jangan lupa
ASSASIN OR...?? #2
ASSASIN OR...?? #2
CAST: GD, CL, Taeyang dan cast fiktif.
genre: romance
cuap2: bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)
“tuan,
anda sudah boleh masuk sekarang”kata pelayanku yang baru saja masuk ke
kamarku. Aku segera berdiri dari kasurku dan pergi ke kamar Chaerin.
Dengan rasa gugup aku masuk ke kamar Chaerin. Chaerin hanya diam dia
tidak marah saat aku masuk kembali.
“bagaimana keadaannya?”tanyaku pada yeoja yang berkerja sebagai dokter ini.
“sementara ini harus berhati-hati agar punggungnya tidak tersentuh.
Tapi, setelah seminggu lukanya akan sembuh”jelas dokter itu.
“tanpa bekaskn?”tanyaku. ya, aku memang cemas dan panik. Bagaimanapun chaerin terkena sup itu karena ingin melindungiku.
“sepertinya bagitu karena luka bakarnya tidak terlalu parah. Untung saja segera di berikan pertolongan pertama.
“kekeke.. berarti caraku tepat?”kataku. Chaerin hanya diam saja.
“kau hanya perlu merendamkan tubuhnya di bathup. Bukan menjeburkannya
di kolam renang”kata dokter itu sambil merapikan peralatanya.
“itu karena aku terlalu panik!”sagahku.
“mungkin lain kali aku akan melakukannya”kataku tanpa rasa bersalah.
“Chaerinssi, jangan lupa makan obatmu dan ganti perbanmu teratur ne?
Saya permisih dulu.”kata doter itu dan Chaerin hanya mengaguk.
“gomawo dokter! Jaga kandunganmu!”kataku.
“ne, jiyong! Jaga kelakuanmu!”
“apa yang salah dengan kelakuanku? Apa kau masih marah karena aku
menolak hati adikmu?”kataku. tapi, dokter hamil itu hanya diam, menutup
pintu seakan-akan tidak mendengarku.
“apakah sakit?”tanyaku khawatir.
“annio, tuan”jawabnya seperti biasa, tanpa expresi.
“apakah sudah merasa baikan?”
“belum. Tapi, nanti pasti juga akan sembuh tuan”
“apa kau tidak marah padaku?”
“annio, tuan. Memang sudah kewajibanku mejagamu”
“bu, bukan itu maksudku. Tapi,, yah sudahlah! Kamu istirahat
saja”kataku sambil melangkah pergi. Aku malu untuk mengungkapkannya.
Mengucapkan maaf itu sudah biasa tapi, kesalahanku adalah melihat
punggungnya tanpa busana. Aku malu.
“tuan, gomawo!”suaranya. aku
melihat kearahnya. Expresinya kali ini melihatkan seakan-akan dia adalah
yeoja lemah yang butuh pertolonganku. Dan expresi itu telah berhasil
menggerakkan hatiku.
“ne, gwinchana!”jawabku sekeren mungkin dan
menutup pintunya. Apa dia nanti akan menyukaiku? Apa dia sudah suka
padaku? Tapi, besok atau sekarang dia pasti akan menyukaiku. Pasti! Who
i’am?? Kwon Jiyong!! Kekeke.. (narsisnya kumat).
“Apa yang
kira-kira dia lakukan sekarang? Apa dia memikirkanku? Mengagumi
ketampananku? Sebenarnya ada apa denganku?”pikirku. aku segera tiduran
di kasur sambil menutup tubuhku dengan selimut.
“HYE!! Kenapa punggungnya selalu ada dikepalaku? Apa ada yang meracuni pikiranku?”kataku.
Sudah satu minggu Chaerin berkerja sebagai pengawalku tapi, dia hanya bicara seperlunya denganku.
“Chaerin, sekerang sudah satu minggu bagaimana kondisi
punggungmu?”tanyaku pada Chaerin yang menikmati sarapannya dengan
tenang.
“sudah jauh lebih baik, tuan”jawabnya.
“nanti aku akan belanja pakaian. Kau boleh tinggal dirumah.”kataku.
“annio, tuan. Menjagamu itu sudah pekerjaanku”jawabnya dengan tenang lalu kembali makan.
@MALL
Aku memilih baju yang cocok untukku. Sesekali aku melirik ke baju
wanita, mencari baju apa yang cocok untuknya. Kemeja putih, blezer hitam
dan rok hitam tidak cocok untuknya. Aku melihat ada baju yang cocok
untuknya. Aku melihat ke sekitarku, sepertinya dia tidak ada.
“tolong bungkus yang ini, untukku!”kataku pada pramuniaga. Aku mencari
pakaian lagi tapi, yang aku temui adalah Chaerin yang sedang tertawa
dengan namja yang sebagian wajahnya tertutup oleh masker.
“ Tunggu,
tertawa?? Apakah yeoja cantik yang sedang tertawa itu Chaerin?”kataku
pelan tak percaya. Jadi aku mendekati mereka tapi, tetap bersembunyi.
Ne, itu memang Chaerin dan dia sedang tertawa bahagia dengan namja yang
tidakku kenal. Kenapa mereka akrab? Walau wajah namja itu tertutup
masker aku yakin aku lebih tampan dari pada dia.
“Aku kenapa? Kenapa
aku jadi begini?”kataku. sial, Chaerin dan namja itu melihatku lalu
kembali mengobrol dan saling melambaikan tangan.
“wae?”tuan kata Chaerin di dekatku.
“annio, aku kaget karena aku lupa pergi ketempat langgananku, cincin yang di sediakan di sana bagus-bagus”kataku beralibi.
“ya sudah kita ke sana saja, tuan!”usulnya.
“terlambat, jam segini sudah di tutup”kataku beralasan. Dia terlihat
bingung tapi, kembali seperti biasa tanpa expresi.tetntu saja bingung,
mana ada toko perhiasan tutup sore hari. Sebenarnya namja itu siapa? Apa
tidak masalah menanyakannya langsung pada Chaerin? mau taruh dimana
harga diriku? tapi, aku sungguh penasaran.
TBC
sudah pernah diposting di sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar