Sorry, i’m loving you [part 1]
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon
Genre: roman
Rate : T
Lenght : ?
Daun berguguran seakan tidak berhenti hingga pohon itu benar-benar tidak lagi memiliki daun untuk menutupi ranting dan batangnya. Para dayang dengan semangat menyapu halaman yang hampir tertutupi daun-daun yang menguning walau matahari saja belum menampakkan dirinya. Udara cukup dingin karena musim dingin akan datang sebentar lagi. Tapi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kerajaan melakukan suatu acara saklar yang tidak dilakukan setiap tahunnya.
Seorang gadis terlihat cantik nan anggun dengan mengenakan noeui dan daesu. Sang gadis terlihat cantik. Tapi, sebenarnya tidak bisa disebut dengan ‘gadis’ karena dia adalah seorang putri dari sang Raja Negara ini. Sedangkan seorang pemuda terlihat menggunakan daeryebok dan myunrugwan berdiri dengan gugup sedangkan sang putri yang bersanding dengannya terlihat kesal. Sang putri tidak menyukai pernikahannya dengan pemuda yang menurutnya payah ini. Dia lebih menyukai Young Bae, sahabat kakaknya sang putra mahkota. Tapi, Young Bae sangat dibutuhkan dalam kerajaan untuk membantu raja kelak karena kecerdasannya sehingga Young Bae ditolak dalam pemilihan calon suami sang putri.
Sang putri sudah beberapa kali bertemu dengan suaminya ini tapi, mereka belum sama sekali berbicara berdua. Pernikahan ini mungkin memang terlalu dini untuk mereka tapi, ini memang merupakan hal biasa bagi keluarga kerajaan.
Yang tidak disadari sang putri adalah suaminya tersenyum bahagia karena menikahi wanita yang sangat dicintainya, cinta pertamanya.
“cut!!” teriak sutradara dan semua pun berhenti. Para staff bergerak cepat untuk adegan pengambilan gambar selanjutnya.
Saat ini di suatu rumah bangunan jaman dulu sedang melakukan suatu syuting. Seorang artis cantik bernama Chaerin sedang bersiap untuk melakukan perannya. Dia menjadi sosok sang putri setelah dewasa. Sedangkan pria bernama Jiyong menatapnya dari kejauhan dan Jiyong adalah sang suami putri setelah dewasa.
Kini mereka memainnya perannya. Chaerin terlihat menatap Jiyong dengan tajam dan senyuman meremehkan suaminya. Sedangkan Jiyong begitu natural menatap Chaerin sang istri dengan tatapan memuja. Kalimat perhatian dan penuh kasih sayang yang keluar dari bibir Jiyong selalu dibalas dengan kalimat puitis yang menyakitkan dari sang istri. Walau begitu Jiyong tidak gentar, dia terlalu mencintai istrinya. Mereka sedang membicarakan sebuah ritual malam pertama mereka sehingga sang istri benar-benar marah besar.
“ini harus dilakukan. Ini adalah acara yang harus kita lakukan, putri. Aku berjanji tidak akan menyakitimu ataupun menyentuhmu jika kau tidak menginginkannya. Aku tidak ingin kau semakin membenciku, putri.”kata sang suami.
“aku senang kau mengerti.”jawab si putri dengan ketus lalu pergi begitu saja meninggalkan suaminya, suami yang sangat mencintainya.
“Cut!”teriak sutradara lagi. Dan semua langsung bergerak cepat untuk melakukan pekerajaan selanjutnya. Tapi, sang putri berjalan dengan angkuh menuju sutradara.
“aku sudah selesaikan?”tanyanya.
“tentu saja. Kau mainkannya dengan baik. Aku hampir menjambak rambutmu karena aku terbawa emosinya. Jika istriku bersikap sepertimu tadi sudah kupastikan aku akan bunuh diri.”canda sang sutradara. Tapi, Chaerin terlihat pokerface. Dia terlihat sangat tidak peduli dengan komentar sang sutradara.
“aku bahkan tidak sedang berakting tadi. Aku benar-benar membencinya. Kau tau itu kan sutadara?! Aku pergi dulu. Sampai jumpa di lokasi berikutnya.”jawab Chaerin santai. Seorang wanita berjalan mengikutinya dan mencoba menasehati sang artisnya dengan hati-hati karena dia tidak ingin mati sekarang.
---------------------------------
Aku wanita dengan di puja dan di maki seluruh negeri. Aku terlahir cerdas, aku memiliki darah keluarga kerajaan, aku memiliki banyak bakat, aku menguasai 6 bahasa asing, aku memiliki prilaku anggun, aku juga jago bela diri maupun olahraga dan aku cukup cantik. Aku memang tidak secantik Song Hye Gyo ataupun Go Hye Sun tapi, cukup dengan pesonaku aku akan terlihat cantik dengan sendirinya. Jadi, wajar saja banyak orang memujaku dan memakiku karena semua yang aku miliki.
Di Korea, keluarga kerajaan tidak seperti dulu. Sekarang keluarga kerajaan lebih modern karena kerajaan sudah tidak berlaku lagi di Negara ini, Presiden yang menjadi kepala Negara ini dan sudah lama sekali itu berlaku. Aboji adalah pengusaha, aku juga kurang jelas keluargaku menjalani bisnis apa saja karena terlalu banyak aset yang dimiliki keluargaku. Aboji memang beberapa kali diminta menjadi Presiden atau terjun ke dunia politik tapi, aboji selalu menolak. Aboji lebih beminat berkeliling dunia untuk melakukan kegiatan social. Walau begitu aku bukanlah seorang wanita kantoran. Aku seorang Idol. Aku bermain music, penyanyi, penulis lagu, model, dan aku seorang aktris. Aboji mengizinkanku menjadi seniman asalkan nanti bisa mempertanggung jawabkan perusahaan suatu saat nanti.
Setelah beberapa berfoto untuk majalah fashion, aku duduk di sebuah sofa untuk beristirahat dan seseorang dengan lembut menghapus make-up dari wajahku.
“Chaerin, ada tawaran drama untukmu.”kata manajerku dengan hati-hati.
“untuk kapan?”tanyaku sambil menutup mataku, aku terlalu lelah untuk membuka mataku.
“filmnya akan di buat setahun lagi.”jawab manejerku dengan suara bergetar.
“Tolak saja. Aku tidak perlu pendalaman karakter, aktingku sudah sangat bagus. Aku tidak suka menunggu dan aku tidak suka yang terburu-buru. Kau tau itu kan manejer Mong?!”
“tapi, ini Drama sutradara Kang yang sebelumnya mendapatkan banyak penghargaan. Sutradara Kang memohon kamu berperan sebagai pemain utama. Drama ini tentang kerajaan. Bukankah kamu protes dengan film kerajaan karena kurang sempurna? Kamu seorang yang memiliki darah kerajaan. Saya rasa tidak ada lagi yang pantas kecuali kamu, Chaerin. Sutradara Kang memintamu menjadi pemeran utamanya agar dramanya semakin sempurna.”jawab manejer Mong selembut mungkin.
“minta sutradara Kang menemuiku langsung. Atur jadwalnya.”kataku sambil mengambil coffe yang disediakan di atas mejaku dan meminumnya.
“sutradara Kang sudah memberikan naskahnya. Kau bisa membacanya sebelum memutuskannya.”kata manejer Mong dengan nada membujuk. Manejer Mong sepertinya sudah membaca naskahnya terlebih dahulu, seperti biasa. Dan dia tertarik dengan naskahnya. Selera manejer Mong tidaklah buruk, naskah pilihannya biasanya akan memiliki ratting tinggi.
Keberhasilanku juga karena campur tanggan manejer Mong. Yang harus kalian ingat keluarga manejer Mong dulunya adalah dayang istana yang menjaga nenek noyangku. Tapi, keluarganya sangat setiap pada keluarga kami bahkan setelah kerajaan tidak lagi aktif. Menejer Mong memiliki tubuh yang tinggi bagaikan model tapi dia juga punya kecerdasan dan ahli bela diri yang melebihi rata-rata. Dia lebih tua 5 tahun dariku tapi, aku lebih mengangapnya onnie walau terkadang dia bersikap terlalu formal padaku.
Tidak lama dari itu, sutradara Kang menemuiku di Penthouseku. Sepertinya sutradara Kang benar-benar menginginkanku jadi aktris untuk dramanya. Aku sudah banyak mendapat penghargaan jadi wajar saja jika sutradara Kang begitu semangat mengajakku bermain di film yang digarapnya.
“aku tahu kau tidak melihat total pembayarannya karena kau sudah sangat kaya. Tapi Chaerin, coba kau fikirkan lagi. Drama ini menarik. Lawan mainmu juga Jiyong yang sebelumnya sukses di film actionnya. Kau taukan dia selalu menolak bermain film romantic? Dia mengambil peran ini karena menyukai ceritanya.”jelas sutradara.
“Jiyong? Kwon Jiyong?”kataku dengan nada rendah.
“ia. Benar.”jawab sutradara Kang.
“actor yang lagi dicurigai gay?”tanyaku.
“aku tidak tahu ada berita seperti itu.”jawab sutradara pelan dan sedikit gugup, dia sepertinya juga mendengar berita itu.
“actor dari perusahaan sainganku?”tanyaku.
“ia, bisa dibilang seperti itu.”jawab Sutradara binggung.
“actor berbakat tapi, yang berasal dari keluarga sederhana dan keluarganya hancur karena peceraian?”kataku dengan santai tapi, dengan nada angkuhku. Aku tidak menerima perceraian dalam keluarga. Walau orang tuaku tidak harmonis seperti keluarga dalam negeri dongeng tapi, orang tuaku tidak bersikap egois dengan cara berpisah. Tolong catat itu! Tapi, sebenarnya bukah hal itu yang membuatku bersikap seperti ini padanya.
“ee.. aku harap kau tidak melihat dari sudut itu untuk menjadi rekan kerjamu, Chaerin.”kata Sutradara Kang.
“dia tau aku akan menjadi lawan mainnya?”tanyaku dingin.
“tidak. Sebenarnya kami memiliki beberapa calon actor sebagai lawan mainmu dan beberapa actor itu sudah setuju, termasuk dengan Jiyong. Mereka semua tidak tahu siapa yang akan menjadi lawan mainnya karena kau yang akan menyeleksi siapa yang pantas menjadi lawan mainmu. Tapi, itu jika kau tidak menolak bergabung.”jelas sutradara.
“aku terima! Aku akan bermain dan aku ingin Jiyong menjadi lawan mainku. Aku rasa ini akan menarik.”jawabku sambil tersenyum. Tidak, aku tidak tersenyum manis. Ada keangkuhan di balik senyumku sehingga membuat sutradara tersenyum dengan rasa takut dibalik senyumannya. Beberapa staff yang menemaninya tersenyum lega. Mungkin sutradara Kang tahu bahwa aku merencanakan sesuatu. Bukan Lee Chaerin jika tidak penuh kejutan.
“tapi, aku ingin kalian menyediakan mobil yang nyaman untukku selama syuting aku perlu tempat tidur yang nyaman, aku ingin kebutuhan makanku selalu tersedia selama proses syuting berlangsung.”perintahku.
“siap!”kata Sutradara gembira. Yang aku rasa kegembiraannya inii tidak akan terlalu lama. Sepertinya aku akan membuatnya pusing karena ada ‘sesuatu’ antara Jiyong dan aku.
“dan aku ingin film ini dibuat 3 bulan lagi.”lanjutku.
“maaf, Chaerin. Tidak bisa secepat itu. Kami perlu izin dan persiapan.”jawab Sutradara.
“semua perlu perjuangan sutradara Kang. Jika film itu dibuat setahun lagi mungkin aku sudah berubah fikiran. Dan jika kau ada kendala dalam proses persiapannya kau bisa menghubungi sekretaris Cho. Dia sekretaris keluarga kami. Bagaimana?”jawabku tersenyum.
“baik. Kami akan berusaha yang terbaik. Terimakasih banyak, Lee Chaerin!”jawab Sutradara dengan senang tapi dia terlihat sedikit lesu. Begitu juga para staff. Wajah lesu mereka sungguh ingin membuatku tertawa. Akulah sang putri.
Kubaca naskah drama yang diberikan sutradara Kang. Drama ini menceritakan seorang putri yang arogan dan memiliki suami yang mencintainya. Putri mahkota ini bersikap kasar dengan suaminya tapi, sang suami selalu mencintanya dengan tulus. Peran ini tidak sulit untukku. Tapi, ini menarik karena aku dan Jiyong tidak pernah akur sejak dulu. Di buku kerajaan tercatat ayah dari kakekku dulunya adalah salah satu menteri kepercayaan Raja. Tapi, setelah Sang Raja meninggal kursi kerajaan diberikan pada anak sang Raja dan ayah dari kakekku merebut posisi Raja tersebut. Lalu, hubungan aku dan Jiyong sangat tidak baik Karena anak sang Raja yang di kudeta ayah kakekku adalah ayah dari kakeknya Jiyong. Dan tidak lama sejak saat itu kelurga kerajaan di non aktifkan.
Aku pernah beberapa kali bertemu dengannya dalam acara penghargaan film, dia sering tertangkap mengawasiku dengan sorot mata amarahnya. Aku sudah terbiasa dengan hal itu, bukankah tidak hanya satu-dua orang yang iri dan benci padaku. Tapi, tatapan ‘ingin membunuh’ Jiyong sering diarahkan padaku secara terang-terangan dan beberapa kali dia berkomentar bahwa aku hanya mengunakan koneksi untuk segala yang aku capai membuatku gerah. Dia terlalu termakan dengan gossip murahan. Tapi, kini kami akan bermain dalam sebuah drama bersama menjadi suami-istri. Bukankah ini luar biasa? Jiyong yang selalu berapi-api itu harus memperlakukanku dengan lembut dan menatapku dengan cinta serta sayang. Hahahaha.. ini akan membuatnya menderita karena dia juga membenciku. Mungkin dia mengambil drama ini karena isu bahwa dia gay (aku tidak tahu kebenarannya). Jika dia gagal dalam aktingnya maka isu dia gay semakin kuat tapi, jika dia sukses maka isu itu terbantahkan. Ada banyak adegan romantic di drama ini karena ada akhirnya sang putri luluh. Tapi aku tahu, dengan kami yang seperti anjing dan kucing (aku kucing, aku tidak ingin diumpakan seperti anjing jadi dia yang... kau tahu) dia akan kesulitan dalam aktingnya karena dalam drama ini dia yang lebih mencintaiku. Ini akan menyenangkan. Aku tidak sabar. Hahahaha....
Tidak mengira ternyata 3 bulan sudah berlalu dan syuting drama itu akan dimulai. Seperti biasa saat syuting akan dimulai maka akan ada perkenalan terlebih dulu agar syuting berjalan lancar. Jiyong datang dengan wajah menyebalkannya. Dia menyapa beberapa kru dengan tersenyum, dia berbakat menarik perhatian orang tapi, aku tidak menyukainya karena dia selalu menatapku dengan tatapan ‘aku akan membunuhmu’ itu.
“Chaerin mamma, kita akan berkerja sama. Jadi, tolong lupakan masa lalu!”kata Jiyong saat berjalan mendekatiku. Dia tersenyum tapi, matanya menatapku dengan merendahkanku. Apa dia merasa menjadi seorang pangeran? Dalam peran pun dia menjadi pangeran setelah menikah denganku kenapa dia harus bersikap angkuh padaku?
“aku akan melupakannya tapi, saat pengambilan gambar berlangsung. Tapi, setelah pengambilan gambar berakhir maka jangan harap aku akan bertingkah manis padamu. Akh, aku lupa. Saat pengambilan gambar pun aku akan sering menyakitimu. Ha. Ha. Ha. Ha.”kataku dengan tertawa untuk mengejeknya. Entah kenapa aku sangat suka memebuat orang yang tidak menyukaiku semakin membenciku. Walau terkadang aku tidak punya niat untuk seperti itu.
“kau tidak berubah. Lakukan sesukamu tapi, hati-hati kalau nanti itu akan memperburuk aktingmu.”
“jangan khawatir! Itu tidak akan terjadi. Kau lupa? Aku merankan sebagai putri yang sering membenci suaminya. Pertama, aku seorang putri. Seluruh Korea tau hal itu bahkan dunia. Kedua, aku membenci dirimu yang menjadi suamiku. Aku tidak akan mengalami kesulitan karena bukan seperti acting bagiku, aku memang membencimu. Lagipula aku punya kemampuan acting yang bagus. Aku seorang pro. Kau yang harus khawatirkan dirimu sendiri karena kau akan berakting sebagai pemujaku. Kau pasti akan kesulitan karena kau membenciku.”balasku.
“oh, kita lihat nanti mamma!”kata Jiyong tersenyum lalu pergi meninggalkanku. Dia pasti menahan emosinya. Dia memang benar-benar menyebalkan. Dia terlalu sombong. Mamma katanya? Dia membahas gelar ya?
@lokasi syuting
“kau tidak bisa bersikap seperti itu, Kwon Jiyong!”teriakku.
“ini bukan di istanamu, ini lokasi syuting. Kau harus bisa bersikap dewasa. Lagian apa salahnya kau menerima tawaran mereka untuk makan bersama disini?”kata Jiyong menatapku dengan emosinya.
“lalu, kau fikir kau telah bersikap dewasa karena kau berkumpul dengan mereka? Aku perlu istirahat. Ini juga salah satu syarat agar aku bermain dalam drama ini. Jika kau ingin, istirahat dalam mobilku juga, silahkan. Aku akan bersikap dewasa berbagi denganmu.”
“denganmu? Di ruangan yang sama? Itu bisa membuatku semakin tua.”
“sebenarnya aku juga hanya basa-basi . manejer Mong, bangunkan aku jika scenku akan dimulai!”kataku dan berjalan menuju ke mobil RV yang disediakan sutradara untukku. Mobil ini punya fasilitas dapur, tempat tidur, tempat duduk dan WC jadi aku nyaman di dalam mobil seakan-akan aku didalam rumah. Tapi, Jiyong selalu berdebat denganku karena aku menunggu selalu di dalam mobil dan tidak bersama mereka di luar atau karena hal-hal sepele lainnya. Bukankah lebih bagus karena dia tidak melihatku? lalu kenapa dia harus marah?
Untuk beberapa minggu ini pengambilan gambar berjalan lancar karena scen yang menunjukan perkelahianku dan Jiyong sudah akan berakhir dan pengambilan gambar untuk akhir cerita pun dimulai. Suatu scen menuntut kami untuk bergandengan tangan. Jiyong mengandeng tanganku dan membuat telapak tanganku hangat. Aku merasakan sesuatu yang ganjil, jauh berbeda saat aku bergandengan tangan dengan pria lainnya. Dan seketika itu juga aku sadar bahwa Jiyon juga merasakannya. Aku bisa melihat dari ekpresinya yang terlihat terkejut dan dengan cepat dia merubah kembali ekpresinya ke normal. Dalam drama ini sering ada adegan perkelahian kami dan ini pertama kalinya adegan suami menggandeng putri agar putri masuk ke kamarnya. Beberapa kali memang ada adegan dimana Jiyong harus menyentuhku, maksudku menahan tanganku tapi, tidak seperti ini. Biasanya dia hanya menahan tanganku yang sudah ditutupi hanbok. Kali ini dia mengandeng tanganku dengan hangat. Dengan tangan yang pas dalam genggamanku seakan tangannya memang.. akh aku mikir apa???
-----------
“kau berkerja keras, Chaerin.”kata manejer Mong saat aku masuk ke RV ku. Dengan cekatan Manejer Mong membersihkan make up ku.
“omma sudah menelepon?”tanyaku lemas.
“tidak. Tapi, sepertinya beliau akan tetap berada di China beberapa bulan hingga Harin menyelesaikan sekolahnya.”jawab manejer Mong.
“aku mau pulang onnie...”rengekku.
“wae? Wae?”Tanya manejer Mong cemas. Manejer Mong segera mengecek suhu tubuhku.
“kepalaku sakit, dadaku sesak. Sampai di rumah panggilkan dokter Cha.”perintahku.
“baik. Kita akan segera sampai.”kata manejer Mong dan segera meminta sopirku menjalankan mobilnya dengan cepat.
Ketika aku bangun, aku sudah di kamarku yang nyaman. Tapi. Sepi. Dengan lemas aku berjalan keluar kamarku dengan mengenakan baju olahraga favoritku yang berwarna abu-abu.
“maafkan saya tapi, nona belum boleh keluar.”tegur salah satu pelayan di rumahku.
“aku hanya ingin ke dapur. Mencari makanan.”jawabku sambil tersenyum. Kupasang wajah memelas. Dan pelayanku dengan sigap membantuku berjalan menuju dapur.
Sebenarnya aku yakin aku sehat. Tapi, kenapa tiba-tiba dadaku sesak? Aku pasti kelelahan. Semoga besok aku bisa melanjutkan syutingnya. Besok akan ada pengambilan gambar aku akan membentak Jiyong karena aku tidak mau makan. Aku tidak sabar lagi untuk besok.
“dimana manejer Mong?”tanyaku setelah berhasil mengambil apel di kulkas. Sedangkan pelayan yang tadi membantuku dalam keadaan siap dalam menjagaku.
“manejer Mong sedang di ruangannya. Manejer Mong menonton pengambilan gambar anda yang telah selesai di edit, nona.”jawab pelayan itu. Usianya mungkin hanya berbeda 10 tahun dariku.
“kau sudah melihatnya?”tanyaku penasaran dengan responnya.
“saya tidak berani, nona. Saya harus menjaga anda. Walau saya sangat ingin melihatnya tapi, mungkin nanti saat dramanya di tayangkan di televisi.”jawab pelayan itu lembut. Aku hanya membalas jawabanya dengan anggukan dan aku berjalan menuju ruangan manejer Mong. Pelayan tadi kembali memegangiku untuk membantuku berjalan tapi, aku mengatakan untuk pergi sendiri.
“bagaimana aktingku?”kataku saat melihat manejer Mong fokus dengan layar televisinya.
“seperti biasa, acting anda bagus nona.”jawab manejer Mong langsung berdiri dan membungkuk padaku. Dia begitu formal padaku padahal kami hanya berdua di ruangan ini.
“itu karena aku benar-benar membencinya, onnie”jawabku sambil menarik tangan manejer Mong untuk duduk di sampingku.
“anda lihat, nona? Tuan Jiyong benar-benar terlihat mencintai anda. Mungkinkah ini akan menjadi ak..”
“jangan membahas yang tidak pasti, manejer Mong! Bisa saja dia sedang memikirkan gadis lain dan seakan-akan aku adalah gadis itu.”jelasku tanpa menunggu kalimat selanjutnya selesai. Entah kenapa aku begitu takut untuk mendengarkannya.
“apakah ini bentuk kekecewaan anda?” Tanya manejer Mong menganalisa jawabanku tapi, dia tidak menatapku. Dia tidak akan berani menatap wajahku untuk mengintrogasi tanpa izinku.
“aku kecewa karena dia tidak kesulitan memainkan perannya. Dan aku kecewa karena pada akhirnya sang putri menyambut suaminya. Seharusnya sang putri tetap membenci suaminya.”
“drama ini akan menjadi kembang api yang indah nona.”
“maksud onnie?”
“selain karena isi cerita drama yang indah dan menyentuh, drama ini bisa merubah sejarah menjadi lebih baik.”jawab manejer Mong tersenyum lembut.
Jiyong Pov
Mencintainya tidaklah mudah. Aku dengan mudahnya mencintai orang yang seharusnya tidakku cintai yang membuat semua ini semakin sulit. Kami terlahir dari keluarga yang saling membenci. Aku jadi semakin membencinya setelah aku sadar aku mencintainya. Sayangnya, aku harus menipu perasaanku seakan-akan dia adalah musuhku seumur hidup.
Lee Chaerin, kenapa kau harus lahir dari keluarga itu dari ribuan keluarga Lee lainnya? Kenapa aku harus terlahir dengan keluarga ini diantra jutaan keluarga lainnya di dunia ini?
Saat kita bergandengan tangan tadi kau juga merasakannya kan? Kau merasakan getaran itu juga kan?
Tapi, aku tidak ingin selamanya seperti ini.
“tidak bisakah kau menjelaskan pada orang tuamu tentang ini? Apa lagi ommamu, kau harus menjelaskan semuanya. Mereka tidak bisa mengatur perasaanmu.”saran Taeyang sambil meminum jus sayurnya dengan lahap.
“aku mungkin bisa meninggalkan keluargaku tapi, cintaku tidak mungkin terbalas. Kau tahu sendiri sikap Chaerin padaku. Dia egois, kasar, arogan, manja, dan dia..”
“cantik?”Tanya Taeyang dan aku mengangguk lemah. Ku jambak rambutku sendiri aku frustasi.
“kau bisa saja membuatnya mencintaimu, Kwon Jiyong.”
“walau begitu, keluarganya belum tentu menerimaku. Keluarga kami selalu bermusuhan. Aku mungkin bisa saja menerima tatapan Chaerin yang tajam itu tapi, aku tidak bisa nahan tatapan seperti itu dari seluruh anggota keluarganya. Bagaimana pun juga dia masih keturunan kerajaan, pernikahannya nanti pasti akan jadi pernikahan politik.”jelasku dan membaringkan tubuhku ke kasur.
“kau adalah keturunan kerajaan asli, Kwon Jiyong. Kau pantas untuknya. Ingat itu.”
“justru karena itu aku semakin sulit dekat dengannya.”
“apa kau tidak merasa jika kalian semakin dekat?”
“tidak ada yang berubah dengan kami”
“apa kau benar-benar tidak menyadarinya? Biasanya Chaerin akan menunggu di tempat syuting sambil berdebat denganmu. Akhir-akhir ini dia terlihat menghindarimu. Kau tidak menyadarinya?”Tanya Taeyang menatapku lekat.
“mungkin dia hanya kelelahan.”aku tidak ingin terlalu cepat mengambil keputusan.
“tapi, yang aku lihat tatapannya melembut padamu. Walau kau membalasnya dengan tatapan tajam. Cinta yang kau dambakan akan segera tumbuh, Jiyong”
TBC
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon
Genre: roman
Rate : T
Lenght : ?
Daun berguguran seakan tidak berhenti hingga pohon itu benar-benar tidak lagi memiliki daun untuk menutupi ranting dan batangnya. Para dayang dengan semangat menyapu halaman yang hampir tertutupi daun-daun yang menguning walau matahari saja belum menampakkan dirinya. Udara cukup dingin karena musim dingin akan datang sebentar lagi. Tapi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kerajaan melakukan suatu acara saklar yang tidak dilakukan setiap tahunnya.
Seorang gadis terlihat cantik nan anggun dengan mengenakan noeui dan daesu. Sang gadis terlihat cantik. Tapi, sebenarnya tidak bisa disebut dengan ‘gadis’ karena dia adalah seorang putri dari sang Raja Negara ini. Sedangkan seorang pemuda terlihat menggunakan daeryebok dan myunrugwan berdiri dengan gugup sedangkan sang putri yang bersanding dengannya terlihat kesal. Sang putri tidak menyukai pernikahannya dengan pemuda yang menurutnya payah ini. Dia lebih menyukai Young Bae, sahabat kakaknya sang putra mahkota. Tapi, Young Bae sangat dibutuhkan dalam kerajaan untuk membantu raja kelak karena kecerdasannya sehingga Young Bae ditolak dalam pemilihan calon suami sang putri.
Sang putri sudah beberapa kali bertemu dengan suaminya ini tapi, mereka belum sama sekali berbicara berdua. Pernikahan ini mungkin memang terlalu dini untuk mereka tapi, ini memang merupakan hal biasa bagi keluarga kerajaan.
Yang tidak disadari sang putri adalah suaminya tersenyum bahagia karena menikahi wanita yang sangat dicintainya, cinta pertamanya.
“cut!!” teriak sutradara dan semua pun berhenti. Para staff bergerak cepat untuk adegan pengambilan gambar selanjutnya.
Saat ini di suatu rumah bangunan jaman dulu sedang melakukan suatu syuting. Seorang artis cantik bernama Chaerin sedang bersiap untuk melakukan perannya. Dia menjadi sosok sang putri setelah dewasa. Sedangkan pria bernama Jiyong menatapnya dari kejauhan dan Jiyong adalah sang suami putri setelah dewasa.
Kini mereka memainnya perannya. Chaerin terlihat menatap Jiyong dengan tajam dan senyuman meremehkan suaminya. Sedangkan Jiyong begitu natural menatap Chaerin sang istri dengan tatapan memuja. Kalimat perhatian dan penuh kasih sayang yang keluar dari bibir Jiyong selalu dibalas dengan kalimat puitis yang menyakitkan dari sang istri. Walau begitu Jiyong tidak gentar, dia terlalu mencintai istrinya. Mereka sedang membicarakan sebuah ritual malam pertama mereka sehingga sang istri benar-benar marah besar.
“ini harus dilakukan. Ini adalah acara yang harus kita lakukan, putri. Aku berjanji tidak akan menyakitimu ataupun menyentuhmu jika kau tidak menginginkannya. Aku tidak ingin kau semakin membenciku, putri.”kata sang suami.
“aku senang kau mengerti.”jawab si putri dengan ketus lalu pergi begitu saja meninggalkan suaminya, suami yang sangat mencintainya.
“Cut!”teriak sutradara lagi. Dan semua langsung bergerak cepat untuk melakukan pekerajaan selanjutnya. Tapi, sang putri berjalan dengan angkuh menuju sutradara.
“aku sudah selesaikan?”tanyanya.
“tentu saja. Kau mainkannya dengan baik. Aku hampir menjambak rambutmu karena aku terbawa emosinya. Jika istriku bersikap sepertimu tadi sudah kupastikan aku akan bunuh diri.”canda sang sutradara. Tapi, Chaerin terlihat pokerface. Dia terlihat sangat tidak peduli dengan komentar sang sutradara.
“aku bahkan tidak sedang berakting tadi. Aku benar-benar membencinya. Kau tau itu kan sutadara?! Aku pergi dulu. Sampai jumpa di lokasi berikutnya.”jawab Chaerin santai. Seorang wanita berjalan mengikutinya dan mencoba menasehati sang artisnya dengan hati-hati karena dia tidak ingin mati sekarang.
---------------------------------
Aku wanita dengan di puja dan di maki seluruh negeri. Aku terlahir cerdas, aku memiliki darah keluarga kerajaan, aku memiliki banyak bakat, aku menguasai 6 bahasa asing, aku memiliki prilaku anggun, aku juga jago bela diri maupun olahraga dan aku cukup cantik. Aku memang tidak secantik Song Hye Gyo ataupun Go Hye Sun tapi, cukup dengan pesonaku aku akan terlihat cantik dengan sendirinya. Jadi, wajar saja banyak orang memujaku dan memakiku karena semua yang aku miliki.
Di Korea, keluarga kerajaan tidak seperti dulu. Sekarang keluarga kerajaan lebih modern karena kerajaan sudah tidak berlaku lagi di Negara ini, Presiden yang menjadi kepala Negara ini dan sudah lama sekali itu berlaku. Aboji adalah pengusaha, aku juga kurang jelas keluargaku menjalani bisnis apa saja karena terlalu banyak aset yang dimiliki keluargaku. Aboji memang beberapa kali diminta menjadi Presiden atau terjun ke dunia politik tapi, aboji selalu menolak. Aboji lebih beminat berkeliling dunia untuk melakukan kegiatan social. Walau begitu aku bukanlah seorang wanita kantoran. Aku seorang Idol. Aku bermain music, penyanyi, penulis lagu, model, dan aku seorang aktris. Aboji mengizinkanku menjadi seniman asalkan nanti bisa mempertanggung jawabkan perusahaan suatu saat nanti.
Setelah beberapa berfoto untuk majalah fashion, aku duduk di sebuah sofa untuk beristirahat dan seseorang dengan lembut menghapus make-up dari wajahku.
“Chaerin, ada tawaran drama untukmu.”kata manajerku dengan hati-hati.
“untuk kapan?”tanyaku sambil menutup mataku, aku terlalu lelah untuk membuka mataku.
“filmnya akan di buat setahun lagi.”jawab manejerku dengan suara bergetar.
“Tolak saja. Aku tidak perlu pendalaman karakter, aktingku sudah sangat bagus. Aku tidak suka menunggu dan aku tidak suka yang terburu-buru. Kau tau itu kan manejer Mong?!”
“tapi, ini Drama sutradara Kang yang sebelumnya mendapatkan banyak penghargaan. Sutradara Kang memohon kamu berperan sebagai pemain utama. Drama ini tentang kerajaan. Bukankah kamu protes dengan film kerajaan karena kurang sempurna? Kamu seorang yang memiliki darah kerajaan. Saya rasa tidak ada lagi yang pantas kecuali kamu, Chaerin. Sutradara Kang memintamu menjadi pemeran utamanya agar dramanya semakin sempurna.”jawab manejer Mong selembut mungkin.
“minta sutradara Kang menemuiku langsung. Atur jadwalnya.”kataku sambil mengambil coffe yang disediakan di atas mejaku dan meminumnya.
“sutradara Kang sudah memberikan naskahnya. Kau bisa membacanya sebelum memutuskannya.”kata manejer Mong dengan nada membujuk. Manejer Mong sepertinya sudah membaca naskahnya terlebih dahulu, seperti biasa. Dan dia tertarik dengan naskahnya. Selera manejer Mong tidaklah buruk, naskah pilihannya biasanya akan memiliki ratting tinggi.
Keberhasilanku juga karena campur tanggan manejer Mong. Yang harus kalian ingat keluarga manejer Mong dulunya adalah dayang istana yang menjaga nenek noyangku. Tapi, keluarganya sangat setiap pada keluarga kami bahkan setelah kerajaan tidak lagi aktif. Menejer Mong memiliki tubuh yang tinggi bagaikan model tapi dia juga punya kecerdasan dan ahli bela diri yang melebihi rata-rata. Dia lebih tua 5 tahun dariku tapi, aku lebih mengangapnya onnie walau terkadang dia bersikap terlalu formal padaku.
Tidak lama dari itu, sutradara Kang menemuiku di Penthouseku. Sepertinya sutradara Kang benar-benar menginginkanku jadi aktris untuk dramanya. Aku sudah banyak mendapat penghargaan jadi wajar saja jika sutradara Kang begitu semangat mengajakku bermain di film yang digarapnya.
“aku tahu kau tidak melihat total pembayarannya karena kau sudah sangat kaya. Tapi Chaerin, coba kau fikirkan lagi. Drama ini menarik. Lawan mainmu juga Jiyong yang sebelumnya sukses di film actionnya. Kau taukan dia selalu menolak bermain film romantic? Dia mengambil peran ini karena menyukai ceritanya.”jelas sutradara.
“Jiyong? Kwon Jiyong?”kataku dengan nada rendah.
“ia. Benar.”jawab sutradara Kang.
“actor yang lagi dicurigai gay?”tanyaku.
“aku tidak tahu ada berita seperti itu.”jawab sutradara pelan dan sedikit gugup, dia sepertinya juga mendengar berita itu.
“actor dari perusahaan sainganku?”tanyaku.
“ia, bisa dibilang seperti itu.”jawab Sutradara binggung.
“actor berbakat tapi, yang berasal dari keluarga sederhana dan keluarganya hancur karena peceraian?”kataku dengan santai tapi, dengan nada angkuhku. Aku tidak menerima perceraian dalam keluarga. Walau orang tuaku tidak harmonis seperti keluarga dalam negeri dongeng tapi, orang tuaku tidak bersikap egois dengan cara berpisah. Tolong catat itu! Tapi, sebenarnya bukah hal itu yang membuatku bersikap seperti ini padanya.
“ee.. aku harap kau tidak melihat dari sudut itu untuk menjadi rekan kerjamu, Chaerin.”kata Sutradara Kang.
“dia tau aku akan menjadi lawan mainnya?”tanyaku dingin.
“tidak. Sebenarnya kami memiliki beberapa calon actor sebagai lawan mainmu dan beberapa actor itu sudah setuju, termasuk dengan Jiyong. Mereka semua tidak tahu siapa yang akan menjadi lawan mainnya karena kau yang akan menyeleksi siapa yang pantas menjadi lawan mainmu. Tapi, itu jika kau tidak menolak bergabung.”jelas sutradara.
“aku terima! Aku akan bermain dan aku ingin Jiyong menjadi lawan mainku. Aku rasa ini akan menarik.”jawabku sambil tersenyum. Tidak, aku tidak tersenyum manis. Ada keangkuhan di balik senyumku sehingga membuat sutradara tersenyum dengan rasa takut dibalik senyumannya. Beberapa staff yang menemaninya tersenyum lega. Mungkin sutradara Kang tahu bahwa aku merencanakan sesuatu. Bukan Lee Chaerin jika tidak penuh kejutan.
“tapi, aku ingin kalian menyediakan mobil yang nyaman untukku selama syuting aku perlu tempat tidur yang nyaman, aku ingin kebutuhan makanku selalu tersedia selama proses syuting berlangsung.”perintahku.
“siap!”kata Sutradara gembira. Yang aku rasa kegembiraannya inii tidak akan terlalu lama. Sepertinya aku akan membuatnya pusing karena ada ‘sesuatu’ antara Jiyong dan aku.
“dan aku ingin film ini dibuat 3 bulan lagi.”lanjutku.
“maaf, Chaerin. Tidak bisa secepat itu. Kami perlu izin dan persiapan.”jawab Sutradara.
“semua perlu perjuangan sutradara Kang. Jika film itu dibuat setahun lagi mungkin aku sudah berubah fikiran. Dan jika kau ada kendala dalam proses persiapannya kau bisa menghubungi sekretaris Cho. Dia sekretaris keluarga kami. Bagaimana?”jawabku tersenyum.
“baik. Kami akan berusaha yang terbaik. Terimakasih banyak, Lee Chaerin!”jawab Sutradara dengan senang tapi dia terlihat sedikit lesu. Begitu juga para staff. Wajah lesu mereka sungguh ingin membuatku tertawa. Akulah sang putri.
Kubaca naskah drama yang diberikan sutradara Kang. Drama ini menceritakan seorang putri yang arogan dan memiliki suami yang mencintainya. Putri mahkota ini bersikap kasar dengan suaminya tapi, sang suami selalu mencintanya dengan tulus. Peran ini tidak sulit untukku. Tapi, ini menarik karena aku dan Jiyong tidak pernah akur sejak dulu. Di buku kerajaan tercatat ayah dari kakekku dulunya adalah salah satu menteri kepercayaan Raja. Tapi, setelah Sang Raja meninggal kursi kerajaan diberikan pada anak sang Raja dan ayah dari kakekku merebut posisi Raja tersebut. Lalu, hubungan aku dan Jiyong sangat tidak baik Karena anak sang Raja yang di kudeta ayah kakekku adalah ayah dari kakeknya Jiyong. Dan tidak lama sejak saat itu kelurga kerajaan di non aktifkan.
Aku pernah beberapa kali bertemu dengannya dalam acara penghargaan film, dia sering tertangkap mengawasiku dengan sorot mata amarahnya. Aku sudah terbiasa dengan hal itu, bukankah tidak hanya satu-dua orang yang iri dan benci padaku. Tapi, tatapan ‘ingin membunuh’ Jiyong sering diarahkan padaku secara terang-terangan dan beberapa kali dia berkomentar bahwa aku hanya mengunakan koneksi untuk segala yang aku capai membuatku gerah. Dia terlalu termakan dengan gossip murahan. Tapi, kini kami akan bermain dalam sebuah drama bersama menjadi suami-istri. Bukankah ini luar biasa? Jiyong yang selalu berapi-api itu harus memperlakukanku dengan lembut dan menatapku dengan cinta serta sayang. Hahahaha.. ini akan membuatnya menderita karena dia juga membenciku. Mungkin dia mengambil drama ini karena isu bahwa dia gay (aku tidak tahu kebenarannya). Jika dia gagal dalam aktingnya maka isu dia gay semakin kuat tapi, jika dia sukses maka isu itu terbantahkan. Ada banyak adegan romantic di drama ini karena ada akhirnya sang putri luluh. Tapi aku tahu, dengan kami yang seperti anjing dan kucing (aku kucing, aku tidak ingin diumpakan seperti anjing jadi dia yang... kau tahu) dia akan kesulitan dalam aktingnya karena dalam drama ini dia yang lebih mencintaiku. Ini akan menyenangkan. Aku tidak sabar. Hahahaha....
Tidak mengira ternyata 3 bulan sudah berlalu dan syuting drama itu akan dimulai. Seperti biasa saat syuting akan dimulai maka akan ada perkenalan terlebih dulu agar syuting berjalan lancar. Jiyong datang dengan wajah menyebalkannya. Dia menyapa beberapa kru dengan tersenyum, dia berbakat menarik perhatian orang tapi, aku tidak menyukainya karena dia selalu menatapku dengan tatapan ‘aku akan membunuhmu’ itu.
“Chaerin mamma, kita akan berkerja sama. Jadi, tolong lupakan masa lalu!”kata Jiyong saat berjalan mendekatiku. Dia tersenyum tapi, matanya menatapku dengan merendahkanku. Apa dia merasa menjadi seorang pangeran? Dalam peran pun dia menjadi pangeran setelah menikah denganku kenapa dia harus bersikap angkuh padaku?
“aku akan melupakannya tapi, saat pengambilan gambar berlangsung. Tapi, setelah pengambilan gambar berakhir maka jangan harap aku akan bertingkah manis padamu. Akh, aku lupa. Saat pengambilan gambar pun aku akan sering menyakitimu. Ha. Ha. Ha. Ha.”kataku dengan tertawa untuk mengejeknya. Entah kenapa aku sangat suka memebuat orang yang tidak menyukaiku semakin membenciku. Walau terkadang aku tidak punya niat untuk seperti itu.
“kau tidak berubah. Lakukan sesukamu tapi, hati-hati kalau nanti itu akan memperburuk aktingmu.”
“jangan khawatir! Itu tidak akan terjadi. Kau lupa? Aku merankan sebagai putri yang sering membenci suaminya. Pertama, aku seorang putri. Seluruh Korea tau hal itu bahkan dunia. Kedua, aku membenci dirimu yang menjadi suamiku. Aku tidak akan mengalami kesulitan karena bukan seperti acting bagiku, aku memang membencimu. Lagipula aku punya kemampuan acting yang bagus. Aku seorang pro. Kau yang harus khawatirkan dirimu sendiri karena kau akan berakting sebagai pemujaku. Kau pasti akan kesulitan karena kau membenciku.”balasku.
“oh, kita lihat nanti mamma!”kata Jiyong tersenyum lalu pergi meninggalkanku. Dia pasti menahan emosinya. Dia memang benar-benar menyebalkan. Dia terlalu sombong. Mamma katanya? Dia membahas gelar ya?
@lokasi syuting
“kau tidak bisa bersikap seperti itu, Kwon Jiyong!”teriakku.
“ini bukan di istanamu, ini lokasi syuting. Kau harus bisa bersikap dewasa. Lagian apa salahnya kau menerima tawaran mereka untuk makan bersama disini?”kata Jiyong menatapku dengan emosinya.
“lalu, kau fikir kau telah bersikap dewasa karena kau berkumpul dengan mereka? Aku perlu istirahat. Ini juga salah satu syarat agar aku bermain dalam drama ini. Jika kau ingin, istirahat dalam mobilku juga, silahkan. Aku akan bersikap dewasa berbagi denganmu.”
“denganmu? Di ruangan yang sama? Itu bisa membuatku semakin tua.”
“sebenarnya aku juga hanya basa-basi . manejer Mong, bangunkan aku jika scenku akan dimulai!”kataku dan berjalan menuju ke mobil RV yang disediakan sutradara untukku. Mobil ini punya fasilitas dapur, tempat tidur, tempat duduk dan WC jadi aku nyaman di dalam mobil seakan-akan aku didalam rumah. Tapi, Jiyong selalu berdebat denganku karena aku menunggu selalu di dalam mobil dan tidak bersama mereka di luar atau karena hal-hal sepele lainnya. Bukankah lebih bagus karena dia tidak melihatku? lalu kenapa dia harus marah?
Untuk beberapa minggu ini pengambilan gambar berjalan lancar karena scen yang menunjukan perkelahianku dan Jiyong sudah akan berakhir dan pengambilan gambar untuk akhir cerita pun dimulai. Suatu scen menuntut kami untuk bergandengan tangan. Jiyong mengandeng tanganku dan membuat telapak tanganku hangat. Aku merasakan sesuatu yang ganjil, jauh berbeda saat aku bergandengan tangan dengan pria lainnya. Dan seketika itu juga aku sadar bahwa Jiyon juga merasakannya. Aku bisa melihat dari ekpresinya yang terlihat terkejut dan dengan cepat dia merubah kembali ekpresinya ke normal. Dalam drama ini sering ada adegan perkelahian kami dan ini pertama kalinya adegan suami menggandeng putri agar putri masuk ke kamarnya. Beberapa kali memang ada adegan dimana Jiyong harus menyentuhku, maksudku menahan tanganku tapi, tidak seperti ini. Biasanya dia hanya menahan tanganku yang sudah ditutupi hanbok. Kali ini dia mengandeng tanganku dengan hangat. Dengan tangan yang pas dalam genggamanku seakan tangannya memang.. akh aku mikir apa???
-----------
“kau berkerja keras, Chaerin.”kata manejer Mong saat aku masuk ke RV ku. Dengan cekatan Manejer Mong membersihkan make up ku.
“omma sudah menelepon?”tanyaku lemas.
“tidak. Tapi, sepertinya beliau akan tetap berada di China beberapa bulan hingga Harin menyelesaikan sekolahnya.”jawab manejer Mong.
“aku mau pulang onnie...”rengekku.
“wae? Wae?”Tanya manejer Mong cemas. Manejer Mong segera mengecek suhu tubuhku.
“kepalaku sakit, dadaku sesak. Sampai di rumah panggilkan dokter Cha.”perintahku.
“baik. Kita akan segera sampai.”kata manejer Mong dan segera meminta sopirku menjalankan mobilnya dengan cepat.
Ketika aku bangun, aku sudah di kamarku yang nyaman. Tapi. Sepi. Dengan lemas aku berjalan keluar kamarku dengan mengenakan baju olahraga favoritku yang berwarna abu-abu.
“maafkan saya tapi, nona belum boleh keluar.”tegur salah satu pelayan di rumahku.
“aku hanya ingin ke dapur. Mencari makanan.”jawabku sambil tersenyum. Kupasang wajah memelas. Dan pelayanku dengan sigap membantuku berjalan menuju dapur.
Sebenarnya aku yakin aku sehat. Tapi, kenapa tiba-tiba dadaku sesak? Aku pasti kelelahan. Semoga besok aku bisa melanjutkan syutingnya. Besok akan ada pengambilan gambar aku akan membentak Jiyong karena aku tidak mau makan. Aku tidak sabar lagi untuk besok.
“dimana manejer Mong?”tanyaku setelah berhasil mengambil apel di kulkas. Sedangkan pelayan yang tadi membantuku dalam keadaan siap dalam menjagaku.
“manejer Mong sedang di ruangannya. Manejer Mong menonton pengambilan gambar anda yang telah selesai di edit, nona.”jawab pelayan itu. Usianya mungkin hanya berbeda 10 tahun dariku.
“kau sudah melihatnya?”tanyaku penasaran dengan responnya.
“saya tidak berani, nona. Saya harus menjaga anda. Walau saya sangat ingin melihatnya tapi, mungkin nanti saat dramanya di tayangkan di televisi.”jawab pelayan itu lembut. Aku hanya membalas jawabanya dengan anggukan dan aku berjalan menuju ruangan manejer Mong. Pelayan tadi kembali memegangiku untuk membantuku berjalan tapi, aku mengatakan untuk pergi sendiri.
“bagaimana aktingku?”kataku saat melihat manejer Mong fokus dengan layar televisinya.
“seperti biasa, acting anda bagus nona.”jawab manejer Mong langsung berdiri dan membungkuk padaku. Dia begitu formal padaku padahal kami hanya berdua di ruangan ini.
“itu karena aku benar-benar membencinya, onnie”jawabku sambil menarik tangan manejer Mong untuk duduk di sampingku.
“anda lihat, nona? Tuan Jiyong benar-benar terlihat mencintai anda. Mungkinkah ini akan menjadi ak..”
“jangan membahas yang tidak pasti, manejer Mong! Bisa saja dia sedang memikirkan gadis lain dan seakan-akan aku adalah gadis itu.”jelasku tanpa menunggu kalimat selanjutnya selesai. Entah kenapa aku begitu takut untuk mendengarkannya.
“apakah ini bentuk kekecewaan anda?” Tanya manejer Mong menganalisa jawabanku tapi, dia tidak menatapku. Dia tidak akan berani menatap wajahku untuk mengintrogasi tanpa izinku.
“aku kecewa karena dia tidak kesulitan memainkan perannya. Dan aku kecewa karena pada akhirnya sang putri menyambut suaminya. Seharusnya sang putri tetap membenci suaminya.”
“drama ini akan menjadi kembang api yang indah nona.”
“maksud onnie?”
“selain karena isi cerita drama yang indah dan menyentuh, drama ini bisa merubah sejarah menjadi lebih baik.”jawab manejer Mong tersenyum lembut.
Jiyong Pov
Mencintainya tidaklah mudah. Aku dengan mudahnya mencintai orang yang seharusnya tidakku cintai yang membuat semua ini semakin sulit. Kami terlahir dari keluarga yang saling membenci. Aku jadi semakin membencinya setelah aku sadar aku mencintainya. Sayangnya, aku harus menipu perasaanku seakan-akan dia adalah musuhku seumur hidup.
Lee Chaerin, kenapa kau harus lahir dari keluarga itu dari ribuan keluarga Lee lainnya? Kenapa aku harus terlahir dengan keluarga ini diantra jutaan keluarga lainnya di dunia ini?
Saat kita bergandengan tangan tadi kau juga merasakannya kan? Kau merasakan getaran itu juga kan?
Tapi, aku tidak ingin selamanya seperti ini.
“tidak bisakah kau menjelaskan pada orang tuamu tentang ini? Apa lagi ommamu, kau harus menjelaskan semuanya. Mereka tidak bisa mengatur perasaanmu.”saran Taeyang sambil meminum jus sayurnya dengan lahap.
“aku mungkin bisa meninggalkan keluargaku tapi, cintaku tidak mungkin terbalas. Kau tahu sendiri sikap Chaerin padaku. Dia egois, kasar, arogan, manja, dan dia..”
“cantik?”Tanya Taeyang dan aku mengangguk lemah. Ku jambak rambutku sendiri aku frustasi.
“kau bisa saja membuatnya mencintaimu, Kwon Jiyong.”
“walau begitu, keluarganya belum tentu menerimaku. Keluarga kami selalu bermusuhan. Aku mungkin bisa saja menerima tatapan Chaerin yang tajam itu tapi, aku tidak bisa nahan tatapan seperti itu dari seluruh anggota keluarganya. Bagaimana pun juga dia masih keturunan kerajaan, pernikahannya nanti pasti akan jadi pernikahan politik.”jelasku dan membaringkan tubuhku ke kasur.
“kau adalah keturunan kerajaan asli, Kwon Jiyong. Kau pantas untuknya. Ingat itu.”
“justru karena itu aku semakin sulit dekat dengannya.”
“apa kau tidak merasa jika kalian semakin dekat?”
“tidak ada yang berubah dengan kami”
“apa kau benar-benar tidak menyadarinya? Biasanya Chaerin akan menunggu di tempat syuting sambil berdebat denganmu. Akhir-akhir ini dia terlihat menghindarimu. Kau tidak menyadarinya?”Tanya Taeyang menatapku lekat.
“mungkin dia hanya kelelahan.”aku tidak ingin terlalu cepat mengambil keputusan.
“tapi, yang aku lihat tatapannya melembut padamu. Walau kau membalasnya dengan tatapan tajam. Cinta yang kau dambakan akan segera tumbuh, Jiyong”
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar