jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Sabtu, 04 Mei 2013

TELL ME #2


CAST: Chaerin/CL (2NE1), Kwon Jiyoung/ GD (BIG BANG), Choi Seung Hyun/ TOP(BIG BANG dan Sandara (2NE1)
Genre: Sad
Author: Disty

Sebulan berlalu Jingyo tetap mengantar dan menjeputku. Tapi, tidak pernah aku mengizinkanya untuk masuk kerumahku. Sebenarnya karena aku merasa tidak nyaman bila ada namja datang kerumahku yang hamir kosong tiap tahun. Tapi, kali ini aku mengizinkan dia untuk masuk kerumahku karena maghku kambuh. Saat pagar didepan kami dia menghentikan motornya.

“bagaimana caranya masuk? Tidak ada bel? Apakah harus berteriak?”tanyanya.
“klakson 9x”kataku.
Diapun mengelakson 9 kali. Gerbang pun terbuka dan satpam memberhentikan kami.
“kenapa nona?”tanya satpam itu.
“aku tidak apa-apa. Dia temanku. Edisi spesial”kataku.
“silahkan nona.”kata satpam dan Satpam itu pun mempersilahkan kami untuk masuk dengan ramah.
“apa maksudmu edisi spesial?”tanya Jiyong.
“itu kata kunci untuk hari ini. Aku menggantinya setiap hari jadi jangan sembarangan datang kerumahku.”kataku pelan.
“siapa yang meng..”
“tantu saja aku. Jangan ajak aku bicara, perutku sakit sekali.”kataku sambil menahan sakit.


Tidak lama dokter datang sambil memeriksa perutku dan memberikanku suntikan vitamin.
“makan obatnya dulu setelah itu baru makan. Saya permisi dulu”kata dokter pamit pergi.
“terimaksih dokter!” kata Jingyo.
“dokter pribadi ya? Tapi, tidak dihubungi bisa langsung datang gitu?”tanya Jingyo.
“ ya..”jawabku lemah.
“istiratlah aku akan menemanimu hingga keluargamu datang.”kata Jingyo.
“kamu pulang saja. Kerena keluargaku tidak akan datang sampe tahun depan. Memang kamu mau disini sampai tahun depan?”kataku.
“kalau diizinkan”jawabnya.
“kamu pulang saja. Temanku nanti akan datang menemaniku”kataku.
“baiklah.”kata Jingyo yang berjalan pergi dari kamarku.


Aku sempat tidur lalu terbangun lagi dan aku menonton televisi lalu aku tertidur lagi di ruang tamu.

Pagi ini aku terbangun karena pesan Jingyo.

to: Chaerin

aku sudah dapat izin agar kamu dirumah untuk istirahat.

To: Jingyo.

aku sudah baikan. Nanti jemput aku seperti biasa.

to: Chaerin.

istirahat saja sana!!!



Aku naik bis seperti biasa, sampai kantor tentu saja rekan kerjaku pada cemas kerena mengetahui kemarin aku sakit parah.
“bandel!”kata Jingyo yang tiba-tiba muncul dibelakangku.
“kamu seperti hantu tiba-tiba muncul!”kataku.
“kenapa tidak istirahat dirumah?”tanyanya.
“sejak kapan kamu berhak mengaturku?”tanyaku.
“ih, kamu ngajak berantem ya??”tanyanya.
“kamu sudah sehat?”tanya Seung Hyun yang tiba-tiba datang.
“ne.”jawabku malu.
“bagus kalau begitu”jawabnya dengan senyuman manis dan berjalan pergi meninggalkan kami. Walau sebenarnya aku menyukai tatapan mata tajamnya.
“Chaerin, kembalilah ke bumi!”kata Jingyo menggangu khayalaku yang sedang melayang-layang.
“menggangu saja!”kataku sambil memukulnya pelan.
“mana ada seorang yeoja sedang malu bisa memukul sekuat itu?”goda Jingyo.
“aku ragu untuk bisa memaafkanmu, Jingyo. Baju merek apa ini??? CR? Hahaha.. bukankah ini merek yang memproduksi untuk yeoja. ”kataku meledeknya. Dia hanya tertawa pergi begitu saja.


Tiba-tiba ketua Seung Hyun menelponku untuk mengajakku makan siang. Kami mengobrol sambil menunggu datangnya makanan. “Aku suka sekali dengan karya-karyamu. Apakah ada karyamu yang belum kamu publikasikan?” Tanya ketua Seung Hyun.
“tentu saja ada.” Jawabku.
“bisakah kamu memperlihatkan padaku?”
“tentu  saja”kataku.
“maukah besok kamu kerumahku untuk memperlihatkannya padaku?”Tanya ketua. “bagaimana kalau di cafĂ© saja? Karena aku tidak nyaman kalau harus bertemu berdua saja di tempat yang pribadi.” Kataku. “baiklah. Besok jam 12.30” kata Seung Hyun tersenyum. Tatapan matanya yang tajam buat aku tidak dapat berkutik. Tapi senyumnya sunggu manis dan buat aku meleleh.
kami bertemu lagi, aku merasa nyaman berbicara dengannya.
“Chaerin, bisakah aku menggunakan desainmu 1 saja untuk biografiku?”Tanya ketua Seung Hyun.
“tentu saja.”jawabku polos.
“tapi, ini akan menjadi atas namaku”katanya lagi. Aku terdiam sejenak jujur saja aku tidak suka karyaku menjadi atas nama karya orang lain. Tapi, kenapa aku juga tidak dapat menolaknya. “baiklah” jawabku. “ terimakasih”jawabnya.

Semenjak itu kami sering janji untuk makan bersama atau bertemu. Biasanya sepulang kerja aku hanya ingin tidur dan nonton televisi. Tapi, sekarang kami sering jalan berdua.

Seung Hyun mengajakuku lagi untuk bertemu.  Aku mencoba berdandan secantik mungkin.  Saat aku menyeberang aku mendengar ada suara rem motor dan gesekkan besi dengan aspal. Untung saja kecelakaan tepat di depanku tidak mencelakaiku  tapi, Seung Hyun minta agar aku segera ketempatnya jadi aku tidak sempat melihat atau mecari tahu tentang kecelakaan yang baru saja terjadi ini.

Seung Hyun menungguku disebuah meja dia duduk dengan elegan.
“sudah lama menunggu ketua?”tanyaku.
“tidak juga.”jawabnya.
setelah kami makan ketua Seung Hyun memulai pembicaraan.
“aku mengajakmu kesini agar aku tahu perasaan dihatimu.”katanya tiba-tiba.
“maksudnya?”tanyaku kaget dan takut salah paham.
“Chearin, aku suka kamu. Kamu mau menjadi pacarku?”tanyanya dengan tatapan mata serius. Aku hampir saja lupa diri karena terhanyut tatapan matanya.
“aku mau.”jawabku malu.
“jangan panggil aku ketua lagi ya sayang..”katanya dengan tatapan lembut sambil mengelus rambutku pelan. Aku mengaguk bahagia.

Seperti biasa Jingyo menjemputku. Aku menceritakan semuanya kejadian kemarin kepadanya.
“kamu yakin?”tanyanya.
“tentu saja.”jawabku.
“bagaimana kalau dia bukan orang baik.”tanyanya.
“dia orang baik.”jawabku.
“pegangan yang kuat!”katanya berteriak dan menambah kecepatan motornya.


Seminggu kami jadian berita kami pacaran telah menyebar luas bahkan presider pun memberikan kami ucapan selamat.

Aku menunggu Jingyo diparkiran.
“ah, apa yang dilihatnya pada Cha
erin? Dia tidak cantik dan tidak sexy. Jauh berbeda dari pacar-pacarnya yang lain.”kata yeoja itu.
“hey, Seung Hyun tidak sebodoh itu. Dia pasti memanfaatkan Cha
erin. Kalau dia memang suka tidak mungkin baru sekarang mereka berpacaran, mereka sudah 1 kantor selama 2 tahun.”timpal temannya.
“bagimana kalau Cha
erin tahu di kantor saja yeoja yang dipuja Seung Hyun tidak dia saja.”kata yeoja itu lagi. Mereka pun tertawa.
“dengarkan dan ingat kata-kata mereka. Kamu jangan menutup telingamu. Kamu harus mencari kebenarannya dan tetap berhati-hati.”kata Jingyo yang tiba-tiba datang.
“kamu sudah datang? Aku menunggumu lama.”kataku pura-pura tidak tersakiti.
“kamu benar-benar buta.”kata Jingyo dan langsung menghidupkan motornya.




Sudah 7 bulan aku berpacaran dengan Seung Hyun. Hubunganku dan Seung Hyun semakin serius. Kami berencana menikah secepatnya. Tapi, bila itu terjadi tentu saja aku harus keluar dan tidak berkerja lagi.

“Chearin lihat!!!”kata onnie Dara.
“kenapa onnie?”tanyaku.
“cepat lihat dijendela!”pintanya. Aku
pun berhenti menggambar desainku dan melihat kejendela. Ada balon berbentuk hati berukuran sangat besar dan bertulisan “CHAERIN, will merry me??”.
jujura saja aku kaget.
“Ch
aerin sayang… ini aku. Aku yang selalu ada dihatimu. Aku mohon kepadamu, izinkan aku menikahimu.”kata Seung Hyun dari mickropon.
“apa aku bermimpi? Seung Hyun sedang
perjalanan ke Paris sekarang?”kataku terkejut. Dan aku semakin terkejut saat melihat Seung Hyun bersama orang tuaku.
“Cha
erin kamu sungguh beruntung.”kata onnie Dara.
Seung Hyun mendekatiku dan menggegam tanganku.
“aku butuh jawabamu.”kata Seung Hyun.
“aku mau.”kataku. Seung Hyun memasangkanku cincin di jari manisku. Tepuk tangan dan ucapan selamat menghujaniku.
“kenapa kamu melihat oppa seperti itu.”kataku kepada Jingyo yang  berdiri didepan kami.
“kamu tidak tahu, Cha
erin? Sebenarnya aku selingkuhanya.”kata Jingyo dengan senyumanya. Aku mencubitnya pelan.
“hay, ketua! Jaga dia baik-baik karena aku hampir saja menculiknya.”kata Jingyo yang segera pergi. Dia selalu seperti hantu
datang dan pergi begitu saja.


Aku dan Jingyo ngobrol di sebuah toko es cream.
“aku ada rencana mau keluar negeri.”kata Jingyo.
“kenapa?”tanyaku.
“uangku sudah banyak jadi aku mau memberikan sedikit uangku kebeberapa negara tapi, namanya VISA.”katanya sambil tersenyum nakal.
“serius!!!”pintaku.
“aku hanya ingin jalan-jalan saja kebeberapa negara. Mungkin butuh waktu 4-6 bulan.”katanya dengan wajah mulai serius.
“kapan akan pergi?”tanyaku. tapi, Jingyo terlihat mual dan menutup mulutnya rapat dan pergi. Tak lama Jingy
o datang kembali.
“kamu tidak apa-apa?”tanyaku khawatir.
“kamu tidak perlu khawatir. Kan biasanya kamu juga tidak bisa merasakan perasaanku.”katakanya dengan senyuman kaku.
“kamu sakit?”tanyaku.
“hey, es krimnya keburu mencair.”katanya sambil memakan es crieamnya.
“kamu kenapa?”tanyaku.
“sudahlah, aku hanya kecapekan dan lagi tidak enak badan saja.”katanya sambil tersenyum.

Aku sudah keluar dari kantor. Seung Hyun selalu menemaniku setelah pulang kerja. Sesekali kami pergi untuk melihat baju-baju pernikahan.
“kamu cantik sekali sayang.”kata Seung Hyun setelah melihatku mengenakan baju pengantin.
“oppa!”kataku malu. Seung Hyun mencium keningku.


Seung Hyun akan berulang tahun jadi aku meminta Jingyo menemaniku.
“bisa tidak berhenti meminta pertolongan kepadaku?”kata Jingyo.
“anggap saja ini jalan-jalan sebelum kamu pergi. Kapan kamu mau pergi?”tanyaku.
“ehm.. 2 minggu lagi.”katanya.
“jadi, saat kita membicarakanya pertama kali ternyata sisa waktu kita bermain bersama hanya 1 bulan?”kataku kesal.
“ia. Karena itu aku t
idak ingin mensia-siakan waktuku.”katanya.
“jadi kita mau kemana?”tanyaku.
“kita makan es cream saja.”jawabnya.
“bosan..”kataku.
“kalau gitu DONAT!!!”katanya bersemangat.
“selalu es cream, donat, apel.”kataku sambil mengikuti langkahnya.
“tenang, kamu diurutan pertama.”katanya.


 “onnie, Jingyo masuk kerja hari ini?”tanyaku kepada Dara onnie.
“kamu tidak tahu?? Dia sudah keluar 3 hari yang lalu. Onnie belum dapat kabar darinya.”jawab onnie.
“oh begitu lalu apa kabar
perusahaan?”tanyaku.
“hey, tunanganmu ada di sini
atau kamu sudah bingung berbicara apa denganku?”Tanya onnie dara.
“ bukan begitu onnie. Kami lagi berantem sudah 3 minggu lebih.”kataku.
“kenapa?”Tanya onnie.
“karena aku tidak menjawab teleponya.”kataku. setealah bercerita kepada onnie Dara aku pun mematikan teleponku. Tapi apakah Jingyo sudah pergi?  Sejak saat itu Jingyo tidak lagi mengabariku. Bahkan jalan-jalan terakhir itu tidak mendapatkan kado yang bagus untuk Seung Hyung. Aku mencoba menghubungi
Jingyo tapi nomornya tidak aktif.


4 bulan berlalu hubunganku dan Seung Hyun semakin memburuk. Seung Hyun tidak pernah lagi  mengajak bertemu sesekali dia datang kerumahku sambil memberikanku uang dari hasil desainku yang dia pakai. Hubungan kami memburuk tapi tidak dengan karirnya, karir Seung Hyun semakin meningkat. Bahkan karya karyaku yang dia gunakan sering masuk majalah dan di gunakan orang-orang terkenal. Aku tidak bisa hanya mendapat uang darinya. Aku juga menjalani karirku sendiri, diam-diam aku membangun perusahaan  pakaiaan yang aku jual dan aku buat sendiri. 

TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar