Cast : CL a.k.a Chaerin
GD a.k.a Jiyong
Author: Mahardika Putri dan Disty
Genre: romance
cuap2: ni FF gak bakal panjang, hanya 2 shoot. ni FF permintaan dari Deasy. semoga Chinggudeul suka. jangan lupa komentarnya!! :)
Aku membuka mataku perlahan dan melakukan sedikit peregangan. Aku melihat ke sisi kiriku, seperti biasa namja ini menggangguku. Kami saling melihat dan dia tersenyum manis tidur dengan santai di kasurku.
“bagus, kau sudah terbiasa aku tidur di sampingmu.”katanya santai.
“bicara apa kau oppa?”kataku sambil melemparkan G-Bob ke arahnya, boneka Spongebob pemberiannya. Jingyo oppa selalu mengganguku dan pagi ini lagi-lagi dia pura-pura tidur di sampingku.
“mana ada namja tidur dengan toksedo lengkap dengan dasi dengan rapi.”kataku sambil bangkit dari kasurku dan dia hanya tertawa pelan.
“pagi ini kau mau kemana, oppa?”tanyaku sambil membereskan kasurku.
“hanya pemotretan. Kau mau ikut? Kita bisa foto prewedding sekalian.”ajaknya sambil tersenyum jahil.
“bukankah semua itu akan diurus dengan uri omma?” kataku sambil mengambil handukku.
“walau menikah itu ke inginan orang tua kita tapi, kenapa kita tidak ikut membantu mereka saja. Bukankah kita yang akan menikah?”ocehnya.
“aku mandi dulu oppa, oppa kau keluar dulu ne?”kataku dengan aegyo.
“selalu begitu. Saat membahas pernikahan kau selalu menghindar.”katanya mengeluh.
“oppa.. pernikahannya masih lama. Kenapa susah-susah membuat photo pre wedding? Kita hanya perlu ke situs ‘SKY DRAGON’ dan kita bisa mendapatkan jutaan foto bagus dari Infi.”jelasku.
“kau benar Hunchae!”katanya tersenyum puas dan pergi meninggalkan kamarku. Kami bukan artis hanya saja orang tua kami kaya raya membuat kami selalu di incar media dan bahkan kami memiliki fans, INFIKNIGHTS itu nama fans kami. Perjodohan ini sudah ada sejak kami kecil, bahkan pertunganan kami saat aku SD dikelas 4. Aku rasa dari pada sepasang tunangan kami lebih terlihat bersaudara.
Seperti biasa aku dan Taeyang oppa berolahraga bersama, dia
juga anak teman bisnis orang tuaku.
“aku dengar pernikahan kalian sebentar lagi, rencananya kapan?”tanya Taeyang oppa sambil berlari di treadmill.
“entahlah oppa.”jawabku.
“bukankah kau yang akan menikah? Kenapa kau tidak tahu?”tanyanya bingung.
“aku malas untuk mengetahuinya, oppa”
“kalau kau tau kita bisa lebih memanfaatkan waktu saat kita bersama sebaik mungkin.”kata Taeyang oppa. Namja ini selalu berhasil membuatku tersipu. Sedangkan Jiyong oppa memperlakukanku seperti anak-anak.
“aku dengar pernikahan kalian sebentar lagi, rencananya kapan?”tanya Taeyang oppa sambil berlari di treadmill.
“entahlah oppa.”jawabku.
“bukankah kau yang akan menikah? Kenapa kau tidak tahu?”tanyanya bingung.
“aku malas untuk mengetahuinya, oppa”
“kalau kau tau kita bisa lebih memanfaatkan waktu saat kita bersama sebaik mungkin.”kata Taeyang oppa. Namja ini selalu berhasil membuatku tersipu. Sedangkan Jiyong oppa memperlakukanku seperti anak-anak.
Jiyong oppa menjemputku sesuai janjinya. Seperti biasa dia tampil keren dengan bajunya hanya saja kali ini dia memakai pakaian formal. Kami pergi ke ulang tahun Minzy, anak dari teman kerja orang tua kami juga. Kadang aku ingin pergi sendiri atau pergi dengan yang lain tapi, aku sudah punya tunangan tidak mungkin aku pergi sendiri sedangkan unanganku juga di undang. Banyak tamu yang datang sehingga acara semakin meriah. Walau acaranya di hotel tapi, lumayan banyak wartawan yang bisa masuk di acara ini. Maklum saja selain berbisnis keluarga Minzy juga keluarga seniman. Dara onnie dan
Bom onnie saling berperang krem kue tart. Aku tidak menyangka ternyata kreamnya
menempel di sepatu higheelku sehingga aku terjatuh di sofa dan yang lain
menertawaiku. Terkadang ke dua onnie ini memang lupa umur. Aku sudah berusaha
bangun tapi, sepatuku licin dan lagi-lagi terjatuh di sofa. Jiyong oppa yang
didekatku bersifat gentle berusaha membantuku. Tapi, dia malah ikut terpelesat
dan menindihku dan bibir kami menempel. Semua terdiam. Jepretan kamera membuat
kami tersadar dari rasa kaget dan jiyong oppa kembali berdiri seakan-akan tidak
ada yang terjadi. Sedangkan aku hanya duduk di sofa tidak bisa bangun karena
sepatuku licin.
“ayolah, kita pulang! Sampai kapan kau mau duduk disana terus.”kata jiyong oppa. Aku menunjuk sepatuku.
“memang kenapa sepatumu?”
“licin. Aku tak bisa berdiri.”
“cepat naik kepunggungku!”katanya sambil duduk jongkok membelakangiku.
“hah?”kataku kaget.
“cepat, aku tak ingin kemalaman mengantarmu pulang”katanya dengan ragu aku naik kepunggungnya. Taeyang oppa menatapku penuh arti. Aku sungguh malu dan menutup wajahku di punggung jiyong oppa.
Aku rasa kami sudah sampai di depan pintu hotel karena banyak cahaya kamera yang begitu terang hingga menerpa wajahku yangku sumbunyikan.
“apakah dia mabuk?”
“yeoja yang kamu gendong itu, apakah Lee Chaerin.”
“ne, dia Lee Chaerin. Dia tidak mabuk. Hanya saja dia sangat malu karena kejadian di pesta tadi. Toloang berikan kami jalan!”kata Jiyong oppa.
“ayolah, kita pulang! Sampai kapan kau mau duduk disana terus.”kata jiyong oppa. Aku menunjuk sepatuku.
“memang kenapa sepatumu?”
“licin. Aku tak bisa berdiri.”
“cepat naik kepunggungku!”katanya sambil duduk jongkok membelakangiku.
“hah?”kataku kaget.
“cepat, aku tak ingin kemalaman mengantarmu pulang”katanya dengan ragu aku naik kepunggungnya. Taeyang oppa menatapku penuh arti. Aku sungguh malu dan menutup wajahku di punggung jiyong oppa.
Aku rasa kami sudah sampai di depan pintu hotel karena banyak cahaya kamera yang begitu terang hingga menerpa wajahku yangku sumbunyikan.
“apakah dia mabuk?”
“yeoja yang kamu gendong itu, apakah Lee Chaerin.”
“ne, dia Lee Chaerin. Dia tidak mabuk. Hanya saja dia sangat malu karena kejadian di pesta tadi. Toloang berikan kami jalan!”kata Jiyong oppa.
Paginya aku geram karena kejadian semalam langsung ada di majalah dan menjadi
hot topik. Tapi, omma sangat senang.
“omma, aku tak suka perjodohan ini. Bisakah dihentikan?”
“anni!”
“aku mohon, omma”
“semakin kau memohon. Maka aku semakin mempercepatnya."
“omma..”kataku memelas. Tapi, omma pura-pura tak mendengarku dan pergi meninggalkanku.
“omma, aku tak suka perjodohan ini. Bisakah dihentikan?”
“anni!”
“aku mohon, omma”
“semakin kau memohon. Maka aku semakin mempercepatnya."
“omma..”kataku memelas. Tapi, omma pura-pura tak mendengarku dan pergi meninggalkanku.
Diam-diam aku pergi ke France, ke villa pamanku. Bukan kabur
hanya menenangkan diri.
“kenapa kabur?”tanya Ajussi saat aku tiba di France.
“tidak kabur. Aku hanya menenangkan diri ajussi.”kataku.
“tengkan dirimu cepat, lalu pulanglah atau ommamu memaksamu pulang”
“ne, ajusshi”
Aku berkeliling ke kebun Gerard Brion yang terletak dikota Vaissac, Selatan Perancis. Disana ada miniatur France, negara romantis ini. Karena lelah aku duduk di bangku yang telah di sediakan. Seseorang duduk di sampingku.
“pulanglah”kata namja itu. Aku segara melihatnya.
“oppa!”kataku kaget melihat Jiyong oppa duduk di sampingku.
“menurutmu aku memang bukan namja yang tepat untuk menjadi suamimu tapi, aku ingin kau tahu untuk menikahimu aku tidak ada rasa terpaksa, karena aku benar-benar tulus mencintaimu."kata Jiyong oppa.
“oppa!”
“kita sudah sangat lama menjadi tunangan. Kenapa kau tidak merasakan apa yang aku rasakan? Aku ingin menunggumu lebih lama lagi tapi, sekarang aku sangat takut kau melepaskanku. Apakah ada namja yang kau suka?”kata jiyong oppa lirih tapi, berusaha tersenyum. Membuat hatiku terluka.
“oppa!”kataku berharap dia berhenti bicara.
“apakah kau masih terkejut dengan penyataanku? mianhae”katanya dan suasana menjadi kaku.
“oppa, apa kau kesini untuk menemuiku?”
“ne.”
“apakah aku harus pulang sekarang?”
“annio, ahjuma mengizinkan kita beberapa hari disini. Udaranya sangat dingin. Pakai saja ini”katanya sambil melilitkan syalnya dileherku. Syalnya memiliki aroma tubuhunya, aku suka.
“kenapa kabur?”tanya Ajussi saat aku tiba di France.
“tidak kabur. Aku hanya menenangkan diri ajussi.”kataku.
“tengkan dirimu cepat, lalu pulanglah atau ommamu memaksamu pulang”
“ne, ajusshi”
Aku berkeliling ke kebun Gerard Brion yang terletak dikota Vaissac, Selatan Perancis. Disana ada miniatur France, negara romantis ini. Karena lelah aku duduk di bangku yang telah di sediakan. Seseorang duduk di sampingku.
“pulanglah”kata namja itu. Aku segara melihatnya.
“oppa!”kataku kaget melihat Jiyong oppa duduk di sampingku.
“menurutmu aku memang bukan namja yang tepat untuk menjadi suamimu tapi, aku ingin kau tahu untuk menikahimu aku tidak ada rasa terpaksa, karena aku benar-benar tulus mencintaimu."kata Jiyong oppa.
“oppa!”
“kita sudah sangat lama menjadi tunangan. Kenapa kau tidak merasakan apa yang aku rasakan? Aku ingin menunggumu lebih lama lagi tapi, sekarang aku sangat takut kau melepaskanku. Apakah ada namja yang kau suka?”kata jiyong oppa lirih tapi, berusaha tersenyum. Membuat hatiku terluka.
“oppa!”kataku berharap dia berhenti bicara.
“apakah kau masih terkejut dengan penyataanku? mianhae”katanya dan suasana menjadi kaku.
“oppa, apa kau kesini untuk menemuiku?”
“ne.”
“apakah aku harus pulang sekarang?”
“annio, ahjuma mengizinkan kita beberapa hari disini. Udaranya sangat dingin. Pakai saja ini”katanya sambil melilitkan syalnya dileherku. Syalnya memiliki aroma tubuhunya, aku suka.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar