jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 24 Februari 2016

ONLY GIRL PART 3









Judul : ONLY GIRL #3
Author: Mahardika Putri
Genre: romance
Rating: T
Cast: Lee Chaerin (CL 2NE1)
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)

~~~~~~~~~~~~~~~~ Chaerin Pov ~~~~~~~~~~~~~~~
“apakah kau baik-baik saja?”Tanya Lily dengan berbisik.
“tentu saja”tanyaku kaget.
“ruang penyimpanan di gedung olahraga semalam dibobol maling tapi, tidak ada barang hilang. Kemarin Queen menemuiku karena mencarimu, sebenarnya kau kemana tadi malam? Kau tidak diculikkan?”Tanya Lily dengan cemas yang berlebihan.
“tidak. Aku hanya mencari tugas di perpustakaan.”kataku berbohong.
“huft.. syukurlah. Aku cemas kau diculik. Tapi, ini aneh sudah dua kali gedung olahraga ada pencurian tapi, tidak ada barang yang hilang. Hanya pintu saja yang rusak. Pencuri yang bodoh, kenapa mereka tidak mencuri di perpustakaan saja karena ada buku-buku mahal? Atau di ruang computer? Di ruang computer mereka bisa mengambil ratusan unit leptop.”kata Lily tidak masuk akal. Mana ada pencuri buku? Mencuri ratusan unit leptop katanya? Ruang computer ada di lantai 15, jika malam aliran listrik didalam gedung dimatikan termasuk dengan liftnya. Sebelum maling mengambil leptop mungkin si maling sudah pingsan karena kelelahan menaiki tangga.
“dulu juga pernah kejadian seperti ini. Maka dari itu Kimmi unnie di percaya menjaga Queen.”lanjut Lily dengan mata berbinar-binar. Aku yakin dia sedang melihat queen di khayalannya.
“kimmi unnie bisa bela diri?”tanyaku.
“I don’t now. Tidak ada riwayat hidupnya mengatakan dia ahli bela diri tapi, para senior percaya kimmi unnie bisa menjaga queen. Akh.. aku tak bisa membayangkan queen diculik, itu sangat menakutkan.”katanya sambil bergidik ngeri.
Apakah kimmi unnie juga pernah dikurung sepertiku?
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’
Jam istirahat aku segera ke tempat senior yang telah mengurungku. Dia terlihat kaget saat melihatku.
“ikut aku, unnie. Ada pelajaran yang tidak aku mengerti.”kataku sambil tersenyum manis. Dengan gugup dia mengikutiku dan akhirnya kami bisa berbicara berdua di ruang kesehatan.
“siapa yang membukakan pintu untukmu?”tanyanya menyelidik tapi, ada rasa takut yang terlihat dari matanya.
“kau tak perlu tahu. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku baik-baik saja. unnie”kataku sambil tersenyum.
“apakah kimmi yang menolongmu?”
“apakah dulu kimmi unnie juga kau kurung seperti itu?”tanyaku.
“jadi benar dia?”
“ah, ternyata kau tak bisa berbahasa manusia.”kataku kesal dan meninggalkanya. Aku terlalu kesal karena dia telah mengurungku seharian. Tapi, dari perkataannya sepertinya kimmi unnie juga pernah dikurung.


@seminggu kemudian
Aku sungguh tak bersemangat saat ini, bahkan untuk bermanja-manja dengan queen.
“sudah seminggu kau memata-matai kimmi unnie. Sebenarnya ada apa?”Tanya Lily.
“aku tak memata-matainya.”jawabku.
“kau selalu memperhatikan gerak-gerik kimmi unnie. Akui saja.”
“menurutmu, apakah aku special bagi Queen?”tanyaku asal tanpa sadar.
“kau bicara apa? Kau cemburu dengan Kimmi unnie? Jangan-jangan kau..”kata Lily memasang wajah takut dan dia menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
“tidak! Tidak seperti itu! Jika kau punya seorang kakak dan kakakmu sangat peduli dengan orang asing ketimbang adiknya sendiri pasti kau juga cemburu.”elakku.
“ne. tapi, kau juga bukan adik kandungnya. Persoalan ini jauh berbeda.”kata Lily dengan serius. Ya, benar. Ini sangat berbeda apalagi jika kau tahu yang sebenarnya.

‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘
“unnie, kenapa kau disini? Apakah kau mencari queen?”tanyaku saat melihat di depan pintu kamarku ada Kimmi unnie. Ini pertama kalinya aku bicara langsung dan berhadapan dengannya. Dari rahangnnya sepertinya dia yeoja yang kasar dan keras. Aku bisa membaca sifat dari wajah karena buku psikolog yang pernah aku baca. Walau aku manja aku ini suka membaca, apalagi membaca sambil bersender di dada Queen.
“boleh aku masuk.”katanya dingin. Dengan sedikit canggung aku pun mempersilahkan dia masuk.
“tutup pintunya.”katanya dingin. Seakan-akan dia adalah pemilik kamar.
“ah, ne unnie.”jawabku sedikit takut. Aku sekamar dengan namja tapi, aku tak pernah merasa takut berada sekamar dengan yeoja seperti ini. Dia mempunyai aura yang kuat menakutkan.
“ada perlu apa unnie di sini?”tanyanyaku.
“GD memintaku menjagamu selama dia syuting MV terbarunya. Ah, apakah kau ada soft drink?”tanyanya sambil berjalan menuju kulkas mini. GD? Apa maksudnya G-Dragon? Jadi dia tahu?
Sebelum aku menjawabnya Kimmi unnie sudah mengambil soft drinkku dan meminumnya. Ah, kenapa yang itu? Itu kan soft drink favorit Queen!

“wae?”tanyaku.
“kau disekap dengan mereka ya? Aku juga pernah dikurung sepertimu.”jawabnya santai.
“aku tau. Mereka secara tidak langsung mengatakannya. Tapi, saat itu apakah queen juga yang menyelamatkanmu?”
“queen? Namja normal kau sebut queen? hahahaha..”katanya sambil ketawa. Ommo, aura hitamnya keluar.
“mianhae! Aku mengerti. Anni, aku menyelamatkan diriku sendiri.”katanya lagi.
“ottokae?”tanyaku binggung.
“tentu saja bela diri.”
“apakah kau nam..”
“anni! Aku yeoja. Kerena sikapku seperti namja ini makanya aku meminta GD mengajariku untuk menjadi yeoja.”
“kenapa harus Queen?”
“karena aku phobia pada yeoja.”jawabnya serius. Ommo, apa lagi ini?
“uri omma berselingkuh. Uri appa dipenjara selama 2 tahun karena uri omma menfitnah uri appa telah mencoba membunuhnya. Dia juga selalu menyiksaku. Karena itu aku tinggal dan di didik uri oppa yang seorang atlit taekwondo. Tanpa sadar aku tumbuh dilingkungan namja dan didik tangguh. Tapi, satu kelemahanku. Aku takut yeoja walau aku sendiri seorang yeoja.”jelas kimmi unnie. Walau aku masih kaget tapi, ceritanya menarik dan tanpa sadar aku sudah duduk dengan posisi nyaman di atas kasur sambil memegang bantal.
“di saat aku pulang sekolah aku tak sengaja bertemu dengan GD. Dia juga mengira aku adalah namja.”jelasnya dan dia pun tertawa.
“Dari situ kami pun iseng bertukar posisi karena GD selalu direpotkan dengan fans-fansnya. Dan kami pun masuk di sekolah ini. Kami hanya berteman. Dia mengajariku menjadi yeoja sungguhan dan dia aku jaga agar rahasianya tidak terbongkar. Hanya itu tidak lebih. Jadi kau jangan cemburu.”jelasnya dan lagi-lagi dia tertawa.
“siapa yang cemburu?”elakku.
“aku juga yeoja. Aku tahu arti tatapanmu padaku.”katanya dengan tertawa.
“lalu apakah sekarang kau sudah berhasil menjadi yeoja?”tanyaku.
“kau mengalihkan pembicaraan.”katanya.
“ne, aku cemburu. Apa sudah puas onnie?”
“ne. Puas sekali! GD menyukai yeoja yang jago dalam berciuman. Apakah kalian pernah melakukanya?”Tanya Kimmi unnie menyelidik.
“tidak. Hubungan kami tidak seperti itu. Aku princess dan dia pelayanku. Hanya itu.”
“kau berbohong..”
“ini sudah malam unn. Aku harus tidur.”
“kau mengelak lagi..”
Kau langsung tiduran dan menutupi tubuhku dengan selimut.
“aku akan tidur disini.”
“terserah unnie saja.”
“kau marah? Wah, aku rasa hubungan kalian belum kesana. Apakah yeoja yang jago ciuman itu bukan dirimu?”kata Kimmi unnie menggodaku. Aku tahu dia hanya mengganguku tapi, aku tetap saja kesal. Siapa yeoja itu? Apakah ini hanya karangan Kimmi unnie saja? Tunggu! Bukankah beberapa hari lalu dia syuting MV yang ada adegan kissnya? Apakah dia menyukai model itu? Akh… aku benci Kimmi unnie!!!!


@keesokan harinya
“ommo, matamu kenapa?”Tanya Lily saat aku memasuki kelas.
“kau terlalu keras belajar Chaerin.”sahut yang lain. Belajar?
“wah, lihat usahamu yang sungguh-sungguh seperti ini aku yakin nilai ujianmu lebih tinggi dari pada yang lalu.”kata Lily.
“ujian?”tanyaku kaget.
“tentu saja. Nanti jam ke dua kita ada ujian. Apakah kau tak tau? Bukankah kau tidak tidur karena belajar?”kata lily binggung. Aku terduduk lemas di kursiku. Aku lupa hari ini ada ujian dan aku tak belajar sedikit pun. Sial, Kimmi unnie kau sumber kesialan. Ternyata dia benar-benar menyukai queen. tak akan aku biarkan!!
Biib!!! Ponselku berbunyi karena ada pesan masuk.
‘aku harap hasil tesmu menjadi yang terbaik lagi. Aku akan pulang nanti sore. -Queen’

Huft.. aku tak yakin nilaiku akan bagus kali ini. Tapi, tunggu!!! Jika nilaiku buruk maka aku punya alasan agar Queen mengajariku dan tidak ada waktu untuk Kimmi unnie.

‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’
Aku hari ini libur jadi kami di izinkan keluar dari asrama. Sekarang aku berdiri di depan panggung melihat Queen bernyanyi. Tidak, maksudku G-Dragon. Sinarnya begitu terang dan aku benci melihatnya begini.

Aku mencoba menuliskan lagu cinta.
Tapi, kamu yang terpikirkan.
Mungkin lagu cinta ini tidak seindah lagu cinta lainnya.
Tapi, lagu ini kuciptakan untukmu.
Hingga saat ini aku belum bisa melihat dengan jelas perasaanmu.
Tapi, aku ingin menjelaskan padamu bahwa aku mencintaimu.

Lagu sederhana yang baru saja dia nyanyikan sangat indah. Yeoja-yeoja lainya teriak histeris saat dia bernyanyi sambil mengedipkan sebelah matanya. Dia sangat bersinar. Andaikan lagu itu dia nyanyikan hanya untukku.

@belakang panggung setelah konser.
Aku menemui G-Dragon di ruang tata riasnya. Seorang make-up artis membersihkan muka G-Dragon dengan kapas wajah.
“kau ingin segera pulang?”Tanya G-Dragon.
“ini sudah sangat malam, tentu saja aku ingin pulang.”jawabku.
“kerumahmu?”
“tentu saja. Kau kira rumah siapa lagi yang bisa aku datangi malam-malam bagini?”jawabku kesal. G-Dragon tertawa dengan manisnya. Dia meminta pinata riasnya keluar dan ahjuma muda itu pun segera keluar.
“disaat seluruh gadis memujaku ada seorang gadis yang tidak menyukaiku. Awalnya aku mengira dia hanya iri dengan bakatku.”kata G-Dragon tertawa tapi, tatapan matanya serius.
“tapi, dia memiliki bakat yang besar juga sepertiku. Aku binggung kenapa dia begitu tidak menyukaiku. Ternyata dia tidak iri dengan bakatku atau apa yang telahku raih. Dia hanya membenci kepercayaan diriku. Aku benarkan CL?”tanyanya dengan senyuman manis. Kata terakhirnya tentu membuatku sangat kaget.
“ba. Bagaimana kau tahu CL itu aku?”tanyaku gugup. Aku tidak peduli jika sekarang ada yang membongkor identitasku sebagai CL karena CL itu benar-benar sudah lenyap.
“CL tampil dengan wig, make-up dan topeng yang menyembunyikan wajahnya. Itu bukan tanpa alasan. Itu karena kau tak percaya diri dengan penampilanmu. Walaupun kau telah menjadi penyanyi terkenal. Aku benarkan?”kata G-Dragon lagi.
“ne. Aku yeoja yang tak percaya diri dengan penampilanku. Kenapa kau bisa mengenalku?”tanyaku bingung.
“kau pernah bilang padaku, ‘Sehebat apapun bakatmu jika kau tak percaya dengan sinar yang ada dirimu itu percuma’. Kau mengatakannya saat aku masih tranning. Kau sebagai senior mengatakan itu pada juniormu. Saat itu juga aku mengagumimu mangikutimu walau kau selalu menutup dirimu sendiri. Sejujurnya kau sangat bersinar sebagai CL dan kau redup saat menjadi Chaerin. Baru saja aku mengetahui identitasmu aku mendengar kau keluar dari dunia hiburan. Agensi menarikku untuk debut karena kehilanganmu, hasilnya fantastic.”jelas G-Dragon. Sejujurnya aku ingat pernah berkata seperti itu tapi, aku tak ingat aku pernah bertemu dengannya apalagi mengobrol. CL? CL itu bukan diriku. CL hanya kepribadianku yang lain dan ada di tubuhku.
“kesibukanku sebagai artis pendatang baru membuat aku sulit untuk menemuimu. Kata assistenku kau kembali menjadi gadis biasa yang hanya latihan di sekolah music. saat aku ingin menemuimu tak sengaja aku bertemu denganmu di televise raksasa. Kau bilang kau tak menyukaiku. Aku tahu kau tak mengenalku tapi, saat kau berkata begitu rasanya menyakitkan (bagian awal chap 1). Lalu, aku dengar kau masuk ke sekolah tinggi music asrama khusus yeoja. Dan idel gila pun muncul di kepalaku. Aku mengajak Kimmi membantuku menjalani ide gilaku. Dan aku berhasil hingga sejauh ini.”jelas Jiyong.
“aku sungguh tak mengerti.”jawabku polos. Aku rasa setengah nyawaku telah hilang.
“saat kau masuk aku sengaja terbiasa bahkan bergantung denganku. Itu semua aku lakukan agar kau melihatku. Aku rasa ini waktu yang tepat mengatakannya.”kata G-Dragon sambil mengegam tanganku.
“aku mencintaimu.”katanya lagi.
“walau aku belum bisa memahami apa yang kau katakana sebelumnya tapi, aku sangat mengerti di kalimatmu terakhir. Aku juga mencintaimu, Queen.”jawabku sambil tersenyum malu. G-Dragon memelukku sambil tersenyum.
“aku ini G-Dragon. Penyanyi namja yang digilai yeoja seluruh korea, mungkin juga pengemar K-pop di dunia. Kenapa kau menyebutku queen?”Tanya G-Dragon.
“itu dia sikap G- Dragon yang tidak aku sukai. Terlalu percaya diri hingga membuatku minder. Makanya aku sangat menyukai Queen.”kataku. G-Dragon mendorong wajahnya agar dia bisa menatapku.
“kau tidak lesbikan?”tanyanya sambil terkekeh.
“aku masih normal.”jawabku kesel.
“benarkah? Buktikan?”jawabnya sambil mengodaku. Sedikitku jijitkan kakiku dan mengecup tepat dibibirnya.
“ini ciuman pertamaku tapi aku tak mendapatkan ciuman pertamamu.”kataku kesal walau sebenarnya aku sangat senang.
“benarkah? Hem.. aku rasa itu juga bukan ciuman pertamamu.”kata Jiyong tanpa melihat wajahku.
“mana berani aku melakukannya!”balasku.
“ini juga bukan ciuman. Ini hanya kecupan. Lakukan lagi!”perintahnya.
“itu hanya alasanmu. Kau tak mengerti penuh perjuangan agar aku bisa melakukannya.”jawabku.
“itu tidak bisa dihitung. Itu hanya kecupan. Anak lima tahun pun sering melakukannya dengan temannya.”
“tapi, tidak denganku!”jawabku kesal.
“aku tak percaya.”kata G-Dragon sambil membalikkan tubuhnya, membelakangiku. Ommo, apa dia mengambek? Kenapa dia seperti ini? Merusak suasana saja.
“aku tak bisa melakukannya. Jangan marah padaku! Kau tahu, kau merusak suasana”jawabku.
“kalau begitu biarkan aku lagi yang melakukannya.”katanya dengan senyuman mempesona. Tapi, aku rasa ada sesuatu yang nakal di pikirannya. G-Dragon menarik tanganku hingga aku didekapannya. Dia mendekatkan wajahnya kepadaku lalu menempelkan bibirnya dibibirku. Aku menutup mataku untuk menikmati suasana ini tapi, mataku terbuka karena G-Dragon melumat bibirku. Dia mengelus punggungku dan memelukku untuk lebih dekat. Aku menutup mataku kembali dan tanpa sadar aku membalas lumatannya. Saat aku kembali melumat bibirnya dia memisahkan bibir kami dan menatapku dengan senyuman kemenangan. Aku sungguh malu.
“sudah aku bilang ini bukan yang pertama untukmu.”katanya sambil tersenyum.
“kau kira aku berbohong? Sungguh, aku tak berbohong. Kenapa kau merusak suasana lagi”kataku.
“itu bukan ciuman pertama kita. Karena aku telah duluan merebut ciumanmu saat malam petir-petir itu.”jawabnya tanpa rasa bersalah. Dia masih bisa tersenyum.
“ommo, aku tak percaya kau pencuri mesum.”kataku mundur menjauh darinya. Hingga pelukan kami terlepas.
“tidak masalah! Aku sungguh suka memncuri sesuatu darimu.”katanya tersenyum dan menyentuh bibirku dan mengusapnya lembut dengan ibu jarinya. Aku mematung. Ini tak dapatku percaya. Aku kira itu hanya mimpi karena aku ketakutan. Jadi kami sungguh-sungguh sudah berciuman jauh sebelum MVnya berjalan?
Aku melihat sekelilingku. G-Dragon tak lagi di ruangan ini.
“kau dimana?? Kenapa meninggalkanku??”kataku sambil keluar dari ruangan dan melihat G-Dragon di sisi pintu.
“wah, kekasihku lagi panik. Sekarang apa yang kau perlukan? Tangan? Pelukan? Atau ciuman agar kau tenang.”kata G-Dragon mencoba mengodaku.
“sekarang aku perlu supir untuk mengantarku pulang.”jawabku tenang seperti biasa.
“pulang? Kerumahku?”kata G-Dragon tersenyum.
“tentu saja kerumahku!”jawabku kesal.
“aku takut malam ini petir akan datang lagi dan kau ketakutan.”
“itu hanya alasanmu.”jawabku kesal karena dia selalu mengodaku.
“hey, kekasihku. Berikan aku pelukan.”
“kau menjadikanku kekasihmu hanya untuk menyentuhku?”
“ah.. sepertinya aku lebih senang saat aku jadi Queen. kau sangat manja padaku jika aku jadi queen. Baiklah sekarang aku Queen!”kata G-Dragon dengan merubah suaranya alla queen.
“queen, aku takut jalan melewati lorong ini. Kau harus memegang tanganku hingga aku sampai dirumah dengan aman.”kataku dengan manja seperti biasanya.
“baik Princess!”kata G-Dragon sambil mengandeng tanganku. Kami berjalan berdua melewati banyak orang di lorong. Aku sadar seluruh mata menatapku dengan menyelidiki karena aku bergandengan tangan dengan G-Dragon. Tapi, entah karena apa aku bisa berjalan penuh percaya diri seperti ini. Biasanya aku tak bergini. Sebagai CL penyanyi pun biasanya aku menutupi sebagian wajahku dengan topeng untuk menutupi wajahku. Di sampingmu, aku penuh bercaya diri.

next or no???
tak ada komentar gak lanjut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar