DON’T BACK
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon
Genre: hurt
Rate : T
Lenght : 922 word
Sore yang dingin karena musim semi telah datang. Tapi tidak dengan yangku rasakan sekarang. Chaerin kekasihku itu mengenalkan seorang namja padaku. Mino, minho, miho entahlah apa namanya. Bahkan aku malas untuk mengingat namanya. Aku benci dengan orang baru yang datang di kehidupan kami.
"Mino, ini Jiyong. Dia sunbaeku."kata Chaerin saat mengenalkanku pada anak kecil itu.
"Senang berkenalan denganmu!" Kata anak kecil itu sambil tersenyum. Aku rasa itu hanya basa-basi saja.
"Chae, bukankah kita harus segera pergi?"kataku langsung. Aku tidak ingin namja ini melihat hunchaeku terlalu lama.
"Oh. Ne. Mino, besok kita lanjutkan lagi."kata Chaerin tersenyum ramah pada Mino. Itu membuatku semakin kesal pada namja ini.
"Ne. Gwinchana." Jawab Mino sambil membalas senyuman Chaerinku.
"Bye!"ucap Chaerin dan aku segera menariknya.
Aku membukakan pintu mobil untuknya tapi, dia melihatku dengan tatapan menyelidik.
"Kau kenapa hyung?"tanyanya saat aku baru saja mendudukki kursi pengemudi. Dia selalu memanggilku hyung di saat bercanda. Apa yang buat dia bahagia?
"Tidak apa"kataku malas.
"Seunghyun oppa memintaku untuk mengenalnya, adik kelasnya yang telah dianggap adiknya sendiri. Kebetulan dia akan ikut audisi jadi aku mengajarinya."ceritanya sambil tersenyum.
"Apa peduliku?"ucapku ketus.
"Kau aneh sekali. Apa ini karena tadi kau harus menunggu?"
"Bukan. Tapi, cara kau mengenalkan kami."ucapku dengan emosi yang meningkat.
"Apa yang salah dengan itu? Aku belum cukup mengenalnya jadi aku hanya menjelaskan namanya saja."
Kau salah paham. Kau tidak tau atau memang tidak peduli?
"Karena itu kau masih kesal? Masih marah padaku?"tanyanya.
"Apa aku bisa? Kau tau perasaanku."ucapku tapi, itu membuat Chaerin tertawa dalam senyumnya.
----
Aku, Seunghyun hyung dan Chaerin datang bersama ke salah satu acara penghargaan. Kali ini bukan katagori music tapi, fashion. Bidikan kamera bertubi-tubi mengarah pada kami. Wajar jika mereka seperti ini, aku king fasihon di Korea, CL sang qeuun dan Seung hyun hyung aka TOP adalah model terseksi dunia walau saat mendapat gelar itu dia belum pernah menunjukan pada dunia bentuk tubuhnya. Jangankan membuka bajunya, memakai baju berlengan pendek saja itu kejadian langka.
"Inilah pasangan pengantin baru. Wau mereka serasi sekali."sapa Mc saat kami berjalan di redcarpet.
----
Chaerin tersenyum gembira saat baru saja menginjakkan kakinya ke Raja Ampat, Indonesia. Aku mengabadikan momen ini dengan kamera pribadiku. Untung saja aku berada cukup jauh darinya sehingga pemandanganmu menjadi background yang indah untuknya.
Aku keluar dari kamar hotelku. Melangkah beraturan, tidak dengan terburu-buru.
Suara ketukan sepatu dengan lantai terdengar anggun, pasti Chaerin.
Ku raih tangannya yang ada dibelakangku, dia tersenyum manis padaku.
"Kita mau kemana?"tanyaku.
"Cepatlah. Kita bisa terlambat."jawabnya tapi, dia berjalan dengan santai. Dia hanya ingin aku tidak banyak bicara.
Chaerin telah bersiap dengan pakaian nyelamnya, begitu juga aku. Dia terlihat sangat antusias. Saat kami menyelam, dia asik sendiri dengan ikan-ikan cantik.
"Kau senang?"tanyaku saat kami kembali ke permukaan.
"Sangat. Aku puas sekali."jawabanya dengan senyuman lebar.
Kami melangkah ke kamarku. Jalan menuju kamarku sangat sepi. Jadi, aku mengetahui persis Chaerin tepat dibelakangku. Aku masuk ke kamarku sebelum aku menutup pintuku aku menunggu Chaerin di dipan kamarku. Aku membalikkan tubuhku, mendekap Chaerin dalam pelukanku. Membuat Chaerin ada di kamarku.
"Kenapa?"tanyanya binggung.
"Hanya seperti ini. Disini. Sebentar."jawabku.
"Kau sadar apa yang kau lakukan?"tanyanya dengan nada datar.
"Ya."
"Kalau begitu. Cepat lepaskan aku."ucapnya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukanku. Tapi, usahanya sia-sia karena aku mendakapnya kuat.
"Aku salah. Aku memang bahagia dengannya tapi, aku tidak sebahagia saat bersamamu. Aku terlalu lemah untuk mencintaimu tapi, bisakah kau kembali padaku lagi?"
"Tidak! Kau sangat terlambat oppa. Aku tidak bisa bersamamu lagi. Lepaskan aku! Relakan aku pergi dengan kebahagiaanku."balasnya dengan tetesan air mata yang mengalir lewat pipinya.
"Aku rela jika kita bersembunyi seperti ini."
"Aku tidak rela jika kita mengorbankan cinta tulus suamiku. Suamiku yang percaya padaku, suamiku yang berjanji selalu bersamaku di depan tuhan. Lalu aku meninggalkannya untuk dirimu yang begitu pengecut? Tidak! Aku tidak mau menjadi orang bodoh yang menunggumu mengatakan cinta. Sudah sangat lebih dari cukup aku menjadi orang bodoh yang menunggumu bertahun-tahun."jawabnya menangis sambil memukulku.
"Aku tau kau lebih mencintaiku. Kau akan lebih bahagia bersamaku."
"bahkan sekarang pun kau tidak bisa mengatakan kau mencintaiku! Sekarang, aku lebih bahagia hubungan kita seperti ini. Kau menjadi sahabat kami. Dan Seung hyun oppa akan tetap jadi suamiku."ucap Chaerin dengan tatapan mata yang serius membuat aku terdiam. Saat aku tersadar dia tidak lagi bersamaku.
---
Chaerin masuk ke kamarnya . Seung hyun, suaminya baru keluar dari kamar mandi.
"Apa menyenangkan?"tanyanya dengan senyuman manisnya .
"Tidak. Karena kau tidak bersama kami."
"Mianhae.”
“tidak masalah oppa. Bukan kau yang menginginkan tubuhmu demam.”kataku sambil mengelus pipinya yang memanas karena demam.
“ Kau ingin makan dimana malam ini?"
"Tidak perlu. Aku ingin makan di Hotel saja.”
“Benarkah?”
"Wae? Apa kau punya rencana?"
"Tidak. Hari ini aku hanya ingin bersantai dengan istriku.”kata Seung Hyun sambil menarik Chaerin dan memeluk Chaerin.
Chaerin POV
Tatapan mata itu. Tatapan mata yang seakan menembiusku. Membuatku berfikir dunia berhenti saat mata kami saling bertemu. Aku sadar dia tidak tergantikan. Tatapan matanya masih mematikan otakku dan membuat jantungku berdetak gila-gilaan. Saat dia menatap mataku seakan dia bisa membaca pikiran dan hatiku, membuatku tidak bisa berbohong dan mengetahui semua yang terjadi pada diriku. Aku merasa kau masih memilikimu tapi, kenyataannya tidak mungkin. Mengapa kau harus menjadi yang terindah yang tidak mungkin bisa di gantikan?
Dia datang kembali setelah lama menghilang tanpa kepastian untuk menyatakan perasaannya. Dia kembali setelah aku ingin memiliki kebahagiaan dan hidupku baik-baik saja. Kembalinya dia membuatku tersiksa. Aku hanya ingin satu cinta yang pasti. Aku berharap bisa menghilangkan perasaan ini. Perasaan yang seharusnya aku berikan kepada suamiku, bukan Kwon Jiyong yang bertahun-tahun mengenalnya tanpa ada peryataan cinta untukku. Seharusnya dia tidak kembali karena sekarang semua telah terlambat. Aku akan mempertahankan pernikahanku.
END
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon
Genre: hurt
Rate : T
Lenght : 922 word
Sore yang dingin karena musim semi telah datang. Tapi tidak dengan yangku rasakan sekarang. Chaerin kekasihku itu mengenalkan seorang namja padaku. Mino, minho, miho entahlah apa namanya. Bahkan aku malas untuk mengingat namanya. Aku benci dengan orang baru yang datang di kehidupan kami.
"Mino, ini Jiyong. Dia sunbaeku."kata Chaerin saat mengenalkanku pada anak kecil itu.
"Senang berkenalan denganmu!" Kata anak kecil itu sambil tersenyum. Aku rasa itu hanya basa-basi saja.
"Chae, bukankah kita harus segera pergi?"kataku langsung. Aku tidak ingin namja ini melihat hunchaeku terlalu lama.
"Oh. Ne. Mino, besok kita lanjutkan lagi."kata Chaerin tersenyum ramah pada Mino. Itu membuatku semakin kesal pada namja ini.
"Ne. Gwinchana." Jawab Mino sambil membalas senyuman Chaerinku.
"Bye!"ucap Chaerin dan aku segera menariknya.
Aku membukakan pintu mobil untuknya tapi, dia melihatku dengan tatapan menyelidik.
"Kau kenapa hyung?"tanyanya saat aku baru saja mendudukki kursi pengemudi. Dia selalu memanggilku hyung di saat bercanda. Apa yang buat dia bahagia?
"Tidak apa"kataku malas.
"Seunghyun oppa memintaku untuk mengenalnya, adik kelasnya yang telah dianggap adiknya sendiri. Kebetulan dia akan ikut audisi jadi aku mengajarinya."ceritanya sambil tersenyum.
"Apa peduliku?"ucapku ketus.
"Kau aneh sekali. Apa ini karena tadi kau harus menunggu?"
"Bukan. Tapi, cara kau mengenalkan kami."ucapku dengan emosi yang meningkat.
"Apa yang salah dengan itu? Aku belum cukup mengenalnya jadi aku hanya menjelaskan namanya saja."
Kau salah paham. Kau tidak tau atau memang tidak peduli?
"Karena itu kau masih kesal? Masih marah padaku?"tanyanya.
"Apa aku bisa? Kau tau perasaanku."ucapku tapi, itu membuat Chaerin tertawa dalam senyumnya.
----
Aku, Seunghyun hyung dan Chaerin datang bersama ke salah satu acara penghargaan. Kali ini bukan katagori music tapi, fashion. Bidikan kamera bertubi-tubi mengarah pada kami. Wajar jika mereka seperti ini, aku king fasihon di Korea, CL sang qeuun dan Seung hyun hyung aka TOP adalah model terseksi dunia walau saat mendapat gelar itu dia belum pernah menunjukan pada dunia bentuk tubuhnya. Jangankan membuka bajunya, memakai baju berlengan pendek saja itu kejadian langka.
"Inilah pasangan pengantin baru. Wau mereka serasi sekali."sapa Mc saat kami berjalan di redcarpet.
----
Chaerin tersenyum gembira saat baru saja menginjakkan kakinya ke Raja Ampat, Indonesia. Aku mengabadikan momen ini dengan kamera pribadiku. Untung saja aku berada cukup jauh darinya sehingga pemandanganmu menjadi background yang indah untuknya.
Aku keluar dari kamar hotelku. Melangkah beraturan, tidak dengan terburu-buru.
Suara ketukan sepatu dengan lantai terdengar anggun, pasti Chaerin.
Ku raih tangannya yang ada dibelakangku, dia tersenyum manis padaku.
"Kita mau kemana?"tanyaku.
"Cepatlah. Kita bisa terlambat."jawabnya tapi, dia berjalan dengan santai. Dia hanya ingin aku tidak banyak bicara.
Chaerin telah bersiap dengan pakaian nyelamnya, begitu juga aku. Dia terlihat sangat antusias. Saat kami menyelam, dia asik sendiri dengan ikan-ikan cantik.
"Kau senang?"tanyaku saat kami kembali ke permukaan.
"Sangat. Aku puas sekali."jawabanya dengan senyuman lebar.
Kami melangkah ke kamarku. Jalan menuju kamarku sangat sepi. Jadi, aku mengetahui persis Chaerin tepat dibelakangku. Aku masuk ke kamarku sebelum aku menutup pintuku aku menunggu Chaerin di dipan kamarku. Aku membalikkan tubuhku, mendekap Chaerin dalam pelukanku. Membuat Chaerin ada di kamarku.
"Kenapa?"tanyanya binggung.
"Hanya seperti ini. Disini. Sebentar."jawabku.
"Kau sadar apa yang kau lakukan?"tanyanya dengan nada datar.
"Ya."
"Kalau begitu. Cepat lepaskan aku."ucapnya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukanku. Tapi, usahanya sia-sia karena aku mendakapnya kuat.
"Aku salah. Aku memang bahagia dengannya tapi, aku tidak sebahagia saat bersamamu. Aku terlalu lemah untuk mencintaimu tapi, bisakah kau kembali padaku lagi?"
"Tidak! Kau sangat terlambat oppa. Aku tidak bisa bersamamu lagi. Lepaskan aku! Relakan aku pergi dengan kebahagiaanku."balasnya dengan tetesan air mata yang mengalir lewat pipinya.
"Aku rela jika kita bersembunyi seperti ini."
"Aku tidak rela jika kita mengorbankan cinta tulus suamiku. Suamiku yang percaya padaku, suamiku yang berjanji selalu bersamaku di depan tuhan. Lalu aku meninggalkannya untuk dirimu yang begitu pengecut? Tidak! Aku tidak mau menjadi orang bodoh yang menunggumu mengatakan cinta. Sudah sangat lebih dari cukup aku menjadi orang bodoh yang menunggumu bertahun-tahun."jawabnya menangis sambil memukulku.
"Aku tau kau lebih mencintaiku. Kau akan lebih bahagia bersamaku."
"bahkan sekarang pun kau tidak bisa mengatakan kau mencintaiku! Sekarang, aku lebih bahagia hubungan kita seperti ini. Kau menjadi sahabat kami. Dan Seung hyun oppa akan tetap jadi suamiku."ucap Chaerin dengan tatapan mata yang serius membuat aku terdiam. Saat aku tersadar dia tidak lagi bersamaku.
---
Chaerin masuk ke kamarnya . Seung hyun, suaminya baru keluar dari kamar mandi.
"Apa menyenangkan?"tanyanya dengan senyuman manisnya .
"Tidak. Karena kau tidak bersama kami."
"Mianhae.”
“tidak masalah oppa. Bukan kau yang menginginkan tubuhmu demam.”kataku sambil mengelus pipinya yang memanas karena demam.
“ Kau ingin makan dimana malam ini?"
"Tidak perlu. Aku ingin makan di Hotel saja.”
“Benarkah?”
"Wae? Apa kau punya rencana?"
"Tidak. Hari ini aku hanya ingin bersantai dengan istriku.”kata Seung Hyun sambil menarik Chaerin dan memeluk Chaerin.
Chaerin POV
Tatapan mata itu. Tatapan mata yang seakan menembiusku. Membuatku berfikir dunia berhenti saat mata kami saling bertemu. Aku sadar dia tidak tergantikan. Tatapan matanya masih mematikan otakku dan membuat jantungku berdetak gila-gilaan. Saat dia menatap mataku seakan dia bisa membaca pikiran dan hatiku, membuatku tidak bisa berbohong dan mengetahui semua yang terjadi pada diriku. Aku merasa kau masih memilikimu tapi, kenyataannya tidak mungkin. Mengapa kau harus menjadi yang terindah yang tidak mungkin bisa di gantikan?
Dia datang kembali setelah lama menghilang tanpa kepastian untuk menyatakan perasaannya. Dia kembali setelah aku ingin memiliki kebahagiaan dan hidupku baik-baik saja. Kembalinya dia membuatku tersiksa. Aku hanya ingin satu cinta yang pasti. Aku berharap bisa menghilangkan perasaan ini. Perasaan yang seharusnya aku berikan kepada suamiku, bukan Kwon Jiyong yang bertahun-tahun mengenalnya tanpa ada peryataan cinta untukku. Seharusnya dia tidak kembali karena sekarang semua telah terlambat. Aku akan mempertahankan pernikahanku.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar