LOST AND GIVE [Part 6]
.
.
.
.
.
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, Taeyang dan Soo Song
Rate : PG 17
Pict: ahelnyann (thks bgt cover kecenya)
Repost: glen
***
.
.
.
“kenapa kau diam saja, sweetheart?”tanyanya santai dan masih fokus
dengan elektronik lebar dan tipis miliknya. Jika dia mengkhawatirkanku
seharusnya dia fokus padaku bukan pada tab sialan itu. Dan aku akan
tetap menjalankan aksi diamku. Aku tidak ingin dia menggodaku seperti
tadi saat di rumah sakit. Untung saja appa sedang keluar kamar saat
itu.
“kau marah padaku, hmm?”tanyanya lembut. Kini dia menutup
tab sialan itu dan metakkannya di sebuah tas kerjanya yang terlihat
sangat mahal. Tiba-tiba dia mengangkat tubuhku hingga yang awalnya kami
duduk dengan jarak yang cukup jauh kini aku duduk di dalam dekapannya.
“ceritakan padaku, kenapa kau menjadi pendiam seperti ini sweetheart?
Apakah ada yang menjadi beban pikiranmu?”tanyanya dengan merayu dan
sialnya aku luluh karena pelukannya aku jadi menghangat dan aroma
tubuhnya membuatku tenang dan nyaman.
“kau menciumku, ahjussi mesum!”jawabku kesal dan dia tertawa membuat tubuhku yang didalam pelukannya ikut bergoyang.
“itu tidak ciuman. Itu hanya sebuah kecupan. Apa kau tidak bisa
membedakan kecupan tersebut dengan ciuman pertama kita?”katanya sambil
memalingkan wajahnya agar bisa menatapku.
“tidak ada yang berbeda.”jawabku.
“kau benar, sweetheart. Tidak ada yang berbeda dengan
keduanya. Tapi, aku akan membuatmu merasakan ciuman itu.”katanya dengan wajah serius. Bola matanya mengunci mataku.
“kau menpmmt.”ucapanku sekarang terputus. Di mataku, wajah ahjusshi ini
sangat dekat. Bibirnya melumat bibirku dengan lembut dan mendecap
dengan matanya yang tertutup. Membuatku melebarkan bola mataku dan
beberapa kali berkedip karena tidak percaya.
“akhirnya kau
diam.”katanya tersenyum lalu melumat kembali bibirku. Entah kenapa aku
mencoba menikmati ciuman yang diajarkannya padaku. Ya, seharusnya aku
menikmatinya. Ini ciuman pertamaku diumurku yang sudah bukan remaja
lagi. Walaupun aku tidak membalas, tapi aku menikmatinya dengan
mendekatkan tubuhku dengan ahjusshi dan tanganku memeluknya.
“itu baru ciuman.”katanya sambil tersenyum. Bibir tipisnya sedikit
terlihat bengkak dan aku merasa bibirku terasa hangat. Lalu, tiba-tiba
dia kembali mengecupku.
“dan itu kecupan. Kau sudah bisa
membedakannya?”tanyanya sambil mengelus rambutku dan aku mengangguk
lemah. Aku tidak bisa berfikir. Aku begitu lemah seakan nyawaku tidak
berada dalam tubuhku dan ahjussi kini memelukku lebih erat.
“kau menciumku?”tanyaku setelah beberapa lama.
“ya.”jawabnya sambil mengecup puncak kepalaku.
“ommo! Kau ahjussi mesum yang gila! Kita di mobil saat ini dan kita
tidak hanya berdua ada tuan Cho yang sedang menyetir di depan.”protesku
marah karena malu.
“tidak apa-apa sweetheart. Tuan Cho memang
sudah sangat tua sweetheart, tapi tuan Cho pernah muda dan dia bisa
mengerti.”jawabnya santai dan mendekap wajahku didadanya. Aku sembunyi
menahan malu di dadanya membuatku menikmati aroma tubuhnya yang
memabukkan dan membuatku tenang.
“bagaimana aku bisa menunjukkan wajahku?”tanyaku. Dan aku sadar ahjussi tua mesum ini sedang menahan tawanya.
“dimana istriku yang tegas, mandiri dan galak itu? kenapa dia jadi begitu pemalu?”godanya.
“diam kau ahjusshi mesum! Aku akan membalasmu.”balasku.
“aku dengan senang hati mendapatkan balasan ciuman darimu. Aku sangat menantinya.”
“aku akan membunuhmu.”kataku sambil memukul dadanya dengan keras lalu mencubit bagian paha dan perutnya.
“aku ingatkan sweetheart, tidak akan enak menjadi seorang janda.”kata
ahjusshi menyebalkan membuatku semakin keras mencubitnya bahkan bahunya
pun ku gigit dengan keras karena dia sangat-sangat membuatku jengkel.
“waw, kau ternyata liar dan itu membuatmu semakin sexy, sweetheart.”ucapnya sambil meringis menahan sakit.
“berhenti mengamuk, sweetheart. Karena itu membuatku semakin ingin
melahapmu. Jangan marah padaku karena sejak tadi aku sudah mengamankan
kondisi. Tertutup dan kedap suara”jelasnya sambil tersenyum licik. Dan
mataku langsung menorah ke depan. Ternyata mobil ini diberikan batasan
bagian sopir dan penumpang di belakang. Batasan itu cukup tebal dan
berwarna hitam gelap bagaikan dinding yang berwarna hitam. Berarti dia
sudah merencanakannya? Sungguh-sungguh otak mesumnya tidak tertolong.
“bukankah aku sangat mengerti dirimu, sweetheart?”katanya dengan nada
menggodaku. Aku kembali pindah dari dudukku memberikan jarak. Dia
sungguh menyebalkan. Dia harus mendapat pelajaran. Dia lupa bahwa aku
adalah Lee Chaerin.
.
.
.
.
.
@Keesokan harinya.
“jangan marah lagi, sweetheart”bujuk ahjusshi mesum ini yang sejak semalam mencoba minta maaf padaku.
“maafkan aku keterlaluan, kemarin.”katanya dengan wajah memelas.
Pemilik K-World memelas dengan wajah lucu seharusnya aku memfoto
ekpersinya ini dan mengirimkannya ke media. Tapi, aku harus
mengendalikan diriku. Aku harus menyelesaikan misiku untuk mendiamkannya
sementara. Aku mengambil susu putih milikku dan beranjak pergi
meninggalkan meja makan.
“Chaerin aku sungguh-sunguh minta
maaf”. katanya dan mengejarku. Dan dengan tepat waktu aku segera masuk
ke dalam lift dan pintu lift segera tertutup tepat saat kami berhadapan.
Aku bisa melihat wajah kecewanya sebelum pintu lift tertutup. Rasakan
akibatnya.
.
.
.
.
.
.
Hari ini pekerjaanku
tidak banyak jadi aku memikirkan langkah selanjutnya untuk memajukan
perusahaan ini. Mungkin aku akan masuk ke dunia kuliner atau tempat
pembelanjaan? Saat aku akan merancang itu semua, aku mendengar ketukan
pintu dan aku melihat sekretarisku masuk sambil memberikanku sebuah
buket bunga yang indah.
“ini suami anda yang mengirimkan, nyonya.”kata sekretarisku seorang ahjumma berumur 40an.
“bu..”
“maaf, apakah ini ruangan nyonya Lee Chaerin?”kata seorang pemuda membawa buket buanga lavender yang besar.
“ya.”jawabku bingung.
“maaf, jika saya masuk karena di luar kosong dan
pintunya terbuka.”jawab pemuda itu.
“tidak masalah. Anda siapa?”tanyaku penasaran.
“Saya hanya ditugaskan memberikan bunga ini untuk nyonya.”jawab pemuda itu.
“dari si...” ucapanku terputus karena telepon kantor berbunyi.
“ya”kataku setelah mengangkatnya.
“nyonya.. di bawah ada paket pot bunga yang besar dengan sepohon bunga mawar yang...”kata seseorang.
“aku ke sana.”jawabku langsung menutup telepon. Tidak lama aku menutup
telepon beberapa karyawanku masuk dengan membawa buket yang terdapat
berbagai jenis bunga.
“susun di ruanganku.”kataku segera
melangkah ke lobby. Dan saat pintu lift terbuka dan langsung mengarah ke
lobby, aku di kejutkan dengan pot berukuran raksasa yang terdapat pohon
bunga mawar.
Kenapa pohon karena ukuranya sebahuku dan sudah
ada dua pot dengan mawar berwarna merah dan putih lalu seseorang masuk
dengan membawa pot yang sama dengan warna mawar yang berbeda. Ahjusshi
mesum itu lagi-lagi membuat ulah.
“kau merindukanku, sweetheart?”kata ahjussi mesum itu saat aku meneleponnya.
“ok. Aku bicara denganmu, tapi segera hentikan kiriman bunga ini. Kau
membuat hotelku seperti kebun bunga.”kataku kesal. Aku akan senang jika
bunga yang diberikannya dalam keadaan normal. Cukup sebuket bunga tidak
puluhan buket bunga dan pot berisi tanaman bunga mawar sebesar ini dan
aku yakin dalam waktu satu jam maka ruanganku akan penuh dengan bunga
seperti saat dia mengirimkan permen dan coklat padaku saat itu.
“tidak akan sebelum kau berjanji tidak marah lagi, sweetrheart.”balasnya.
“ya, aku janji. Jadi berhentilah berbuat konyol.”jawabku.
“so romantic sweethearth.”balasnya dengan suara seakan dekat denganku.
“tidak ada namja romantic yang memberikan pot bunga sebesar itu pada
yeojanya. Jika ingin romantic sebaiknya kau memberikanku ladang bunganya
saja.”protesku.
“ide bagus sweertheart. Aku akan memberikannya
untukmu.”kata seseorang dengan memelukku dari belakang dan aku yakin
dia adalah ahjussi mesum yang telah menjadi suamiku. Sepertinya aku akan
mati muda.
“aku lebih suka melihatmu marah dari pada kau
mendiamkanku. Aku sangat tersiksa, swerthearth. Aku janji aku tidak akan
mengulanginya lagi.”katanya sambil mencium kepalaku. Semua tamu dan
karyawan memandangku. Bahkan aku sadar banyak karyawan wanita yang
memandangku dengan tatapan iri.
“ini hotel dan hotel ini kantorku,ahjusshi.”kataku sambil mencubit tangannya yang melingkar di perutku.
“mereka pasti mengerti karena pengantin baru.”Jawabnya dengan
menjengkelkan. Jika hukum tidak ada didunia ini aku pasti membunuhnya
pertama kali.
“lepaskan atau aku..”
“tetap seperti
ini. Sebentar lagi pertunjukannya dimulai. Lihat dipintu masuk.”kata
ahjusshi dengan serius tidak terdengar dia menggodaku seperti
sebelumnya. Dan aku melihat ke pintu masuk seperti arahan ahjusshi. Ada
Taeyang oppa berdiri dengan mematung disana.
“dia sejak tadi disitu?”bisikku.
“tidak. Ayo, ikut aku.”kata ahjusshi lembut sambil mengecup pipiku dan
menarikku dengan lembut. Dia pandai mengambil kesempatan. Dan bodohnya
aku selalu kalah olehnya.
Ahjusshi membawaku ke sebuah meja dan
memesan sebuah 2 gelas Americano dan sandwich. Pesanannya pun segera
datang seakan dia telah memesan jauh sebelum kami datang.
“jika
aku memberikan waktu untuk kalian bisa bicara bagaimana?”katanya
membuka pembicaraan. Wajahnya terlihat serius, seserius saat kami
berbicara mengenai bisnis selama ini.
“tidak ada yang perlu kami bicarakan.”jawabku dengan tegas.
“tapi, tidak dengannya. Chae, kau tidak bisa menghindar terus. Aku
sarankan kau bicara dengannya dan aku akan tetap menjagamu. Aku
janji.”katanya sambil menatapku lekat.
“bagaimana jika dia menginginkanku?”tanyaku.
“kau dan dia sudah memiliki keluarga masing-masing”
“lalu kau akan diam begitu saja?!”protesku.
“tidak! Itu tidak akan terjadi. Jika dia merayumu dan kau tergoda ingin
bersamanya kupastikan bahwa aku tidak akan semudah itu melepaskanmu.
Kau wanitaku satu-satunya. Tidak perlu wanita lain dan tidak perlu ada
wanita yang menggantikanmu. Karena kau tidak tergantikan dihatiku, tidak
akan pernah Chaerin. Tidak akan.”katanya dengan penekanan seakan yang
diucapkannya adalah janji sakral tanpa kebohongan dan penuh dengan
kepastian.
“baiklah. Tepati janjimu, Kwon Jiyong.”balasku dan
dia tersenyum manis padaku. Lalu mengambil sandwichku memotongnya kecil
dan mengembalikan piring sandwichku.
Setelah kami selesai dia pamit pergi kembali berkerja setelah mengecup keningku. Apakah ini tandanya kami berdamai??
Apakah tidak masalah aku membiarkannya terus menjadi pelindungku?
Apakah aku tidak masalah jika aku membiarkanya terus berkorban untukku?
.
.
.
.
“maafkan aku, apakah kau ada waktu?”Kini Taeyang oppa sudah berdiri di
dekatku. Aku mengangguk pelan dan mempersilahkannya duduk.
“aku lihat tuan Kwon begitu mencintaimu.”kata Taeyang oppa dengan lembut.
“ya, dia sangat mencintaiku. Sebelum kami menikah dia
membuat kantorku penuh dengan hadiahnya dan kini dia mengulanginya
dengan mengirimkanku bunga. Kau lihat pot mawar besar di lobby kan oppa?
Itu semua dari suamiku. Aku sangat beruntung menikah dengannya.”
jawabku dengan membanggakan ahjusshi. Ahjusshi akan menggodaku jika dia
mendengar ini. Untung saja dia tidak akan tahu.
“ya. Kalian sangat beruntung dan dia lebih beruntung karena bisa memiliki wanita yang dicintainya.”
“bukankah kau juga begitu, oppa?”
“tidak sepenuhnya benar, Chae. Soo Song kini berubah...”
“maafkan aku, aku terlalu sibuk untuk mendengar masalah keluarga
kalian. Aku harus pergi.”kataku dengan tersenyum. Mau-tidak mau Taeyang
oppa pun membiarkan aku pergi. Dia kira aku psikolog konsultan
pernikahan sehingga dia berkeluh-kesah padaku tentang pernikahannya?
Seharusnya dia sadar dengan apa yang dia lakukan. Dia menyakitiku lagi.
Bib. Ponselku berbunyi sebagai tanda ada pesan masuk.
From: my lovely
‘kau sudah berusaha cukup baik. Aku juga sangat beruntung menikah denganmu, Chaerin istriku.’
Sejak kapan ponselku terdapat nama menjijikan itu? My lovely? Yang benar saja. Sejak kapan dia merubahnya?
Aku menghentikan langkahku mendadak saat aku hampir sampai di ruanganku.
“kau sudah berusaha cukup baik. Aku juga sangat beruntung menikah
denganmu, Chaerin istriku.”gumamku. Dia tahu. Apakah dia
mendengarkannya? Ahjusshi mesum itu.
“bibi, tolong cek meja
yang tadi aku duduki dengan tuan Kwon. Cek dengan teliti!”perintahku
yang kebetulan sekretarisku menghampiriku.
.
.
.
.
@Beberapa saat kemudian.
“jadi, alat ini ada di bawah meja itu?”tanyaku pada sekretarisku.
“benar.”jawab sekretarisku.
“terimakasih, bi.”jawabku sambil memijit keningku. Aku baru saja akan
berdamai dengannya dan ternyata dia membuatku kesal dengan menempelkan
alat yang membuat dia mengetahui percakapanku dangan Taeyang oppa. Apa
maksudnya dia melakukan ini?
Bib.
From: my lovely
‘aku
tidak memiliki maksud yang lain, sweetheart. Aku hanya ingin menjagamu
dan mengetahui sejauh apa pergerakannya. Sekarang tenangkan fikiranmu,
sweetheart.’
Aku menjatuhkan tubuhku ke kursi. Akan sulit
mengerti ahjusshi itu. Sebelum aku bisa mengerti dirinya aku rasa aku
sudah gila. Tiba-tiba aku menjadi lebih santai. Mataku yang sebelumnya
tertutup kubuka dengen perlahan. Saat mataku sudah terbuka sepenuhnya
ternyata ruanganku sudah penuh dengan berbagai macam bunga.
“tidak sia-sia bunga-bunga ini disini.”kataku dan aku menutup mataku
lagi. Aku ingin beristirahat sejak terlebih dahulu sebelum nanti
berjalan dijalan yang penuh dengan bahaya.
.
.
.
.
.
.
TBC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar