Judul : ONLY GIRL #1
Author: Mahardika Putri
Genre: romance
Rating: T
Cast: Lee Chaerin (CL 2NE1)
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
Dua yeoja dengan seragam sekolah baru saja keluar dari sebuah gedung bimbel. Mereka berjalan kaki berdua hendak pulang kerumahnya.
“kau jadi masuk sekolah asrama itu, chaerin?”
“tentu saja. Itu sekolah terbaik disini.”kata Chaerin. saat dia melihat kesebelahnya dia baru sadar bahwa temannya tidak ada lagi. Chaerin membalikkan badannya, berjalan melewati jalan yang telah dia lewati sebelumnya dan melihat temannya sedang menatap layar TV yang tertempel di gedung yang tinggi. Televisi itu sedang menayangkan seorang namja yang sedang bernyanyi.
“kau ini tiba-tiba saja menghilang!”tergur Chaerin.
“G-Dragon.. Dia swag sekali! Aku sungguh mengidolakannya.”gumam yeoja itu.
“kau! Ayolah, ini sudah malam.”kata Chaerin mengingatkan dan menarik tanggan temannya.
“kau tak mengidolakannnya?”
“tidak! Aku tidak menyukainya”
“apakah kau masih normal? lihat dia! Suaranya merdu, pandai menulis lagu, lagu-lagunya bagus dan dia swag sekali. Tidak hanya itu! Dia banyak mendapat penghargaan internasional.”kata yeoja itu dengan mata berbinar-binar seperti dihipnotis oleh pesona namja yang sedang di layar Tv itu.
“tidak!”kata Chaerin tegas. Chaerin mencoba menarik temannya tapi, tidak bisa.
“baiklah. Tapi, sebentar saja.”kata Chaerin menyerah.
@beberapa bulan kemudian
Grett... roda dari koper terdengar sangat keras karena beberapa gadis mengeret koper mereka yang beraneka warna, ukuran bahkan bentuk secara bebarengan. Termasuk juga gadis yang kini telah berambut hitam, Chaerin.
“hya!!!!”teriak beberapa gadis yang berapa diluar salah satu kelas. Mereka mengerubungi kelas itu. Lalu gadis-gadis yang membawa koper pun segera berlali menuju kelas itu.
“kenapa kau diam saja? Ayo!!”kata seorang gadis yang menarik tanggan Chaerin. Chaerin semakin binggung tapi, hanya mengikuti gadis yang menariknya.
“unnie!!! Saranghae!!!”teriak beberapa gadis mulai histeris.
“ada apa?”tanya Chaerin sambil melihat menuju kelas yang dikerubungi dengan penasaran. Chaerin sedikit menjinjit untuk melihat lewat jendela apa yang membuat kerubungan itu heboh. Tapi, Chaerin tak bisa melihat apa-apa.
“ini kelas ‘QUEEN’. Para princess berkumpul dikelas ini.”kata gadis itu menjelaskan sambil meloncat-loncat untuk mengitip dari kerubungan orang.
“norak! Apa-apaan ini?”kata Chaerin kesel. Chaerin melepaskan diri dan keluar dari kerumunan gadis-gadis itu.
Pintu kayu berwarna putih elegan terbuka. Beberapa gadis keluar dengan senyuman ramah. Tapi, anehnya tidak ada satu pun dari gadis-gadis yang histeris itu mencoba mendekat mereka malah menjaga jarak untuk memberi jalan untuk gadis yang dari kelas itu sambil menatap gadis-gadis itu tanpa ingin melewatkan satu gerakkanpun.
“oh, ternyata kelas untuk kumpulan gadis cantik.”gumam Chaerin pelan.
“tidak hanya cantik. Mereka dari keluarga chebol, cerdas dan paling penting itu adalah ketua mereka, sang QUEEN.”jelas gadis itu lagi yang tiba-tiba di samping Chaerin. Chaerin melihatnya kaget.
“oh ya. Namaku Lily Wang!”katanya sambil tersenyum.
“adik-adikku yang cantik, tidak bisakah kalian kembali ke kelas? Bukankah kalian ada kelas. Saat ini aku ingin bermain-main dengan adik-adik baru kita.”kata seorang gadis yang baru saja keluar dari kelas itu. Gadis itu sangat cantik apalagi dia tersenyum dengan manisnya membuat orang yang melihatnya kagum.
“Ji Young unni!!!”teriak mereka histeris dan begitu juga gadis bernama Lily itu. Tapi, Chaerin terdiam membatu. Dia terdiam karena merasa berada dinegeri dongeng yang disana terdapat putri cantik yang lembut dan berpakayan renda-renda alla bangsawan eropa.
“kenapa kalian masih disini? Haruskah aku melaporkan kalian? Kau Song Ji Min, kelas B semester tiga. Pointmu ditambah 25 karena sudah teriak terlalu keras. Mong hye sun, kau saat ini ada kelas kan?”kata gadis yang kini ada disamping gadis bernama Yong Ji itu. Kerubungan itu pun menjadi sedikit senggang karena sudah cukup banyak orang yang bubar. Hanya tersisa gadis-gadis yang membawa koper karena baru saja masuk.
“ayo, adik-adikku!”kata gadis bernama Jong Ji itu meminta junior-juniornya mengikutinya.
-----------Chaerin pov------------------------
@istirahat
“jadi, aku sekolah disini bukan karena ‘QUEEN’?”tanya Lily.
“tidak. Aku baru saja mengetahuinya tadi. Jadi, yeoja galak yang selalu disampingnya itu siapa?”tanya Chaerin mulai tertarik.
“oh, itu Kimmi. Dia itu biasa dibilang pengawalnya Queen. Dimana ada queen disitu ada dia. Awalnya senior membenci itu tapi, karena tau Kimmi bisa melindungi queen makanya mereka setuju saja.”
“memamg apa yang pernah terjadi?”
“ada yeoja yang memaksa memeluk queen. Yang lebih parah mereka pernah menyentuh pipinya.”jelas Lily hiperbola. Aku tahu kelas “princess”, “queen” atau apalah itu memang mengagumkan karena didalamnya seperti ada tokoh-tokoh komik dan bangsawan barat. Tapi, jika menyentuh mereka bukankah itu wajar?
“jadi, kau masuk disini karena mereka?”tanyaku. kuambil sesendok nasi dan daging lalu memasukkanya ke mulutku.
“tentu saja!”jawab Lily yakin. Sepertinya Lily memang tipe hiperbola.
“sudah lihat pembagian kamar?”Tanya seseorang gadis yang mengenakan seragam sepertiku. Aku dan Lily mengelengkan kepala kami dengan kompak.
“sebaiknya segera lihat. Pengumumannya ada di mading.”kata gadis itu tersenyum.
“gomawo!”jawab kami berbarengan. Lalu gadis itu pun pergi.
Aku membuka pintu kamar asrama yang telah ditetapkan untukku. kamar ini tersusun rapi, bersih dan sangat cantik. Baguslah, ternyata yang berbagi kamar denganku juga cinta kebersihan.
“oh, kau.”kata seseorang mengeluarkan kepala dan rambut panjangnya dari kamar mandi.
“ne, sunbaenim.”jawabku kaku. Aku tak percaya aku sekamar dengan queen. Aku harus bagaimana? Bisa-bisa aku hanya menatapnya kagum tanpa melakukan hal apapun.
“taruhlah barang-barangmu. Jangan sungkan karena ini kamarmu juga! Aku mandi dulu”katanya sambil tersenyum dan masuk kembali ke kamar mandi itu.
“ne!!”jawabku. kenapa aku jadi menjaga imageku?
@beberapa menit kemudian
“akh.. segarnya. Kau boleh mandi sekarang.”kata sunbaenim yang baru keluar dari makar mandi.
“senior.. kenapa kau menjadi pasanganku?”tanyaku binggung karena temanku dapat teman kamar yang seangkatan.
“pasangan?”katanya tersenyum. Ommo, senyumannya.
“karena sejak awal masuk aku sendirian dikamar ini.”jawabnya lagi-lagi tersenyum. Kenapa sekarang rasanya oksigen menipis ya?
“oh, begitu.”
“oh ya, jangan memanggilku “sunbae”!”
“lalu? Queen?”tanyaku binggung. Dia tertawa tapi, tidak ada suara. Dia menahan suara tawanya. Sungguh anggun.
“unnie saja”katanya sambil menahan tawanya.
“baiklah. Aku mandi dulu unnie.”kataku sambil mengambil handukku dengan sedikit gugup karena unnie melihatku sambil tersenyum. Sungguh tingkahku memalukan.
Ini sudah dua bulan aku sekamar dengan queen atau Ji Young unnie. Dia unnie yang sangat baik hingga aku sangat gugup didekatnya.
“unnie.. apakah hari ini aku cantik sepertimu?”Tanya seorang temanku pada Ji Young unnie.
“tidak. Tentu saja kau jauh lebih cantik dari pada aku.”katanya dengan senyuman manis nan lembutnya seperti biasa.
“aku iri denganmu karena berbagi kamar dengan queen”kata lily sambil menompang dagu dengan tangannya. Sebenarnya aku belum pernah berbicara panjang dengan Ji Young unnie setelah aku pindah ke kamarnya. Dapat berbicara sesantai itu dengan Ji Young unnie membuatku iri.
“karena dia teman sekamarku aku jadi tak nyaman.”
“kenapa?”
“karena aku merasa berbagi kamar dengan seorang putri bangsawan barat sedangkan aku adalah pelayannya.”
“aku rasa kau gila.”gumam Lily dengan wajah khawatir.
Dengan lemas aku membuka kamarku dan menutupnya kembali dengan perlahan.
“waa!!!!!!!!!”teriakku kaget. Namja tanpa baju dan tubuhnya d hiasi dengan tattoo itu kini membekap mulutku dengan tangannya.
“ku mohon diam Chaerin!”kata namja itu. Ku sikut perutnya hingga dia melepaskanku. Dia berdiri dengan lemas menahan sakit. Aku rasa aku pernah melihatnya.
“siapa kau? Apa yang kau lakukan dengan Ji Young unnie?”tanyaku cemas. Aku memegang buku tebal yang siap dilemparkan ke arahnya.
“Ji Young unnie! Kau dimana?”kataku sedikit berteriak mencari Ji Young unnie karena aku baru saja melihatnya juga masuk ke kamar sebelum aku masuk.
“aku Ji Young.”kata namja itu.
“suara itu!”gumamku. Aku terduduk lemas.
“baiklah. Akan aku jelaskan. Aku akan jadi budakmu asalkan kau merahasiakan hal ini. Aku mohon.”pintanya.
“kau Ji Young unnie?”tanyaku sedikit takut.
“ne!”
“queen?”
“ne!”
“stop! Cepat kenakan bajumu dan jelaskan padaku!” namja itu pun segera mengenakan baju namja yang di tangannya.
“tidak baju itu!”kataku.
“ini?”tanyanya sedikit kesal. Aku mengaguk dan dia segera mengenakan baju yeojanya.
“ini juga!”kataku sambil melemparkan wig nya.
“ayolah, ini sangat panas.”katanya mencoba merayuku agar dia tak mengenakan wig itu.
“pakai saja dulu. Aku belum terbiasa.”kataku memaksa. Dan dengan terpaksa dia mengenakan wignya.
“baik. Jelaskan sekarang!”pintaku. dia mengunci pintu kamar kami dan duduk di hadapanku dengan jarak cukup jauh.
“kau tau G-Dragon?”katanya.
“ah, jadi G-Dragon itu kau? Pantas saja terlihat tidak asing”tanyaku spontan.
“biasanya kau selalu bicara dengan sopan padaku.”
“biasanya kau juga lembut dan anggun dimana pun dan kapan pun.”balasku.
“ya. G-dragon itu aku. Rumah dan sekolahku selalu dipenuhi fans fanatik yang menggangu hidup tenangku. Sehingga tak sengaja berpura-pura menjadi Ji Young dan ternyata aku hidup dengan nyaman sebagai Ji Yong.”jelasnya.
“karena kau selalu dapat pelukan tanpa image namja mesum kan?”celetukku. Dia menatapku kesal.
“baikalah. Aku akan merahasiakannya. Sesuai janjimu tadi, aku merahasiakan dan kau akan jadi budakku.”
“benarkah?” ada senyuman manis diwajahnya.
“ne. Asalkan kau tak memeluk yeoja-yeoja itu, menyentuhnya dan selalu siap menjagaku. Bagaimana?”
“baiklah! Kau juga harus merahasiakannya.”
“tentu saja!”kataku sambil tersenyum kemenangan. Mimpi apa aku tadi malam?
“ini terlalu mudah. Apakah kau fansku?”tanyanya sambil mencondongkan tubuhnya ke arahku.
“fansmu?? Tidak. Aku malah tidak menyukaimu jadi, aku bisa memanfaatkan keadaan ini”jawabku santai.
“mwo??”
“kau budakku kan? Diam dan ambilkan aku minum.”perintahku.
@beberapa menit kemudian
"aku ingin mengunakan pipet!"pintaku. Dan dia segera mengambilkanya untukku.
"masukkan pipet itu kemulutku."perintahku.
"ne!"jawabnya tersenyum manis. Aku yakin senyuman itu juga akan segera menghilang dari wajahnya.
@beberapa jam kemudian
"unnie, aku lapar. bisakah kau membelikan aku mie instan?"pintaku.
"ne!"jawabnya penuh semangat tapi, masih menggunakan suara yeoja.
@22.00 malam
“unnie kan dari kelas unggulan. Aku yakin tugas matematika itu sangat mudah untukmu. Aku punya tugas matematika. Kau yang kerjakannya ya? Itu dikumpulkan besok. Oh ya, jangan lupa siapkan juga buku-buku yang akan aku gunakan besok.”kataku sambil memeluk gulingku.
“ah, ne!”jawab Ji Young unnie yang segera bangun kembali dari kasurnya dan mengambil buku-bukuku. Entah mengapa, ini begitu menyenangkan. smile emotikon
TBC
cuap-cuap: sungguh, ini salah satu ide bodohku yang gak kelar-kelar dari berabad-abad lalu.*lebay.
ini FF lebayku yang pertama dan aku rasa ini yang paling lebay dari semua FFku. hahaha.. *malu sendiri.
aku sangat butuh edittor foto atau poster untuk FFku karena leptopku sudah tidak ada kemampuan untuk "menyulap" foto dan pastinya author baru jadi yang berminat hubungin aja Dika. makanya fotonya seadanya.*mianhae.
oh ya.. ini FF pertamaku yang lebay dan aku akan sangat sulit menulis kembali karena perkerjaan jadi aku sangat butuh saran dari pembaca. gomawo!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar