genre: romance, NC
author: Mahardika Putri (DIKA)
cuap2: mian, banyak typo salah dalam penulisan bahasa koreany. tp, semoga suka.yg masih kecil tolong tidak membaca ya...

AUTHOR POV
Hubungan Jiyong dan Chaerin semakin membaik. Walau Chaerin masih kerab kali bersikap dingin dan tidak pernah tersenyum untuk Jiyong. Jiyong tidak berhenti mengejar Chaerin, apalagi setelah dia tahu bahwa Taeyang bukan namja yang dicintai dan tidak ada hubungan spesial dengan Chaerin.
Kedua perusahaan bidang fashion dan textil ini membuat pertunjukkan show. Chaerin terlihat serius melihat pertunjukkan yang di buat kerja sama perusahaan orang tua Chaerin dan Jiyong. Di akhir acara Jiyong naik ke podium untuk memberikan kata penutup acara.
“mianhae, saya Kwon Jiyong meminta perhatian anda sebentar. Pertama, saya akan berterimakasih karena kalian telah hadir di show ini. Kedua, untuk yeoja yang duduk disana. Sekarang dia memakai baju merah, namanya Lee Chaerin. bisakah kau naik dahulu?”kata Jiyong. Chaerin yang binggung hanya berusaha naik karena dorongan ommanya Jiyong yang sedari tadi duduk disampingnya. Walau gugup, Chaerin berjalan dengan anggun di atas panggung. Jiyong segera mengambil mic dan menyambut Chaerin. menggegam tangan Chaerin lembut.
“Lee Chaerin, maukah kau menjadi pacarku?”kata Jiyong lembut tapi, cukup jelas. Tentu saja ini membuat Chaerin kaget dan semakin gugup.
“sebentar sunbae!”kata Chaerin gugup tapi, langsung menelpon seseorang dari ponsel yang dari tadi dia genggam.
“siapa yang dia telepon sebenarnya? Apakah Taeyang?”pikir Jiyong bingung.
“ani. Ne, jika itu keputusanmu appa”kata Chaerin tersenyum.
“wae?”tanya Jiyong. Tapi, Chaerin hanya diam dengan wajah tenangnya sambil memencet tompol ponselnya.
“sunbae, ne.”
“maksudmu, kau mau?”tanya Jiyong tak percaya.
“nado saranghae oppa”jawab Chaerin tersenyum malu. Jiyong memeluk Chaerin erat.
“di drama biasanya namja memeluk yeojanya seperti ini."kata Jiyong senang. Tangan Chaerin melepaskan pelukan mereka.
“kenapa kau menelepon appamu?”tanya Jiyong berbisik.
“karena aku janji tidak akan mengatakan perasaanku sebelum sunbae berubah menjadi namja yang bisa menjadi tempatku bergantung.”jelas Chaerin.
“awalnya dia tidak setuju dengan kita?”
“bisa dibilang begitu”kata Chaerin tersenyum.
“mwo?? Bukankah aku menantu idaman?”kata Jiyong tak percaya.
“kau begitu percaya diri oppa.”kata Chaerin. Jiyong segera memeluknya kembali. Chaerin berusaha melepaskan diri tapi, tak berhasil.
“aku tak akan melepaskanmu sebelum aku puas memelukmu.”
“wae?”
“karena kau tadi memanggilku oppa”
“kau hanya salah dengar sunbae”alih Chaerin.
“kalau begitu aku akan terus memelukmu.”
“teruslah peluk aku karena aku tak akan mengaku.”
“kenapa kau menjadi begini?”
“karena kau yang mengajarkanku, oppa”jawab Chaerin tertawa.
“mwo?? Oppa? Aku tak salah dengar.”
“kau salah dengar sunbae!”
“kau sudah tertangkap 2X memanggilku oppa, kenapa kau tak mengaku juga Chaerin?”
“karena memang tidak!”
“yeoja assasin!”kata Jiyong sedikit geram.
“kami memang sudah tua tapi, kami juga tidak pantas kalian lupakan karena kami menonton kalian disini dari tadi.”tegur omma berhasil melepaskan pelukanku dari Chaerin.
“kenapa ribut sekali!”kata Jiyong sambil kembali memeluk Chaerin, seakan-akan takut Chaerin pergi darinya. dan Chaerin hanya diam sambil tertawa.
“aish.. anak durhaka!”kata omma.
“Chaerin cium aku!”goda Jiyong. tapi, Chaerin memang benar-benar menempelkan bibirnya di bibir Jiyong dan itu membuat jiyong kaget hingga tak sadar Chaerin sudah berhasil lepas dari pelukannya.
“Chaerin itu hanya kecupan, bukan ciuman.”protes Jiyong. Tapi, Chaerin hanya menjulurkan lidahnya dan bersembunyi di belakang ommanya Jiyong.
“apa yang kau katakan Jiyong? Kau mempermalukanku!”kata omma Jiyong sambil memukul Jiyong geram dan menghalangku agar jauh dari Chaerin. dan akhirnya Jiyong menarik tangan Chaerin hingga Chaerin di dekapannya. Segera Jiyong mencium Chaerin. Jiyong tidak peduli ribuan pasang mata yang melihat mereka. Jiyong hanya ingin melampiaskan rasa kegembiraannya.
“akhirnya kau tersenyum untukku, yeoja assasin. Yeoja assasin, saranghae!”bisik Jiyong di telinga Chaerin. Chaerin hanya tersipu malu.
komentar pembaca:
KENAPA JUDULNYA ASSASIN?? PADAHAL GAK ADA PEMBUNUHANNYA?
jawaban author:
sengaja buat image CL jd assasin. hehehe...
Jiyongnya curiga ma Chaerin yg trlalu brani apalgi wajah dingin tanpa expresi n jrang trsnyum buat Jiyong curiga Chaerin itu assasin.tp, stelah tahu latar belakang Chaerin, Jiyong jadi suka ngeledekin Chaerin dengan "assasin yeoja". sekian penjelasannya. :)
Kedua perusahaan bidang fashion dan textil ini membuat pertunjukkan show. Chaerin terlihat serius melihat pertunjukkan yang di buat kerja sama perusahaan orang tua Chaerin dan Jiyong. Di akhir acara Jiyong naik ke podium untuk memberikan kata penutup acara.
“mianhae, saya Kwon Jiyong meminta perhatian anda sebentar. Pertama, saya akan berterimakasih karena kalian telah hadir di show ini. Kedua, untuk yeoja yang duduk disana. Sekarang dia memakai baju merah, namanya Lee Chaerin. bisakah kau naik dahulu?”kata Jiyong. Chaerin yang binggung hanya berusaha naik karena dorongan ommanya Jiyong yang sedari tadi duduk disampingnya. Walau gugup, Chaerin berjalan dengan anggun di atas panggung. Jiyong segera mengambil mic dan menyambut Chaerin. menggegam tangan Chaerin lembut.
“Lee Chaerin, maukah kau menjadi pacarku?”kata Jiyong lembut tapi, cukup jelas. Tentu saja ini membuat Chaerin kaget dan semakin gugup.
“sebentar sunbae!”kata Chaerin gugup tapi, langsung menelpon seseorang dari ponsel yang dari tadi dia genggam.
“siapa yang dia telepon sebenarnya? Apakah Taeyang?”pikir Jiyong bingung.
“ani. Ne, jika itu keputusanmu appa”kata Chaerin tersenyum.
“wae?”tanya Jiyong. Tapi, Chaerin hanya diam dengan wajah tenangnya sambil memencet tompol ponselnya.
“sunbae, ne.”
“maksudmu, kau mau?”tanya Jiyong tak percaya.
“nado saranghae oppa”jawab Chaerin tersenyum malu. Jiyong memeluk Chaerin erat.
“di drama biasanya namja memeluk yeojanya seperti ini."kata Jiyong senang. Tangan Chaerin melepaskan pelukan mereka.
“kenapa kau menelepon appamu?”tanya Jiyong berbisik.
“karena aku janji tidak akan mengatakan perasaanku sebelum sunbae berubah menjadi namja yang bisa menjadi tempatku bergantung.”jelas Chaerin.
“awalnya dia tidak setuju dengan kita?”
“bisa dibilang begitu”kata Chaerin tersenyum.
“mwo?? Bukankah aku menantu idaman?”kata Jiyong tak percaya.
“kau begitu percaya diri oppa.”kata Chaerin. Jiyong segera memeluknya kembali. Chaerin berusaha melepaskan diri tapi, tak berhasil.
“aku tak akan melepaskanmu sebelum aku puas memelukmu.”
“wae?”
“karena kau tadi memanggilku oppa”
“kau hanya salah dengar sunbae”alih Chaerin.
“kalau begitu aku akan terus memelukmu.”
“teruslah peluk aku karena aku tak akan mengaku.”
“kenapa kau menjadi begini?”
“karena kau yang mengajarkanku, oppa”jawab Chaerin tertawa.
“mwo?? Oppa? Aku tak salah dengar.”
“kau salah dengar sunbae!”
“kau sudah tertangkap 2X memanggilku oppa, kenapa kau tak mengaku juga Chaerin?”
“karena memang tidak!”
“yeoja assasin!”kata Jiyong sedikit geram.
“kami memang sudah tua tapi, kami juga tidak pantas kalian lupakan karena kami menonton kalian disini dari tadi.”tegur omma berhasil melepaskan pelukanku dari Chaerin.
“kenapa ribut sekali!”kata Jiyong sambil kembali memeluk Chaerin, seakan-akan takut Chaerin pergi darinya. dan Chaerin hanya diam sambil tertawa.
“aish.. anak durhaka!”kata omma.
“Chaerin cium aku!”goda Jiyong. tapi, Chaerin memang benar-benar menempelkan bibirnya di bibir Jiyong dan itu membuat jiyong kaget hingga tak sadar Chaerin sudah berhasil lepas dari pelukannya.
“Chaerin itu hanya kecupan, bukan ciuman.”protes Jiyong. Tapi, Chaerin hanya menjulurkan lidahnya dan bersembunyi di belakang ommanya Jiyong.
“apa yang kau katakan Jiyong? Kau mempermalukanku!”kata omma Jiyong sambil memukul Jiyong geram dan menghalangku agar jauh dari Chaerin. dan akhirnya Jiyong menarik tangan Chaerin hingga Chaerin di dekapannya. Segera Jiyong mencium Chaerin. Jiyong tidak peduli ribuan pasang mata yang melihat mereka. Jiyong hanya ingin melampiaskan rasa kegembiraannya.
“akhirnya kau tersenyum untukku, yeoja assasin. Yeoja assasin, saranghae!”bisik Jiyong di telinga Chaerin. Chaerin hanya tersipu malu.
@beberapa bulan kemudian.
Jiyong mencoret-coret kertas di atas meja kerjanya. Sedangkan Chaerin juga melakukan hal yang sama dihapannya.
“aiish... kenapa kalian selalu mengunakan waktu untuk berkencan? Bukankah kalian bilang mau membuat desain baju untuk majalah bulan depan?”kata seseorang yang baru saja masuk keruang kerja Jiyong.
“kami sedang melakukannya omma.”jawab Jiyong.
“kalian kita aku tak melihat kau memegang tangan Chaerin di bawah meja?”kata omma Jiyong.
“ne, arraseo! Kami akan berkerja tapi, bisakah omma pergi tak menggangu kami?”kata Jiyong dengan sopan walau pun sekarang dia sudah kesal.
“Chaerin, aku sudah mengatakan padamu ‘carilah namja yang bisa diandalkan. Anakku bukan namja yang baik.’”kata omma Jiyong sambil duduk ki sofa dekat Chaerin. Jiyong semakin kesal sedangkan Chaerin hanya tersenyum.
“bagaimana dengan Taeyang? Selain dia memiliki image baik, dia juga macho.”kata omma.
“dia sudah memiliki tunangan ahjumma.”jawab Chaerin.
“ah.. ne. Aku lupa! Tapi, Chaerin. zaman sekarang tidak masalah menikah dengan tunangan orang lain.”kata omma Jiyong. Jiyong semakin kesal tapi, Chaerin hanya tertawa pelan. Jiyong melepaskan genggaman tanganya dengan Chaerin dan mengambil sesuatu dibaluk jas yang ia kenakan.
“akh, aku tak tahan lagi!!”teriak Jiyong.
“Lee Chaerin, memang ini bukan waktu yang tepat dan tidak romantis. Tapi, aku juga tak ingin ommaku menghalangi hubungan kita. Aku tahu aku memang bukan namja yang selalu bisa kau andalkan tapi, aku akan berusaha menjadi lebih baik. Yang lebih penting aku sangat mencintaimu. Jadi, maukah kau menikah denganku?”kata Jiyong sambil menatap Chaerin lekat. Tapi, Jiyong sangat gugup mengatakannya.
“ne.”kata Chaerin tersenyum dan mengaguk malu. Walau Chaerin hanya tersenyum tipis sebenarnya Chaerin sangat gugup dan bahagia. Jiyong langsung memasangkan cincin di jari manis sebelah kiri Chaerin. Mereka saling pandang dan tersenyum bahagia.
“kalian lihat kan? Tolong Zoom dan foto adegan tadi dengan kwalitas yang bagus. Aku akan mengirimkannya pada orang tua Chaerin dan beberapa stasiun TV. Cepat lakukan!”kata omma Jiyong di depan CCTV bagian sudut ruangan.
“omma.. aku melamarnya dengan cara yang tidak romantis kenapa kau masih merusaknya?”kata Jiyong lirih.
“aku tidak menggagukan Chaerin?”tanya omma Jiyong.
“tidak, omonim tidak menggagu.”jawab Chaerin tersenyum berusaha tidak tertawa.
“omo, kau begitu mengerti aku. Aku suka sekali kau memanggilku omonim. Terdengar sangat indah ditelingaku. Jika Jiyong mengecewakanmu. Kau boleh saja meninggalkanya. Jujur saja jika aku jadi kau aku tak akan betah dengannya.”kata omma Jiyong sambil memeluk Chaerin.
“omma, Chaerin tidak akan begitu karena Chaerin tidak punya sifat menyebalkan sepertimu.”kata Jiyong kesal.
“ingat, kau jangan menyakiti anakku ini ne? Kau harus bisa menjadi namja yang dia andalkan.”kata omma jiyong sambil menatap Jiyong tajam.
“omma, akulah anakmu.”kata Jiyong hampir frustasi dengan tingkah ommanya.
“wajah, hatimu, dan juga kecerdasanmu sama sepertiku Chaerin. Aku rasa di kehidupan yang lalu kita adalah ibu dan anak, Chaerin.”kata omma Jiyong tersenyum sambil mengelus-ngelus punggung Chaerin.
“gomawo omonim!”kata Chaerin tersenyum lembut. Sedangkan Jiyong masih kesal dengan ommanya.
Jiyong mencoret-coret kertas di atas meja kerjanya. Sedangkan Chaerin juga melakukan hal yang sama dihapannya.
“aiish... kenapa kalian selalu mengunakan waktu untuk berkencan? Bukankah kalian bilang mau membuat desain baju untuk majalah bulan depan?”kata seseorang yang baru saja masuk keruang kerja Jiyong.
“kami sedang melakukannya omma.”jawab Jiyong.
“kalian kita aku tak melihat kau memegang tangan Chaerin di bawah meja?”kata omma Jiyong.
“ne, arraseo! Kami akan berkerja tapi, bisakah omma pergi tak menggangu kami?”kata Jiyong dengan sopan walau pun sekarang dia sudah kesal.
“Chaerin, aku sudah mengatakan padamu ‘carilah namja yang bisa diandalkan. Anakku bukan namja yang baik.’”kata omma Jiyong sambil duduk ki sofa dekat Chaerin. Jiyong semakin kesal sedangkan Chaerin hanya tersenyum.
“bagaimana dengan Taeyang? Selain dia memiliki image baik, dia juga macho.”kata omma.
“dia sudah memiliki tunangan ahjumma.”jawab Chaerin.
“ah.. ne. Aku lupa! Tapi, Chaerin. zaman sekarang tidak masalah menikah dengan tunangan orang lain.”kata omma Jiyong. Jiyong semakin kesal tapi, Chaerin hanya tertawa pelan. Jiyong melepaskan genggaman tanganya dengan Chaerin dan mengambil sesuatu dibaluk jas yang ia kenakan.
“akh, aku tak tahan lagi!!”teriak Jiyong.
“Lee Chaerin, memang ini bukan waktu yang tepat dan tidak romantis. Tapi, aku juga tak ingin ommaku menghalangi hubungan kita. Aku tahu aku memang bukan namja yang selalu bisa kau andalkan tapi, aku akan berusaha menjadi lebih baik. Yang lebih penting aku sangat mencintaimu. Jadi, maukah kau menikah denganku?”kata Jiyong sambil menatap Chaerin lekat. Tapi, Jiyong sangat gugup mengatakannya.
“ne.”kata Chaerin tersenyum dan mengaguk malu. Walau Chaerin hanya tersenyum tipis sebenarnya Chaerin sangat gugup dan bahagia. Jiyong langsung memasangkan cincin di jari manis sebelah kiri Chaerin. Mereka saling pandang dan tersenyum bahagia.
“kalian lihat kan? Tolong Zoom dan foto adegan tadi dengan kwalitas yang bagus. Aku akan mengirimkannya pada orang tua Chaerin dan beberapa stasiun TV. Cepat lakukan!”kata omma Jiyong di depan CCTV bagian sudut ruangan.
“omma.. aku melamarnya dengan cara yang tidak romantis kenapa kau masih merusaknya?”kata Jiyong lirih.
“aku tidak menggagukan Chaerin?”tanya omma Jiyong.
“tidak, omonim tidak menggagu.”jawab Chaerin tersenyum berusaha tidak tertawa.
“omo, kau begitu mengerti aku. Aku suka sekali kau memanggilku omonim. Terdengar sangat indah ditelingaku. Jika Jiyong mengecewakanmu. Kau boleh saja meninggalkanya. Jujur saja jika aku jadi kau aku tak akan betah dengannya.”kata omma Jiyong sambil memeluk Chaerin.
“omma, Chaerin tidak akan begitu karena Chaerin tidak punya sifat menyebalkan sepertimu.”kata Jiyong kesal.
“ingat, kau jangan menyakiti anakku ini ne? Kau harus bisa menjadi namja yang dia andalkan.”kata omma jiyong sambil menatap Jiyong tajam.
“omma, akulah anakmu.”kata Jiyong hampir frustasi dengan tingkah ommanya.
“wajah, hatimu, dan juga kecerdasanmu sama sepertiku Chaerin. Aku rasa di kehidupan yang lalu kita adalah ibu dan anak, Chaerin.”kata omma Jiyong tersenyum sambil mengelus-ngelus punggung Chaerin.
“gomawo omonim!”kata Chaerin tersenyum lembut. Sedangkan Jiyong masih kesal dengan ommanya.
Hari ini hari pernikahan Chaerin dan Jiyong, sekarang mereka
sedang berdiri di altar mengucap janji suci. Jiyong terlihat tampan dengan Jas
hitam bergaya modern yang dia kenakan sedangkan Chaerin sangat cantik dengan
gaun pengantin berok pendek terkesan simple tapi, tetap berkesan modern.
“pengantin namja silahkan mencium pengantin yeoja.”kata pastur. Tapi, Jiyong malah mengendong Chaerin di depan bak putri. Reflek Chaerin mengalungkan kedua tanganya di leher Jiyong karena takut jatuh. Jiyong tersenyum manis dan langsung mencium Chaerin. Tepuk tangan pun bergemuruh di gereja itu.
“pengantin namja silahkan mencium pengantin yeoja.”kata pastur. Tapi, Jiyong malah mengendong Chaerin di depan bak putri. Reflek Chaerin mengalungkan kedua tanganya di leher Jiyong karena takut jatuh. Jiyong tersenyum manis dan langsung mencium Chaerin. Tepuk tangan pun bergemuruh di gereja itu.
Jiyong Pov
Bulan madu itu bukankan suatu agenda pengantin baru agar semakin mesra dan salah satu cara agar mempunyai keturunan dengan cepat? Tapi, kenapa bulan maduku seperti liburan keluarga? Apalagi Chaerin selalu di monopoli dengan omma, membuatku kesal saja.
“omma, kau mengandeng appa saja. Chaerin itu milikku.”tegurku.
“apa aku menggagu Chaerin?”kata omma pada Chaerin.
“annio, omonim.”kata Chaerin tersenyum manis.
“appa, kenapa kau menikahi omma? Apakah kau tak punya pilihan?”kataku dengan appa yang duduk di sampingku sambil memperhatikan omma dan Chaerin sedang bercanda dengan air pantai.
“wae? Kau cemburu karena omma selalu didekat Chaerin atau kau cemburu omma tidak didekatmu dan tak pernah membelamu didepan Chaerin?”kata appa tersenyum dengan bijak. Aku hanya diam berfikir, karena mungkin keduanya. Aku melihat orang tua Chaerin berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan. Mereka sangat serasi. Aku ingin Chaerin dan aku bisa menjadi orang tua yang keren seperti mereka.
“ini malam. Kenapa malah bermain air?”teriakku pada omma dan Chaerin. Appa hanya tertawa di sampingku.
“ommamu, memang berjiwa muda Jiyong.”kata omma Chaerin tersenyum keibuan padaku.
Bulan madu itu bukankan suatu agenda pengantin baru agar semakin mesra dan salah satu cara agar mempunyai keturunan dengan cepat? Tapi, kenapa bulan maduku seperti liburan keluarga? Apalagi Chaerin selalu di monopoli dengan omma, membuatku kesal saja.
“omma, kau mengandeng appa saja. Chaerin itu milikku.”tegurku.
“apa aku menggagu Chaerin?”kata omma pada Chaerin.
“annio, omonim.”kata Chaerin tersenyum manis.
“appa, kenapa kau menikahi omma? Apakah kau tak punya pilihan?”kataku dengan appa yang duduk di sampingku sambil memperhatikan omma dan Chaerin sedang bercanda dengan air pantai.
“wae? Kau cemburu karena omma selalu didekat Chaerin atau kau cemburu omma tidak didekatmu dan tak pernah membelamu didepan Chaerin?”kata appa tersenyum dengan bijak. Aku hanya diam berfikir, karena mungkin keduanya. Aku melihat orang tua Chaerin berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan. Mereka sangat serasi. Aku ingin Chaerin dan aku bisa menjadi orang tua yang keren seperti mereka.
“ini malam. Kenapa malah bermain air?”teriakku pada omma dan Chaerin. Appa hanya tertawa di sampingku.
“ommamu, memang berjiwa muda Jiyong.”kata omma Chaerin tersenyum keibuan padaku.
Chaerin baru saja keluar dari kamar mandi dengan kimono
handuk. Dia mandi malam-malam begini karena bermain di pantai dengan omma tadi.
Kerena takut demam jadi Chaerin mandi malam-malam begini. Chaerin berjalan ke
arahku sambil mengusap-usapkan rambut basahnya dengan handuk yang lain.
“omo, oppa koperku dimana?”tanya Chaerin panik.
“bukankah tadi omma meminta helboy membawakan kopermu?”jawabku bingung.
“ne, tapi kenapa tidak ada? Apa mungkin koperku dikamar omonim?”tanya Chaerin bingung. Aku hanya mengangkat bahuku bingung.
“oppa, kalau aku menelpon omonim bagaimana?”tanya Chaerin bingung. Sekarang aku mengerti rencana omma mengajak Chaerin bermain di pantai. Gomawo omma! Kali ini aku benar-benar tidak menyesal menjadi anakmu.
“omma pasti sudah tidur karena kelelahan. Lagian tidak sopan menelpon mereka malam-malam begini. Kau mandi terlalu lama tadi. Besok saja kita ambil.”kataku santai.
“oppa, jadi bagaimana ini? Aku tak punya pakaian.”tanya Chaerin panik sambil berdiri di depanku.
“oppa, aku pinjam pakaianmu saja ne?”katanya tersenyum dan baru selangkah dia perjalan menjauh aku segera menariknya hingga terjatuh di kasur. Aku berada di atasnya tapi, tidak menindihnya karena aku menahan tubuhku dengan tanganku.
“tidak perlu karena nanti pasti akan aku lepaskan juga.”kataku sambil tersenyum nakal pada Chaerin. wajahnya memerah.
“assasin yeoja, sekarang kau benar-benar tidak bisa melawanku. Kau itu miliku, assasin yeoja.”kataku tepat di telinganya.
END.
hua.... awalnya tidak seperti ini. Tapi, karena bantuan sofie onnie. Jadi nambah 2 halaman lebih dan jadi lebih bagus. GOMAWO ONNIE!!!!! gomawo kepada chinggudeul yang tak henti-hentinya menerror Dika untuk ngelanjutin FF! Tu ampuh membuat Dika semangat buat FF dan melupakan belajar. *plak!! Terimakasih buat chinggudeulku dari Gb THE MICHIGO, yang selalu mengajariku dan mendukungku agar lebih gila. Gomawo semuanya!! I LOVE SKY DRAGON!!! <3
jangan lupa komentarnya! :)“omo, oppa koperku dimana?”tanya Chaerin panik.
“bukankah tadi omma meminta helboy membawakan kopermu?”jawabku bingung.
“ne, tapi kenapa tidak ada? Apa mungkin koperku dikamar omonim?”tanya Chaerin bingung. Aku hanya mengangkat bahuku bingung.
“oppa, kalau aku menelpon omonim bagaimana?”tanya Chaerin bingung. Sekarang aku mengerti rencana omma mengajak Chaerin bermain di pantai. Gomawo omma! Kali ini aku benar-benar tidak menyesal menjadi anakmu.
“omma pasti sudah tidur karena kelelahan. Lagian tidak sopan menelpon mereka malam-malam begini. Kau mandi terlalu lama tadi. Besok saja kita ambil.”kataku santai.
“oppa, jadi bagaimana ini? Aku tak punya pakaian.”tanya Chaerin panik sambil berdiri di depanku.
“oppa, aku pinjam pakaianmu saja ne?”katanya tersenyum dan baru selangkah dia perjalan menjauh aku segera menariknya hingga terjatuh di kasur. Aku berada di atasnya tapi, tidak menindihnya karena aku menahan tubuhku dengan tanganku.
“tidak perlu karena nanti pasti akan aku lepaskan juga.”kataku sambil tersenyum nakal pada Chaerin. wajahnya memerah.
“assasin yeoja, sekarang kau benar-benar tidak bisa melawanku. Kau itu miliku, assasin yeoja.”kataku tepat di telinganya.
END.
hua.... awalnya tidak seperti ini. Tapi, karena bantuan sofie onnie. Jadi nambah 2 halaman lebih dan jadi lebih bagus. GOMAWO ONNIE!!!!! gomawo kepada chinggudeul yang tak henti-hentinya menerror Dika untuk ngelanjutin FF! Tu ampuh membuat Dika semangat buat FF dan melupakan belajar. *plak!! Terimakasih buat chinggudeulku dari Gb THE MICHIGO, yang selalu mengajariku dan mendukungku agar lebih gila. Gomawo semuanya!! I LOVE SKY DRAGON!!! <3
komentar pembaca:
KENAPA JUDULNYA ASSASIN?? PADAHAL GAK ADA PEMBUNUHANNYA?
jawaban author:
sengaja buat image CL jd assasin. hehehe...
Jiyongnya curiga ma Chaerin yg trlalu brani apalgi wajah dingin tanpa expresi n jrang trsnyum buat Jiyong curiga Chaerin itu assasin.tp, stelah tahu latar belakang Chaerin, Jiyong jadi suka ngeledekin Chaerin dengan "assasin yeoja". sekian penjelasannya. :)
Ahhhhhh gue cengengesan mulu bacanyaaaaa hahahaha
BalasHapus