jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Sabtu, 04 Mei 2013

TELL ME #1


CAST: Chaerin/CL (2NE1), Kwon Jiyoung/ GD (BIG BANG), Choi Seung Hyun/ TOP(BIG BANG dan Sandara (2NE1)
Genre: Sad
Author: Disty


Namaku Chaerin. Aku desainer disebuah perusahaan pakaian terkemuka di ibu kota. Aku cewek yang gila kerja karena aku cinta kerjaanku. walau aku gila kerja sebenarnya aku juga mengincar atasanku ketua desainer di sini.

aku sibuk mendesain baju tiba-tiba atasanku, Choi Seung Hyun tiba- tiba datang kemejaku.
"ada apa pak Seung Hyun?" tanyaku.
" aku sudah bilang padamu untuk tidak memanggilku pak. ini karyawan baru. aku mengharapkan kalian bisa jadi rekan kerja yang baik."kata Seung Hyun.
"kenalin ini Chaerin, Chaerin ini Jiyong. Jiyong kamu duduk disini." lanjut Seung Hyun dan langsung meninggalkan kami. ya,, sikap dinginnya yang buat aku tertarik padanya.
"kenapa tersenyum seperti itu? apakah kamu jatuh cinta pada pandangan pertama padaku?" tanya Jiyong.
"apa? maaf, aku bukan orang yang mudah jatuh cinta"kataku sambil memulai kembali kerjaanku. jujur saja menurutku anak baru ini lumayan juga. tapi, akukan suka sama Seung Hyun.^_^


seperti biasa aku selalu sendiri. tapi, anak baru ini mendekatiku terus menerus.
"huft, kenapa kamu mengikutiku? jangan-jangan kamu yang jatuh cinta pada pandangan pertama denganku?"tanyaku sedikit emosi.
"ini jam makan siang. tapi, aku tidak tahu kantinnya dimana."jawabnya.
aku mengantri dia mengantri dibelakangku, aku duduk dia duduk didepanku.
"kenapa duduk didapanku?" tanyaku.
"karena aku hanya kenal denganmu saat ini."katanya sambil tersenyum manis. sayangnya hatiku sangat beku hingga senyumanya tidak mampu membuat hatiku meleleh.



4 hari ini anak baru selalu mengikutiku. sungguh aku meresa risih karena terbiasa sendiri.
"kamu kurang kerjaan ya?"tanyaku kepadanya yang duduk disampingku.
"lah, bukankah bis itu kendaraan umum."kata Jiyong.
"Jiyong.."kataku yang tiba-tiba terputus karena dia langsung memotong.
"Jingyo.."katanya memperbaiki ucapanku.
"Jingyo. ok, kamu bisa duduk ditempat lain? kenapa harus disampingku?"kataku.
"aku juga bayar kok."katanya sambil memasang earphonenya.



sebenarnya ini hari besar menerutku karena karyaku lagi-lagi akan dipilih untuk diproduksi.




8 jam kemudian...

karyaku kali ini tidak tepilih untuk diproduksi. karyaku kalah 2 point dari karya Jiyong.
"selamat ya.."kata seleruh karyawan. semua memberikanya selamat secara bergilir. dan aku sengaja terakhir agar aku dapat berdebat dengannya.
"selamat Jiyong!"kataku datar.
"panggil aku oppa."katanya.
"ha. ha.ha! jangan melucu! lecuconmu buruk sekali."kataku.
"panggil aku Jingyo!"katanya lagi.
"namamu Jiyong."kataku.
"tapi, aku ingin kamu memanggilku Jingyo."katanya.
"bisa seperti itu??"tanyaku.
"aku tak perlu kamu baik padaku. aku ingin kamu memanggilku Jingyo."katanya.
"kamu yang minta"kataku.
"sudahlah! sudah 10 menit kalian berdua diruang rapat. Chaerin aku mau pulang ni.."kata Sandara.
"ia onnie."kataku melangkah pergi.
"Chaerin, pulang denganku saja. aku bawa motor"kata Jiyong.
"tidak perlu."kataku.
"kasian  Sandara nuna. lagian setelah sampai halte kamu harus naik bis lagi."kata Jiyong.
"aku suka naik bis."jawabku ketus dan berjalan pergi.
"kami duluan Jiyong."kata Sandara onnie.
"sebaiknya kamu nebeng saja denganya. nanti dia juga cepek sendiri."kata Sandara onnie.
"jadi onnie capek nebengin aku?"tanyaku.
"kan kalau sampai halte depan tidak masalah lagian searah denganku. ih, kamu ngambek.."kata Sandara onnie.




saat aku turun dari halte Jiyong sudah menungguku.

"kenapa lagi?"tanyaku kesal.
"aku tadi sudah berniat untuk mengantarmu pulang."jawabnya sambil mengunci motor besarnya.
"rumahku sudah dekat jangan mengikutiku."kataku.
"memang rumahmu dimananya?"tanyanya sambil berlari kecil mengejarku.
"disana"kataku sambil menunjuk rumah diatas bukit kecil.
"perlu waktu 5 bulan untuk samai disana."katanya.
"hanya 20 menit bila berjalan kaki. sudahlah Jiyong kamu bisa pulang sekarang."kataku.
"panggil aku.."
"baiklah jingyo. kamu pulang saja"kataku.
"biasanya wanita tidak mau bersusah payah berjalan jauh. tapi, kamu berbeda. pantas saja betismu.."katanya yang segera aku potong.
"baik Jingyo, besok kamu jemput aku ya.. disini,"kataku.
"benarkah?"tanya Jingyo.
"ia. awas saja, kalau kamu telat."kataku.
"ia. aku pulang dulu."katanya sambil tersenyum manis denganku.




TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar