Judul : MENBOONG TIME
Author: Mahardika Putri
Genre: *Dika gak tahu apa genrenya.
Rating: PG 17
Cast:
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
Lee Chaerin (CL 2NE1)
-------------- cuap-cuap------------------
Men boong time lagi ngetrend di korea, beberapa bulan lalu. Men boong time artinya saatnya meledak atau saatnya gila, yah bisa di artikan seperti itu. Menboong sendiri memiliki arti mental breakdown (cacat mental). Lagu menboong time adalah lagu favorit dan wajib ku setel saat kegilaanku menurun, ini bagus untuk menjaga mood. Semoga suka dengan karya liarku yang ini.
------------------------------
Pernahkah kau menangkap tiga kupu-kupu dengan sekali kau mengayunkan jaringnya?
Bermain cinta sangatlah menyenangkan apalagi kita memiliki peluang besar untuk melakukannya. Walau aku tahu resikonya aku tetap lakukannya karena ini menyenangkan. Aku menyukai hariku yang dipenuhi cinta dari beberapa hati. Aku tak bisa hanya menjadi wanita yang setia. Tapi, bagaimana jika yang terjadi malah seperti ini?
“kau tak menelponku?”kata seorang namja dari belakangku. Dia mengecup leherku.
“eeh.. sudah. Dia lagi sibuk kerja sekarang.”kataku sedikit mendesah karena menikmati sentuhan dan kecupannya di leher juga tubuhku.
“kau rindu padaku?”Tanya namja itu.
“ne, tentu saja Jingyo oppa. Aku sengaja pulang cepat untuk menyambutmu.”ucapku. Aku membalikkan tubuhku. Menatap mata Jiyong yang biasa kupanggil Jingyo oppa. Walau aku mematikan semua lampu apartemenku aku bisa melihat sinar matanya karena sinar lampu kota seoul yang terlihat dari kaca berukuran besar tanpa dilapisi gorden. Aku sangat mengerti arti tatapannya itu padaku.
“aku senang kau menyambutku.”ucapnya. Kukecup bibir tipisnya dan selanjutnya aku membiarkan apapun yang ingin dia lakukan padaku. Aku menginginkan dirinya.
#########
Grep!
“bisakah kau libur hari ini?”Tanya Jingyo oppa sambil memelukku dari belakang.
“oppa, kau tak mengenakan baju. Keringatmu lengket. Bajuku bisa jadi bau.”kataku sambil berusaha melepaskannya.
“aku sangat suka kau yang tak berlipstik. Ini praktis.”katanya sambil mencium bibirku dengan gila.
“yah, praktis karena aku tak perlu mengenakan lipstick lagi.”ucapku setelah dia “melepaskanku”. Dia tersenyum.
“aku pergi!”ucapku sambil mengenakan higheelsku.
“ne. Jangan nakal ya!”katanya dengan tersenyum.
@kantor
“pengacara Lee, tidak bisakah kau mengecek di TKP denganku? Ini bakal seharian jadi siapkan baju ganti”kata pengacara Mong, dia wanita yang lebih tua dariku 6 tahun. Cukup cantik hanya terlalu gila kerja hingga umur hampir 30 ini dia belum juga menikah. Aku juga tipe gila kerja tapi, aku juga sering “bermain” kok. Aku tak sepolos itu.
“kya! Mong! Jangan buat pengacara Lee jadi perawan tua sepertimu!”tegur pengacara Choi. Pengacara Choi seumuran dengan pengacara Mong hanya saja dia telah menikah.
“aku hanya dia memeriksa TKP. Itu hal biasa dilakukan pengacara.”jawab Pengacara Mong.
“kau gila? 2 hari lalu dia sudah seharian dikantor denganmu untuk menyelesaikan kasus pembunuhan itu. Dan sekarang kau meminta dia seharian mengecek TKP untuk kasus perampokan itu kan? Kau benar-benar!”kata pengacara Choi.
“heh, ini juga bisa disebut mengabdi pada Negara!”kata mengacara Mong membela diri.
Brak!!
“kalian! Selalu begini. Kalian tak malu dengan pengacara Lee Chaerin? Sebagai senior seharusnya kalian harus jadi contoh yang baik. Pengacara Mong, ada baiknya kau beristirahat dulu. Kalau kau berkerja terus bisa-bisa kau jadi lebih tua dariku. Ehkm.”ucap pengacara Lee Hae Jin, dia pemimpin kami karena lebih senior. Sudah berumur hamper 50 tahunan. Pengacara Lee Hae Jin membalikkan lembaran kertas dokumennya.
“apa jawabmu pengacara Mong?”ucap pengacara Lee Hae Jin.
“ne, pengacara Lee.”jawab pengacara Mong.
Aku adalah pengacara. Biasanya pengacara tampil trendi atau berpenampilan sedikit mencolok walau mengenakan baju formal. Tapi, itu tidak denganku. Aku suka mengenakan baju yang terkesan “kaku” untukku berkerja. Kenapa? Hanya bisa kebiasaan. Bukan kepribadian ganda, seperti yang aku bilang hanya kebiasaan. Aku lebih suka terkesan “biasa saja” saat berkerja.
“aku mengundang semua pengacara di ruangan ini untuk makan siang bersamaku.”ucapa jaksa Lee Seungri yang tiba-tiba masuk ke ruangan kami.
“lagi? Apakah kau mengincar salah satu dari kami?”Tanya pengacara Mong.
“tentu saja. Aku ini namja normal yang tidak suka dengan perawan tua. Jadi, ayo!”ajak Jaksa Lee Seungri menyindir pengacara Mong.
“lagi-lagi tak ada perkembangan dalam hubungan kalian ya? Kami tak enak jika harus jadi penonton saja.”ucap pengacara Choi.
“tapi, untuk makan gratis. Kami terima!”ucapnya lagi. Semua pun tersenyum sambil keluar dari ruangan.
“Chaerin-ssi, kau ikutkan?”
“ne, tunggu sebentar.”ucapku sambil mengambil Mp3ku dari tas.
@mobil
Aku duduk dipaling depan, sebelah jaksa Lee. Sedangkan pengacara Mong dan Lee Hae Jin duduk di kursi tengah. Dan pengacara Choi kursi paling belakang.
“dia selalu seperti itu.”ucap pengacara Lee Hae Jin.
“aku suka dia seperti itu, dengan begitu kita makan siang gratis terus.”ucap pengacara Choi ceplas-ceplos. Aku hanya diam saja mendengarkan music dari Mp3 tuaku.
“kau sepertinya harus bersabar. Kau sebenarnya bisa saja langsung mengatakannya. Tak perlu dengan cara memutar-mutar seperti ini.”nasehat pengacara Mong.
“dia sudah menolakku. Hanya saja aku saja yang belum menyerah.”ucap Seungri dengan menyengir.
“sudah?”kata pengacara Mong dan Choi kencang. Aku hanya diam saja, pura-pura tak mendengarkan. Mereka melirik padaku.
“lalu?”ucap pengacara Mong.
“jangan kaget begitu! Ini sudah ketiga kalinya aku ditolaknya.”ucap Seungri. Aku rasa sekarang dia pura-pura tersenyum.
“kau tampan, kaya dan baik. Jabatanmu juga sudah OK. Kenapa yeoja “biasa-biasa” itu menolahkmu, sungguh luar biasa.”gumam pengacara Choi.
“mungkin dia malu atau tak ingin punya pacar di kantor kejaksaan juga. Tenanglah, dia sama sekali belum punya pacar. Dia single sejak kandungan, kau mengerti maksudku kan?”ucap pengacara Mong.
“kalian ini, bisa diam tidak?”ucap pengacara Lee Hae Jin.
Yah, aku memang tak pernah punya pacar, single sejak kandungan (belum pernah pacaran sama sekali) tapi, bukan berarti aku tak mengerti cinta dan tak pernah bermain cinta.
###
Pengacara Mong tak jadi mengajakku untuk memeriksa TKP perampokan. Sehingga sekarang aku sudah bisa pulang.
“kami ingin ke karaoke, kau ingin ikut?”Tanya pengacara Choi.
“mianhae, pengacara Choi. Aku tak bisa. Aku harus pulang.”kataku menolah dengan lembut.
“ckckck…kau selalu begitu. Jika senggang selalu ingin cepat pulang. Apakah kau menyimpan namja di rumahmu?”kata pengacara Choi. Sungguh, aneh namja satu ini mulutnya berbahaya.
“tentu saja tidak!”jawabku.
“kau terlalu lugu, pangacara Lee.”ucap pengacara Choi.
“ekhm. Sudah jangan dipaksa. Ayo, berangkat.”ucap pengacara Lee Hae Jin.
@apartmen
Kubuka pintu apartmenku. Ku hidupkan seluruh lampu, kosong. Jingyo oppa sudah kembali berkerja. Kali ini, akan berapa lama dia disana? Satu bulan? Dua bulan? Akh, aku bisa kesepian.
Aku melangkahkan kakiku ke kamar mandi. Aku rendam tubuhku beberapa menit di bathup untuk membuang rasa pegalku. Setelah mandi kugunakan gaun merahku. Gaun merah yang mengepas ditubuhku dan terbuka di bagian punggung. Kugunakan make-upku, dan ku tata rambutku ke atas agar menampakan leherku. Lalu ku kenakan kalung berlianku yang indah dari Jingyo oppa. OK! Aku siap.
“kau cantik, Lee Chaerin”ucapku didepan cermin.
@hotel
Aku keluar dengan anggun dari mobil sportku yang baru. Seseorang dari hotel langsung mengambil kunci mobilku untuk diparkirkan. Aku masuk dengan anggun ke dalam hotel. Kali ini aku hanya ingin makan malam dengan kenalanku. Tapi, jika lebih dari itu bukan inginku.
Saat aku masuk ke restoran namja yang kukenali itu pun berdiri dari bangkunya.
“gomawo, sudah datang!”kata namja itu sambil mengecup telapak tanganku. Dia mengeser kursiku dan mempersilahkan aku duduk.
“lama menungguku, Kris oppa?”ucapku.
“ah, tidak. Kebetulan keberangkatan pesawatku tadi di cancel jadi aku sedikit terlambat sampai di seoul.”jelasnya dengan tersenyum. Hilangkan pikiran kalian itu? Aku bukan yeoja gampangan. Namja ini hanya mengenalku sebagai Lee Chaerin, dia bahkan tak tahu dimana aku tinggal dan apa perkerjaanku. Untuk saat ini dia masih mengira aku anak dari keluarga chebol.
Lalu apa hubunganku dengan namja ini sebenarnya? Dia menyukaiku, hubungan kami rumit karena bisa dibilang kami berpacaran walau tidak berpacaran. Dia juga tak tahu dengan aku yang berpenampilan sederhana saat berkerja. Dia hanya tau dengan penampilanku yang sekarang.
“baju itu sangat indah saat kau yang mengenakannya.”ucap Kris oppa dengan tersenyum.
“gomawo oppa. Bagaimana oppa bisa tahu ukuranku?”ucapku sambil tersenyum.
“hanya kau yang di pikiranku, tak mungkin aku tak bisa memperkirakannya.”jawabnya.
“aku sangat senang kau menelponku.”ucapnya dengan senyuman kepadaku.
“itu karena aku merindukanmu, oppa.”jawabku dan senyumannya menjadi semakin lebar.
----
Kris oppa mengandeng tanganku saat aku menuruni anak tangga. Aku melihat ada Jaksa Lee Seungri dibawah sedang berbicara dengan seseorang. Semoga, dia tak akan melihatku.
“hati-hati, rokmu.”ucap Kris oppa dengan tersenyum.
“ne, oppa!”ucapku dengan senyuman manis untukku. Sepasang mata mengawasiku. Ku lirik sedikit agar tak curiga. Seperti dugaanku jaksa Seungri sedang menatapku. Wajahnya seperti menganalisa sesuatu. Saat aku berpapasan pun dia masih menatapku lekat. Kris oppa yang sadar akan hal itu langsung membuat kami semakin erat.
“aku tak suka namja itu. kau terlalu membuat para namja itu terpesona.”bisik Kris oppa.
“lalu kau membenciku?”ucapku sambil tersenyum manis kearah Kris oppa.
“itu tak akan mungkin.”ucap Kris oppa membalas senyumanku. Aku yakin Seungri tak menyadari bahwa itu aku. Yah, jika dia sadar itu aku mungkin dia langsung menyapaku. Tidak hanya berdiri mematung seperti itu.
Kris oppa mengecup bibirku lalu, aku masuk ke mobilku. Ku jalankan mobilku tak lama aku berhenti di sebuah club malam dan memarkirkan mobilku di area parkirnya. Ku lepaskan kalung berlian berhargaku dan meletakkannya di mobilku setelah kumasukan ke tempat penyimpanannya. Kubuka tataan rambutku hingga rambut panjangku tergerai, ku tipiskan make-upku dengan tissue. Aku melihat ke kaca mobilku. OK!
@club
Music berdentum dengan keras. Aku segera ke lantai dansa dan mengoyangkan tubuhku.
“hey, CL! Kau tau aku rindu padamu.”ucapnya saat melihatku dan mengecup pipiku.
“aku juga Donny.”jawabku sambil tersenyum manis. CL? Yah itu nama samaranku. Disini mareka mengira aku adalah dencer karena aku dan Donny sering menjadi pusat perhatian dilantai dansa karena tarian kami. Donny adalah anak pengusaha kaya. Dia sendiri malah berkerja sebagai dencer professional, dia sangat tak peduli dengan perusahaan orang tuanya. Donny kekasihku? Tidak! Dia sama seperti Kris oppa. Hubungan kami juga rumit.
“kau jarang latihan tapi, tubuhmu tetap lentur.”ucapnya sambil memegang pinggangku tapi, tangannya turun sedikit sehingga sedikit menyentuh bokongku. Kami mengerakan tubuh kami sehingga beberapa kali dada kami bersentuhan.
“aku hanya berlatih dirumah sekarang.”bisikku tepat di telinganya. Kami menari sedikit erotis. Jika bersama Kris aku menapilkan sikap manis dan anggun tapi, bila bersama Donny aku akan jadi badgirl. Dihadapan jaksa Lee Seungri akan tampil lugu dan polos dan di depan Jiyong oppa itulah diriku sebenarnya. Bukankah itu mengasikkan? Aku bisa menjadi orang lain sesukaku.
@ke esokan harinya
Aku membuka pintuku. Aku sudah mengenakan baju kerjaku yang sederhana dan dandanan simple.
“ah, Sungri ssi!”kataku kaget saat melihat jaksa Seungri sudah didepan pintu rumahku dengan sebuket bunga indah di tangannya.
“aku akan terus seperti ini hingga kau menerimaku, Chaerin mau kah kau menjadi kekasihku?”Tanya Jaksa Seungri. Handphoneku berdering.
“hallo!”ucapku saat membuka panggilan.
“TV?”ucapku sambil mengambil remot TV dan menghidupkanya. Seungri yang menunggu dari luar masuk begitu saja. Aku terdiam melihat tayangan TV. Kris oppa di TV dengan membawa buket bunga tidak hanya itu dia berada di papan iklan yang saat besar dengan fotoku dan tulisan “LEE CHAERIN, jadilah kekasihku.”.
“jadi, bagaimana? Maukah kau jadi kekasihku?”Tanya Kris oppa tersenyum manis. Telepon ini terhubung langsung, ini siaran Live.
Biiib.. ada sebuah pesan masuk dari handphoneku yang lain. Karena aku tak kunjung membukanya dengan otomatis Handphoneku membaca isi pesan tersebut.
“dari Donny. Aku akan meneruskan perusahaan uri aboji. Asalkan kau adalah istriku. kekeke.. Jadi, bersiaplah aku lamar.”kata mesin pembaca pesan itu membuatku sangat kaget.
TIIIT… klakson mobil tersengar dari jalan, sepertinya di depan rumahku. Segera aku ke balkon untuk melihat keadaanan dengan handphone yang masih tersambung dengan Kris oppa.
ommo, Jingyo oppa di depan dengan mobil mewahnya yang hanya ada tujuh di dunia itu. Jiyong oppa berpakaian rapi, memegang buket bunga favoritku. Lalu, tiba-tiba ada sebuah balon udara raksasa yang muncul mendekat ke apartemenku. Balon udara itu tertulis “Hunchae, please marry me!”
Astaga, apa yang harusku lakukan???
END
Hahaha.. Dika nakal. Dika suka banget saat menulis FF ini (mirip kisahku *plak! Curcol).
Buat dongsaeng-dongsaengku yang baru belajar tentang cinta sesekali cobalah untuk menjadi Single, bukan Jomblo! Orang Jomblo sama sekali tidak memiliki namja untuk berpegangan tangan. Berbeda dengan single yang bisa berpengangan tangan dengan banyak namja yang dia suka jadi kau lebih aman dan nyaman.*Dika ngajarin sesat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar