jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 24 Februari 2016

RUN PART 1






RUN #1
Judul : RUN

Author: Mahardika Putri

Genre: horror.*kali ini dika bikin FF gaje.

Rating: PG 15

Cast: 

Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
Lee Chaerin (CL 2NE1)

support cast : Dis Tie (OC)
Dara 2ne1
Taeyang Big bang
Seorang namja terlihat ketakutan kakinya dengan cepat  seperti terburu-buru atau di kejar seseorang. “bukankah sudahku bilang jangan mengejarku! Kenapa tetap saja mengikutiku?”kata namja itu dalam hati. 
@disisi lain
Seorang yeoja penuh kharisma sedang memarahi seseorang namja. Namja yang dimarahinya terlihat  malu karena beberapa orang telah mengerubungi mereka karena perkelahian seru. Tidak hanya itu ‘para penonton’ itu pun memotret mereka. Namja itu memilih kabur, dengan cepat si yeoja memegang pergelangan tangannya dan menahan namja itu. Tapi, dengan sedikit trik namja itu berhasil kabur. Si yeoja dengan kesal pun mengejar namja itu.
Bruuk!!!!
Yeoja itu terjatuh. Dan seseorang menindihnya. Tepatnya namja yang sebelum berlari dengan ketakutan dari berlawanan arah itu menabrak yeoja hingga mereka terjatuh. Wajah namja itu tepat berada di dada yeoja yang di timpanya. 
----------Jiyong Pov-------------

Aku baru saja mengantar bosku ke sekolah tapi, saat dia pulang aku di kejar dengan hantu. Aku memang punya kempuan ini sejak kecil. Hanya saja setelah dewasa aku baru bisa membedakan mana manusia dan yang mana roh. Karena aku tak bisa membedakan yang hidup dan mati aku sering di jauhi oleh temanku.
“bukankah sudahku bilang jangan mengejarku! Kenapa tetap saja mengikutiku?”kataku dalam hati jika bos ada maka tidak akan jadi seperti ini.
BRUUKK.. aku menindih seorang yeoja. Wajahku tepat didadanya.
“syukurlah!”kataku saat aku melihat kebelakang karena hantu itu sudah menghilang.
“apa yang kau syukuri??!”teriak yeoja itu kesal.
“oh!”kataku kaget dan segera bangkit dari tubuh yeoja itu.
“terimakasih..”
“terimakasih apa? Kau menindihku!”potong yeoja itu kesal.
“aigo, aku tak maksud seperti itu. Sungguh aku tak sengaja.”kataku binggung. Karena aku benar-benar tak sengaja. Langkah kaki paparazzi terdengar mendekat dengan cepat yeoja itu menarik tanganku dan mengajakku berlari.
“apakah kau mencuri? Kenapa banyak orang yeng mengejarmu?”tanyaku.
“apakah kau tak punya TV? Mereka memegang mic dan kamera, mereka wartawan dan paparazzi.”jelas yeoja itu sambil terus berlari. Sedangkan aku sudah terengah-engah karena tak kuat berlari.
“lalu kenapa kau menarikku juga?”Tanyaku lagi sambil berusaha mengikuti kecepatan langkah yeoja itu dari pada aku jatuh terseret.
“aku mau perhitungan denganmu.”jawab singkat yeoja itu.
“apakah kau perokok? Larimu lamban.”kata yeoja itu kesal.
“ne, aku perokok.”jawabku singkat. Aku tak mampu membalas perkataan tajam yeoja itu karena oksigen yang ku hirup tidak maksimal. 
--------------------------
“kau siapa?”Tanya yeoja itu menyelidik. Yeoja itu memaksaku masuk kesebuah kamar hotel untuk berbicara lebih leluasa dan menghindar dari kejaran wartawan.
“aku Jiyong, Kwon Jiyong. Kenapa kau menyekapku?”Tanyaku sok berani. Bukan aku takut karena yeoja ini. Tapi, kau tahu hotel?? Hotel itu bisa dibilang sarang para arwah. Dan rata-rata mereka mati dengan tidak wajar sehingga wajah mereka sangat menakutkan.
“kau takut padaku? Walau aku ini galak. Tapi, aku ini cantik jika aku menyerang tubuhmu, kau tak akan rugi.”kata yeoja itu santai sambil menunjukku. Aku semakin berjalan mundur dengan perlahan karena yeoja itu menetapku lekat dan mulai mendekat. Aku ini namja jika melihatnya tak mungkin aku tak tertarik.
“kenapa kau takut? Bukankah kau sudah menyicipi dadaku?”Tanya yeoja itu sambil sedikit memiringkan kepalanya. Yeoja penuh kharisma itu kini terlihat sangat cute dan manja. Jika aku sedang minum pasti yang kuminum akan tersembur. Apa yeoja ini kehilangan rasa malu? Kenapa mudah sekali dia mengatakan kalimat itu?
Drrrt… drttt…
Ponsel yeoja itu bergetar di tasnya. Yeoja itu segera mengangkat telepon dari tasnya.
“YA! TUNGGU AKU SEBENTAR LAGI!!! APAKAH KAU TAK MENGERTI!!! AKU INI BUKAN ARTIS PENDATANG BARU. Jadi, kau tak perlu khawatir.”kata yeoja itu berteriak dan langsung menutup teleponnya. Kalimat ‘jadi, kau tak perlu khawatir memang tak diucapkannya dengan teriak seperti kalimat lainnya tapi, penuh tekanan dan amarah di kalimat sederhana itu membuatku semakin takut. Apakah dia psikopat??
“YAK!! KAU INI KENAPA??”teriak yeoja itu kesal. Yeoja itu mendekat padaku dan memegang tanganku.
“HEY, JANGAN MENYENTUHKU!!! Apakah kau tak sadar kau adalah yeoja?”kataku kesal tapi, saat mengatakan ‘Apakah kau tak sadar kau adalah yeoja’ hantu yang mengikuti datang kembali hingga aku jadi takut. Hantu yeoja bergaun putih berenda,walau wajah pucatnya tapi, dia terlihat cantik. Aku rishi karena dia selalu mengikutiku kemana pun aku pergi.
“kau ini aneh. Seharusnya kau bersyukur karena ada artis cantik yang lagi hits menyentuhmu.”celoteh yeoja itu kesal.
“jadi kau artis?”Tanyaku polos, karena aku tak tahu. Bosku yang super galak itu tak mengizinkan aku menonton TV berlama-lama.
“apakah kau manusia purba? Kau tak mengenal TV?”kata yeoja itu kesal.
“ahk, aku tak punya waktu. Berapa nomor ponselmu?”kata yeoja itu tapi, yeoja itu lebih dulu mengambil ponselku di saku celana.
“itu nomor ponselku dan simpan. Aku juga telah menyimpan nomer ponselmu. Aku juga sudah menyimpan nomor KTPmu. Ini KTPmu. Aku buru-buru, Aku pergi dulu.”kata yeoja itu dengan cepat sambil berjalan pergi meninggalkan aku sendirian di kamar hotel.
“bagaimana bisa dia mendapatkan KTPku?”kata aku binggung. Karena seingatku meletakan KTP di dompet yang ada di saku jelana bagian belakang.
“dia menyentuh bokongku??”gumamku.
“YAK!! SIAPA NAMAMU?”tanyaku berteriak tapi, yeoja itu sudah menghilang.
“dia bukan arwah kan?”tanyaku pada diri sendiri. 
~~~~~~~~~~~~~~

 “itu! yeoja itu!!”kataku berteriak saat menatap televisi. Di televisi ada wajah yeoja itu yang sedang menampar namja.
“kau bermimpi! Yeoja sehebat itu tak mungkin bermain-main denganmu dijalanmu. Sebaiknya cepat kau masakkan saja untuk meja 8. Apakah kau tak sadar kalau sekarang lagi ramai?”jawab Dis Tie, bosku.
“ya bos!”jawabku.
“jika kau tak sanggup berkerja disini. Kembali saja dengan ommamu sana!”kata Dara rekan kerjaku.
“aku tak bisa berkerja di tempat lain selain tempat ini.”jawabku sambil kembali masuk ke dapur.
“kau begitu mencintai tempat ini?”Tanya Dara lagi sambil mengikutiku.
“bukan begitu! Jika tidak bersama yeoja aneh bernama Dis Tie itu aku tak akan bisa hidup tenang” jawabku santai sambil memegang kuali.
“karena Dis Tie bisa mengusir hantu ya? Pantas saja kau mau dan selalu menuruti permintaan yeoja kecil bawel itu.”gumam Dara.
“ne, walau begitu dia penyelamatku.”kataku.
“kanapa kau tidak nikahin saja dia. Kalau begitu kan kau bisa membawanya kemana pun kau mau, termasuk kembali ke rumahmu.”
“kau kira semudah itu meraih hati Dis Tie? Walau dia menyukai tipe sepertiku tapi, dia adalah yeoja tangguh. Ommanya saja dia berani melawan.”
“kau benar. Dia menakutkan. Tidak seperti yeoja berumur 19 tahun yang bias dirayu.”jawab Dara.
“kalian inginku kubur di dapur!”tegur Dis Tie pelan tapi, kata-katanya seperti pisau yang menyakiti telinga dan hati pendengar. Entah sejak kapan yeoja ini ada di belakang kami, aku sama sekali tak bisa merasakan auranya dan mendengar langkah kakinya.
“annio, Bos!”jawab aku dan Dara berbarengan. Dis Tie menghilang entah kemana.
“kau bisa melihat hantukan? Kau yakin Dis Tie bukan hantu yang berpura-pura jadi manusia?”kata Dara gugup.
“dia manusia. Tapi, sungguh jika seperti ini aku juga merasa dia bukan manusia.”jawabku.

@keesokan harinya.
“Oppa………..”teriak seorang gadis. Aku tahu siapa pemilik suara ini, sangat tahu dengan jelas karena aku juga sering di teriaki dengan pemilik suara ini. Tapi, dengan nada pedas sangat berbeda dengan saat ini.
“oppa.. kau sudah pulang? Kau ingin salad, aku akan meminta Dara membuat salad untukmu.”kata Dis Tie dengan manja pada sosok namja yang baru saja masuk ke restoran kami. Suaranya memang indah, sedikit berat tapi, indah. Walau begitu aku geli dengan teriakan manjanya. Mungkin karena aku terlalu sering mendengar dia membentakku hingga aku merinding jika dia berteriak dengan manja.
Jika tamu resto tidak mengenal Dis Tie dengan baik, pasti mereka mengira namja itu ke kasih Dis Tie. Tapi, sebenarnya mereka brother complex, begitu memperhatinkan.
“kau tak ke kampus?”Tanya namja itu sambil memeluk Dis Tie.
“hari ini aku masuk sedikit terlambat oppa. Apakah kau kesini untuk menemuiku?”Tanya Dis Tie tersenyum manis. Yah, harus aku akui Dis Tie memang manis dan lucu tapi, siapa yang kuat jika berlama-lama dengan gadis “unik” itu? kecuali oppanya itu, Tae yang.
“tentu saja. Aku sangat merindukanmu.”kata namja itu sambil mengelus kepala Dis Tie dengan lembut.
“ogh, lihatlah! Nemplok-nemplok seperti cicak di dinding.”kata Dara sambil menatap borther complex dengan kesal.
“kau cemburu melihat pasangan bogel itu?”kataku santai. Kakak-beradik itu memang bertubuh kecil tapi, memiliki tenanga yang kuat. Kalian bisa tahu dari teriakan si adik dan otot-otot yang ada di lengan oppanya.
“Jiyong, bisakah nanti kau antar uri Dis Tie ke kampus?”Tanya Taeyang.
“kenapa tidak kau saja? Dengan begitu kalian semakin lama untuk bersama.”ucapku mencoba menghindar.
“oh, ne. idemu bagus.”ucap Taeyang dengan senyuman secerah mataharinya.
“apa saat kemarin kau mengantarku ada hal buruk?”Tanya Dis Tie.
“yah.”jawabku seadanya.
“dasar pengecut. Kau ketakutan seperti itu kau bakal di kejar terus.”ucap Dis Tie tajam. Astaga, mulut gadis ini berbahaya. Jika aku tak menemukan jodohku mungkin karena mulut gadis ini yang selalu menjelekkanku.
“akanku buka pelindung restoran ini. Biar kau terbiasa dengan mereka yang suka melayang-layang itu.”ucap Dis Tie berbisik didekatku dengan mengancam.
“aku mohon. Jangan lakukan itu!”kataku sambil mengegam tangannya erat.
“sayangnya aku sangat ingin melakukannya”kata Dis Tie sambil tertawa, tawanya terdengar sangat menakutkan. Aku melirik ke Taeyang, dia temanku saat sekolah jadi aku harap dia bisa membujuk adiknya. Tapi, Taeyang malah tersenyum lebar sambil mengelengkan kepalanya. Sepasang kakak-beradik ini memang aneh. Si kakak bagaikan matahari sedangkan si adik bagaikan meteor yang menghancurkan bumi. Jika si kakak kalem dan sangat lembut tapi, si adik galak, kejam dan menakutkan. Kenapa si kecil galak itu bernama Dis Tie? Nama itu terdengar aneh kan? Aku pernah menanyakan arti namanya lalu, Dis Tie menjawab “aku tak tahu pasti arti namaku satu persatu dan berasal dari mana tapi, keseluruhan arti namaku ada doa agar aku menjadi wanita angun dan secantik putri” . Sungguh berlawanan dengan kenyataan. Sebenarnya mereka berbeda omma. Kebetulan omma Dis Tie sama anehnya (aku rasa itu faktor keturunan). Paling tidak Taeyang nomal dan sangat normal dibandingkan adiknya tentunya jika tidak termasuk dengan penyakit brother complex yang mereka miliki.
Seseorang masuk ke restoran dengan jas yang menutupi hampir seluruh tubuhnya dan dia menutupi rambutnya dengan syal dan topi. Dia mengenakan kacamata hitam dan masker untuk menutupi wajahnya.
“rabbit girl!”kata Dis Tie tersenyum kearah tamu misterius itu. Tamu itu membuka kacamatanya, penutup wajah dan topinya dengan angun. Dimataku seperti ada bintang-bintang yang menjadi backgroundnya, sangat indah.
“Chaerin!! Ommo, Chaerin!”kata para pengunjung kaget. Mereka segera mengambil ponsel dan kamera untuk memotret Chaerin si tamu misterius itu.
“oh, namanya Chaerin.”ucapku pelan sambil menatap yeoja itu.
“HEY, JAGA MATAMU! Biasa saja! Tolong jangan menatapnya dengan tatapan penuh cinta!”teriak Dis Tie sambil menunjukku. Sial, yoeja ini membuatku malu. Tidak pernahkah dia berfikir sebelum berbicara? Apakah dia tak malu berteriak-teriak seperti itu sepanjang hari di depan tamu?
“aish”keluhku.
“untung kau disini.”kata yeoja itu kaget saat melihatku.
“kau kenal dengan namja penakut ini, Chaerin?”kata Dis Tie sambil menepuk pundakku. Aish, Benar-benar! Masa depanku bisa suram karena yeoja ini.
Aku, Taeyang, Chaerin dan Dis Tie berada di salah satu ruangan untuk tamu restoran VVIP. Suasana sunyi tapi, seperti biasa Taeyang tersenyum manis. Entah apa yang membuat dia tersenyum seperti itu.
“kenapa aku juga disini?”tanyaku memecah kesunyian. Dis Tie melirik Chaerin.
“aku minta tanggung jawabmu.”ucap Chaerin menatapku. Dis Tie menatapku dengan tatapan “perang”.
“apa yang kau lakukan, Jiyong ssi?”Tanya Dis Tie masih dengan tatapan mematikan.
“sungguh, aku tak melakukan kesalahan, Bos.”jawabku. Aigo, Dis Tie semakin terlihat seperti ratunya arwah. Auranya begitu menyeramkan.
“dia menyerangku dijalan.”jawab Chaerin santai. Aigo! Aigo! Yeoja ini berbohong. Dia berlebihan.
“jadi, Chaerin. Apa yang harus namja payah ini lakukan?”Tanya Dis Tie.
“aku ingin kau menyerahkan namja ini untukku, imo.”jawab Chaerin tersenyum manis dengan aegyonya pada Dis Tie.
“imo??”tanyaku binggung sambil menatap Taeyang.
“yak! Chaerin bukan anakku! Jangan menatapku begitu! Dia anak sepupu kami. Dia berbeda tiga tahun dariku, tak mungkin aku menghamili orang saat umur tiga tahun.”jelas Taeyang gelagapan.
“o”ucapku reflek, aku melupakan permintaan Chaerin.
“kau ingin aku menyerahkan namja ini untukmu? Jujur saja aku tak mau menyerahkannya”ucap Dis Tie tegas. Bagus, ternyata Dis Tie menyelamatkanku. Jika aku tak bersama Dis Tie maka arwah-arwah itu akan menghantuiku.
“wae, imo?”Tanya Chaerin masih dengan aegyonya sedikit merengek. Bisa-bisanya dia berekpresi seperti itu di depan Dis Tie.
“Dia namja payah. Kau bisa dapat yang lebih baik darinya. Jujur saja aku juga selalu cari alasan biar dia tak betah disini tapi,namja ini bertahan.”jelas Dis Tie. Ommo, dia keteraluan! Hancur masa depanku.
“aku yakin aku bisa menjinakkannya. Bagaimana?”kata Chaerin. Apa-apaan ini? Dua yeoja ini bicara apa?
“baiklah kau bisa membawanya.”ucap Dis Tie yakin.
“aku mohon biarkan aku disini.”belaku.
“wae, kau takut pada arwah-arwah itu? sekarang waktunya kau terbiasa dengan mereka.”kata Dis Tie tersenyum menakutkan.
“dia bisa melihat arwah?”Tanya Chaerin binggung.
“ne, aku rasa kau akan jadi pengasuhnya.”jawab Tae yang santai. Kenapa tidak ada yang membelaku? Setidaknya mereka harus memberikan aku kesempatan untuk bicara.

@jalan menuju rumah Chaerin
“buka matamu!”ucap Chaerin sambil menyetir mobil sportnya.
“Aku akan membantumu berani mengatasi mereka dan kau harus menurutiku. Bagaimana? Ingat, kau sudah tak diterima Imo Dis Tie.”kata Chaerin tenang.
“ini sama saja seperti memilih racun atau di tembak.”ucapku masih menutup mataku.
“lagian bagaimana bisa kau bisa membuatku berani menhadapi mereka? Dis Tie saja tidak bisa”ucapku lagi.
“itu karena dia terlalu memanjakanmu. Jika kau terbiasa sama mereka, maka kau tak akan ketakutan lagi. Jadi aku akan menginakan cara itu.”jelas Chaerin.
“kau kira semudah itu.”kataku sambil menatapnya. Tapi, di depan mobil kami ada arwah yang sedang berjalan. Aku menutup wajahku dengan tangganku. Sebenarnya saat menembus arwah tidak ada yang berbeda hanya saja jika menembus sesuatu seperti itu rasanya menjijikan.
“jadi kau setujukan.”kata Chaerin santai.
“kau yakin itu berhasil. Bagaimana jika tak berhasil?”tanyaku.
“itu deritamu.”jawab Chaerin datar. Astaga, yeoja ini menyebalkan.

@rumah Chaerin
“kita sampai! Tenanglah, kata Dis Tie di rumahku hanya ada arwah-arwah tenang yang tak menggangu. Mereka juga menetap tidak berpindah-pindah.”ucap Chaerin sambil menutup pintu mobilnya. Aku membuka mataku, membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya.
Seorang namja menghampiri kami. Aku rasa dia adalah pelayan karena mengenakan seragam. Chaerin langsung melemparkan kunci mobil pada namja itu.
“masuklah. Atau kau ingin di situ saja?”kata Chaerin dingin. Aku yang gugup langsung menutup pintu mobilnya kamebali dan mengikuti Chaerin.
Rumahnya bagaikan Villa hanya saja lebih luas lagi. Rumahnya di hiasi dengan barang-barang seni seperti lukisan dan guci. Chaerin memasuki lift jadi aku langsung mengikutinya untuk masuk. Chaerin menekan tombol “3”.
“ini 4 lantai?”tanyaku binggung.
“ne, tapi, lantai ke 4 hanya untuk hali saja. Rumah ini gak seindah rumahmu jadi kau biasa saja”jawab Chaerin cuek.
“kau tahu rumahku?”tanyaku binggung. Chaerin tak menjawab. Dia hanya menatapku, seakan bilang “berisik!”. Dia sama tantenya sama saja. Pintu lift terbuka. Chaerin keluar dan lagi-lagi aku mengikutinya, hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang.
“aku tahu kau anak satu-satunya dari Dragon, perusahaan appamu yang menjamur di hampir semua bidang itu. Sayangnya kau disembunyikan karena di kira gila. Awalnya aku tahu dari imo tapi, tenyata tuhan mempertemukan kita langsung.”jelas Chaerin. Apa dia akan memeras uri appa?
“lalu, maksudmu untuk..”tanyaku terputus karena sedikit ngeri.
“ne”jawab Chaerin simpel
“bukankah kau sudah kaya? Kenapa menculikku?”protesku.
“aish!! Bukan seperti itu. Uri appa melarangku untuk menjadi idol. Dia ingin aku meneruskan perusahaannya, setidaknya suamiku nanti yang akan melakukannya. Jadi, sepertinya kau adalah orang yang tepat.”jawab Chaerin. Apa yang dikatakanya? Apakah dia melamarku?
“kau melamarku?”tanyaku ragu.
“ya, jika kau angap itu adalah lamaran.”jawab Chaerin santai. Yeoja ini sama uniknya dengan Dis Tie.
“kamarmu disini. kamarku ada di depan kamarmu.”katanya sambil menunjuk sebuah pintu.
“terlalu banyak kamar disini. Bagaimana cara membedakaannya?”
“mudah saja. Kau tak usah, keluar kamar.”katanya santai lalu masuk ke kamarnya. Apa-apaan ini?

-----------
Klek! Aku segera melihat kearah pintu. Chaerin muncul dari balik pintu dengan mengenakan gaun putih dia melihat ke seliling kamar.
“wae?” tanyaku menghampirinya.
“hanya melihat-lihat. Ini sudah waktunya makan malam. Ayo, kita turun! Aku sudah bilang dengan appaku kau ke kasihku. Jadi, perankan dengan baik.”jelas Chaerin.
“apakah aku perlu berganti baju?”tanyaku.
“tentu.”
“aku tak punya pakaian formal.”jelasku.
“kau belum melihat lemarinya? Aku tunggu di luar.”kata Chaerin sambil berjalan menuju pintu.

Beberapa menit kemudiam aku keluar dari kamar. Langkahku berhenti sebelum membuka pintu karena sepertinya Chaerin sedang mengobrol dengan seseorang.
“jadi kau mencintainya? Kenapa kau mengikutinya tanpa mengetahui perasaanmu.”kata Chaerin entah dengan siapa.
“aku? Yang benar saja.”kata Chaerin lagi.
“dari pada kau mengikutinya mending kau pergi saja. Biarkan dia tenang, bukankah kau juga seharusnya sudah tenang.”kata Chaerin.
“cinta pertama!?”kata Chaerin heboh. Aku membuka pintu kamarku. Tak ada siapa-siapa, hanya Chaerin sendirian di depan kamarku.
“kau bicara dengan siapa?”tanyaku binggung.
“selain kau tak tau TV ternyata kau juga tak tahu ponsel.”jawab Chaerin datar. Yeoja ini menyebalkan.
“apakah bajunya cocok?”Tanya Chaerin.
“ne, semuanya sesuai ukuranku. Apakah kau yang menyiapkannya?”tanyaku sedikit  berharap. Ayolah, walau dia seperti itu bukankah tak ada ruginya jika dia benar-benar mencintaiku.
“tidak! Uri appa dan appamu yang melakukannya. Kajja, mereka sudah menunggu dibawah.”
“appa!”kataku kaget.

@satu jam kemudian.
Aku dan Chaerin masuk ke lift setelah makan malam ditaman. Huft.. sudah lebih dari setahun aku tak bertemu dengannya tapi, appa terkesan biasa saat melihatku. Seperti biasa omma memelukku kuat saat aku mendekatinya. Semua berjalan lancar. Mereka mengira kami memang sepasang kekasih karena cerita bohong Chaerin. Tapi, hal yang mengejutkan adalah Chaerin adalah teman di play grubku dulu. Bahkan omma membawa foto saat kami menari bersama dan..
“akh, kenapa ahjuma membawa foto itu!”teriak Chaerin sebelum keluar dari lift.
“wae?”tanyaku mengikutinya.
“itu memalukan!”katanya sambil menutup wajahnya.
“foto kita berciuman itu sudah lama, saat kita masih kecil sekali. Aku saja tak mengingatnya lagi jadi kau tak usah memikirkannya.”ucapku kali ini dengan santai. Yah, omma membawa sebuah foto yang ada gambar aku sedang mengecup bibir Chaerin. Aku tertawa kecil.
“wae? Itu menyenang bagimu?”tanyanya mencegatku hingga langkahku berhenti.
“ne! yeoja kecil yang polos selalu ku goda di masa kecilku sekarang ada di hadapanku. Awalnya aku takut denganmu, ternyata taka ada ruginya jika kita adalah kekasih.”ucapku sambil tersenyum. Menatapku binggung.
“oh, yah. Masalah foto ciuman itu, mau kah kau mengingatku bagaimana rasanya?”tanyaku sambil mendekati wajahnya. Chaerin mundur beberapa langkah dan langsung lari ke kamarnya. Kekeke.. dia lucu. Masih polos seperti dulu. Dulu saat kecil aku memang menonjol karena hobby nyanyi dan danceku. Saat itu aku memang masih menjadi pusat perhatian karena indra ke enamku masih samar. Walau saat itu aku sudah bisa melihat arwah hanya saja aku tak bisa membedakan arwah dan manusia. Dulu Chaerin yeoja pendiam yang hanya diam di kelas lalu aku sengaja mendekatinya. Bisa dibilang kami adalah teman yang akrab sejak itu. Setelah lulus Chaerin pindah ke Jepang, saat itulah aku tak tahu kabarnya.
“cinta pertamaku.”gumamku sambil tersenyum.
“ah, tunggu. Kamarku yang mana?”gumamku panik.
“eh, kau disini?”kataku saat keget melihat yeoja canti yang selalu mengikutiku, tidak dia arwah bukan manusia. Dia menembus sebuah pintu lalu aku mengikutinya. Dan membuka pintu itu.
“akhirnya aku menemukan kamarku.”kataku saat melihat kamarku.

TBC
Dika gak bisa bikin Foto, lagi males edit pict lagian softwarenya gak ada.Dika rasa ni FF gaje ya... *binggung sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar