jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Senin, 20 Mei 2013

ASSASIN OR ...? 2 part 3

ASSASIN OR ...? 2 part 3

Cast: CHAERIN, JIYONG dan TAEYANG
genre: romance
author: Mahardika Putri (DIKA)
cuap2: mian, banyak typo. bang GD disini punya karakter "badboy". kalau kurang HOT mending duduk aja di atas kompor karena ini bukan cerita yadong. semoga suka. :)



AUTHOR POV
@Dara party’s
Jiyong memainkan piano dengan indah. Namja manja dan kekanak-kanakan itu terlihat sangat dewasa malam ini. Bahkan Chaerin terpaku melihat Jiyong sedang bermain piano penuh kharisma. Chaerin merasa tersiksa karena harus menahan semua, dia ingin sekali mengatakan semua kebenaran dan mengakhiri semua ini segera. Tapi, ini bukan saatnya sehingga dia bertahan untuk menutup mulut dan menjaga prilakunya. Permainan piano Jiyong berakhir, senyuman nakal terlukis di wajah namja bad boy itu. Jiyong mengambil biola yang sengaja dari awal di letakkan tak jauh dari pianonya dan memainkan biolanya dengan indah.
“apa-apaan ini? Apakah ini pertunjukan bakat?”kata Chaerin tanpa expresi tapi, sebenarnya dia berusaha menutupi gejolak di hatinya.
“maukah kau berdansa denganku?”tanya Taeyang yang membagunkan Chaerin dari hipnotis alunan biola yang indah.
“ne”kata Chaerin tanpa ragu. Taeyang memberikan tangannya untuk diraih Chaerin dan Chaerin menyambutnya. Alunan biola yang romantis, suasana mendukung dan namja tampan sedang berdansa denganya. Chaerin merasa berada di negeri dongeng. Taeyang sesekali melemparkan senyuman manisnya pada Chaerin berhasil membuat jantung Chaerin tak karuan. Bahkan membuat Chaerin tidak sadar kalau alunan biola sudah berhenti.
“bisakah bergantian?”kata Jiyong sopan. Taeyang sedikit ragu tapi, tetap mengaguk dan melepaskan tangannya dari Chaerin. Chaerin menatap bingung pada Taeyang. Mau tidak mau sekarang Chaerin terpaksa berdansa dengan Jiyong. Tak lama musik slow berubah alur menjadi musik untuk dansa tanggo. Chaerin melepaskan tangannya dari tubuh Jiyong.
“mian, aku tidak bisa menari tanggo.”kata Chaerin. ini bukan hanya alasan Chaerin tapi, dia memang benar-benar tidak bisa tanggo dance.
“tidak masalah. Anggap saja kita hanya berdua. Kau hanya perlu menghayati lagunya dan mengikuti gerakkanku.”kata Jiyong malah mempererat pegangannya di tubuh Chaerin membuat Chaerin tidak bisa menolak lagi. Chaerin mencoba yang dikatakan Jiyong tadi kepadanya. Tak perlu waktu yang lama Chaerin sudah menikmati berdansa tanggo seakan-akan dia ahli berdansa tanggo. Dan ini membuat Jiyong dan Chaerin menjadi sorotan mata tamu mengalahkan Dara yang punya pesta malam ini.
Musik berhenti, Jiyong tidak ingin menyia-yiakan kesempatan ini. Ia segera menarik Chaerin menjauh dari puluhan pasang mata yang melihat mereka dan melepaskan tanggan Chaerin di gazebo yang terletak di samping rumah Dara. Chaerin ingin pergi meninggalkan Jiyong sendiri tapi, tangan kokoh Jiyong lagi-lagi menarik tangan Chaerin.
“lepaskan! Aku bukan bonekamu!”protes Chaerin.
“sampai kapan kau ingin menyiksaku, Lee Chaerin?”kata Jiyong lirih.
“apa maksudmu? Aku tak melukai siapapun.”jawab Chaerin. Jiyong memeluk Chaerin dari belakang. Menyenderkan kepalanya di bahu Chaerin.
“kau tahu aku menyukaimu, benar-benar mencintaimu. Lalu kenapa kau malah menyaakitiku dengan bersama namja itu?”kata Jiyong. Suara lembut Jiyong begitu dekat dengan telinga Chaerin dan sesekali menghembuskan nafasnya membuat Chaerin hanya membatu. (jadi ingat MV Beatiful hangover)
“aku mohon jujurlah pada perasaanmu Chaerin.”kata Jiyong sambil mengecup bahu Chaerin yang terbuka dan mengusap-usap bahu Chaerin yang dingin karena hembusan angin.
“aku mencintaimu”kata Jiyong mencium kepala Chaerin lembut lalu melangkah pergi. Chaerin yang masih membatu bingung harus bagaimana.
“kau tidak apa-apa, Chaerin?”tanya suara namja dengan nada khawatir.
“gwinchanna, oppa.”jawab Chaerin. terdengar suara mobil pergi dari kediaman Dara, mereka melihat ke arah mobil itu.
“dia sudah pergi. Sebenarnya apa yang dia katakan tadi?”tanya Taeyang cemas.
“dia bilang dia mencintaiku.”kata Chaerin. tapi, tatapan matanya kosong seperti tidak percaya bahkan dengan ucapanya sendiri.
“lalu?”
“aku tidak tahu harus bagaimana oppa. Kau tahu kan oppa, aku belum bisa membereskan semua bagaimana mungkin aku mengakhirinya. Aku lelah oppa, bisakah kau mengantarku pulang?”kata Chaerin.
“kajja!”kata Taeyang. Taeyang seorang penyanyi solo, hubungan Chaerin dengan Taeyang tidak seistimewa yang orang lihat. Mereka hanya dua orang yang sangat dekat sejak kecil karena orang tua mereka.

Sudah sangat lama Jiyong tidak bertemu dengan Chaerin. Jiyong sudah berusaha mencoba mencari segala cara agar dia bertemu dengan Chaerin tapi, selalu gagal karena dia tidak punya alasan agar bertemu dengan Chaerin.
Akhirnya karena bisnis Jiyong punya kesempatan untuk menemuinya. Ayah Chaerin, presdir Lee meminta Jiyong datang kerumahnya. Sebenarnya Jiyong ragu dan bingung karena masalah bisnis kenapa harus dibicarakan di rumah tapi, karena membuatnya punya kesempatan melihat Chaerin dan tidak ada ruginya jadi dia hanya mengikuti.
Jiyong duduk disofa ruang tamu yang langsung menghadap ruang tengah. Terlihat Chaerin memotong-motong karton dengan pisau katter dan sesekali mencoret kertas dengan spidolnya. Jiyong bisa melihat Chaerin sangat jelas dari tempat duduknya tapi, Chaerin tidak melihatnya seakan-akan dia tidak peduli dengan tamu yang datang.
“yeoja ini tidak mempedulikanku? Bukankah seharusnya dia menyapaku? Paling tidak dia harus melihatku”kata Jiyong dalam hati.
“Chaerin, apa yang kau lakukan?”tanya Jiyong penasaran dan sengaja agar Chaerin melihatnya.
“hanya mencoba membuat sesuaatu dari bahan bekas.”katanya sambil menjatuhkan pisau katter dan mendekatkan tangan kirinya ke wajahnya. Jiyong mendekati Chaerin.
“kenapa?”tanya Jiyong tapi, Chaerin tak menjawab. Dan wajah Chaerin seperti biasa, tanpa expresi dan begitu tenang. Jiyong yang kesal segera menarik tangan kiri Chaerin terlihat warna merah darah di sela jari Chaerin.
“mungkin terkena pisau katter”batin Jiyong sambil meniup tangan Chaerin lembut.
“tunggu, aku akan mencarikan obat. Obatnya dimana?”kata Jiyong khawatir.
“ini hanya coretan spidol. Kenapa begitu panik.”kata Chaerin tenang dan lagi-lagi tanpa expresi diwajahnya. Jiyong yang tak percaya karena dia rasa memang itu sebuah luka walau hanya goresan kecil. Chaerin menunjukkan tangan kirinya pada jiyong, membiarkan jari-jari Jiyong menyentuh tangannya.
“kau membuatku khawatir”kata Jiyong sedikit lega.
“hanya sopan santun atau kau melihatku sebagai yeoja?”tanya Chaerin tanpa expresi. Wajah Chaerin yang tanpa expresi kali ini benar-benar membuat Jiyong kesal.
“kau pasti tau jawabnya. Berhentilah berpura-pura tidak tahu perasaanku. Aku jadi merasa di permainkan dan bodohnya aku tetap membiarkanmu mempermainkanku. Karena aku mencintaimu”kata jiyong serius sambil menatap Chaerin lekat. Tapi, Chaerin tetap hanya diam terlihat sangat tenang dengan wajah tanpa expresi seperti biasa. Jiyong mengusap sela-sela jari Chaerin yang terkena spidol yang berwarna merah darah itu agar hilang.
“Tuan Kwon, tuan Lee meminta anda masuk keruang kerjanya. Silahkan ikuti saya!”kata pelayan sopan dan dengan berat Jiyong meninggalkan Chaerin.
Disaat Jiyong baru saja keluar dari rumah Chaerin, Jiyong melihat Chaerin masuk ke mobil Taeyang dengan senyuman manis yang tidak pernah di tujukkannya pada Jiyong.
“apa yang harus aku lakukan agar kau bicara, Chaerin?”gumam Jiyong.

TBC

suka ceritanya gak? kalau suka bagian apa yg d suka?? *kepo
komentarnya, jebal! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar