jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Minggu, 28 Februari 2016

LOST AND GIVE [part 7]

LOST AND GIVE [part 7]
.
.
.
.
.
.
Author: Kim Daisy

Cast: SkyDragon, Taeyang dan Soo Song

Rate : PG 17

pict: ahelnyann (thks bgt cover kecenya)

Repost : glen
***

Ku buka mataku. Saatku lihat jam yang ada di dinding ternyata sudah hampir jam pulang. Istirahat memang yangku butuhkan ternyata. Hacu! Tiba-tiba hidungku gatal dan ingin... Hachu! Bersin. Rasa ingin bersin ini tidak hilang-hilang hingga kuputuskan keluar dari ruanganku. Sekretarisku menatapku dengan tatapan cemas karena bersinku tidak hilang dari tadi. Karena sarannya aku pergi di lantai paling atas untuk mencari udara segar. Baru saja lima menit aku berada disana rasa gatal dihidungku untuk bersin pun menghilang.

Sepertinya ini karena terlalu banyak bunga di ruanganku. Aku memutuskan turun kebawah untuk mengambil dokumen di ruang kerjaku tapi, baru saja membuka pintu aku sudah kembali bersin-bersin lagi.

“bibi, tolong pindahkan bunga-bunga itu dari ruanganku. Hachu!! Sepertinya itulah penyebab aku bersin-bersin dari tadi.”perintahku pada sekretarisku yang menghampiriku dengan wajah binggungnya.

“baik, nyonya. Saya sarankan anda pulang saja, saya akan mengirimkan dokumen-dokumen penting yang anda butuhkan dengan segera.”saran sekretarisku.

“hachu!! ya, aku tunggu. Hachu!! Ah, silahkan bagikan bunga-bunga yang masih segar ke setiap karyawan, tapi bunga lavendernya biarkan tetap diruanganku dan lily letakkan di ruang tamu kamarku. Hachu!”

“baik, nyonya. Lalu, untuk pot...”

“biarkan itu tetap di sana. Suruh pinata kebun kita juga merawatnya. Hachu!”perintahku dan kembali bersin.

“aku pulang dulu. Hachu!”kataku bersin dengan kerasnya. Untung dilantai ini hanya untuk kantorku dan ‘rumah’ku. Jika terdapat ruangan orang lain disini maka aku bingung menaruh mukaku. Seorang penerus bersin seperti bocah ingusan. Sepertinya aku harus memberikan perhitungan dengan ahjusshi mesum itu yang telah membuatku tidak berhenti bersin.

Tapi, jika aku mendiamkannya apalagi yang dia perbuat nantinya? Dia pernah memenuhi ruanganku dengan permen dan coklat. Hari ini ahjusshi mesum itu memenuhi ruanganku dengan bunga dan besok mungkin dia memenuhiku oleh penyanyi atau pemain music untuk merayuku. Aku harus memikirkan cara lain untuk membalasnya.

Tapi, baru saja aku membuka kamarku aku mendapatkan mimpi buruk. Kamarku kini dipenuhi dengan kelopak bunga mawar. Berapa ton kelopak bunga yang dia beli sebenarnya untuk memenuhi kamarku? Bahkan kamar mandi, lantai, kasur dan sofaku pun juga di tutupi kelopak bunga mawar. Hachuuuu.....
.
.
.

Jiyong Pov
Aku berlari terburu-buru karena mendapat kabar bahwa Chaerin pergi dari kamar kami. Dia pergi ke kamar ayah mertuaku. Sebenarnya bukan kamar karena kamar kami ataupun kamar ayah mertuaku seperti apartemen yang luas yang didalamnya terdapat 3-4 kamar, dapur yang luas, ruang keluarga, ruang makan, dan lain-lain.

Bahkan terdapat dua lantai. Tidak ada bedannya dengan sebuah apartemen mewah hanya saja terdapat di dalam sebuah hotel karena memang sejak kecil Chaerin sudah tinggal di hotel ini.

“dimana istriku?”tanyaku panik pada ahjuma yang menjadi kepala pengurus rumah ini.

“sedang istirahat di kamarnya dulu, tuan. Nyonya sejak tadi tidak berhenti bersin tuan. Saya takut nyonya sakit.”jawab ahjumma dan membuatku berlari menuju kamar Chaerin. Baru saja sampai di depan pintu aku mendengar Chaerin bersin-bersin cukup keras. Sepertinya dia memang sakit. Tapi, sekarang musim
gugur kenapa terkena flu?

“Kau sakit sweetheart?”tanyaku saat masuk dan dia membalikkan tubuhnya agar bisa melihatku. Wajahnya terlihat pucat dan hidungnya memerah.

“ini gara-gara kau, ahjusshi mesum. Hachu. Ruanganku penuh dengan bunga, seharian aku bersin-bersin. Karena itu aku berniat beristiahat, tapi yang terjadi di kamar itu bagaikan lautan mawar. Lebih parah dari pada ruang kantorku. Aku ber Hachu... aku bersin hachu... tanpa henti dari tadi. Apakah kau berencana hachuu.. membunuhku hachu!?”katanya dengan emosi yang meledak, tapi dia terlihat lemas. Aku segera memeluknya. Sungguh aku merasa bersalah.

“tidak. Tidak akan mungkin, sweetheart. Aku tidak bermaksud seperti itu, aku sungguh sungguh minta maaf. Ayo, kita ke dokter!”ajakku berbicara dengan lembut. Tapi, Chaerin hanya diam dipelukkanku.

“sweetheart..”panggilku.

“sweetheart, kenapa? Apakah kau tidak mau berobat? Apa perlu kita panggil dokter saja ke sini?”tanyaku.

“ahjusshi..”kata Chaerin sambil memberikan jarak wajahnya dari dadaku yang sebelumnya menempel agar bisa melihat wajahku.

“ada apa, sweetheart?”tanyaku sambil mengelus pipinya.

“bersinku berhenti, ahjusshi.”jawabnya dengan tersenyum.

“tapi, kita harus tetap memeriksakan dirimu sweetheart.”

“sepertinya aku hanya perlu istirahat, ahjusshi.”

“baiklah jika itu maumu, sweetheart. Untuk sementara kita akan tinggal disini hingga kamar kita bersih. Jika belum sembuh besok kau harus berobat, sweetheart. Aku tidak ingin kau sakit, sweetheart.”kataku dan Chaerin kembali di dalam pelukanku. Saat dia dipelukanku aku sungguh bahagia. Seakan seperti ini saja sudah cukup untukku. Tidak, aku tidak boleh mudah puas. Aku ingin dia mencintaiku juga seperti aku mencintainya walaupun nanti cintaku lebih besar untuknya.
.
.
.
Aku baru saja keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk tidur, tapi aku penasaran karena aku melihat Chaerin menutup wajahnya dengan baju yang tadiku kenakan sebelumku mandi.

“kenapa bajuku ada padamu, sweetheart?”tanyaku sambil duduk di kasur untuk mendekatinya.

“ah? Ah... ini aku.. “jawabnya gugup dengan wajah merah setelah dia reflek langsung melempar bajuku sembarangan.

“kenapa?”tanyaku penasaran.

“mungkin kau tidak akan percaya, tapi aku akan kembali bersin jika tidak mencium aromamu.”jawabnya dengan mata tertutup, wajah menunduk malu dan wajah yang memerah. Aku tidak bisa menahan untuk tersenyum. Hanya karena hal-hal kecil bisa merasakan sebahagia ini, itulah cinta.

“kalau begitu aku akan sangat bersedia menjadi obat flumu, sweetheart.”kataku dan dia langsung pergi
menjauh dariku.

“hachu!!”Chaerin kembali bersin setelah berhasil jauh dariku, tapi aku dengan sigap mengendongnya dengan bridal lalu menidurkannya ke kasur, tapi tetap dalam pelukanku.

“mengalahlah. Bukankah ini win-win solution? Kau berhenti untuk bersin dan aku sangat senang bisa memelukmu. Ayo, kita tidur! Selamat malam, istriku!”kataku sambil mematikan lampu kamar dengan remot yang sebelumnyaku ambil lalu mengecup kening Chaerin. Dan ternyata benar bahwa bersinnya berhenti.
Aku senang jika aku bisa dibutuhkkannya dan nantinya aku ingin sekali Chaerin bisa sepenuhnya bergantung padaku.
.
.
.
Jam dua pagi aku mendapat kabar bahwa perusahaanku di Amerika terjadi masalah, salah satu petinggi tertangkap melakukan kecurangan dengan uang insvestor sehingga aku harus pergi secepatnya. Melihat Chaerin yang tidur dengan nyenyak di pelukanku membuatku tidak ingin membangunkannya. Dengan hati-hati aku melepaskan diriku dari pelukannya dan bersiap-siap. Aku juga tidak lupa menuliskan pesan singkatku di atas meja untuk Chaerin dan mengecup bibirnya. Maafkan aku tidak memberitahumu secara langsung, sweetheart! Aku sungguh berat meninggakanmu yang sedang sakit. Maafkan aku.

Saat aku sampai di gedung K-World menjelang sore, semua pemegang saham sudah menungguku untuk membuka rapat. Sepertinya membutuhkan beberapa hari disini.
.
.
.
Chaerin pov
Saat aku terbangun pagi ini tanpaku sadari aku tersenyum mengingat kejadian memalukan tadi malam. Tapi, saatku lihat ahjusshi tidak ada disebelahku dan aku malah menemukan selembar kertas yang memberitahukan bahwa ahjusshi mesum itu pergi karena ada masalah diperusahaannya. Tentu saja hal itu membuatku sedikit kesal karena dia meninggalkanku begitu saja. Saat ini tentu saja dia sudah berada disana melihat sekarang sudah tengah hari, tapi kenapa dia tidak mengabariku?

Malam ini aku tidur di rumah sakit bersama appa dan hingga saat ini ahjusshi belum menghubungiku. Apa dia tidak menyadari bahwa aku cemas? Apakah dia tidak mengingatku? Sebenarnya masalahnya sebesar apa hingga hingga saat ini belum juga menguhubungiku?

“memikirkan Jiyong?”tegur appa sambil menyentuh
bahuku.

“hanya sedikit penasaran kenapa dia pergi mendadak, appa.”jawabku.

“hubungi saja dia.” Saran appa.

“mungkin saja dia sibuk, appa. Besok akan aku hubungi dia. Sekarang kita tidur.”kataku sambil sedikit memaksa appa untuk tidur karena dari ekpresi appa terlihat bahwa appa ingin aku menelpon ahjusshi mesum itu sekarang juga.
.
.
.
.
.
@keesokan harinya.
Hari ini ahjusshi itu juga belum pulang dan tidak menghubungiku. Lihat saja nanti, aku akan membalasnya. Bisa-bisanya dia meninggalkanku begitu saja tanpa keterangan yang jelas bahkan seharian tidak mengirimi kabar lewat apapun padaku. Menyebalkan.

“aku akan pergi sebentar, bibi.”kataku pada sekretarisku saat aku keluar ruanganku. Aku butuh menjernihkan fikiranku. Tapi, yang aku lihat di depan ruanganku tidak hanya ada sekretarisku.

“oppa!”kataku saat mata kami bertemu.
.
.
.
Taeyang oppa mengajakku ke sebuah restoran kecil yang menjual iga bakar. Restoran ini adalah restoran favorit kami sejak dulu.

“kenapa oppa membawaku ke sini?”tanyaku.

“hanya rindu suasananya.”jawabnya tersenyum manis, senyum cerah yang sama seperti dulu.

“apakah kau tidak rindu dengan masakan ahjumma? Aku sangat rindu dengan masakan ahjumma.”tanyanya. Dengan ragu aku turun dari mobil mengikutinya.

Ternyata di tempat masa lalu bisa menimbulkan suasana seperti masa lalu. Kini kami tidak canggung lagi seperti sebelumnya, kami tertawa sambil mengingat masa lalu. Bahkan ahjumma pemilik restoran ini masih mengingat kami. Setelah itu kami pergi ke tempat latihan menembak. Tempat biasa kami latihan menembak.

Mungkin sedikit aneh, hanya saja aku seorang penerus harus ahli bela diri ataupun memegang senjata. Latihan menembak pun tidak luput dari bertaruh dan tawa seperti dulu. Dan seperti biasa aku lebih ahli menembak dari pada Taeyang oppa walau kemampuannya meningkat dibandingkan saat dulu.

Langit semakin gelap. Aku memutuskan untuk pulang dan Taeyang mengantarku kembali ke hotel.

“terimakasih untuk hari ini, oppa!”kataku sambil turun dari mobilnya.

“tunggu, Chae!”kata Taeyang oppa langsung turun dari mobil dan berjalan mendekatiku. Tiba-tiba Taeyang oppa memelukku.

“hari ini menyenangkan. Aku tahu kau juga menikmatinya. Aku berharap aku belum terlambat untuk memilikimu”

“lepaskan aku! apa maksud oppa?”tanyaku bingung sambil berusaha melepaskan pelukannya.

“aku mengajukan cerai pada Soo Song.”kata Taeyang oppa yang akhirnya melepaskan pelukannya.

“itu tidak ada hubungannya dengan aku, oppa. Aku istri orang saat ini dan dia adalah bossmu, oppa. Aku bahagia bersamanya. Tolong kau hargai aku! Hatiku ini bukan permainan!”kataku marah. Taeyang oppa menyentuh tanganku untuk menahanku agar tidak pergi.

Aku sadar bahwa kami menarik perhatian orang sehingga aku menghentakkan tanganku hingga terlepas dari genggeman Taeyang oppa. Aku meninggalkan Taeyang oppa begitu saja. Fikiranku kacau. Sebelumnya aku ingin berdamai dengan masa lalu, tapi yang terjadi malah seperti ini. Aku dengan cepat berjalan menuju kamarku dan aku mencoba menghungi ahjusshi mesum itu. Aku perlu sarannya. Aku perlu bicara denganya sekarang juga, tapi ponselnya mati. Apa yang harusku lakukan.
.
.
.
.
Pagi ini aku merasa kacau. Taeyang oppa membuatku semalaman memikirkan perkataannya dan ahjusshi mesum itu semakin membuatku kesal karena belum juga bisaku hubungi. Apakah dia sedang bermain disana? Untuk pria sukses seperti dirinya bisa saja tidak pernah pacaran atau menjalin hubungan percintaan, tapi pria dan hasratnya tidak bisa dipisahkan.

“bicara apa aku ini?”gumamku sambil menyendokkan nasi goreng kimchi ke mulutku.

“maaf, nona. Ada tamu di depan.”kata ahjumma yang memasuki ruangan makan.

“minta dia menunggu sebentar, ahjumma.”pintaku dan ahjumma itu pun pergi. Buat apa mencariku pagi-pagi seperti ini? Siapa sebenarnya yang datang?

Aku menyelesaikan sarapanku. Sungguh aku tidak semangat hari ini dan aku semakin kesal setelah melihat siapa yang datang ke tempatku di saat aku sedang sarapan.

“ada apa, Soo Song unnie?”tanyaku langsung. Semua terjadi mendadak begitu saja setelah aku menikah dengan ahjussi. Aku tidak mengganggu mereka kenapa mereka kembali?

“maaf, mengganggu waktumu, Chae. Aku yakin Taeyang sudah menemuimu...”

“tenang saja unnie, aku tidak adakan kembali pada Taeyang oppa.”potongku.

“bukan. Bukan itu. Aku kesini malah ingin memintamu untuk kembali pada Taeyang setelah kami bercerai”katanya Soo Song unnie tanpa beban. Reflek aku langsung mengumpat. Hal gila apa lagi sekarang? Untuk menjadi menikah dan menjadi ahjusshi secara mendadak adalah hal paling gila di hidupku, tapi ternyata ada hal lebih gila dari pada itu.

“Mwo??”

“aku mohon padamu, Chae. Dia masih mencintaimu.”

“itu hanya karena rasa bersalah kalian padaku.”

“kami tidak memiliki anak, Chae. Kami tidak memiliki anak!”

“Lalu kenapa jika kalian belum memiliki anak? Apakah karena tidak ada anak sehingga dia menceraikanmu?”

“ya, karena hal itu. Menikah dengannya Chaerin. Aku mohon. Dengan begitu aku yakin oppa bersama dengan yeoja yang tepat.”

“permintaanmu konyol, unnie. Sungguh konyol. Aku meminta yeoja lain menjadi istri mantan suamimu yang menunut cerai darimu dan gilanya kau memintanya dengan yeoja yang telah menikah.”balasku dan Soo Song unnie terlihat kaget dengan jawabanku.

“kau sudah..”

“ya, aku sudah menikah tiga bulan lalu, unnie.
Sepertinya kami sudah mengundang kalian.”jawabku dan Soo Song unnie terlihat lebih putus asa.

“aku tahu bahwa tidak baik membawamu ke rumah tangga kami. Hanya saja aku bingung harus bercerita dengan siapa. Oppa begitu mendambakan seorang anak, tapi hingga saat ini aku belum bisa mewujudkannya. Oppa bilang jika dia menikah denganmu mungkin kalian sudah memiliki 2 anak yang lucu. Dia mengatakannya di depanku sambil melihat foto kalian saat berdua.”cerita Soo Song unnie sambil menangis.

“ini mungkin salahku yang menjadi penghalang di hubungan kalian. Seharusnya aku mengalah. Seharusnya aku sadar diri saat kalian menceritakan masa lalu kalian. Seharusnya aku tidak egois. Ini hukuman untukku. Dia tidak bisa melupakanmu, Chae. Dia mencintaimu. Bahkan setelah menikah dia sering membandingkanku denganmu. Aku bukan yeoja yang tepat untuknya.”

“tau apa unnie tentang orang yang tepat atau tidak? Pernikahan itu bukan seperti membeli parfum yang memiliki tester. Bukan ingin berakting dewasa. Hanya saja aku harus bisa berfikir waras. Jika aku diposisi unnie dari pada memohon yeoja lain menikah dengan namja yang aku cintai lebih baik memperbaiki hubungan itu.”jawabku dengan tenang walau sebenarnya aku hampir stress dengan kondisi seperti ini. Kenapa jadi sesulit ini? Aku sudah sangat pusing mengurus perusahaan, mengurus appa yang minta cucu dan suamiku yang hingga kini tidak ada kabar dan kini aku harus masuk dipermasalahan rumah tangga orang lain.

“aku sudah menikah unnie. Aku bahagia dengannya, suamiku sangat mencintaiku. Dan aku tidak mungkin kembali dengan Taeyang oppa. Taeyang oppa milikmu dan akan selalu seperti itu jadi pertahankan dia, unnie. Jika kau bukan yeoja yang tepat pasti dia tidak akan menikahimu.”kataku sambil melihat Soo Song yang menghapus tangisnya dengan tissue.

“tapi, kini oppa ingin mendapatkanmu Chaerin dan aku tidak bisa apa-apa untuk menahannya tetap disisiku. Aku tidak bisa memberikannya anak.”katanya sambil menangis. Air matanya seakan tidak bisa berhenti. Aku juga yeoja walau sedikit aku bisa merasakan sakitnya berada diposisi Soo Song.

“jika dulu aku yang menyerah kini giliran Taeyang oppa yang harus menyerah padaku, unnie. Aku tidak mungkin berpisah dengan suamiku.”

“dia tidak mencintaiku lagi, Chaerin.”

“itu tidak mungkin, unnie.”kataku pindah duduk di sebelah Soo Song unnie dan memeluknya untuk menenangkannya. Membiarkan Soo Song unnie menangis dipelukanku. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus membantu mereka sebelum dampaknya semakin parah. Jika dulu ahjusshi itu bisa menyingkirkan Taeyang oppa hingga ke Negara lain, mungkin nanti dia akan memindahkan Taeyang oppa keluar angkasa karena mendekatiku lagi. Seorang Kwon Jiyong pasti bisa melakukan apapun yang dia mau, termasuk hal paling aneh sekalipun. Ah.. aku jadi kembali kesal karena belum dapat pesan darinya.
.
.
.
.
@seminggu kemudian
Seperti yang aku duga Taeyang oppa tidak melepaskanku begitu saja. Appaku sudah keluar dari rumah sakit 3 hari lalu dan ahjusshi mesum menyebalkan itu belum juga bisa aku hubungi.

Sebenarnya aku sempat cemas terjadi hal yang tidak dinginkan saat diperjalanan. Tapi jika memang ada sesuatu pasti dunia bisnis tidak akan sesepi ini mengingat ahjusshi mesum itu termasuk kelompok orang yang mempengaruhi pereonomian dunia.

Setidaknya kini ada berita seberapa besar masalah yang
sekarang di selesaikan ahjusshi mesum itu. Ternyata ada petinggi karyawan yang mengunakan dana perusahaan dan menipu pemegang saham bahkan terbuka fakta baru bahwa adanya pembunuhan untuk menghilangkan saksi. Mungkin ahjusshi itu tidak akan kembali.
Jika hal itu terjadi mungkinkah aku baik-baik saja?

“aku sudah datang lebih awal. Tapi, ternyata kau sudah ada disini, Chae.”kata Taeyang oppa yang menghampiriku. Kami kini ada di sebuah restoran mewah. Taeyang terlihat tampan dengan setelan jasnya.

“tidak masalah, kebetulan tadi aku ada janji dengan rekanku jadi aku langsung ke sini.”jawabku dan Taeyang oppa tersenyum. Tidak lama kami mengobrol pesanan makanan kami pun datang. Taeyang oppa memotong dagingku layaknya seorang gentleman.

“oppa.”

“hmm..”jawab Taeyang oppa tersenyum padaku.

“aku bertemu dengan Soo Song unnie.”kataku dan wajah Taeyang Oppa menjadi kaku.

“dia sudah cerita padaku semuanya.”sambungku.

“tolong, dengarkan penjelasanku.”mohonnya.

“tidak, oppa. Jika itu berkaitan denganku, aku tidak bisa. Aku memang pernah mencintaimu, oppa. Bahkan aku masih mencintaimu saat kau akan menikah. Aku menangis, aku sempat terpuruk dan kini aku tahu kau tidak seberharga itu. Aku sadar bahwa aku tidak mencintaimu sedalam itu. Hatiku tidak ada lagi kau, oppa.”

“kau berbohongkan Chaerin?”

“tidak, oppa. Sejak aku melepaskanmu dengan Soo Song unnie aku tahu bahwa aku bukanlah orang yang berhak hidup denganmu dan bahagia bersamamu, oppa. Bukankah kau yang memilih untuk bersama Soo Song unnie? Kau tahu, oppa? Mendengarmu menuntut cerai dan memintaku bersamamu itu membuatku kecewa. Kau bukan seperti Taeyang oppa yangku kenal. Kembalilah dengan unnie, dia begitu mencintaimu. Aku harap kau segera sadar, oppa.”kataku lalu pergi dari restoran ini membiarkan Soo Song unnie yang mengambil kendali selanjutnya. Aku harap sepasang suami-istri itu tidak menggangguku lagi. Sekarang, dimana ahjusshi mesum menyebalkan itu? Akh, dia benar-benar tidak peduli denganku sepertinya.

Aku berjalan menuju kamarku, kamarku yang sepi. Aku terduduk di kasur dan menyadari ternyata beberapa hari tidak bisa melihat ahjusshi mesum itu membuatku merasakan kehilangan. Aku mengakui hal itu. Sebenarnya apa yang membuatnya tidak bisa menghubungiku? Bukankah semua baik-baik saja saat malam itu? Bahkan dia memelukku dan memanggilku ‘sweetheart’ seperti biasa.

Suara pintu membuatku membuyarkan pikiranku. Seseorang masuk ke kamarku.

“hey, sweetheart!”kata orang itu dengan senyuman manisnya. Mungkin aku bermimpi, tapi aku tidak bisa menahan untuk tersenyum dan menangis. Mungkin aku benar-benar merindukannya.

“kenapa kau menangis? Membuatmu menangis adalah
hal yang tak pernah terfikirkan dalam hidupku. Jadi, berhentilah menangis. Tidak bisakah kau memberikanku ciuman saja? Aku sangat merindukanmu.”katanya berjalan ke arahku dan memelukku. Tubuhku terasa hangat. Apakah ini nyata?

“kau sudah kembali?”tanyaku dalam tangis. Aku tidak pernah selemah dan semenyedihkan ini sebelumnya. Tapi, kehadirannya sungguh berefek luar biasa tanpaku sadari.

“ya, aku sudah pulang sweetheart. Maafkan, aku tidak menghubungimu. Aku hanya ingin menyelesaikan masalah disana dengan cepat agar bisa cepat kembali denganmu. Dan aku takut jika aku mendengar suaramu maka tanpa sadar aku akan meninggalkan pekerjaanku. Kau tahukan kau adalah paling terpenting di hidupku, kau magnetku.”jawabnya sambil mengelus punggungku dan mengecup kepalaku. Tangisku pecah. Sepertinya aku benar-benar sangat merindukannya melebihi yang aku kira.

“aku diberi tahu bahwa dia sering menemuimu selama aku tidak ada, kita akan bahas itu nanti. Karena aku yakin istriku sangat merindukanku saat ini.”katanya dengan nada menggodaku, tapi kali ini aku tidak akan membalasnya karena aku tidak bisa menepis hal itu. Aku tidak bisa berbohong untuk mengatakan bahwa itu tidak benar karena tanganku saja memeluk erat ahjusshi mesum menyebalkan ini. Aku merindukan aroma tubuhnya, aku merindukan saat dia menjahiliku, aku merindukan saat dia menggodaku dan aku merindukan kehadirannya.

“oh sweetheart, kau sungguh manis. Apakah aku harus pergi terus agar kau memelukku seperti ini, hmm?”

“jangan pergi lagi! Jangan pergi dengan cara seperti itu! Kau membuatku takut, ahjusshi.”Jawabku. Ahjusshi memegang kedua pipiku dengan lembut mengangkat wajahku agar kami bisa saling menatap.

“terimakasih. Aku mencintaimu.”katanya dan dia mengecup bibirku. Dengan lembut ahjusshi menghapus air mataku yang mengalir dan mengecup dua mataku.

“jangan menangis, sweetheart! Aku tidak akan melepaskanmu.”katanya sambil menatapku lekat.

Bibirnya tiba-tiba menempel dibibirku, membuatku terkejut. Kemudian ciumannya berubah menjadi lembut dan tanpa sadar aku membalas ciumannya. Aku larut dalam ciumannya yang membuatku seakan berada di langit, membekukan otakku untuk berkerja. Aku tidak memberontak sekarang. Aku hanya bisa menikmati sentuhan tangannya sehingga meloloskan gaun yang aku kenakan. Selanjutnya hanya kami yang mengetahui apa yang terjadi. Yang pasti kami menghabiskan malam dengan saling memberikan kebahagiaan. Aku telah jatuh cinta padanya. I love you, ahjusshi!
.
.
.
.
.
.
END or next?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar