cast: SKY DRAGON (CL GD) n seung hyun a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. mian, typo disana-sini! dika buru2 soalnya, takut d terror. jangan lupa komentarnya. semoga chinggudeul suka. :)
Pagi yang begitu sejuk, aku jogging ditaman seorang diri. Seorang yeoja sangat menarik perhatianku. Jaket pink mencolok, rambut panjang yang di biarkan terurai dan entah kenapa dibgitu menarik dimataku. Tapi, sepertinya dia jauh lebih muda dariku membuatku takut untuk berkenalan dengannya. Rambut panjangnya sedikit basah karena keringat, semakin terlihat eSss,, sexy. Kwon Jiyong, ingat umurmu sekarang berapa. Yeoja itu jauh lebih mudah darimu. Baru saja aku mencoba berpaling. Terdengar suara rusuh dari arahnya.
“berhati-hatilah kau jalan.”kata namja yang ditabrak yeoja berjaket pink. Yeoja itu tak mengatakn apa-apa hanya menundukkan kepalannya sebagai ucapan maaf.
“apa kau bisu. Kenapa tidak mengatakan apa-apa?”kata namja itu sedikit emosi. Yeoja itu diam sejenak lalu, mengerakkan tangannya seperti sedang berbicara dengan bahasa isyarat.
“oh, kau memang tidak bisa bicara? Lain kali hati-hatilah”kata namja itu. Yeoja itu pun kembali berlari kecil sambil memgang MP3 kecilnya. Mwo?? Bukankah biasanya orang bisu juga pasti tuli. Lalu kenapa yeoja ini mendengarkan musik??
Aku keluar dari mobilku, aku akan pergi kerumah sunbaeku. Aku harus berjalan sedikit untuk menuju kerumahnya. Lagi-lagi aku bertemu dengan yeoja berjaket pink yang ku temui di taman beberapa hari yang lalu. Dia sedang berbicara mengunakan jari-jarinya dengan seseorang ahjumma yang menggunakan bahasa isyarat. Gerakan itu kalau tidak salah mengartikan ‘terimakasih, aku mencintaimu’. Bagaimana aku tahu?? Aku pernah menonton film yang menggunakan isyarat itu jadi tanpa sengaja aku mengingatnya karena aku tersenttuh dengan adegan filmnya. Pabo, kenapa aku berbicara tentang film itu?! Ternyata yeoja cantik itu memang bisu, sayang sekali. Aku kembali berjalan menuju rumah sunbaeku dengan penuh semangat.
“hyung!”kataku saat melihatnya sedang menyirami bunga di depan rumahnya.
“apakah itu kau Jiyong?”tanya Seung Hyun hyung tak kalah kaget.
“hyung!”kataku lagi dan terjadilah adegan mengharukan seperti di drama.
“kenapa kau disini?”katanya sambil menaruh kopi di atas meja untukku.
“hm.. hanya liburan.”kataku.
“kau sudah pulang?”kata hyung tiba-tiba saat melihat seseorang masuk. Aku kaget karena seseorang yang baru saja masuk adalah yeoja yang biasa aku temui beberapa kali, yeoja bisu yang menawan itu. Yeoja itu berjalan santai melewati kami tanpa menatap atau berbicara sedikitpun. Aigoo, aku lupa dia tidak bisa bicara tapi, setidaknya dia harus tersenyum.
“mian, dia memang yeoja yang tidak bersahabat”kata Seung Hyun hyung.
“nugu?”
“sepupuku”
“kenapa dia tinggal disini?”
“ibunya menitipkan dia padaku. Wae? kau tertarik padanya?”tanya Seung Hyun hyung meneyelidik. Aku hanya tersenyum.
“umurnya 10 tahun lebih muda darimu. Dari pada oppa, lebih cocok dia memanggilmu ‘ajussi’ingat itu!”. Aku hanya tertawa.
“apakah sudah lama, hyung?”
“lumayan. Ini masuk 4 tahun.”
“lalu, bagaimana kalian berkomunikasi?”
“maksudmu?” tanya Seung Hyun hyung bingung.
“aku melihatnya beberapa kali dan dia selalu berbicara mengunakan bahasa tubuh.”kataku bingung bagaimana menjelaskannya.
“aish... Lee Chaerin turun kau!”kata hyung meledak.
“tenang hyung! Ada apa?”tanyaku bingung.
“Lee Chaerin, turun atau aku yang ketempatmu?”ancam hyung dengan emosi.
“wae?”kata Chaerin tenang sembil menyenderkan tubuhnya di pegangan tangga.
“di..dia bisa bicara hyung?”tanyaku kaget. Tapi, hyung tak menjawabku dan mempedulikanku. Hyung malah berjalan ke tangga mendekati Chaerin.
“sudah beberapa kaliku bilang, ‘kau punya mulut yang bisa berbicara’. Lalu, kenapa kau menggunakan bahasa isyarat?”
“oppa, berapa kali harusku bilang kalau itu bukan urusanmu!”kata Chaerin cuek dan masuk ke kamar.
“Lee Chaerin, hari ini bukan kemarin! Bangunlah! Kenapa kau begitu suka berjalan ditempat?”kata hyung emosi. Aku yang binggung harus melakukan apa akhirnya mencoba mendekati hyung.
“ada apa hyung?”tanyaku.
“anak itu selalu membuatku jengkel dengan berpura-pura bisu.”kata Seung Hyun hyung dengan nafas tak beraturan.
“tenangkan dirimu hyung!”kataku mencoba menenangkannya. tapi, jujur saja keadaan rumah jadi begini saat aku baru saja datang itu sangat membuatku bingung.
TBC
setiap hari Dika di terror sama yg minta FF. tp, klo yg komentar cuma dikit dika gulung tikar ni... *ngambek.
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. mian, typo disana-sini! dika buru2 soalnya, takut d terror. jangan lupa komentarnya. semoga chinggudeul suka. :)
Pagi yang begitu sejuk, aku jogging ditaman seorang diri. Seorang yeoja sangat menarik perhatianku. Jaket pink mencolok, rambut panjang yang di biarkan terurai dan entah kenapa dibgitu menarik dimataku. Tapi, sepertinya dia jauh lebih muda dariku membuatku takut untuk berkenalan dengannya. Rambut panjangnya sedikit basah karena keringat, semakin terlihat eSss,, sexy. Kwon Jiyong, ingat umurmu sekarang berapa. Yeoja itu jauh lebih mudah darimu. Baru saja aku mencoba berpaling. Terdengar suara rusuh dari arahnya.
“berhati-hatilah kau jalan.”kata namja yang ditabrak yeoja berjaket pink. Yeoja itu tak mengatakn apa-apa hanya menundukkan kepalannya sebagai ucapan maaf.
“apa kau bisu. Kenapa tidak mengatakan apa-apa?”kata namja itu sedikit emosi. Yeoja itu diam sejenak lalu, mengerakkan tangannya seperti sedang berbicara dengan bahasa isyarat.
“oh, kau memang tidak bisa bicara? Lain kali hati-hatilah”kata namja itu. Yeoja itu pun kembali berlari kecil sambil memgang MP3 kecilnya. Mwo?? Bukankah biasanya orang bisu juga pasti tuli. Lalu kenapa yeoja ini mendengarkan musik??
Aku keluar dari mobilku, aku akan pergi kerumah sunbaeku. Aku harus berjalan sedikit untuk menuju kerumahnya. Lagi-lagi aku bertemu dengan yeoja berjaket pink yang ku temui di taman beberapa hari yang lalu. Dia sedang berbicara mengunakan jari-jarinya dengan seseorang ahjumma yang menggunakan bahasa isyarat. Gerakan itu kalau tidak salah mengartikan ‘terimakasih, aku mencintaimu’. Bagaimana aku tahu?? Aku pernah menonton film yang menggunakan isyarat itu jadi tanpa sengaja aku mengingatnya karena aku tersenttuh dengan adegan filmnya. Pabo, kenapa aku berbicara tentang film itu?! Ternyata yeoja cantik itu memang bisu, sayang sekali. Aku kembali berjalan menuju rumah sunbaeku dengan penuh semangat.
“hyung!”kataku saat melihatnya sedang menyirami bunga di depan rumahnya.
“apakah itu kau Jiyong?”tanya Seung Hyun hyung tak kalah kaget.
“hyung!”kataku lagi dan terjadilah adegan mengharukan seperti di drama.
“kenapa kau disini?”katanya sambil menaruh kopi di atas meja untukku.
“hm.. hanya liburan.”kataku.
“kau sudah pulang?”kata hyung tiba-tiba saat melihat seseorang masuk. Aku kaget karena seseorang yang baru saja masuk adalah yeoja yang biasa aku temui beberapa kali, yeoja bisu yang menawan itu. Yeoja itu berjalan santai melewati kami tanpa menatap atau berbicara sedikitpun. Aigoo, aku lupa dia tidak bisa bicara tapi, setidaknya dia harus tersenyum.
“mian, dia memang yeoja yang tidak bersahabat”kata Seung Hyun hyung.
“nugu?”
“sepupuku”
“kenapa dia tinggal disini?”
“ibunya menitipkan dia padaku. Wae? kau tertarik padanya?”tanya Seung Hyun hyung meneyelidik. Aku hanya tersenyum.
“umurnya 10 tahun lebih muda darimu. Dari pada oppa, lebih cocok dia memanggilmu ‘ajussi’ingat itu!”. Aku hanya tertawa.
“apakah sudah lama, hyung?”
“lumayan. Ini masuk 4 tahun.”
“lalu, bagaimana kalian berkomunikasi?”
“maksudmu?” tanya Seung Hyun hyung bingung.
“aku melihatnya beberapa kali dan dia selalu berbicara mengunakan bahasa tubuh.”kataku bingung bagaimana menjelaskannya.
“aish... Lee Chaerin turun kau!”kata hyung meledak.
“tenang hyung! Ada apa?”tanyaku bingung.
“Lee Chaerin, turun atau aku yang ketempatmu?”ancam hyung dengan emosi.
“wae?”kata Chaerin tenang sembil menyenderkan tubuhnya di pegangan tangga.
“di..dia bisa bicara hyung?”tanyaku kaget. Tapi, hyung tak menjawabku dan mempedulikanku. Hyung malah berjalan ke tangga mendekati Chaerin.
“sudah beberapa kaliku bilang, ‘kau punya mulut yang bisa berbicara’. Lalu, kenapa kau menggunakan bahasa isyarat?”
“oppa, berapa kali harusku bilang kalau itu bukan urusanmu!”kata Chaerin cuek dan masuk ke kamar.
“Lee Chaerin, hari ini bukan kemarin! Bangunlah! Kenapa kau begitu suka berjalan ditempat?”kata hyung emosi. Aku yang binggung harus melakukan apa akhirnya mencoba mendekati hyung.
“ada apa hyung?”tanyaku.
“anak itu selalu membuatku jengkel dengan berpura-pura bisu.”kata Seung Hyun hyung dengan nafas tak beraturan.
“tenangkan dirimu hyung!”kataku mencoba menenangkannya. tapi, jujur saja keadaan rumah jadi begini saat aku baru saja datang itu sangat membuatku bingung.
TBC
setiap hari Dika di terror sama yg minta FF. tp, klo yg komentar cuma dikit dika gulung tikar ni... *ngambek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar