jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Minggu, 28 Februari 2016

LOST AND GIVE PART 6

LOST AND GIVE [Part 6]
.
.
.
.
.
Author: Kim Daisy

Cast: SkyDragon, Taeyang dan Soo Song

Rate : PG 17

Pict: ahelnyann (thks bgt cover kecenya)

Repost: glen
***
.
.
.
“kenapa kau diam saja, sweetheart?”tanyanya santai dan masih fokus dengan elektronik lebar dan tipis miliknya. Jika dia mengkhawatirkanku seharusnya dia fokus padaku bukan pada tab sialan itu. Dan aku akan tetap menjalankan aksi diamku. Aku tidak ingin dia menggodaku seperti tadi saat di rumah sakit. Untung saja appa sedang keluar kamar saat itu.

“kau marah padaku, hmm?”tanyanya lembut. Kini dia menutup tab sialan itu dan metakkannya di sebuah tas kerjanya yang terlihat sangat mahal. Tiba-tiba dia mengangkat tubuhku hingga yang awalnya kami duduk dengan jarak yang cukup jauh kini aku duduk di dalam dekapannya.

“ceritakan padaku, kenapa kau menjadi pendiam seperti ini sweetheart? Apakah ada yang menjadi beban pikiranmu?”tanyanya dengan merayu dan sialnya aku luluh karena pelukannya aku jadi menghangat dan aroma tubuhnya membuatku tenang dan nyaman.

“kau menciumku, ahjussi mesum!”jawabku kesal dan dia tertawa membuat tubuhku yang didalam pelukannya ikut bergoyang.

“itu tidak ciuman. Itu hanya sebuah kecupan. Apa kau tidak bisa membedakan kecupan tersebut dengan ciuman pertama kita?”katanya sambil memalingkan wajahnya agar bisa menatapku.

“tidak ada yang berbeda.”jawabku.

“kau benar, sweetheart. Tidak ada yang berbeda dengan
keduanya. Tapi, aku akan membuatmu merasakan ciuman itu.”katanya dengan wajah serius. Bola matanya mengunci mataku.

“kau menpmmt.”ucapanku sekarang terputus. Di mataku, wajah ahjusshi ini sangat dekat. Bibirnya melumat bibirku dengan lembut dan mendecap dengan matanya yang tertutup. Membuatku melebarkan bola mataku dan beberapa kali berkedip karena tidak percaya.

“akhirnya kau diam.”katanya tersenyum lalu melumat kembali bibirku. Entah kenapa aku mencoba menikmati ciuman yang diajarkannya padaku. Ya, seharusnya aku menikmatinya. Ini ciuman pertamaku diumurku yang sudah bukan remaja lagi. Walaupun aku tidak membalas, tapi aku menikmatinya dengan mendekatkan tubuhku dengan ahjusshi dan tanganku memeluknya.

“itu baru ciuman.”katanya sambil tersenyum. Bibir tipisnya sedikit terlihat bengkak dan aku merasa bibirku terasa hangat. Lalu, tiba-tiba dia kembali mengecupku.

“dan itu kecupan. Kau sudah bisa membedakannya?”tanyanya sambil mengelus rambutku dan aku mengangguk lemah. Aku tidak bisa berfikir. Aku begitu lemah seakan nyawaku tidak berada dalam tubuhku dan ahjussi kini memelukku lebih erat.

“kau menciumku?”tanyaku setelah beberapa lama.

“ya.”jawabnya sambil mengecup puncak kepalaku.

“ommo! Kau ahjussi mesum yang gila! Kita di mobil saat ini dan kita tidak hanya berdua ada tuan Cho yang sedang menyetir di depan.”protesku marah karena malu.

“tidak apa-apa sweetheart. Tuan Cho memang sudah sangat tua sweetheart, tapi tuan Cho pernah muda dan dia bisa mengerti.”jawabnya santai dan mendekap wajahku didadanya. Aku sembunyi menahan malu di dadanya membuatku menikmati aroma tubuhnya yang memabukkan dan membuatku tenang.

“bagaimana aku bisa menunjukkan wajahku?”tanyaku. Dan aku sadar ahjussi tua mesum ini sedang menahan tawanya.

“dimana istriku yang tegas, mandiri dan galak itu? kenapa dia jadi begitu pemalu?”godanya.

“diam kau ahjusshi mesum! Aku akan membalasmu.”balasku.

“aku dengan senang hati mendapatkan balasan ciuman darimu. Aku sangat menantinya.”

“aku akan membunuhmu.”kataku sambil memukul dadanya dengan keras lalu mencubit bagian paha dan perutnya.

“aku ingatkan sweetheart, tidak akan enak menjadi seorang janda.”kata ahjusshi menyebalkan membuatku semakin keras mencubitnya bahkan bahunya pun ku gigit dengan keras karena dia sangat-sangat membuatku jengkel.

“waw, kau ternyata liar dan itu membuatmu semakin sexy, sweetheart.”ucapnya sambil meringis menahan sakit.

“berhenti mengamuk, sweetheart. Karena itu membuatku semakin ingin melahapmu. Jangan marah padaku karena sejak tadi aku sudah mengamankan kondisi. Tertutup dan kedap suara”jelasnya sambil tersenyum licik. Dan mataku langsung menorah ke depan. Ternyata mobil ini diberikan batasan bagian sopir dan penumpang di belakang. Batasan itu cukup tebal dan berwarna hitam gelap bagaikan dinding yang berwarna hitam. Berarti dia sudah merencanakannya? Sungguh-sungguh otak mesumnya tidak tertolong.

“bukankah aku sangat mengerti dirimu, sweetheart?”katanya dengan nada menggodaku. Aku kembali pindah dari dudukku memberikan jarak. Dia sungguh menyebalkan. Dia harus mendapat pelajaran. Dia lupa bahwa aku adalah Lee Chaerin.
.
.
.
.
.
@Keesokan harinya.

“jangan marah lagi, sweetheart”bujuk ahjusshi mesum ini yang sejak semalam mencoba minta maaf padaku.

“maafkan aku keterlaluan, kemarin.”katanya dengan wajah memelas. Pemilik K-World memelas dengan wajah lucu seharusnya aku memfoto ekpersinya ini dan mengirimkannya ke media. Tapi, aku harus mengendalikan diriku. Aku harus menyelesaikan misiku untuk mendiamkannya sementara. Aku mengambil susu putih milikku dan beranjak pergi meninggalkan meja makan.

“Chaerin aku sungguh-sunguh minta maaf”. katanya dan mengejarku. Dan dengan tepat waktu aku segera masuk ke dalam lift dan pintu lift segera tertutup tepat saat kami berhadapan. Aku bisa melihat wajah kecewanya sebelum pintu lift tertutup. Rasakan akibatnya.
.
.
.
.
.
.
Hari ini pekerjaanku tidak banyak jadi aku memikirkan langkah selanjutnya untuk memajukan perusahaan ini. Mungkin aku akan masuk ke dunia kuliner atau tempat pembelanjaan? Saat aku akan merancang itu semua, aku mendengar ketukan pintu dan aku melihat sekretarisku masuk sambil memberikanku sebuah buket bunga yang indah.

“ini suami anda yang mengirimkan, nyonya.”kata sekretarisku seorang ahjumma berumur 40an.

“bu..”

“maaf, apakah ini ruangan nyonya Lee Chaerin?”kata seorang pemuda membawa buket buanga lavender yang besar.

“ya.”jawabku bingung.

“maaf, jika saya masuk karena di luar kosong dan
pintunya terbuka.”jawab pemuda itu.

“tidak masalah. Anda siapa?”tanyaku penasaran.

“Saya hanya ditugaskan memberikan bunga ini untuk nyonya.”jawab pemuda itu.

“dari si...” ucapanku terputus karena telepon kantor berbunyi.

“ya”kataku setelah mengangkatnya.

“nyonya.. di bawah ada paket pot bunga yang besar dengan sepohon bunga mawar yang...”kata seseorang.

“aku ke sana.”jawabku langsung menutup telepon. Tidak lama aku menutup telepon beberapa karyawanku masuk dengan membawa buket yang terdapat berbagai jenis bunga.

“susun di ruanganku.”kataku segera melangkah ke lobby. Dan saat pintu lift terbuka dan langsung mengarah ke lobby, aku di kejutkan dengan pot berukuran raksasa yang terdapat pohon bunga mawar.

Kenapa pohon karena ukuranya sebahuku dan sudah ada dua pot dengan mawar berwarna merah dan putih lalu seseorang masuk dengan membawa pot yang sama dengan warna mawar yang berbeda. Ahjusshi mesum itu lagi-lagi membuat ulah.

“kau merindukanku, sweetheart?”kata ahjussi mesum itu saat aku meneleponnya.

“ok. Aku bicara denganmu, tapi segera hentikan kiriman bunga ini. Kau membuat hotelku seperti kebun bunga.”kataku kesal. Aku akan senang jika bunga yang diberikannya dalam keadaan normal. Cukup sebuket bunga tidak puluhan buket bunga dan pot berisi tanaman bunga mawar sebesar ini dan aku yakin dalam waktu satu jam maka ruanganku akan penuh dengan bunga seperti saat dia mengirimkan permen dan coklat padaku saat itu.

“tidak akan sebelum kau berjanji tidak marah lagi, sweetrheart.”balasnya.

“ya, aku janji. Jadi berhentilah berbuat konyol.”jawabku.

“so romantic sweethearth.”balasnya dengan suara seakan dekat denganku.

“tidak ada namja romantic yang memberikan pot bunga sebesar itu pada yeojanya. Jika ingin romantic sebaiknya kau memberikanku ladang bunganya saja.”protesku.

“ide bagus sweertheart. Aku akan memberikannya untukmu.”kata seseorang dengan memelukku dari belakang dan aku yakin dia adalah ahjussi mesum yang telah menjadi suamiku. Sepertinya aku akan mati muda.

“aku lebih suka melihatmu marah dari pada kau mendiamkanku. Aku sangat tersiksa, swerthearth. Aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi.”katanya sambil mencium kepalaku. Semua tamu dan karyawan memandangku. Bahkan aku sadar banyak karyawan wanita yang memandangku dengan tatapan iri.

“ini hotel dan hotel ini kantorku,ahjusshi.”kataku sambil mencubit tangannya yang melingkar di perutku.

“mereka pasti mengerti karena pengantin baru.”Jawabnya dengan menjengkelkan. Jika hukum tidak ada didunia ini aku pasti membunuhnya pertama kali.

“lepaskan atau aku..”

“tetap seperti ini. Sebentar lagi pertunjukannya dimulai. Lihat dipintu masuk.”kata ahjusshi dengan serius tidak terdengar dia menggodaku seperti sebelumnya. Dan aku melihat ke pintu masuk seperti arahan ahjusshi. Ada Taeyang oppa berdiri dengan mematung disana.

“dia sejak tadi disitu?”bisikku.

“tidak. Ayo, ikut aku.”kata ahjusshi lembut sambil mengecup pipiku dan menarikku dengan lembut. Dia pandai mengambil kesempatan. Dan bodohnya aku selalu kalah olehnya.

Ahjusshi membawaku ke sebuah meja dan memesan sebuah 2 gelas Americano dan sandwich. Pesanannya pun segera datang seakan dia telah memesan jauh sebelum kami datang.

“jika aku memberikan waktu untuk kalian bisa bicara bagaimana?”katanya membuka pembicaraan. Wajahnya terlihat serius, seserius saat kami berbicara mengenai bisnis selama ini.

“tidak ada yang perlu kami bicarakan.”jawabku dengan tegas.

“tapi, tidak dengannya. Chae, kau tidak bisa menghindar terus. Aku sarankan kau bicara dengannya dan aku akan tetap menjagamu. Aku janji.”katanya sambil menatapku lekat.

“bagaimana jika dia menginginkanku?”tanyaku.

“kau dan dia sudah memiliki keluarga masing-masing”

“lalu kau akan diam begitu saja?!”protesku.

“tidak! Itu tidak akan terjadi. Jika dia merayumu dan kau tergoda ingin bersamanya kupastikan bahwa aku tidak akan semudah itu melepaskanmu. Kau wanitaku satu-satunya. Tidak perlu wanita lain dan tidak perlu ada wanita yang menggantikanmu. Karena kau tidak tergantikan dihatiku, tidak akan pernah Chaerin. Tidak akan.”katanya dengan penekanan seakan yang diucapkannya adalah janji sakral tanpa kebohongan dan penuh dengan kepastian.

“baiklah. Tepati janjimu, Kwon Jiyong.”balasku dan dia tersenyum manis padaku. Lalu mengambil sandwichku memotongnya kecil dan mengembalikan piring sandwichku.

Setelah kami selesai dia pamit pergi kembali berkerja setelah mengecup keningku. Apakah ini tandanya kami berdamai??

Apakah tidak masalah aku membiarkannya terus menjadi pelindungku?

Apakah aku tidak masalah jika aku membiarkanya terus berkorban untukku?
.
.
.
.
“maafkan aku, apakah kau ada waktu?”Kini Taeyang oppa sudah berdiri di dekatku. Aku mengangguk pelan dan mempersilahkannya duduk.

“aku lihat tuan Kwon begitu mencintaimu.”kata Taeyang oppa dengan lembut.

“ya, dia sangat mencintaiku. Sebelum kami menikah dia
membuat kantorku penuh dengan hadiahnya dan kini dia mengulanginya dengan mengirimkanku bunga. Kau lihat pot mawar besar di lobby kan oppa? Itu semua dari suamiku. Aku sangat beruntung menikah dengannya.” jawabku dengan membanggakan ahjusshi. Ahjusshi akan menggodaku jika dia mendengar ini. Untung saja dia tidak akan tahu.

“ya. Kalian sangat beruntung dan dia lebih beruntung karena bisa memiliki wanita yang dicintainya.”

“bukankah kau juga begitu, oppa?”

“tidak sepenuhnya benar, Chae. Soo Song kini berubah...”

“maafkan aku, aku terlalu sibuk untuk mendengar masalah keluarga kalian. Aku harus pergi.”kataku dengan tersenyum. Mau-tidak mau Taeyang oppa pun membiarkan aku pergi. Dia kira aku psikolog konsultan pernikahan sehingga dia berkeluh-kesah padaku tentang pernikahannya? Seharusnya dia sadar dengan apa yang dia lakukan. Dia menyakitiku lagi.

Bib. Ponselku berbunyi sebagai tanda ada pesan masuk.

From: my lovely
‘kau sudah berusaha cukup baik. Aku juga sangat beruntung menikah denganmu, Chaerin istriku.’

Sejak kapan ponselku terdapat nama menjijikan itu? My lovely? Yang benar saja. Sejak kapan dia merubahnya?
Aku menghentikan langkahku mendadak saat aku hampir sampai di ruanganku.

“kau sudah berusaha cukup baik. Aku juga sangat beruntung menikah denganmu, Chaerin istriku.”gumamku. Dia tahu. Apakah dia mendengarkannya? Ahjusshi mesum itu.

“bibi, tolong cek meja yang tadi aku duduki dengan tuan Kwon. Cek dengan teliti!”perintahku yang kebetulan sekretarisku menghampiriku.
.
.
.
.
@Beberapa saat kemudian.

“jadi, alat ini ada di bawah meja itu?”tanyaku pada sekretarisku.

“benar.”jawab sekretarisku.

“terimakasih, bi.”jawabku sambil memijit keningku. Aku baru saja akan berdamai dengannya dan ternyata dia membuatku kesal dengan menempelkan alat yang membuat dia mengetahui percakapanku dangan Taeyang oppa. Apa maksudnya dia melakukan ini?

Bib.
From: my lovely
‘aku tidak memiliki maksud yang lain, sweetheart. Aku hanya ingin menjagamu dan mengetahui sejauh apa pergerakannya. Sekarang tenangkan fikiranmu, sweetheart.’

Aku menjatuhkan tubuhku ke kursi. Akan sulit mengerti ahjusshi itu. Sebelum aku bisa mengerti dirinya aku rasa aku sudah gila. Tiba-tiba aku menjadi lebih santai. Mataku yang sebelumnya tertutup kubuka dengen perlahan. Saat mataku sudah terbuka sepenuhnya ternyata ruanganku sudah penuh dengan berbagai macam bunga.

“tidak sia-sia bunga-bunga ini disini.”kataku dan aku menutup mataku lagi. Aku ingin beristirahat sejak terlebih dahulu sebelum nanti berjalan dijalan yang penuh dengan bahaya.
.
.
.
.
.
.
TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar