jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 24 Februari 2016

YOUR WISH




Judul: Your Wish
Author: Dika
Cast: Jiyong ( GD BIGBANG)
Chaerin (CL 2NE1)
Genre: Romance *mungkin.
Rating: PG 17

Dunia malam memang kerap aku geluti. Karena terlalu sering aku dalam dunia malam aku pun merasa jenuh dengan dunia ini.
Banyak pasangan yang berdansa dengan tengah lantai dansa. Si yeoja menari dengan sexynya dan namja memanfaatkan momentum itu. Kucoba gerakan tubuhku seperti biasa, mencoba menari dilantai dansa. Walau terasa jenuh kali ini mungkin saja dengan aku berdansa rasa jenuhku pun hilang.
@15 menit kemudian
Aku salah rasa jenuh ini ternyata tak bisa hilang. Harus bagaimana aku melewati malam ini? Kuputuskan untuk berhenti menari, melihat sekelilingku yang sudah mabuk musik dan mabuk alkohol. Kulirik pintu masuk, biasanya ini pemandangan membosankan tapi, tidak tahu kenapa mataku tertuju ke sana.
“ommo..”gumamku pelan. Aku melihat yeoja berambut kecoklatan yang panjang dengan mengenakan gaun kuning lembut yang tidak terbuka tapi tetap sexy. Yeoja itu melihat ke arahku. Aku terdiam membeku sambil berharap dia akan berjalan menuju padaku.
Yeoja itu menari dengan sexy. Sebenarnya gerakannya biasa saja hanya saja karena dia yang melakukannya jadi terlihat sexy.
kini dia berjalan menghampiriku, tangan lembutnya menyentuh pipiku lembut.
“ommo, kenapa aku jadi menginginkannya?!”pikirku. Lalu bibir kami menempel dan akhirnya saling melumat.
“Good Night!”desis yeoja itu di telingaku dan langsung meninggalkanku. Apa-apaan itu? Kenapa dia meninggalkanku begitu saja tanpa memberi tahukan namanya padahal dia benar-benar tahu aku terpesona padanya.

@keesokkan harinya.
Seorang yeoja yang bernama Chaerin ini dengan membosankan menjelaskan tentang bisnis. Aku masih tak percaya dia sekertaris Direktur utama. Sebenarnya dia menerangkan dengan baik hanya saja penampilanya membosankan. Mana ada sekertaris jaman sekarang tidak bisa berdandan? Sekertaris seperti itu langka dan sayangnya dia adalah orang langka itu.
“sekian penjelasan dari saya.”katanya pelan tapi, cukup jelas. Akhirnya kalimat itu keluar juga dari mulutnya. Aku sungguh menantikan kalimat itu keluar dari mulutnya sejak tadi.
Kami mulai keluar dari ruang rapat satu-persatu. Hanya tersisa beberapa orang saja.
“terimakasih kau sudah berkerja keras. Aku nanti malam kita jadi makan malam bersamakan?”kata Direktur utama terang-terangan.
“gomawo, direktur. Tapi, saya tidak bisa. Ada laporan yang harus saya baca.”jelas Chaerin sedikit gugup.
“kau jangan terlalu keras berkerja. Urusan kantor tidak usah dibawa ke rumah.”
“ne, direktur. Tapi maaf, saya tidak bisa pergi makan malam dengan anda.”kata Chaerin tidak enak.
“ya sudah. Tidak apa-apa.”
Kenapa direktur Choi baik dengannya? Apakah direktur Choi menyukainya sebagai yeoja? Ah, itu tidak mungkin! Tidak ada yang menarik dari yeoja itu.
Kini hari sudah berubah menjadi gelap. Dengan semangat aku bersiap ke club yang kemarin malamku kunjungi, mana tahu aku bisa menemukan yeoja bergaun kuning itu lagi.

@club
Musik menghentakkan jantungku. Tapi, jantungku kini lebih kencang karena yeoja yang ku tunggu telah muncul. Bibirnya terukir sebuah senyuman manis kearahku, senyuman manis itu pasti untukku.

Chaerin Pov
Aku tersenyum melihat expresi wajahnya saat melihatku, sungguh lucu. Apakah kau tertarik padaku Kwon Jiyong? Rasanya aku ingin tertawa lepas jika Si Playboy ini tahu ternyata aku adalah sekertaris yang biasanya tak pernah ingin dia lihat berlama-lama. Tapi, kini sorot matanya hanya untukku dia antara puluhan wanita cantik dan dia hanya menatapku.
“Play now!”kataku terdengar pelan karena detuman musik yang keras. Jiyong semakin mendekat padaku sambil menari mengikuti lagu. Ternyata dancenya tak buruk. Tangannya mulai usil meneyentuh tubuhku.
“baiklah. Sebentar lagi game Finnish.”pikirku. ku dekatkan wajahku padanya. Dengan nakal aku menarik tangganya hingga menyentuh bokongku dan mendesah di telinganya saat aku membuat tangganya meremas bokongku.
Sadar dia akan menciumku, aku segera pergi meninggalkanya.
“rasakan!”gumamku saat melihatnya kebinggungan mencariku tak disisinya lagi. Aku keluar dari Club dan masuk ke mobil putih sport milikku. Kulepaskan sepatu highheelku dan segera menghidupkan mesin mobilku. Ku jalankan mobilku dengan kelajuan yang tinggi.
“malam ini begitu menyenangkan.”kataku.
“hahaha.. apakah dendammu akan berhenti?”sebuah suara muncul tiba-tiba dari bangku penumpang dibelakang.
“berhenti? Tidak akan hingga dia benar-benar masuk ke mimpi buruknya, Direktur”jawabku sambil melihat direktur Choi yang kini tiduran di kursi mobil.
“dia pasti sudah sangat melupakanmu. Bukankah saat di kantor dia tak mengenalimu?”kata Seung Hyun oppa.
“ne, hanya saja aku yang belum bisa melupakan kejadian itu.”
“hanya karena kau dikatakan ‘buruk rupa’ lalu kau membiarkan dia menciummu dan menyentuh bokongmu. Bila tidak ada cinta..”
“ya. Cinta! Tapi, juga ada benci di sini.”balasku langsung sambil menunjuk hatiku.
“kau wanita yang saat sulit di mengerti. Jika kau memulainya dengan baik-baik mungkin dia bisa mencintaimu juga tanpa menimbulkan masalah.”kata Seung Hyun yang kini telah duduk.
“tapi, aku ingin membuat dia merasakan apa yang aku rasakan dan menambahkan rasa bersalah untuknya.”kataku yakin.
“hah.. aku beruntung telah menikah dengan kakakmu yang tak memiliki sifat sepertimu.”gumam Seung Hyun.
“dan aku beruntung kau bukanlah suamiku.”kataku membalas candaannya.
“perusahaan memang tidak mengizinkan aku menikah dulu. Makanya aku merahasiakan pernikahan ini. Tapi, perusahaan tak melarang poligami.”
“poligami? Apa maksudmu? kau ingin mati sekarang??”tanyaku horror.
“galak sekali. Padahal kakakmu sangat lembut. Ya sudah aku tidur lagi.”kata Seung Hyun oppa kembali tiduran di kursi belakang. Seung Hyun oppa adalah kakak iparku dan direktur utama di perusahaanku. Karena dia berpacaran dengan uri unnie sangat lama jadi kami sudah sangat mengenal dan seperti teman.
“mobil sportku ini bukan untuk kau tiduri!”protesku.
“aku akan memotong gajimu.”
“kau kira kau pemilik perusahaan?!”kataku mengingatkan.
“jika aku yang memilikinya aku pasti tak akan memperkerjakanmu!”gumamnya.

@keesokan paginya
Aku hanya mengenakan bedak tipis dan lipstick.
“OK, aku siap berkerja!”kataku pada diriku yang ada dicermin.

Aku sudah berada di kantor dengan segelas kopi di tangan kananku. Aku berjalan menuju lift.
“kopinya masih baru kan?”tanya Jiyong yang tiba-tiba di sebelahku. Aku mengaguk pelan karena binggung.
“kalau begitu ini untukku.”kata Jiyong tersenyum mencoba mengodaku dan mengambil Kopi yang masih hangat karen baruku beli. Jiyong melangkah pergi menghilang begitu saja.

@Club
Seperti biasa musik berdentum dengan kencang. Jiyong duduk di sebelahku sambil mengandeng tanganku erat. Aku mengangkat sebelah bibirku, tersenyum cemeeh karena Jiyong takut aku pergi. Jiyong memperhatikanku tanpa bicara. Aku hanya diam saja, membiarkan dia menikmati pesonaku.
“wajahmu tak asing. Tapi, aku tak ingat. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Kau dulu di universitas apa? Atau kita pernah bersekolah yang sama?”tanyanya dengan tersenyum manis. Lagi-lagi dia mencoba mengodaku dengan senyumannya itu.
“sepertinya tidak. Aku hanya bertemu denganmu di club ini.”jawabku dengan senyuman. Aku menyenderkan kepalaku di bahunya dengan manja. Tangan kanannya memegang tangan kananku dan tangan kirinya kini melingkar di pinggangku.
“kau benar. Jika aku bertemu denganmu sejak dulu pasti saat itu juga aku tak akan melepaskanmu.”katanya lembut lalu mengecup keningku.

Author Pov
‘’’’’’’’’’’’’’’’’ FLASH BACK’’’’’’’’’’’’’’
“jiyong............ Chaerin mengatakan kepada kami bahwa dia ingin jadi pacarmu!!!”teriak manja beberapa yeoja kepada Jiyong yang baru saja masuk ke kelas sambil membawa bola basket. Baju seragam sekolahanya Jiyong sudah terlihat kucel karena dia bermain basket tanpa menganti seragamnya.
“pacarku?? Yeoja membosankan yang hanya bisa belajar seperti dia bisakah menjadi pacarku? Aku ingin yeoja yang cantik tidak seperti itik buruk rupa.”jawab Jiyong sambil mendribel bola basketnya. Lalu duduk di bangkunya. Chaerin yang mendengar kata-kata itu hanya diam tapi, pensil kayu yang di genggamannya kini telah terbagi dua. Chaerin memang menyukai Jiyong dan dia juga merahasiakan hal itu tapi, teman-teman kelasnya menjahili Chaerin dengan membaca buku diary Chaerin dengan cukup keras di depan kelas. Chaerin tak menangis dan tidak ada amarah di wajahnya tapi, di dalam hatinya dia telah berjanji dia akan menjadi yeoja cantik untuk membalas kata-kata jiyong tadi.
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’ Flash back End’’’’’’’’’’’’’’’’’

Chaerin memengang setumpuk dokumen dan masuk ke ruangan kerja Jiyong.
“ah, kau!”kata Jiyong saat menatap Chaerin malas.Jiyong mengambil ponselnya di jasnya.
“ada apa?”tanya Jiyong malas.
“saya hanya mengantarkan dokumen dari direktur Choi.”kata Chaerin lembut.
“oh.”kata Jiyong malas, tangannya memencet tombol pada ponselnya. Chaerin masih berdiri di hadapan Jiyong meletakkan dokumen-dokumen itu di meja Jiyong lalu meraih ponselnya yang sejak tadi di pegangnya dan meletakkannya di telinga.
“Sky, kau dimana?”tanya Jiyong lembut, sangat berbeda saat dia bicara dengan Chaerin.
“aku? Aku sedang di ruangan direktur.”kata Chaerin dengan manis. Chaerin menatap Jiyong yang kebingungan. Jiyong masih tak mengerti. Chaerin tersenyum manis. Lalu Chaerin mengakat kemejanya hingga tahi lalat di dekat dadanya terlihat dan ada kissmark di sana. Jiyong tak percaya dengan yang dilihatnya dan masih terdiam kaku. Chaerin tersenyum nakal seperti saat di club malam. Lalu Chaerin mengangguk pelan dan meninggalkan Jiyong yang masih membatu.

END

huahahaha.. mood Dika lagi baik. Karena baca FF Kim jadi Dika pingin juga buat karakter Chaerin jadi nakal. Hahahaha..
Oh ya, kami lagi butuh author dan admin yang berminat kasih tahu ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar