jangan lupa
Rabu, 24 Februari 2016
ONLY GIRL PART 2
Judul : ONLY GIRL #2
Author: Mahardika Putri
Genre: romance
Rating: T
Cast: Lee Chaerin (CL 2NE1)
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
cuap-cuap: Dika memasukkan lirik lagu bang G-Dragon R.O.D yang baru dalam bahasa inggris tapi, hanya beberapa bait saja. ini ceritanya bukan SMA ya.. sekolah tinggi itu universitas loh.. Dika buat universitasnya asrama dan mengenakan seragam karena obsesi dika masuk universitas berasrama dan memiliki seragam kece tidak kesampaian. *nangis lagi.
kenapa Dika tidak mengunakan tokoh 2ne1 lainnya di FF ini?
1. Dika rasa gak cocok. Kalau dika rasa gak cocok tapi, dipaksa maka feelnya gak dapat.
2. Authornya siapa? Suka-suka authornya mau nulis apa. *plak!!!
cerita sebelumnya:
Dika ingatin sekali lagi Queen, Ji Young dan G-Dragon itu orang yang sama. G-Dragon menyamar sebagai Ji Young perempuan anggun di universitas seni khusus yeoja karena wajah cantik, kelembutan dan kharismanya sehingga dia di juluki Queen. Padalah G-Dragon adalah rapper dan penulis lagu yang lagi naik daun dengan image badboynya.
Chaerin mahasiswi baru yang sejak awal masuknya langsung mengagumi sosok Ji Young yang anggun dan lembut. Bahkan dia punya imajinasi sendiri bahwa Ji Young seorang bangsawan eropa. Secara kebetulan Chaerin sekamar dengan Ji Young dan mengetahui ternyata Ji Young adalah rapper namja yang tidak dia sukai.
`````````````````` ONLY GIRL`````````````````````
@keesokan paginya
Queen atau tapatnya aku sebut G-Dragon saja ya? Dia baru saja keluar dari kamar mandi. Dia menenakan handuk kimono dan rambutnya yang pendek sedikit terlihat panjang karena basah. Air di ujung rambutnya menetes hingga menjatuhi bahunya, sungguh indah seakan ada bintang-bintang bersinar disekelilingnya.
“kau! Kenapa melihatku begitu? Apakah kau menginginkanku?”tannyanya santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk yang lain. Wajahnya yang mengatakannya dengan santai dan tanpa expresi membuatku diam saja karena gugup.
“baiklah. Apa yang kau inginkan? Aku budakmu sekarang.”katanya mendekatiku dan akhirnya duduk di sampingku.
“ah, tidak begitu! Aku hanya binggung. Kau terlihat tidak seperti namja yang sedang cosplay dengan pakaian yeoja tapi, kau seperti yeoja sungguhan.”kataku sambil menatapnya dengan binggung. Semakin melihatnya dengan jarak dekat semakin terlihat cantik namja di depanku ini.
“itu pujian atau sindirian?”tanyanya.
“ah, aku juga tidak mengerti tapi, ini juga disebut pujian.”kataku sambil menatapnya dan bangkit dari tempat dudukku.
“oh ya tentang apa ke inginanku, bagaimana jika kau mempersiapkan air hangat untukku mandi, UNNIE?”kataku dengan memberikan penekanan pada kata “unnie”. Sungguh, di saat dia mengenakan seragam dia terlihat benar-benar seperti yeoja, sungguh mempesona.
“siap princess!”katanya sambil berlari kecil terburu-buru kembali ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandiku.
Setelah aku sampai dikelas Lily telah menungguku di sebelah kursiku.
“hari ini Queen sarapan dengan menu A atau B?”Tanya Lily dengan senyuman. Lihatlah, bukankah seharusnya dia mengucapkan selamat pagi terlebih dahulu padaku?
“mungkin A.”jawabku sambil duduk di kursiku.
“kenapa? Apa kau tidak sarapan?”
“tidak. Pagi ini Queen memesankanku makanan untukku dan itu akan terjadi hingga seterusnya.”jawabku santai.
“kau! Apa yang kau lakukan pada queen? Kau membullynya ya?”Tanya Lily dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“membully? Sepertinya begitu.”jawabku santai.
“memang Queen salah apa padamu?”katanya langsung beranjak dari kursinya. Sepertinya dia mulai marah.
“annio! Aku sangat menyanyangi Chaeerin. Dia mengingatkanku pada adikku. Aku harap gadis manis sepertimu memperlakukannya dengan manis juga.”kata queen yang tiba-tiba ada di sampingku. Apa-apaan namja ini?
“sungguh? Kau tidak di bully kan, queen?”Tanya Lily dengan air mata yang menetes dan queen mengangguk lembut. Ini berlebihan.
“kenapa kesini?”tanyaku pada queen.
“kau melupakan ini.”katanya dengan senyuman manis sambil memegang jepit rambut lalu dia memasangkannya untukku.
“kau terlihat lebih cantik jika begini.”katanya tersenyum manis dan pergi begitu saja dari kelasku. Sial! Seenaknya saja dia menyentuhku tanpa izinku. Apa cantik? Aku rasa jika aku mengenakan jepit ini pun tetap saja dia terlihat cantik dari pada aku.
“queen… ini untuk cemilanmu. Aku yang membuatnya sendiri.”kata seorang gadis yang memberikan kotak bekal pada queen. Panggilan apa yang pantas untuknya? Jika aku memanggilnya dengan Ji Young unnie, dia bukanlah seorang yeoja walau dia sangat cantik melebihiku. Jika aku memanggilnya G-Dragon maka rahasianya terbongkar. Apakah aku memanggilnya dengan queen saja? Apakah itu sopan? Dia namja, itu menggelikan. Ah, aku tak peduli. Aku akan memanggilnya queen saja walau sekarang dia jadi budakku.
@malam, kamar.
“jadi kau akan pergi?”tanyaku saat queen menyiapkan barang-barangnya.
“ne!”jawabnya.
“kau tak membawa bajumu?”tanyaku.
“tidak. Karena bajuku sudah ada disana. Aku pergi!”jawabnya. Sambil keluar dari kamar kami. Begitu saja?? Setidaknya dia harus mengucapkan selamat malam untukku.
@5 jam kemudian.
Langit mengeluarkan cahaya yang terang dan bunyi yang sangat keras membuatku ketakutan dikamar ini sendirian. Sekarang ini sedang hujan deras membuat udara dingin. Aku sengaja menghidupkan lampu dan sembunyi di dalam selimut menahan rasa takutku. Queen.. kenapa dia lama sekali?
DUaar!!!
“akhh…!”kataku teriak ketakutan.
“kau kenapa Chaerin?”Tanya queen yang sekarang ada di depan pintu. Dia terlihat panic. Aku langsung berlari kearahnya dan memeluknya kuat karena aku sangat takut.
“kau menangis? Kau takut dengan petir?”tanyanya. aku tak menjawabnya. Aku menahan rasa takutku sambil mencoba menenangkan diri.
“sebaiknya kau tidur.”katanya lembut tapi, dengan suara namjanya suara aslinya.
“aku tak bisa tidur karena ketakutan. Kau tak pergi lagikan?”tanyaku sambil menangis.
“tidak.”katanya sambil mengelus lembut rambutku. Dan itu membuatku semakin tenang.
Klik!
“kenapa kau matikan lampunya?”protesku.
“aku akan mengobati rasa takutmu itu.”katanya sambil melepakanku dari tubuhnya. Dia menutup pintu kamar dan menguncinya. Dia menggegam tanganku lalu duduk di sofa untuk satu orang.
“duduklah!”katanya.
“dimana? Kau akan berbuat apa?”
DUAaarr!!
Reflek aku segera duduk dipangkuannya. Dia tangan kirinya melikar diperutku lalu mengatur kepalaku hingga bersandar didadanya. Tangan kanannya mengemtanganku lembut dan hangat.
You are my pleasure
I feel like a little kid
Trying not to think about you
Only 10 minutes at the longest
Our relationship right now is between
cold and hot. Anything is fine
If I could keep you right beside me
Your face is so beautiful like a sculpture
When I look at you I freeze like a statue
My superstar
Dia bernyanyi dengan indahnya. Membuat aku tertidur dengan nyaman di pelukannya. Disaat seperti ini aku baru yakin, queen itu benar-benar seorang lelaki.
Pagi yang cerah. Queen sedang menyisirkan rambutku dengan rapi. Ada senyuman manis yang terulas di wajahnya. Kenapa dia begitu senangnya melayaniku yang terkadang malah manja padanya?
“apakah kau punya adik?”tanyaku.
“tidak.”
“apakah kau ingin memiliki adik?”
“tidak.”
“kau berapa saudara?”
“hanya berdua. Aku punya nuna. Siap! Kau terlihat semakin cantik.”katanya sambil tersenyum lebar. Aku menatap kaca dari tadi tetap saja dia terlihat cantik dari pada aku.
“apakah kau tidak kesepian?”
“wah, kenapa princess menjadi penasaran pada kehidupanku?”katanya dengan senyuman makin lebar tapi, ada sesuatu dibalik senyumannya itu. Seperti menertawakanku.
“kalau tidak mau tidak usah dijawab.”kataku kesal dan beranjak dari kursi rias.
“jangan pasang wajah jutek seperti itu. Nanti aka nada kerutan diwajahmu.”katanya tapi, aku tetap diam.
“aku akan menghilangkan kerutannya, dengan ramuan ajaib.”katanya.
Chu! Tiba-tiba bibirnya menempel pada sudut mata kananku. Dalam beberapa detik aku terdiam membatu.
“aku pergi duluan.”kataku gugup dan pergi meninggalkannya sendirian. Aku yakin, dia sedang tertawa sekarang.
``````````````````````````````````````
Aku membuka pintu kamarku. Queen sedang membaca buku di depan jendela.
“queen, duduklah.”perintahku dan tentu saja dia segera duduk tapi, tanggannya masih memegang buku. Aku duduk di pangkuannya dan bersandar di dadanya. Ntah sejak kapan aku suka bersikap manja dan semena-mena seperti ini, bermanja-manja dengannya bagaikan candu bagiku. Aku rasa sikap manjaku semakin parah semenjak malam dipenuhi petir itu.
“bukankah kau penyanyi terkenal? Lalu kenapa kau jarang sekali izin keluar. Katanya kau juga penulis lagu tapi, aku tak pernah melihat kau menulis lirik.”celotehku.
“itu karena agensiku sengaja membuat jadwalku senggang. Artis terlalu sering muncul itu juga akan membosankan dan terlalu banyak izin itu akan menimbulkan kecerugaan. Penulis lirik itu bisa aku catat di ponsel lalu bisaku buat langsung lewat ponselku, itu hal mudah.”jawabnya sambil membaca bukunya.
“ah, kau sombong sekali.”kataku sambil menutup mataku. Queen meletakan buku yang dibacanya ke sampingnya. Aku rasa kini dia menatapku.
“wae?”tanyaku.
“minggu depan aku ada syuting.”
“lalu?”
“sepertinya kau harus tau”
“kenapa? Bukankah syuting sama saja.”
“tapi, kali ini berbeda. Aku akan mencium model untuk MVku.”
“mwo? Tidak bisakah diperankan oleh model juga?”kataku menatap matanya. Aku sengaja memasang wahah aegyoku. Kan sudahku bilang, aku suka sekali bermanja dengannya.
“tidak. Makanya aku harus mengatakannya padamu.”
“ya sudah. Bagaimana lagi, lakukan saja. Jika aku melarangnya pun itu harus dilakukan.”kataku sambil mengatur posisi kepalaku agar semakin nyaman bersender di dadanya.
“tadi aku di asingkan karena memonopolimu.”aduku.
“jadi apakah kau ingin kita berhenti?”
“tidak. Biarkan saja mereka yang penting aku bisa memonopolimu.”kataku santai.
“kau berabisius padaku, princess.”katanya. Aku yakin dia sedang tertawa sekarang.
“tentu saja. Bagaimana bisa aku melepaskanmu? Memang kau ingin lepas dariku?”tanyaku sambil menatapnya.
“aku tak berani.”katanya tersenyum manis.
“bagus kalau begitu. Tetap membaca, aku ingin tidur.”kataku dan kembali memejamkan mataku.
“tidurlah.”katanya lembut. Aku yakin dia sedang tersenyum sekarang.
``````````````````````````````````````````````
“Chaerin, cepat! Queen memanggilmu.”kata seorang yeoja dari kelas sebelah berdiri di depan pintu.
“dia dimana?”tanyaku.
“sini aku beri tahu.”katanya. Dan aku mendekatinya.
~~~~~~ G-Dragon Pov~~~~~~~~~~~~~~
sudah sejam aku menunggu Chaerin di kamar tapi, dia tak kunjung datang. Hari ini aku memang izin untuk membuat MV salah satu lagu baruku tapi, biasanya dia akan menungguku. Aku yakin dia sudah sangat bergantung padaku, bahkan untuk minum saja dia memintaku mengambilkannya. Hem.. memikirkannya selalu buat aku tersenyum tapi, ini sudah cukup malam.
Ku pencet nomor ponsel Chaerin tapi, dia meninggalkan ponselnya di kasur, ini kebiasaan buruknya. Lalu, ku coba mencari teman sebangkunya. Ah ya.. mungkin lily bisa membantu.
@sejam kemudian
Aku mendengar suara tanggisan di balik ruangan olah raga itu. Segera ku dobrak dan berhasil membuka pintu. Di ruangan yang gelap ini aku bisa melihat Chaerin yang duduk dilantai sambil memeluk kedua kakinya.
“Chaerin, ini aku.”kataku lembut. Aku takut dia terkejut dan semakin ketakutan. Perlahan-lahan aku mendekatinya.
Grep!
Dia memegang pergelangan kakiku lalu mengangkat kepalanya yang awalnya dia senderkan di sikunya.
“kau lama sekali, Queen. Aku takut.”katanya sambil menangis.
“apa yang mereka lakukan?”
“mereka mengurungku sejak siang tadi.”katanya. matanya yang basah karena menangis membuatku emosi. Ingin rasanya aku membalas yang mereka lakukan pada Chaerin.
“ayo, kita kembali ke kamar!”ajakku. Aku meraih tangan Chaerin, dia gemetaran. Tidak ada cara lain, selain aku mengendongnya.
“kau, mengapa mengendongku seperti putri?”katanya sedikit meronta.
“tidak. Mana ada seorang putri yang suka menangis.”kataku.
“aku tidak secengeng itu.”protesnya. Dia memang selalu berhasil membuatku tersenyum.
“kenapa kau tersenyum?”
“disaat seperti ini pun kau bisa protes.”
“turunkan aku. Aku ini berat.”
“kau malu?”
“mana ada seorang yeoja mengendong yeoja dengan gagah seperti ini.”protesnya.
“kau khawatir padaku?”
“ah, terserah kau saja!”katanya menyerah. Dia sungguh lucu.
“kau tak lihat? Aku sengaja tidak menghidupkan lampu agar tidak membuat kecurigaan penjaga tapi, jika kau berteriak seperti tadi maka penjaga gedung ini akan datang.”
“kapan aku berteriak?”protesnya dengan keras.
“siapa itu?”kata seorang namja, sepertinya itu penjaga gedung olah raga ini.
“mianhae, kita tidak bisa kabur jika aku terus mengendongmu.”kataku. Chaerin menganguk pelan dan aku menurunkannya dengan hati-hati. Aku segera meraih tangannya dan segera berlari karena langkah kaki penjaga gedung juga semakin mendekat.
@kamar
“hampir saja.”kata Chaerin dengan nafas tersenggal-senggal.
“ini menyenangkan. Lain kali kita lakukan lagi.”godaku sambil menutup pintu kamar.
“apa yang menyenangkan?”katanya dan duduk di sofa. Aku segera mengambilkan air mineral untuk Chaerin, dia terlihat sangat lelah.
“gomawo. Tapi, bagaimana kau tahu aku disana?”Tanya Chaerin sambil mengambil botol mineralnya.
“itu rahasia.”kataku tersenyum.
TBC
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar