jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Sabtu, 18 Mei 2013

ASSASIN OR ...? 2 (part 1)

ASSASIN OR ...? 2 part 1

Cast: CHAERIN, JIYONG dan TAEYANG
genre: romance
author: Mahardika Putri DIKA)
cuap2: mian, banyak typo. karena buru-buru nulisnya (mumpung WIFI nyala)! bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)

JIYONG POV
Aku ditolak yeoja itu memalukan. Apalagi yeoja itu awalnya diam-diam menjadi penggemarku. Aku tidak bisa menerima ini. Lee Chaerin, tunggu aku. Jangan biarkan namja mohak itu mengambil hatimu, jika dia mengambilnya dengan paksa maka kau harus mengambil hatimu kembali dan memberikanya padaku.

Aku membuka pintu dan duduk disalah satu kursi ruang rapat. Ne, perusahaan sedang melakukan rapat. Mereka melihatku kaget dan heran. Wajar saja, biasanya aku hanya mengikuti rapat lewat internet. Aku terlalu sibuk untuk berkumpul pada orang-orang tua yang kaku ini. (author: abang apa kau salah makan? Terlalu sibuk katamu? Sibuk melihat kakak iparku? *nunjuk CL)
“kenapa diam? Lanjutkan saja! Silahkan! Jangan begitu terpesona melihatku.”kataku santai.
Rapat selesai, aku bersantai di ruangan uri appa. Sekarang kami hanya berdua diruangannya. Jarang sekali aku melihatnya face to face seperti ini, wajahnya semakin terlihat tua tapi, kenapa wajahku tetap terlihat muda. (authornya menggila)
“kenapa kau kesini dan menggangu rapat?”tanya appa dengan wajah serius. Wajah seriusnya terlihat lucu untukku.
“bukakah ini kantorku juga”jawabku santai.
“apa mau mu? Kenapa tiba-tiba malah serius berkerja?”
“bagaimana kalau appa segera pensiun dan aku yang menggantikan appa.”kataku tersenyum.
“kau yakin?”tanya appa tak percaya, wajahnya mengeras dan sepertinya dia marah.
“ne!”kataku meyakinkan.
“kau serius dengan ucapanmu barusan?”tanya appa emosi.
“ne!”kataku santai. Wajah appa tidak membuatku takut.
“dasar! Kenapa tidak dari dulu mengatakanya? Aku sudah terlalu tua. Sudah seharusnya kau menggantikanku.”kata appa tertawa gembira dan memelukku.
“annio, appa. Kau masih muda. Jadi kapan aku bisa menggantikanmu?”
“kau maunya kapan huh? Kau saja yang atur”kata appa gembira sambil memukul punggungku pelan.
Aku duduk dimeja kerjaku, sekarang aku bukan direktur atau manajer. Tapi, aku sekarang adalah presdir. Ruangannya cukup nyaman, ruangan ini harus banyak perubahan.
orang tua Chaerin jauh lebih sukses dari orang tuaku. Jadi bagaimana caranya agar aku bisa mendekati Chaerin? awal bertemu dengan ommanya sepertinya tidak masalah. Apa aku perlu mendekati ommanya dulu? Tapi, itu cara licik. Aku akan membuat orang tuanya melihatku. Sepertinya itu cara yang baik. Aku memang cerdas. Dipikir ulang pun pasti itu cara yang terbaik, mana ada yang bisa lepas dari pesonaku.

Chaerin Pov
“hah? Perkelahian? Odie?”tanyaku panik.
“OK, aku akan segera kesana! Tetap lindungi dia hingga aku datang!”kataku langsung mematikan ponselku. Aku mempercepat kecepatan motorku dan berganti haluan.
Aku masuk kesebuah gudang, bangunan yang usang tak terpakai lagi.
“Kenapa sih perkelahian selalu di gudang? Seperti tidak ada tempat lain. Tapi, dimana mereka?”gerutuku sendiri. Aku memberanikan diri berjalan memasuki gudang itu. Tidak sulit untuk masuk karena gudang ini terbuka tanpa pintu. Aku melihat sekelompok namja yang sedang berkelahi dan seorang namja tertidur lemah di tanah. Yah, namja yang tertidur lemah itu Kwon Jiyong, sunbae yangku kagumi sejak dulu.
“bangun kau Kwon Jiyong!”teriakku. Amarah menyelimuti hatiku. Aku kesal karena aku rasa sunbae bisa melawan mereka dan tidak akan terluka begini. Apakah sunbae tak melawan hingga babak belur bagitu? Kenapa namja itu tetap manja?
“kenapa kau hanya diam? Siapa kau?”tanya salah satu dari mereka. Aku hanya diam dan terus maju.
“lepaskan helmmu!”kata mereka tapi, aku tetap cuek.
“ah, dia hanya yeoja. Jangan takut! Walau dia memakai helm tapi, lihat tubuhnya. Itu tubuh yeoja.”kata salah satu dari mereka. Tubuhnya bertatto dan kekar tapi, giginya menggunakan kawat gigi, sangat memalukan.
“kalau mau jadi preman, lepas dulu kawat gigimu itu”kataku pelan dan dengan mudahnya menendang kepalanya dari atas ke bawah hingga dia pun terjatuh. Di saat-saat seperti ini higheels itu sangat membantu melumpuhkan lawan.
“hati-hati agassi! Jangan sampai tubuhmu terluka!”kata pengawal Lee, dia pengawal Jiyong sunbae yang sebelumnya tanganya patah tapi, sepertinya kali ini kakinya cedera.
@beberapa menit kemudian.
“hey, Kwon Jiyong! Bangunlah! Kenapa kau begitu lemah?”kataku sambil menggegam tangannya. Sekarang aku sangat khawatir pada sunbae manja ini.
“kau khawatir padaku, assasin yeoja?”katanya lemah dengan mata tertutup.
“assasin katamu? Aku yang menolongmu, tuan Kwon Jiyong.”
“apa kau terluka?”tanyanya dengan mata yang masih tertutup.
“annio. Kenapa kau menyebutku assasin?”tanyaku penasaran. Apa aku semenakutkan itu dimatanya?
“kau sudah membuat sekelompok namja itu cacat. Aku saja tidak bisa melawan mereka. Kalau kau bukan assasin, apa lagi namanya?”kata Jiyong sunbae tersenyum nakal. Matanya masih belum terbuka tandanya dia masih lemah dan merasa sakit.
“itu karena kau terlalu lemah, tuan Jiyong!”kataku.
“bisakah tidak bertengkar disini? Kalian begitu berisik. Tidak sadarkah kalau kalian di daalam mobil ambulance.”tegur perawat membuat kami terdiam. Karena kesal aku melepaskan genggaman tanganku tapi, dengan mata yang masih tertutup dia menarik tanganku dan meletakkannya di dadanya. Aku mencoba menarik tanganku.
“andwe! Dengan begini aku bisa cepat sembuh”katanya dengan mata yang masih tertutup. Wajahku memanas, apakah wajahku memerah. Untung saja dia tak melihatku. Aku mengurungkan niatku untuk melepaskan tangannya membiarkan tanganku merasakan degup jantungnya dan tangganya tetap dipunggung tanganku.
Apakah jiyong sunbae benar-benar tidur? Kenapa dia menggegam tanganku kuat hingga di Rumah sakit. Ini memalukan karena dokter menatapku tajam, aku rasa dokter mengira aku tak mau melepaskan tanganku.
“percayalah dok, aku tak melakukan apa-apa. Aku tak bisa melepaskan tanganku dari namja ini”kataku.
“dasar, anak muda.”kata dokter sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mulai memeriksa Jiyong sunbae.

TBC

next?? klo bgitu momentarnya!! komentarnya mana!! *nagih
Dika buatnya ngebut karena yang udah Dika save datangya hilang. padahal Dika lupa dengan cerita yang sudah dika buat. jadi Dika baca ulang ASSASIN OR ...? yang pertama dan hasilnya sedikit berbeda. jadi komentar anda sangat dibutuhkan sekarang. :)
ASSASIN OR ...? 2 part 1

Cast: CHAERIN, JIYONG dan TAEYANG
genre: romance
cuap2: mian, banyak typo. karena buru-buru nulisnya (mumpung WIFI nyala)! bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)

JIYONG POV
Aku ditolak yeoja itu memalukan. Apalagi yeoja itu awalnya diam-diam menjadi penggemarku. Aku tidak bisa menerima ini. Lee Chaerin, tunggu aku. Jangan biarkan namja mohak itu mengambil hatimu, jika dia mengambilnya dengan paksa maka kau harus mengambil hatimu kembali dan memberikanya padaku.

Aku membuka pintu dan duduk disalah satu kursi ruang rapat. Ne, perusahaan sedang melakukan rapat. Mereka melihatku kaget dan heran. Wajar saja, biasanya aku hanya mengikuti rapat lewat internet. Aku terlalu sibuk untuk berkumpul pada orang-orang tua yang kaku ini. (author: abang apa kau salah makan? Terlalu sibuk katamu? Sibuk melihat kakak iparku?  *nunjuk  CL)
“kenapa diam? Lanjutkan saja! Silahkan! Jangan begitu terpesona melihatku.”kataku santai.
Rapat selesai, aku bersantai di ruangan uri appa. Sekarang kami hanya berdua diruangannya. Jarang sekali aku melihatnya face to face seperti ini, wajahnya semakin terlihat tua tapi, kenapa wajahku tetap terlihat muda. (authornya menggila)
“kenapa kau kesini dan menggangu rapat?”tanya appa dengan wajah serius. Wajah seriusnya terlihat lucu untukku. 
“bukakah ini kantorku juga”jawabku santai.
“apa mau mu? Kenapa tiba-tiba malah serius berkerja?”
“bagaimana kalau appa segera pensiun dan aku yang menggantikan appa.”kataku tersenyum.
“kau yakin?”tanya appa tak percaya, wajahnya mengeras dan sepertinya dia marah.
“ne!”kataku meyakinkan.
“kau serius dengan ucapanmu barusan?”tanya appa emosi.
“ne!”kataku santai. Wajah appa tidak membuatku takut.
“dasar! Kenapa tidak dari dulu mengatakanya? Aku sudah terlalu tua. Sudah seharusnya kau menggantikanku.”kata appa tertawa  gembira dan memelukku.
“annio, appa. Kau masih muda. Jadi kapan aku bisa menggantikanmu?”
“kau maunya kapan huh? Kau saja yang atur”kata appa gembira sambil memukul punggungku pelan.
Aku duduk dimeja kerjaku, sekarang aku bukan direktur atau manajer. Tapi, aku sekarang adalah presdir. Ruangannya cukup nyaman, ruangan ini harus banyak perubahan.
orang tua Chaerin jauh lebih sukses dari orang tuaku. Jadi bagaimana caranya agar aku bisa mendekati Chaerin? awal bertemu dengan ommanya sepertinya tidak masalah. Apa aku perlu mendekati ommanya dulu? Tapi, itu cara licik. Aku akan membuat orang tuanya melihatku. Sepertinya itu cara yang baik. Aku memang cerdas. Dipikir ulang pun pasti itu cara yang terbaik, mana ada yang bisa lepas dari pesonaku.

Chaerin Pov
“hah? Perkelahian? Odie?”tanyaku panik.
“OK, aku akan segera kesana! Tetap lindungi dia hingga aku datang!”kataku langsung mematikan ponselku. Aku mempercepat kecepatan motorku dan berganti haluan.
Aku masuk kesebuah gudang, bangunan yang usang tak terpakai lagi.
“Kenapa sih perkelahian selalu di gudang? Seperti tidak ada tempat lain. Tapi, dimana mereka?”gerutuku sendiri. Aku memberanikan diri berjalan memasuki gudang itu. Tidak sulit untuk masuk karena gudang ini terbuka tanpa pintu. Aku melihat sekelompok namja yang sedang berkelahi dan seorang namja tertidur lemah di tanah. Yah, namja yang tertidur lemah itu Kwon Jiyong, sunbae yangku kagumi sejak dulu.
“bangun kau Kwon Jiyong!”teriakku. Amarah menyelimuti hatiku. Aku kesal karena aku rasa sunbae bisa melawan mereka dan tidak akan terluka begini. Apakah sunbae tak melawan hingga babak belur bagitu? Kenapa namja itu tetap manja?
“kenapa kau hanya diam? Siapa kau?”tanya salah satu dari mereka. Aku hanya diam dan terus maju.
“lepaskan helmmu!”kata mereka tapi, aku tetap cuek.
“ah, dia hanya yeoja. Jangan takut! Walau dia memakai helm tapi, lihat tubuhnya. Itu tubuh yeoja.”kata salah satu dari mereka. Tubuhnya bertatto dan kekar tapi, giginya menggunakan kawat gigi, sangat memalukan.
“kalau mau jadi preman, lepas dulu kawat gigimu itu”kataku pelan dan dengan mudahnya menendang kepalanya dari atas ke bawah hingga dia pun terjatuh. Di saat-saat seperti ini higheels itu sangat membantu  melumpuhkan lawan.
“hati-hati agassi! Jangan sampai tubuhmu terluka!”kata pengawal Lee, dia pengawal Jiyong sunbae yang sebelumnya tanganya patah tapi, sepertinya kali ini kakinya cedera.
@beberapa menit kemudian.
“hey, Kwon Jiyong! Bangunlah! Kenapa kau begitu lemah?”kataku sambil menggegam tangannya. Sekarang aku sangat khawatir pada sunbae manja ini.
“kau khawatir padaku, assasin yeoja?”katanya lemah dengan mata tertutup.
“assasin katamu? Aku yang menolongmu, tuan Kwon Jiyong.”
“apa kau terluka?”tanyanya dengan mata yang masih tertutup.
“annio. Kenapa kau menyebutku assasin?”tanyaku penasaran. Apa aku semenakutkan itu dimatanya?
“kau sudah membuat sekelompok namja itu cacat. Aku saja tidak bisa melawan mereka. Kalau kau bukan assasin, apa lagi namanya?”kata Jiyong sunbae tersenyum nakal. Matanya masih belum terbuka tandanya dia masih lemah dan merasa sakit.
“itu karena kau terlalu lemah, tuan Jiyong!”kataku.
“bisakah tidak bertengkar disini? Kalian begitu berisik. Tidak sadarkah kalau kalian di daalam mobil ambulance.”tegur perawat membuat kami terdiam. Karena kesal aku melepaskan genggaman tanganku tapi, dengan mata yang masih tertutup dia menarik tanganku dan meletakkannya di dadanya. Aku mencoba menarik tanganku.
“andwe! Dengan begini aku bisa cepat sembuh”katanya dengan mata yang masih tertutup. Wajahku memanas, apakah wajahku memerah. Untung saja dia tak melihatku. Aku mengurungkan niatku untuk melepaskan tangannya membiarkan tanganku merasakan degup jantungnya dan tangganya tetap dipunggung tanganku.
Apakah jiyong sunbae benar-benar tidur? Kenapa dia menggegam tanganku kuat hingga di Rumah sakit. Ini memalukan karena dokter menatapku tajam, aku rasa dokter mengira aku tak mau melepaskan tanganku.
“percayalah dok, aku tak melakukan apa-apa. Aku tak bisa melepaskan tanganku dari namja ini”kataku.
“dasar, anak muda.”kata dokter sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mulai memeriksa Jiyong sunbae.

TBC

next?? klo bgitu momentarnya!! komentarnya mana!! *nagih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar