jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 22 Mei 2013

ASSASIN OR ...? 2 part 4

Cast: CHAERIN, JIYONG dan TAEYANG
genre: romance
author: Mahardika Putri (DIKA)
cuap2: mian, banyak typo salah dalam penulisan bahasa koreany. tp, semoga suka. :)

Jiyong Pov

“hyung...”teriak namja manja dengan aegyonya sambil membuka pintu ruang kerjaku. Aku segera mengesave file-file dan berhenti dari kegiatan kerjaku. Jujur saja jika dia yeoja, bukan keluargaku, dan aku tak bertemu dengan Chaerin dialah yang aku kencani lebih dahulu.
“wae?”kataku.
“apakah kau berhenti mengejarnya? Aku dapat kabar dia sering berjalan bersama dengan Taeyang”kata Seungri, dia sepupuku.
“aku sudah mengatakan cinta padanya. Tapi, dia menolakku. Dan saat ditanya dia tidak mengatakan dia mencintaiku atau tidak mencintaiku. Dia hanya menolak tanpa memberi tahu tentang perasaannya. Aku bingung harus bagaimana.”jelasku.
“hubungannya dengan Taeyang sebenarnya apa hyung?”
“molla. Aku hanya tahu mereka sangat dekat dan Taeyang selalu berhasil membuat Chaerin tersenyum.”kataku frustasi.
“tenang hyung. Tetap semangat.!”kata seungri.

Malam ini aku masuk ke club aku melihat Chaerin sedang mengobrol dengan seorang namja, siapa lagi kalau bukan Taeyang.
“oppa, kajja berdansa denganku.”tawar jeoja yang datang menghampiriku. Aku hanya mengikuti yeoja itu yang menarik tanganku dengan genit. Aku menari denganya di lantai dansa, membiarkan dia menyentuh tubuhku, memelukku, mengelus pipiku dan bahkan mengecup pipiku.
“Chaerin, kau mau kemana?!”teriak seorang namja, yang aku rasa Taeyang.
“mian aku harus pergi!”kataku pada yeoja itu dan langsung pergi mengejar Chaerin. Chaerin berjalan dengan tergesah-gesah. Aku segara menarik tangannya.
“wae?”tanyanya emosi dengan maskara yang mulai luntur di wajahnya.
“kau. Kau menangis?”tanyaku tak percaya.
“apa ini lucu?”katanya sambil berusaha memelepaskan tangannya.
“kenapa kau menangis? Kenapa kau menagis?”
“lepaskan!”katanya memberontak. Hatiku terasa sakit saat melihatnya menangis. Segera aku memeluknya kuat.
“kau cemburu, uh..?”tanyaku lembut.
“apa kau puas?”
“aku anggap kau menjawab ‘ya’ Lee Chaerin.”kataku memeluknya hangat.
“berhentilah menangis. Aku mohon! Ini lebih menyakitkan dari pada kau selalu bersikap dingin padaku.”kataku.
setelah Chaerin berhenti menagis aku mengajak Chaerin mengobrol di taman. Ya, suasana terasa kaku sehingga aku mengantarnya pulang.

“gimana hyung? Apakah rencana kita berhasil?”tanya Seungri.
“lumayan idemu tak buruk. Aku tidur dulu.”kataku.
“wae hyung? Apakah besok kau ada janji kencan denganya?”tanya Seungri.
“menurutmu?”
“hua.. selamat hyung!”kata Seungri gembira. Ini rencana Seungri. Tidak mungkin aku membiarkan yeoja yang tidakku kenal menyentuhku.

Sebenarnya aku tidak ada janji kencan dengan Chaerin tapi, kemarin malam saat keluar dari mobil aku mendengar Chaerin sedang bertelepon dengan seseorang dan janji akan datang akan datang ketempat latihan judo jam 3. Tentu saja aku tak akan menyianyiakan itu, walau hanya kebetulan mendengar.
Aku datang ke tempat latihan yang Chaerin maksud, aku melihatnya dengan mudahnya membanting lawan dengan jurus judonya. Aku rasa ada filter dimataku hingga dimataku Chaerin yang basah dengan keringat itu terlihat sexy dan cantik.
Sekarang giliranku dengan Chaerin. wajah Chaerin tenang seperti biasa. Dia mencoba membantingku seperti yang telah berhasil dengan lakukan dengan orang lain tapi, tidak berhasil denganku. Saat dia mulai lengah aku membantingnya. Aku mengulurkan tanganku agar dia bangun dengan mudah. Dia membalas uluran tanganku.
“lumayan untuk namja manja sepertimu, sunbae.”kata Chaerin. sepertinya dia kesal karena kalah. Tapi, aku hanya tersenyum.
Chaerin mengambil minumannya dan minum tanpa angun tapi, terlihat keren.
“wae?”katanya padaku.
“kau terlihat cantik.”
“omong kosong!”
“apa kau kesal telahku kalahkan, Chaerin?”
“anni. Kalah itu biasa.”
“kau berbohong.”
“annio, sunbae. Kenapa kau di sini.?”
“untuk menarik perhatianmu.”kataku dengan senyuman nakal. Chaerin bangun dari tempat duduknya.
“Chaerin, jangan pindah! Jangan pergi karena aku akan selalu mengejarmu! Jadi aku mohon berikan aku kesempatan, Chaerin.”teriakku berhasil membuat Chaerin berhenti, berjalan ke arahku, dan keringat di poninya menetes di pipinya. aku benar-benar tak peduli orang memperhatikan kami.
“kau membuatku malu, sunbae. Ok, aku memberikanmu kesempatan, sunbae. Tapi, jangan selalu mengikutiku!”katanya dengan nada ancaman.
“bukankah dulu kau juga selalu mengikutiku, Chaerin. dan aku tak pernah melarangmu.”kataku seakan-akan bingung.
Buk!! Dengan mudah kali ini Chaerin membantingku dan pergi begitu saja.
“hunchae!! Changkaman!!"kataku bangun dan langsung mengejarnya. Tapi, Chaerin tak peduli.
“assasin yeoja, kau galak sekali oh?!”kataku. Chaerin berhenti dan menatapku tajam.
“tidak masalah kau melihatku dengan tatapan tajam atau bagaimana. Kau melihatku saja aku sudah senang.”kataku sambil tersenyum.
“akh.. aku akan gila!”kata Chaerin sambil mengeleng-gelengkan kepalanya frustasi dan kembali berjalan. Aku hanya tertawa melihatnya, dia begitu lucu.

TBC
suka ceritanya gak? kalau suka bagian apa yg d suka?? *kepo
komentarnya, jebal! :) karena ini Dika buatnya ngebut, gara-gara datanya hilang.
no plagiat!! ni udh prnah d posting di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar