IF YOU [PART 5]
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, Geun Young (Li Kwon)
Genre: hurt, Family
WARNING! FF INI TANPA PROSES EDIT TERLEBH DAHULU.
“Maafkan aku tidak bisa segera pulang.” Geun baru saja pulang saat malam hari karena telepon dari Chaerin, seharusnsya Geun tidur di dorm yang telah disediakan agensinya.
“seorang pria tadi mendatangiku, omma. Dia menunjukan video padaku. Video yang seolah-olah appa mengalami gangguan jiwa. Aku tidak percaya.”ucap Geun pada Chaerin.
“Sayangnya itu benar.”jawab Chaerin lemah. Geun terdiam. Mencari kebohongan diwajah ommanya tapi, tidak penah ditemukan di wajah ommanya.
“lihatlah ini. Ini sebuah pembuktian. Appamu, membutuhkanmu.”ucap Chaerin sambil menyodorkan kepingan CD pada Geun. Geun terdiam karena binggung. Ini terlalu mendadak dan sangat tidak mungkin menurutnya.
---------------------------------------
Diam-diam Geun menghubungi pria yang menemuinya beberapa hari lalu. Pria itu adalah Seungri. Anehnya Seungri malah meminta mereka bertemu di sebuah rumah yang memiliki praktik pengobatan jiwa.
“masuklah. Ini terapi pertama setelah dia dinyatakan sehat. Semenjak bertemu dengan ommamu dia hanya perlu datang disaat dia mulai tidak baik saja.”jelas Seungri yang mengerti kebinggungan Geun.
“seperti yang ku katakan sebelumnya, appamu sempat tidak stabil saat bertemu ommamu hanya saja sekarang kondisinya membaik dan bahkan beberapa hari ini sudah bisa kembali berkerja di hotel.”lanjutnya lagi sambil mengajak Geun berjalan mengikutinya. Mereka berhenti di suatu ruangan bernuansa beige. Seorang wanita duduk di mejanya dengan tenang dan ada seorang pria yang menangis pilu.
“aku menyesal. Aku ingin memilikinya lagi. Melihat pertumbuhan Geun hingga saat ini. Namun aku tahu. Waktu tidak bisa kembali. Sekuat apapun cintaku, aku tidak bisa memutar waktu agar kembali ke masa itu. Aku memang munafik berpura-pura bisa lepas darinya. Tapi, aku bisa apa? Dia pergi untuk bahagia, meninggalkan dan melupakan aku yang sangat bodoh. Aku hanya bisa diam disini. Mengubur perasaanku atau menyimpan perasaanku dengan baik. Semua ini salahku.”tangis pria itu dengan pilu. Geun tanpa sadar menangis melihat pria itu.
“aku bahagia ada pria yang menemani hidupnya walau aku hati kecilku berharap aku lah pria itu. hehe.. aku munafik.”katanya dengan terkekeh tapi, air matanya tetap mengalir.
“omma, nuna dan appa mungkin ini semua berawal dari mereka. Karena aku terlalu muda saat itu, aku terlalu mudah dibawa emosi tanpa berfikir terlebih dahulu. Aku menyesal. Appa telah pergi, omma dan nuna aku rasa mereka cukup menderita karena kegilaanku. Hehehe.. jika nanti. Chaerin dan Geun tidak ingin melihat kami. Aku rela membawa keluargaku keluar dari Korea. Chaerin dan Geun sangat berarti untukku, aku selalu ingin melihat mereka tapi, kebahagian dan kenyamanan mereka menjadi utama bagiku karena aku selama ini hanya membuat luka untuk mereka.”
“tuan Jiyong, Jika benar kau akan pergi apakah kau akan bahagia?”tanya wanita itu.
“aku tidak yakin. Karena aku mungkin akan gila lagi karena merindukan mereka.”
“apa keinginanmu saat ini tuan Jiyong?”
“kau tidak akan bisa mengubah keinginanku mejadi nyata.”katanya tertawa pelan tapi, tawa itu terdengar pilu.
“apa itu?”
“memutar waktu agar aku bisa bersama dengan Chaerin dan Geun walaupun nanti aku akan berpisah dengan keluargaku yang lain, aku tidak masalah. Setidaknya aku bisa melihat Chaerin melahirkan Geun, melihat Geun saat bayi, mendengarkan Geun memanggilku appa, mengajarkannya berjalan, bermain mobil-mobil dengannya...“
Seungri menarik Geun ke tempat lain, kesuatu ruangan tertutup yang membuat mereka leluasa berbicara.
“itu appamu. Selama lebih 6 tahun aku mengenalnya dia tidak pernah dekat dengan wanita, aku bahkan hampir kemakan gossip yang memberitakannya gay. Dia mencintai ommamu. Dia terluka berpisah dengan ommamu.”jelas Seungri.
“jika dia mencintai ommaku, dia tidak akan melepaskan ommaku!”tantang Geun. Dia hanya belum bisa menerima keadaan. Hanya butuh waktu dan sedikit penjelasan Geun pasti mengerti.
“seperti yang dikatakan tadi, dia terlalu muda saat menikah dengan ommamu. Saat itu bahkan dia belum meniup lilin 20 tahunnya. Saat itu dia belum cukup dewasa. Sama seperti dirimu Geun, kau tidak ingin bertemu dengan appamu, aku yakin kau perah berfikir untuk memukul appamu itu tapi, ommamu selalu mengatakan untuk tidak membenci appamu sehingga kau menemui appamu agar appamu tidak menemui ommamu. Jiyong juga mengalami hal yang hampir sama denganmu. Dia di paksa untuk tidak mempercayai orang di cintainya oleh keluarganya. Jika Jiyong mempertahankan ommamu apakah kau pernah berfikir kau akan bahagia?”
“ya. Aku pasti akan bahagia dengan keluarga yang utuh.”
“kau terlalu muda Geun. Kau belum tahu dunia. Kau sangat salah jika berkata kalian akan bahagia jika Jiyong mempertahakan ommamu. Ommamu hanya akan dilakukan bagaikan ratu oleh keluarga appamu jika di depan Jiyong. Atau Jiyong akan melepaskan keluarganya demi kalian? Melepaskan tanggung jawabnya sebagai penerus? Apa kau fikir keluarganya akan diam saja? Tidak Geun. Keluarga Jiyong bisa memaksa ommamu untuk meninggalkan appamu, keluarga Jiyong bahkan sanggup menggugurkanmu saat di kandungan. Jadi mungkin saja dia akan tetap melakukannya. Jika Jiyong melepaskan mereka mungkin saja mereka akan menculikmu dari orang tuamu agar mendapatkan seorang penerus. Itu semua bisa saja terjadi melihat watak keras tuan Kwon.”
“jadi apa maksud semua ini tuan, Lee Sungri?”
“aku ingin kau berdamai dengan appamu. Appamu sama seperti ommamu, mereka tidak salah. Mereka hanya dipaksa keadaan. Demi kesehatan appamu.”
“jika aku melakukan keinginanmu, appa yang aku dapat? Di tertawakan oleh keluarganya? Membiarkan keluarganya meremehkan ommaku lagi?”ucap Geun sinis.
“tidak akan. Jiyong yang sekarang mengutamakan kebahagian kalian. Bahkan dia membiarkan dirinya seperti ini karena menahan dirinya untuk tidak membuat kalian terpaksa bersamanya.”jelas Seungri.
“pikirkan baik-baik. Ini bukan kesalahan appamu sepenuhnya. Mungkin kau akan sedih saat melihat appamu di majalah bisnis tapi tidak bisa memanggilnya ‘appa’. Tapi, appamu lebih menderita karena dia tidak tahu bahwa dia memiliki anak dengan wanita yang sangat dia cintai.”jelas Seungri lagi. Seungri membiarkan Geun dalam diam.
----------
“mungkin dunia mengejekmu, memandangmu sebelah mata karena membesarkan Geun tanpa sosok appa. Tapi nyonya Chaerin, apakah kau fikir tuan Jiyong baik-baik saja setelah kau tinggalkan? Jika tuan Jiyong memang bahagia, dia tidak akan depresi seperti ini. Mungkin dia akan membangun keluarga bahagia seperti pria normal lainnya, nyonya. Tapi, dia memilih sendiri karena tidak ingin ada yang mengantikanmu di hatinya. Dan Geun, dia begitu menyesal tidak mengetahui Geun adalah anaknya. Bahkan dia sangat kesal saat tuan Choi mengakui Geun adalah anaknya. Padahal tuan Jiyong sendiri tidak diizinkan mengetahui kebenaran yang disembunyikan selama ini. Ini tidak adil untuknya, nyonya.”jelas Dr.Kang.
“aku tidak membenci Jiyong hanya saja, melihatnya kembali begitu menyakitkan untukku.”kata Chaerin pelan.
“kalian hanya saling menyakiti jika terus membiarkan ego menguasai diri.”
@NYONYA KWON POV
Penyesalan datang selalu di akhir. Aku memisahkan anakku dengan kebahagiannya, dengan dunianya. Dulu aku masih berfikir bahwa gadis itu bisa menghancurkan Jiyong untuk menjadi penerus karena dia anak yatim piatu yang tidak di ketahui siapa appa-ommanya. Kami berusaha misahkan mereka bahkan hingga memanggil dokter untuk mengugurkan anak mereka, cucu kami. Dengan paksaan itu kami berhasil memisahkan mereka. Tapi, apa yang terjadi setelah itu? Jiyong anakku yang ceria dan bersemangat tidak seperti itu lagi. Jiyong menjadi anak penurut tanpa hasrat. Aku sadar bahwa jiwa anakku bersama gadis itu, Lee Chaerin gadis yang di cintainya.
Setiap bulannya aku akan mendatangi gadis itu yang sedang mengandung cucuku. Tubuhnya terlihat lemah. Sering sekali aku melihatnya termenung sambil melihat foto penikahannya dengan anakku. Lalu aku bisa apa? Jika aku menyerah semua akan sia-sia.
Saat aku menemui cucuku yang baru saja lahir ingin sekali rasanya mengendong bayi kecil yang mengemaskan itu. Tapi, egoku terlalu kuat. Aku memilih tidak menemui mereka lagi.
Setelah itu aku pikir semua akan baik-baik saja apalagi Jiyong sangat kompeten dalam mengelola perusahaan serta bisnis perhotelan. Tapi, aku kehilangan senyum dan kebahagiaan anak laki-lakiku satu-satunya.
Malam itu aku kaget dengan Jiyong yang tiba-tiba datang penuh emosi. Dia marah besar dan dia menangis pilu. Dia telah mengetahui tenang anaknya yang kami sembunyikan. Jiyong tidak pernah seperti ini sebelumnya. Bahkan dia tidak menangis atau terlihat sedih di pemakaman appanya. Itu adalah awal aku mengakui kesalanku.
Suatu malam aku di undang di sebuah acara ulang tahun sebuah perusahaan besar. Dan pemiliknya menggandeng Chaerin, mantan menantuku. Aku melihat anakku yang sedang terluka. Aku pikir Jiyong butuh waktu untuk mengembalikan ke normalannya. Tapi, dua hari setelahnya aku menemukan Jiyong dengan tatapan kosong di kegelapan kamar hotelnya.
Keadaan Jiyong semakin membaik selama tiga bulan pengobatan tapi, tiba-tiba kini dia harus melakukan pengobatan kembali. Kini waktunya aku mengancurkan egoku untuk kebahagian anakku. Mungkin ini terlambat karena sudah sangat lama aku menyakiti banyak orang tapi, ini lebih baik dari pada tidak sama sekali.
“Nyonya Chaerin dan tuan muda Geun sudah di ruangan, Nyonya.”lapor seseorang pelayan padaku. Aku tahu menantu dan cucuku tidak akan mau menemuiku begitu saja. Sehingga aku memilih jalan konyol ini. Menculik mereka.
Aku masuk kesebuah ruangan yang sudah terdapat Chaerin dan cucuku. Mereka yang awalnya duduk di sofa menjadi tegang dan terkejut saat melihat wajahku.
“maafkan aku harus menculik kalian, hanya saja aku yakin kalian tidak ingin menemuiku dengan cara yang lebih normal. Sebelumnya, mereka tidak menyakiti kalian kan?”tanyaku.
“....”mereka diam tanpa respon.
“sepertinya tidak ada yang terluka.”
“jika bisa di jawab sendiri kenapa bertanya?”kata Geun dengan ketus.
“maafkan aku.”ucapku.
Melihat anak perempuanku masuk, seketika itu juga kami berlutut di hadapan mereka.
“aku menyesal memisahkan kalian. Maafkan aku hingga kalian harus menderita. Aku melakukan ini bukan hanya demi Jiyong tapi, ini benar-benar karena rasa penyesalanku. Aku juga tidak ingin aku mati dengan rasa bersalah dan kalian menderita lebih lama. Maafkan aku.”
TBC
miss u INFI!!!
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, Geun Young (Li Kwon)
Genre: hurt, Family
WARNING! FF INI TANPA PROSES EDIT TERLEBH DAHULU.
“Maafkan aku tidak bisa segera pulang.” Geun baru saja pulang saat malam hari karena telepon dari Chaerin, seharusnsya Geun tidur di dorm yang telah disediakan agensinya.
“seorang pria tadi mendatangiku, omma. Dia menunjukan video padaku. Video yang seolah-olah appa mengalami gangguan jiwa. Aku tidak percaya.”ucap Geun pada Chaerin.
“Sayangnya itu benar.”jawab Chaerin lemah. Geun terdiam. Mencari kebohongan diwajah ommanya tapi, tidak penah ditemukan di wajah ommanya.
“lihatlah ini. Ini sebuah pembuktian. Appamu, membutuhkanmu.”ucap Chaerin sambil menyodorkan kepingan CD pada Geun. Geun terdiam karena binggung. Ini terlalu mendadak dan sangat tidak mungkin menurutnya.
---------------------------------------
Diam-diam Geun menghubungi pria yang menemuinya beberapa hari lalu. Pria itu adalah Seungri. Anehnya Seungri malah meminta mereka bertemu di sebuah rumah yang memiliki praktik pengobatan jiwa.
“masuklah. Ini terapi pertama setelah dia dinyatakan sehat. Semenjak bertemu dengan ommamu dia hanya perlu datang disaat dia mulai tidak baik saja.”jelas Seungri yang mengerti kebinggungan Geun.
“seperti yang ku katakan sebelumnya, appamu sempat tidak stabil saat bertemu ommamu hanya saja sekarang kondisinya membaik dan bahkan beberapa hari ini sudah bisa kembali berkerja di hotel.”lanjutnya lagi sambil mengajak Geun berjalan mengikutinya. Mereka berhenti di suatu ruangan bernuansa beige. Seorang wanita duduk di mejanya dengan tenang dan ada seorang pria yang menangis pilu.
“aku menyesal. Aku ingin memilikinya lagi. Melihat pertumbuhan Geun hingga saat ini. Namun aku tahu. Waktu tidak bisa kembali. Sekuat apapun cintaku, aku tidak bisa memutar waktu agar kembali ke masa itu. Aku memang munafik berpura-pura bisa lepas darinya. Tapi, aku bisa apa? Dia pergi untuk bahagia, meninggalkan dan melupakan aku yang sangat bodoh. Aku hanya bisa diam disini. Mengubur perasaanku atau menyimpan perasaanku dengan baik. Semua ini salahku.”tangis pria itu dengan pilu. Geun tanpa sadar menangis melihat pria itu.
“aku bahagia ada pria yang menemani hidupnya walau aku hati kecilku berharap aku lah pria itu. hehe.. aku munafik.”katanya dengan terkekeh tapi, air matanya tetap mengalir.
“omma, nuna dan appa mungkin ini semua berawal dari mereka. Karena aku terlalu muda saat itu, aku terlalu mudah dibawa emosi tanpa berfikir terlebih dahulu. Aku menyesal. Appa telah pergi, omma dan nuna aku rasa mereka cukup menderita karena kegilaanku. Hehehe.. jika nanti. Chaerin dan Geun tidak ingin melihat kami. Aku rela membawa keluargaku keluar dari Korea. Chaerin dan Geun sangat berarti untukku, aku selalu ingin melihat mereka tapi, kebahagian dan kenyamanan mereka menjadi utama bagiku karena aku selama ini hanya membuat luka untuk mereka.”
“tuan Jiyong, Jika benar kau akan pergi apakah kau akan bahagia?”tanya wanita itu.
“aku tidak yakin. Karena aku mungkin akan gila lagi karena merindukan mereka.”
“apa keinginanmu saat ini tuan Jiyong?”
“kau tidak akan bisa mengubah keinginanku mejadi nyata.”katanya tertawa pelan tapi, tawa itu terdengar pilu.
“apa itu?”
“memutar waktu agar aku bisa bersama dengan Chaerin dan Geun walaupun nanti aku akan berpisah dengan keluargaku yang lain, aku tidak masalah. Setidaknya aku bisa melihat Chaerin melahirkan Geun, melihat Geun saat bayi, mendengarkan Geun memanggilku appa, mengajarkannya berjalan, bermain mobil-mobil dengannya...“
Seungri menarik Geun ke tempat lain, kesuatu ruangan tertutup yang membuat mereka leluasa berbicara.
“itu appamu. Selama lebih 6 tahun aku mengenalnya dia tidak pernah dekat dengan wanita, aku bahkan hampir kemakan gossip yang memberitakannya gay. Dia mencintai ommamu. Dia terluka berpisah dengan ommamu.”jelas Seungri.
“jika dia mencintai ommaku, dia tidak akan melepaskan ommaku!”tantang Geun. Dia hanya belum bisa menerima keadaan. Hanya butuh waktu dan sedikit penjelasan Geun pasti mengerti.
“seperti yang dikatakan tadi, dia terlalu muda saat menikah dengan ommamu. Saat itu bahkan dia belum meniup lilin 20 tahunnya. Saat itu dia belum cukup dewasa. Sama seperti dirimu Geun, kau tidak ingin bertemu dengan appamu, aku yakin kau perah berfikir untuk memukul appamu itu tapi, ommamu selalu mengatakan untuk tidak membenci appamu sehingga kau menemui appamu agar appamu tidak menemui ommamu. Jiyong juga mengalami hal yang hampir sama denganmu. Dia di paksa untuk tidak mempercayai orang di cintainya oleh keluarganya. Jika Jiyong mempertahankan ommamu apakah kau pernah berfikir kau akan bahagia?”
“ya. Aku pasti akan bahagia dengan keluarga yang utuh.”
“kau terlalu muda Geun. Kau belum tahu dunia. Kau sangat salah jika berkata kalian akan bahagia jika Jiyong mempertahakan ommamu. Ommamu hanya akan dilakukan bagaikan ratu oleh keluarga appamu jika di depan Jiyong. Atau Jiyong akan melepaskan keluarganya demi kalian? Melepaskan tanggung jawabnya sebagai penerus? Apa kau fikir keluarganya akan diam saja? Tidak Geun. Keluarga Jiyong bisa memaksa ommamu untuk meninggalkan appamu, keluarga Jiyong bahkan sanggup menggugurkanmu saat di kandungan. Jadi mungkin saja dia akan tetap melakukannya. Jika Jiyong melepaskan mereka mungkin saja mereka akan menculikmu dari orang tuamu agar mendapatkan seorang penerus. Itu semua bisa saja terjadi melihat watak keras tuan Kwon.”
“jadi apa maksud semua ini tuan, Lee Sungri?”
“aku ingin kau berdamai dengan appamu. Appamu sama seperti ommamu, mereka tidak salah. Mereka hanya dipaksa keadaan. Demi kesehatan appamu.”
“jika aku melakukan keinginanmu, appa yang aku dapat? Di tertawakan oleh keluarganya? Membiarkan keluarganya meremehkan ommaku lagi?”ucap Geun sinis.
“tidak akan. Jiyong yang sekarang mengutamakan kebahagian kalian. Bahkan dia membiarkan dirinya seperti ini karena menahan dirinya untuk tidak membuat kalian terpaksa bersamanya.”jelas Seungri.
“pikirkan baik-baik. Ini bukan kesalahan appamu sepenuhnya. Mungkin kau akan sedih saat melihat appamu di majalah bisnis tapi tidak bisa memanggilnya ‘appa’. Tapi, appamu lebih menderita karena dia tidak tahu bahwa dia memiliki anak dengan wanita yang sangat dia cintai.”jelas Seungri lagi. Seungri membiarkan Geun dalam diam.
----------
“mungkin dunia mengejekmu, memandangmu sebelah mata karena membesarkan Geun tanpa sosok appa. Tapi nyonya Chaerin, apakah kau fikir tuan Jiyong baik-baik saja setelah kau tinggalkan? Jika tuan Jiyong memang bahagia, dia tidak akan depresi seperti ini. Mungkin dia akan membangun keluarga bahagia seperti pria normal lainnya, nyonya. Tapi, dia memilih sendiri karena tidak ingin ada yang mengantikanmu di hatinya. Dan Geun, dia begitu menyesal tidak mengetahui Geun adalah anaknya. Bahkan dia sangat kesal saat tuan Choi mengakui Geun adalah anaknya. Padahal tuan Jiyong sendiri tidak diizinkan mengetahui kebenaran yang disembunyikan selama ini. Ini tidak adil untuknya, nyonya.”jelas Dr.Kang.
“aku tidak membenci Jiyong hanya saja, melihatnya kembali begitu menyakitkan untukku.”kata Chaerin pelan.
“kalian hanya saling menyakiti jika terus membiarkan ego menguasai diri.”
@NYONYA KWON POV
Penyesalan datang selalu di akhir. Aku memisahkan anakku dengan kebahagiannya, dengan dunianya. Dulu aku masih berfikir bahwa gadis itu bisa menghancurkan Jiyong untuk menjadi penerus karena dia anak yatim piatu yang tidak di ketahui siapa appa-ommanya. Kami berusaha misahkan mereka bahkan hingga memanggil dokter untuk mengugurkan anak mereka, cucu kami. Dengan paksaan itu kami berhasil memisahkan mereka. Tapi, apa yang terjadi setelah itu? Jiyong anakku yang ceria dan bersemangat tidak seperti itu lagi. Jiyong menjadi anak penurut tanpa hasrat. Aku sadar bahwa jiwa anakku bersama gadis itu, Lee Chaerin gadis yang di cintainya.
Setiap bulannya aku akan mendatangi gadis itu yang sedang mengandung cucuku. Tubuhnya terlihat lemah. Sering sekali aku melihatnya termenung sambil melihat foto penikahannya dengan anakku. Lalu aku bisa apa? Jika aku menyerah semua akan sia-sia.
Saat aku menemui cucuku yang baru saja lahir ingin sekali rasanya mengendong bayi kecil yang mengemaskan itu. Tapi, egoku terlalu kuat. Aku memilih tidak menemui mereka lagi.
Setelah itu aku pikir semua akan baik-baik saja apalagi Jiyong sangat kompeten dalam mengelola perusahaan serta bisnis perhotelan. Tapi, aku kehilangan senyum dan kebahagiaan anak laki-lakiku satu-satunya.
Malam itu aku kaget dengan Jiyong yang tiba-tiba datang penuh emosi. Dia marah besar dan dia menangis pilu. Dia telah mengetahui tenang anaknya yang kami sembunyikan. Jiyong tidak pernah seperti ini sebelumnya. Bahkan dia tidak menangis atau terlihat sedih di pemakaman appanya. Itu adalah awal aku mengakui kesalanku.
Suatu malam aku di undang di sebuah acara ulang tahun sebuah perusahaan besar. Dan pemiliknya menggandeng Chaerin, mantan menantuku. Aku melihat anakku yang sedang terluka. Aku pikir Jiyong butuh waktu untuk mengembalikan ke normalannya. Tapi, dua hari setelahnya aku menemukan Jiyong dengan tatapan kosong di kegelapan kamar hotelnya.
Keadaan Jiyong semakin membaik selama tiga bulan pengobatan tapi, tiba-tiba kini dia harus melakukan pengobatan kembali. Kini waktunya aku mengancurkan egoku untuk kebahagian anakku. Mungkin ini terlambat karena sudah sangat lama aku menyakiti banyak orang tapi, ini lebih baik dari pada tidak sama sekali.
“Nyonya Chaerin dan tuan muda Geun sudah di ruangan, Nyonya.”lapor seseorang pelayan padaku. Aku tahu menantu dan cucuku tidak akan mau menemuiku begitu saja. Sehingga aku memilih jalan konyol ini. Menculik mereka.
Aku masuk kesebuah ruangan yang sudah terdapat Chaerin dan cucuku. Mereka yang awalnya duduk di sofa menjadi tegang dan terkejut saat melihat wajahku.
“maafkan aku harus menculik kalian, hanya saja aku yakin kalian tidak ingin menemuiku dengan cara yang lebih normal. Sebelumnya, mereka tidak menyakiti kalian kan?”tanyaku.
“....”mereka diam tanpa respon.
“sepertinya tidak ada yang terluka.”
“jika bisa di jawab sendiri kenapa bertanya?”kata Geun dengan ketus.
“maafkan aku.”ucapku.
Melihat anak perempuanku masuk, seketika itu juga kami berlutut di hadapan mereka.
“aku menyesal memisahkan kalian. Maafkan aku hingga kalian harus menderita. Aku melakukan ini bukan hanya demi Jiyong tapi, ini benar-benar karena rasa penyesalanku. Aku juga tidak ingin aku mati dengan rasa bersalah dan kalian menderita lebih lama. Maafkan aku.”
TBC
miss u INFI!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar