jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Kamis, 02 Mei 2013

ASSASIN OR...?? #2

 ASSASIN OR...?? #2

CAST: GD, CL, Taeyang dan cast fiktif.
genre: romance
cuap2: bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)
“tuan, anda sudah boleh masuk sekarang”kata pelayanku yang baru saja masuk ke kamarku. Aku segera berdiri dari kasurku dan pergi ke kamar Chaerin. Dengan rasa gugup aku masuk ke kamar Chaerin. Chaerin hanya diam dia tidak marah saat aku masuk kembali.
“bagaimana keadaannya?”tanyaku pada yeoja yang berkerja sebagai dokter ini.
“sementara ini harus berhati-hati agar punggungnya tidak tersentuh. Tapi, setelah seminggu lukanya akan sembuh”jelas dokter itu.
“tanpa bekaskn?”tanyaku. ya, aku memang cemas dan panik. Bagaimanapun chaerin terkena sup itu karena ingin melindungiku.
“sepertinya bagitu karena luka bakarnya tidak terlalu parah. Untung saja segera di berikan pertolongan pertama.
“kekeke.. berarti caraku tepat?”kataku. Chaerin hanya diam saja.
“kau hanya perlu merendamkan tubuhnya di bathup. Bukan menjeburkannya di kolam renang”kata dokter itu sambil merapikan peralatanya.
“itu karena aku terlalu panik!”sagahku.
“mungkin lain kali aku akan melakukannya”kataku tanpa rasa bersalah.
“Chaerinssi, jangan lupa makan obatmu dan ganti perbanmu teratur ne? Saya permisih dulu.”kata doter itu dan Chaerin hanya mengaguk.
“gomawo dokter! Jaga kandunganmu!”kataku.
“ne, jiyong! Jaga kelakuanmu!”
“apa yang salah dengan kelakuanku? Apa kau masih marah karena aku menolak hati adikmu?”kataku. tapi, dokter hamil itu hanya diam, menutup pintu seakan-akan tidak mendengarku.
“apakah sakit?”tanyaku khawatir.
“annio, tuan”jawabnya seperti biasa, tanpa expresi.
“apakah sudah merasa baikan?”
“belum. Tapi, nanti pasti juga akan sembuh tuan”
“apa kau tidak marah padaku?”
“annio, tuan. Memang sudah kewajibanku mejagamu”
“bu, bukan itu maksudku. Tapi,, yah sudahlah! Kamu istirahat saja”kataku sambil melangkah pergi. Aku malu untuk mengungkapkannya. Mengucapkan maaf itu sudah biasa tapi, kesalahanku adalah melihat punggungnya tanpa busana. Aku malu.
“tuan, gomawo!”suaranya. aku melihat kearahnya. Expresinya kali ini melihatkan seakan-akan dia adalah yeoja lemah yang butuh pertolonganku. Dan expresi itu telah berhasil menggerakkan hatiku.
“ne, gwinchana!”jawabku sekeren mungkin dan menutup pintunya. Apa dia nanti akan menyukaiku? Apa dia sudah suka padaku? Tapi, besok atau sekarang dia pasti akan menyukaiku. Pasti! Who i’am?? Kwon Jiyong!! Kekeke.. (narsisnya kumat).

“Apa yang kira-kira dia lakukan sekarang? Apa dia memikirkanku? Mengagumi ketampananku? Sebenarnya ada apa denganku?”pikirku. aku segera tiduran di kasur sambil menutup tubuhku dengan selimut.
“HYE!! Kenapa punggungnya selalu ada dikepalaku? Apa ada yang meracuni pikiranku?”kataku.

Sudah satu minggu Chaerin berkerja sebagai pengawalku tapi, dia hanya bicara seperlunya denganku.
“Chaerin, sekerang sudah satu minggu bagaimana kondisi punggungmu?”tanyaku pada Chaerin yang menikmati sarapannya dengan tenang.
“sudah jauh lebih baik, tuan”jawabnya.
“nanti aku akan belanja pakaian. Kau boleh tinggal dirumah.”kataku.
“annio, tuan. Menjagamu itu sudah pekerjaanku”jawabnya dengan tenang lalu kembali makan.

@MALL
Aku memilih baju yang cocok untukku. Sesekali aku melirik ke baju wanita, mencari baju apa yang cocok untuknya. Kemeja putih, blezer hitam dan rok hitam tidak cocok untuknya. Aku melihat ada baju yang cocok untuknya. Aku melihat ke sekitarku, sepertinya dia tidak ada.
“tolong bungkus yang ini, untukku!”kataku pada pramuniaga. Aku mencari pakaian lagi tapi, yang aku temui adalah Chaerin yang sedang tertawa dengan namja yang sebagian wajahnya tertutup oleh masker.
“ Tunggu, tertawa?? Apakah yeoja cantik yang sedang tertawa itu Chaerin?”kataku pelan tak percaya. Jadi aku mendekati mereka tapi, tetap bersembunyi. Ne, itu memang Chaerin dan dia sedang tertawa bahagia dengan namja yang tidakku kenal. Kenapa mereka akrab? Walau wajah namja itu tertutup masker aku yakin aku lebih tampan dari pada dia.
“Aku kenapa? Kenapa aku jadi begini?”kataku. sial, Chaerin dan namja itu melihatku lalu kembali mengobrol dan saling melambaikan tangan.
“wae?”tuan kata Chaerin di dekatku.
“annio, aku kaget karena aku lupa pergi ketempat langgananku, cincin yang di sediakan di sana bagus-bagus”kataku beralibi.
“ya sudah kita ke sana saja, tuan!”usulnya.
“terlambat, jam segini sudah di tutup”kataku beralasan. Dia terlihat bingung tapi, kembali seperti biasa tanpa expresi.tetntu saja bingung, mana ada toko perhiasan tutup sore hari. Sebenarnya namja itu siapa? Apa tidak masalah menanyakannya langsung pada Chaerin? mau taruh dimana harga diriku? tapi, aku sungguh penasaran.

TBC

sudah pernah diposting di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar