Author: Mahardika putri
Cast: Jiyong ( GD BIGBANG)
Chaerin (CL 2NE1)
Genre: Angst
Rating: T
cuap-cuap: ini FF udh ikut lomba di page https://www.facebook.com/
mian, Dika belum posting FF baru Dika karena Dika lagi ada gangguan. smile emotikon
happy reading
_____________
“menurutmu bagaimana film tadi?”tanya Jiyong kepada yeoja di sampingnya. Mereka baru selesai menonton film berdua.
“akh, filmnya sama sekali tidak menakutkan.”jawab yeoja itu yang bernama Chaerin.
“mwo? Menurutku film itu sudah menakutkan.”
“kau saja yang terlalu penakut.”ledek Chaerin.
“aku tak akan mengajakmu menonton lagi.”
“kau mengambek? Jangan seperti itu! Ayolah, Jingyo oppa..”kata Chaerin memegang tangan Jiyong sambil menggunakan aegyonya.
“aku tak kuat dengan aegyomu.”kata Jiyong tersenyum dan Chaerin tersenyum penuh kemenangan. Jiyong mengandeng tangan Chaerin erat.
Chaerin dan Jiyong adalah rekan kerja yang akrab. Walau status mereka dikantor adalah karyawan dan manager mereka punya hubungan yang tidak terduga oleh yang lainnya. Ya, mereka saling mencintai tapi, hingga saat ini belum ada yang berani menyatakan cinta. Jiyong tidak yakin Chaerin menyukainya sedangkan Chaerin malu mengungkapkan perasaannya lebih dulu.
@kantor
“Semangatlah Chaerin! Aku yakin dia pasti menerimamu”kata Dara memberi semangat pada Chaerin. Chaerin pun memberanikan diri untuk menyatakan cintanya pada Jiyong.
“ne, nanti malam aku akan mengajaknya bertemu dan mengatakanya.”kata Chaerin tersenyum penuh semangat karena Dara meyakinkannya. Dara adalah teman kerja Chaerin juga.
“Chaerin. Tolong berikan ini pada manager Jiyong. Dia membutuhkannya segera. Aku sedang menerima telepon jadi tidak bisa memberikannya.”kata ketua departemenku yang mampir ke meja kerjaku sambil memberikan dokumen.
“ne.”jawab Chaerin. Chaerin pun segera pergi ke ruangan Jiyong. Diketuknya pintu beberapa kali. Karena tidak ada jawaban Chaerin pun masuk. Chaerin tidak sengaja melihat Jiyong sedang berciuman dengan salah satu karyawan yeojanya. Chaerin segera melangkah pergi dan menenangkan diri di WC kantornya. Setelah lima menit dia putuskan kembali ke ruangan Jiyong untuk memberikan dokumen penting yang belum dia berikan tadi. Chaerin kembali mengumpulkan keberaniannya. Bukan keberanian untuk menyatakan perasaannya pada Jiyong tapi, keberanian untuk bertemu Jiyong.
Jiyong Pov
Kulirik Chaerin, sepertinya akhir-akhir ini dia menghindar dariku. Dia selalu menolak saat aku mengajaknya makan malam, menonton bahkan dia sekarang juga jarang membalas pesanku. Jika dia balas pun hanya kalimat datar yang ditulisnya. Tidak seperti biasanya. Apa dia terlalu sibuk? Apa dia diberikan perkerjaan terlalu banyak oleh ketua departemenya? Hingga dia tak mepedulikanku.
“ini Taeyang dia maneger baru penganti tuan Park yang pindah.”kataku memperkenalkan karyawan baru. Taeyang memang terlihat ramah saat aku memperkenalkannya pada karyawan disini. Tapi, aku rasa dia selalu mencuri pandang pada Chaerin. Aku tak menyukai ini.
“Jiyong, kau sibuk?”kata Taeyang saat menghampiri ruangan kerjaku.
“tidak. Kenapa? Ada yang ingin kau tanyakan?”kataku. kami memang tidak berbicara formal karena aku dan Taeyang adalah teman kecil.
“apakah Chaerin punya kekasih?”tanya Taeyang.
“ini waktu kerja.”
“hanya ini pertanyaanku untuk hari ini.”kata Taeyang tersenyum malu.
“kau cari tahu saja sendiri.”kataku dingin.
“kau terlalu kaku.”kata Taeyang mengeleng-gelengkan kepalanya dan berjalan keluar dari ruanganku.
^^^^^^^^^^^^^^^^
Chaerin benar-benar telah menghilang dari keseharianku dan kini dia mungkin tak akan bisa aku dapatkan lagi.
“maukah kau jadi kekasihku?”tanya Taeyang sambil menatap Chaerin lembut. Aku benci pada diriku sendiri karena tidak pernah bisa berkata seperti itu untuk Chaerin.
“ne”jawab Chaerin. Dan kini aku melihat mereka berpelukan. Kubalikkan tubuhku dan berjalan pergi meninggalkan mereka di rooftop kantor.
Aku telah menghilangkan kesempatanku untuk memiliki Chaerin. Aku terlambat.
^^^^^^^^^^^^^^^^
Hubungan mereka kini sudah beberapa minggu, mereka terlihat bahagia. Tapi, Chaerin tak seceria dulu. Apakah itu hanya pandanganku saja, aku juga tak tahu. Yang jelas kini Chaerin semakin menghindariku.
Saat ini kami ada acara liburan bersama satu kantor ke sebuah wisata alam. Tapi, tidak menjadi liburan yang menyenangkan karena mataku hanya tertuju pada Chaerin. Chaerin terlihat murung dan Taeyang selalu menempel padanya.
“makan ini.”kata Taeyang sambil menyuapi Chaerin dengan ikan yang baru kami bakar. Chaerin membuka mulutnya dan memakan ikan yang Taeyang berikan.
“apakah kalian ada rencana akan menikah?”tanya salah satu karyawan ke pada Chaerin dan Taeyang.
“tentu saja.” Jelas Taeyang sambil tersenyum malu. Sedangkan Chaerin terlihat biasa saja seakan tidak ada yang mengusiknya.
“hua... kapan rencananya?”kata yang lain. Taeyang hanya tersenyum dan memeluk Chaerin.
“sebentar lagi.”kata Taeyang senang seakan mengatakan ‘Chaerin milikku’.
“aku perlu bicara denganmu.”kata Dara sambil memegang tanganku. Dara adalah teman Chaerin. aku jarang bicara dengannya tapi, apa urusannnya dia denganku? Aku berdiri dari dudukku dan mengikuti Dara. Dara mengajakku ke sebuah sungai yang cukup jauh dari tempat kami berkumpul tadi.
“ada apa?” tanyaku penasaran.
“mungkin ini sudah terlambat tapi, aku harus mengatakannya. Chaerin akan menikah dua minggu lagi. Dan besok undangan akan disebar.”kata Dara menjelaskan. Aku tersentak kaget mendengarnya tapi, aku mencoba bertingkah biasa saja.
“lalu, apa hubungannya denganku?”tanyaku seolah-olah tidak ada apa-apa.
“kau tidak bisa membodohiku! Aku tahu kau menyukai Chaerin. katakan perasaanmu padanya sebelum kau benar-benar terlambat.”kata Dara. Kubalikkan tubuhku, ingin pergi sebelum aku sakit hati.
“Chaerin menyukaimu.”kata Dara dan itu berhasil membuat langkahku berhenti dan berbalik darinya.
“Chaerin mencintaimu, kau harus tahu itu.”kata Dara lagi dan aku pun berjalan mendekati Dara.
“itu tidak mungkin.”kataku tersenyum getir. Kenapa disaat seperti ini aku baru mengetahuinya?
“Dia telah berniat menyatakan perasaannya padamu. Tapi, dia melihat kau sedang berciuman dengan yeoja lain dan dia mengurungkan niatnya. Dia malah berusaha melupakanmu. Taeyang pun datang menawarkan cinta untuknya dan Chaerin menerimanya sebagai pelarian karena dia benar-benar ingin melupakaanmu. Seharusnya kau menyatakan perasaanmu padanya sejak dulu, bodoh!”jelas Dara dengan nada tinggi karena kesal.
“dia kini harus berpura-pura mencintai namja lain. Kau kira itu menyenangkan? Kau kira Chaerin tidak mersa tersakiti?”kata Dara lagi. Membuat aku semakin binggung berbuat apa. Ini salahku. Semua ini salahku. Aku yang terlalu pengecut untuk menyatakan perasaanku padanya hingga membuat kami sama-sama terluka.
“kenapa kau diam? Nyatakanlah cintamu sekarang! Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”teriak Dara. Kini dia menanggis.
“kenapa kau menangis?”tanyaku.
“kenapa kau mencemaskanku? Aku merasakan apa yang Chaerin rasakan, aku mengerti dia. Tentu saja aku sedih.”kata Dara.
“pergilah! Cari Chaerin”kata Dara sedikit mengusirku.
“ini sudah malam. Aku kita kembali ke tenda bersama.”tawarku.
“tidak perlu, aku akan kembali sendiri. Sekarang kau cari Chaerin saja.”kata Dara dan aku segera berlari pergi mencari Chaerin.
Aku melihat Chaerin duduk di kap mobilnya sendirian sambil memandang langit.
“sekarang aku tahu kenapa kau menghindariku.”kataku sambil berjalan di dekatnya.
“Jiyong..”kata Chaerin tertegun saat melihatku. Aku naik ke kap mobil sebelah mobilnya.
“sekarang aku juga tahu kenapa kau terlihat tidak bahagia di dekatnya.”
“apa maksudmu?”tanya Chaerin seakan tak peduli.
“Dara telah menjelaskan semuanya tadi kepadaku.”
Kini aku bisa melihat wajah kagetnya dengan bantuan lampu jalanan yang disediakan tempat parkir ini.
“lalu kenapa? Sekarang tidak akan terjadi perubahan pada hubungan kita.”kata Chaerin kembali tenang.
“Chaerin, aku mencintaimu. Aku tahu ini sudah terlambat tapi, aku ingin memberitahumu bahwa aku mencintaimu.”kataku sambil melihatnya. Chaerin tetap melihat ke langit, bintang dan rembulan sangat indah malam ini. Tapi, wajah Chaerin tidak terlihat menikmatinya karena kini wajahnya telah dibasahi air mata. ya, kini Chaerin menangis dengan terisak pelan menagan tangisnya.
“untuk apa kau katakan sekarang? Sebentar lagi aku akan menjadi istri dari namja lain.”gumam Chaerin di sela-sela tangisnya.
“apakah kau mencintaiku?”
“tidak ada yang akan berubah jika aku menjawabnya.”balas Chaerin.
“apakah kau mencintaiku?”kataku penuh penekanan karena Chaerin hanya menagis tanpa menjawab pertanyaanku.
@dua minggu kemudian
Dengan toxsedo hitam dan dasi aku mencoba tersenyum di depan cermin. Hari ini hari aku terakhir bisa bersikap sebagai teman pada Chaerin. ya. Untuk terakhir kalinya.
Aku kira tamu yang datang tidak akan rame karena mereka berasal dari kantor yang sama tapi, aku salah. Undangan yang hadir bahkan membuat pengap gereja ini. Aku berdiri di depan sebelah Taeyang yang terlihat gugup. Karena aku teman baiknya Taeyang memintaku menjadi saksi pernikahan mereka. Taeyang mengandeng tangan Chaerin erat seakan Chaerin sudah menjadi miliknya dan tak akan berpisah lagi. Ya sakit rasanya. Aku sungguh berharap kini aku yang berdiri di samping Chaerin mengantikan Taeyang.
“saudara Taeyang, apakah kau bersedia menemani Lee Chaerin dalam senang, sedih maupun duka, dalam kebahagian ataupun kesulitan?”kata pendeta itu.
“ne”kataku dalam hati. Aku benar-benar masuk ke dalam khayalanku sendiri.
“annio. Aku tidak bersedia.”kata Taeyang lantang membuat aku tersadar dari lamunanku. Suasana menjadi kaku.
“apa yang kau lakukan?”tanyaku pada Taeyang pelan.
“gantikan aku. Kau yang seharusnya yang di posisiku. Karena kalian saling mencintai.”kata Taeyang tersenyum menarikku hingga tanganku dan Chaerin saling berpegangan. Lalu berlari pergi. Aku tak bermimpi?
Flashback
“apakah kau mencintaiku?”
“tidak ada yang akan berubah jika aku menjawabnya.”balas Chaerin.
“apakah kau mencintaiku?”kata Jiyong penuh penekanan karena Chaerin hanya menangis tanpa menjawab pertanyaanku.
“aku ingin tahu. Untuk memastikannya. Jawablah Chaerin. Jebal! Aku tak akan menggagumu lagi. Aku tak bisa mencintaimu lagi, walau aku pernah mencintaimu. Aku akan merelakanmu untuk Taeyang. ”
“ya, aku memang mencintaimu Kwon Jiyong dan masih mencintaimu hingga aku tetap memikirkanmu saat bersama Taeyang oppa. Aku merasa bersalah padanya karena pura-pura mencintainya. Tapi, aku tak ingin pergi darinya karena aku ingin melupakanmu.”kata Chaerin dengan emosinya.
“kita memang tidak bisa bersama lagi karena kini kau sudah bersamanya. Maaf, aku terlambat.”kata Jiyong penuh penyesalan. Taeyang yang mendengar itu semua dari awal masih memilih sembunyi dibalik mobil yang lain. Sekarang pikirannya kacau. Dan tak lama memilih pergi membiarkan kekasih dan sahabatnya berbicara berdua.
EPILOG
Cinta perlu pernyataan. Nyatakan cintamu sebelum semua berakhir pada penyesalan. Cinta bisu yang hanya tersimpan dalam hati malah menjadi menyakitkan. Cinta tak harus memiliki tapi, jika saling memiliki maka dunia akan terasa lebih menyenangkan. Terlambat lebih baik dibandingkan tidak sama sekali. Walau cinta itu tidak selamanya bahagia.
“Jiyong..”kata seorang yeoja menghampiriku yang baru memasuki rumah dengan senyuman indahnya. Dia istriku, milikku.
“jangan berlari! Nanti kau terjatuh.”kataku sambil menghampirinya dan memeluknya.
“aku merindukanmu.”bisikku lembut.
“aku juga.”balas Chaerin.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar