jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Jumat, 26 Februari 2016

COZ I’M IN LOVE






COZ I’M IN LOVE

Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, dkk
Genre: roman, hurt
Rate : T
Lenght : oneShot

Senyum dari tadi tidak hilang dari wajah gadis cantik bernama Lee Chaerin. Sebentar lagi ulang tahunnya. Chaerin ingin menemui Jiyong, kekasihnya. Sudah sangat lama mereka tidak bertemu karena perbedaan negara. Chaerin sengaja diam-diam pulang ke Korea demi menemui Jiyong. Chaerin ingin mengawali ulang tahunnya kali ini dengan Jiyong berdua.
Pintu rumahnya berhasil Chaerin buka tanpa suara. Dengan hati-hati Chaerin melangkah. Ruang TV terlihat menyala, mungkin Jiyong sedang menonton. Senyum Chaerin semakin lebar. Sebuah kemeja berada di kaki Chaerin, Chaerin tahu bahwa ini kemeja wanita. Chaerin melihat Jiyong oppa sedang berciuman dengan yeoja di sofa membuat Chaerin terdiam, senyum indahnya hilang berganti dengan air mata.
“Terimakasih. Kadonya indah. Aku tidak akan melupakannya. Aku mencintaimu”ucap Chaerin sambil menatap Jiyong oppa yang kini kaget.

Prank..
Sebuah guci dijatuhkan Chaerin tepat di depannya. Chaerin pun berlari pergi. Chaerin dapat mendengar Jiyong oppa mengejar sambil memanggilnya tapi, Chaerin tidak peduli. Hatinya terlalu sakit dan dia sangat sedih sekarang. Chaerin berhasil masuk ke mobilnya tanpa masalah. Chaerin menginjak gas dan menjalankan mobilnya dengan kencang. Pikiran Chaerin sedang kalut, Chaerin hanya ingin segera sampai di rumah dan berharap segera kembali ke Prancis, ke Jepang atau Negara mana pun yang ada penerbangan secepatnya agar dia tidak bertemu dengan Jiyong.

Jiyong Pov
Aku mencium yeoja di depanku. Sambil mengelus tangannya yang ini tidak di tutupi pakaian.
“Terimakasih. Kadonya indah.”sebuah suara mengehentikanku. Aku segera dapat melihat Chaerin berdiri tidak jauh dari tempatku. Dia menangis. Kenapa dia ada disini?

“ Aku tidak akan melupakannya. Aku mencintaimu”ucapnya lagi sambil menatapku penuh amarah dan penuh kesedihan.

Prank..
Dia memecahkan sebuah guci yang pernah dia beli. Kami memang tinggal bersama tapi karena pekerjaan beberapa bulan ini dia tinggal di Prancis. Aku tidak menyangka bahwa dia akan pulang. Chaerin berlari pergi dengan luka di kakinya. Aku segera mengejar dan memanggill namanya tapi, aku terlambat. Chaerin telah melaju dengan mobilnya. Aku tidak bisa mengejarnya. Aku takut jika aku semakin mengejarnya maka akan ada kecelakaan. Aku harus memberikan Chaerin waktu untuk lebih tenang. Setelah aku mengusir yeoja yang ada di rumahku dan membereskan pecahan guci, aku mencoba menghubungi Chaerin. Namun gagal.

Akh.. aku bangun terlambat hari ini. Tubuhku lelah setelah mencari Chaerin empat hari ini. Ponselnya sudah tidak aktif. Saat aku kerumahnya, dia tidak ada. Aku sudah mencarinya lewat teman-temannya tapi tidak ada yang tahu. Mungkin dia butuh waktu. Tapi, ini teralu lama. Apakah dia sudah ke Prancis? Jika ia, mungkin dua lagi aku akan menyusulnya. Ponselku yang berdering segeraku angkat.
“yoboseyo?”ucapku.

“Hyung, Chaerin kini dia di bawa ke Prancis, kami di bandara untuk megantarnya.”

Segeraku pergi ke bandara tanpa memutuskan telepon terlebih dahulu. Aku mengendarai dengan kecepatan tinggi, mungkin surat tilang akan segera di kirim ke rumahku tapi, aku tidak peduli. Aku ingin minta maaf pada Chaerin terlebih dulu. Aku memang tidak bisa menjelaskan apa-apa. Aku sadar aku salah. Setidaknya aku ingin megetahui apakah dia baik-baik saja sekarang.

Seungri segera menyambutku saat aku sampai di bandara dengan wajah paniknya.
“hyung tidak tahu?”katanya dan aku menggeleng.

“dimana dia?”tanyaku kalut. Sebuah kursi roda berjalan dengan bantuan tuan Lee. Ku lihat orang yang duduk di kursi itu. Orang itu mengenakan masker dan topi yang menutupi wajahnya. Sedangkan tubuhnya di lapisi oleh selimut. Kenapa? Siapa dia?

“siapa dia? Siapa yang duduk di kursi roda itu?”tanyaku penasaran.

“jangan mengejarnya lagi!”kata Seung Hyun hyung menahanku. Aku menangis dan berusaha untuk melawan agar aku bisa mendekati orang yang duduk di kursi roda itu. Aku ingin bicara dengannya. Apakah itu Chaerinku? Kenapa dia seperti ini? Apa yang terjadi?


Setelah mereka berhasil berangkat Seung Hyun Hyung, Seungri dan Daesung melepaskanku. Mereka megatakan itu memang Chaerin. Chaerin mengalami kecelakaan tepat di malam ulang tahunnya. Kecelakaan yang parah hingga beberapa hari Chaerin tidak sadarkan diri. Aku tangisku semakin pecah dan mereka meninggalkanku begitu saja. Aku menyesal. Sangat-sangat menyesal.

Plak! Sebuah tamparan kini menyambutku saat aku pulang. Minzy adik kesayanganku menampar pipiku dengan kuat.
“namja bre**k! Sudah puas? Jangan coba mendekati Chaerin unnie lagi!”katanya penuh emosi lalu memukulku. Aku tidak akan melawan. Ini memang salahku.

“dia kecelakaan, bo**. Kau berselingkuh! Kau mengkhianatinya!”teriak Minzy sambil memukul tubuhku dengan tangannya. Dia menangis dan akhirnya pukulannya melemah.

“apa dia baik-baik saja?”tanyaku lemas.

“kau gila?”teriak Minzy dan sekali lagi dia menamparku cukup keras. Minzy menatapku tajam dan membentakku. Aku memang pantas menerima ini.

“unnie. Mungkin unnie akan cacat, oppa. Apa kau bisa mengembalikan semuanya?”teriak Minzy sambil meraung. Tubuhku lemas. Aku terduduk. Aku menangis. Bukan karena pukulan dan tamparan yang kuterima tapi, karena kabar yang aku dapatkan.

“aku minta oppa jangan menemuinya lagi. Jangan menghubunginya. Unnie semakin sakit karenamu, oppa. Renungkan kesalahanmu. Dia pantas mendapatkan namja yang jauh lebih baik darimu.”kata Minzy menangis dan pergi meninggalkanku.



@beberapa bulan kemudian.
Aku tetap tidak bisa menemukan Chaerin. Duniaku seakan mati tanpanya. Aku tidak bisa tertawa seperti dulu. Semua terasa kosong. Aku menangis jika aku hanya seorang diri. Aku akan tersenyum di depan orang ramai karena pekerjaanku adalah penyayi. Aku seorang penghibur. Aku berjalan dengan memikirkan Chaerin. Bagamana kabarnya? Luka apa saja yang dia terima? Apakah dia akan memaafkanku? Kapan dia akan sembuh? Kapan aku bisa menemuinya? Apakah dia memaafkanku? Apakah dia membenciku? Tapi, aku harus menghibur fansku walau aku sendiri sedang sakit. Sakit karena cinta. Kepergian Chaerin benar-benar menghancurkanku. Sering kali aku menghabiskan waktuku dengan Seungri atau Seung Hyun hyung untuk minum. Aku tidak ingin sendiri karena jika aku sendiri selalu menangis. Tapi, tidak ada yang dapat menghilangkan pikiranku dari Chaerin. Bahkan saat aku tidur aku melihat Chaerin menangis. Aku sangat menyesal.



Author Pov
“unnie, Jiyong oppa mengirimkan sebuah video. Apa kau ingin lihat?”Tanya adik Chaerin. Chaerin ingin menolak tawaran adiknya Harin tapi, Chaerin merasakan rindu pada Jiyong.

“ya. Kita nonton bersama.”jawab Chaerin setelah mengalah dari egoisnya. Harin langsung mendekat pada Chaerin, ikut berbaring di kasur Chaerin.

“Hai,, Chaerin! Aku sungguh minta maaf! Ini memang salahku. Aku menyesal. Aku ingin mengucapkannya secara langsung tapi, semua orang telah berusaha untuk menghalangiku menemuimu. Jadi, hanya ini satu-satunya jalanku. Apakah kau sudah baikkan? Maafkan, aku. Maukah kau menemuiku? Aku sangat rindu padamu.”kata Jiyong sambil menangis. Di akhir kalimatnya dia menghapus air matanya dan tersenyum manis. Jiyong terlihat kacau dan Chaerin sedih melihat Jiyong dengan kondisi lemah seperti itu dan melihat Jiyong tersenyum seakan Chaerin ingin sekali untuk memaafkan Jiyong. Tapi, Chaerin juga tidak bisa. Chaerin ingin Jiyongg merasakan sakitnya. Chaerin tidak menyangka bahwa Jiyong tanpanya maka hari Jiyong menjadi kusut seperti ini.
“aku dengar Jiyong oppa semakin kacau, unn. Dia sering mabuk, merokok dan sakit. Dia sungguh menyesal. Temuilah dia.”kata Harin mencoba merayu kakaknya.

“tidak. Belum saatnya. Dia masih harus dihukum.”jawab Chaerin berusaha kuat.

“bagaimana jika dia menyerah dan memilih yeoja lain?”

“artinya dia benar-benar tidak pantas untukku.”

------------

Tubuh Chaerin sudah pulih total, kini Chaerin pun sudah kembali ke Korea. Chaerin ingin membalas sikap Jiyong padanya. Dan Chaerin ingin segera tahu apakah Jiyong pantas untuknya atau tidak. Dan kini Chaerin sudah sampai di bandara.
“unnie.. aku rindu denganmu. Kau tega sekali tidak mengizinkan kami mejengukmu.”kata Minzy sambil memeluk Chaerin kuat.

“maafkan aku! Jika aku rindu kalian maka aku akan segera ingin sehat. Aku harap kalian mengerti.”jawab Chaerin senang. Dara dan Bom pun ikut memeluk Chaerin.

“kau benar-benar sudah pulihkan?”Tanya Dara dengan wajah cemas.

“tentu saja.”balas Chaerin tersenyum.

“kau jadi semakin Chantik, Baby Rin.”kata Bom dan kembali memeluk Chaerin. Mereka sungguh saling merindukan.

“kalian ingin kita mengobrol disini saja? Bandara memang buka 24 jam?”goda Chaerin.

“omo! Ayo, Chaerin kita pulang!”kata Dara sambil mengandeng Chaerin dengan sedikit berlari.


Sesampai di drom Chaerin di kejutkan dengan pesta yang dibuat oleh rekan seagensinya. Ini memang pernah di prediksinya tapi, Chaerin tidak mengira bahwa dia akan bertemu dengan Jiyong secepat itu.
Satu persatu memeluk Chaerin karena rindu dan mereka menanyakan apa yang terjadi. Kecuali Jiyong, Jiyong masih diam dan hanya melihat Chaerin. Jiyong memilih bicara berdua dengan Chaerin secara tenang dari pada di tengah keramaian seperti ini.
“aku tidak menyangka kalian membuat pesta menyambutku. Aku senang sekali. Aku merindukan kalian semua!”teriak Chaerin. Dan yang lain bersorak.

“sebenarnya apa yang terjadi padamu Chaerin? Kenapa kecelakaan itu terjadi? Untung tidak memakan korban kematian. Ayolah bercerita! Kau merahasiakan hal itu pada kami. Kami penasaran.”

“benar.”jawab yang lain sambil mengagukkan kepala bertanda setuju.

“kejadiannya begitu cepat dan aku tidak ingat kenapa hal itu terjadi.”kata Chaerin menjelaskan dengan menggelengkan kepalanya pelan. Tidak terbaca expresi berbohong dari wajahnya.

“sebenarnya kau dari mana saat itu?”

“aku juga tidak ingat. Bukan ingin merahasiakan tapi, aku sungguh tidak ingat. Aku tidak mengabari kalian agar kalian tidak cemas dan maafkan aku jika itu malah membuat kalian semakin cemas. Karena aku berfikir jika aku rindu kalian maka aku akan segera ingin sehat. Aku harap kalian mengerti kondisiku. Maafkan aku!”kata Chaerin tersenyum manis.

“luka apa saja kau terima Chaerin? Kenapa begitu lama kembali? Kau tahu kami sangat merindukanmu?”Tanya Seungri dengan mengambil ayam yang di sediakan.

“hanya cedera pada wajah dan syaraf.”kata Chaerin lalu meminu- minumannya.

“ada apa dengan syarafmu, Baby Rin?”Tanya Dara cemas.

“sedikit masalah. Kini sudah lebih baik. Dulu aku sempat tidak bisa mengerakkan kakiku dan sulit untuk beratifitas. Aku kembali berlatih mengunakan sumpit dan mengikat tali sepatu. Bagaikan anak TK. Tapi, kini aku CL, GIZIBE kembali.”jelas Chaerin sambil tersenyum dan mendapatkan pelukan dari Dara dan Bom.

“kau yeoja hebat!”kata Tablo dan mendapat pujian dari anggota YG Family yang lain.

“karena itu dia adalah the baddest female kita.”seru appa YG.

“tapi, ada masalah. CL kehilangan ingatannya dua tahun ini jadi aku mohon kalian membantunya.”jelas appa YG membuat yang lain terdiam tidak percaya. Suasana pun menjadi hening karena terkejut dan tidak percaya. Minzy langsung memeluk Chaerin sambil menangis disusul dengan Dara dan Bom. Sedangkan Jiyong terdiam, dia benar-benar terkejut dan merasa bersalah.
“kau juga tidak tahu?”Tanya Taeyang binggung. Jiyong menggeleng dan meremas rambutnya sendiri. Rasa menyesal kembali menyelimutinya. Dia sungguh merasa bersalah.

“bicara dengannya. Mulailah dari awal dan jangan mengecewakannya lagi.”Taeyang menyarankan.

“kau akan semakin bodoh jika berpisah dengannya, Jiyong. Maka seriuslah saat mengejarnya kembali.”kata Tablo ikut memberikan saran.

“kau seperti zombie tanpa Chaerin. Sungguh menyedihkan.”tambah Teddy.


Jiyong berjalan menuju Chaerin. Membuat yang lain terdiam. Mereka mengira-ngira apa yang apa terjadi.
“bisakah kita bicara sebentar?”Tanya Jiyong dengan kecemasan. Chaerin terihat binggung dengan menatap unniedeulnya.

“maafkan kami, tapi akan semakin aneh jika kalian tidak bertemu dan bicara.”ucap Dara dengan penyesalan.

“baikah. Tapi, di depan.”kata Chaerin tersenyum lembut.

“baiklah.”

“aku mengawasimu, Kwon Jiyong”kata Bom dengan ekpresi lucu membuat Chaerin tersenyum.


Kini mereka telah berada di depan Dorm yang terdapat halaman yang tidak begitu luas. Chaerin berusaha mengontrol dirinya. Dia tidak menyangka akan bertemu Jiyong secepat ini.
“apakah kau ingat hubungan kita?”Tanya Jiyon kaku karena rasa bersalahnya.

“kata Harin kita berpacaran. Tapi, aku tidak bisa mengingatnya. Perasaanku sudah berubah, oppa. Kita akhiri saja hubungan ini. Aku juga tahu kau telah mengecewakanku, oppa. Aku telah melihat video permohonan maaf itu dan aku memaafkanmu.”

“tidak! Tidak, sayang! Maafkan aku dan kembali padaku. Aku tidak bisa mengakhirinya. Aku tidak bisa tanpamu, Chaerin. Kau tahu, aku rusak. Aku hancur tanpamu. Bahkan aku tidak bisa tertawa seperti biasa. Aku mohon Chaerin!”pinta Jiyong dengan sungguh-sungguh dan memegang ke dua tangan Chaerin.

“itu hanya karena rasa penyesalan, oppa. Aku sudah memaafkanmu maka kini kau akan baik-baik saja. Percaya padaku”kata Chaerin tersenyum lembut membuat Jiyong lemas dan melepaskan tangan Chaerin.

“aku rasa tidak.”

“ya, kau bisa baik-baik saja jika kau percaya, oppa. Ayo, masuk! Mereka mencemaskan kita.”kata Chaerin lagi-lagi memberikan senyuman lembut pada Jiyong.

“masuklah dulu.”kata Jiyong lembut dan menundukkan kepalanya. Chaerin melangkah menjauh dari Jiyong. Tidak hanya Jiyong yang terluka, Chaerin pun begitu.

“Chaerin.”kata Jiyong tiba-tiba dan membuat langkah Chaerin berhenti.

“Aku tahu aku salah dan aku tidak bisa menjelaskan apa-apa karena aku memang salah. Aku tidak akan memberikan pembelaan untukku sendiri. Tapi, kau harus tahu aku benar-benar menyesal dan sadar arti kehadiranmu dihidupku. Mungkin aku memang bisa tertawa tapi, disini aku tetap menangisi kebodohanku yang memengecewakan kau orang yang aku cintai. Aku bisa saja menggandeng tangan yeoja lain tapi, tanpa sadar aku berfikir tentangmu. Awalnya aku berfikir bahwa aku namja lemah yang memilliki cinta yang lemah. Tapi, aku keliru. Aku sangat mencintaimu, Lee Chaerin. Izinkan aku kembali mengejarmu.”kata Jiyong dengan suara bergetar, Jiyong menangis. Dan Chaerin kembali melangkah setelah menghapus air mata yang jatuh di pipinya.


Sudah beberapa hari Chaerin tidak bertemu dengan Jiyong. Tapi, hari ini mereka akan bertemu di sebuah acara music, mereka akan melakukan featuring.

Mereka tidak melakukan latihan sebelumnya tapi, tim kreatif sudah memberitahu konsep yang akan mereka lakukan di atas panggung. Kini Jiyong sudah di atas panggung dengan lagu Missing You dan CL akan muncul di atas pangung secara tiba-tiba. Setelah itu mereka akan menyanyikan lagu R.O.D sesuai dengan intruksi sebelumnya.
“kenapa harus lagu ini?”tutuk Chaerin tapi, dia menenangkan diri dan mencoba professional.
Chaerin duduk di sebuah kursi dengan meja di hadapannya sebagai property pelengkap penampilannya. Walau Chaerin sudah berada diatas pangung tapi, penonton belum menyadari kehadiran CL karena lampu hanya ditujukan pada Jiyong yang masih bernyanyi.
‘meskipun aku membencinya, hanya luka dan kesalahpahaman yang belum terpecahkan yang tersisa.
Aku harus menahan diri sampai akhir kata “aku putus denganmu”.
Ketika kita berdebat dan bertengkar, itu lebih baik dari pada sekarang.’

1. 2. lampu pun menerangi Chaerin yang terduduk di kursi dan tubuhnya terlihat lemas ditopang oleh tangannya di atas meja. Chaerin hanya mengenakan kemeja besar berwarna abu-abu yang menutupi hingga pahanya dan rambut panjang Chaerin dibiarkan berantakan secara alami. Walau begitu sederhana, Chaerin terlihat cantik dan sexy.

‘hatiku merasa sedih tapi, aku tidak punya seseorang untuk berbagi.
Aku kadang tersenyum tapi, tidak punya seseorang disampingku.
Maybe i’m missing you oh oh.
Maybe i’m missing you oh oh.
Maybe i’m missing you oh oh.
Maybe i’m missing you.’

Kini Jiyong menatap Chaerin dengan tatapan penuh harap dan menyanyikan lirik selanjutnya.
‘aku masih merasa engkau disampingku setiap hari ketika aku membuka mataku.
Tidak bisakah kita kembali pada masa itu ketika kita masih bersama.’

Kata Jiyong sambil mengegam tangan Chaerin dan menatap Chaerin lekat. Kini mereka nyanyi sambil berdiri, berpegangan dan saling menatap. Membuat penonton bersorak histeris lalu terdiam hanyut dalam Chemistry yang di ciptakan Jiyong dan Chaerin.


Lampu mati. Chaerin melepaskan tangan Jiyong dan berlari pergi. Lampu kembali menyala, music kembali bermain dan Jiyong kembali bernyanyi lagu R.O.D.
Dan di saat bagian lirik Chaerin, Chaerin muncul dengan karismanya mengenakan pakaian couple dengan Jiyong yang berupa kaos memang telah di rencanakan sebelumnya. Tidak seperti tadi yang terlihat sedih dan saling merindu. Sekarang mereka bernyanyi dengan charisma dan Chaemistry yang membuat penonton dapat merasakan cinta mereka yang berkobar. Jiyong kini memeluk Chaerin dan Chaerin mengelus kepala Jiyong dengan lembut, mereka terbawa didalam lagu. Walau penonton bersorak histeris mereka tetap focus seakan mereka benar-benar hanya berdua. Ini bukan professional, mereka kini menjadi diri mereka sendiri dan saling menyalurkan cinta yang selama ini mereka simpan. Menyalurkan rindu yang sebelumnya tidak bisa diberikan.

‘kau dan aku menghadapi dunia.
With you i ride or die tonight.’

“ya!!!”teriak penonton.
Jiyong mengecup kening Chaerin dengan lembut dan Chaerin menutup matanya. Penonton semakin tidak terkendali.

“HUAAA!! DAEBAK! I LOVE SKYDRAGON!!”teriak author lalu pingsan seketika karena saking senangnya. *plak. Lupakan.

Jiyong menggandeng tangan Chaerin dan pergi dari panggung.

“DAEBAK! Kalian benar-benar keren. Aku jadi penasaran, apakah kalian benar-benar sepasang kekasih?”kata PD saat menemui GDCL di belakang panggung. Chaerin hanya tersenyum manis.

“Terimakasih atas pujiannya dan kerja samanya.”jawab Jiyong sambil memberikan hormat dan di ikuti Chaerin.

“terimakasih kerja samanya.”kata Chaerin.

“baiklah. Kami akan pergi. Sekali lagi terimakasih.”kata Jiyong sambil menggandeng Chaerin.

“sama-sama. Pulanglah.”kata PD tersenyum. Jiyong langsung berjalan menuju mobilnya dengan Chaerin yang mengikutinya.

“yang tadi bukan professional. Tapi,aku tulus.”kata Jiyong membuat Chaerin tesipu malu. Chaerin menundukkan wajahnya. Walau Jiyong kini di depannya Chaerin tetap berusaha agar Jiyong tidak melihat ekpresi wajahnya.

“bagaimana denganmu?”Tanya Jiyong saat dia mulai menghidupkan mesin mobilnya.

“apa?”Tanya Chaerin binggung.

“sudah. Lupakan saja.”kata Jiyong setelah menghela nafasanya.

“oppa, seharusnya lewat sana.”kata Chaerin saat mengetahui Jiyong melewati jalan.

“sebelum kecelakaan kita tinggal bersama. Jadi, ini jalan yang benar.”jawab Jiyong santai.

“oppa, aku bukan Chaerin satu tahun lalu yang berpacaran denganmu. Aku Chaerin yang berbeda. Yang tidak mencintaimu dan mengetahui kau menghianatiku. Kenapa oppa mempersulit keadaan?”Tanya Chaerin binggung. Chaerin tidak ingin kembali tinggal bersama Jiyong. Jiyong langsung meminggirkan mobilnya.

“OK. OK. Aku memberikan waktu dan ruang. Aku tidak akan memaksamu tinggal bersamaku. Tapi, jangan menghindar dariku dan izinkan aku kembali mengejarmu?!”kata Jiyong sambil mentap Chaerin.

“ini gila!”

“...”Jiyong tidak menjawab tapi, dia hanya menatap Chaerin. Seakan tatapan adalah perkataan tulus dan ternyata berhasil meluluhkan Chaerin.

“baiklah, oppa.”kata Chaerin pasrah. Jiyong tersenyum senang dan menjalankan mobilnya kembali.




Seperti biasa Jiyong menonton Chaerin latihan. Mereka memang lebih sering menghabiskan waktu bersama. Jiyong selalu memperhatikan Chaerin. Dia melakukan itu bukan karena rasa bersalah tapi, karena kebutuhan. Jiyong merasa dia butuh untuk selalu melihat Chaerin dan tidak melihat Chaerin sakit.
“tidak! Gerakanmu itu terlalu sexy. Ganti saja!”kata Jiyong berkomentar.

“bukan urusanmu, sunbae.”kata Chaerin datar lalu berjalan mendekati Jiyong mengambil air mineral dari tangan Jiyong.

“istirahatlah. Aku pergi dulu. Nanti malam aku akan menemuimu lagi.”kata Jiyong sambil mengelus kepala Chaerin dengan sayang.

“kau lebih seperti pengasuhku dari pada mantan pacar yang memohon balikan, oppa.”kata Chaerin dengan nada sebal.

“jadi, kau ingin aku seperti apa?”

“pikirkan sendiri.”kata Chaerin duduk dan mengelap wajahnya dengan handuk kecil yang awalnya ada di saku celananya.

“aku akan menebus dosaku dulu dan keseriusanku. Setelah itu kau akan kembali denganku. Aku yakin.”kata Jiyong optimis.

“wah, percaya diri sekali oppa.”

“tentu saja. Karena aku tahu kita memang tidak bisa berpisah, kau juga sadar hal itu.”kata Jiyong tersenyum lembut dan melangkah pergi dari Chaerin.



Seperti janji Jiyong, Jiyong menemui Chaerin dengan membawakan makan malam. Chaerin dan Minzy sedang menonton bersama menjadi agak kaku karena kehadiran Jiyong. Minzy pun memilih masuk kamar agar Jiyong bisa bicara dengan Chaerin lebih leluasa. Tapi, ditahan dengan Jiyong.
“kita makan bersama.”kata Jiyong. Ini buka yang pertama kali jiyong datang malam-malam bawa makan. Hanya saja ini pertama kali Minzy berada di tengah-tengah sendirian karena biasanya ada Dara atau Bom yang juga menemani.

Kini mereka makan bertiga. Belum ada yang bersuara sebelum Jiyong memulai pembicaraan dengan menanyakan kegiatan Chaerin hari ini, seperti biasanya. Dan seperti biasa Chaerin akan menjawab dengan sigkat setelah itu dia akan kembali banyak bicara membuat suasana kaku itu hilang.
“yah, inilah cinta. Walau unnie lupa ingatan, sudah mengetahui tantang Jiyong oppa yang menyakitinya hingga seperti ini dan tidak ingat tentang hubungan cinta mereka tetap saja, cinta itu tetap ada.”pikir Minzy sambil tersenyum melihat Jiyong dan Chaerin bercanda.


Jiyong tidak bercanda untuk kembali mendekati Chaerin. Jiyong terus berusaha untuk mengajak Chaerin ngobrol, menemani Chaerin hingga meminta maaf dan meyakinkan keluarga Chaerin bahwa dia menyesal. Tapi, Jiyong tidak melihat bahwa Chaerin telah luluh. Rasa cinta itu masih ada dan tidak mungkin hilang begitu saja dan itu yang menjadi keyakinan Jiyong untuk tidak menyerah. Chaerin hanya butuh waktu untuk berfikir lagi apakah Jiyong pantas untuknya atau tidak.

TING!
Sebuah tanda jika ada tamu yang datang. Chaerin langsung bergegas melihat intercom lalu membukakan pintu. Seseorang masuk dan memeluk Chaerin. Chaerin membalasnya dan orang itu mencium pipi Chaerin. Jiyong melihat itu.
“begini rasanya? Tidak. Pasti Chaerin merasakan jauh lebih sakit dari pada yang aku rasakan sekarang.”pikirnya.

“oh, ya?”kata Chaerin senang. Entah apa yang mereka obrolin sebelumnya.

“ya, kau tahu Dokter Jean memintaku memberikan ini padamu.”kata seorang namja asing yang baru saja datang dengan memberikan Chaerin sebuah kotak yang merupakan.

“Jean itu nama pria kan? Berapa banyak lagi fanboy Chaerin sekarang?”pikir Jiyong.

“oppa, kau sedang mencuri dengar ya?”kata Minzy yang dengan hati-hati mengingatkan Jiyong  agar Jiyong tidak terkejut.
“tidak. Tapi, aku perlu tahu.”kata Jiyong.

“whaa! Jean memberikanku sepatu ini?”kata Chaerin kagum dan senang melihat sepatu yang ada di tangannya.
“dia pikir kau akan mudah mendapat pakaian dari sahabatmu yang desainer itu jadi dia memberikan ini untukmu. Kau menyukainya?”kata Pria asing itu tapi, Jiyong dari tadi tidak mengerti apapun yang mereka katakan, selain kata 'Jaen' yang dia yakini nama pria.

“tentu saja. Terimakasih telah mengunjungiku.”kata Chaerin memeluk pria asing itu lagi.

“ini lucu. Kau cemburu padahal tidak tahu apapun yang mereka katakan.”kata Minzy meledek. Jiyong menatap Minzy dengan sebal.

“onnie sepertinya telah melupakanmu, oppa. Kau bahkan tidak di kenalkan dengan pria asing yang ganteng itu.”kata Minzy sambil menggelengkan kepalanya pelan dan berdecak lidah membuat Jiyong semakin kesal.

“sebaiknya aku pulang.”kata Jiyong.

“pulanglah, oppa. Sebelum kau menangis seperti beberapa bulan lalu.”kata Minzy semakin mengejek Jiyong. Jiyong hanya menggeram membuat Minzy semakin senang.

“ah, oppa. Besok bawakan lagi makan malamnya ya!”kata Minzy tersenyum lebar tapi, Jiyong berjalan ke depan.

“Chae, aku pulang.”kata Jiyong.

“oh ya, hati-hati.”kata Chaerin. Lalu Chaerin berbicara kembali dan tertawa dengan pria asing itu membuat Jiyong semakin geram.


Duk. Jiyong terjatuh saat menuruni tangga. Dia tidak melihat dan tidak menyadari ada anak tangga yang menuju ke luar.
“untung saja Chaerin tidak melihat. Ini memalukan.”kata Jiyong berdiri dari tanah dan segera bergegas tanpa peduli dengan pasir yang masih melekat di pakaiannya.

-------
“aku minta maaf padamu, Chaerin.”kata Dami, kakak Jiyong sambil mengaduk minumannya. Kini Chaerin bertemu dengan Dami di sebuah Cafe langganannya.

“untuk apa unn?”Tanya Chaerin binggung.

“sikap Jiyong. Aku tahu aku tidak punya hak tapi, tolong terima dia kembali. Setelah kau pergi dia benar-benar hancur. Dia sering dan minum dan jarang makan. Dia lebih sering jatuh sakit dan banyak melamun. Omma bahkan tidak merawat Jiyong lagi karena merasa bersalah denganmu. Omma berfikir Jiyong pantas dihukum. Tapi, bukankah ini sudah cukup untuk menghukumnya?”kata Dami menjelaskan dengan lembut tanpa niat memojokkan Chaerin.

“aku belum tahu apakah dia seperti itu karena mencintaiku atau hanya merasa bersalah. Bahkan minggu lalu dia berkencan dengan yeoja itu lagi.”

“itu hanya makan siang biasa. Tidak ada yang istimewa dengan hubungan mereka ,Chaerin. Jika pun ia, kami pun tidak akan setuju dan meresui mereka.”

“artinya aku akan menjalin hubungn tanpa cinta.”

“tidak Chaerin! tidak! Aku jamin bahwa Jiyong mencintaimu. Hanya si bodoh itu saja yang telat dan tidak bisa tegas. Aku akan ada dipihakmu begitu juga orang tuaku. Aku akan mengusir yeoja itu dari hidup Jiyong.”

“tapi, tidak untuk hatinya unn. Hubungan kami tidak berhasil unn. Aku bahkan tidak tahu Jiyong mencintaiku dengan tulus atau tidak, begitu juga aku.”

“lain kali kita harus makan di rumah kami, Chae. Omma merindukanmu.”kata Dami sambil tersenyum. Hanya ini yan bisa dia lakukan, hanya sebatas ini karena sisanya tergantung Jiyong.

“ne, unnie. Aku akan datang. Aku juga sudah merindukan ahjuma”kata Chaerin.



Seperti biasa Jiyong berusaha menemani Chaerin walaupun Chaerin semakin jarang bicara dengannya Jiyong berusaha mungkin untuk membuat suasana nyaman.
“berhenti, oppa! Aku tahu semua. kau hanya merasa bersalah dan aku tidak punya perasaan seperti dulu. Aku lupa ingatan, semuanya hilang. Ayo kita jalani hidup ini masing-masing!”kata Chaerin menyadarkan Jiyong.

“tidak. Tidak Chaerin! Aku mencintaimu bahkan aku sadar aku mencintaimu begitu besar. Aku yakin kau bisa merasakannya.”kata Jiyong menarik dagu Chaerin agar Chaerin menatap matanya.

“..”Chaerin terdiam.

“terserah.”kata Chaerin akhirnya dan pergi meninggalkan Jiyong dari studio.



Baru saja Chaerin sampai di dorm, dia sudah di kejutkan dengan kedatangan omma Jiyong yang sudah ada di drom. Bom dan Dara meningggalkan omma Jiyong dan Chaerin untuk bicara berdua. Omma Jiyong memeluk Chaerin dengan hangat. Air matanya pun tidak bisa dibendung.
“aku rindu padamu, sayang.”kata omma Jiyong sambil mengelus rambut Chaerin.

“aku juga, ahjuma”kata Chaerin lembut dan membalas pelukan omma Jiyong.

“sebelum kau pulang ke sini apa kau pernah mendengar berita Jiyong berkencan dengannya kan sayang?”Tanya omma Jiyong lembut dan Chaerin mengagguk pelan.

“selama kau berada disana untuk berobat Jiyong selalu memikirkanmu. Dia memang beberapa kali bersama dengan rubah itu dan tertangkap kamera seperti yang terjadi baru-baru ini. Tapi, tidakkah kau lihat senyuman dan tatapan mata Jiyong?”kata omma Jiyong sambil melihatkan beberapa lembar foto. Foto-foto Jiyong dengan Chaerin dan Jiyong bersama yeoja yang membuat permasalahan ini semakin buram.

“ini foto disaat kau pergi berobat, sayang. Tidak perlu jadi psikolog kau pasti tahu makna senyumannya itu.”kata omma Jiyong menunjukan foto Jiyong yang bersama yeoja lain. Ya, Jiyong memang tersenyum hanya saja senyumnya terlihat terpaksa dan penuh kesedihan.

“aku yakin Jiyong tidak mencintainya. Kau lihat foto ini?”kata omma Jiyong memberikan selembar foto saat Jiyong makan malam dengan yeoja itu.

“dia tersenyum tapi, tidak dengan matanya. Matanya terlihat dingin tidak cocok dengan senyum lebarnya. Dia malah terlihat seperti namja yang patah hati. Kau juga sependapat denganku kan sayang?”

“dan setelah aku melihat foto kalian berdua aku masih melihat kalian saling mencintai hanya saja Jiyong sesekali terlihat menyesal karena kebodohannya. Sayang.. Jujurlah dengan perasaanmu. Jangan tersakiti karena menipu diri sendiri. Aku menyangimu seperti anakku sendiri. Aku ingin kebahagianmu. Jika Jiyong tetap tidak bisa meyakinkanmu aku tidak akan memaksamu karena aku juga ingin kau bahagia sayang. Tapi, jika nanti Jiyong menyatakan perasaannya padamu janjilah jujur pada perasaanmu sayang.”kata omma Jiyong tersenyum lembut dan Chaerin mengaguk pelan sebagai tanda persetujuannya.

“semenjak kau pergi anak itu seperti anak kecil yang tidak di urus. Dia jadi jarang mandi, sungguh jorok.”kata omma Jiyong dan berhasil membuat Chaerin tertawa pelan.

“dia seperti kehilangan semangat hidupnya. Tapi, kau bisa berdiri dengan kuat. Aku suka melihatnya. Dia pantas dapat hukuman itu.”kata omma Jiyong bercanda dan mereka tertawa berdua.



Disisi lain, Jiyong terus terpojok karena teman-temannya. Dia selalu disalahkan karena hal-hal yang menimpa Chaerin.
“bodohnya ketangkap basah seperti itu.”kata Seung hyun kesal.

“aku juga tidak tahu. Ini diluar kendaliku. Aku juga tidak mau menyakitinya lagi.”kata Jiyong.

“disaat kau berusaha mengejarnya kembali dan memohon, foto itu malah tersebar. Seharusnya kau menjaga prilakumu.”nasehat Seung Hyun.

“ini juga mempersulitku,hyung. Kau memojokkan aku seperti ini juga tidak bisa membantuku.”kata Jiyong sambil menjambak rambutnya.

“Chaerin sudah tidak peduli denganmu lagi sepertinya. Dia juga terlibat skandal dengan pria.”

“tidak hanya satu. Banyak pria asing yang mendekatinya. Beberapa hari lalu ada pria lain dari yang pria yang di gosipkan itu lalu ada dokter yang membelikannya sepatu. Mungkin nanti salah satu pangeran inggris pun datang memberikannya hadiah.”kata Jiyong penuh emosi. (ini mah bang Jiyong curhat)

“bisa jadi itu hanya gossip dan Chaerin berusaha untuk membuatmu cemburu, hyung.”kata Seungri yang kali ini berusaha menenangkan Jiyong.

“Chaerin bukan orang seperti itu. Dia memang dekat dengan banyak namja tapi, dia bukan orang yang mudah untuk berhubungan. Dia juga tidak mungkin seperti itu hanya untuk membuat hyung cemburu. Bukankah bertahun-tahun itu yang kita ketahui dari Chaerin.”kata Daesung dan berhasil membuat Jiyong semakin binggung.

“ya, Chaerin bukan orang yang sepertimu. Chaerin tidak mudah tergoda. Sebaiknya kau tunjukkan keseriusanmu sebelum benar-benar telambat, bro.”saran Taeyang pada jiyong sambil memukul pelan dada Jiyong dengan kepalan tangannya.


------
Jiyong segera pergi menuju ke tempat Chaerin yang sedang latihan di YG BUILDING. Setelah sampai Jiyon berlari dengan tergesa-gesa, dia ingin memastikan sesuatu. Dan akhirnya Jiyong menemukan Chaerin di tempat latihan dance.
“Chaerin..”kata Jiyong tergesa-gesa. Nafasnya belum teratur dan pandangannya belum fokus.

“oh, oppa.”kata Chaerin bingung dan kaget Jiyong datang dengan keringat di wajahnya.
“senyum untukku. Senyumlah. Aku mohon.”kata Jiyong dengan nafas terputus-putus. Dengan binggung Chaerin tersenyum.

“tidak. Tidak senyum seperti itu. Coba lagi. Senyumlah dan tatap aku.”kata Jiyong dan mendekat pada Chaerin. Chaerin pun melakukannya lagi. Dia tersenyum hanya saja kini dia tersenyum dengan manis dan natural.

“kau memaafkanku kan?”Tanya Jiyong.

“jawab sambil menatap mataku, Chaerin.”kata Jiyong lagi.

“ne,oppa.”kata Chaerin sambil menatap mata Jiyong. Mereka saling menatap seakan berbicara melalui kontak mata. Mereka saling mengerti tanpa perlu banyak bicara, ini salah satu kekuatan cinta.

“gomawo.”kata Jiyong tersenyum dan mencium bibir Chaerin.

“aku mencintaimu dan kini aku tahu jawabanmu. Jangan berbohong lagi! Kau juga tersiksa nantinya jika terus berpura-pura tidak mencintaiku. Bye, Hunchae!”Kata Jiyong tersenyum lebar dan kini dia pergi dengan berlari meninggalkan Chaerin. Sesekali Jiyong loncat dan teriak gembira seakan dia baru saja menang lotre.
Jiyong tahu bahwa Chaerin mencintainya. Karena itu Jiyong sangat gembira. Cinta terkadang bisa diketahui dengan mudah dari tatapan mata dan sentuhan ringan. Memang sederhana tapi, perlu cinta untuk merasakannya.

“gila.”kata Chaerin tertawa pelan sambil memegang bibirnya seakan ini adalah first kiss mereka. Chaerin tahu perasaannya. Dia juga ingin kembali dengan Jiyong hanya saja dia tidak yakin dengan perasaan Jiyong. Tapi, semenjak omma Jiyong datang ke dorm dan penjelasan keluarganya Chaerin mengetahui ketulusan dan keseriusan Jiyong. Sudah cukup untuk hukumannya. Jiyong sudah melakukan banyak hal untuk hidupnya dan menunjukan keseriusan serta ketulusannya.

--------
Hari ini diadakan penutupan YG FAMILY di Korea setelah dilakukan word tour. 2NE1, BIG BANG, LEE HI, WINNER, AKMU, dan yang lainnya tampil maksimal. Sebagai penutupan BIG BANG bernyanyi lagu baru mereka. Semua anggota YG FAMILY berdiri di depan panggung. Awalnya BIG BANG benyanyi dengan berpencar sedangkan yang lain bertepuk tangan agar semakin meriah. Jiyong berjalan mendekati Chaerin sambil tersenyum manis dengan memainkan gitarnya. Dara, Bom, dan Minzy menggoda Chaerin dan mendorong Chaerin dengan pelan agar semakin dekat dengan Jiyong. Sedangkan dibelakang Jiyong ada para namja yang berkumpul untuk mendukungnya. Jiyong kini berhasil memegang tangan Chaerin.

Aku sadar dengan kebodohanku.
Dan aku tidak akan mengulanginya lagi.
Aku akan berusaha membahagiakanmu.
Itu janjiku.

Aku tidak yakin aku bisa membuat hidupmu tanpa tangisan.
Tapi, aku janji aku akan melakukan terbaik untukmu.
Aku menyesal.
Hidupku gelap tanpamu.

Aku menanti hari istemewaku,
Karena pada hari itu kamu kembali percaya padaku kembali.
Dan aku tidak akan memaksamu untuk memaafkan aku dan percaya lagi padaku.
Aku hanya menanti hari dimana kamu akan maafkanku dengan setulus hati.
Di hari itu adalah hari istimewaku.

Kini maaf itu telahku dapatkan.
Senyum manismu pun juga sudah kudapatkan.
Semangat dan kepercayaan diriku sendiri sudah kembali dengan kehadiranmu.
Kini, will you marry me?

Para member Winner datang kearah Jiyong mereka mengambil gitar dari tangan Jiyong lalu, memberikan kotak cincin pada Jiyong dan ikut berlutut dengan Jiyong. Chaerin binggung. Dia gugup dan kaget disaat bersamaan. Bahkan dia tidak menyangka ini nyata.
“aku tau kau mencintaiku dan aku masih sangat mencintaimu. Aku tidak akan bermain-main lagi dalam hubungan ini. Lee Chaerin, will you marry me?”kata Jiyong sungguh-sungguh di tengah rasa gugupnya yang luar biasa.
Sontak membembuat YG STAND menjerit histeris tidak percaya. Seungri dan yang lain menjadi promotor agar YG STAND berteriak “TERIMA” bersama-sama. Chaerin berfikir secara cepat. Dia memang tidak bisa menipu perasaannya sendiri. Chaerin sudah menemukan jawabannya walau ini di luar bayangannya. Dan.

“yes! I will.”kata Chaerin tersenyum lebar. Jiyong langsung memasangkan cincin di jari indah Chaerin dan langsung memeluk Chaerin senang. Jiyong sempat mengecup pipi Chaerin singkat. Seung hyun dan Daesung berjongkok di depan pasangan tersebut sambil menopang dagu dengan kedua tangannya seakan ada tontonan pertunjukan bagus di depan mereka dengan wajah tersenyum lebar yang menggemaskan. Lalu, Seungri tiduran di lantai seakan dia pingsan dan diganggu oleh Bom. Sedangkan Minzy, Dara yang lain asik menggoda pasangan yang akan segera menikah itu.
Musik pun kembali di mainkan tapi, lagu tentang cinta yang bahagia yang di nyanyikan oleh member YG FAMILY.


EPILOG
Jiyong mencium Chaerin saat di altar. Hari ini 26 Februari, mereka menikah dan pesta diadakan dengan megah. Tentu saja megah karena Sang King dan Queen akhirnya benar-benar menjadi satu. Menghilangkan kenangan 26 Februari yang menyedihkan pada tahun lalu. Pernikahan dilakukan di outdoor di tengah hamparan pasir putih pantai yang indah. Sedangkan suara ombak menjadi instruman lembut dan indah yang mengiringi music yang dimainkan oleh para musisi. Walau pernikahan dilakukan outdoor, pernikahan di adakan tertutup untuk umum. Karena banyak artis dan musisi besar yang diundang dalam pernikahan megah ini.
“oppa, ada satu hal yang ingin aku katakan padamu.”kata Chaerin sambil menatap Jiyong dengan serius.

“apa? Apakah ini sangat penting hingga kau mengatakannya saat ini?”Tanya Jiyong dengan diliputi rasa penasaran.

“ya.”jawab Chaerin mantap.

“apa itu?”

“aku berbohong soal lupa ingatan.”kata Chaerin menatap Jiyong. Mencoba membaca pikiran Jiyong dari ekpresinya.

“aku merawatmu. Aku bahkan mengirimkanmu makanan ditengah malam secara langsung saat kau bilang lapar dan tidak ada makanan tapi, kau menipuku?”kata Jiyong tidak percaya. Jiyong membesarkan kedua matanya tapi, tidak meninggikan suaranya.

“OK. Aku pantas merawatmu hanya saja. Kau tau rasa cemas, khawatir, frustasi dan penyesalanku? Betapa kacaunya aku?”kata Jiyong frustasi. Dia menjambak rambutnya sendiri hingga rambutnya tidak rapi. Chaerin menggaguk pelan dan menggigit bibir bawahnya. Dia menyesal.

“oh. Jinja!”kata Jiyong pergi begitu saja dengan kesal.

“wae?”kata Bom penasaran karena tidak mendengar apa-apa sebelumnya.

“annio, unnie.”kata Chaerin menyesal atas kebohongannya sambil menunduk.
Chu. Bibir Chaerin dan Jiyong lagi-lagi menempel. Membuat Chaerin kaget sehingga melebarkan matanya.

“aku maafkan, istriku sayang.”kata Jiyong tersenyum lebar sambil menunjukkan cincin pernikahan mereka di tanggannya. Chaerin ikut tersenyum, hanya saja senyuman malu yang dia lakukan dengan rona merah diwajahnya. Walau begitu Chaerin terlihat begitu cantik.

“bisakah kalian mencari kamar terlebih dahulu?? Ada banyak anak kecil disini.”protes Bom.

“segeralah menyusul kami, nuna.”kata Jiyong tersenyum. Jiyong meluk Chaerin sambil sesekali menggoyangkan tubuhnya kekiri dan kekanan dengan pelan seakan sedang berdansa.

“untuk apa kalian undang orang sebanyak ini jika sebenarnya kalian ingin berdua saja?! Oh.. benar-benar.”kata Bom tidak terima tapi, sikapnya sungguh lucu hingga membuat Jiyong dan Chaerin tertawa.

“Agar semua orang tahu Chaerin milikku dan tidak ada yang mengambilnya dariku.”

“Agar semua orang tahu Jiyong oppa milikku dan tidak ada yang mengambilnya dariku.” Kata Chaerin tertawa karena mengikuti kata-kata Jiyong dan Jiyong pun begitu.

“kalau begitu bunuh saja semua orang di dunia ini.”kata Bom dan berlalu pergi membuat pasangan yang kini sudah resmi menikah itu semakin tertawa lepas. Mereka melepaskan pelukan mereka tetapi, tangan Jiyong tetap berada di pinggang Chaerin seakan tidak ingin ada yang merebut pengantinnya.

“bolehkah aku berdansa sebentar dengan pengantin wanita?”Tanya seorang pria asing yang tidak pernah dilihat Jiyong.

“tentu saja.”kata Chaerin langsung tanpa menunggu Jiyong dia sudah melepaskan Jiyong dan pergi dengan pria asing itu untuk berdansa. Jiyong melihat mereka dengan geram.

“huft. Ini waktunya aku bersabar dengan fansboynya.”kata Jiyong dengan beberapa kali menarik nafas dan mengeluarkannya kembali. Tapi, ternyata melihat Chaerin tertawa lalu bersandar di bahu pria itu membuat Jiyong geram. Tapi, dia berusaha menahannya.

“ Akan memalukan jika mengamuk di tengah pesta.”pikirnya.



Chaerin Pov
Aku sempat berfikir untuk pergi selamanya dari hidupnya. Sempat berfikir untuk akhiri semua ini. Dia bahkan mengkhianatiku, dia mengacuhkanku dan menyakitiku sangat dalam. Dia mempermainkanku. Tapi, aku sadar aku tidak bisa jauh darinya. Aku juga mencintainya dan membutuhkannya. Aku tidak bisa diam saja melihatnya penuh penyesalan. Aku tidak bisa pura-pura tidak peduli dengannya. Mungkin akan dibilang bodoh, hanya saja aku akan semakin bodoh melepaskan namja yang benar-benar mencintaiku dan berubah menjadi lebih baik untukku.Dia sudah cukup merasakan menderita karena diacuhkanku dan penyesalan. Dia sudah menunjukan cinta, perjuangan dan ketulusannya untukku. Dan kini kami akan berjuang untuk hidup bahagia bersama.

END
Ff ini di buat sebelum 27 Agustus 2014 dan baru selesai pada 19 Februari 2015 itu pun dari masukan Infi-infi kepercayaanku sehingga selesai juga FF ku ini. Banyak alasan ff ini diselesaikan dalam waktu yang sangat lama padahal cuma 2 shot. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin dalam penulisan dan semoga tidak mengecewakan walau typo berterbangan. Oh ya, lagu terakhir yang dinyanyikan BIGBANG itu tidak akan bisa kalian dengar dimanapun karena itu bukan sebuah lagu. Itu puisiku sendiri pada tahun 2011 pada bulan januari yang lalu. Semoga aja ntar YG mau beli liriknya *mimpi. Kalo dipikir-pikir aku gak ahli dalam hal-hal romantic tapi, yah pengalaman guru yang terbaik. Kesimpulannya ini adalah karya lawasku yang baru berhasil diselesaikan setelah revolusi. Hehehe..
Ini ff yang sangat panjang tapi, kalau komennya “aku suka”, “bagus thor”, “keren thor” dan “next”, BUNUH AJA AKU!! *Emosi tingkat planet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar