"Tidak peduli apa yang terjadi
Bahkan ketika langit jatuh ke bawah
Aku akan berjanji
Bahwa aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi "
Aku dengan gaun pengantin dan buket bunga yang indah
di tanganku. 2 orang gadis kecil tersenyum gembira. Ya, aku sedang menikah
dengan pria yang kucintai dan sekarang dia di sampingku. Aku mendekatkan
wajahku padanya lalu kami berciuman. Aku sangat bahagia walaupun tidak ada tamu
yang datang. Aku sangat bahagia karena telah menikah denganya. Kami naik motor
vespa merah yang beakangnya terdapan hiasan kaleng. Sepanjang perjalanan aku
hanya tersenyum bahagia seperti orang bodo. Aku hanya ingin melampiasakan
kebahagiaanku. Kami melewati jalan yag di kelilingi pohon-pohon musim gugur,
sangat indah. Tapi, motor vespa yang kami naiki terangkat hingga ke langit.
Kami mencapai bulan dan langit dihiasi kembang api yang cantik.
Sial! Ternyata itu hanya mimpiku tapi, biarlah. Suatu hari itu pasti terjadi. :)
Sial! Ternyata itu hanya mimpiku tapi, biarlah. Suatu hari itu pasti terjadi. :)
Aku mengendari motor vespa merahku ke toko cake sambil membaca buku resep kue.
“Yang ini sepertinya enak.” Pikirku sambil menusuk-nusuk kue mengunakan garpu didalam buku. Aku melihat cup cake yang di pajang toko kue ini, sangat indah.
Aku kembali mengendarai vespa merahku. Aku berhenti
saat melihat sebuah toko yang memajang pohon natal kecil.
“Aku ingin menikmati natal bersamanya”.pikirku sambil berfikir untuk membuat kejutan natal untuknya. Aku berjalan ke gereja dengan gembira. Sedikit membuka pintu dan mengintip ke dalam kamar. Seorang pria tidur di sebuah kasur dengan mengenakan piama putih. Dia sedang menulis di sebuah buku aku melambaikan tanganku dan dia menyimpan bukunya di lemari seperti biasa. Lalu kami permain game balab mobil, Bergerak kiri dan kanan berbarengan. Aku ingin mengalahkanya sehingga aku sengaja menutup wajahnya dengan tangan kananku dan mengeser kakinya dengan kaki kananku. Sial! Walau aku berbuat curang tapi, dia tetap menang! Dia bersorak girang dan aku mendorong tubuhnya kesal. Kenapa dia tak mau mengalah denganku?
“Aku ingin menikmati natal bersamanya”.pikirku sambil berfikir untuk membuat kejutan natal untuknya. Aku berjalan ke gereja dengan gembira. Sedikit membuka pintu dan mengintip ke dalam kamar. Seorang pria tidur di sebuah kasur dengan mengenakan piama putih. Dia sedang menulis di sebuah buku aku melambaikan tanganku dan dia menyimpan bukunya di lemari seperti biasa. Lalu kami permain game balab mobil, Bergerak kiri dan kanan berbarengan. Aku ingin mengalahkanya sehingga aku sengaja menutup wajahnya dengan tangan kananku dan mengeser kakinya dengan kaki kananku. Sial! Walau aku berbuat curang tapi, dia tetap menang! Dia bersorak girang dan aku mendorong tubuhnya kesal. Kenapa dia tak mau mengalah denganku?
kami melihat gereja dari lantai 2. Dia duduk di
korsi roda dengan selimut biru yang aku kenakan di bahunya. Dia memegang
tanganku. Aku mendekatkan wajah kami saling tersenyum bahagia, berharap kami
bisa berada di depan altar menjadi pengantin.
aku
membuat kue dan ku kreasikan dengan indah. Cup cake yangku buatku hias dengan
warna warni seperti yang ada yang dibuku dan sebagus mungkin. Tidak menurutku
punyaku lebih cantik. Aku juga membuat kue tart bertuliskan “selamat natal”
dengan gula warna hijau.
Taraa!! Kue yang akan kuhadiahkan untuknya sudah jadi. Aku harap dia menyukainya. ^_^
Taraa!! Kue yang akan kuhadiahkan untuknya sudah jadi. Aku harap dia menyukainya. ^_^
AUTHOR POV
Seorang pria dengan kursi roda mulai putus asa
karena penyakit yang dideritanya. Dia berniat bunuh diri dengan jatuh dari anak
tangga yang tinggi. Dia mulai memundurkan kursi rodanya. Lalu di jalankannya
maju sekuat tenaga.
Bruk!!
Kursi rodanya jatuh melewati beberapa anak tangga sedangkan namja itu tertidur lemah di anak tangga paling atas. Dia tersenyum. Berfikir tidak seharusnya dia menyia-nyiakan hidupnya seperti ini.
Kursi rodanya jatuh melewati beberapa anak tangga sedangkan namja itu tertidur lemah di anak tangga paling atas. Dia tersenyum. Berfikir tidak seharusnya dia menyia-nyiakan hidupnya seperti ini.
Pria itu pergi kekamarnya melihat gadisnya tertidur
dikasurnya. Dia tersenyum melihat gadis itu tidur dengan nyenyaknya. Dia duduk
di sebuah kursi kayu di sisi kasur. Lalu memandangi gadis yang dia cintai
dengan senyuman bahagia. Namja itu mengambil sebuah buku yang biasa di simpan
di lemarinya dan mulai melukis gadis yang sedang tidur itu. Dia melukis dengan
serius hingga hasilnya hampir mirip dengan objek yang di lukisnya. Gadis itu
tersenyum dan namja itu menyelimuti tubuh gadis itu.
Gadis itu bermimpi dia, kekasihnya, pandeta dan
perawat sedang melihat ke kereta bayi dengan bahagia. Saat kereta bayi di buka
gadis itu pun terbangun dari tidurnya.
BOM POV
BOM POV
Aku bangun dari mimpi indahku memiliki anak
dengannya. Aku melihat dia tersenyum manis padaku tapi, aku sangat kaget hingga
langsung duduk di kasur sambil melihat sekelilingku. Aku melihat buku merah
yang biasa dia tulis di atas meja aku langsung mengambilnya tapi, dia mencoba
merebutnya dariku. Kami pun saling tarik-manarik. Tidak ada yang mau kalah
hingga kami sama-sama terdorong dan aku berhasil meraih buku itu. :)
Kami ada di rooftop. Aku menutup matanya karena
ingin memberi kejutan natal. Aku mengidupkan lampunya dan proyektor. Membersihkan
layar proyektor
dengan kuas roll hingga pohon natal dengan lampu yang indah terlihat jelas di
layar. Dia ternseyum gembira hingga air matanya ingin menetes. Aku
berlonjat-lonjat sambil melambaikan tangan padanya dan tersenyum senang. Aku
tak ingin melihatnya sedih. Aku tak ingin melihatnya menangis.
Aku berjalan di
kebun ilalang. Angin berhembus sangat kuat hingga rambutku pun terkibas angin.
Aku membawa buku merah miliknya. Aku mengarahkan kepalaku keatas untuk menikmati angin
yang sejuk ini. Aku berjalan menuju vespa merah milikku yang tak jauh dari
pohon besar tanpa daun. Aku bersender dijok motor vespa sambil tetap menikmati
angin yang berhembus sedangkan buku merahnya aku letakan di dadaku dengan
tangan kananku.
Angin berhembus
sangat kencang hingga buku yang di jok motor membuka halamannya. Terlihat
lukisan wajahku yang tertidur dan di bawahnya terdapat tulisan. “maaf, aku
tidak bisa melindungimu.”
Aku menutup mataku ringan setiap kali aku merasa kesepian lagi
Saya tidak lagi takut ketika napas Anda memegang saya
Tak seorang pun di dunia yang bisa menggantikan Anda
Anda adalah satu-satunya di Aku akan ke sana untuk Anda, baby
Kau
dan aku bersama-sama, Itu hanya terasa begitu benar
Meskipun saya mengucapkan selamat tinggal, bagi saya dunia ini hanya Anda
Kau dan aku bersama-sama, jangan pernah melepaskan tangan saya
meskipun saya mengucapkan selamat tinggal, bagi saya dunia ini hanya Anda
Meskipun saya mengucapkan selamat tinggal, bagi saya dunia ini hanya Anda
Kau dan aku bersama-sama, jangan pernah melepaskan tangan saya
meskipun saya mengucapkan selamat tinggal, bagi saya dunia ini hanya Anda
Hanya
kau dan aku
Selama-lamanya
(PARK BOM - YOU AND I)
Selama-lamanya
(PARK BOM - YOU AND I)
hua..... ni MV keren banget maknanya. jangan putus aja dan tetap berusaha bahagia apapun yang terjadi! berusaha untuk meraih kebahagiaan walau dengan cara yang sederhana. tapi, tetap saja kebahagiaan itu akan luar biasa walau kebahagian itu dari hal-hal yang sederhana. mianhae, kalau gak dapat fellnya di sonfic ini. karena lumayan sulit untuk mengambarkan sedih dan senang sekaligus. semoga suka dan jangan lupa komentarnya. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar