RUN #1
Judul
: RUN
Author:
Mahardika Putri
Genre:
horror.*kali ini dika bikin FF gaje.
Rating:
PG 15
Cast:
Kwon
Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
Lee
Chaerin (CL 2NE1)
support
cast : Dis Tie (OC)
Dara
2ne1
Taeyang
Big bang
Seorang
namja terlihat ketakutan kakinya dengan cepat seperti terburu-buru atau
di kejar seseorang. “bukankah sudahku bilang jangan mengejarku! Kenapa tetap
saja mengikutiku?”kata namja itu dalam hati.
@disisi
lain
Seorang
yeoja penuh kharisma sedang memarahi seseorang namja. Namja yang dimarahinya
terlihat malu karena beberapa orang telah mengerubungi mereka karena
perkelahian seru. Tidak hanya itu ‘para penonton’ itu pun memotret mereka.
Namja itu memilih kabur, dengan cepat si yeoja memegang pergelangan tangannya
dan menahan namja itu. Tapi, dengan sedikit trik namja itu berhasil kabur. Si
yeoja dengan kesal pun mengejar namja itu.
Bruuk!!!!
Yeoja
itu terjatuh. Dan seseorang menindihnya. Tepatnya namja yang sebelum berlari
dengan ketakutan dari berlawanan arah itu menabrak yeoja hingga mereka
terjatuh. Wajah namja itu tepat berada di dada yeoja yang di timpanya.
----------Jiyong
Pov-------------
Aku
baru saja mengantar bosku ke sekolah tapi, saat dia pulang aku di kejar dengan
hantu. Aku memang punya kempuan ini sejak kecil. Hanya saja setelah dewasa aku
baru bisa membedakan mana manusia dan yang mana roh. Karena aku tak bisa
membedakan yang hidup dan mati aku sering di jauhi oleh temanku.
“bukankah
sudahku bilang jangan mengejarku! Kenapa tetap saja mengikutiku?”kataku dalam
hati jika bos ada maka tidak akan jadi seperti ini.
BRUUKK..
aku menindih seorang yeoja. Wajahku tepat didadanya.
“syukurlah!”kataku
saat aku melihat kebelakang karena hantu itu sudah menghilang.
“apa
yang kau syukuri??!”teriak yeoja itu kesal.
“oh!”kataku
kaget dan segera bangkit dari tubuh yeoja itu.
“terimakasih..”
“terimakasih
apa? Kau menindihku!”potong yeoja itu kesal.
“aigo,
aku tak maksud seperti itu. Sungguh aku tak sengaja.”kataku binggung. Karena
aku benar-benar tak sengaja. Langkah kaki paparazzi terdengar mendekat dengan
cepat yeoja itu menarik tanganku dan mengajakku berlari.
“apakah
kau mencuri? Kenapa banyak orang yeng mengejarmu?”tanyaku.
“apakah
kau tak punya TV? Mereka memegang mic dan kamera, mereka wartawan dan
paparazzi.”jelas yeoja itu sambil terus berlari. Sedangkan aku sudah
terengah-engah karena tak kuat berlari.
“lalu
kenapa kau menarikku juga?”Tanyaku lagi sambil berusaha mengikuti kecepatan
langkah yeoja itu dari pada aku jatuh terseret.
“aku
mau perhitungan denganmu.”jawab singkat yeoja itu.
“apakah
kau perokok? Larimu lamban.”kata yeoja itu kesal.
“ne,
aku perokok.”jawabku singkat. Aku tak mampu membalas perkataan tajam yeoja itu
karena oksigen yang ku hirup tidak maksimal.
--------------------------
“kau
siapa?”Tanya yeoja itu menyelidik. Yeoja itu memaksaku masuk kesebuah kamar
hotel untuk berbicara lebih leluasa dan menghindar dari kejaran wartawan.
“aku
Jiyong, Kwon Jiyong. Kenapa kau menyekapku?”Tanyaku sok berani. Bukan aku takut
karena yeoja ini. Tapi, kau tahu hotel?? Hotel itu bisa dibilang sarang para
arwah. Dan rata-rata mereka mati dengan tidak wajar sehingga wajah mereka
sangat menakutkan.
“kau
takut padaku? Walau aku ini galak. Tapi, aku ini cantik jika aku menyerang
tubuhmu, kau tak akan rugi.”kata yeoja itu santai sambil menunjukku. Aku
semakin berjalan mundur dengan perlahan karena yeoja itu menetapku lekat dan
mulai mendekat. Aku ini namja jika melihatnya tak mungkin aku tak tertarik.
“kenapa
kau takut? Bukankah kau sudah menyicipi dadaku?”Tanya yeoja itu sambil sedikit
memiringkan kepalanya. Yeoja penuh kharisma itu kini terlihat sangat cute dan
manja. Jika aku sedang minum pasti yang kuminum akan tersembur. Apa yeoja ini
kehilangan rasa malu? Kenapa mudah sekali dia mengatakan kalimat itu?
Drrrt…
drttt…
Ponsel
yeoja itu bergetar di tasnya. Yeoja itu segera mengangkat telepon dari tasnya.
“YA!
TUNGGU AKU SEBENTAR LAGI!!! APAKAH KAU TAK MENGERTI!!! AKU INI BUKAN ARTIS
PENDATANG BARU. Jadi, kau tak perlu khawatir.”kata yeoja itu berteriak dan
langsung menutup teleponnya. Kalimat ‘jadi, kau tak perlu khawatir memang tak
diucapkannya dengan teriak seperti kalimat lainnya tapi, penuh tekanan dan
amarah di kalimat sederhana itu membuatku semakin takut. Apakah dia psikopat??
“YAK!!
KAU INI KENAPA??”teriak yeoja itu kesal. Yeoja itu mendekat padaku dan memegang
tanganku.
“HEY,
JANGAN MENYENTUHKU!!! Apakah kau tak sadar kau adalah yeoja?”kataku kesal tapi,
saat mengatakan ‘Apakah kau tak sadar kau adalah yeoja’ hantu yang mengikuti datang
kembali hingga aku jadi takut. Hantu yeoja bergaun putih berenda,walau wajah
pucatnya tapi, dia terlihat cantik. Aku rishi karena dia selalu mengikutiku
kemana pun aku pergi.
“kau
ini aneh. Seharusnya kau bersyukur karena ada artis cantik yang lagi hits
menyentuhmu.”celoteh yeoja itu kesal.
“jadi
kau artis?”Tanyaku polos, karena aku tak tahu. Bosku yang super galak itu tak
mengizinkan aku menonton TV berlama-lama.
“apakah
kau manusia purba? Kau tak mengenal TV?”kata yeoja itu kesal.
“ahk,
aku tak punya waktu. Berapa nomor ponselmu?”kata yeoja itu tapi, yeoja itu
lebih dulu mengambil ponselku di saku celana.
“itu
nomor ponselku dan simpan. Aku juga telah menyimpan nomer ponselmu. Aku juga
sudah menyimpan nomor KTPmu. Ini KTPmu. Aku buru-buru, Aku pergi dulu.”kata
yeoja itu dengan cepat sambil berjalan pergi meninggalkan aku sendirian di
kamar hotel.
“bagaimana
bisa dia mendapatkan KTPku?”kata aku binggung. Karena seingatku meletakan KTP
di dompet yang ada di saku jelana bagian belakang.
“dia
menyentuh bokongku??”gumamku.
“YAK!!
SIAPA NAMAMU?”tanyaku berteriak tapi, yeoja itu sudah menghilang.
“dia
bukan arwah kan?”tanyaku pada diri sendiri.
~~~~~~~~~~~~~~
“itu!
yeoja itu!!”kataku berteriak saat menatap televisi. Di televisi ada wajah yeoja
itu yang sedang menampar namja.
“kau
bermimpi! Yeoja sehebat itu tak mungkin bermain-main denganmu dijalanmu.
Sebaiknya cepat kau masakkan saja untuk meja 8. Apakah kau tak sadar kalau
sekarang lagi ramai?”jawab Dis Tie, bosku.
“ya
bos!”jawabku.
“jika
kau tak sanggup berkerja disini. Kembali saja dengan ommamu sana!”kata Dara
rekan kerjaku.
“aku
tak bisa berkerja di tempat lain selain tempat ini.”jawabku sambil kembali
masuk ke dapur.
“kau
begitu mencintai tempat ini?”Tanya Dara lagi sambil mengikutiku.
“bukan
begitu! Jika tidak bersama yeoja aneh bernama Dis Tie itu aku tak akan bisa
hidup tenang” jawabku santai sambil memegang kuali.
“karena
Dis Tie bisa mengusir hantu ya? Pantas saja kau mau dan selalu menuruti
permintaan yeoja kecil bawel itu.”gumam Dara.
“ne,
walau begitu dia penyelamatku.”kataku.
“kanapa
kau tidak nikahin saja dia. Kalau begitu kan kau bisa membawanya kemana pun kau
mau, termasuk kembali ke rumahmu.”
“kau
kira semudah itu meraih hati Dis Tie? Walau dia menyukai tipe sepertiku tapi,
dia adalah yeoja tangguh. Ommanya saja dia berani melawan.”
“kau
benar. Dia menakutkan. Tidak seperti yeoja berumur 19 tahun yang bias
dirayu.”jawab Dara.
“kalian
inginku kubur di dapur!”tegur Dis Tie pelan tapi, kata-katanya seperti pisau
yang menyakiti telinga dan hati pendengar. Entah sejak kapan yeoja ini ada di
belakang kami, aku sama sekali tak bisa merasakan auranya dan mendengar langkah
kakinya.
“annio,
Bos!”jawab aku dan Dara berbarengan. Dis Tie menghilang entah kemana.
“kau
bisa melihat hantukan? Kau yakin Dis Tie bukan hantu yang berpura-pura jadi
manusia?”kata Dara gugup.
“dia
manusia. Tapi, sungguh jika seperti ini aku juga merasa dia bukan
manusia.”jawabku.
@keesokan
harinya.
“Oppa………..”teriak
seorang gadis. Aku tahu siapa pemilik suara ini, sangat tahu dengan jelas
karena aku juga sering di teriaki dengan pemilik suara ini. Tapi, dengan nada
pedas sangat berbeda dengan saat ini.
“oppa..
kau sudah pulang? Kau ingin salad, aku akan meminta Dara membuat salad
untukmu.”kata Dis Tie dengan manja pada sosok namja yang baru saja masuk ke
restoran kami. Suaranya memang indah, sedikit berat tapi, indah. Walau begitu
aku geli dengan teriakan manjanya. Mungkin karena aku terlalu sering mendengar
dia membentakku hingga aku merinding jika dia berteriak dengan manja.
Jika
tamu resto tidak mengenal Dis Tie dengan baik, pasti mereka mengira namja itu
ke kasih Dis Tie. Tapi, sebenarnya mereka brother complex, begitu
memperhatinkan.
“kau
tak ke kampus?”Tanya namja itu sambil memeluk Dis Tie.
“hari
ini aku masuk sedikit terlambat oppa. Apakah kau kesini untuk menemuiku?”Tanya
Dis Tie tersenyum manis. Yah, harus aku akui Dis Tie memang manis dan lucu
tapi, siapa yang kuat jika berlama-lama dengan gadis “unik” itu? kecuali
oppanya itu, Tae yang.
“tentu
saja. Aku sangat merindukanmu.”kata namja itu sambil mengelus kepala Dis Tie
dengan lembut.
“ogh,
lihatlah! Nemplok-nemplok seperti cicak di dinding.”kata Dara sambil menatap
borther complex dengan kesal.
“kau
cemburu melihat pasangan bogel itu?”kataku santai. Kakak-beradik itu memang
bertubuh kecil tapi, memiliki tenanga yang kuat. Kalian bisa tahu dari teriakan
si adik dan otot-otot yang ada di lengan oppanya.
“Jiyong,
bisakah nanti kau antar uri Dis Tie ke kampus?”Tanya Taeyang.
“kenapa
tidak kau saja? Dengan begitu kalian semakin lama untuk bersama.”ucapku mencoba
menghindar.
“oh,
ne. idemu bagus.”ucap Taeyang dengan senyuman secerah mataharinya.
“apa
saat kemarin kau mengantarku ada hal buruk?”Tanya Dis Tie.
“yah.”jawabku
seadanya.
“dasar
pengecut. Kau ketakutan seperti itu kau bakal di kejar terus.”ucap Dis Tie
tajam. Astaga, mulut gadis ini berbahaya. Jika aku tak menemukan jodohku
mungkin karena mulut gadis ini yang selalu menjelekkanku.
“akanku
buka pelindung restoran ini. Biar kau terbiasa dengan mereka yang suka
melayang-layang itu.”ucap Dis Tie berbisik didekatku dengan mengancam.
“aku
mohon. Jangan lakukan itu!”kataku sambil mengegam tangannya erat.
“sayangnya
aku sangat ingin melakukannya”kata Dis Tie sambil tertawa, tawanya terdengar
sangat menakutkan. Aku melirik ke Taeyang, dia temanku saat sekolah jadi aku
harap dia bisa membujuk adiknya. Tapi, Taeyang malah tersenyum lebar sambil
mengelengkan kepalanya. Sepasang kakak-beradik ini memang aneh. Si kakak
bagaikan matahari sedangkan si adik bagaikan meteor yang menghancurkan bumi.
Jika si kakak kalem dan sangat lembut tapi, si adik galak, kejam dan
menakutkan. Kenapa si kecil galak itu bernama Dis Tie? Nama itu terdengar aneh
kan? Aku pernah menanyakan arti namanya lalu, Dis Tie menjawab “aku tak tahu
pasti arti namaku satu persatu dan berasal dari mana tapi, keseluruhan arti
namaku ada doa agar aku menjadi wanita angun dan secantik putri” . Sungguh
berlawanan dengan kenyataan. Sebenarnya mereka berbeda omma. Kebetulan omma Dis
Tie sama anehnya (aku rasa itu faktor keturunan). Paling tidak Taeyang nomal
dan sangat normal dibandingkan adiknya tentunya jika tidak termasuk dengan
penyakit brother complex yang mereka miliki.
Seseorang
masuk ke restoran dengan jas yang menutupi hampir seluruh tubuhnya dan dia
menutupi rambutnya dengan syal dan topi. Dia mengenakan kacamata hitam dan
masker untuk menutupi wajahnya.
“rabbit
girl!”kata Dis Tie tersenyum kearah tamu misterius itu. Tamu itu membuka
kacamatanya, penutup wajah dan topinya dengan angun. Dimataku seperti ada
bintang-bintang yang menjadi backgroundnya, sangat indah.
“Chaerin!!
Ommo, Chaerin!”kata para pengunjung kaget. Mereka segera mengambil ponsel dan
kamera untuk memotret Chaerin si tamu misterius itu.
“oh,
namanya Chaerin.”ucapku pelan sambil menatap yeoja itu.
“HEY,
JAGA MATAMU! Biasa saja! Tolong jangan menatapnya dengan tatapan penuh
cinta!”teriak Dis Tie sambil menunjukku. Sial, yoeja ini membuatku malu. Tidak
pernahkah dia berfikir sebelum berbicara? Apakah dia tak malu berteriak-teriak
seperti itu sepanjang hari di depan tamu?
“aish”keluhku.
“untung
kau disini.”kata yeoja itu kaget saat melihatku.
“kau
kenal dengan namja penakut ini, Chaerin?”kata Dis Tie sambil menepuk pundakku.
Aish, Benar-benar! Masa depanku bisa suram karena yeoja ini.
Aku,
Taeyang, Chaerin dan Dis Tie berada di salah satu ruangan untuk tamu restoran
VVIP. Suasana sunyi tapi, seperti biasa Taeyang tersenyum manis. Entah apa yang
membuat dia tersenyum seperti itu.
“kenapa
aku juga disini?”tanyaku memecah kesunyian. Dis Tie melirik Chaerin.
“aku
minta tanggung jawabmu.”ucap Chaerin menatapku. Dis Tie menatapku dengan
tatapan “perang”.
“apa
yang kau lakukan, Jiyong ssi?”Tanya Dis Tie masih dengan tatapan mematikan.
“sungguh,
aku tak melakukan kesalahan, Bos.”jawabku. Aigo, Dis Tie semakin terlihat
seperti ratunya arwah. Auranya begitu menyeramkan.
“dia
menyerangku dijalan.”jawab Chaerin santai. Aigo! Aigo! Yeoja ini berbohong. Dia
berlebihan.
“jadi,
Chaerin. Apa yang harus namja payah ini lakukan?”Tanya Dis Tie.
“aku
ingin kau menyerahkan namja ini untukku, imo.”jawab Chaerin tersenyum manis
dengan aegyonya pada Dis Tie.
“imo??”tanyaku
binggung sambil menatap Taeyang.
“yak!
Chaerin bukan anakku! Jangan menatapku begitu! Dia anak sepupu kami. Dia
berbeda tiga tahun dariku, tak mungkin aku menghamili orang saat umur tiga
tahun.”jelas Taeyang gelagapan.
“o”ucapku
reflek, aku melupakan permintaan Chaerin.
“kau
ingin aku menyerahkan namja ini untukmu? Jujur saja aku tak mau
menyerahkannya”ucap Dis Tie tegas. Bagus, ternyata Dis Tie menyelamatkanku.
Jika aku tak bersama Dis Tie maka arwah-arwah itu akan menghantuiku.
“wae,
imo?”Tanya Chaerin masih dengan aegyonya sedikit merengek. Bisa-bisanya dia
berekpresi seperti itu di depan Dis Tie.
“Dia
namja payah. Kau bisa dapat yang lebih baik darinya. Jujur saja aku juga selalu
cari alasan biar dia tak betah disini tapi,namja ini bertahan.”jelas Dis Tie.
Ommo, dia keteraluan! Hancur masa depanku.
“aku
yakin aku bisa menjinakkannya. Bagaimana?”kata Chaerin. Apa-apaan ini? Dua
yeoja ini bicara apa?
“baiklah
kau bisa membawanya.”ucap Dis Tie yakin.
“aku
mohon biarkan aku disini.”belaku.
“wae,
kau takut pada arwah-arwah itu? sekarang waktunya kau terbiasa dengan
mereka.”kata Dis Tie tersenyum menakutkan.
“dia
bisa melihat arwah?”Tanya Chaerin binggung.
“ne,
aku rasa kau akan jadi pengasuhnya.”jawab Tae yang santai. Kenapa tidak ada
yang membelaku? Setidaknya mereka harus memberikan aku kesempatan untuk bicara.
@jalan
menuju rumah Chaerin
“buka
matamu!”ucap Chaerin sambil menyetir mobil sportnya.
“Aku
akan membantumu berani mengatasi mereka dan kau harus menurutiku. Bagaimana?
Ingat, kau sudah tak diterima Imo Dis Tie.”kata Chaerin tenang.
“ini
sama saja seperti memilih racun atau di tembak.”ucapku masih menutup mataku.
“lagian
bagaimana bisa kau bisa membuatku berani menhadapi mereka? Dis Tie saja tidak
bisa”ucapku lagi.
“itu
karena dia terlalu memanjakanmu. Jika kau terbiasa sama mereka, maka kau tak
akan ketakutan lagi. Jadi aku akan menginakan cara itu.”jelas Chaerin.
“kau
kira semudah itu.”kataku sambil menatapnya. Tapi, di depan mobil kami ada arwah
yang sedang berjalan. Aku menutup wajahku dengan tangganku. Sebenarnya saat
menembus arwah tidak ada yang berbeda hanya saja jika menembus sesuatu seperti
itu rasanya menjijikan.
“jadi
kau setujukan.”kata Chaerin santai.
“kau
yakin itu berhasil. Bagaimana jika tak berhasil?”tanyaku.
“itu
deritamu.”jawab Chaerin datar. Astaga, yeoja ini menyebalkan.
@rumah
Chaerin
“kita
sampai! Tenanglah, kata Dis Tie di rumahku hanya ada arwah-arwah tenang yang
tak menggangu. Mereka juga menetap tidak berpindah-pindah.”ucap Chaerin sambil
menutup pintu mobilnya. Aku membuka mataku, membuka pintu mobil dan keluar dari
mobilnya.
Seorang
namja menghampiri kami. Aku rasa dia adalah pelayan karena mengenakan seragam.
Chaerin langsung melemparkan kunci mobil pada namja itu.
“masuklah.
Atau kau ingin di situ saja?”kata Chaerin dingin. Aku yang gugup langsung
menutup pintu mobilnya kamebali dan mengikuti Chaerin.
Rumahnya
bagaikan Villa hanya saja lebih luas lagi. Rumahnya di hiasi dengan
barang-barang seni seperti lukisan dan guci. Chaerin memasuki lift jadi aku
langsung mengikutinya untuk masuk. Chaerin menekan tombol “3”.
“ini
4 lantai?”tanyaku binggung.
“ne,
tapi, lantai ke 4 hanya untuk hali saja. Rumah ini gak seindah rumahmu jadi kau
biasa saja”jawab Chaerin cuek.
“kau
tahu rumahku?”tanyaku binggung. Chaerin tak menjawab. Dia hanya menatapku,
seakan bilang “berisik!”. Dia sama tantenya sama saja. Pintu lift terbuka.
Chaerin keluar dan lagi-lagi aku mengikutinya, hanya itu yang bisa aku lakukan
sekarang.
“aku
tahu kau anak satu-satunya dari Dragon, perusahaan appamu yang menjamur di
hampir semua bidang itu. Sayangnya kau disembunyikan karena di kira gila.
Awalnya aku tahu dari imo tapi, tenyata tuhan mempertemukan kita
langsung.”jelas Chaerin. Apa dia akan memeras uri appa?
“lalu,
maksudmu untuk..”tanyaku terputus karena sedikit ngeri.
“ne”jawab
Chaerin simpel
“bukankah
kau sudah kaya? Kenapa menculikku?”protesku.
“aish!!
Bukan seperti itu. Uri appa melarangku untuk menjadi idol. Dia ingin aku
meneruskan perusahaannya, setidaknya suamiku nanti yang akan melakukannya.
Jadi, sepertinya kau adalah orang yang tepat.”jawab Chaerin. Apa yang
dikatakanya? Apakah dia melamarku?
“kau
melamarku?”tanyaku ragu.
“ya,
jika kau angap itu adalah lamaran.”jawab Chaerin santai. Yeoja ini sama uniknya
dengan Dis Tie.
“kamarmu
disini. kamarku ada di depan kamarmu.”katanya sambil menunjuk sebuah pintu.
“terlalu
banyak kamar disini. Bagaimana cara membedakaannya?”
“mudah
saja. Kau tak usah, keluar kamar.”katanya santai lalu masuk ke kamarnya.
Apa-apaan ini?
-----------
Klek!
Aku segera melihat kearah pintu. Chaerin muncul dari balik pintu dengan
mengenakan gaun putih dia melihat ke seliling kamar.
“wae?”
tanyaku menghampirinya.
“hanya
melihat-lihat. Ini sudah waktunya makan malam. Ayo, kita turun! Aku sudah
bilang dengan appaku kau ke kasihku. Jadi, perankan dengan baik.”jelas Chaerin.
“apakah
aku perlu berganti baju?”tanyaku.
“tentu.”
“aku
tak punya pakaian formal.”jelasku.
“kau
belum melihat lemarinya? Aku tunggu di luar.”kata Chaerin sambil berjalan
menuju pintu.
Beberapa
menit kemudiam aku keluar dari kamar. Langkahku berhenti sebelum membuka pintu
karena sepertinya Chaerin sedang mengobrol dengan seseorang.
“jadi
kau mencintainya? Kenapa kau mengikutinya tanpa mengetahui perasaanmu.”kata
Chaerin entah dengan siapa.
“aku?
Yang benar saja.”kata Chaerin lagi.
“dari
pada kau mengikutinya mending kau pergi saja. Biarkan dia tenang, bukankah kau
juga seharusnya sudah tenang.”kata Chaerin.
“cinta
pertama!?”kata Chaerin heboh. Aku membuka pintu kamarku. Tak ada siapa-siapa,
hanya Chaerin sendirian di depan kamarku.
“kau
bicara dengan siapa?”tanyaku binggung.
“selain
kau tak tau TV ternyata kau juga tak tahu ponsel.”jawab Chaerin datar. Yeoja
ini menyebalkan.
“apakah
bajunya cocok?”Tanya Chaerin.
“ne,
semuanya sesuai ukuranku. Apakah kau yang menyiapkannya?”tanyaku sedikit
berharap. Ayolah, walau dia seperti itu bukankah tak ada ruginya jika dia
benar-benar mencintaiku.
“tidak!
Uri appa dan appamu yang melakukannya. Kajja, mereka sudah menunggu dibawah.”
“appa!”kataku
kaget.
@satu
jam kemudian.
Aku
dan Chaerin masuk ke lift setelah makan malam ditaman. Huft.. sudah lebih dari
setahun aku tak bertemu dengannya tapi, appa terkesan biasa saat melihatku.
Seperti biasa omma memelukku kuat saat aku mendekatinya. Semua berjalan lancar.
Mereka mengira kami memang sepasang kekasih karena cerita bohong Chaerin. Tapi,
hal yang mengejutkan adalah Chaerin adalah teman di play grubku dulu. Bahkan omma
membawa foto saat kami menari bersama dan..
“akh,
kenapa ahjuma membawa foto itu!”teriak Chaerin sebelum keluar dari lift.
“wae?”tanyaku
mengikutinya.
“itu
memalukan!”katanya sambil menutup wajahnya.
“foto
kita berciuman itu sudah lama, saat kita masih kecil sekali. Aku saja tak
mengingatnya lagi jadi kau tak usah memikirkannya.”ucapku kali ini dengan
santai. Yah, omma membawa sebuah foto yang ada gambar aku sedang mengecup bibir
Chaerin. Aku tertawa kecil.
“wae?
Itu menyenang bagimu?”tanyanya mencegatku hingga langkahku berhenti.
“ne!
yeoja kecil yang polos selalu ku goda di masa kecilku sekarang ada di
hadapanku. Awalnya aku takut denganmu, ternyata taka ada ruginya jika kita
adalah kekasih.”ucapku sambil tersenyum. Menatapku binggung.
“oh,
yah. Masalah foto ciuman itu, mau kah kau mengingatku bagaimana
rasanya?”tanyaku sambil mendekati wajahnya. Chaerin mundur beberapa langkah dan
langsung lari ke kamarnya. Kekeke.. dia lucu. Masih polos seperti dulu. Dulu
saat kecil aku memang menonjol karena hobby nyanyi dan danceku. Saat itu aku
memang masih menjadi pusat perhatian karena indra ke enamku masih samar. Walau
saat itu aku sudah bisa melihat arwah hanya saja aku tak bisa membedakan arwah
dan manusia. Dulu Chaerin yeoja pendiam yang hanya diam di kelas lalu aku
sengaja mendekatinya. Bisa dibilang kami adalah teman yang akrab sejak itu.
Setelah lulus Chaerin pindah ke Jepang, saat itulah aku tak tahu kabarnya.
“cinta
pertamaku.”gumamku sambil tersenyum.
“ah,
tunggu. Kamarku yang mana?”gumamku panik.
“eh,
kau disini?”kataku saat keget melihat yeoja canti yang selalu mengikutiku,
tidak dia arwah bukan manusia. Dia menembus sebuah pintu lalu aku mengikutinya.
Dan membuka pintu itu.
“akhirnya
aku menemukan kamarku.”kataku saat melihat kamarku.
TBC
Dika
gak bisa bikin Foto, lagi males edit pict lagian softwarenya gak ada.Dika rasa
ni FF gaje ya... *binggung sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar