ASSASIN OR...?? #3
CAST: GD, CL, Taeyang dan cast fiktif.
genre: romance
cuap2: bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)
CAST: GD, CL, Taeyang dan cast fiktif.
genre: romance
cuap2: bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)
Aku masuk kerumahku, seperti biasa pelayan menyambut kedatanganku.
“tuan, nyonya sudah menunggu anda si ruangannya”kata salah satu pelayan.
“apa lagi? Aku lelah. Nanti saja”kataku malas.
“tapi, nyonya meminta sekarang juga tuan.”
“Chaerin, kau istirahat saja. Aku akan menemui ommaku”kataku pada Chaerin.
“ne, tuan”kata Chaerin. aku segera melangkah pergi ketempat kerja ommaku.
“Wae omma?”tanyaku saat membuka pintunya.
“hay, sayang! Bagaimana dengan pengawalnya? Kau suka? Dia berkerja dengan baikkan?”
“ne, omma. Kenapa pengawalnya seorang yeoja?”tanyaku sambil duduk di sofa yang berhadapan dengan omma.
“karena seorang yeoja pasti lebih telaten lagian membawa yeoja kemana-mana lebih terlihat normal ketimbang membawa namja kemana-mana. Kau tidak suka dengannya?”
“annio, omma. Hanya saja aku ragu apakah dia ahli bela diri atau tidak”
“tanang, dia sangat ahli.”kata omma tersenyum.
“dia tidak akan mengkhianati kita kan?”
“tentu saja karena omma yang memilihnya langsung”
“kenapa tidak namja saja?”tanyaku curiga.
“hem.. kau pikir agent pengawal masih ingin berkerja denganmu yang selalu mengerjai mereka? Miris melihat mereka dipecat karena kelakuanmu. Pengawal yang terakhir kakinya patah karena kau minta gendong dan akhirnya terjatuh bersama. Untung saja kau tidak kenapa-kenapa. Pengawal yeoja itu tidak kalah dari pengawal namja.”
“omma, yakin dia dapat dipercaya? Tidak akan membunuhku?”
“jiyong, kau terlalu banyak menonton film sayang”kata omma tertawa pelan.
“aku tak bercanda. Yeoja itu tidak pernah menunjukkan expresi wajahnya”
“kau memperhatikannya?”
“ne! Dia pengawalku”sagahku.
“kau melihatnya sebagai pengawal atau yeoja?”kata omma tersenyum jail.
“aku lelah. Aku istirahat dulu omma”kataku berjalan pergi.
“kwon jiyong, kau malu pada ommamu huh?!”kata omma berteriak saat aku akan menutup pintu.
Author pov-
seperti biasa pelayan membagunkan Jiyong dan seperti biasa juga dia susah untuk dibangunkan.
“jebal, tuan! Bangunlah! Tuan besar dan nyonya sudah menunggu dibawah”kata pelayan.
“mwo??? Appa sarapan di rumah?”tanyaku kaget. Ya, tentu saja aku kaget. Appa sampat sarapan dirumah itu seperti keajaban untukku.
“ne, tuan”jawab pelayan.
“siapkan, air mandiku!”perintaku.
“ne, tuan”jawabnya.
@ruang makan.
keluarga kecil ini makan bersama, tanpa ada banyak bicara. Yang berbicara hanya orang tua Jiyong saja. Entah kenapa Jiyong memilih diam, padahal momen seperti ini sangat susah karena orang tuanya yang sesalu sibuk berkerja. Sebenarnya Jiyong juga berkerja di perusahaan keluarganya hanya saja Jiyong memilih mengerjakan semua pekerjaan kantornya di rumah.
“oh ne, dimana Chaerin?”tanya Jiyong sambil mengunyah makanannya.
“hari ini Chaerin libur. 4 hari dia berkerja 2 hari dia libur, kan seperti itu perjanjiannya”jawab ommanya.
“lalu siapa yang menjagaku?”kataku dengan aegyo.
“bukankah kau hanya dirumah saja hari ini? Chaerin itu bukan robot. Jadi dia juga perlu istirahat.”kata appanya.
“ne”kata Jiyong menurut walau sebenarnya dia tidak rela tidak bertemu dengan yeoja berwajah dingin itu.
@di suatu rumah mewah
“bagaimana dengan punggungmu?”tanya seorang namja pada Chaerin.
“sudah lumayan membaik oppa”jawab Chaerin tersenyum.
“kenapa kau berkerja yang sangat mengancam nyawamu?”
“oppa, mengertilah ini perkerjaan yang aku sukai. Ada tantangan sendiri saat melakukanya.”kata Chaerin sambil memegang tangan namja itu manja.
“lalu dengan punggungmu seperti itu orang tuamu masih mendukungmu?”
“mereka tidak tahu tentang punggungku, oppa”
“kau tidak mengatakannya? cepat atau lambat mereka pasti tahu tentang punggungmu itu”
“tidak perlu karena sebentar lagi akan hilang bekasnya oppa.”
“kau yakin?”tanya namja itu khawatir.
“ne, oppa”kata Chaerin meyakinkan dan tersenyum manis.
TBC
“tuan, nyonya sudah menunggu anda si ruangannya”kata salah satu pelayan.
“apa lagi? Aku lelah. Nanti saja”kataku malas.
“tapi, nyonya meminta sekarang juga tuan.”
“Chaerin, kau istirahat saja. Aku akan menemui ommaku”kataku pada Chaerin.
“ne, tuan”kata Chaerin. aku segera melangkah pergi ketempat kerja ommaku.
“Wae omma?”tanyaku saat membuka pintunya.
“hay, sayang! Bagaimana dengan pengawalnya? Kau suka? Dia berkerja dengan baikkan?”
“ne, omma. Kenapa pengawalnya seorang yeoja?”tanyaku sambil duduk di sofa yang berhadapan dengan omma.
“karena seorang yeoja pasti lebih telaten lagian membawa yeoja kemana-mana lebih terlihat normal ketimbang membawa namja kemana-mana. Kau tidak suka dengannya?”
“annio, omma. Hanya saja aku ragu apakah dia ahli bela diri atau tidak”
“tanang, dia sangat ahli.”kata omma tersenyum.
“dia tidak akan mengkhianati kita kan?”
“tentu saja karena omma yang memilihnya langsung”
“kenapa tidak namja saja?”tanyaku curiga.
“hem.. kau pikir agent pengawal masih ingin berkerja denganmu yang selalu mengerjai mereka? Miris melihat mereka dipecat karena kelakuanmu. Pengawal yang terakhir kakinya patah karena kau minta gendong dan akhirnya terjatuh bersama. Untung saja kau tidak kenapa-kenapa. Pengawal yeoja itu tidak kalah dari pengawal namja.”
“omma, yakin dia dapat dipercaya? Tidak akan membunuhku?”
“jiyong, kau terlalu banyak menonton film sayang”kata omma tertawa pelan.
“aku tak bercanda. Yeoja itu tidak pernah menunjukkan expresi wajahnya”
“kau memperhatikannya?”
“ne! Dia pengawalku”sagahku.
“kau melihatnya sebagai pengawal atau yeoja?”kata omma tersenyum jail.
“aku lelah. Aku istirahat dulu omma”kataku berjalan pergi.
“kwon jiyong, kau malu pada ommamu huh?!”kata omma berteriak saat aku akan menutup pintu.
Author pov-
seperti biasa pelayan membagunkan Jiyong dan seperti biasa juga dia susah untuk dibangunkan.
“jebal, tuan! Bangunlah! Tuan besar dan nyonya sudah menunggu dibawah”kata pelayan.
“mwo??? Appa sarapan di rumah?”tanyaku kaget. Ya, tentu saja aku kaget. Appa sampat sarapan dirumah itu seperti keajaban untukku.
“ne, tuan”jawab pelayan.
“siapkan, air mandiku!”perintaku.
“ne, tuan”jawabnya.
@ruang makan.
keluarga kecil ini makan bersama, tanpa ada banyak bicara. Yang berbicara hanya orang tua Jiyong saja. Entah kenapa Jiyong memilih diam, padahal momen seperti ini sangat susah karena orang tuanya yang sesalu sibuk berkerja. Sebenarnya Jiyong juga berkerja di perusahaan keluarganya hanya saja Jiyong memilih mengerjakan semua pekerjaan kantornya di rumah.
“oh ne, dimana Chaerin?”tanya Jiyong sambil mengunyah makanannya.
“hari ini Chaerin libur. 4 hari dia berkerja 2 hari dia libur, kan seperti itu perjanjiannya”jawab ommanya.
“lalu siapa yang menjagaku?”kataku dengan aegyo.
“bukankah kau hanya dirumah saja hari ini? Chaerin itu bukan robot. Jadi dia juga perlu istirahat.”kata appanya.
“ne”kata Jiyong menurut walau sebenarnya dia tidak rela tidak bertemu dengan yeoja berwajah dingin itu.
@di suatu rumah mewah
“bagaimana dengan punggungmu?”tanya seorang namja pada Chaerin.
“sudah lumayan membaik oppa”jawab Chaerin tersenyum.
“kenapa kau berkerja yang sangat mengancam nyawamu?”
“oppa, mengertilah ini perkerjaan yang aku sukai. Ada tantangan sendiri saat melakukanya.”kata Chaerin sambil memegang tangan namja itu manja.
“lalu dengan punggungmu seperti itu orang tuamu masih mendukungmu?”
“mereka tidak tahu tentang punggungku, oppa”
“kau tidak mengatakannya? cepat atau lambat mereka pasti tahu tentang punggungmu itu”
“tidak perlu karena sebentar lagi akan hilang bekasnya oppa.”
“kau yakin?”tanya namja itu khawatir.
“ne, oppa”kata Chaerin meyakinkan dan tersenyum manis.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar