang memaksa tapi, yeoja-yeoja itu yang menempel padaku. Tapi, yeoja pemberani itu siapa? Kenapa aku tak bisa melihat dan mengingat sedikitpun wajahnya?
“ne, tentu saja. Aku ini yeoja! Tapi, aku lebih takut jika kau terluka lebih parah.”itu kalimat yeoja itu. Ok, aku akan belajar bela diri diam-diam tanpa seorang pun tahu.
FLASH BACK END-
TBC —
CAST: GD, CL, Taeyang dan cast fiktif.
genre: romance
cuap2: bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)
Sudah habis 1 bulan waktuku. Tapi, Chaerin tetap tak melirikku sebagai namja. Apa karena aku terlalu kekanak-kanakan dimatanya? Apa aku terlalu manja menurutnya?
@Jalan Raya
seperti biasa aku mencari alasan agar Chaerin sedikit santai bersamaku. Aku mengajak Chaerin berjalan kaki bersama untuk mencari makanan jalanan walau sekarang sudah malam. Sesekali aku mengajaknya mengobrol tapi, dia hanya berbicara seperlunya seperti biasa.
“hey, dari pada kau berjalan dengan namja kurus ini mending kau berjalan dengan kami!”kata namja itu mengoda Chaerin. Dan namja itu tak sendiri, dia bersama 4 temannya. Dia mengatakanku namja kurus?? Kenapa Chaerin hanya diam saja? Seakan-akan dia tidak mendengar apa-apa.
“sombong benget!”kata namja lainnya.
“ah, paling kalau disentuh dia malah ketagihan”kata namja yang lain dan mereka pun tertawa. Namja yang pertama mengoda Chaerin akan menyentuh pipi Chaerin tapi, aku langsung menangkap tanganya.
“dia ini yeojaku! Kau jangan menyentuhnya! ”kataku menahan tangannya yang mulai melawan.
“dia diam saja. Diam artinya setuju”kata namja itu tersenyum licik. Aku segera memukul wajah mereka dan beberapa kali memberi mereka tendangan di bagian pinggang, kaki dan kepala karena mereka melawan bersamaan. Dengan mudah aku melumpuhkan mereka.
“ayo, jalan! Aku tidak jadi makan. Kau jangan melamun”kataku sambil melihat Chaerin yang terdiam dan dengan cepat aku menarik tangannya dengan lembut.
“ka. Kau bisa bela diri?”tanya Chaerin terbata-bata dan tatapan matanya kosong sepertinya dia benar-benar kaget.
“tentu saja”kataku.
“lalu kenapa memakai pengawal pribadi?”
“omma terlalu takut terjadi apa-apa denganku. Karena sikapku yang buruk aku sering di bully. Pengawal-pengawalku sebelumnya sering babak belur karena mejagaku dari orang-orang yang membenciku.sebagian mereka dipecat karena aku yang terluka ringan atau mereka keluar karena tak tahan dengan sikapku.”
“aku pengawalmu. Seharusnya aku yang melindungimu dari mereka seperti pengawalmu yang lain. Kenapa kau mengatasi mereka sendirian?”tanya Chaerin kesal, sepertinya dia tersinggung.
“aku bisa mengatasi mereka. Lagian sekarang kau tanggung jawabku.”kataku sambil menatap matanya dan tersenyum.
CHAERIN POV
“aku bisa mengatasi mereka. Lagian sekarang kau tanggung jawabku.”kata tuan Jiyong sambil menatapku lekat. Saat itu detak jantungku berhenti. Lalu dia tersenyum lembut, mengembalikan detak jantungku tapi, detak jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Annio, tiga kali lipat. Aku menyukainya? Tentu saja aku meyukainya. Sudah lebih 5 tahun ini aku mengaguminya dan mengikutinya karena ide-ide dan kemampuan dalam berbisnisnya sangat cermerlang. Tapi, keburukkannya lebih banyak hingga tidak mungkin aku terang-terangan mengakui perasaanku. Aku sengaja menjadi pengawal karena ingin mandiri, aku suka bela diri dan menjadi pengawal gajinya besar selain itu identitas kita di rahasiakan. Dan keberuntunganku ssetelah lulus training berbulan-bulan aku berkeeja untuk tuan jiyong. Tapi, selama lebih dari 5 tahun aku mengagguminya aku tidak tahu dia bisa bela diri bahkan mungkin lebih hebat dariku. Tendangan yang cepat, jurus yang sulit dan ketepatanya itu menunjukan dia sangat ahli.
FLASH BACK-CHAERIN POV
Seperti biasa aku mengawasi seniorku. Awalnya aku memilih Universitas ini pun karena seniorku ini. Seperti biasa senioku ini menggandeng yeoja yang berbeda dari kemarin. Walau aku sangat mengaguminya tidak ada amarah atau iri pada setiap yeoja yang di gandengnya. Karena yeoja itu lebih kasihan dari pada aku. Walau mereka menghabiskan waktu bersama-sama seniorku itu tak pernah mengingat nama mereka. Seorang namja bertubuh besar mendekati seniorku, namja itu memarahi seniorku. Yah, ini pemandangan bisa karena seniorku ini punya penyakit mengambil pacar orang lain. Tapi, aku hanya mengawasi dari jauh.
Hari ini hari terakhir aku di Korea. Omma dan aku akan pindah ke Jepang untuk membuka bisnis disana. Jadi aku memanfaatkan waktu terakhirku untuk menikamati wajah seniorku. Seniorku berjalan kaki seorang diri. Pasti dia ingin memakan makanan jalanan. Itu hobbynya. Tapi, namja bertubuh besar yang tadi pagi menyeret paksa seniorku jadi aku mengikuti dari jauh.
“sudahku bilang, jangan merebut yeoja orang!”kata namja itu.
“rasakan ini!”
Buk...
“jangan sok cekep! Aku hancurin mukamu yang lembut ini!”kata namja yang lainnya sambil memukul wajah seniorku. Ingin aku tetap bersembunyi disini tapi, aku segera melepaskan identitasku sebagai penggum rahasia. Jiyong sunbae membutuhkan pertolonganku.
“berhenti!”teriakku sambil mendekat. mereka pun berhenti memukuli jiyong sunbae. Dari sini aku melihat jiyong sunbae babak belur.
“dasar pengecut! Hanya berani main keroyok!”teriakku.
“kau siapa? Kekasih barunya untuk besok?”tanya namja bertubuh bsar itu sambil tertawa.
“bukan urusanmu!”kataku emosi sambil menendang perut mereka dan apa saja yang mudahku tendang. Namja-namja itu pun terjatuh lemah. Tadi aku sengaja menyisakan nemja bertubuh besar ini. Melihat dia ketakutan sepertinya lebih menarik. Tapi, setelah melihat jiyong sunbae meringis kesakitan aku jadi seperti kesetanan. Aku mendang kaki dan pinggang namja itu gesit dan namja itu terjatuh. Dia berusaha bangkit kembali dan saat dia berhasil berdiri sempurna aku menedangnya dengan Dollyo Chagi ( teknik menendang kepala di Taekwondoo). Walau dia jauh lebih tinggi dariku tapi, kaki ku ini dengan mudah menyentuh kepalanya.
Bruuk.. namja bertubuh besar itu lagi-lagi jatuh.
“jangan meremehkan yeoja!”kataku sambil berusaha membopong tubuh Jiyong sunbae yang lemah. Saat kami mulai menjauh, aku melepaskan Jiyong oppa dan berbalik dengan tendangan memutar. Kakiku tepat mengenai hidung namja bertubuh besar tadi yang masih mencoba mengikutiku. Dia memegang hidungnya dan berlari dengan kelompoknya.
“kau disini saja. Kau sudah aman sunbae!”kataku tersenyum saat kami sampai di rumah sakit.
“kau tidak takut?”tanyanya. matanya bengkak dan sudah mulai berubah warna.
“ne, tentu saja. Aku ini yeoja! Tapi, aku lebih takut jika kau terluka lebih parah. Mian, sunbae aku harus pergi. Aku tidak bisa menemanimu masuk”kataku tersenyum.
“changkaman, siapa namamu?”kata jiyong sonbae.
“penggemarmu!”kataku sambil berlari menjauh. Dengan matanya yang seperti itu aku yakin dia tidak akan melihatku dengan jelas. Nama? Aku penggemar rahasianya, namaku itu tidak penting.
JIYONG POV
kejadian beberapa hari lalu membuat Omma khawatir padaku. Ditolong dengan wanita itu memalukan bagiku kerena itu aku ingin belajar beladiri tapi, omma tak mengizinkaku. Takut aku malah terluka saat latihan. Karena aku tidak di izinkan untuk belajar beladiri omma menyediakan satu pengawal untuk melindungiku dari namja-namja yang menyerangku karena yeoja mereka memilihku. Bukan aku yang memaksa tapi, yeoja-yeoja itu yang menempel padaku. Tapi, yeoja pemberani itu siapa? Kenapa aku tak bisa melihat dan mengingat sedikitpun wajahnya?
“ne, tentu saja. Aku ini yeoja! Tapi, aku lebih takut jika kau terluka lebih parah.”itu kalimat yeoja itu. Ok, aku akan belajar bela diri diam-diam tanpa seorang pun tahu.
FLASH BACK END-
TBC —
Tidak ada komentar:
Posting Komentar