JIYONG POV-
semenjak kejadian di jalanan itu Chaerin menjaga jarak padaku. Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apa dia takut padaku? Ah, aku tak tahan lagi.
“Chaerin, kau kenapa? Ku takut padaku?”tanyaku bingung.
“annio, tuan”jawabnya tenang tapi, matanya mengindar dariku.
“lalu kenapa kau mengindar?”
“aku tidak mengindar, tuan”
“kalau begitu lihat aku!”kataku. dia diam mulai mengakat wajahnya menatapku. Aku lihat ketakutan dimatanya. Dia takut? Apa takut padaku?
“mianhae, tuan. Sudah saatnya anda menyelesaikan perkerjaan anda”katanya mengingatkan. Ya, jelas dia menghindar dariku. Baik, kalau kautakut namja kasar aku akan jadi namja manja. Paling tidak menjadi namja manja kau meu melihatku.
semenjak kejadian di jalanan itu Chaerin menjaga jarak padaku. Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apa dia takut padaku? Ah, aku tak tahan lagi.
“Chaerin, kau kenapa? Ku takut padaku?”tanyaku bingung.
“annio, tuan”jawabnya tenang tapi, matanya mengindar dariku.
“lalu kenapa kau mengindar?”
“aku tidak mengindar, tuan”
“kalau begitu lihat aku!”kataku. dia diam mulai mengakat wajahnya menatapku. Aku lihat ketakutan dimatanya. Dia takut? Apa takut padaku?
“mianhae, tuan. Sudah saatnya anda menyelesaikan perkerjaan anda”katanya mengingatkan. Ya, jelas dia menghindar dariku. Baik, kalau kautakut namja kasar aku akan jadi namja manja. Paling tidak menjadi namja manja kau meu melihatku.
CHAERIN POV-
Hari ini hari liburku. Setidaknya aku bisa bebas sejenak dari serangan jantungku bila berdekatan dengan Jiyong sunbae akhir-akhir ini. Bahkan suaranya saja bisa memberhentikan detak jantungku lagi lalu membuat detakkan jantungku menjadi lebih cepat. Oppa sudah menjemputku dan menunggu didepan pagar rumah Jiyong sunbae.
kami seperti biasa berolah raga bersama tapi, semenja aku jadi pengawal Jiyong sunbae kempatan ini jadi langka apa lagi jadwal oppaku ini yang semakin sibuk.
“aku dengar dari ommamu dia ingin bertanggung jawab atasmu”kata oppa.
“oppa sudah tahu?”tanyaku takut-takut.
“kau meremehkanku? Walau aku sibuk tapi, aku tak pernah terlewatkan tentangmu”jawab oppa tersenyum manis sambil mengakat barbel menampakkan otot tangannya yang besar. Aku sudah biasa melihat itu jadi, aku tidak akan terkena serangn jantung mendadak karena melihat otot-ototnya dan ABSnya.
“ arra! Arra! Kau memang yang paling T.O.P oppa!”pujiku. dia menurunkan barbelnya mengelus kepalaku lembut.
“jangan melihatkan expresi itu pada namja lainnya ne?”katanya tersenyum. Kalem, sifatnya lembut, pandai menghargai yeoja, dan sangat perhatian. Kenapa aku tak bisa untuk melihatnya sebagai idolaku walau dia memang super star. Bahkan ribuan yeoja memujanya. Tapi, aku malah mengagumi Jiyong oppa yang manja itu. Aku yang salah!
“kau kenapa? Kenapa tiba-tiba terlihat sedih?”
“annio oppa!”
“Chaerin, bagaimana jika setelah ini kita jalan-jalan dulu?”
“bukankah kau lelah oppa? Kau harus latihan untuk album barumu.”
“asal melihat senyummu aku mejadi semangat, seperti menambah energi”
“kau mengada-ada, Yong Bae oppa!”kataku dan dia hanya tersenyum manis, walau dia tersenyum manis dia terlihat sebagai namja dewasa.
kami berjalan-jalan ketempat umum dari taman, taman hiburan hingga restoran. Yong bae oppa seorang penyanyi solo yang terkenal memang menyamar tapi, itu tidak membuatku risih untuk bersamanya. Bukan dia malu jalan bersamaku atau takut ketawan orang umum. Tapi, ini salah satu cara menjagaku dari pencari berita.
Hari ini hari liburku. Setidaknya aku bisa bebas sejenak dari serangan jantungku bila berdekatan dengan Jiyong sunbae akhir-akhir ini. Bahkan suaranya saja bisa memberhentikan detak jantungku lagi lalu membuat detakkan jantungku menjadi lebih cepat. Oppa sudah menjemputku dan menunggu didepan pagar rumah Jiyong sunbae.
kami seperti biasa berolah raga bersama tapi, semenja aku jadi pengawal Jiyong sunbae kempatan ini jadi langka apa lagi jadwal oppaku ini yang semakin sibuk.
“aku dengar dari ommamu dia ingin bertanggung jawab atasmu”kata oppa.
“oppa sudah tahu?”tanyaku takut-takut.
“kau meremehkanku? Walau aku sibuk tapi, aku tak pernah terlewatkan tentangmu”jawab oppa tersenyum manis sambil mengakat barbel menampakkan otot tangannya yang besar. Aku sudah biasa melihat itu jadi, aku tidak akan terkena serangn jantung mendadak karena melihat otot-ototnya dan ABSnya.
“ arra! Arra! Kau memang yang paling T.O.P oppa!”pujiku. dia menurunkan barbelnya mengelus kepalaku lembut.
“jangan melihatkan expresi itu pada namja lainnya ne?”katanya tersenyum. Kalem, sifatnya lembut, pandai menghargai yeoja, dan sangat perhatian. Kenapa aku tak bisa untuk melihatnya sebagai idolaku walau dia memang super star. Bahkan ribuan yeoja memujanya. Tapi, aku malah mengagumi Jiyong oppa yang manja itu. Aku yang salah!
“kau kenapa? Kenapa tiba-tiba terlihat sedih?”
“annio oppa!”
“Chaerin, bagaimana jika setelah ini kita jalan-jalan dulu?”
“bukankah kau lelah oppa? Kau harus latihan untuk album barumu.”
“asal melihat senyummu aku mejadi semangat, seperti menambah energi”
“kau mengada-ada, Yong Bae oppa!”kataku dan dia hanya tersenyum manis, walau dia tersenyum manis dia terlihat sebagai namja dewasa.
kami berjalan-jalan ketempat umum dari taman, taman hiburan hingga restoran. Yong bae oppa seorang penyanyi solo yang terkenal memang menyamar tapi, itu tidak membuatku risih untuk bersamanya. Bukan dia malu jalan bersamaku atau takut ketawan orang umum. Tapi, ini salah satu cara menjagaku dari pencari berita.
JIYONG POV-
Ternyata seorang namja. Apakah namja yang itu namja yang sering mengobrol dengan Chaerin lewat telepon?? Saat melihat Chaerin masuk kemobil namja itu pun aku segera bersiap-siap mengikuti mereka dengan mobilku.
mobil mereka berhenti di sebuah tempat berolah raga. Chaerin keluar dari mobil dan pintu pengemudi pun terbuka. Saat namja itu keluar aku tahu namja itu Taeyang solois yang lagi menjadi sorotan dunia.
aku terus mengukuti mereka. Mereka selalu bercerita seperti tidak ada habisnya. Berbeda saat Chaerin bersamaku. Sekarang Chaerin melihatkan aegyonya dan namja itu mengelus kepala Chaerin. pemandangan apa ini? Aku bisa gila!
Ternyata seorang namja. Apakah namja yang itu namja yang sering mengobrol dengan Chaerin lewat telepon?? Saat melihat Chaerin masuk kemobil namja itu pun aku segera bersiap-siap mengikuti mereka dengan mobilku.
mobil mereka berhenti di sebuah tempat berolah raga. Chaerin keluar dari mobil dan pintu pengemudi pun terbuka. Saat namja itu keluar aku tahu namja itu Taeyang solois yang lagi menjadi sorotan dunia.
aku terus mengukuti mereka. Mereka selalu bercerita seperti tidak ada habisnya. Berbeda saat Chaerin bersamaku. Sekarang Chaerin melihatkan aegyonya dan namja itu mengelus kepala Chaerin. pemandangan apa ini? Aku bisa gila!
Chaerin kembali pulang kerumahku karena besok hari liburnya
sudah habis.
“anda belum tidur tuan?”tanya Chaerin saat dia melihatku menunggu di depan kamarku. Aku menarik tanggannya dan memeluknya dari belakang. Rasa kesal, kangen dan amarah ini menyelimuti hatiku. Aku tak bisa mengontrol tubuhku.
“ada apa tuan? Apa kau takut?”tanyanya tenang tapi, dari belakang aku bisa merasakan detak jantungnya yang memacu.
“ne, aku takut kau pergi dariku”kataku sambil menyenderkan kepalaku dibahunya. Dia hanya diam. Sama sepertiku, kami saling terpaku.
“anda belum tidur tuan?”tanya Chaerin saat dia melihatku menunggu di depan kamarku. Aku menarik tanggannya dan memeluknya dari belakang. Rasa kesal, kangen dan amarah ini menyelimuti hatiku. Aku tak bisa mengontrol tubuhku.
“ada apa tuan? Apa kau takut?”tanyanya tenang tapi, dari belakang aku bisa merasakan detak jantungnya yang memacu.
“ne, aku takut kau pergi dariku”kataku sambil menyenderkan kepalaku dibahunya. Dia hanya diam. Sama sepertiku, kami saling terpaku.
Waktuku sudah habis bersama Chaerin. kontraknya sudah
berakhir dan mengawal yang lama berkerja padaku lagi. Aku akan kehilangan dia.
Bahkan nomornya yang bisaku hubungi pun aku tidak mendapatkanya. Aku
menyia-nyiakan waktuku.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar